Apakah Anda Memiliki Kebun Ide?

2010 January 27
by Muhammad Noer
garden

Photo Credit: Randy Son of Robert

Secara tidak sengaja saya menemukan sebuah tulisan yang bagus dari blog Productive Flourishing. Tulisan tersebut berjudul Idea Garden.

Secara sederhana – Charlie – sang penulis menjelaskan bagaimana membuat ide Anda terpelihara dan mendapatkan perawatan yang cukup layaknya tanaman dalam sebuah kebun. Bibit-bibit ide ini dikumpulkan dengan rapi, disusun, dibersihkan, dikembangkan sehingga pada saatnya siap untuk dipanen.

Salah satu tahap yang sering dilupakan banyak orang adalah mencatat ide mereka sendiri. Akibatnya kita merasa pernah memiliki banyak ide untuk menulis sesuatu, mengerjakan sesuatu, namun seiring berjalannya waktu semua itu hilang entah kemana.

Konsep dari kebun ide ini adalah mengumpulkannya dalam satu tempat. Membiarkan terlebih dahulu ide yang belum matang sampai ide tersebut berkembang, dan memanfaatkannya ketika tiba saatnya ide tersebut akan dilaksanakan.

Saya pribadi menggunakan sebuah file Microsoft Word sederhana untuk mengumpulkan seluruh ide saya. Tiap kali saya terpikir tentang judul sebuah tulisan, kutipan ucapan seorang tokoh, lintasan pikiran yang muncul setelah membaca sesuatu, inspirasi yang tiba-tiba datang, maka saya akan menuliskannya ke dalam kebun ide tersebut. Dengan demikian relatif saya tidak pernah kekurangan ide dalam menulis. Setiap kali saatnya menulis posting baru, saya tinggal melihat ke kebun ide tadi dan menentukan ide mana yang siap untuk dipanen. Ide yang sudah dituangkan ke dalam sebuah tulisan baik draft atau sudah selesai akan diberi warna biru sedangkan ide yang menunggu saat yang tepat untuk ditulis diberi warna hitam.

ide tulisan

Tahukah Anda, ide dalam pikiran kita sedemikian banyaknya dan melompat-lompat ke sana ke mari layaknya seekor monyet yang bergelantungan. Jika Anda ingin menjadi orang yang lebih produktif dan memaksimalkan ide-ide yang Anda punya, maka mulailah menyiapkan kebun untuk ide tersebut, menyemainya dan suatu saat ia akan berbunga.

Sudahkah Anda memiliki kebun ide sendiri?

Silakan berbagi dan sampaikan pandangan Anda.

Photo Credit: Randy Son of Robert under Creative Common License


Setelah mendaftar, periksa email Anda dan klik link konfirmasi yang kami kirimkan.

Sharing Itu Indah

Agar teman-teman Anda mendapat manfaat dari artikel ini, jangan lupa SHARE di FACEBOOK dan TWITTER lewat tombol di bawah.

Artikel Terkait

11 Responses leave one →
  1. 2010 January 27

    @ Ledi, makanya harus ditulis Pak, biar nanti jadi makalah :) he.. he..@ Joko, Itu juga cara yang tepat Pak. Memang masing-masing orang akan punya pendekatan sendiri yang khas. Untuk ide yang tiba-tiba langsung matang saya pun melakukan demikian.

  2. 2010 January 27

    Alhamdulilah, matur nuwun sanget untuk catatannya, kak.Trus, apa bedanya dengan buku harian (diary), kak?

  3. 2010 January 27

    kebun idenya pernah ada. Gak ditulis-tulis. :)

  4. 2010 January 27

    Kalau saya biasanya begitu ada letikkan ide langsung menulis, tidak pernah menunda2 lagi atau mengumpulkannya dulu dalam catatan.

  5. 2010 January 28

    trimakasih, mas Noer

  6. 2010 January 28

    Salam super-
    salam hangat dari pulau Bali-
    mantab mas,,,
    langsung saya bookmark blog Anda…
    saya bisa banyak dapat ilmu disini….

  7. 2010 January 29

    Makasih mas Nur, dan memang sebenarnya mestilah seperti itu ya 'rajin mencatat' apa pun yang sudah, sedang dan akan dikerjakan, baik yang besar maupun yang kecil karena bisa digunakan sebagai pegangan dan pedoman. Karena Allaah Swt. telah mengajarkan hamba-Nya, seperti tertulis dalam ayat:"Dan segala sesuatu yang telah mereka lakukan tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (sesuatu) yang kecil maupun yang besar (semuanya) telah tertulis." [QS.54: 5-53]. Dan di dalam ayat yang lain Allaah berfirman: "…Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah mereka kerjakan." [QS.45: 29]

  8. 2010 February 4

    iya semestinya memang ditulis ya… supaya tdk lupa :) makasih mas Noer

  9. 2010 February 4

    Kebun ideku datang tanpa diundang, pergi tanpa bisa dicegah. I think we're kind a different type of writer, Mas.

  10. 2010 February 4

    @ Zulhaq, Pirta, terima kasih juga atas komentarnya. Untuk buku diari tentunya lebih kepada cerita tentang diri kita.@ Mbak Hesti, Mbak Rina, dalam pengalaman saya, kebiasaan mencatat sangat berguna Mbak. Perlu dibudayakan.@ Nurul, mirip jelangkung dong say :) Konsep mengumpulkan ide ini kebiasaan para penemu yang selalu mengumpulkan ide mereka sekecil apapun. Pada akhirnya dari ide-ide kecil tersebut berkembang menjadi ide besar dan penemuan berharga buat umat manusia.

  11. 2010 February 4

    HAHAHA…tumben bisa ngedagel, Mas. Biasanya seriooouuuss…

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS