Tujuh Tips Belajar Menulis Ala Jurnalis

Kalimat Jurnalistik

Menulis pekerjaan yang gampang-gampang susah. Gampang karena tinggal menuliskan apa yang terlintas di kepala Anda. Susah untuk menjadikannya menarik dan mudah dibaca.

Terus terang saya tidak pernah belajar menulis secara khusus. Apalagi ikut kelas penulisan atau sejenisnya. Ilmu yang saya pakai sederhana. Biarkan ide mengalir lalu tuliskan segera. Bahasa kerennya, keep your hand moving.

Walaupun demikian, semakin sering menulis, Anda akan menyadari perbedaan antara tulisan berkualitas dan tidak. Anda juga mulai bisa membedakan dengan jelas mana tulisan yang mudah dimengerti dan mana yang harus mengernyitkan dahi.

Beruntung saya menemukan buku “Kalimat Jurnalistik – Panduan Mencermati Penulisan Berita” karangan A. M. Dewabrata, seorang mantan redaktur senior koran Kompas. Tulisan beliau membuka wawasan baru buat saya terutama memahami mengapa berita atau artikel di media massa ditulis dengan prinsip-prinsip dasar tertentu.

Meskipun buku ini sangat dekat dengan penulisan berita yang menjadi sarapan sehari-hari para jurnalis, namun saya merasakan sangat aplikatif dan bisa diterapkan dalam bentuk tulisan lainnya. Termasuk buat Anda yang suka menulis blog.

Berikut intisari buku tersebut dalam 7 poin utama:

[Read more…]

Keep Your Hand Moving

keep-your-hand-moving-book

Menulis itu mudah. Karena itu jangan dibuat susah. Lantas, mengapa banyak orang kesulitan merangkai kata menjadi tulisan bermutu? Inilah yang dibahas dalam buku panduan menulis karya Anwar Holid, seorang penyunting, penulis, publisis sekaligus blogger. Resepnya simpel, just Keep Your Hand Moving.

Sejak beberapa bulan lalu saya sudah berniat membaca buku ini. Saya perlu memoles keterampilan menulis. Terutama bagaimana membuat tulisan terasa renyah, menghibur, sekaligus memberi makna bagi pembaca. Akhirnya niat itu kesampaian setelah berkunjung ke toko buku Toga Mas Surabaya dan membacanya di Minggu sore yang tenang. Saya ingin berbagi pelajaran yang saya dapatkan dari buku tersebut.

Apa yang dibahas buku ini?

Buku Keep Your Hand Moving terbitan Gramedia ini memberikan Anda panduan menulis, mengedit dan memolesnya. Buku ini lahir dari keinginan berbagi ilmu kepenulisan. Lewat serangkaian workshop yang pernah dilakukan sebelumnya, penulis merangkum dan meraciknya ke dalam buku setebal 160 halaman. Anda akan belajar bagaimana menuangkan ide menjadi tulisan, mengeditnya agar lebih baik, dan memolesnya sehingga nikmat dibaca.

Buku ini sangat berguna bagi penulis pemula terutama jika Anda belum memahami kaidah menulis yang baik. Buat Anda yang sudah berpengalaman akan terbantu bagaimana melakukan editing, revisi dan memoles tulisan. Sebagai seorang penulis, Anda diajak belajar memahami jalan pikiran seorang editor buku. Dengan demikian, Anda bisa bersahabat dengan masukan-masukan editor sekaligus menjadikan buku yang susah payah Anda tuliskan menjadi mantap dibaca.

[Read more…]

Membangun Bisnis Online Ala Rich Schefren

Internet Business Manifesto

Di atas pesawat dalam perjalanan pulang dari Jakarta menuju Surabaya, saya membuka-buka koleksi buku yang ada di iPad. Perhatian tertuju pada sebuah buku dari Rich Schefren dengan judul “Internet Business Manifesto”. Buat Anda yang pernah berkenalan dengan dunia internet marketing mungkin tidak asing dengan buku tersebut. Buku ini dianggap sebagai salah satu buku terbaik di dunia internet marketing dan menjadi pelopor di bidang tersebut.

Terus terang buku ini sudah saya download sejak lama namun belum pernah saya baca tuntas. Alasannya sederhana, waktu itu saya baru belajar internet marketing dan buku ini “terlalu tinggi” materinya. Ya Rich Schefren adalah seorang ahli strategi yang mengajarkan bagaimana seseorang mengembangkan bisnis mereka secara strategis, baik online maupun offline. Setelah dua tahun menjalani blogging dan membuat kursus online, barulah buku ini terasa sangat relevan buat saya.

Rich membuka buku ini dengan mengangkat kisah mengapa kebanyakan orang yang bergelut di internet marketing berjuang susah payah untuk mencapai keberhasilan. Menurutnya, alasan utama mereka gagal karena kurang menguasai pengetahuan fundamental bisnis sehingga mereka menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak membuat bisnis menjadi lebih besar. Dia menyebut tipe orang seperti ini sebagai businessmen Opportunistic dan bukan seorang yang Strategic.

Ada beberapa ajaran Rich yang saya petik:

[Read more…]

Menjadi Manusia Efektif dan Produktif (Bagian 2)

Pada tulisan sebelumnya, saya telah membahas 3 kebiasaan pertama dalam 7 Habits of Highly Effective People. Steven Covey menyebut 3 kebiasaan pertama tersebut dengan “Private Victory”. Anda menjadi pribadi yang efektif jika berhasil memiliki tiga kebiasaan yaitu:

1. Be Proactive – Menjadi Manusia Proaktif

2. Begin With The End In Mind – Memulai Segala Sesuatu Dari Tujuan Akhirnya

3. Put First Things First – Dahulukan Yang Utama

Jika Anda belum sempat membacanya, silakan simak bagian pertama kebiasaan efektif tersebut.

Selanjutnya saya akan membahas 3 kebiasaan berikutnya yang disebut “Public Victory”. Anda akan menjadi pribadi yang efektif ketika berinteraksi dengan orang lain ketika Anda menang secara publik. Karena kita selalu memiliki ketergantungan dengan orang lain dan sebaliknya, maka tiga kebiasaan berikut merupakan interaksi antara kita dengan orang lain.

[Read more…]