Hambatan Dalam Membaca Cepat dan Cara Mengatasinya

speed_reading_poster1Dalam tulisan sebelumnya, saya telah memberikan pengantar tentang Speed Reading dan secara sekilas membahas hal-hal yang menghambat kecepatan baca seseorang. Dalam tulisan kali ini, saya akan mengulas lebih jauh apa saja hambatan dalam membaca tersebut dan bagaimana cara mengatasinya. Sebelum meneruskan membaca posting ini, sebaiknya Anda telah membaca posting sebelumnya yakni Speed Reading: How Fast Can You Read?

Berikut adalah hambatan-hambatan yang umum dalam membaca:

1. Sulit Konsentrasi
Kesulitan konsentrasi bisa disebabkan beberapa faktor diantaranya: kelelahan fisik dan mental, bosan, atau banyak hal lain yang sedang dipikirkan. Konsentrasi juga dapat terganggu dengan adanya hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian seperti suara musik yang keras, TV yang menyala, orang lalu-lalang, dan lain-lain.

Kesulitan konsentrasi membuat pikiran melayang entah ke mana dan huruf-huruf yang dibaca pun ikut menguap terbang. Dalam membaca konsentrasi sangat penting karena menentukan kemampuan Anda menangkap dan memahami isi bacaan. Apalagi ketika Anda membaca cepat, maka konsentrasi yang baik akan memastikan bahwa kecepatan baca berbanding lurus dengan pemahaman dan bukan sebaliknya.

Untuk itu ketika mulai membaca, coba atasi faktor-faktor yang menyebabkan Anda sulit berkonsentrasi. Cari tempat yang tenang, memiliki penerangan yang cukup, suhu ruangan yang nyaman, dan tempat duduk yang enak dipakai. Jika ada gangguan, selesaikan dulu sebelum Anda mulai membaca.

Setelah hal di atas dilakukan, selanjutnya adalah bagaimana meningkatkan konsentrasi itu sendiri. Dalam membaca cepat konsentrasi yang dibutuhkan adalah kerjasama antara mata dan otak di mana mata bekerja menangkap kata dengan cepat dan otak menerjemahkan, mengomentari, dan memahami kata demi kata yang ditangkap.

Latihan Memusatkan Konsentrasi:

Ada dua buah latihan memusatkan konsentrasi yang cukup baik saya temukan di buku karya Soedarso, Speed Reading: Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Dua latihan tersebut dikutip dari Chung Moo Il, Membaca Dinamis (Cepat) berupa mengurai benang kusut dan menghitung titik. Ternyata latihan ini tidak mudah dan kalau Anda belum terbiasa, mata dapat berair dan cukup tegang. Berikut saya adaptasi latihan tersebut untuk Anda.

Perhatikan gambar benang kusut berikut. Anda akan mulai dari bagian awal sesuai petunjuk anak panah dan mengikuti jalur benang kusut tersebut sampai berakhir. Dalam latihan ini Anda tidak boleh menggunakan alat bantu seperti jari atau pensil untuk memudahkan penelusuran. Gunakan mata Anda dan rasakan otot-otok mata yang bekerja sambil mempertahankan konsentrasi agar jalur benang tidak tersesat.

Klik gambar untuk ukuran penuh. Jika mata Anda tidak tahan melihatnya di depan komputer, Anda dapat download di sini dan untuk mencetak latihan tersebut.

latihan_konsentrasi_benang_kusut

Apa yang Anda rasakan? Sebagian orang melakukannya dengan perlahan dan di tengah-tengah konsentrasi menjadi buyar. Sebagian yang lain masih terus dapat mengikuti dengan cepat. Ada orang yang dapat melakukan dengan sangat cepat tanpa tersesat.

Bagaimana rahasianya? Ketika Anda mulai menelusuri, mata Anda sebenarnya sudah menangkap sampai panjang tertentu di mana benang tersebut terhubung. Segera pindah ke bagian tersebut dan tangkap lagi bagian terjauh yang dikenali mata Anda. Demikian seterusnya sampai selesai.

Hal seperti ini nantinya akan Anda lakukan dalam baca cepat di mana ketika melihat sekumpulan huruf, otak Anda sudah bisa mengenali kata dan ketika Anda melihat dengan jangkauan lebih luas, otak Anda sudah mengenali frasa dan bahkan kelompok kata yang lebih besar.

Ingin tantangan berikutnya? Silakan hitung jumlah titik-titik horizontal berikut ini baik yang besar maupun yang kecil. Peraturan yang sama tetap berlaku: dilarang menggunakan jari, pensil atau alat bantu hitung lainnya. Gunakan hanya mata dan otak Anda.

Klik gambar untuk ukuran penuh, download di sini jika Anda ingin mencetak latihan ini di atas kertas.

latihan_konsentrasi_hitung_titik

Apa yang Anda rasakan? Saya yakin jika belum terbiasa mata Anda akan cukup lelah dan seperti ada otot yang ditarik-tarik. Tidak mengapa, hal tersebut pertanda baik karena Anda mulai mengaktifkan otot-otot mata dengan lebih intensif. Nantinya dalam tulisan berikutnya kita akan belajar senam mata untuk melatih kecepatan dan irama pergerakannya.

Apakah Anda berhasil menghitung jumlah titik-titik tersebut? Jawaban bisa dilihat di akhir tulisan ini.

2. Rendahnya Motivasi

Hambatan berikutnya dalam membaca adalah motivasi. Gangguan ini terutama dialami mahasiswa ketika harus membaca text book tebal yang tidak disukai. Rendahnya motivasi akan muncul ketika Anda hendak membaca suatu buku tapi tidak terlalu tahu buku tersebut tentang apa. Maka Anda akan cenderung membaca sekedarnya saja dan tidak terlalu berminat untuk membaca dengan pemahaman yang baik.

Bagaimana mengatasi motivasi ini? Caranya adalah Anda harus menemukan jawaban mengapa Anda perlu membaca buku tersebut. Bahasa kerennya What Is In It For Me? Jika buku tersebut text book perkuliahan yang tebal dan membosankan, coba bayangkan apa yang menarik dari judulnya, topik-topik yang dibahas di dalamnya, dan apa yang bisa Anda aplikasikan jika menguasai buku tersebut. Jika buku tersebut sebuah biografi, coba bayangkat betapa hebatnya orang yang dibahas, apa yang telah dia lakukan akan dapat menjadi pelajaran bagi Anda. Jika buku tersebut adalah buku-buku self help atau Management, bayangkan apa yang akan terbantu jika Anda bisa menguasainya.

Jika telah berusaha sekuat tenaga dan tetap tidak memiliki motivasi untuk membaca sebuah buku tertentu, maka jangan-jangan buku tersebut memang tidak cocok buat Anda dan harus diganti dengan buku yang lain.

Mengapa motivasi penting dalam membaca? Nantinya ketika Anda mulai membaca teks yang panjang, motivasi inilah yang akan mempertahankan stamina Anda dan memberi kekuatan untuk terus membaca sampai selesai karena ingin mengetahui dan memahami isinya. Tanpa motivasi mungkin ada bisa membaca sampai beberapa halaman, tapi setelah itu segera bosan dan malas meneruskannya.

Motivasi menjadi pendukung konsentrasi dan saling bantu membantu dalam menciptakan pemahaman yang utuh baik secara nalar maupun emosional. Jika Anda memiliki otak yang cemerlang dan konsentrasi yang tinggi, mungkin Anda bisa memahami materi dengan mudah. Akan tetapi, motivasi-lah yang membantu untuk mempertahankan pemahaman tersebut dalam jangka panjang karena motivasi melibatkan emosi dan keinginan untuk menikmati suatu bahan bacaan.

