<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Pengembangan Diri oleh Muhammad Noer - Membaca Cepat (Speed Reading), Presentasi, Mind Map, Komunikasi, Perencanaan Keuangan, Produktivitas &#187; Personal</title>
	<atom:link href="http://www.muhammadnoer.com/category/personal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.muhammadnoer.com</link>
	<description>Tips Pengembangan Diri: Membaca Cepat, Speed Reading, Produktivitas, Presentasi, Mind Map, Perencanaan Keuangan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 09:39:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Josef Bataona – Blog Tokoh HR Indonesia</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2011/11/josef-bataona/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2011/11/josef-bataona/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Nov 2011 13:00:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Human Resources]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Danamon]]></category>
		<category><![CDATA[Josef Bataona]]></category>
		<category><![CDATA[Unilever]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=1562</guid>
		<description><![CDATA[Josef Bataona, tokoh HR Indonesia yang pernah terpilih sebagai HR Executive of The Year, mantan direktur Sumber Daya Manusia PT. Unilever Indonesia, Tbk dan kini menjabat direktur Sumber Daya Manusia Bank Danamon meluncurkan blognya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika sedang menunggu bis untuk pulang dari kantor di kawasan Mapple Business City &#8211; Singapura, saya mendapat pesan SMS di ponsel:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Dear Noer,</em></p>
<p><em>Selamat Ulang Tahun, semoga sehat dan sukses selalu.</em><em> </em></p>
<p><em>Jos</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pesan tersebut sangat berkesan karena dikirim langsung secara pribadi oleh mantan atasan, guru, dan salah seorang tokoh yang saya kagumi. Dia adalah bapak Josef Bataona, yang lahir dan dibesarkan di sebuah desa kecil di Flores, NTT. Lewat kegigihannya, beliau merantau seorang diri ke Jakarta untuk bekerja dan kuliah sampai akhirnya menjadi direktur Human Resources (HR) PT. Unilever Indonesia, Tbk dan kini menjabat direktur HR di Bank Danamon. Salah satu kelebihan yang beliau miliki adalah memberi perhatian sampai hal-hal yang personal kepada tim di bawahnya, termasuk untuk urusan ulang tahun.</p>
<p>Setelah membalas pesan tersebut, saya dan Pak Jos, panggilan akrab beliau beberapa kali bertukar SMS. Dari pesan singkat beliau saya akhirnya mendapat kabar bahwa Pak Jos akan meluncurkan blog barunya beralamat di <a href="http://www.josefbataona.com">http://www.josefbataona.com</a> tepat pada tanggal 11, bulan 11, tahun 2011.<span id="more-1562"></span></p>
<p>Pak Jos termasuk salah seorang yang sangat ingin menulis dan meluncurkan blog pribadi. Sebagai salah seorang tokoh HR di Indonesia yang pernah mendapat penghargaan HR Executive of The Year pada tahun 2008 oleh para praktisi HR dan Best Contribution to HR Community Award 2009 oleh Asia HRD Congress, beliau tahu betul bahwa blog merupakan media maya yang luar biasa untuk merangkum pemikiran dan pengalaman ke dalam tulisan yang dapat menjadi inspirasi buat banyak orang.</p>
<p>Sebagai seorang yang sarat pengalaman, tentu demikian banyak ilmu, inspirasi, dan kisah berharga yang beliau miliki. Beberapa kali saya memberi semangat kepada beliau untuk segera memulai menulis di blog. Dan ternyata Pak Jos benar-benar berniat melakukannya dan meluncurkan blog pribadi tersebut bekerjasama dengan <a href="http://www.portalhr.com" target="_blank">PortalHR</a>.</p>
<p>Blog pribadi dengan tagline <strong><em>“be yourself, but better everyday” </em></strong>berisi kisah, pengalaman, dan inspirasi beliau baik personal maupun profesional. Kalimat “be yourself, but better everyday” adalah filosofi yang dipegang teguh oleh Pak Jos dan benar-benar diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupannya. Lewat filosofi ini, beliau ingin mengajak setiap orang menjadi dirinya sendiri <em>(be yourself)</em>, namun selalu terbuka dengan pengalaman dan hal positif yang dimiliki orang lain sehingga membantu kita menjadi orang yang lebih baik setiap harinya <em>(better everyday).</em></p>
<p>Dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan selamat kepada bapak Josef Bataona, atas peluncuran blog barunya. Semoga blog ini akan terus tumbuh dan memberi inspirasi kepada lebih banyak masyarakat Indonesia.</p>
<p>Buat para pembaca blog ini, saya sarankan untuk berkunjung ke blog salah seorang tokoh HR di Indonesia. Anda akan banyak mendapatkan inspirasi baru lewat kisah-kisah sederhana yang dituangkan di sana.</p>
<p>Be yourself, but better everyday – Josef Bataona</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.josefbataona.com"><img class="size-large wp-image-1563 aligncenter" title="josef-bataona" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/11/josef-bataona-500x141.png" alt="" width="500" height="141" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2011/11/josef-bataona/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjalani Tantangan Baru di Singapura</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2011/11/menjalani-tantangan-baru-di-singapura/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2011/11/menjalani-tantangan-baru-di-singapura/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2011 23:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[pindah]]></category>
		<category><![CDATA[Singapore]]></category>
		<category><![CDATA[Singapura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2011/11/menjalani-tantangan-baru-di-singapura/</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah kisah perpindahan keluarga kami ke Singapura.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak 1 November 2011 lalu, saya dan keluarga resmi pindah ke Singapura. Ini adalah penugasan saya yang kedua di negeri Singa. Tahun lalu, tepatnya Juli 2010 saya sempat bertugas sementara untuk <em>proyek </em>selama 3 bulan. Kali ini, saya pindah untuk jangka waktu lebih lama, setidaknya sampai 2-3 tahun ke depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ada yang berbeda dari penugasan kali ini.</p>
<p><strong>Pertama</strong>, saya mendapat tugas baru sebagai <em>Human Resource Business Partner </em>untuk <em>Customer Development</em> dan <em>Marketing Operation Global/Regional.</em> Selama 7,5 tahun karir saya di Unilever, hampir 6,5 tahun lebih dihabiskan bersama divisi <em>Supply Chain.</em> Perpindahan ke divisi baru akan memberi saya perspektif yang berbeda dari sebelumnya. Jika Supply Chain sangat dekat dengan proses <em>manufacturing</em> dan <em>engineering</em>, maka Customer Development dan Marketing Operation akan membantu saya berinteraksi lebih dekat mengenal konsumen dan pasar. Sebenarnya Marketing bukan dunia yang asing dengan saya, sebab saya sendiri lulusan Marketing. Jadi peran baru ini akan melatih saya mengkombinasi pengetahuan Human Resource dengan Marketing.</p>
<p><span id="more-1559"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kedua</strong>, jika sebelumnya saya bekerja dalam lingkup lokal/nasional dalam menangani isu <em>human resource</em> dan <em>industrial relations</em> di pabrik, maka sekarang saya akan belajar menangani isu human resource untuk organisasi lintas negara. Tantangan yang dihadapi terkait budaya yang berbeda, termasuk di dalamnya proses perpindahan atau relokasi karyawan dari satu negara ke negara lainnya. Di sini, pengetahuan tentang ketenagakerjaan lintas negara menjadi penting. Tidak hanya itu, peran baru ini mengharuskan saya belajar menerapkan keterampilan mempengaruhi orang lain dari negara berbeda-beda, bahasa keren-nya <em>strategic influencing.</em></p>
<p><strong>Ketiga</strong>, jika sebelumnya saya hanya pindah sementara seorang diri, maka kali ini saya harus memindahkan seluruh anggota keluarga ke tempat baru. Setelah mempertimbangkan waktu yang tepat, akhirnya saya dan istri sepakat untuk berpindah bersama-sama dengan membawa keempat anak kami sekaligus pada hari pertama saya bertugas. Hal ini dengan beberapa pertimbangan, yakni masa tahun ajaran baru yang akan segera dimulai dan kondisi istri yang saat ini sedang hamil besar. Jika menunda keberangkatan, maka istri dan anak-anak harus menunggu sampai beberapa bulan ke depan sampai proses melahirkan dan persiapan dokumen keimigrasian buat anggota keluarga yang baru.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Persiapan Kepindahan</strong></h3>
<p>Tinggal di negeri berbeda untuk jangka waktu yang lebih lama akan menjadi pengalaman baru buat saya dan keluarga. Kami perlu melakukan penyesuaian untuk tempat tinggal, sekolah anak, termasuk interaksi dengan lingkungan yang baru.</p>
<p>Alhamdulillah proses pindah berjalan lancar meskipun relatif saya dan keluarga hanya memiliki waktu yang sangat singkat untuk menyelesaikan berbagai urusan. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan:</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4><strong>Sekolah buat anak-anak</strong></h4>
<p>Pindah ke negara berbeda meskipun dekat tidaklah mudah buat keluarga besar seperti saya. Di usia 30 lebih sedikit, saya telah memiliki 3 orang putra dan 1 orang putri. Ada 3 orang anak yang perlu disiapkan perpindahan ke sekolah yang baru. Adapun putri yang paling kecil masih berusia 2 tahun. Untuk sekolah, pilihan buat anak pertama saya yang berusia 10 tahun jatuh pada Madrasah Al Irsyad, sekolah lokal setempat yang mengkombinasi pengajaran agama. Namun ada tes yang cukup ketat agar bisa diterima. Pilihan kedua adalah sekolah internasional di daerah Orchard. Adapun buat anak kedua dan ketiga yang berusia 6 dan 4 tahun, pilihan jatuh pada sekolah berbasis Montessori.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tempat tinggal baru</strong></p>
<p>Setelah mengunjungi 8 tempat bersama agen yang ditunjuk, pilihan jatuh pada sebuah apartemen di daerah Serangoon. Jika Anda pernah berkunjung ke Singapura, daerah ini dekat dengan kawasan Little India dan juga perkampungan Melayu. Saya dan istri memilih tempat ini karena dekat dengan lokasi sekolah anak-anak. Pertimbangan ini yang paling utama agar mereka bisa dengan cepat dan nyaman menikmati hari-harinya di negeri yang baru. Tempat ini juga hanya beberapa ratus meter dari stasiun MRT terdekat (Lorong Chuan) yang berada pada jalur yang sama dengan lokasi kantor saya. Jadi nantinya saya bisa memanfaatkan moda transportasi kereta api dengan waktu tempuh sekitar 30-40 menit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Perpindahan barang</strong></p>
<p>Semenjak saya menikah, saya mengalami 6 kali pindah rumah. Perpindahan pertama sebulan setelah menikah dari pondok mertua indah ke rumah petak kecil di daerah Tanah Baru Depok. Selanjutnya hampir setiap dua tahun saya dan keluarga berpindah tempat mulai dari daerah Depok 2, Cikarang Baru, kompleks Rewwin Sidoarjo, dan rumah kami terakhir di Delta Aster Sidoarjo sebelum sekarang pindah ke Singapura. Urusan paling merepotkan adalah memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Untuk perpindahan kali ini, meskipun dibantu perusahaan relokasi, saya dan istri harus memilah mana barang yang perlu dibawa dan mana yang tidak. Sebagian kecil barang dibawa ke Singapura dan sebagian lainnya dikirim ke Jakarta jika suatu saat kembali lagi ke Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tiga minggu terakhir adalah masa yang sibuk dengan segala persiapan: dokumen imigrasi, administrasi relokasi, serah terima tugas dengan pengganti saya di Surabaya, perpindahan fisik, dan persiapan untuk menyelesaikan administrasi izin kerja, sekolah dan tempat tinggal.</p>
<p>Alhamdulillah, kami bersyukur banyak kemudahan dan hal tak terduga yang membantu memperlancar proses kepindahan ini. Dan tidak terasa sudah seminggu saya dan keluarga berada di tempat baru.</p>
<p>Buat saya sendiri, minggu ini adalah periode yang sangat sibuk untuk serah terima tugas baru, melakukan perkenalan dan membuat janji pertemuan dengan masing-masing <em>business partner</em> yang nantinya akan menjadi mitra kerja saya.</p>
<p>Semoga tempat yang baru ini akan membawa berkah dan pelajaran baru buat kami sekeluarga. Nantinya, saya akan menulis kembali secara rutin untuk blog ini yang selama beberapa minggu terakhir agak terbengkalai.</p>
<p>Berhubung tempat tinggal sementara kami sangat dekat dengan Singapore River, maka untuk menghabiskan akhir pekan, saya sekeluarga menyusuri jalan sepanjang Singapore River dari daerah Robertson Walk, Raffles Site, sampai patung Merlion kurang lebih 1,5 km.</p>
<p>Dan bersama warga setempat kami melakukan sholat Idul Adha di Masjid Omar Kampong Melaka.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/11/Singapore-Fullerton-All-Family.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="Singapore-Fullerton-All-Family" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/11/Singapore-Fullerton-All-Family_thumb.jpg" alt="Singapore-Fullerton-All-Family" width="420" height="320" border="0" /></a></p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/11/Singapore-Cavenagh-Bridge.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="Singapore-Cavenagh-Bridge" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/11/Singapore-Cavenagh-Bridge_thumb.jpg" alt="Singapore-Cavenagh-Bridge" width="420" height="320" border="0" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika nantinya ada diantara pembaca blog ini yang sedang bertugas atau jalan-jalan ke Singapura, jangan lupa untuk berkirim berita. Siapa tahu kita bisa bertemu di sini.</p>
<p>Salam dari Singapura.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2011/11/menjalani-tantangan-baru-di-singapura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan Akhir Tahun 2010</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2010/12/catatan-akhir-tahun-2010/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2010/12/catatan-akhir-tahun-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Dec 2010 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Akhir Tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2010/12/catatan-akhir-tahun-2010/</guid>
		<description><![CDATA[Sebentar lagi tahun 2010 akan berakhir. Ini artinya kurang lebih dua tahun sudah saya membuat blog MuhammadNoer.com. Ada banyak suka duka yang terjadi sepanjang tahun tersebut. Pada posting berikut, saya ingin berbagi beberapa catatan penting yang diukir blog sampai menjelang pergantian tahun.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="display: inline; border: 0px;" title="Catatan Akhir Tahun 2010" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/12/CatatanAkhirTahun2010.jpg" border="0" alt="Catatan Akhir Tahun 2010" width="362" height="140" /></p>
<p>Sebentar lagi tahun 2010 akan berakhir. Ini artinya kurang lebih dua tahun sudah saya membuat blog MuhammadNoer.com. Ada banyak suka duka yang terjadi sepanjang tahun tersebut. Pada posting berikut, saya ingin berbagi beberapa catatan penting yang diukir blog sampai menjelang pergantian tahun.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>Autoresponder</strong></h3>
<p>Memasuki tahun 2010 saya memutuskan menggunakan <strong>autoresponder</strong> atas anjuran beberapa blogger besar dunia seperti <strong><a href="http://www.entrepreneurs-journey.com/">Yaro Starak</a></strong> dan <strong><a href="http://www.davidrisley.com/">David Risley</a></strong> yang menjadi guru saya dalam bidang blogging. Setelah menimbang-nimbang beberapa pilihan, akhirnya keputusan jatuh pada Aweber. Buat Anda yang belum familiar, autoresponder adalah sebuah layanan email otomatis yang bisa melakukan <em>follow up</em> kepada para <em>subscriber</em> berdasarkan interval waktu tertentu. Dengan autoresponder kita dapat mengirim email kepada ribuan pelanggan secara bersamaan pada hari tertentu dan jam tertentu. Dan menariknya, email tersebut bisa saja disiapkan satu hari yang lalu, atau sepuluh hari sebelumnya.</p>
<p>Ketika peralihan terjadi, jumlah subscriber blog ini baru mencapai 1.100 orang. Menjelang akhir 2010, blog kesayangan Anda telah berhasil menembus 8.000 subscriber. Kurang lebih 7.000 subscriber baru bertambah dalam tempo setahun. Terima kasih kepada Anda semua yang telah bergabung dan meramaikan diskusi di blog ini.</p>
<p>Dengan tingkat pertumbuhan subscriber baru sekitar 50-70 orang per hari, maka diprediksi pada akhir 2011 blog kesayangan Anda dapat menyentuh angka 30.000 subscriber. Sebuah angka yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Ini dimungkinkan akibat efek bola salju dari Anda semua yang mereferensikan blog ini kepada teman-teman lewat berbagai cara.</p>
<p><span id="more-1209"></span></p>
<h3><strong>Kelahiran Minisite MembacaCepat.com</strong></h3>
<p>Pada tahun ini pula saya berhasil menyelesai 10 video tutorial membaca cepat yang menandai hadirnya website <strong><a href="http://www.membacacepat.com/">MembacaCepat.com</a></strong>. Video-video berdurasi 5-10 menit tersebut mengajarkan dasar-dasar <em>speed reading</em> dalam bahasa sederhana yang mudah dipahami. Awalnya saya menggunakan <strong>YouTube</strong> untuk memutar video secara streaming. Namun atas banyaknya permintaan pembaca, saya menyewa server khusus milik Amazon untuk menyimpannya. Kini Anda bisa <a href="http://www.membacacepat.com/video">mendownload kesepuluh video</a> tersebut dalam berbagai format yang kompatibel dengan Windows, iPad, iPhone, Blackberry, Android ataupun <em>mobile device</em> lainnya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>Artikel Terbaik</strong></h3>
<p>Ada 55 artikel yang menghiasi blog ini sepanjang 2010. Ini berarti satu artikel setiap minggu. Saya berusaha tetap konsisten menulis minimal seminggu satu artikel agar blog yang Anda baca ini tetap segar dan memberi warna baru bagi pembacanya. Salah satu cara yang saya lakukan agar bisa terus memiliki ide menulis adalah mengumpulkan setiap konsep, lintasan pemikiran, ataupun ide menarik dalam <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2010/10/menata-ide-mind-map/">sebuah catatan</a></strong>. Cara ini membantu saya untuk bisa segera menulis ketika memiliki waktu tanpa harus mencari ide baru terlebih dahulu.</p>
<p>Dari seluruh artikel yang ada, saya memilih 10 artikel terbaik berdasarkan beberapa kriteria:</p>
<ul>
<li>Seberapa sering artikel tersebut dishare via Facebook oleh pembaca</li>
<li>Jumlah komentar yang masuk</li>
<li>Kualitas diskusi yang terjadi dalam komentar</li>
<li>Dan tentu saja seberapa sering artikel tersebut diakses para pembaca sepanjang tahun ini</li>
</ul>
<p>Anda bisa menikmati artikel pilihan tersebut <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2010/12/artikel-pengembangan-diri-terbaik-2010/">di sini.</a></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>Kursus Membaca Cepat Online “Speed Reading for Smart People”</strong></h3>
