<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Pengembangan Diri oleh Muhammad Noer - Membaca Cepat (Speed Reading), Presentasi, Mind Map, Komunikasi, Perencanaan Keuangan, Produktivitas &#187; Dunia Kerja</title>
	<atom:link href="http://www.muhammadnoer.com/category/dunia-kerja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.muhammadnoer.com</link>
	<description>Tips Pengembangan Diri: Membaca Cepat, Speed Reading, Produktivitas, Presentasi, Mind Map, Perencanaan Keuangan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 17:00:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Membangun Bisnis Online Ala Ibu Rumah Tangga</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2012/02/bisnis-online-dari-rumah/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2012/02/bisnis-online-dari-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 17:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis dari rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>
		<category><![CDATA[clodi]]></category>
		<category><![CDATA[cloth diapers]]></category>
		<category><![CDATA[ibu rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=1621</guid>
		<description><![CDATA[Fenomena bekerja dari rumah sekarang mulai menjadi trend di kalangan ibu rumah tangga. Dengan demikian kaum ibu bisa menyalurkan semangat berbisnis dan membantu keuangan keluarga sementara mereka tetap memiliki waktu yang cukup untuk memperhatikan keluarga.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2012/02/onlinebusiness.png"><img style="display: inline; border: 0px;" title="online-business" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2012/02/onlinebusiness_thumb.png" alt="online-business" width="300" height="127" border="0" /></a></p>
<p>Banyak <a name="_GoBack"></a>wanita yang berkeluarga menghadapi dilema antara pekerjaan dengan keluarga. Pada satu sisi, pekerjaan menuntut perhatian dan tantangan yang tidak sedikit. Di sisi lain, anak-anak, suami dan seluruh anggota keluarga juga membutuhkan perhatian.</p>
<p>Karena itulah fenomena bekerja dari rumah sekarang mulai menjadi trend di kalangan ibu rumah tangga. Dengan demikian kaum ibu bisa menyalurkan semangat berbisnis dan membantu keuangan keluarga sementara mereka tetap memiliki waktu yang cukup untuk memperhatikan keluarga.</p>
<p><span id="more-1621"></span></p>
<p>Hal yang sama terjadi dengan istri saya. Berawal dari kelahiran putri keempat kami, istri membelikan produk <a href="http://www.clothdiapersmurah.com/2009/12/mengapa-saya-memilih-cloth-diapers/" target="_blank">popok kain pakai ulang</a>. Saya yang melihat produk tersebut menyarankan istri untuk mencoba berbelanja di ebay, situs lelang terbesar di dunia.</p>
<p>Lewat kerja keras membuat berbagai artikel seputar clodi, lahirlah webstore <a href="http://www.clothdiapersmurah.com" target="_blank">ClothDiapersMurah.com</a>. Toko maya ini menjual berbagai produk clodi dan pendukungnya baik impor maupun lokal. Pembeli tersebar di seluruh Indonesia bahkan beberapa dari luar negeri turut menjadi pelanggan. Dan hebatnya, bisnis yang terus berkembang ini bisa dikelola dari rumah dengan mengasuh 5 orang putra putri kami.</p>
<p>Saat ini kami sekeluarga telah pindah ke Singapura. Walaupun demikian, usaha online ini tetap terus berjalan dengan baik dibantu beberapa karyawan. Seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari berhadapan dengan anak-anak dan urusan rumah tangga lainnya, ternyata juga mampu menjadi direktur buat perusahaan online yang dia dirikan. Saya sangat bangga dengan apa yang dilakukan istri saya.</p>
<p>Jika kita aktif melihat di internet, begitu banyak pilihan usaha yang tersedia. Semuanya bisa dikerjakan dari rumah. Ada yang menjual baju, kaos, kosmetik, mainan, maupun perlengkapan bayi.</p>
<p>Untuk berhasil, modalnya cuma satu: <strong>kesungguhan</strong>. Adapun yang lain akan menyusul dengan sendirinya ketika Anda butuhkan. Sesuatu yang besar selalu dimulai dari hal-hal kecil secara konsisten.</p>
<p>Anda tetap bisa bekerja dari rumah. Bercengrama dengan anak-anak setiap saat, sambil mendapatkan penghasilan yang cukup buat keluarga.</p>
<p>Menyenangkan bukan?</p>
<p>Untuk itu buat para ibu rumah tangga dimanapun berada, ayo kembangkan kreativitas Anda. Bekerja dari rumah adalah pilihan yang sangat mungkin. Teknologi sudah berkembang pesat. Ada banyak pilihan yang bisa Anda lakukan.</p>
<p>Selamat bekerja dan berkarya.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2012/02/noernurulfamily.jpg"><img style="display: inline; border: 0px;" title="noer-nurul-family" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2012/02/noernurulfamily_thumb.jpg" alt="noer-nurul-family" width="520" height="395" border="0" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2012/02/bisnis-online-dari-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Passion, Purpose dan Value</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2011/07/passion-purpose-value/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2011/07/passion-purpose-value/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jul 2011 23:00:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Human Resources]]></category>
		<category><![CDATA[Kecerdasan Emosional]]></category>
		<category><![CDATA[passion]]></category>
		<category><![CDATA[purpose]]></category>
		<category><![CDATA[Rene Suhardodo]]></category>
		<category><![CDATA[TEDxJakarta]]></category>
		<category><![CDATA[value]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=1448</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang memiliki minat atau hasrat untuk mencapai sesuatu. Setiap orang juga ingin melakukan sesuatu yang memberi makna dan nilai luhur. Dalam salah satu sesi TEDxJakarta, Rene Suhardono menjelaskan dengan sangat lugas dan gamblang tentang passion, purpose dan value. Apa yang Rene sampaikan mengajak kita untuk berpikir kembali makna sebuah pekerjaan sekaligus hidup itu sendiri.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap orang memiliki minat atau hasrat untuk mencapai sesuatu. Setiap orang juga ingin melakukan sesuatu yang memberi makna dan nilai luhur. Sudahkah kita jujur terhadap diri sendiri dan bertanya apa sebenarnya hasrat kita? Apa tujuan yang hendak kita capai? Nilai-nilai apa yang ingin kita sampaikan?</p>
<p>Dalam salah satu sesi TEDxJakarta, Rene Suhardono menjelaskan dengan sangat lugas dan gamblang tentang <em>passion, purpose dan value. </em>Apa yang Rene sampaikan mengajak kita untuk berpikir kembali makna sebuah pekerjaan sekaligus hidup itu sendiri.</p>
<p>Apakah kita bahagia dengan apa yang dilakukan saat ini? Apakah pekerjaan kita bisa memberi makna baik buat diri sendiri maupun orang-orang di sekitar kita?</p>
<p>Itulah sekelumit pembahasan yang disampaikan oleh Rene. Pada akhir pidato, dia menantang Anda menjalankan sebuah tantangan yang disebut sebagai Misi 21.</p>
<p>Apakah Misi 21 itu? Saksikan selengkapnya dalam video berikut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><iframe width="560" height="349" src="http://www.youtube.com/embed/Z5B72kGhHGI" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jangan lupa setelah menyaksikan, Anda bisa menyampaikan pandangan dan pengalaman Anda dalam menemukan passion, purpose dan value.</p>
<p>Video credit: <a href="http://www.tedxjkt.org/" target="_blank">TEDxJakarta</a></p>
<p>Anda juga dapat menyaksikan video di atas dari website TEDxJakarta lewat <a href="http://www.tedxjkt.org/rene-suhardono/" target="_blank">link berikut</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2011/07/passion-purpose-value/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Meminta Bantuan Orang Lain Dengan Halus</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2010/03/cara-meminta-bantuan-orang-lain-dengan-halus/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2010/03/cara-meminta-bantuan-orang-lain-dengan-halus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Kecerdasan Emosional]]></category>
		<category><![CDATA[Irwan Dewanto]]></category>
		<category><![CDATA[Meminta Bantuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2010/03/cara-meminta-bantuan-orang-lain-dengan-halus/</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah kita sadari, bahwa apapun bagian atau function kita di pekerjaan, kita pernah dan tetap akan selalu pernah meminta bantuan dari bagian atau function lain. Walaupun bagian kita sangat spesifik sekalipun seperti misalnya kita bekerja di lab Quality Control, Research &#038; Development, IT, Engineering, dan lain-lain, kita pasti pernah meminta bantuan atau halusnya “melakukan koordinasi” dengan bagian lain untuk mendukung kita. Ini dilakukan untuk mengambil keputusan, meminta slot waktu trial, meminta konfirmasi, menanyakan prosedur, atau bahkan hanya untuk sekedar merespons email kita. Apalagi jika kita bekerja di bagian yang sangat general seperti produksi, Human Resources, Corporate Relations, Finance, Sales dan Marketing, meminta bantuan ke orang lain adalah hal yang tidak mungkin dihindari dalam pekerjaan sehari-hari.

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Irwan Dewanto</p>
<p>Ini adalah posting tamu <em>(guest posting) </em>dari sahabat saya – Irwan Dewanto – HR Manager PT. Unilever Indonesia, Cikarang Factory.</p>
<p>Pernahkah kita sadari, bahwa apapun bagian atau <em>function</em> kita di pekerjaan, kita pernah dan tetap akan selalu pernah meminta bantuan dari bagian atau <em>function</em> lain. Walaupun bagian kita sangat spesifik sekalipun seperti misalnya kita bekerja di lab Quality Control, Research &amp; Development, IT, Engineering, dan lain-lain, kita pasti pernah meminta bantuan atau halusnya <strong>“melakukan koordinasi” </strong>dengan bagian lain untuk mendukung kita. Ini dilakukan untuk mengambil keputusan, meminta slot waktu <em>trial</em>, meminta konfirmasi, menanyakan prosedur, atau bahkan hanya untuk sekedar merespons email kita. Apalagi jika kita bekerja di bagian yang sangat general seperti produksi, Human Resources, Corporate Relations, Finance, Sales dan Marketing, meminta bantuan ke orang lain adalah hal yang tidak mungkin dihindari dalam pekerjaan sehari-hari.</p>
<p>Hal tersebut akan menjadi mudah, kalau kita meminta bantuan dari bawahan kita, walaupun tentu saja tetap ada tata kramanya. Namun bagaimana jika kita harus meminta bantuan atau <em>support</em> dari rekan kita satu level, atau bahkan meminta <em>back up</em> dari atasan kita, tentu ada caranya sendiri. Artikel berikut akan memberikan beberapa tips supaya kita bisa melakukan hal tersebut dengan <em>smooth</em>.</p>
<p><span id="more-996"></span></p>
<h3><strong>Cara Meminta Bantuan Orang Lain</strong></h3>
<p>Ada beberapa teknik atau cara yang bisa kita gunakan untuk meminta orang lain melakukan sesuatu untuk kita, dua diantaranya yang cukup efektif dalam kehidupan berorganisasi adalah:</p>
<ol>
<li><strong>Step in the Door</strong></li>
</ol>
<p>Cara ini bisa dilakukan dengan cara meminta sesuatu yang lebih kecil/lebih mudah/lebih singkat dari sesuatu yang sebenarnya kita tuju, namun setelah permintaan pertama terpenuhi, maka secara perlahan kita bisa meningkatkan intensitas permintaan kita tersebut.</p>
<p>Kelebihan cara ini adalah bisa meminimalisir resistensi dari orang yang kita minta bantuannya / resipien dan bisa terkesan lebih halus.</p>
<p>Sedangkan kekurangan dari cara ini adalah kita harus memiliki <em>planning</em> dan <em>milestone</em> yang jelas menuju tujuan kita sebenarnya.</p>
<p>Cara ini akan baik jika digunakan untuk proyek atau target dengan batasan waktu yang longgar.</p>
<ol>
<li><strong>Door in the Face</strong></li>
</ol>
<p>Cara ini dilakukan dengan meminta sesuatu yang lebih besar dari tujuan kita sebenarnya, jika orang yang kita mintakan bantuan merasa terlalu berat, baru kita turunkan intensitas nya sehingga orang yang kita mintakan bantuan merasa tidak enak untuk tidak memenuhi keinginan kita.</p>
<p>Kelebihan cara ini adalah lebih efektif dan efisien secara <em>time wise</em> dan tidak memerlukan <em>planning</em> dan <em>milestone</em> yang terperinci.</p>
<p>Sedangkan kekurangannya adalah bisa membuat resipien kaget dan reaksinya menjadi tidak bisa kita prediksi.</p>
<h3>Fondasi Dalam Meminta Bantuan</h3>
<p>Selain kedua teknik diatas, ada hal-hal yang menjadi pondasi yang harus kita kuasai terlebih dahulu supaya bisa menggunakan kedua teknik diatas dengan baik.</p>
<ol>
<li><em><strong>Communication Skill</strong></em></li>
</ol>
<p>Kita harus mampu berkomunikasi dengan baik untuk mampu menggunakan kedua tehnik diatas.</p>
<p>Kita harus mampu mengutarakan kemauan kita dengan logis, sistematis, dan lugas supaya resipien mampu menerima pesan yang kita sampaikan dengan baik, dengan seminimal mungkin distorsi informasi.</p>
<ol>
<li><em><strong>Emotional Bank Account/ EBA</strong></em></li>
</ol>
<p>Hal ini yang terkadang sering kita lupakan, namun menurut saya adalah hal terpenting yang berpengaruh terhadap keberhasilan kedua teknik di atas.</p>
<p>Seperti yang telah lama diungkapkan oleh <strong>Steven Covey </strong>dalam bukunya yang melegenda, <strong>The 7 Habits of Highly Effective People</strong>, EBA adalah tabungan emosional kita yang kita simpan didalam bank (dalam hal ini adalah hati/memori) orang lain.</p>
<p>Kita dianggap menabung/<em>deposits</em> jika kita melakukan kebaikan, murah senyum, mau mendengar, mampu berempati, berbuat tulus dan ikhlas, berkata jujur, memperlakukan orang lain dengan baik, sedangkan kita dianggap menarik tabungan/<em>withdrawals</em> jika kita berbohong, menyakiti hati, menertawakan, memperolok, tidak menepati janji, membentak, mempermalukan orang, dan lain-lain.</p>
<p>Saldo EBA kita ditentukan oleh selisih antara neraca tabungan kita dengan neraca pengeluaran kita, semakin banyak saldo EBA kita, maka akan semakin tinggi pula tingkat keberhasilan dari kedua teknik meminta bantuan seperti di atas.</p>
<p>Hal ini adalah hal yang sangat manusiawi, dan meningkatkan saldo EBA adalah hal yang sangat mungkin dilakukan dalam kehidupan kita sehari-hari, baik di kantor, di rumah dengan istri dan anak-anak kita, bahkan dengan tetangga kita, tinggal hanya tergantung pada kemauan kita saja.</p>
<p>Selamat mencoba dan semoga bermanfaat dalam kehidupan kita sehari-hari baik di kantor maupun di rumah.</p>
<p>Tentang Penulis:</p>
<p><strong>Irwan Dewanto </strong>menyelesaikan pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan Master di bidang Human Resources Management di Psikologi UI. Penulis memiliki pengalaman luas di bidang psikologi dan HR. Saat ini aktif bekerja sebagai HR Manager di PT. Unilever Indonesia, Cikarang Factory</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2010/03/cara-meminta-bantuan-orang-lain-dengan-halus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Anda Susah Bangun Tidur di hari Senin?</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2010/03/anak-anda-susah-bangun-tidur-di-hari-senin/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2010/03/anak-anda-susah-bangun-tidur-di-hari-senin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 23:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting; Produktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=983</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: <strong>Irwan Dewanto</strong>

Ini adalah posting tamu <em>(guest posting) </em>dari sahabat saya - Irwan Dewanto - HR Manager PT. Unilever Indonesia, Cikarang Factory.

<a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/03/Ihatemonday.jpg"><img style="display: inline; margin: 0px 10px 10px 0px; border-width: 0px;" title="I hate monday" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/03/Ihatemonday_thumb.jpg" border="0" alt="I hate monday" width="207" height="244" align="left" /></a>

Pernahkah kita terlambat masuk kantor di awal minggu, setelah liburan panjang atau <em>long weekend </em>gara-gara anak kita susah untuk bangun pagi? Atau gara-gara anak kita tiba-tiba sakit perut, maag dan pusing, sehingga meminta ijin untuk tidak masuk sekolah, padahal malam sebelumnya dia baik-baik saja.

Kalau kita pernah mengalami atau bahkan sering mengalami hal itu, maka ada kemungkinan anak kita mengalami yang namanya psikosomatis, yaitu timbulnya gejala terjadinya keluhan fisik seperti pusing, mual, dan sebagainya karena sebab psikis. Atau pada anak berusia 2-5 tahun biasanya gejala tersebut berupa sulit untuk bangun pagi.

Hal ini biasa nya terjadi pada pasangan orangtua/suami-istri yang sama-sama bekerja, dimana waktu luang untuk berinteraksi dengan anak-anak hanya pada saat Sabtu-Minggu atau hari libur lainnya. Sehingga tanpa sadar anak-anak kita yang sangat menikmati <em>quality time</em> tersebut merasa enggan untuk memasuki rutinitas yang memisahkan mereka dengan ayah ibunya sehari-hari. Jadi sebenarnya sindrom <strong><em>I hate Monday</em> </strong>bukan hanya bagi kita-kita saja yang sudah <em>grown up.</em>

<!--more-->

<em> </em>

Jika kita mengalami hal ini, maka tidak usah khawatir, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan, yang pada intinya adalah melakukan <em>conditioning</em> kepada anak-anak kita :
<ol>
	<li>Usahakan rencana berlibur yang sampai malam atau aktivitas yang membuat anak-anak lelah secara fisik hanya di hari Sabtu saja, sedangkan di hari Minggu atau di hari terakhir liburan hanya kita isi dengan aktivitas ringan yang berdurasi hanya sampai setengah hari.</li>
	<li>Pada setengah hari di liburan terakhir itu, usahakan sudah mulai mengembalikan aktivitas anak kita ke aktivitas rutin seperti belajar, atau mengerjakan PR, dan yang penting, temani anak kita pada saat belajar atau mengerjakan PR ini, sehingga anak merasa tetap aman dan dekat dengan kita.</li>
	<li>Sebelum anak-anak tidur, luangkan waktu sekitar 5 menit untuk menemani mereka tidur dan memberi pengertian bahwa besok mereka harus kembali bersekolah dan ayah ibu juga harus kembali bekerja.</li>
	<li>Keesokan harinya, bangunkan anak kita sedikit lebih pagi dari biasanya, dan luangkan waktu sebentar untuk membelai-belai buah hati kita sampai dia benar-benar terbangun.</li>
</ol>
Semoga tips tersebut cukup membantu, dan jangan khawatir bagi para pasangan yang belum memiliki momongan, atau para pengantin baru, hal ini juga ampuh diterapkan kepada pasangan kita lho..-)

Tentang Penulis:

<strong>Irwan Dewanto </strong>menyelesaikan pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan Master di bidang Human Resources Management di Psikologi UI. Penulis memiliki pengalaman luas di bidang psikologi dan HR. Saat ini aktif bekerja sebagai HR Manager di PT. Unilever Indonesia, Cikarang Factory

Photo Credit: <a href="http://www.flickr.com/photos/studiosushi/3419589224/" target="_blank">studiosushi</a> under Creative Commons License]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>Irwan Dewanto</strong></p>
<p>Ini adalah posting tamu <em>(guest posting) </em>dari sahabat saya &#8211; Irwan Dewanto &#8211; HR Manager PT. Unilever Indonesia, Cikarang Factory.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/03/Ihatemonday.jpg"><img style="display: inline; margin: 0px 10px 10px 0px; border-width: 0px;" title="I hate monday" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/03/Ihatemonday_thumb.jpg" border="0" alt="I hate monday" width="207" height="244" align="left" /></a></p>
<p>Pernahkah kita terlambat masuk kantor di awal minggu, setelah liburan panjang atau <em>long weekend </em>gara-gara anak kita susah untuk bangun pagi? Atau gara-gara anak kita tiba-tiba sakit perut, maag dan pusing, sehingga meminta ijin untuk tidak masuk sekolah, padahal malam sebelumnya dia baik-baik saja.</p>
<p>Kalau kita pernah mengalami atau bahkan sering mengalami hal itu, maka ada kemungkinan anak kita mengalami yang namanya psikosomatis, yaitu timbulnya gejala terjadinya keluhan fisik seperti pusing, mual, dan sebagainya karena sebab psikis. Atau pada anak berusia 2-5 tahun biasanya gejala tersebut berupa sulit untuk bangun pagi.</p>
<p>Hal ini biasa nya terjadi pada pasangan orangtua/suami-istri yang sama-sama bekerja, dimana waktu luang untuk berinteraksi dengan anak-anak hanya pada saat Sabtu-Minggu atau hari libur lainnya. Sehingga tanpa sadar anak-anak kita yang sangat menikmati <em>quality time</em> tersebut merasa enggan untuk memasuki rutinitas yang memisahkan mereka dengan ayah ibunya sehari-hari. Jadi sebenarnya sindrom <strong><em>I hate Monday</em> </strong>bukan hanya bagi kita-kita saja yang sudah <em>grown up.</em></p>
<p><span id="more-983"></span></p>
<p><em> </em></p>
<p>Jika kita mengalami hal ini, maka tidak usah khawatir, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan, yang pada intinya adalah melakukan <em>conditioning</em> kepada anak-anak kita :</p>
<ol>
<li>Usahakan rencana berlibur yang sampai malam atau aktivitas yang membuat anak-anak lelah secara fisik hanya di hari Sabtu saja, sedangkan di hari Minggu atau di hari terakhir liburan hanya kita isi dengan aktivitas ringan yang berdurasi hanya sampai setengah hari.</li>
<li>Pada setengah hari di liburan terakhir itu, usahakan sudah mulai mengembalikan aktivitas anak kita ke aktivitas rutin seperti belajar, atau mengerjakan PR, dan yang penting, temani anak kita pada saat belajar atau mengerjakan PR ini, sehingga anak merasa tetap aman dan dekat dengan kita.</li>
<li>Sebelum anak-anak tidur, luangkan waktu sekitar 5 menit untuk menemani mereka tidur dan memberi pengertian bahwa besok mereka harus kembali bersekolah dan ayah ibu juga harus kembali bekerja.</li>
<li>Keesokan harinya, bangunkan anak kita sedikit lebih pagi dari biasanya, dan luangkan waktu sebentar untuk membelai-belai buah hati kita sampai dia benar-benar terbangun.</li>
</ol>
<p>Semoga tips tersebut cukup membantu, dan jangan khawatir bagi para pasangan yang belum memiliki momongan, atau para pengantin baru, hal ini juga ampuh diterapkan kepada pasangan kita lho..-)</p>
<p>Tentang Penulis:</p>
<p><strong>Irwan Dewanto </strong>menyelesaikan pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan Master di bidang Human Resources Management di Psikologi UI. Penulis memiliki pengalaman luas di bidang psikologi dan HR. Saat ini aktif bekerja sebagai HR Manager di PT. Unilever Indonesia, Cikarang Factory</p>
<p>Photo Credit: <a href="http://www.flickr.com/photos/studiosushi/3419589224/" target="_blank">studiosushi</a> under Creative Commons License</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2010/03/anak-anda-susah-bangun-tidur-di-hari-senin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyikapi Kegagalan</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2010/02/menyikapi-kegagalan/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2010/02/menyikapi-kegagalan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 23:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kegagalan]]></category>
		<category><![CDATA[kesuksesan]]></category>
		<category><![CDATA[Menyikapi Kegagalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=951</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/02/fail_road.jpg"><img style="display: inline; margin: 5px 10px 10px 0px; border: 0px;" title="fail_road" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/02/fail_road_thumb.jpg" border="0" alt="fail_road" width="277" height="393" align="left" /></a>

Satu hal yang paling membedakan antara orang sukses dengan tidak adalah bagaimana cara mereka menyikapi kegagalan. Seorang yang berjiwa besar akan menganggap kegagalan sebagai bumbu kehidupan dan proses menuju keberhasilan. Sementara seorang pecundang menganggap kegagalan sebagai momok yang menakutkan sehingga mereka putus asa dan menyerah.

Coba tanyakan kepada orang yang sukses apakah mereka pernah mengalami kegagalan? Jawabannya pasti pernah. Tahukah berapa banyak kegagalan yang pernah mereka alami? Jawabannya mungkin bisa beragam, tapi tak jarang kita akan mendengar bahwa mereka telah gagal puluhan bahkan ratusan kali sebelum akhirnya berhasil. Perbedaannya adalah mereka bangkit kembali dan berjalan lagi sampai akhirnya bertemu dengan keberhasilan. Dan seandainya keberhasilan itu pun tak kunjung datang, bukankah kegagalan itu sendiri sebuah proses pembelajaran yang mencerahkan?

<!--more-->

Suatu hari Thomas Alfa Edison ditanya oleh asistennya ketika melakukan percobaan untuk membuat lampu pijar, “Anda telah melakukan percobaan ribuan kali untuk menemukan bahan filamen yang tepat. Apakah Anda tidak lelah? Bukankah kita telah melakukan ini ribuan kali dan tidak pernah berhasil?

Edison menjawab, “Dalam setiap percobaan, saya selalu belajar untuk menemukan bahan yang paling tepat untuk lampu pijar. Apa yang kamu anggap kegagalan buat saya adalah keberhasilan yang tertunda. Saya yakin dalam waktu dekat saya akan menemukannya.”

Edison benar dan dia menjadi penemu lampu pijar yang kita nikmati sampai sekarang. Dia mengajarkan kegigihan dan semangat pantang menyerah dalam menjalankan tugasnya. Sepanjang hidupnya, Edison telah menghasilkan ribuan paten atas penemuan-penemuannya.

Jangan pernah menyerah atas kegagalan. Itu adalah sebuah proses keberhasilan yang tertunda. Bangkitlah kembali dan jadilah orang yang berjiwa besar yang tidak peduli berapa kali mereka akan terjatuh, dia akan berdiri dan berjalan lagi.

Photo Credit: <a href="http://www.flickr.com/photos/fireflythegreat/2845637227/" target="_blank">fireflythegreat</a> under Creative Common License]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/02/fail_road.jpg"><img style="display: inline; margin: 5px 10px 10px 0px; border: 0px;" title="fail_road" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/02/fail_road_thumb.jpg" border="0" alt="fail_road" width="277" height="393" align="left" /></a></p>
<p>Satu hal yang paling membedakan antara orang sukses dengan tidak adalah bagaimana cara mereka menyikapi kegagalan. Seorang yang berjiwa besar akan menganggap kegagalan sebagai bumbu kehidupan dan proses menuju keberhasilan. Sementara seorang pecundang menganggap kegagalan sebagai momok yang menakutkan sehingga mereka putus asa dan menyerah.</p>
<p>Coba tanyakan kepada orang yang sukses apakah mereka pernah mengalami kegagalan? Jawabannya pasti pernah. Tahukah berapa banyak kegagalan yang pernah mereka alami? Jawabannya mungkin bisa beragam, tapi tak jarang kita akan mendengar bahwa mereka telah gagal puluhan bahkan ratusan kali sebelum akhirnya berhasil. Perbedaannya adalah mereka bangkit kembali dan berjalan lagi sampai akhirnya bertemu dengan keberhasilan. Dan seandainya keberhasilan itu pun tak kunjung datang, bukankah kegagalan itu sendiri sebuah proses pembelajaran yang mencerahkan?</p>
<p><span id="more-951"></span></p>
<p>Suatu hari Thomas Alfa Edison ditanya oleh asistennya ketika melakukan percobaan untuk membuat lampu pijar, “Anda telah melakukan percobaan ribuan kali untuk menemukan bahan filamen yang tepat. Apakah Anda tidak lelah? Bukankah kita telah melakukan ini ribuan kali dan tidak pernah berhasil?</p>
<p>Edison menjawab, “Dalam setiap percobaan, saya selalu belajar untuk menemukan bahan yang paling tepat untuk lampu pijar. Apa yang kamu anggap kegagalan buat saya adalah keberhasilan yang tertunda. Saya yakin dalam waktu dekat saya akan menemukannya.”</p>
<p>Edison benar dan dia menjadi penemu lampu pijar yang kita nikmati sampai sekarang. Dia mengajarkan kegigihan dan semangat pantang menyerah dalam menjalankan tugasnya. Sepanjang hidupnya, Edison telah menghasilkan ribuan paten atas penemuan-penemuannya.</p>
<p>Jangan pernah menyerah atas kegagalan. Itu adalah sebuah proses keberhasilan yang tertunda. Bangkitlah kembali dan jadilah orang yang berjiwa besar yang tidak peduli berapa kali mereka akan terjatuh, dia akan berdiri dan berjalan lagi.</p>
<p>Photo Credit: <a href="http://www.flickr.com/photos/fireflythegreat/2845637227/" target="_blank">fireflythegreat</a> under Creative Common License</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2010/02/menyikapi-kegagalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Anda Siap Menerima Karir Yang Menantang?</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2010/01/apakah-anda-siap-menerima-karir-yang-menantang/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2010/01/apakah-anda-siap-menerima-karir-yang-menantang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 23:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[ULFP]]></category>
		<category><![CDATA[Unilever]]></category>
		<category><![CDATA[Unilever Future Leaders Program]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2010/01/apakah-anda-siap-menerima-karir-yang-menantang/</guid>
		<description><![CDATA[Unilever Indonesia membuka kembali program Unilever Future Leaders Program (ULFP) 2010. Program ini adalah pengembangan lebih lanjut dari Program Management Trainee yang sebelumnya dilakukan. Lewat UFLP, kandidat dari berbagai perguruan tinggi bersaing menunjukkan kemampuan dan kapasitasnya untuk menjadi calon pemimpin organisasi masa depan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/04/unilever.jpg" alt="" align="left" /> Unilever Indonesia membuka kembali program <strong><a href="http://www.unilever.co.id/ourcompany/careers/takingitfurther.asp">Unilever Future Leaders Program (ULFP) 2010.</a></strong> Program ini adalah pengembangan lebih lanjut dari Program Management Trainee yang sebelumnya dilakukan. Lewat UFLP, kandidat dari berbagai perguruan tinggi bersaing menunjukkan kemampuan dan kapasitasnya untuk menjadi calon pemimpin organisasi masa depan.</p>
<p>Unilever mencari lulusan baru perguruan tinggi yang memiliki talenta dan semangat tinggi untuk bergabung di salah satu perusahaan terbaik di Indonesia. Jika Anda baru saja lulus dan sedang mempertimbangkan karir yang menarik di masa mendatang, bergabunglah dengan Unilever Future Leaders Program.</p>
<p>Insya Allah, saya bersama tim Unilever lainnya akan hadir di <strong>Yogyakarta</strong> pada tanggal <strong>29 Januari 2010</strong> untuk memperkenalkan program ini dan mengajak para lulusan baru bergabung. Buat para pembaca blog ini yang kebetulan warga Yogyakarta, sampai bertemu dalam beberapa hari ke depan.</p>
<p>Silakan akses <a href="http://www.unilever-careers.co.id">www.unilever-careers.co.id</a> untuk detail lebih lanjut.</p>
<p><span id="more-908"></span></p>
<p>###</p>
<p>Dear friends,</p>
<p>Unilever Indonesia would like to invite you to submit application for our Unilever Future Leaders Program (UFLP) 2010</p>
<p>We welcome you to apply or simply to pass on this information to your friends.</p>
<p>UFLP is for those who like challenges, dare to take bigger steps in career, and have passion to be future business leader. Unilever Indonesia gives you a chance to make your dreams come true.</p>
<p>Are you ready to be the next Unilever Future Leaders?</p>
<p>You can find further information on this program by browsing to <a href="http://www.unilever-careers.co.id">www.unilever-careers.co.id</a></p>
<p>Selection process will start as soon as we receive your application.</p>
<p>Be part of the challenge, join <strong><a href="http://www.unilever.co.id/ourcompany/careers/takingitfurther.asp">Unilever Future Leaders Program</a></strong>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2010/01/apakah-anda-siap-menerima-karir-yang-menantang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>6 Kiat Sukses Berkarir Di Human Resources</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/11/6-kiat-sukses-berkarir-di-human-resources/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/11/6-kiat-sukses-berkarir-di-human-resources/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 23:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Human Resources]]></category>
