<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Pengembangan Diri oleh Muhammad Noer - Membaca Cepat (Speed Reading), Presentasi, Mind Map, Komunikasi, Perencanaan Keuangan, Produktivitas &#187; Parenting</title>
	<atom:link href="http://www.muhammadnoer.com/category/parenting/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.muhammadnoer.com</link>
	<description>Tips Pengembangan Diri: Membaca Cepat, Speed Reading, Produktivitas, Presentasi, Mind Map, Perencanaan Keuangan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 17:00:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>10 Tips Mengajak Anak Gemar Membaca</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2010/08/10-tips-mengajak-anak-gemar-membaca/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2010/08/10-tips-mengajak-anak-gemar-membaca/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Gemar Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2010/08/10-tips-mengajak-anak-gemar-membaca/</guid>
		<description><![CDATA[“Bagaimana caranya mengajak anak kita supaya gemar membaca?”
“Orangtua harus memberi contoh dengan rajin membaca di depan anak-anaknya. Ada acara membaca keluarga, di mana masing-masing anggota berkumpul dan membaca buku kesukaan masing-masing. Anak sering diajak main ke toko buku dan browsing buku kesukaan mereka. Terakhir, sering-sering diceritakan dongeng dengan membacakannya langsung sehingga anak tertarik untuk belajar sendiri.”]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto; border-width: 0px;" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/05/membaca.jpg" border="0" alt="" /></p>
<p>Seorang pembaca blog ini pernah bertanya, “Bagaimana caranya mengajak anak kita supaya gemar membaca?”</p>
<p>Hmm, pertanyaan yang menarik dan penting untuk dijawab.</p>
<p>Jawaban saya waktu itu adalah, “Orangtua harus memberi contoh dengan rajin membaca di depan anak-anaknya. Ada acara membaca keluarga, di mana masing-masing anggota berkumpul dan membaca buku kesukaan masing-masing. Anak sering diajak main ke toko buku dan browsing buku kesukaan mereka. Terakhir, sering-sering diceritakan dongeng dengan membacakannya langsung sehingga anak tertarik untuk belajar sendiri.”</p>
<p>Sebagai orangtua, kita mungkin mengajarkan kepada anak kita cara membaca, namun belum tentu kita memberi contoh kepadanya untuk gemar membaca.</p>
<p>Secara tak sengaja, saya menemukan aplikasi menarik di Apple iTunes berjudul <strong>“Reading for Kids. 100 Ways To Encourage Your Kids To Read.”</strong> Tips ini serta merta membuat ide saya berkembang. Ternyata banyak sekali aktivitas kecil dan ringan yang bisa dilakukan untuk membentuk sebuah kebiasaan. Dan inilah beberapa tips menarik yang saya dapatkan dari aplikasi tersebut ditambah <em>sharing</em> dari saya pribadi.</p>
<p><span id="more-1109"></span></p>
<p><strong>1. </strong><strong>Berangkat ke Kebun Binatang atau Sirkus, kemudian cari buku tentang binatang yang baru dilihat anak Anda.</strong></p>
<p>Anak-anak sangat senang ke kebun binatang dan mereka akan terus bercerita apa yang dia lihat sepanjang jalan. Setelah pulang, singgah sebentar ke toko buku dan temukan binatang yang paling dia sukai. Yakinlah anak Anda pasti akan senang membaca buku tersebut.</p>
<p><strong>2. </strong><strong>Jika anak melihat sesuatu yang menarik di TV, temukan buku tentang hal tersebut.</strong></p>
<p>Ada kalanya anak Anda menonton TV dan tertarik dengan bagaimana gerhana terjadi, maka carilah buku yang membahas topik tersebut. Karena ketertarikan muncul dari sang anak, kemungkinan besar dia akan senang membaca dan ingin tahu lebih jauh tentang topik yang menarik perhatiannya.</p>
<p><strong>3. </strong><strong>Ceritakan kepada anak buku yang baru saja Anda baca.</strong></p>
<p>Bacakan bagian tertentu yang menarik dari buku tersebut dan letakkan di tempat yang mudah dijangkau anak Anda jika dia ingin membacanya sendiri.</p>
