Presentasi Efektif

AlGore-2008.TED-Presentation

Memberikan presentasi efektif tidak mudah.

Jika Anda mencoba menilai presentasi yang pernah kita ikuti secara jujur, maka kebanyakan presentasi tidak menarik, membosankan, dan sulit dimengerti. Ini terjadi karena presenter – orang yang memberikan presentasi – tidak memahami apa yang dibutuhkan audiensnya. Mereka tidak tahu bagaimana cara berkomunikasi yang efektif dengan audiens. Akibatnya tujuan presentasi tidak tercapai. Presenter mengalami frustrasi sama seperti yang dirasakan audiensnya.

Coba Anda ingat pengalaman ketika mendengarkan presentasi lalu jawab pertanyaan berikut dengan jujur:

    • Seberapa sering Anda merasa bosan ketika mendengar sebuah presentasi dan berharap segera selesai?
    • Berapa banyak isi presentasi yang bisa Anda ingat dengan baik?

    Sebuah studi menunjukkan seseorang mulai bosan mendengarkan presentasi ketika masuk menit ke sepuluh. Inilah saatnya ketika sebagian audiens mulai melirik jam tangan, sebagian yang lain menguap menunjukkan tanda-tanda mengantuk, dan sisanya mulai berkhayal kapan presentasi akan selesai.

    Presenter yang baik akan memanfaatkan 10 menit pertama untuk mendapat kepercayaan dari audiens. Adapun presenter rata-rata akan berbicara terus tanpa sadar sebagian besar audiens telah kehilangan perhatian.

    Besar kemungkinan Anda juga kesulitan mengingat isi presentasi yang pernah Anda dengarkan. Hal ini dapat dimaklumi karena banyak presentasi menggunakan slide-slide yang sedemikian rumit dengan kata-kata panjang sehingga audiens yang cerdas sekalipun susah mengerti. Presenter yang membawakan presentasi seperti ini lupa bahwa slide yang sederhana dan mudah diingat akan jauh lebih powerful untuk meyakinkan audiensnya. Alih-alih menggunakan slide sebagai alat bantu visual, presenter malah menjadikan slide sebagai dokumen yang dibaca sepanjang presentasi.

    Lantas adakah tips-tips untuk membuat presentasi efektif?

    Ikuti tujuh tips berikut untuk membuat presentasi Anda efektif sekaligus meyakinkan:

    [Read more…]

    TEDxJakarta Live 2011 – Pengalaman Langsung Menyaksikan Para Pembicara Hebat Dari Dekat

    tedxjakarta-live

    Minggu lalu akhirnya saya hadir langsung menyaksikan TEDxJakarta Live. Meskipun harus datang dari Surabaya dengan pesawat paling pagi, secara khusus saya merencanakan hadir karena ingin mengalami suasana langsung layaknya konferensi TED live. Acara ini merupakan rekaman lengkap hari kedua dari TED Conference 2011 yang berlangsung di Long Beach, California.

    Buat Anda yang belum mengenal TED, ini adalah sebuah organisasi nirlaba yang mengumpulkan para tokoh dari berbagai bidang untuk berbicara dalam sebuah konferensi. Dan TEDx merupakan organisasi independen yang menyelenggarakan acara mirip konferensi TED, salah satunya yang dikelola teman-teman TEDxJakarta.

    @America, Auditorium Futuristik

    Acara dilangsungkan di auditorium @America, Pacific Place, Jakarta. Tempat ini dibiayai oleh Pemerintah Amerika untuk mengenalkan budaya mereka. Ketika memasuki ruangan, kesan awal yang muncul terasa seperti ruang komputasi futuristik. Di mana-mana ada layar komputer sentuh, simulasi peta 3 dimensi, maupun materi-materi edukasi tentang budaya dan sejarah Amerika. Dan untuk urusan tata suara, tempat ini baik sekali. Semua presentasi yang ditampilkan terdengar dengan jernih dan jelas. Tambahan satu hal, Anda bisa meminjam iPad di tempat ini. Ada 30 unit lebih tersedia buat para pengunjung.

    Di sana saya bertemu salah seorang pembaca blog ini, Pak Suprapto yang sehari-hari berkecimpung di bidang kesehatan masyarakat. Saya juga bertemu dengan Tia, seorang teman trainee Unilever satu angkatan tahun 2004.