<p>Pada tahun 2010 ini pula akhirnya saya berhasil meluncurkan kursus membaca cepat online pertama di Indonesia. Saya memberi nama <strong>“Speed Reading for Smart People”</strong> mengingat kursus ini tidak hanya mengajarkan seseorang membaca dengan cepat, melainkan pula bagaimana mengingat dan memahami apa-apa yang Anda baca dalam jangka panjang. Pada akhirnya kursus ini akan mengajak para pesertanya menjadi pembaca yang “smart”. Kelas pertama dibuka pada bulan Juni 2010 dan kelas kedua baru saja berakhir awal Desember 2010 yang lalu. Anda bisa <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2010/11/download-kurikulum-kursus-membaca-cepat-online/">mendownload kurikulum lengkapnya di sini</a></strong>.</p>
<p>Sekitar 200 peserta dari berbagai latar belakang telah bergabung dan saling berdiskusi di member area. Kursus ini cukup menarik karena diikuti mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, dosen, karyawan, dokter, ahli keuangan, konsultan pendidikan dan profesional dari berbagai bidang lainnya. Tidak hanya itu rentang usia para peserta sangat bervariasi mulai dari yang termuda 20 tahun sampai 60 tahun lebih. Ini membuktikan belajar tidak mengenal usia atau profesi.</p>
<p>Ketika kelas baru saja dibuka pada Juni 2010, saya mendapat penugasan mendadak ke Singapura. Karena itu sebagian rekaman video kursus saya buat di apartemen yang berlokasi diantara Sommerset Road dan Orchard Road – jalur shopping paling ramai di negeri singa. Saya juga melakukan tanya jawab dengan para peserta dari negara tetangga. Inilah salah satu keunggulan belajar online. Peserta dan instruktur berada pada tempat yang berbeda namun tetap dapat berinteraksi satu sama lain. Mirip dengan kursus online yang saya ikuti sendiri di mana pengajarnya berada di Amerika Serikat dan Australia sementara para muridnya dari seluruh penjuru dunia.</p>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>Statistik Blog</strong></h3>
<p>Mencermati statistik yang ada, blog ini dikunjungi 500-700 unique visitor setiap harinya dengan pageview sebanyak 20.000 per minggu. Angka ini mungkin tidak terlalu tinggi. Namun yang paling membahagiakan buat saya adalah blog ini punya segmen pembaca setia yang menantikan dengan antusias posting terbaru setiap minggunya. Hal ini menciptakan kedekatan antara saya dengan pembaca meskipun tak pernah bertemu. Jika Anda seorang blogger, saya yakin Anda bisa merasakan keterhubungan yang sama.</p>
<p>Terkait <em>performance</em> di mesin pencari, maka blog ini akan sangat mudah ditemukan jika Anda mencari topik “membaca cepat” atau “teknik presentasi”. Setelah dua tahun blogging saya memiliki cukup banyak artikel untuk kedua topik tersebut yang diapresiasi oleh mesin pencari terbesar sedunia, Google.</p>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>Berikutnya</strong></h3>
<p>Di tahun 2011 nanti, ada beberapa hal yang akan saya lakukan. Pertama adalah memindahkan hosting blog ini ke <strong>Private Server </strong>untuk menjaga kinerja dan kecepatan. Kedua saya akan menyelesaikan buku kedua untuk topik Presentasi yang ditargetkan bisa selesai Maret 2011. Terakhir saya kemungkinan akan merancang dan menghadirkan kursus online kedua untuk topik yang berbeda.</p>
<p>Itulah sekelumit catatan blog ini sepanjang 2010.</p>
<p>Dari sudut hati yang paling dalam, saya mengucapkan terima kasih karena Anda telah menjadi bagian dari keluarga besar pembaca blog pengembangan diri MuhammadNoer.com dan MembacaCepat.com. Dukungan, masukan dan partisipasi Anda telah membuat blog ini menjadi seperti sekarang.</p>
<p>Mohon doa restu dan dukungan Anda agar blog ini bisa terus <em>eksis </em>sekaligus memberi sumbangsih bagi bangsa dan masyarakat Indonesia.</p>
<p>Sampai bertemu di tahun 2011.</p>
<p>Saya nantikan komentar maupun masukan Anda untuk pengembangan di masa mendatang.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Muhammad Noer</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2010/12/catatan-akhir-tahun-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Tetap Produktif di Tengah Kesibukan Kerja</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2010/12/produktif-kesibukan-kerja/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2010/12/produktif-kesibukan-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Dec 2010 23:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja Cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja Keras]]></category>
		<category><![CDATA[Produktif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2010/12/produktif-kesibukan-kerja/</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana cara membagi waktu antara pekerjaan dan aktivitas online. Bagaimana kita bisa tetap produktif di tengah berbagai kesibukan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="margin: 0px auto; display: block; float: none; border: 0px;" title="Book and coffee" src="http://farm4.static.flickr.com/3582/3668169284_79a241959c.jpg" border="0" alt="Book and coffee" width="500" height="500" /></p>
<p>Salah seorang pembaca blog ini bertanya, <strong>bagaimana cara saya membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, namun tetap bisa <em>nge-blog</em> dan mengelola kursus online? </strong></p>
<p>Pertanyaan ini sangat menarik dan tidak cukup dijelaskan hanya dalam satu atau dua kalimat. Saya berjanji kepada sang penanya untuk menjawabnya dalam sebuah posting blog.</p>
<p>Dan inilah jawabannya. Pada posting berikut saya ingin <em>sharing</em> kepada Anda bagaimana cara membagi waktu antara pekerjaan dan aktivitas online. Bagaimana kita bisa tetap produktif di tengah berbagai kesibukan.</p>
<h3><strong>Mengenali Peran</strong></h3>
<p>Setiap orang menjalani berbagai peran. Saya adalah karyawan buat perusahaan, suami buat istri tercinta, ayah bagi empat orang anak, anggota masyarakat di lingkungan, blogger bidang pengembangan diri, trainer kursus membaca cepat online, dan berbagai aktivitas lain di mana saya terlibat.</p>
<p>Setiap peran memerlukan perhatian secara adil. Kapan waktunya berkontribusi bagi perusahaan tempat bekerja. Kapan menjadi suami dan ayah yang baik buat keluarga, kapan menjadi penulis yang berbagi semangat dan inspirasi kepada orang lain.</p>
<p>Tugas kita adalah <strong>mempelajari alokasi waktu yang kita miliki</strong>, dan mengatur bagaimana <strong>masing-masing peran dijalankan sebaik mungkin</strong> pada tempatnya.</p>
<p>Inilah dasar yang perlu dipakai jika Anda ingin membagi waktu dengan baik untuk berbagai aktivitas dan peran yang Anda miliki. Insya Allah bagian ini akan saya bahas lebih lanjut dalam posting khusus.</p>
<p><span id="more-1204"></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>Kerja Keras dan Kerja Cerdas</strong></h3>
<p>Satu hal yang paling menantang jika Anda seorang profesional di kantor namun tetap ingin eksis di dunia online sebagai blogger adalah bagaimana <strong>membagi waktu dan mengelola ide.</strong> Di satu sisi kesibukan pekerjaan akan menyita energi dan perhatian. Di sisi lain dibutuhkan komitmen kuat untuk menulis agar posting terbaru bisa terus terbit. Tak cukup hanya itu, keluarga juga membutuhkan perhatian tersendiri yang tidak kalah pentingnya.</p>
<p>Untuk itu dibutuhkan <strong>kerja keras</strong> di mana Anda harus rela bersusah payah dan menyediakan waktu khusus membuat tulisan. Sekaligus dibutuhkan pula <strong>kerja cerdas</strong> yakni bagaimana Anda memanfaatkan waktu senggang yang tersedia secara produktif.</p>
<h3><strong>Dibutuhkan Pengorbanan</strong></h3>
<p>Jika Anda punya tanggung jawab pekerjaan namun ingin terus nge-blog, tentu saja dibutuhkan pengorbanan. Salah satunya adalah mengurangi waktu tidur dan istirahat agar bisa dimanfaatkan untuk mencari ide segar dan membuat berbagai karya online. Secara pribadi, waktu terbaik buat saya adalah di tengah malam atau dini hari. Pada waktu tersebut ide berkembang pesat dan saya bisa menulis dengan produktivitas tinggi.</p>
<p>Jika sepulang kerja saya masih segar, maka setelah makan malam, istirahat sejenak, bercengkerama dengan istri dan anak-anak, saya akan memulai tugas menulis posting blog, membuat presentasi modul training, atau melakukan rekaman video. Ini dilakukan setelah pukul 22.00 sampai tengah malam.</p>
<p>Sebaliknya jika saya cukup lelah sepulang kerja, maka saya akan memilih tidur lebih awal untuk kemudian bangun di tengah malam. Memang tidak mudah. Tapi jika Anda memiliki motivasi yang kuat, semua itu dapat dilakukan dan secara perlahan menjadi kebiasaan. Jika konsisten melakukannya, maka Anda dapat membuat karya yang memberi manfaat buat orang banyak. Bisa berupa buku, artikel, atau modul pelatihan.</p>
<h3><strong>Kerja Cerdas dan Pengelolaan Waktu</strong></h3>
<p>Karena tuntutan tugas, saya cukup sering bepergian keluar kota. Sedikitnya sebulan sekali saya bolak-balik Surabaya-Jakarta atau sesekali ke kota lainnya. Jika tugas sedang padat, saya bisa bepergian hampir setiap minggu. Karena itu tak jarang saya menghabiskan waktu menunggu penerbangan di bandara, berada di dalam taksi menuju kantor atau lokasi meeting, dan menghabiskan 1-2 jam di dalam pesawat yang mengantar ke kota tujuan.</p>
<p>Ada dua hal yang biasa saya lakukan di waktu senggang tersebut. <strong>Pertama: tidur</strong> untuk istirahat. Jika saya merasa lelah, maka tidur dan beristirahat akan membuat saya segar setiba di tujuan. <strong>Kedua: bekerja dan menulis</strong>. Jika kondisi tubuh masih <em>fresh</em>, maka ada 4 aktivitas yang sering saya lakukan:</p>
<ul>
<li>mendengarkan video/audio training</li>
<li>membaca buku</li>
<li>merancang ide</li>
<li>membuat tulisan</li>
</ul>
<p> </p>
<h6><strong>Aktivitas pertama: Belajar lewat video/audio training.</strong></h6>
<p>Pekerjaan termudah tentu saja mendengarkan video/audio training. Untuk mengupdate pengetahuan, saya mengikuti beberapa training online dan mendengarkannya di waktu senggang. Saya juga mendengarkan podcast untuk belajar bahasa sekaligus mengikuti tips manajemen terbaru.</p>
<p>Dengan demikian, meskipun sibuk, saya selalu bisa menyempatkan diri untuk belajar. Saya akan belajar di ruang tunggu, di dalam pesawat, dalam taksi, atau ketika perjalanan pulang dan pergi ke tempat kerja sehari-hari.</p>
<p>Ini adalah cara terbaik memanfaatkan waktu dalam perjalanan untuk kegiatan produktif.</p>
<p><strong>Aktivitas kedua: Membaca.</strong> Jika saya lebih mood untuk membaca, maka saya akan membuka buku, mempelajari dokumen pekerjaan ataupun menikmati <em>ebook</em> yang bisa ditampilkan lewat mobile device seperti iPad. Dengan kemampuan baca cepat yang sudah dilatih sejak sepuluh tahun lalu, saya bisa menyelesaikan sebuah buku dengan tuntas dalam pesawat Surabaya-Jakarta.</p>
<p><strong>Aktivitas ketiga: Merancang Ide.</strong> Ide tidak kenal waktu. Ide juga sering muncul ketika kita sedang tidak ada kerjaan alias menunggu. Ada dua cara yang biasa saya lakukan yakni menuliskan ide tersebut langsung di atas kertas, atau membiarkannya berkembang dalam kepala untuk kemudian dituliskan setelah saya tiba di tempat.</p>
<p>Bentuk lain adalah melakukan brainstorming untuk mengumpulkan ide penulisan, proyek pelatihan, maupun aktivitas online yang menjadi minat.</p>
<p><strong>Aktivitas keempat: Menulis.</strong> Ya, ide-ide yang sudah terkumpul saya buat dalam artikel untuk diterbitkan dalam blog ini. Kebanyakan tulisan saya buat di rumah pagi hari atau tengah malam. Namun saya juga memanfaatkan setiap kesempatan dan waktu senggang dengan menulis.</p>
<p>Salah satu tempat menulis favorit saya adalah ketika berada di dalam taksi. Karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa dilakukan selain duduk manis dan melihat kemacetan, saya lebih suka membuka komputer lalu mulai menulis. Kecepatan menulis saya sangat tinggi dalam kondisi seperti itu. Percaya atau tidak, saya bisa membuat 2-3 artikel masing-masing 4 halaman dalam sebuah perjalanan taksi dari Bandara menuju kantor atau lokasi meeting.</p>
<p>Itulah beberapa cara memanfaatkan waktu luang yang bisa Anda coba. Apapun profesi yang dijalani, Anda bisa tetap profesional dalam pekerjaan sekaligus produktif berkarya sesuai minat dan bakat. Semuanya bisa berjalan beriringan tanpa harus mengganggu satu sama lain.</p>
<p>Tentu saja tidak ada cara mudah melakukannya. Selalu diperlukan pengorbanan, motivasi yang kuat, dan pantang menyerah. Di setiap kesulitan akan ada kemudahan.</p>
<p>Selamat menjadi manusia produktif di tengah kesibukan.</p>
<p>Jangan lupa sampaikan komentar atau pendapat Anda.</p>
<p>Photo Credit: <a title="christian.senger" href="http://www.flickr.com/photos/30928442@N08/">christian.senger</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2010/12/produktif-kesibukan-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inilah Buku Yang Anda Inginkan</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2010/10/buku-anda-inginkan/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2010/10/buku-anda-inginkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2010 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[ebook]]></category>
		<category><![CDATA[Polling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2010/10/buku-anda-inginkan/</guid>
		<description><![CDATA[Minggu lalu saya membuat polling tentang buku apa yang Anda inginkan berikutnya. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pembaca blog ini yang telah berpartisipasi dalam polling tersebut. Saya menerima banyak respon yang memberi masukan berharga tentang apa yang Anda butuhkan. Dan inilah hasil polling tersebut secara lengkap.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu lalu saya membuat polling tentang buku apa yang Anda inginkan berikutnya. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pembaca blog ini yang telah berpartisipasi dalam polling tersebut. Saya menerima banyak respon yang memberi masukan berharga tentang apa yang Anda butuhkan. Dan inilah hasil polling tersebut secara lengkap.</p>
<h3>Jumlah Responden dan Pilihannya</h3>
<p>Total 50 responden berpartisipasi dalam polling ini. Grafik di bawah menunjukkan jumlah responden setiap harinya sejak polling dibuka. Dari gambar ini kita bisa melihat pembaca paling banyak merespon pada hari kedua dan ketiga setelah polling secara resmi dibuka.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/10/ChartResponPollingBuku.png"><img style="display: inline; border: 0px;" title="Chart-Respon-Polling-Buku" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/10/ChartResponPollingBuku_thumb.png" border="0" alt="Chart-Respon-Polling-Buku" width="300" height="150" /></a></p>
<p>Dari total 50 responden tersebut, inilah pilihan mereka atas topik yang diberikan. Setiap orang boleh memilih maksimal dua pilihan topik yang paling diminati. Dari grafik berikut terlihat jelas <strong>Mind Mapping </strong>paling banyak dipilih diikuti Kecerdasan Emosional, Perencanaan Keuangan dan Presentasi Efektif.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/10/ChartPollingBuku.png"><img style="display: inline; border: 0px;" title="Chart-Polling-Buku" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/10/ChartPollingBuku_thumb.png" border="0" alt="Chart-Polling-Buku" width="345" height="210" /></a></p>
<p><span id="more-1146"></span></p>
<h3><strong>Topik Yang Paling Diminati</strong></h3>
<p>Dari 6 topik yang diberikan, tercatat <strong>Mind Mapping </strong>mendominasi. Hampir 50% menginginkan topik ini dibahas secara khusus dalam sebuah buku. Berikut beberapa komentar mereka yang ingin topik tersebut:</p>
<blockquote><p>“Saya sangat ingin tau sekali bagaimana cara kerjanya Mind Mapping agar bisa mempermudah kita untuk mempelajari dan memahami isi buku yang kita baca.”</p>
<p>&#8220;Mempemudah pembelajaran secara singkat dan untuk mengingatkan kembali secara garis besar .”</p>
<p>&#8220;Buku topik mind mapping yang ada di pasaran sulit diterapkan dalam praktek, karena piranti lunak memang harus dibeli mahal untuk aplikasi mind mapping. Oleh karena itu, diusulkan piranti lunak yang murah atau gratis (open source) untuk aplikasi mind mapping bersama bukunya.”</p>
<p>“Mind mapping paling saya perlukan agar mempelajari suatu materi bisa lebih simpel, cepat dan mudah diingat.”</p></blockquote>
<p>Secara mengejutkan, topik <strong>Kecerdasan Emosional</strong> masuk ke urutan kedua yang paling diinginkan dari polling tersebut mengalahkan Perencanaan Keuangan dan Presentasi. Inilah komentar mereka:</p>
<blockquote><p>“Menurut saya kepribadian seseorang sangat dipengaruhi dari mana ia berasal dan dalam hal ini keluarga sebagai wadah pembentukan yang utama. Kecerdasan emosional sangat penting karena menyangkut hubungannya dengan diri sendiri dan orang lain.”</p>
<p>“Kecerdasan Emosional lebih dibutuhkan dalam berhubungan antar manusia baik dalam urusan bisnis, pekerjaan maupun urusan lain dan untuk orang yang menguasai kecerdasan emosional dengan lebih baik, diharapkan dapat mencapai taraf hidup dan kesuksesan yang lebih baik pula.”</p>
<p>“Saya masih sering kesulitan memanage emosi, terutama dalam situasi stress yang tinggi.”</p>
<p>“Saya butuh buku tentang kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual tetapi berupa modul untuk pelatihan bagi mahasiswa karena sekarang ini cenderung nilai-nilai itu diabaikan, ya intinya untuk pembentukan karakter.”</p></blockquote>
<p>Pada urutan ketiga tampil topik <strong>Perencanaan Keuangan.</strong> Ternyata cukup banyak responden yang memiliki persoalan dalam mengelola keuangan rumah tangga.</p>
<blockquote><p>“Kalau bisa tentang perencanaan keuangan keluarga juga dibahas. Bagi yang baru memulai atau akan memulai berkeluarga, perencanaan keuangan adalah salah satu hal yang wajib difokuskan. Agar bisa menjalani hidup dengan tenang, nyaman dan bahagia. Walaupun bukan hanya uang yang membuat orang bahagia <img src='http://www.muhammadnoer.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ”</p>
<p>“Banyak keluarga belum bisa merencanakan keuangan dengan baik…”</p>
<p>“Buku topik perencanaan keuangan keluarga membantu kami memilih berapa besar gaji/penghasilan untuk kebutuhan hidup, pengeluaran wajib (tagihan listrik, air, telpon, pendidikan), investasi dan lain-lain dengan bantuan piranti lunak Microsoft Excel sebagai alat bantu.”</p>
<p>“Saya merasakan begitu sulit mengatur keuangan keluarga. Gaji berapapun nyaris tak tersisa untuk nabung.”</p></blockquote>
<p>Pada posisi keempat, tampil topik <strong>Presentasi Efektif.</strong> Kebanyakan responden yang memilih topik ini bercerita mereka ingin menjadi trainer dan membutuhkan strategi memberikan presentasi yang baik dan efektif.</p>
<blockquote><p>“Kelemahan utama umumnya bagi orang yang membawakan presentasi/ materi adalah membuat audiens bosan/tidak tertarik. olehnya itu perlu buku yang bisa membahas tuntas tentang presentasi efektif.”</p>
<p>“Presentasi yang baik tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan pribadi, namun lebih pada apa yang kita sampaikan bisa menarik dan orang lain dapat mengambil manfaatnya.”</p>
<p>“Saya juga ingin buku presentasi efektif, agar saya bisa melaksanakan kegiatan presentasi yang berkualitas.”</p></blockquote>
<p>Adapun topik <strong>Dunia Kerja</strong> dan <strong>Pendidikan</strong> berada pada posisi terakhir dalam polling kali ini. Meskipun demikian, komentar yang masuk menunjukkan orang tersebut sangat perhatian terhadap dunia pendidikan kita sekaligus bagaimana agar seseorang bisa sukses di dunia kerja.</p>
<h3><strong>Judul Buku Yang Anda Usulkan</strong></h3>
<p>Setelah kita melihat usulan topik yang dibahas, berikutnya adalah usulan judul buku dari pembaca. Saya mendapat banyak masukan judul-judul menarik dari polling kali ini. Berikut beberapa judul yang Anda usulkan:</p>