<p>Terkadang anak kita juga ingin tahu buku yang dibaca orangtuanya. Mengapa tidak menceritakannya kepada Anak Anda? Ini sekaligus melatih kita sebagai orangtua untuk merangkum buku tersebut secara sederhana dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh anak. Tak hanya itu, anak-anak juga punya rasa ingin tahu yang besar dan dia akan berusaha mencari tahu mengapa orangtuanya membaca buku tersebut.</p>
<p><strong>4. </strong><strong>Bacakan buku favorit dan sering-seringlah mengulangnya.</strong></p>
<p>Anak Anda akan belajar tentang kisah tersebut dan mulai belajar tentang mengapa membaca itu penting dan menarik.</p>
<p>Pengulangan menciptakan efek yang kuat dalam daya ingat anak Anda. Mereka akan mengenang kegiatan tersebut dan ingin mengulanginya kembali dengan cara membaca buku yang membawanya ke ingatan masa lalu.</p>
<p><strong>5. </strong><strong>Jawablah selalu pertanyaan Anak Anda.</strong></p>
<p>Dengarkan baik-baik dan sabar apa yang dia tanyakan dan jawablah dengan penuh perhatian dan kesabaran pula. Jika perlu, ajak anak Anda ke toko buku atau perpustakaan untuk menemukan jawaban atas pertanyaannya. Anda dapat pula melakukan kegiatan bersama seperti menemukan jawaban pertanyaan tersebut dalam ensiklopedi, kamus atau browsing google bersama sang anak.</p>
<p><strong>6. </strong><strong>Belikan buku sebagai hadiah ulang tahun sahabat anak Anda.</strong></p>
<p>Biarkan anak Anda memilih buku yang akan dijadikan sebagai hadiah kepada sahabatnya. Dia akan belajar buku adalah benda yang bermanfaat buat orang-orang terdekatnya.</p>
<p><strong>7. </strong><strong>Ketika Anda memiliki waktu luang bersama anak, ceritakan sebuah kisah kepadanya.</strong></p>
<p>Setelah Anda selesai bercerita, mintalah anak Anda bercerita sebuah kisah yang ingin dia ceritakan. Proses ini akan membangun kedekatan antara anak dan orangtua sekaligus mengajak keduanya untuk gemar membaca sebelum bisa menceritakan kisah-kisah baru.</p>
<p><strong>8. </strong><strong>Buat daftar buku yang dimiliki anak Anda dan tempelkan di lemari es dan beri tanda buat buku yang selesai.</strong></p>
<p>Berikan kesempatan anak Anda untuk menempelkan tanda bintang pada setiap buku yang sudah selesai dia baca. Ini memberikan sebuah “sense of accomplishment” dan memacu anak untuk membaca lagi dan lagi.</p>
<p><strong>9. </strong><strong>Jangan pernah memaksa anak Anda membaca atau menyelesaikan buku yang tidak dia sukai. </strong></p>
<p>Ini akan memberi pengalaman buruk dan membuatnya benci membaca. Biarkan dia menemukan apa yang dia sukai dan ajaklah membaca hal-hal tersebut.</p>
<p><strong>10. </strong><strong>Jika anak melihat Anda sedang membaca sebuah buku dan menikmatinya, mereka juga akan tertarik.</strong></p>
<p>Sebagai orangtua, tunjukkanlah bahwa Anda memang gemar membaca dan menjadikannya sebagai kegiatan yang menarik dan rutin dilakukan. Anak-anak akan mencontoh apa yang dilakukan orangtuanya apalagi jika mereka melihat orangtuanya sangat menikmatmati buku yang dibaca.</p>
<p>Ternyata tidak sulit mengajak anak gemar membaca. Ada banyak kegiatan sederhana yang bisa kita lakukan untuk membiasakan anak membaca. Jika Anda sering melakukan hal tersebut di masa kecil sang anak, maka ketika besar nanti mereka akan menjadi orang yang gemar membaca.</p>
<p>Dan yang jauh lebih penting, mereka akan memandang kegiatan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan dan memberi kesempatan untuk melakukan eksplorasi hal-hal baru.</p>
<p>Anda punya tips lainnya? Sampaikan komentar dan pendapat Anda!</p>
<p>Foto: <a href="http://office.microsoft.com/en-us/clipart/download.aspx">Microsoft Free Picture and Clipart</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2010/08/10-tips-mengajak-anak-gemar-membaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Anda Susah Bangun Tidur di hari Senin?</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2010/03/anak-anda-susah-bangun-tidur-di-hari-senin/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2010/03/anak-anda-susah-bangun-tidur-di-hari-senin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Mar 2010 23:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting; Produktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=983</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: <strong>Irwan Dewanto</strong>

