<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mengenali Diri Lewat Pasangan</title>
	<atom:link href="http://www.muhammadnoer.com/2008/05/mengenali-diri-lewat-pasangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.muhammadnoer.com/2008/05/mengenali-diri-lewat-pasangan/</link>
	<description>Tips Pengembangan Diri: Membaca Cepat, Speed Reading, Produktivitas, Presentasi, Mind Map, Perencanaan Keuangan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 14:30:59 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Yanni</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2008/05/mengenali-diri-lewat-pasangan/comment-page-1/#comment-1886</link>
		<dc:creator>Yanni</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 08:41:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://exploreyourself.wordpress.com/2008/05/04/mengenali-diri-lewat-pasangan/#comment-1886</guid>
		<description>pengorbanan disalah artikan menjadi &quot;hati yg sering  terluka&quot; krn sayang &amp; cinta, tdk ingin istri terus terluka, malah ingin melepaskan ikatan..kadang jd serba salah, berusaha bertahan (sambil terus berbenah diri) sementara suami menyerah..Idealnya sih belajar sama2.. Bagi saya pernikahan ibarat sekolahan (tp bkn TK), dimana ada proses belajar, ujian, bermain,kerja klompok dll. kalau kita bisa melewati ujian, artinya kita naik kelas/tingkat (brtmbah tingkat ksabaran,kprcayaan dll)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pengorbanan disalah artikan menjadi &#8220;hati yg sering  terluka&#8221; krn sayang &amp; cinta, tdk ingin istri terus terluka, malah ingin melepaskan ikatan..kadang jd serba salah, berusaha bertahan (sambil terus berbenah diri) sementara suami menyerah..Idealnya sih belajar sama2.. Bagi saya pernikahan ibarat sekolahan (tp bkn TK), dimana ada proses belajar, ujian, bermain,kerja klompok dll. kalau kita bisa melewati ujian, artinya kita naik kelas/tingkat (brtmbah tingkat ksabaran,kprcayaan dll)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Noer</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2008/05/mengenali-diri-lewat-pasangan/comment-page-1/#comment-1875</link>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 04:26:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://exploreyourself.wordpress.com/2008/05/04/mengenali-diri-lewat-pasangan/#comment-1875</guid>
		<description>@ Yanni

Pernikahan memang membutuhkan pengorbanan. Adakalanya suami berkorban untuk istri dan sebaliknya istri berkorban untuk suami. Dalam hal memahami pasangan, sering juga terjadi pasangan kita tidak bisa memahami diri kita. Di sinilah dibutuhkan kesabaran dalam membina saling pengertian. Mungkin kita berada pada pihak yang harus mengalah, lakukanlah terlebih dahulu. Insya Allah ada waktu-nya pasangan kita akan berubah seiring dengan sikap yang kita tunjukkan padanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Yanni</p>
<p>Pernikahan memang membutuhkan pengorbanan. Adakalanya suami berkorban untuk istri dan sebaliknya istri berkorban untuk suami. Dalam hal memahami pasangan, sering juga terjadi pasangan kita tidak bisa memahami diri kita. Di sinilah dibutuhkan kesabaran dalam membina saling pengertian. Mungkin kita berada pada pihak yang harus mengalah, lakukanlah terlebih dahulu. Insya Allah ada waktu-nya pasangan kita akan berubah seiring dengan sikap yang kita tunjukkan padanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yanni</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2008/05/mengenali-diri-lewat-pasangan/comment-page-1/#comment-1865</link>
		<dc:creator>Yanni</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 08:09:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://exploreyourself.wordpress.com/2008/05/04/mengenali-diri-lewat-pasangan/#comment-1865</guid>
		<description>Dua karakter berbeda disatukan dalam ikatan.  Setuju kalo kita saling belajar memahami setiap perbedaan. tapi kalau sepihak ? kita yang slalu dituntut untuk terus memahami kondisi pasangan. Sementara pasangan tetap kukuh pd pendiriannya. Suami tempatnya benar. Istri tempatnya salah.  Bagaimana dong p&#039;Noer ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dua karakter berbeda disatukan dalam ikatan.  Setuju kalo kita saling belajar memahami setiap perbedaan. tapi kalau sepihak ? kita yang slalu dituntut untuk terus memahami kondisi pasangan. Sementara pasangan tetap kukuh pd pendiriannya. Suami tempatnya benar. Istri tempatnya salah.  Bagaimana dong p&#8217;Noer ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Noer</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2008/05/mengenali-diri-lewat-pasangan/comment-page-1/#comment-59</link>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 23:33:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://exploreyourself.wordpress.com/2008/05/04/mengenali-diri-lewat-pasangan/#comment-59</guid>
		<description>@Suchy
Wa&#039;alaikum salam Wr. Wb.
Dalam setiap pasangan, yang sering terjadi adalah komunikasi yang putus. 

Jika pasangan terlalu sibuk dengan pekerjaannya, perlu diingatkan apa yang sebenarnya ingin dikejar dalam hidup berumah tangga. Bisa jadi pasangan menjalani seluruh kesibukannya dalam usaha untuk membahagiakan keluarga. Tetapi jika keluarga tidak bahagia karena itu, dia perlu diingatkan untuk lebih memberi perhatian. Dia perlu tahu apa yang diharapkan oleh pasangannya dan apa yang tidak. Seringkali kita menyampaikan maksud tsb hanya dengan bahasa isyarat sehingga pasangan tidak mengerti atau tidak menyadari.

Komunikasi yang lancar dan terbuka sangat membantu untuk menyelesaikan banyak persoalan rumah tangga.

Semoga membantu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Suchy<br />
Wa&#8217;alaikum salam Wr. Wb.<br />
Dalam setiap pasangan, yang sering terjadi adalah komunikasi yang putus. </p>
<p>Jika pasangan terlalu sibuk dengan pekerjaannya, perlu diingatkan apa yang sebenarnya ingin dikejar dalam hidup berumah tangga. Bisa jadi pasangan menjalani seluruh kesibukannya dalam usaha untuk membahagiakan keluarga. Tetapi jika keluarga tidak bahagia karena itu, dia perlu diingatkan untuk lebih memberi perhatian. Dia perlu tahu apa yang diharapkan oleh pasangannya dan apa yang tidak. Seringkali kita menyampaikan maksud tsb hanya dengan bahasa isyarat sehingga pasangan tidak mengerti atau tidak menyadari.</p>
<p>Komunikasi yang lancar dan terbuka sangat membantu untuk menyelesaikan banyak persoalan rumah tangga.</p>
<p>Semoga membantu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: suchy</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2008/05/mengenali-diri-lewat-pasangan/comment-page-1/#comment-58</link>
		<dc:creator>suchy</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 06:49:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://exploreyourself.wordpress.com/2008/05/04/mengenali-diri-lewat-pasangan/#comment-58</guid>
		<description>Assalam...
Bagaimana cara meyakinkan diri pada pasangan yang selalu sibuk dengan pekerjaannya? apakah dia setia pada saya ? egoiskah saya bila saya terkadang menuntut kehadirannya padahal dia sedang dalam tugas kerja?
tapi saya merasa jadwal kerja dia terlalu, sangat, super sibuk?
Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalam&#8230;<br />
Bagaimana cara meyakinkan diri pada pasangan yang selalu sibuk dengan pekerjaannya? apakah dia setia pada saya ? egoiskah saya bila saya terkadang menuntut kehadirannya padahal dia sedang dalam tugas kerja?<br />
tapi saya merasa jadwal kerja dia terlalu, sangat, super sibuk?<br />
Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