		<category><![CDATA[Human Resources; Kiat Sukses Bekerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2009/11/6-kiat-sukses-berkarir-di-human-resources/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam beberapa tahun pengalaman saya, tidak mudah untuk berkarir di HR meskipun tidak bisa dibilang sulit. Tips ini bukan dengan cara mempelajari psikologi secara mendalam atau menguasai aspek hukum yang rumit. Berikut adalah beberapa kiat buat Anda yang tertarik dan ingin sukses di bidang HR berdasarkan pengalaman saya pribadi:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda memperhatikan iklan koran, kebanyakan pekerjaan di bidang Human Resources mempersyaratkan pendidikan di bidang Psikologi atau Hukum. Saya sendiri lulusan Fakultas Ekonomi. Walaupun demikian, saya merasa mantap dalam menjalani karir di HR.</p>
<p>Dalam beberapa tahun pengalaman saya, tidak mudah untuk berkarir di HR meskipun tidak bisa dibilang sulit. Tips ini bukan dengan cara mempelajari psikologi secara mendalam atau menguasai aspek hukum yang rumit. Berikut adalah beberapa kiat buat Anda yang tertarik dan ingin sukses di bidang HR berdasarkan pengalaman saya pribadi:</p>
<h3>1. Suka berhubungan dengan orang lain</h3>
<p>Sebagai seorang yang bekerja di bidang HR, Anda harus suka berhubungan dengan orang lain. Suka di sini bukan berarti harus terus menerus memaksakan diri untuk berbicara kepada semua orang, berlaku ramah kepada orang lain atau sejenisnya. Apa yang saya maksudkan adalah Anda harus secara tulus senang membina hubungan dengan orang lain, memiliki orientasi hubungan jangka panjang, bersedia mendengarkan orang lain termasuk siap dimintai pendapat. Anda juga harus bisa bersikap yang layak dan adil kepada semua orang apakah dia pegawai rendahan atau pimpinan perusahaan.</p>
<h3>2. Menguasai bisnis</h3>
<p>Sekarang bukan zamannya lagi HR hanya mengurus karyawan baru masuk, promosi jabatan ataupun karyawan keluar karena mengundurkan diri atau dipecat. Seorang praktisi HR yang baik harus menguasai bisnis yang dia layani. Jika Anda menjadi HR untuk perusahaan manufaktur, kuasailah bisnis dan proses produksi yang ada di dalamnya. Jika Anda menjadi HR di perusahaan berbasis jasa, kuasailah aspek jasa yang menjadi bisnis utama perusahaan Anda. Hal ini bukan berarti Anda harus menjadi ahli di bisnis tersebut, melainkan Anda harus <i>nyambung</i> dengan isu-isu yang ada. Dengan cara ini Anda akan dapat berkontribusi lebih baik dan lebih optimal.</p>
<p> <span id="more-814"></span><br />
<h3>3. Berani mengambil keputusan</h3>
<p>Salah satu suka duka di HR adalah Anda harus berdiri di depan semua orang ketika menyampaikan berita gembira, termasuk siap menyampaikan berita duka. Dalam situasi sulit tak jarang keputusan harus diambil. Anda harus berani mengambil keputusan meskipun sulit dan berdampak kepada nasib seseorang. Pisahkan antara keinginan pribadi dengan kepentingan perusahaan. Gunakan hati nurani sekaligus rasio Anda. Seorang HR yang baik dapat menempatkan diri sebagai wakil perusahaan sekaligus pembela karyawan.</p>
<h3>4. Siap menjadi jembatan</h3>
<p>Seorang HR adalah wakil dari perusahaan untuk memastikan segala peraturan yang ada ditegakkan. Di sisi lain dia juga seorang pembela karyawan di mana harus mengerti betul apa yang mereka rasakan dan bisa membawa isu-isu tersebut kepada pimpinan perusahaan jika diangap penting. Begawan HR, Dave Ulrich menyebutnya dengan peran Employee Champion. Peran ini membuat seorang praktisi HR sebagai jembatan. Harus siap dilewati oleh orang dari sisi yang satu termasuk sisi yang lainnya. Biarlah orang lupa bahwa dia telah memanfaatkan jasa jembatan asalkan orang tersebut selamat sampai ke seberang. Ketika terjadi konflik antar dua pihak yang berseberangan, dia akan menjadi jembatan yang mempersatukan keduanya.</p>
<h3>5. Berlaku adil dalam menegakkan peraturan dan membela kepentingan karyawan</h3>
<p>Karena perannya sebagai wakil perusahaan, seorang HR harus mampu menegakkan peraturan yang ada dengan tegas namun tetap luwes. Dengan demikian, peraturan tetap menjadi sebuah tatanan yang harus dihormati semua pihak. Di sisi lain, dia juga akan gigih membela kepentingan karyawan jika ternyata perusahaan hendak mengambilnya. Disinilah dibutuhkan keberanian dan keadilan bersikap. Di satu sisi dia menjadi penasehat perusahaan, di sisi lain dia juga pendengar aspirasi karyawan. Dia akan tegas kepada karyawan yang melanggar tatanan namun di sisi lain akan mengingatkan perusahaan jika ada hak-hak karyawan yang dilanggar.</p>
<h3>6. Memiliki telinga yang selalu siap mendengarkan</h3>
<p>Banyak orang pintar bicara tapi tidak pintar mendengar. Seorang HR harus pintar bicara sekaligus mampu mendengarkan orang lain dengan baik. Mendengarkan dalam arti sebenarnya bukan hearing but not listening. Seorang praktisi HR akan selalu mendengar masukan dari manager lainnya, aspirasi karyawan, termasuk keluh kesah orang lain. Dia harus siap dan menyediakan diri untuk mendengarkan orang lain sebelum menawarkan jalan keluar dan membantu orang tersebut.</p>
<p>Demikian 6 tips yang akan membuat Anda sukses berkarir di bidang Human Resources. Selamat berkarya dan berbakti dalam pekerjaan Anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/11/6-kiat-sukses-berkarir-di-human-resources/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Menghadapi Wawancara Kerja</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/05/interview-wawancara/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/05/interview-wawancara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Human Resources]]></category>
		<category><![CDATA[Interview]]></category>
		<category><![CDATA[Wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=606</guid>
		<description><![CDATA[Inti dari wawancara adalah untuk memastikan apakah seorang kandidat sesuai dengan hasil tes sebelumnya dan dengan CV yang dituliskan. Wawancara juga berguna untuk bertemu langsung secara fisik dengan seorang kandidat serta mengetahui sikap dan cara berpikirnya. Wawancara bisa membuat interviewer semakin yakin Anda adalah orang yang tepat dan sebaliknya bisa pula menjadi ragu karena kualitas diri Anda tidak sesuai dengan CV atau hasil tes sebelumnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/05/interview.jpg" target="_blank"><img style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 10px 10px 0px; border-right-width: 0px" title="Interview" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/05/interview-thumb.jpg" border="0" alt="Interview" width="240" height="143" align="left" /></a> Dalam beberapa kesempatan berbicara tentang dunia kerja kepada para pelajar dan mahasiswa, saya sering mendapat pertanyaan, “Bagaimana caranya menghadapi wawancara kerja?”</p>
<p>Jika pada kesempatan sebelumnya saya telah membahas secara khusus tentang bagaimana membuat CV yang baik, maka kali ini saya akan bercerita bagaimana menghadapi wawancara kerja.</p>
<p>Inti dari wawancara adalah untuk memastikan apakah seorang kandidat sesuai dengan hasil tes sebelumnya dan dengan CV yang dituliskan. Wawancara juga berguna untuk bertemu langsung secara fisik dengan seorang kandidat serta mengetahui sikap dan cara berpikirnya. Wawancara bisa membuat interviewer semakin yakin Anda adalah orang yang tepat dan sebaliknya bisa pula menjadi ragu karena kualitas diri Anda tidak sesuai dengan CV atau hasil tes sebelumnya.</p>
<p><span id="more-606"></span></p>
<h3>Persiapan</h3>
<p>Persiapan yang baik adalah kunci keberhasilan. Faktanya, banyak orang tidak memiliki persiapan khusus ketika akan menghadapi wawancara kerja. Ingat, dalam proses seleksi, wawancara merupakan tahapan akhir untuk memastikan apakah seorang kandidat layak atau tidak. Dengan melakukan persiapan yang baik, maka peluang untuk diterima akan menjadi lebih besar.</p>
<p>Apa saja yang harus dipersiapkan ketika menghadapi wawancara kerja? Daftar berikut mudah-mudahan bisa membantu Anda:</p>