<ul>
<li>Mind Mapping Dalam Keseharian Manusia</li>
<li>Aplikasi Mind Mapping Dalam Peningkatan Prestasi Belajar Di Sekolah, Berkarir dan Bekerja Di Kantor</li>
<li>Cara Cepat mencapai impian dengan menguasai Kecerdasan emosional</li>
<li>Menuai sukses dengan kecerdasan emosional</li>
<li>Aplikasi Microsoft Excel Dalam Perencanaan Keuangan Keluarga</li>
<li>To Be Young Enterpreuneur</li>
<li>The Best Presentation for You!</li>
<li>Presentasi Efektif</li>
</ul>
<p> </p>
<h3>Here Is The Deal</h3>
<p>Terus terang setelah membaca seluruh hasil polling satu per satu, tidak mudah bagi saya memutuskan buku mana yang akan dituliskan berikutnya.</p>
<p>Topik <strong>Mind Mapping</strong> saya kuasai dengan baik. Bahkan dalam <strong>Kursus Membaca Cepat Online</strong> saya juga membahas topik ini secara mendalam. Namun menjadikannya sebagai buku dalam waktu singkat sepertinya akan sulit. Saya masih memerlukan waktu terutama menyiapkan lebih banyak lagi contoh pembuatan mind map itu sendiri. Untuk itu, saya akan membahasnya dalam beberapa posting ke depan. Jika tiba saatnya, bukan tidak mungkin saya akan menulis buku khusus tentang hal ini.</p>
<p>Adapun <strong>Kecerdasan Emosional</strong> merupakan tema yang menarik buat saya meskipun saya bukanlah psikolog dan tidak memiliki <em>background</em> di bidang psikologi. Saya belajar secara khusus tentang psikologi secara otodidak. Topik Kecerdasan Emosional merupakan topik terberat buat saya pribadi jika harus dituliskan dalam sebuah buku. Saya perlu landasan keilmuan yang cukup sebelum membahas tema ini lebih jauh. Oleh karena banyak pembaca yang memilihnya, maka saya akan berusaha untuk belajar lebih banyak di bidang ini sehingga bisa berbagi kepada Anda semua lewat posting-posting dalam blog ini.</p>
<p>Kandidat buku yang paling dekat untuk dijadikan buku adalah <strong>Perencanaan Keuangan</strong> atau <strong>Presentasi Efektif.</strong> Mengapa dua topik ini yang menonjol? Alasannya karena saya memiliki banyak bahan baik yang sudah dituliskan maupun yang belum dituliskan. Untuk Perencanaan Keuangan, saya memiliki <em>template</em> keuangan pribadi menggunakan Excel yang saya pakai sehari-hari. Bahkan untuk mengulas <em>template</em> ini saja saya yakin bisa menghabiskan banyak halaman. Adapun merancang dan memberikan <strong>Presentasi Efektif</strong> merupakan pekerjaan saya sehari-hari. Bagi saya memberikan presentasi adalah seni berkomunikasi. Dengan demikian, referensi yang tersedia relatif lebih banyak.</p>
<p><em>So, here is the deal. </em>Saya akan memulai menulis buku berikutnya untuk salah satu topik di bawah ini:</p>
<ul>
<li>Perencanaan Keuangan Keluarga</li>
<li>Presentasi Efektif</li>
</ul>
<p>Saya belum memutuskan mana yang akan dipilih. Mudah-mudahan dalam beberapa minggu ke depan saya sudah bisa memilih dan memutuskan.</p>
<p>Buat Anda yang memilih <strong>Mind Mapping </strong>dan <strong>Kecerdasan Emosional </strong>semoga tetap berbesar hati. Secara pribadi saya ingin sekali menuliskannya namun seperti yang sudah dijelaskan di atas, sulit bagi saya melakukannya dalam tempo singkat sehingga untuk sementara topik ini baru tersedia sebagai artikel dalam blog ini.</p>
<p>Terima kasih atas partisipasi Anda dalam polling ini. Saya belajar banyak dari respon yang Anda berikan.</p>
<p>Jika Anda memiliki usulan, saran atau pendapat, silakan sampaikan komentar Anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2010/10/buku-anda-inginkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku Apa Yang Anda Inginkan Dari Saya?</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2010/10/buku-apa-yang-anda-inginkan-dari-saya/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2010/10/buku-apa-yang-anda-inginkan-dari-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Oct 2010 09:29:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Ebook Gratis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=1135</guid>
		<description><![CDATA[saya memiliki rencana untuk menulis buku berikutnya terkait salah satu topik di atas. 
Buku apakah yang jika saya tuliskan akan membawa manfaat terbesar buat Anda?
Problem apa yang Anda rasakan terkait 6 topik utama yang saya bahas? 
Apa problem terbesar yang ingin Anda atasi?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setahun telah berlalu sejak saya menerbitkan <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/speed-reading-for-beginners/">Speed Reading for Beginners</a></strong><strong> </strong> pada bulan Juli 2009. Saya mendapatkan banyak masukan dan apresiasi positif dari Anda semua pembaca setia blog ini. Lebih dari <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/speed-reading-for-beginners/">150 komentar</a> </strong>saya terima dan terus bertambah dari waktu ke waktu. Saya juga menemukan orang sering membagi buku panduan membaca cepat itu kepada keluarga, teman dekat, maupun sharing lewat <strong>milis, Facebook </strong>dan <strong>media online </strong>lainnya. Hal itu membantu buku yang saya tulis menjadi referensi penting buat orang yang ingin belajar <strong>Speed Reading </strong>secara sungguh-sungguh.</p>
<h3><strong>Inilah Topik Utama Blog Ini</strong></h3>
<p>Selain membaca cepat, blog ini juga punya beberapa topik besar lainnya yakni:</p>
<ol>
<li>Mind Mapping</li>
<li>Presentasi Efektif</li>
<li>Perencanaan Keuangan Keluarga</li>
<li>Emotional Intelligence</li>
<li>Dunia Kerja</li>
<li>Pendidikan</li>
</ol>
<p>Boleh dikatakan hampir semua topik yang saya tuliskan merupakan bagian dari pengalaman pribadi. Ketika menjelaskan mind mapping, sebenarnya saya bercerita tentang catatan pribadi yang saya buat. Ketika membahas topik presentasi efektif, maka saya menggunakan pengalaman selama ini sewaktu menyampaikan presentasi secara profesional dihadapan tokoh penting, training-training yang saya berikan, maupun sesi sharing dimana saya tampil. Demikian halnya dengan topik-topik lain. Semua bagian dari apa yang pernah saya jalani. Saya senang menuliskannya karena yakin dan percaya bahwa mengajarkan sesuatu berarti belajar dua kali. Saya jauh lebih memahami apa-apa yang saya ketahui setelah saya mengajarkan atau menuliskannya.</p>
<p><span id="more-1135"></span></p>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>Saya Berencana Menulis Buku Berikutnya</strong></h3>
<p>Setelah berjalan setahun sejak buku terakhir, maka saya memiliki rencana untuk menulis buku berikutnya terkait salah satu topik di atas. Jika Allah mengizinkan dan saya dimudahkan dalam semua prosesnya, insya Allah saya akan menulis buku berikutnya kepada Anda. Menulis buku merupakan tugas menantang karena kita berusaha menyampaikan pokok pikiran secara runtut dan terstruktur agar mudah dipahami orang lain. Buku yang baik menurut saya adalah buku yang mudah dipahami oleh pembacanya serta mampu mempengaruhi mereka menjadi lebih baik lewat nasehat, keterampilan, pengetahuan atau informasi yang disampaikan buku tersebut.</p>
<h3><strong>Sampaikan Pandangan Anda</strong></h3>
<p>Pembaca blog <strong>MuhammadNoer.com </strong>cukup beragam sehingga tidak mudah bagi saya menentukan buku apa yang akan ditulis berikutnya. Untuk itu saya butuh masukan Anda.</p>
<ul>
<li>Buku apakah yang jika saya tuliskan akan membawa manfaat terbesar buat Anda?</li>
<li>Problem apa yang Anda rasakan terkait 6 topik utama yang saya bahas?</li>
<li>Apa problem terbesar yang ingin Anda atasi?</li>
</ul>
<p>Masukan Anda akan sangat berharga untuk membantu saya membuat keputusan penting ini. Saya sangat berterima kasih jika Anda bersedia menyisihkan waktu 5 menit untuk menjawab pertanyaan berikut:</p>
<ul>
<li>Buku tentang apa yang Anda inginkan?</li>
<li>Mengapa Anda membutuhkannya?</li>
<li>Apakah Anda punya usul untuk judul buku tersebut?</li>
</ul>
<p>Seperti sebelumnya, buku ini akan tersedia secara digital dan gratis buat seluruh pembaca sebagai bentuk saling berbagi dan tolong menolong. Meskipun tidak tertutup kemungkinan jika ada penerbit yang berminat mencetaknya untuk dijual, saya akan mengusahakan edisi digital selalu tersedia buat semua orang tanpa perlu mengeluarkan biaya.</p>
<p>Silakan isi form berikut ini dan klik tombol kirim. Saya akan mengumumkan hasil polling ini dalam salah satu posting yang akan datang. Seluruh data bersifat anonim dan tidak mencatat data pribadi Anda.</p>
<p>Terima kasih Anda telah memberi masukan penting buat penulisan buku berikutnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2010/10/buku-apa-yang-anda-inginkan-dari-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Yang Saya Pelajari Dari Singapura</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2010/08/apa-yang-saya-pelajari-dari-singapura/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2010/08/apa-yang-saya-pelajari-dari-singapura/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 01:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Singapore]]></category>
		<category><![CDATA[Singapura]]></category>
		<category><![CDATA[Travel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2010/08/apa-yang-saya-pelajari-dari-singapura/</guid>
		<description><![CDATA[Tinggal beberapa bulan di Negeri Singa mau tidak mau membuat saya belajar tentang negara kota ini. Sir Thomas Stamford Raffles dikenal sebagai pendiri kota Singapura modern dengan menjadikannya sebagai pusat perdagangan Inggris sampai akhirnya negeri ini maju dan berkembang. Berawal dari kota pelabuhan, dengan cepat Singapura membangun infrastrukturnya sehingga menjadi salah satu kota terbaik di Asia mengalahkan Shanghai, Hong Kong, Tokyo dan lainnya.

