Belajar Perencanaan Keuangan Lewat Presentasi

Merencanakan Keuangan Rumah Tangga

Buat Anda yang mengikuti blog ini sejak beberapa lama, tentunya mengetahui salah satu topik yang sering saya bahas adalah perencanaan keuangan.

Banyak orang ingin membuat perencanaan keuangan namun tidak tahu harus memulai dari mana.

Untuk itu saya memberanikan diri menulis topik ini secara bertahap dalam berbagai artikel.

[Read more…]

7 Prinsip Perencanaan Keuangan Keluarga

menghitung-rupiah

Merencanakan keuangan sejak dini wajib dilakukan setiap keluarga. Ini berlaku baik buat pasangan muda maupun pasangan yang sudah menikah lebih dari 20 tahun. Membuat rencana yang baik akan membantu untuk menggunakan dana secara bijak sesuai tingkat keperluannya.

Merencanakan keuangan keluarga tidak harus rumit. Anda boleh saja memiliki perencanaan yang detail dan rapi, namun adakalanya perencanaan yang sederhana juga berhasil.

Berikut 7 prinsip dasar yang perlu Anda pegang dalam membuat perencaaan keluarga:

 

1. Belanja lebih kecil daripada pendapatan

Ini hukum pertama yang wajib dipatuhi. Sangat sederhana namun sering dilanggar. Jangan pernah membelanjakan lebih besar dari pendapatan Anda. Masalah besar dalam keuangan keluarga dimulai dari melanggar hal ini. Ini terjadi ketika Anda membelanjakan sesuatu yang sebenarnya tidak Anda miliki.

Ketika Anda mulai belanja lebih besar dari pendapatan, membeli barang melebihi kemampuan, maka malapetaka keuangan dimulai. Anda akan mulai membuat lubang yang terus menerus semakin dalam. Dan jauh lebih sulit untuk berusaha keluar dari lubang tersebut daripada mencoba menghindarinya pada kesempatan pertama.

Jadi, belanja dengan bijak, jangan melebihi pendapatan. Anda akan hidup lebih bahagia, di rumah dan di tempat kerja.

[Read more…]

Antara Hutang Produktif dan Tidak Produktif. Mana Yang Anda Pilih?

hutang

Di zaman modern ini, hampir semua orang pasti pernah berhutang. Ya, hutang sudah menjadi kebutuhan untuk berbagai keperluan. Namun, tahukah Anda bahwa diantara hutang tersebut ada yang produktif dan ada yang tidak? Hutang jenis manakah yang sering Anda gunakan?

Secara sederhana, berhutang berarti meminjam sejumlah uang tertentu (bisa juga berupa barang) dengan janji untuk dikembalikan di masa yang akan datang. Dalam konteks modern, kebanyakan hutang berbentuk pinjaman dana ke bank dengan cara mencicil pembayarannya. Orang berhutang untuk beli rumah, mobil, handphone terbaru atau untuk biaya anak sekolah. Hutang, jika dipergunakan dengan cara yang bijak dan untuk keperluan yang tepat akan bernilai produktif. Sebaliknya, hutang yang dipergunakan dengan keliru akan membuat pelakunya terlilit dalam beban berat yang tak kunjung selesai.

Fakta yang juga menarik adalah, semakin “terlihat” kaya seseorang, maka semakin besar pula hutangnya. Jadi jangan cepat terpesona dengan seorang eksekutif muda yang menenteng gadget terkini dan selalu makan di restoran mahal. Bisa jadi hutang kartu kredit yang dia tanggung jauh lebih besar daripada gajinya sendiri. Artinya orang tersebut sebenarnya minus. Gaji yang baru diterima bulan depan bahkan sudah habis tergadaikan karena hutang yang dia ciptakan hari ini. Tak jarang kenaikan gaya hidup seseorang bergerak lebih cepat daripada kenaikan pendapatan. Ini patut diwaspadai oleh kita semua agar tidak terjebak dalam keadaan besar pasak daripada tiang.

[Read more…]

Merencanakan Keuangan Rumah Tangga

Jika Anda mengamati blog ini, maka Anda akan menemukan salah satu tema yang banyak saya tuliskan adalah tentang perencanaan keuangan. Mengapa saya tertarik tentang hal tersebut? Dan bagaimana kisahnya sehingga saya bisa berbagi tentang keuangan keluarga kepada Anda? Berikut adalah kisahnya.

Saya lahir dari sebuah keluarga sederhana. Ketika memasuki kuliah, seperti kebanyakan mahasiswa lain, saya pun masih menerima kiriman dari orangtua. Uang tersebut harus dimanfaatkan dengan baik agar segala keperluan mulai dari uang kuliah, makan, kost dan lain-lain bisa terpenuhi. Ketika masih mahasiswa, saya juga memutuskan untuk menikah, dan sejak itu resmi saya harus mulai mengelola keuangan sendiri, lepas dari campur tangan orangtua.

Sebagai mahasiswa yang belum lulus, praktis saya hanya bisa bekerja paruh waktu. Karena senang dengan bidang pendidikan dan pengajaran, saya pun menjadi guru les privat. Murid pertama saya kelas IV SD kemudian ditambah dengan murid lainnya di SMP. Penghasilan dari mengajar les ini memang tidak banyak. Sejak itulah saya mulai belajar mengelola keuangan keluarga dengan sebaik-baiknya. Hal ini saya lakukan agar seberapapun penghasilan yang Allah berikan, bisa saya manfaatkan dengan baik, tanpa harus menggantungkan diri kepada orang lain.

Dulu perencanaan keuangan saya masih sangat sederhana. Saya menggunakan Excel untuk memperkirakan berapa kebutuhan saya ke depan dan estimasi penghasilan yang akan diterima. Saya masih ingat betul ketika itu saya dan istri membuat perkiraan berapa uang yang harus dihabiskan untuk membeli beras, lauk pauk dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Waktu itu jatah belanja rumah tangga saya adalah 7.000 rupiah per hari. Artinya, jika ada hari di mana belanja lebih dari nilai tersebut, maka di hari lainnya harus dikurangi. Sedangkan jika kami sekeluarga bisa menahan diri untuk belanja lebih hemat di awal bulan, maka menjelang akhir bulan kelebihan uang belanja bisa ditambahkan untuk membeli makanan yang lebih baik.

[Read more…]