Ini adalah posting tamu <em>(guest posting) </em>dari sahabat saya - Irwan Dewanto - HR Manager PT. Unilever Indonesia, Cikarang Factory.

<a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/03/Ihatemonday.jpg"><img style="display: inline; margin: 0px 10px 10px 0px; border-width: 0px;" title="I hate monday" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/03/Ihatemonday_thumb.jpg" border="0" alt="I hate monday" width="207" height="244" align="left" /></a>

Pernahkah kita terlambat masuk kantor di awal minggu, setelah liburan panjang atau <em>long weekend </em>gara-gara anak kita susah untuk bangun pagi? Atau gara-gara anak kita tiba-tiba sakit perut, maag dan pusing, sehingga meminta ijin untuk tidak masuk sekolah, padahal malam sebelumnya dia baik-baik saja.

Kalau kita pernah mengalami atau bahkan sering mengalami hal itu, maka ada kemungkinan anak kita mengalami yang namanya psikosomatis, yaitu timbulnya gejala terjadinya keluhan fisik seperti pusing, mual, dan sebagainya karena sebab psikis. Atau pada anak berusia 2-5 tahun biasanya gejala tersebut berupa sulit untuk bangun pagi.

Hal ini biasa nya terjadi pada pasangan orangtua/suami-istri yang sama-sama bekerja, dimana waktu luang untuk berinteraksi dengan anak-anak hanya pada saat Sabtu-Minggu atau hari libur lainnya. Sehingga tanpa sadar anak-anak kita yang sangat menikmati <em>quality time</em> tersebut merasa enggan untuk memasuki rutinitas yang memisahkan mereka dengan ayah ibunya sehari-hari. Jadi sebenarnya sindrom <strong><em>I hate Monday</em> </strong>bukan hanya bagi kita-kita saja yang sudah <em>grown up.</em>

<!--more-->

<em> </em>

Jika kita mengalami hal ini, maka tidak usah khawatir, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan, yang pada intinya adalah melakukan <em>conditioning</em> kepada anak-anak kita :
<ol>
	<li>Usahakan rencana berlibur yang sampai malam atau aktivitas yang membuat anak-anak lelah secara fisik hanya di hari Sabtu saja, sedangkan di hari Minggu atau di hari terakhir liburan hanya kita isi dengan aktivitas ringan yang berdurasi hanya sampai setengah hari.</li>
	<li>Pada setengah hari di liburan terakhir itu, usahakan sudah mulai mengembalikan aktivitas anak kita ke aktivitas rutin seperti belajar, atau mengerjakan PR, dan yang penting, temani anak kita pada saat belajar atau mengerjakan PR ini, sehingga anak merasa tetap aman dan dekat dengan kita.</li>
	<li>Sebelum anak-anak tidur, luangkan waktu sekitar 5 menit untuk menemani mereka tidur dan memberi pengertian bahwa besok mereka harus kembali bersekolah dan ayah ibu juga harus kembali bekerja.</li>
	<li>Keesokan harinya, bangunkan anak kita sedikit lebih pagi dari biasanya, dan luangkan waktu sebentar untuk membelai-belai buah hati kita sampai dia benar-benar terbangun.</li>
</ol>
Semoga tips tersebut cukup membantu, dan jangan khawatir bagi para pasangan yang belum memiliki momongan, atau para pengantin baru, hal ini juga ampuh diterapkan kepada pasangan kita lho..-)

Tentang Penulis:

<strong>Irwan Dewanto </strong>menyelesaikan pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan Master di bidang Human Resources Management di Psikologi UI. Penulis memiliki pengalaman luas di bidang psikologi dan HR. Saat ini aktif bekerja sebagai HR Manager di PT. Unilever Indonesia, Cikarang Factory