<ul>
<li>Pelajari kembali CV Anda dan fokuskan pada bagian-bagian yang relevan dengan pekerjaan yang dituju. Persiapan ini akan memudahkan kelancaran Anda dalam menjawab terkait apa-apa yang telah Anda tuliskan di dalam CV.</li>
<li>Pelajari perusahaan yang akan Anda masuki. Cari tahu dari teman, tetangga, website atau sumber-sumber lainnya. Apa saja produknya? Apa visi dan misi perusahaan tersebut? Karyawan seperti apa yang mereka harapkan? Memiliki informasi yang banyak tentang perusahaan yang akan dimasuki akan membantu kita untuk antusias dalam wawancara, sekaligus memiliki minat yang kuat untuk bekerja.</li>
<li>Pastikan waktu, tempat, dan siapa yang harus dihubungi untuk proses wawancara. Rencanakan keberangkatan Anda agar tiba tepat waktu. Jangan sampai hilang kesempatan hanya gara-gara datang terlambat.</li>
<li>Latih beberapa pertanyaan sulit dan bagaimana Anda akan menjawabnya. Ini akan menghemat waktu dan Anda tidak perlu berpikir terlalu lama ketika perekrut menyampaikan pertanyaannya.</li>
</ul>
<h3><strong>Menghadapi Wawancara</strong></h3>
<p>Akhirnya tibalah saat ketika Anda dipanggil dan memasuki ruang wawancara. Ini adalah saat-saat mendebarkan bagi seorang pencari kerja apalagi jika belum memiliki pengalaman diwawancarai sebelumnya.</p>
<p>Dalam menghadapi wawancara, tunjukkan rasa percaya diri namun tetap santun. Ingat Anda mungkin membutuhkan pekerjaan tersebut, tapi jangan lupa perusahaan juga membutuhkan Anda. Jangan minder sekaligus jangan takabur.</p>
<p>Di awal wawancara, biasanya Anda akan diminta memperkenalkan diri. Manfaatkan kesempatan ini dengan baik. Ceritakan siapa diri Anda, latar belakang pendidikan dan pekerjaan sebelumnya serta mengapa Anda melamar pekerjaan tersebut. Jangan terlalu singkat karena perekrut sebenarnya ingin mendengarkan Anda. Tapi jangan pula terlalu panjang sehingga perekrut menjadi bosan. Perhatikan bahasa tubuh interviewer apakah dia sudah merasa cukup dengan jawaban Anda atau belum.</p>
<p>Untuk bagian perkenalan, ada baiknya telah Anda latih sehingga sudah dapat ditentukan apa yang mau diceritakan dan apa yang tidak.</p>
<p>Wawancara adalah proses komunikasi dua arah. Interviewer bertanya dan Anda menjawab. Dalam setiap komunikasi kedua belah pihak harus saling menghargai. Jadi dengarkan baik-baik pertanyaan yang diajukan. Pahami terlebih dahulu maksud pertanyaan interviewer sebelum Anda mulai menjawab. Jika Anda merasa kurang jelas dengan pertanyaannya, jangan ragu-ragu untuk bertanya atau melakukan konfirmasi. Hal ini penting dan interviewer biasanya akan senang hati mengulang pertanyaannya. Jangan menjadi orang sok pintar yang menjawab meskipun pertanyaannya sendiri belum jelas.</p>
<p>Bagaimana jika Anda tidak mengetahui jawaban atas sebuah pertanyaan? Ada orang yang memaksakan menjawab dan berputar-putar ke sana kemari dalam usahanya memberikan jawaban. Ini adalah cara yang keliru. Interviewer akan memandang Anda sebagai orang yang memaksakan diri padahal tidak tau. Gunakan cara yang lebih elegan. Jika Anda benar-benar tidak tau jawaban sebuah pertanyaan yang sulit, maka Anda bisa memberikan sedikit penjelasan tentang apa yang Anda ketahui dan mengakui untuk bagian tertentu yang ditanyakan Anda belum mengetahui jawabannya saat ini. Interviewer akan lebih menghargai pernyataan jujur ketimbang jawaban yang dipaksakan.</p>
<h3><strong>Apa Yang Ingin Diketahui Oleh Interviewer?</strong></h3>
<p>Pada dasarnya interviewer ingin menggali dari seorang kandidat untuk memastikan apakah orang tersebut cocok dengan pekerjaan yang ditawarkan atau tidak. Karenanya interviewer akan bertanya, melakukan konfirmasi, ataupun meminta penjelasan atas apa-apa yang pernah Anda lakukan sebelumnya. Sekaligus interviewer juga mungkin bertanya atas pandangan Anda terhadap suatu hal.</p>
<p>Dalam banyak wawancara, Anda akan ditanyakan tentang apa yang pernah dilakukan di masa lalu. Hal ini berguna sebagai prediksi atas kemampuan dan kinerja Anda di masa mendatang. Karenanya Anda harus menceritakan apa yang pernah Anda lakukan, bagaimana prosesnya, apa yang dipelajari dari keberhasilan atau kegagalan.</p>
<p>Gunakan kalimat aktif yang menjelaskan apa yang Anda telah lakukan dan hasil yang diperoleh. Jangan menjelaskan apa yang akan Anda lakukan di masa yang akan datang karena bagi interviewer hal tersebut tidak relevan.</p>
<p>Hal paling penting Anda kuasai adalah apa yang telah dipelajari dari pengalaman kerja sebelumnya dan bagaimana Anda memanfaatkan pengalaman tersebut. Anda juga perlu mengingat prestasi khusus yang telah diperoleh di masa lalu. Tidak hanya itu, kuasai hal-hal tertentu baik berupa tantangan terberat, kegagalan, maupun pencapaian dari setiap pengalaman sebelumnya. Dengan cara ini interviewer akan mendapatkan informasi berharga dari Anda.</p>
<p><strong></strong></p>
<h3><strong>Menghadapi Pertanyaan Sulit</strong></h3>
<p>Adakalanya interviewer mengajukan pertanyaan sulit yang tidak Anda duga. Sebenarnya pertanyaan sulit tersebut masih bisa diduga jika Anda telah melakukan persiapan. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang perlu Anda renungkan dan cari jawabannya sebelum hadir dalam sebuah wawancara kerja. Pertanyaan ini mungkin ditanyakan oleh seorang interviewer dan dengan persiapan yang baik Anda bisa memberikan jawaban yang mengesankan. Ingat, pertanyaan ini kadang tidak mudah dan Anda perlu menggali jauh ke dalam diri Anda sendiri untuk menemukan jawabannya:</p>
<ul>
<li>Mengapa Anda memilih melamar pada pekerjaan ini?</li>
<li>Apa yang Anda sukai dan tidak sukai dari pekerjaan Anda sebelumnya?</li>
<li>Mengapa Anda meninggalkan pekerjaan yang dimiliki sekarang?</li>
<li>Kesuksesan seperti apa yang Anda bayangkan dalam 5 tahun ke depan?</li>
<li>Apa kelebihan diri Anda sehingga layak diterima di perusahaan ini dibandingkan kandidat lainnya?</li>
<li>Apa kelemahan terbesar diri Anda? Bagaimana Anda mengatasinya?</li>
<li>Apa yang Anda cari dari pekerjaan yang dilamar sekarang?</li>
<li>Persoalan apa yang pernah Anda hadapi di pekerjaan sebelumnya? Bagaimana Anda menyelesaikan persoalan tersebut?</li>
</ul>
<h3>Penutup</h3>
<p>Demikianlah sekelumit yang dapat saya ceritakan untuk menghadapi wawancara kerja. Dalam pengalaman melakukan wawancara, saya sering menemukan kandidat yang sebenarnya baik secara akademis, skill, dan pengalaman namun tidak bisa menjelaskan dengan baik hal-hal tersebut dalam proses wawancara. Ada kalanya interviewer masih bisa membaca potensi dalam diri seorang pelamar yang seperti itu dan menerimanya. Namun tak jarang potensi tadi tertutupi dan interviewer lebih memilih kandidat lain yang meyakinkan.</p>
<p>Selamat menghadapi wawancara kerja. Semoga sukses buat Anda.</p>
<p>Anda punya pengalaman atau pertanyaan seputar wawancara? Silakan sampaikan di kolom komentar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/05/interview-wawancara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Membuat CV yang Meyakinkan</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/05/bagaimana-membuat-cv-yang-meyakinkan/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/05/bagaimana-membuat-cv-yang-meyakinkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 00:00:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Curriculum Vitae]]></category>
		<category><![CDATA[CV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=559</guid>
		<description><![CDATA[Curriculum Vitae (CV) adalah sebuah dokumen yang menjelaskan secara ringkas menggambarkan siapa diri Anda, apa yang telah Anda lakukan di masa lalu, apa relevansi pengalaman Anda terhadap pekerjaan yang sedang dilamar, serta apakah Anda orang yang tepat atau tidak untuk dipilih diantara kandidat lainnya.

