3 Sikap Mental Sang Juara Yang Perlu Anda Miliki

winner

Beberapa waktu lalu saya mengikuti forum leadership buat para manajer Unilever Indonesia. Salah satu pembicara yang tampil adalah Adam Khoo, seorang motivator asal negeri jiran Singapura. Dengan gayanya yang bersemangat dan logat Inggris Singapore yang khas, Adam memberikan beberapa pelajaran berharga.

Dari materi yang disampaikan Adam, ada 3 pelajaran penting yang saya petik. Setelah saya renungkan kembali, saya mencoba memahaminya sebagai sikap mental juara. Sikap ini perlu dimiliki oleh siapa saja yang ingin maju.

Berikut saya ingin membaginya bersama Anda.

 

1. Berani Bertindak

Setiap orang tentu memiliki tujuan yang hendak dicapai. Apakah itu untuk meraih pekerjaan tertentu, menciptakan sebuah alat, atau menulis sebuah buku. Ada kalanya tujuan yang hendak dicapai sudah bulat dan jelas. Namun tak jarang tujuan itu masih buram. Sebuah tujuan dapat dicapai dengan berbagai cara yang disebut dengan strategi. Pepatah mengatakan, banyak jalan menuju Roma. Demikian halnya untuk mencapai target dan tujuan Anda, ada banyak strategi yang bisa dipilih.

Namun sehebat apapun tujuan yang hendak dicapai, secanggih apapun strategi yang dipersiapkan, semuanya tidak akan berguna tanpa tindakan. Ya, sebuah tindakan akan menentukan apakah Anda berhasil atau tidak. Sebuah tindakan akan menguji apakah strategi yang Anda pakai sudah tepat atau tidak. Namun sayangnya, banyak orang hanya berhenti dengan sebuah cita-cita dan strategi saja. Ingat tanpa tindakan, tidak ada yang terjadi.

Jadi, setelah Anda merumuskan tujuan dan merancang strategi, selanjutnya kerjakan.

Beranilah bertindak.

TAKE ACTION to make it happen.

[Read more…]

Antara Passion, Purpose dan Value

Setiap orang memiliki minat atau hasrat untuk mencapai sesuatu. Setiap orang juga ingin melakukan sesuatu yang memberi makna dan nilai luhur. Sudahkah kita jujur terhadap diri sendiri dan bertanya apa sebenarnya hasrat kita? Apa tujuan yang hendak kita capai? Nilai-nilai apa yang ingin kita sampaikan?

Dalam salah satu sesi TEDxJakarta, Rene Suhardono menjelaskan dengan sangat lugas dan gamblang tentang passion, purpose dan value. Apa yang Rene sampaikan mengajak kita untuk berpikir kembali makna sebuah pekerjaan sekaligus hidup itu sendiri.

Apakah kita bahagia dengan apa yang dilakukan saat ini? Apakah pekerjaan kita bisa memberi makna baik buat diri sendiri maupun orang-orang di sekitar kita?

Itulah sekelumit pembahasan yang disampaikan oleh Rene. Pada akhir pidato, dia menantang Anda menjalankan sebuah tantangan yang disebut sebagai Misi 21.

Apakah Misi 21 itu? Saksikan selengkapnya dalam video berikut.

 

 

Jangan lupa setelah menyaksikan, Anda bisa menyampaikan pandangan dan pengalaman Anda dalam menemukan passion, purpose dan value.

Video credit: TEDxJakarta

Anda juga dapat menyaksikan video di atas dari website TEDxJakarta lewat link berikut.

Cara Meminta Bantuan Orang Lain Dengan Halus

Oleh Irwan Dewanto

Ini adalah posting tamu (guest posting) dari sahabat saya – Irwan Dewanto – HR Manager PT. Unilever Indonesia, Cikarang Factory.

Pernahkah kita sadari, bahwa apapun bagian atau function kita di pekerjaan, kita pernah dan tetap akan selalu pernah meminta bantuan dari bagian atau function lain. Walaupun bagian kita sangat spesifik sekalipun seperti misalnya kita bekerja di lab Quality Control, Research & Development, IT, Engineering, dan lain-lain, kita pasti pernah meminta bantuan atau halusnya “melakukan koordinasi” dengan bagian lain untuk mendukung kita. Ini dilakukan untuk mengambil keputusan, meminta slot waktu trial, meminta konfirmasi, menanyakan prosedur, atau bahkan hanya untuk sekedar merespons email kita. Apalagi jika kita bekerja di bagian yang sangat general seperti produksi, Human Resources, Corporate Relations, Finance, Sales dan Marketing, meminta bantuan ke orang lain adalah hal yang tidak mungkin dihindari dalam pekerjaan sehari-hari.

Hal tersebut akan menjadi mudah, kalau kita meminta bantuan dari bawahan kita, walaupun tentu saja tetap ada tata kramanya. Namun bagaimana jika kita harus meminta bantuan atau support dari rekan kita satu level, atau bahkan meminta back up dari atasan kita, tentu ada caranya sendiri. Artikel berikut akan memberikan beberapa tips supaya kita bisa melakukan hal tersebut dengan smooth.

[Read more…]

Talenta Saja Tidak Cukup

talent-is-never-enough Beberapa waktu yang lalu saya mendapat penugasan dari kantor untuk membuat resensi buku tentang talent. Ya, talent atau talenta adalah topik yang hangat belakangan ini. Mulai dari bagaimana menemukan talenta terbaik, mengembangkannya, mempertahankannya sampai akhirnya memberi hasil yang maksimal sesuai bidangnya. Secara sederhana, talenta adalah kualitas diri yang unik yang melekat pada pribadi seseorang sehingga membuatnya memiliki keunggulan tertentu dibandingkan orang lain.

Setelah browsing beberapa buku, akhirnya pilihan saya jatuh pada karangan John C Maxwell berjudul Talent is Never Enough. Pengarang buku ini dikenal sebagai ahli di bidang kepemimpinan dan menjadi pengarang serta pembicara dengan pengalaman 30 tahun lebih di bidangnya.

Mengapa Talenta Saja Tidak Cukup

Banyak anggapan bahwa jika seseorang memiliki talenta di bidang tertentu, maka dia bisa menjadi yang terbaik di bidangnya. Atau minimal menunjukkan prestasi yang mengagumkan di bidang tersebut. Tapi mengapa ada orang yang sebenarnya memiliki talenta tidak bisa menghasilkan prestasi yang baik? Apa perbedaan antara seseorang yang memiliki talenta dan berprestasi di bidangnya dengan orang lain yang juga memiliki talenta tapi menunjukkan prestasi biasa-biasa saja? Pertanyaan inilah yang coba dijawab oleh buku tersebut.

Seseorang yang memiliki talenta tapi tidak mengambil tindakan yang diperlukan maka dia tidak pernah mendapatkan hasil yang diharapkan.

Seseorang yang memiliki talenta tapi tidak mengambil tindakan yang diperlukan maka dia tidak pernah mendapatkan hasil yang diharapkan. Seseorang yang memiliki talenta tapi tidak fokus pada bidangnya maka dia tidak akan dapat meningkatkan prestasinya. Seseorang yang memiliki talenta tapi tidak berlatih maka dia tidak akan mencapai kesempurnaan dalam karya-nya.

Dengan demikian, seseorang yang memiliki talenta perlu melakukan tindakan-tindakan yang tepat untuk mengasah dan memanfaatkan talenta tersebut agar menjadi kekuatan diri dalam berkarya.

[Read more…]