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tinggal beberapa bulan di Negeri Singa mau tidak mau membuat saya belajar tentang negara kota ini. Sir Thomas Stamford Raffles dikenal sebagai pendiri kota Singapura modern dengan menjadikannya sebagai pusat perdagangan Inggris sampai akhirnya negeri ini maju dan berkembang. Berawal dari kota pelabuhan, dengan cepat Singapura membangun infrastrukturnya sehingga menjadi salah satu kota terbaik di Asia mengalahkan Shanghai, Hong Kong, Tokyo dan lainnya.</p>
<p>Data statistik yang saya pelajari lewat situs resmi pemerintah menunjukkan jumlah penduduk Singapura sekitar 5 juta orang di mana 43% adalah warga asing. Angka ini tertinggi keenam sedunia untuk persentase warga asing di suatu wilayah. Singapura sangat tergantung pada orang asing untuk membangun perekonomiannya. Hal ini diperparah dengan tingkat pertumbuhan penduduk setempat yang negatif. Dari 1000 penduduk, hanya ada 43 orang yang menikah. Tingkat fertilitas terbaru semakin menurun menjadi 1,22 kelahiran per 1000 wanita (statistik 2009).</p>
<p>Ini berarti, jika hanya mengandalkan warga lokal maka jumlah penduduk akan terus menurun dari tahun ke tahun. Saya sempat mengobrol dengan mahasiwa yang sedang mengambil PhD di Nanyang University tentang hal itu. Menurut dia sebagai warga lokal, ini terjadi karena biaya hidup yang semakin tinggi. Biaya kesehatan, perumahan dan lainnya sangat besar. Ketika menikah orang harus mencari tempat tinggal yang sangat mahal. Itu mengapa semakin banyak yang hidup melajang atau menunda pernikahan. Oleh karena itu pemerintah setempat menggalakkan orang asing untuk tinggal di negerinya untuk mengimbangi penurunan jumlah penduduk lokal. Sebutan resminya menjadi Permanent Resident yang memiliki hak seperti kurang lebih sama seperti warga lokal meskipun tetap berkewarganegaraan asing. Di satu sisi hal ini membantu Singapura untuk terus tumbuh tapi di sisi lain membuat sebagian warga lokal khawatir mereka akan didominasi para imigran.</p>
<p>Negeri ini juga menjadi <em>hub</em> atau pusat untuk kawasan Asia Pasifik bagi banyak perusahaan multinasional. Para ahli berbagai negara dikumpulkan di satu tempat untuk menyusun strategi dan rencana secara terpusat untuk diterapkan di negara-negara lain di mana perusahaan tersebut beroperasi. Didukung oleh infrastruktur yang baik dan lokasi yang strategis, tempat ini memang pas sebagai titik penghubung antar negara. Orang asing dari berbagai negara dapat dengan mudah beradaptasi didukung akses transportasi yang cepat dan mudah, teknologi informasi yang maju dan bahasa Inggris yang dipakai secara luas sebagai <em>lingua franca</em>. Jalur penerbangan yang padat ke berbagai kota di Asia dan Eropa membuatnya mudah untuk didatangi sekaligus kembali ke negara asal. Pesaing dekat Singapura adalah Dubai di Uni Emirat Arab yang juga menjadi pusat kawasan Asia terutama bagi industri perminyakan.</p>
<p><span id="more-1120"></span></p>
<h3>Bahasa</h3>
<p>Bahasa Melayu merupakan bahasa Nasional meskipun 85% warga Singapura tidak bisa berbahasa Melayu. Awalnya saya sempat kaget dengan angka setinggi itu namun bisa memahaminya setelah berdiskusi dengan pengemudi taksi asli Melayu karena populasi etnis mereka cuma sekitar 13%. Bahasa Nasional Melayu dipilih karena alasan historis di mana Singapura punya hubungan dekat dengan kesultanan Melayu, meskipun bahasa Inggris dominan dipakai secara umum di mana-mana. Saya sempat mendengarkan Lagu kebangsaan berjudul “Majulah Singapura” yang benar-benar berbahasa Melayu pada National Day 9 Agustus yang lalu.</p>
<p>Di sini saya bisa mendengar bahasa Inggris berbagai versi. Karena kantor saya merupakan tempat orang berbagai negara bertemu, maka ada perbedaan di sana-sini dalam pengucapan maupun gaya berbahasa. Setidaknya ada orang dari 28 kebangsaan di sini. Yang paling mudah saya dengar tentu saja bahasa Inggris versi orang Indonesia atau negara tetangga masih serumpun seperti Thailand atau Malaysia. Bahasa Inggris gaya India yang cepat juga cukup mudah saya pahami karena saya banyak berinteraksi dengan mereka. Bahasa Inggris paling jernih menurut saya malah diucapkan orang-orang Afrika. Adapun yang agak susah jika penuturnya orang Inggris asli dan bergaya <em>British</em> tulen. Saya harus pasang kuping baik-baik agar bisa paham. Maklum, banyak pernyataan dan gaya berbahasa yang jarang kita dengar kalau belajar Inggris di Indonesia.</p>
<p>Dan ternyata, bahasa Inggris Singaporean juga tidak mudah saya mengerti karena sedikit banyaknya melanggar tata bahasa yang normal. Bahasa ini berawal dari kelas pekerja di Singapura yang belajar bahasa Inggris tanpa pendidikan formal. Ada banyak ungkapan Hokkien, Melayu dan bahasa lainnya yang bercampur dalam bahasa Inggris. Awalnya saya suka bingung dengan kalimat-kalimat Singaporean dengan logat khasnya di sini:</p>
<p><em>“Can not do like that, lah.” </em></p>
<p><em>“It is very very cheap, lah” </em></p>
<p><em>“Hey uncle ah, I want ah glass of teh ah, please hurry up ah”</em></p>
<p><em>“Aiyaa, dis guy ah, always buddy-buddy and dunno how to fix the mess, even small-small problem also cannot fix LEH, then HOW?”</em></p>
<p><em>Oke deh, “Don’t speak Singlish too much lah. I can not understand you lah”</em></p>
<p>Jika Anda suka naik taksi atau berbelanja di pasar-pasar, bahasa Inggris seperti ini perlu dipelajari karena sangat membantu berkomunikasi dengan akrab dengan warga lokal.</p>
<p>Ada beberapa catatan yang menarik dan menjadi pelajaran buat saya terutama bagaimana negeri ini membangun diri.</p>
<h3>1. Marketing</h3>
<p>Singapura sangat pintar dalam memasarkan diri. Mulai dari tiba di bandara, Anda akan mendapat informasi lengkap tempat apa saja yang bisa dikunjungi mulai dari museum, kawasan bersejarah, pusat perbelanjaan, maupun tempat rekreasi seperti Universal Studio yang baru dibuka. Sebagai contoh, salah satu tempat wajib yang biasa dikunjungi turis adalah kawasan <strong>City Hall </strong>sampai <strong>Raffles Place </strong>di mana terdapat patung Merlion, <strong>Asian Civilization Museum </strong>dan sebuah sungai, <strong>Singapore River. </strong></p>
<p>Jika diperhatikan, sungainya relatif kecil dan tidak ada apa-apanya dibandingkan sungai-sungai di Indonesia. Tapi mereka membuatnya menjadi kawasan wisata yang cukup menarik dengan perahu tradisional, kawasan food court di tepi sungai dan tak lupa menghubungkan aspek sejarah kawasan itu.</p>
<p>Jika Anda sedang dalam penerbangan ke kota lain dan transit di Changi Airport, Anda bisa memanfaatkan fasilitas City Tour gratis di bandara dengan syarat ada waktu 5 jam sebelum penerbangan selanjutnya. Ini salah satu cara memasarkan wisata mereka yang dikunjungi 10 juta wisatawan setiap tahun. Hampir dua kali lipat daripada penduduknya sendiri. Dan turis Indonesia termasuk yang terkenal hobby datang ke sini dengan belanjaan yang banyak. Bahkan jika Anda naik Bus Wisata untuk tur dalam kota, guide-nya akan menjelaskan ketika melewati Mt Elizabet Hospital, di rumah sakit inilah banyak orang Indonesia datang berobat. Ternyata orang kita kaya-kaya dan terkenal di sini.</p>