3. Khawatir Tidak Memahami Bahan Bacaan

Ada orang yang minder duluan ketika baru melihat buku yang hendak dibaca. Dia khawatir bahwa buku tersebut terlalu berat dan nanti tidak bisa dipahami. Rasa khawatir ini ternyata akan menjadi kenyataan jika Anda terus membawanya ketika membaca. Kekhawatiran bahwa Anda tidak bisa atau sulit memahami isi bacaan akhirnya akan benar-benar menjadi kenyataan.

Untuk itu singkirkan semua kekhawatiran tersebut. Yakinkan pada diri Anda bahwa meskipun buku yang hendak dibaca mungkin cukup sulit, bukan berarti Anda tidak bisa memahaminya. Batu yang keras sekalipun akan berlubang oleh tetesan air yang terus menerus.

Rasa khawatir ini paling sering jika membaca buku pelajaran terutama pada saat menjelang ujian. Ada perasaan waktu Anda cukup terbatas, Anda kurang memiliki pengetahuan, soal yang ditanyakan mungkin sangat beragam dan Anda harus menguasai satu buku secara penuh untuk memahaminya. Kekhawatiran ini akan mengganggu kecepatan baca maupun pemahaman Anda.

Jika Anda adalah seorang pelajar atau mahasiswa, maka saya sarankan, secara rutin bacalah buku teks yang diwajibkan jauh-jauh hari sebelum ujian. Dengan demikian rasa khawatir tidak memahami akan hilang dan Anda dapat membacanya jauh lebih rileks dan nyaman. Ketika ujian sudah menjelang, Anda tinggal mengulang sedikit poin-poin penting untuk memastikan topik tersebut masih dikuasai tanpa perlu membaca lagi keseluruhan buku.

4. Kebiasaan-Kebiasaan Buruk Dalam Membaca

Hal terakhir yang kita bahas dalam hambatan membaca adalah kebiasaan buruk yang dimiliki seseorang. Kebiasaan buruk dalam membaca jika terus dipelihara akan membuat kecepatan baca Anda terganggu. Beberapa kebiasaan buruk yang lazim dimiliki orang adalah:

  1. Vokalisasi
    Hal ini dilakukan dengan cara melafalkan apa yang Anda baca. Dengan demikian, kecepatan baca Anda akan sama dengan kecepatan berbicara. Tahukah Anda berapa kecepatannya? Sangat lambat, kira-kira cuma 120 kata per menit. Silakan Anda coba sendiri dan hitung.
  2. Sub Vokalisasi
    Ada orang membaca tanpa suara di bibir, tapi di hati. Dengan cara ini, dampaknya kurang lebih sama dengan vokalisasi yakni kecepatan baca sama dengan kecepatan berbicara.
  3. Gerakan Bibir
    Ada juga yang tidak bersuara, tapi bibir seperti orang berbicara dan melafalkan sesuatu. Kebiasaan ini berakibat sama dengan dua kebiasaan buruk yang kita bahas.
  4. Gerakan Kepala
    Banyak orang ketika membaca kepalanya ikut bergerak mengikuti kata demi kata dalam bahan bacaan. Dengan demikian kepala bergerak secara teratur dari kiri ke kanan kembali lagi ke kiri dan seterusnya. Kebiasaan ini akan menghambat kecepatan baca karena pergerakan kepala sebenarnya kalah jauh dengan pergerakan mata.
  5. Regresi (Pengulangan ke belakang)
    Pernahkah Anda membaca suatu kalimat atau paragraf kemudian tidak yakin dengan isinya atau merasa kurang paham kemudian Anda balik lagi dan mengulang kalimat atau paragraf tersebut. Bayangkan jika dalam satu halaman saja Anda melakukannya 10-15 kali, berapa banyak waktu yang telah terbuang.