Dengan demikian, CV merupakan personifikasi diri dalam beberapa lembar tulisan. CV yang baik akan mampu menjelaskan siapa orang di balik CV tersebut sehingga siapapun yang membaca bahkan bisa membayangkan dengan baik diri sang pembuat CV sebelum bertemu langsung secara fisik.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong><img style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-right-width: 0px" title="writing-cv" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/05/writingcv.jpg" border="0" alt="writing-cv" width="240" height="168" align="left" /> Curriculum Vitae (CV) </strong></em>merupakan salah satu syarat wajib ketika seseorang melamar kerja. Tidak hanya itu, CV juga digunakan untuk berbagai keperluan lain seperti mengajukan beasiswa, memberikan profil diri untuk suatu acara ataupun keperluan lainnya.</p>
<p>Terkait proses seleksi kerja, banyak kandidat yang bagus mengalami kegagalan pada tahap administrasi hanya karena mereka tidak mampu menunjukkan siapa dirinya di dalam CV sehingga calon interviewer tidak tertarik untuk melanjutkan proses seleksi. Lantas bagaimana membuat CV yang baik, informatif namun disisi lain tetap padat dan meyakinkan?</p>
<p>Jika Anda tertarik, silakan simak lanjutan tulisan ini.</p>
<p><span id="more-559"></span></p>
<h3>Apa Kegunaan CV?</h3>
<p>Sebelum membuat CV, kita perlu menanyakan apa sebenarnya fungsi CV tersebut? Bagaimana rekruter akan memanfaatkannya?</p>
<p>Curriculum Vitae (CV) adalah sebuah dokumen yang menjelaskan secara ringkas menggambarkan siapa diri Anda, apa yang telah Anda lakukan di masa lalu, apa relevansi pengalaman Anda terhadap pekerjaan yang sedang dilamar, serta apakah Anda orang yang tepat atau tidak untuk dipilih diantara kandidat lainnya.</p>
<div class="float-quote alignright">
<p>CV yang baik akan mampu menjelaskan siapa orang di balik CV tersebut. Siapapun yang membaca bahkan bisa membayangkan dengan baik diri sang pembuat CV sebelum bertemu langsung secara fisik.</p></div>
<p>Dengan demikian, CV merupakan personifikasi diri dalam beberapa lembar tulisan. CV yang baik akan mampu menjelaskan siapa orang di balik CV tersebut. Siapapun yang membaca bahkan bisa membayangkan dengan baik diri sang pembuat CV sebelum bertemu langsung secara fisik.</p>
<h3><strong>Apa Manfaatnya Bagiku? <em>(What Is In It For Me?)</em></strong></h3>
<p>Jika Anda telah tahu bahwa CV merupakan personifikasi diri, maka Anda perlu memutuskan item apa saja yang akan dimasukkan dan item mana yang tidak. CV yang baik adalah yang memiliki relevansi yang tinggi terhadap pekerjaan yang dituju. Dengan demikian CV tersebut akan menjawab “<em>what is in it for me?”</em> bagi seorang rekruter. Ingat, setiap hari seorang rekruter harus membaca ratusan CV. Hanya yang menarik perhatian dan relevan saja yang akan masuk dalam pertimbangan selanjutnya.</p>
<p>Oleh karena itu, jangan membuat satu CV untuk seluruh perusahaan yang akan dituju. Buatlah satu CV utama dan sesuaikan hal-hal yang relevan untuk tujuan yang berbeda-beda sebab setiap organisasi/perusahaan yang dituju mencari sesuatu yang unik tentang diri Anda yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan ditawarkan.</p>
<h3><strong>Struktur Umum Sebuah CV</strong></h3>
<p>Secara umum, CV akan berisi hal-hal berikut:</p>
<h5>1. Data Pribadi</h5>
<p>Bagian ini berisi nama, alamat, email, handphone dan identitas pribadi lainnya. Jangan lupa menyertakan nomor kontak atau email Anda karena itu adalah satu-satunya cara rekruter bisa menghubungi Anda kembali jika sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Jangan sampai semua orang terkesima dengan CV Anda tapi tidak bisa menghubungi untuk proses selanjutnya.</p>
<h5>2. Pendidikan</h5>
<p>Bagian ini menjelaskan background pendidikan dan hubungannya dengan pekerjaan yang dituju. Ada orang yang membuat CV menjelaskan dari TK, SD, SMP sampai perguruan tinggi. Hal ini tidak salah namun dalam banyak hal tidak terlalu relevan. Hal yang mungkin penting adalah pendidikan dari SMU ke atas termasuk jika ada pendidikan non formal khusus yang Anda ikuti. Anda bisa memasukkan item pendidikan yang lebih rendah hanya jika menurut Anda punya relevansi khusus atau ada informasi tertentu yang ingin disampaikan.</p>
<h5>3. Pengalaman Kerja</h5>
<p>Ini adalah bagian yang paling dilihat oleh rekruter. Pengalaman kerja memberikan gambaran apakah seorang kandidat sudah memiliki jam terbang yang cukup atau masih terbatas. Rekruiter juga bisa menentukan apakah kandidat dapat segera menyesuaikan diri di organisasi yang baru atau apakah dia butuh penyesuaian yang panjang. Karenanya bagian ini harus jelas menunjukkan apa yang Anda kerjakan, nama perusahaan yang tempat kerja sebelumnya, apa yang Anda lakukan di sana.</p>
<p>Jadi jangan hanya menuliskan misalnya pernah bekerja di bagian Marketing perusahaan XYZ. Tetapi jelaskanlah pernah bekerja sebagai Account Representative yang bertugas mencari dan mengembangkan pelanggan dalam satu propinsi dan salah satu prestasi Anda bisa mendapat 100 pelanggan baru dalam 1 bulan yang merupakan rekor di perusahaan XYZ. Informasi ini akan membantu memahami cakupan kerja yang dilakukan, skill yang dimiliki serta bisa memperkirakan nilai tambah yang dimiliki seorang kandidat.</p>
<p>Jika Anda memiliki sangat banyak pengalaman kerja, daftarkanlah pekerjaan-pekerjaan yang relevan dan berhubungan untuk menunjukkan bahwa Anda punya potensi di pekerjaan yang baru.</p>
<h5>4. Skill Yang Dimiliki</h5>
<p>Kadangkala Anda perlu menjelaskan dalam CV skill apa saja yang telah dimiliki sebagai proses belajar maupun pengalaman dari pekerjaan sebelumnya. Seringkali orang menulis skill ini secara singkat seperti: mampu berkomunikasi dengan baik, dapat bekerja dalam tim, cepat belajar hal yang baru. Penjelasan seperti itu tidak memberikan nilai tambah karena semua kandidat juga melakukan hal yang sama.</p>
<p>Berikut contoh yang lebih meyakinkan dan informatif:</p>
<ul>
<li><em>Komunikasi yang baik. </em>Mampu berhubungan dengan pelanggan, instansi pemerintah dan meyakinkan pihak-pihak yang terkait dengan pekerjaan.</li>
<li><em>Negosiasi. </em>Ahli bernegosiasi dengan supplier maupun pihak-pihak luar untuk mendapatkan tawaran yang terbaik bagi perusahaan.</li>
</ul>
<h5>5. Training Yang Pernah Diikuti</h5>
<p>Anda perlu memasukkan daftar training yang pernah diikuti sebelumnya untuk memberi gambaran sejauh mana Anda telah berkembang dan wawasan apa saja yang sudah dimiliki. Jangan masukkan semua training karena jumlahnya akan sangat panjang. Pilih yang relevan dan sesuai dengan target pada organisasi yang dituju.</p>
<h5>6. Prestasi</h5>
<p>Ini adalah bagian yang penting disamping Pengalaman Kerja yang menjelaskan keunikan sebagai individu sekaligus pencapaian di bidang tertentu. Anda bisa menjelaskan secara singkat prestasi di pekerjaan, pendidikan ataupun dalam bidang kemasyarakatan lainnya.</p>
<p><strong>Misal:</strong></p>
<ul>
<li>Terpilih sebagai “employee of the month” di PT XYZ selama 3 bulan berturut-turut</li>
<li>Mewakili SMU ABC dalam kompetisi tingkat Propinsi di bidang Ilmu Pengetahuan Alam.</li>
<li>Juara III lomba inovasi bidang lingkungan dengan memimpin masyarakat Desa Wonosari dengan karya “membuat sistem komposter dari tong bekas”</li>