<p>Tempat-tempat lain seperti museum, kebun binatang dan tempat rekreasi lainnya bisa dipoles sedemikian rupa sehingga terlihat menarik dan berbeda dari tempat kebanyakan. Kawasan etnik yang relatif kecil seperti Kampong Glam (Melayu), China Town, dan Little India tertata sedemikian rupa menunjukkan keragaman etnis. Ketika singgah di Little India, saya merasa seperti kembali berkunjung ke Mumbai, kota terbesar dan terpadat di India diiringi lagu Kal Ho Na Ho yang terkenal merdu itu. Bedanya hanya para pengemudi lebih tertib dan klakson mobilnya tidak sekeras jalanan asli di Mumbai yang semrawut dan rawan terjadi senggolan antar kendaraan maupun pejalan kaki.</p>
<p>Sayang saya sudah kembali ketika balapan Formula 1 digelar di sini akhir September yang akan datang. Terus terang saya sangat ingin menyaksikan dan penasaran bagaimana jalanan kota bisa disulap menjadi sirkuit balapan F1 satu-satunya di malam hari. Event ini sekaligus menunjukkan bagaimana mereka bisa memasarkan negeri yang mungil dengan sumberdaya terbatas menjadi punya daya tarik di sana sini.</p>
<h3>2. Keamanan</h3>
<p>Meskipun berstatus kota metropolitan, Singapura terkenal aman buat warga lokal maupun asing. Anda dapat berjalan sendirian di tengah malam menyusuri trotoar kota tanpa harus khawatir akan tindak kriminal. Bahkan para wanita pun bisa merasa aman berjalan sendirian di malam hari tanpa khawatir ada orang iseng yang mengganggu.</p>
<p>Saya tidak tau apa alasannya sebab kalau diperhatikan, tidak ada polisi maupun petugas keamanan yang lalu lalang di jalanan. Mungkin karena hampir semua gedung, stasiun <strong>MRT (Mass Rapid Transport) </strong>dan tempat umum lainnya selalu dipasang monitor yang banyak dan bertuliskan “This building is monitored by CCTV 24 hours”. Entahlah. Tapi yang pasti, Anda sulit mendapatkan tingkat keamanan yang sama di tempat lain.</p>
<h3>3. Efektif</h3>
<p>Satu hal yang cukup menonjol dari kota ini adalah bagaimana segala sesuatu diatur dengan efektif. Ketika Anda naik kereta api, Anda cukup memakai kartu elektronik untuk melewati pintu masuk. Tidak ada petugas khusus yang menjaganya.</p>
<p>Ketika Anda naik bus, kartu yang sama digunakan untuk mencatat jarak tempuh perjalanan dan berapa biaya yang harus dibayar secara otomatis. Tidak ada kondektur yang mengumpulkan uang dari para penumpang.</p>
<p>Jika ingin memarkir mobil, Anda bisa melihat papan petunjuk di jalanan yang menunjukkan berapa jumlah tempat parkir yang masih tersedia di gedung-gedung sekitarnya. Ketika Anda memilih untuk parkir di satu gedung, sebuah kartu elektronik akan membuka dan menutup pintu tanpa penjagaan petugas parkir. Semuanya dilakukan dengan cepat dan efektif. Jadi, Anda tidak akan berputar-putar setengah jam atau lebih ketika mencari tempat parkir seperti di Plaza Semanggi Jakarta atau Tunjungan Plaza Surabaya.</p>
<p>Bahkan untuk membeli tiket ataupun kartu seperti itu, Anda cukup mendatangi tempat penjualan otomatis seperti ATM dikenal dengan General Ticketing Machine atau tempat isi ulang saldo kartu Anda.</p>
<h3>4. Teratur</h3>
<p>Apa yang membuat Singapura efektif menurut saya adalah keteraturan. Tata kota dirancang sedemikian rupa sehingga sejak awal setiap bangunan memang berada pada tempat yang tepat. Anda bisa melihat dengan jelas pada setiap halte bus nomor berapa saja yang akan lewat dan kemana arahnya. Bahkan jika Anda baru pertama kali menggunakan jasa tersebut, Anda bisa membaca indeks jalan dan mencari no bus yang relevan.</p>
<p>Ketika keluar dari stasiun kereta api, Anda bisa melihat petunjuk keluar dilengkapi peta. Dengan demikian Anda bisa melihat ke mana tujuan Anda dan pintu keluar mana yang harus dilalui. Orang-orang menyeberang jalan pada tempatnya membuat lalu lintas teratur dan tidak ada kemacetan berarti.</p>
<p>Ketika hendak naik taksi sekalipun, maka Anda harus menunggu di halte khusus dan secara tertib ikut mengantri. Taksi tidak boleh berhenti sembarangan di tengah jalanan utama kecuali di atas jam 10 malam.</p>
<p>Maka jika ingin merasakan keteraturan kota-kota Eropa namun tetap berada di Asia, maka Singapura mungkin menjadi salah satu contoh yang pas.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/08/SingaporeRiver.jpg"><img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto; border: 0px;" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/08/SingaporeRiver_thumb.jpg" border="0" alt="" width="495" height="376" /></a></p>
<p>Itulah empat hal utama yang saya pelajari dari tempat ini. Saya mencoba mengambil apa yang baik dan bermanfaat untuk dibawa pulang. Tentu Singapura juga bukan tempat yang sempurna serta punya kekurangan di sana sini. Salah satunya adalah tidak banyak berita yang heboh seperti di Indonesia. Dunia terasa datar-datar saja tanpa kejutan di sana sini.</p>
<p>Meskipun Singapura kota yang nyaman untuk ditinggali namun saya tetap lebih cinta dan menyukai tinggal di Indonesia dengan segala macam hiruk pikuknya. Negeri kita punya potensi luar biasa yang menunggu tangan-tangan terampil para penduduknya untuk mengolah negeri menjadi kawasan yang makmur. <em>So, what are you waiting for?</em> <em>Give the best for your country and community. </em>Jangan menunggu atau berharap orang lain yang mengubahnya untuk kita. Lakukan apa yang bisa dikerjakan, kecil ataupun besar. Seperti nasehat bijak yang selalu saya ikuti: Mulailah dari yang kecil, mulailah dari diri sendiri, dan mulailah dari saat ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2010/08/apa-yang-saya-pelajari-dari-singapura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Singapura, Orchard Road, dan Banjir Besar</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2010/06/singapura-orchard-road-dan-banjir-besar/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2010/06/singapura-orchard-road-dan-banjir-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 23:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Mandarin Gallery]]></category>
		<category><![CDATA[Orchard Road]]></category>
		<category><![CDATA[Singapore]]></category>
		<category><![CDATA[Singapura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=1088</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin tidak banyak yang tahu, tak lama setelah launching kursus membaca cepat Senin, 21 Juni 2010 yang lalu, tepat dua hari setelahnya 23 Juni 2010 saya resmi pindah ke kantor baru di Unilever Asia Private Limited di Singapura. Perpindahan ini cukup mendadak karena saya diperlukan untuk melakukan studi organisasi di beberapa negara. Ini akan menjadi tugas yang berat sekaligus menantang buat saya. Semoga saya diberi kekuatan dan kemudahan untuk menjalankannya dengan baik.