Untuk mulai membaca cepat, maka Anda juga harus menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk di atas. Adapun cara untuk melatih menghilangkan kebiasaan buruk tersebut akan saya jelaskan pada posting selanjutnya. Silakan terus mengikuti.

Sekarang Anda telah mengetahui hambatan-hambatan dalam membaca dan cara mengatasinya. Singkirkan hambatan tadi dan Anda akan mulai membaca jauh lebih cepat dari biasanya.

Anda punya pendapat atau pengalaman tentang hambatan membaca? Silakan sampaikan pendapat atau komentar Anda.

Jawaban Latihan:

  • Jumlah titik besar (baris pertama): 54 buah
  • Jumlah titik kecil (baris kedua): 65 buah

Bagaimana jawaban Anda?

Artikel Terkait:

Tools:

Artikel Menarik Lainnya:

 

 

 


 

Comments

  1. bagaimana metode membudayakan anak untuk senang membaca??? mohon informasinya.
    bagi2 pengalaman tentang metode hitung cepat dengan jari tangan

    • Untuk membudayakan anak membaca ada beberapa masukan yang sering disarankan para ahli:

      orangtua memberi contoh dengan rajin membaca di depan anak-anaknya
      ada acara membaca keluarga, di mana masing-masing anggota berkumpul dan membaca buku kesukaan masing-masing.
      sering diajak main ke toko buku dan browsing buku kesukaan.
      diceritakan dongeng dengan dibacakan sehingga anak tertarik untuk belajar sendiri

      Untuk metode hitung cepat dengan jari tangan saya tidak update, cuma ada buku berjudul Jarimatika yang mengajarkan hal tsb. Saya pernah belajar metode Trachtenberg untuk perhitungan matematika beberapa digit di luar kepala.

  2. Artikel yang bermanfaat. Thanks

  3. saya ingin membaca isi hati seseorang. Biasanya lain dihati lain pula dibibir. Saya mohon atas bantuannya. Saya sudah membuka indra ke6 saya tapi tetap juga tidak bisa membaca isi hati seseorang.
    klo sudah ditemukan caranya kirimkan ke alamat fs saya. Thx atas bantuanya…

  4. mat kenal admin sukses ya.

  5. Febrianto Hediadrie Pramono says:

    Wah, bermanfaat bgt…
    cuma saya agak bingung di penghitungan titik… sering gagal… klo benang langsung dapet, hehehe…. makasih bnyk…

    Wassalam.

  6. assalamualaikum…
    terima kasih penjelasannya…
    tapi boleh tanya tidak?
    mendapatkan buku tentang penjelasan SQ3R ada tidak?

  7. Salam Kenal, terimakasih atas informasinya, smoga bermanfaat terutama untk diriku yang ingin menjadi orang yang gemar membaca.. minta ijin buat mengcopy. dan ditunggu postingan berikutnya…trims

  8. cara membaca cepat yang lain, ada gak?

  9. didik says:

    lam kenal
    Syuqron atas ilmunya nih. numpang baca n copy…

  10. saya sangat membutukan sekali dengan cara hitung jari2x dan juga dengan cara membaca cepat/ di sebut (speed reading.

    • Pak Isay,

      Untuk menghitung cepat dengan jari ada metode jarimatika. Kalau tidak salah dikembangkan oleh orang Indonesia juga.
      Cuma saya tidak terlalu paham detilnya.

      Yang pernah saya pelajari dulu sekali metode hitung Trachtenberg.