</ul>
<p>Banyak orang merasa tidak memiliki prestasi yang cukup. Coba ingat-ingat lagi pasti Anda pernah mencapai sesuatu yang menjadi nilai tambah dan keunikan diri Anda. Jangan lupa prestasi di bidang kemasyarakatan atau hal-hal di luar pekerjaan juga menarik bagi seorang rekruter untuk digali lebih jauh.</p>
<h5>7. Kegiatan Ekstrakurikuler/Kemasyarakatan</h5>
<p>Selain hal-hal yang berhubungan langsung dengan pekerjaan. Anda perlu memberikan sedikit gambaran kegiatan yang dilakukan di masyarakat. Ini akan menunjukkan bahwa Anda bisa membagi waktu dan memiliki wawasan yang lebih luas, tidak hanya sebatas pekerjaan. Ceritakan secara singkat apa yang dilakukan, peran Anda di organisasi tersebut dan pencapaian yang didapat.</p>
<p><strong>Misal:</strong></p>
<ul>
<li><em>Ketua Karang Taruna Desa ABCD<br />
</em>Menggalang dana masyarakat dan membuat usaha kerajinan dikelola para pemuda yang dijual ke daerah lain di Indonesia.</li>
</ul>
<h3>Penutup</h3>
<p>Demikian panduan umum yang dapat digunakan untuk membuat CV yang informatif dan meyakinkan. Karena CV adalah gambaran diri Anda, sediakan waktu sebaik-baiknya untuk menulis dengan jelas. Manfaatkan pula untuk menjelaskan keunikan diri Anda yang membuat perbedaan dengan orang lain.</p>
<p>Tanyakan kepada orang di sekitar Anda apa yang menarik dan menjadi nilai tambah Anda sebagai pribadi dan masukkan ke dalam CV.</p>
<p>Semoga sukses dengan CV yang Anda tulis.</p>
<p>Untuk mendapatkan gambaran persaingan kerja sekarang, Anda bisa baca <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/03/tips-mencari-kerja-di-masa-krisis-bursa-karir-its-2009/">posting berikut</a> dan <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/02/bekerja-di-perusahaan-multinasional-bagaimana-rasanya/">posting lainnya</a>.</p>
<p>Anda punya pengalaman menarik tentang penulisan CV? Silakan berbagi di kolom komentar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/05/bagaimana-membuat-cv-yang-meyakinkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cintai Apa Yang Engkau Kerjakan dan Kerjakan Apa Yang Engkau Cintai</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/05/cintai-apa-yang-engkau-kerjakan-dan-kerjakan-apa-yang-engkau-cintai/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/05/cintai-apa-yang-engkau-kerjakan-dan-kerjakan-apa-yang-engkau-cintai/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 May 2009 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Kerja; Mencintai Pekerjaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=555</guid>
		<description><![CDATA[Adapun satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mencintai apa yang kita kerjakan. Apakah saat ini diri kita seorang karyawan, pengusaha, pedagang asongan, atau pengangguran yang sedang mencari pekerjaan, nikmati dan jalani dengan sepenuh hati. Mencintai pekerjaan akan membuat kita berusaha memberikan yang terbaik untuk diri sendiri, tempat kita bekerja, dan semoga bisa menjadi persembahan dan kebaktian bagi Allah Ta’ala. Mencintai pekerjaan akan memperkuat energi dan memberi kesegaran.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pepatah mengatakan, rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri. Pekerjaan orang lain terlihat lebih menarik daripada pekerjaan sendiri.</p>
<p>Setiap orang yang bekerja tentu pernah merasakan jenuh, penat, seakan-akan suatu beban yang berat. Di sisi lain seseorang juga membutuhkan pekerjaannya sehingga tidak bisa melepas begitu saja. Jadilah dia bekerja dengan penuh rasa tertekan, lahir dan batin.</p>
<p>Ketika melihat sekeliling, seringkali ada perasaan pekerjaan orang lain lebih baik dan lebih nikmat daripada pekerjaan sendiri. Apakah mungkin waktunya lebih longgar, pekerjaannya lebih ringan, atau penghasilannya lebih besar. Pekerjaan sendiri terlihat menjadi kurang berharga dan kurang menarik.</p>
<div class="float-quote alignright">
<p>Tanyakanlah pada diri: “Apa yang sebenarnya saya cari? Apa sebenarnya pekerjaan yang saya cintai?”</p></div>
<p>Mengapa perasaan seperti itu muncul? Biasanya terjadi karena kita kurang menghargai apa yang diberikan kepada kita saat ini. Kita kurang bersyukur dan merasa selalu ada pekerjaan lain yang lebih baik yang seharusnya menjadi hak kita.</p>
<p>Adapun satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mencintai apa yang kita kerjakan. Apakah saat ini diri kita seorang karyawan, pengusaha, pedagang asongan, atau pengangguran yang sedang mencari pekerjaan, nikmati dan jalani dengan sepenuh hati. Mencintai pekerjaan akan membuat kita berusaha memberikan yang terbaik untuk diri sendiri, tempat kita bekerja, dan semoga bisa menjadi persembahan dan kebaktian bagi Allah Ta’ala. Mencintai pekerjaan akan memperkuat energi dan memberi kesegaran.</p>
<p><span id="more-555"></span></p>
<p>Lantas bagaimana jika pekerjaan yang sekarang tidak cocok? Apakah harus tetap dipaksakan mencintainya?</p>
<p>Ingat, apa yang terjadi pada diri saat ini, termasuk mengapa kita melakukan pekerjaan tersebut semuanya ada dalam pengetahuan Allah Yang Maha Ilmu. Kita ada di sana karena Dia mengizinkannya. Karenanya jalani dan hayati sambil terus mengamati ke mana pergerakan diri selanjutnya.</p>
<p>Tugas selanjutnya adalah berusaha mengenali apa yang sebenarnya kita cintai untuk dikerjakan, dan mulai melakukannya. Karenanya jika mencari pekerjaan, tanyakanlah pada diri: “Apa yang sebenarnya saya cari? Apa sebenarnya pekerjaan yang saya cintai?” Jika kita sungguh-sungguh menjalani sepenuh hati apa yang ada di tangan saat ini sambil terus menemukan pekerjaan yang kita cintai, maka Allah Maha Kuasa untuk memberikan jalan dan mengaturnya secara halus, tanpa menyakiti siapapun sampai akhirnya menemukan tempat yang paling tepat untuk berkarya.</p>
<p>Banyak orang memilih pekerjaan apa yang dapat dan tidak sesuai dengan dirinya. Hal ini akan menciptakan rasa tertekan. Temukan apa yang menjadi kekuatan diri dan kemampuan alami diri Anda dan cobalah menemukan pekerjaan yang cocok dengan hal itu. Bayangkan betapa indahnya ketika seseorang bisa melakukan apa yang dia cintai untuk dilakukan. Pekerjaan akan menjadi sebuah hobi, prestasi dan persembahan terbaik bagi semua orang.</p>
<p>Karenanya, mari belajar mengerjakan apa-apa yang kita cintai agar kita bisa mencintai apa-apa yang kita kerjakan. Jika belum bisa melakukannya, mohonlah pertolongan Allah agar Dia membantu menempatkan kita pada tempat yang tepat. Agar bisa bekerja dan berkarya dengan penuh rasa cinta.</p>
<p>Sebagai penutup, saya mengutip ucapan <strong>Ali bin Abi Thalib</strong> yang dirangkum dalam <strong>Nahjul Balaghah.</strong></p>
<blockquote><p>“Mencukupkan diri dengan sesuatu yang berada di tanganmu lebih kusukai bagimu daripada usahamu memperoleh apa yang ada di tangan orang lain. Pahitnya kegagalan untuk memiliki sesuatu, lebih “manis” daripada memintanya dari orang lain.”</p>
<p>“Pekerjaan tangan yang paling sederhana sekalipun, demi mempertahankan harga diri seseorang, jauh lebih utama daripada kekayaan yang disertai penyelewengan.”</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/05/cintai-apa-yang-engkau-kerjakan-dan-kerjakan-apa-yang-engkau-cintai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