    Sesi Pertama – Deep Mystery

    Setelah pengantar oleh panitia TEDxJakarta, dimulailah acara bertajuk The Rediscovery of Wonder. Konferensi ini terdiri dari empat bagian. Sesi pertama berjudul “Deep Mystery” membahas penemuan dan eksperimen terbaru dari para pakar neuroscience, geobiochemist dan computer science. Pembicara paling menarik adalah Deb Roy, seorang peneliti MIT yang merekam seluruh aktivitas di rumahnya selama beberapa tahun untuk melihat bagaimana anaknya belajar bahasa. Total 90.000 jam video direkam Deb dan tim. Rekaman ini kemudian dianalisis sedemikian rupa untuk mengenali pola-pola pembelajaran yang terjadi. Saya terkagum-kagum melihat keseriusan sang peneliti dalam menjalankan tugasnya. Terlebih lagi ketika melihat analisa yang dilakukan terhadap seluruh video. Seakan-akan kita dibuat bisa memutar waktu ke belakang untuk melihat secara detail apa yang pernah dan telah terjadi, dari berbagai perspektif.

    [Read more…]

    Belajar Presentasi Hebat Dari TED Conference

    TED

    Dalam beberapa minggu terakhir ini, saya asyik belajar presentasi dari situs TED.com. Saya mengenal TED pertama kali dari buku Nancy Duarte berjudul Slideology: The Art and Science of Creating Great Presentations. Dalam buku tersebut, beberapa kali Duarte menyebut tentang presentasi TED dan menyarankan untuk menyaksikan video yang ada di sana. Nancy Duarte adalah konsultan komunikasi yang membantu Al Gore merancang slide dalam film dokumenter An Inconvenient Truth yang fenomenal itu.

    Apakah TED itu?

    TED merupakan singkatan dari Technology, Entertainment, Design. TED adalah sebuah organisasi non profit yang mengumpulkan para tokoh inspiratif dari berbagai bidang untuk tampil memberikan presentasi dalam sebuah konferensi. Motto mereka adalah “Ideas worth spreading”. Seperti namanya, maka presentasi yang tampil di TED sangat menarik karena disampaikan oleh tokoh yang kompeten di bidangnya. Meskipun awalnya fokus pada tiga bidang yakni Technology, Entertainment dan Design, namun sekarang Anda juga bisa menyaksikan ide-ide brilian dari tokoh pada bidang yang berbeda seperti Politik, Pendidikan dan Kesehatan.

    [Read more…]

    Mengatasi Rasa Takut Berbicara di Depan Publik

    speaking on stage Ketakutan dan demam panggung merupakan hal yang umum ketika seseorang harus tampil dan berbicara di depan publik. Dengan latihan yang baik, demam panggung ini bisa berkurang meskipun mungkin tidak akan hilang sama sekali. Berita baiknya, semua pembicara, bahkan kelas dunia sekalipun tetap mengalami demam panggung ini dalam kadar yang berbeda-beda. Jadi, Anda tidak sendiri, you are in good company.

    Menurut Tom Antion, penulis Wake ‘em Up Presentations, demam panggung biasanya muncul sebelum tampil. Setelah seseorang naik ke podium maka dengan sendirinya demam panggung tadi akan mulai menghilang.

    Demam panggung bisa memiliki beberapa tanda seperti:

    • Mulut kering
    • Kerongkongan seperti ada ganjalan
    • Tangan berkeringat
    • Tangan menjadi dingin
    • Tangan bergetar
    • Dada berdegup lebih cepat
    • Lutut bergetar
    • Dan bentuk-bentuk fisik lainnya

    Sisi Positif Demam Panggung

    Di samping sisi negatifnya yang bisa menimbulkan kekhawatiran dan rasa tidak pede di depan umum, demam panggung juga memiliki sisi positif. Anda menjadi lebih perhatian terhadap gerakan dan posisi tubuh. Anda juga lebih fokus terhadap materi yang akan disampaikan. Rasa takut itu merupakan teman karena membuat refleks Anda semakin tajam, energi meningkat, dan mata menjadi lebih awas.

    Jadi ketika Anda merasa nervous atau gugup ketika hendak tampil di depan umum, berusahalah untuk rileks. Biarkan perasaan gugup itu hinggap sebentar dan secara perlahan alirkan ke luar sehingga Anda bisa mengambil kendali lagi. Manfaatkan sisi positif rasa gugup tadi untuk membuat pidato atau presentasi Anda lebih mantap.

    [Read more…]