Photo Credit: <a href="http://www.flickr.com/photos/studiosushi/3419589224/" target="_blank">studiosushi</a> under Creative Commons License]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>Irwan Dewanto</strong></p>
<p>Ini adalah posting tamu <em>(guest posting) </em>dari sahabat saya &#8211; Irwan Dewanto &#8211; HR Manager PT. Unilever Indonesia, Cikarang Factory.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/03/Ihatemonday.jpg"><img style="display: inline; margin: 0px 10px 10px 0px; border-width: 0px;" title="I hate monday" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/03/Ihatemonday_thumb.jpg" border="0" alt="I hate monday" width="207" height="244" align="left" /></a></p>
<p>Pernahkah kita terlambat masuk kantor di awal minggu, setelah liburan panjang atau <em>long weekend </em>gara-gara anak kita susah untuk bangun pagi? Atau gara-gara anak kita tiba-tiba sakit perut, maag dan pusing, sehingga meminta ijin untuk tidak masuk sekolah, padahal malam sebelumnya dia baik-baik saja.</p>
<p>Kalau kita pernah mengalami atau bahkan sering mengalami hal itu, maka ada kemungkinan anak kita mengalami yang namanya psikosomatis, yaitu timbulnya gejala terjadinya keluhan fisik seperti pusing, mual, dan sebagainya karena sebab psikis. Atau pada anak berusia 2-5 tahun biasanya gejala tersebut berupa sulit untuk bangun pagi.</p>
<p>Hal ini biasa nya terjadi pada pasangan orangtua/suami-istri yang sama-sama bekerja, dimana waktu luang untuk berinteraksi dengan anak-anak hanya pada saat Sabtu-Minggu atau hari libur lainnya. Sehingga tanpa sadar anak-anak kita yang sangat menikmati <em>quality time</em> tersebut merasa enggan untuk memasuki rutinitas yang memisahkan mereka dengan ayah ibunya sehari-hari. Jadi sebenarnya sindrom <strong><em>I hate Monday</em> </strong>bukan hanya bagi kita-kita saja yang sudah <em>grown up.</em></p>
<p><span id="more-983"></span></p>
<p><em> </em></p>
<p>Jika kita mengalami hal ini, maka tidak usah khawatir, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan, yang pada intinya adalah melakukan <em>conditioning</em> kepada anak-anak kita :</p>
<ol>
<li>Usahakan rencana berlibur yang sampai malam atau aktivitas yang membuat anak-anak lelah secara fisik hanya di hari Sabtu saja, sedangkan di hari Minggu atau di hari terakhir liburan hanya kita isi dengan aktivitas ringan yang berdurasi hanya sampai setengah hari.</li>
<li>Pada setengah hari di liburan terakhir itu, usahakan sudah mulai mengembalikan aktivitas anak kita ke aktivitas rutin seperti belajar, atau mengerjakan PR, dan yang penting, temani anak kita pada saat belajar atau mengerjakan PR ini, sehingga anak merasa tetap aman dan dekat dengan kita.</li>
<li>Sebelum anak-anak tidur, luangkan waktu sekitar 5 menit untuk menemani mereka tidur dan memberi pengertian bahwa besok mereka harus kembali bersekolah dan ayah ibu juga harus kembali bekerja.</li>
<li>Keesokan harinya, bangunkan anak kita sedikit lebih pagi dari biasanya, dan luangkan waktu sebentar untuk membelai-belai buah hati kita sampai dia benar-benar terbangun.</li>
</ol>
<p>Semoga tips tersebut cukup membantu, dan jangan khawatir bagi para pasangan yang belum memiliki momongan, atau para pengantin baru, hal ini juga ampuh diterapkan kepada pasangan kita lho..-)</p>
<p>Tentang Penulis:</p>
<p><strong>Irwan Dewanto </strong>menyelesaikan pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan Master di bidang Human Resources Management di Psikologi UI. Penulis memiliki pengalaman luas di bidang psikologi dan HR. Saat ini aktif bekerja sebagai HR Manager di PT. Unilever Indonesia, Cikarang Factory</p>
<p>Photo Credit: <a href="http://www.flickr.com/photos/studiosushi/3419589224/" target="_blank">studiosushi</a> under Creative Commons License</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2010/03/anak-anda-susah-bangun-tidur-di-hari-senin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