  11. mas mengenai hambatan yg terakhir yang mas sampaikan, yaitu mengulang membaca kalimat / paragraf,,,saia sering melakukannya,,,saia sering malakukannya karena merasa belum paham benar makanya saia ulang
    nah pertanyaannya,,bagaimana agar dapat membaca sekaligus dapat memahami isi bacaan dengan cepat mas..:) terima kasih

    • Chika,

      Untuk memiliki pemahaman yang baik, dianjurkan melakukan tahapan Preview/Survey sebelum membaca. Dengan demikian, secara mental kita sudah mendapat gambaran tentang apa yang sedang dibaca sekaligus bisa menguasai dan memahaminya lebih cepat. Silakan dilihat pada video terakhir (kesepuluh) di http://www.membacacepat.com

  12. Lukman Nul' Hakim says:

    Mas Noer, mohon penjelasan.
    Bagaimana cara belajar membaca cepat tanpa instruktur? bisa tidak? bagaimana tahap-demi tahapnya?
    Terima kasih

    • Mas Lukman,

      Belajar membaca cepat tanpa instruktur bisa dilakukan. Saya sendiri belajar otodidak. Walaupun demikian akan memakan waktu lebih lama dan tidak ada yang membantu memberi feedback kepada kita. Silakan dipelajari langkah-langkahnya sesuai buku Speed Reading For Beginners yang saya bagikan.

  13. Hamrin says:

    Saya mau komunikasi dengan Mas Nur, ada yang mau ditanyakan, mohon minta no. hpnya, no.hp saya 081373492413

  14. assalamu`alaikum.
    wah……….. artikelnya brmanfaat bgt tuk nyelesaiin tugas kuliah nih
    ijin bwt copy….
    Syukron sebelumnya ^_

  15. Saya mau bertanya . Apakah seseorang yang menggunakan otak kanan seperti orang kidal… bisa membaca lebih cepat?
    Terima kasih

    • Dalam pandangan saya, membaca cepat yang baik memadukan kedua belah otak. Otak kiri yang analitis dan otak kanan yang kreatif. Jadi selain mengolah kata, juga mengolah makna dan imajinasi atas teks yang dibaca.

      Dengan demikian tidak ada perbedaan mendasar antara orang kidal dan non kidal.

Trackbacks

  1. [...] Hambatan Dalam Membaca Cepat dan Cara Mengatasinya Share To Friends [...]

  2. [...] beberapa tulisan sebelumnya, saya telah menjelaskan hambatan-hambatan dalam membaca cepat. Hambatan ini terdiri dari berbagai jenis mulai dari rendahnya konsentrasi, minat yang kurang sampai [...]

  3. [...] beberapa tulisan sebelumnya saya telah menjelaskan tentang membaca cepat, hambatan-hambatan dalam membaca, cara menghilangkan kebiasaan buruk dalam membaca, serta teknik dasar membaca cepat. Tulisan [...]

  4. [...] yang bermanfaat untuk dimiliki semua orang. Dalam posting sebelumnya, saya telah membahas hambatan dalam membaca cepat dan cara mengatasinya. Anda dapat membacanya di [...]

  5. [...] yang bermanfaat untuk dimiliki semua orang. Dalam posting sebelumnya, saya telah membahas hambatan dalam membaca cepat dan cara mengatasinya. Anda dapat membacanya di [...]

  6. [...] 7 Langkah Membaca Cepat Teknik Dasar Membaca Cepat: Mengenali Kata dan Gerakan Mata Hambatan Dalam Membaca Cepat dan Cara Mengatasinya [...]

  7. [...] Anda membaca posting sebelumnya tentang Hambatan Dalam Membaca Cepat dan Cara Mengatasinya, maka gerakan bibir dan vokalisasi akan menyebabkan kecepatan baca turun drastis menjadi setara [...]

  8. [...] Anda membaca posting sebelumnya tentang Hambatan Dalam Membaca Cepat dan Cara Mengatasinya, maka gerakan bibir dan vokalisasi akan menyebabkan kecepatan baca turun drastis menjadi setara [...]

  9. [...] Anda membaca posting sebelumnya tentang Hambatan Dalam Membaca Cepat dan Cara Mengatasinya, maka gerakan bibir dan vokalisasi akan menyebabkan kecepatan baca turun drastis menjadi setara [...]

Speak Your Mind

*