Kado Ulang Tahun Buat Istriku

nurul-noer Hari ini, 9 Maret 2009 tepat hari ulang tahun istriku tercinta, Nurul Halida. Pada usianya yang ke-28, ibu dari tiga orang anak lulusan pesantren Darunnajah – yang dikenal dengan profile NurulNoer di berbagai situs internet – tetap energik dengan segala aktivitasnya.

Sedikit tentang istriku ini, dia adalah seorang penulis handal. Pertama kali kami berkenalan di kampus ketika sama-sama mengelola buletin mahasiswa Universitas Indonesia, Filosofia. Pada saat itu, Nurul salah satu andalan kalau harus menulis cerpen. Gaya bertuturnya yang khas dan renyah menjadi kekuatan tersendiri. Sedangkan aku cenderung menulis dengan gaya formal, terstruktur dan tutorial, mungkin karena pengaruh kuat dari kebiasaan mengajar di kelas maupun training.

Lewat interaksi tersebut akhirnya kami saling mengenal dan memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. Saat itu istriku baru saja ulang tahun yang ke-20 dan aku sendiri baru berusia 21 tahun. Sekelumit tentang kisah perjalanan pernikahan kami dapat dibaca pada posting berikut atau di NurulNoer.com

[Read more…]

Mengenali Diri Lewat Pasangan

Menikah adalah suatu sunnah Rasulullah. Lewat menikah seseorang melengkapi sisa separuh agamanya. Ibarat seekor merpati yang hanya memiliki sebuah sayap, menikah membuatnya memiliki sebuah lagi sayap yang hilang sehingga dengan keduanya akhirnya ia bisa terbang.

Setiap orang memiliki dasar ketika memilih pasangan hidupnya. Agama mengajarkan pilihlah pasangan yang memiliki agama yang baik sehingga dengannya kau akan saling memperbaiki diri. Jika ia menyukaimu, ia akan mencintaimu sepenuhnya, bahkan jika ia tidak menyukaimu, ia akan tetap menghormatimu dan memperlakukanmu dengan sopan.

Sebelum menikah, seringkali orang menetapkan kriteria yang diharapkan dari pasangan. Hal ini wajar dan manusiawi mengingat manusia menyukai apa-apa yang memiliki kesesuaian dengan dirinya dan menghindari apa-apa yang tidak sesuai. Namun, seringkali pula orang merasa kecewa pada akhirnya karena menghadapi kenyataan bahwa pasangan yang dipilih ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan. Bagaimana menyikapi hal seperti ini?

[Read more…]

Menikah itu Mudah

Aku menikah pada usia yang cukup muda, 21 tahun. Waktu itu masih duduk di bangku kuliah semester 6. Banyak orang yang sulit memahami jalan pilihanku waktu itu, termasuk kedua orangtua, mertua, dan teman-teman seperjuangan. Terus terang ide untuk menikah muda ini telah ada di benakku sejak SMU. Aku berpikir bahwa nanti aku tidak akan lama-lama untuk memutuskan menikah jika segala sesuatunya telah dimudahkan.

Satu hal yang memberi dorongan kuat padaku untuk segera menikah adalah kebutuhan untuk memiliki pendamping hidup serta kebutuhan untuk memikul tanggung jawab sebagai suami. Telah tiba suatu masa di mana aku merasakan bahwa untuk berkembang lebih jauh, aku harus memikul tanggung jawab lebih besar dan itu bisa diwujudkan lewat jalan pernikahan. Jadi prinsip yang kupegang waktu itu adalah: jika Allah memperkenalkanku dengan pasangan yang baik, aku akan mempersiapkan diri untuk menjalani pernikahan. Perkara onak dan duri yang menghadang adalah suatu keniscayaan dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan selama didasari oleh niat yang tulus dan mengharapkan pertolongan-Nya.

[Read more…]