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah beberapa kali menulis tentang topik Speed Reading, kali ini saya ingin bercerita topik yang lebih ringan yakni kepindahan saya ke Singapura.</p>
<p>Mungkin tidak banyak yang tahu, tak lama setelah <strong><a href="http://www.membacacepat.com/daftar/">launching kursus membaca cepat</a></strong> Senin, 21 Juni 2010 yang lalu, tepat dua hari setelahnya 23 Juni 2010 saya resmi pindah ke kantor baru di Unilever Asia Private Limited di Singapura. Perpindahan ini cukup mendadak karena saya diperlukan untuk melakukan studi organisasi di beberapa negara. Ini akan menjadi tugas yang berat sekaligus menantang buat saya. Semoga saya diberi kekuatan dan kemudahan untuk menjalankannya dengan baik.</p>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>Proses Kepindahan</strong></h3>
<p>Alhamdulillah proses kepindahan berjalan lancar, meskipun waktu terbatas untuk mempersiapkan diri. Hampir saja saya tidak mendapatkan tiket dan masih status cadangan sampai sehari sebelum keberangkatan. Namun akhirnya saya berhasil berangkat tepat waktu.</p>
<p>Kedatangan saya yang kelima kali di negeri pulau ini sedikit berbeda. Jika sebelumnya saya hanya berkunjung untuk 1-3 hari, maka kali ini saya akan menetap untuk beberapa bulan lamanya sampai proyek selesai.</p>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>Tempat Tinggal dan Orchard Road</strong></h3>
<p>Saat ini saya masih bertempat tinggal di hotel, persis di jantung keramaian Singapura, Orchard Road yang ramai sejak pagi sampai tengah malam. Dari jendela kamar saya bisa melihat keramaian di daerah ini sepanjang hari. Jalanan ini sempat banjir cukup hebat beberapa waktu lalu namun bisa diatasi dalam tempo 1-2 jam saja.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/06/IMG_0521.jpg"><img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto; border: 0px;" title="IMG_0521" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/06/IMG_0521_thumb.jpg" border="0" alt="IMG_0521" width="520" height="395" /></a></p>
<p>Seharusnya saya menempati apartemen, namun sayang semuanya <em>full booked.</em> Saya masih menunggu sampai pertengahan Juli nanti. Apa mungkin karena dipakai orang Indonesia yang lagi liburan? Sebab hampir di setiap tempat yang saya kunjungi saat ini cukup banyak orang Indonesia lagi liburan dan sibuk berbelanja.</p>
<p><span id="more-1088"></span></p>
<p>Jarak dari hotel ke kantor cukup dekat sehingga setiap hari saya berjalan kaki sekitar 10 menit pulang pergi. Trotoar di sini lebar-lebar dan sangat menghargai para pejalan kaki. Ada banyak kursi-kursi di sepanjang trotoar untuk sekadar santai atau istirahat. Posting yang sedang Anda baca ini saya tulis sambil bersantai di <em>pedestrian area</em> persis depan <strong>Mandarin Gallery,</strong> Orchard Road.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/06/IMG_0523.jpg"><img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto; border: 0px;" title="IMG_0523" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/06/IMG_0523_thumb.jpg" border="0" alt="IMG_0523" width="520" height="395" /></a></p>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>Apa Yang Saya Sukai Dari Singapura</strong></h3>
<p>Ada 3 hal yang paling saya suka di sini. <strong>Pertama,</strong> akses informasi yang mudah. Sejak dari bandara, pusat perbelanjaan, maupun hotel, Anda akan mendapatkan informasi seputar Singapura dengan mudah. Mulai dari rute MRT, bus, tempat-tempat menarik yang perlu dikunjungi, maupun informasi penting lainnya. Bahkan jika Anda baru pertama kali datang sekalipun, selama Anda bisa membaca peta dan instruksi yang diberikan, Anda bisa melancong sendirian tanpa harus banyak tanya sana sini.</p>
<p><strong>Kedua,</strong> akses internet yang cepat dan mudah. Ya, Singapura terkenal memiliki infrastruktur IT yang sangat baik di Asia. Tak jarang penyedia jasa internet besar membuka server-nya di negeri ini untuk melayani negara-negara Asia Pasifik. Saya sendiri bisa menikmati koneksi broadband yang cepat. Seluruh video seri membaca cepat dengan ukuran file asli sekitar 30 MB per video dapat <em>diupload</em> dengan cepat kurang dari 1 menit setiap videonya. Karena itu, saya mengupload semuanya ke <strong><a href="http://www.facebook.com/pages/Membaca-Cepat/132864950062152">Facebook</a></strong> sebagai alternatif buat yang tidak biasa menggunakan <strong>YouTube.</strong> Tidak hanya itu, sebagai pengguna mobile internet, saya memiliki ketergantungan akses internet buat handphone. Berbekal SIM Card dari SingTel seharga SGD 10, saya bisa menikmati akses wireless gratis dari <strong>Wireles@SG</strong> untuk iPhone saya hampir di semua tempat di negeri ini. Dengan demikian, saya bisa membalas segera email-email penting atau sekedar update status via Twitter.</p>
<p><strong>Ketiga,</strong> akses transportasi yang mudah dan efisien. Di sini kita tidak akan mendapati kemacetan yang berarti karena transportasi publik dipakai semua orang. Mulai dari pekerja biasa sampai direktur perusahaan naik bus dan kereta api bawah tanah (MRT). Dengan cara ini, kita bisa pergi kemanapun dalam waktu yang singkat paling lama 1 jam saja. Tidak hanya itu, jam operasional juga bisa kita lihat dengan mudah di setiap stasiun MRT atau perhentian bus. Ini berbeda dengan KRL Jakarta yang kadang telat berjam-jam di mana saya pernah menjadi penumpang setianya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>Apa Yang Akan Saya Lakukan Di Sini?</strong></h3>
<p>Selama di Singapura, saya akan melakukan proyek khusus terkait bidang <strong>Human Resources</strong> (HR) lebih spesifik lagi HR untuk <em>manufacturing.</em> Saya akan melakukan studi buat beberapa negara untuk melihat kesiapan organisasi mereka. Tugas ini sangat menarik karena jauh berbeda dari pengalaman selama ini yang lebih banyak di pabrik dengan urusan <strong><em>Industrial Relations</em></strong>-nya. Sekarang saya dapat kesempatan menganalisa organisasi dalam konteks yang lebih luas. Ada banyak negara yang akan dipelajari mulai dari Asia, Afrika dan sebagian Eropa.</p>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>Bagaimana Dengan Blog Ini dan Kursus Membaca Cepat?</strong></h3>
<p>Jangan khawatir, saya akan tetap aktif menulis di blog MuhammadNoer.com setelah usai jam kerja. Blogging sudah menjadi kebutuhan saya untuk sharing dan mengasah pemikiran. Sudah banyak judul tersedia di kebun ide saya siap untuk dituliskan.</p>
<p>Di samping itu, saya akan tetap menjalankan kursus membaca cepat online &#8211; <strong><a href="http://www.membacacepat.com/daftar/">Speed Reading for Smart People</a></strong> yang kini telah diikuti lebih dari 80 member. Karena akses internet yang lebih cepat, kini saya akan lebih mudah meng-upload video dibandingkan sebelumnya di mana komputer harus ditinggal semalaman sampai proses upload selesai.</p>
<p>Itulah laporan singkat 5 hari terakhir saya di Singapura. Jika Anda punya rencana berkunjung dalam waktu 2-3 bulan ke depan, <em>just let me know.</em> Mungkin kita bisa ngobrol santai sambil minum kopi di Orchard Road <img src='http://www.muhammadnoer.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Berikut video singkat yang sempat saya rekam di pinggir jalan sambil membuat posting ini.</p>
<p style="text-align: center;"><strong> </strong></p>
<p>[quicktime]http://noer.s3.amazonaws.com/mandarin.mp4[/quicktime]</p>
<p><strong>Muhammad Noer</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<h3><strong>STOP PRESS:</strong></h3>
<p>Pendaftaran kursus membaca cepat online – Speed Reading for Smart People akan <strong>ditutup 1 Juli 2010. </strong>Buat Anda yang tertarik namun belum sempat mendaftar, <strong><a href="http://www.membacacepat.com/daftar/">lakukan sekarang</a></strong> sebelum terlambat. Setelah ini saya akan berkonsentrasi pada grup pertama kursus dan belum bisa memastikan kapan pendaftaran dibuka kembali. Diskon khusus 50% masih berlaku sampai 30 Juni 2010, don’t miss it.</p>
<p>Silakan klik link berikut untuk bergabung <a href="http://www.membacacepat.com/daftar/">http://www.membacacepat.com/daftar/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2010/06/singapura-orchard-road-dan-banjir-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
<enclosure url="http://noer.s3.amazonaws.com/mandarin.mp4" length="5673975" type="video/mp4" />
		</item>
		<item>
		<title>Merencanakan Keuangan Rumah Tangga</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2010/04/merencanakan-keuangan-rumah-tangga/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2010/04/merencanakan-keuangan-rumah-tangga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 23:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencanaan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Perencanaan Keuangan; Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2010/04/merencanakan-keuangan-rumah-tangga/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Jika Anda mengamati blog ini, maka Anda akan menemukan salah satu tema yang banyak saya tuliskan adalah tentang perencanaan keuangan. Mengapa saya tertarik tentang hal tersebut? Dan bagaimana kisahnya sehingga saya bisa berbagi tentang keuangan keluarga kepada Anda? Berikut adalah kisahnya.</p>

<p>Saya lahir dari sebuah keluarga sederhana. Ketika memasuki kuliah, seperti kebanyakan mahasiswa lain, saya pun masih menerima kiriman dari orangtua. Uang tersebut harus dimanfaatkan dengan baik agar segala keperluan mulai dari uang kuliah, makan, kost dan lain-lain bisa terpenuhi. Ketika masih mahasiswa, saya juga memutuskan untuk menikah, dan sejak itu resmi saya harus mulai mengelola keuangan sendiri, lepas dari campur tangan orangtua.</p>

<p>Sebagai mahasiswa yang belum lulus, praktis saya hanya bisa bekerja paruh waktu. Karena senang dengan bidang pendidikan dan pengajaran, saya pun menjadi guru les privat. Murid pertama saya kelas IV SD kemudian ditambah dengan murid lainnya di SMP. Penghasilan dari mengajar les ini memang tidak banyak. Sejak itulah saya mulai belajar mengelola keuangan keluarga dengan sebaik-baiknya. Hal ini saya lakukan agar seberapapun penghasilan yang Allah berikan, bisa saya manfaatkan dengan baik, tanpa harus menggantungkan diri kepada orang lain.</p>

<p>Dulu <a href="http://www.muhammadnoer.com/2008/09/perencanaan-keuangan-itu-mudah/">perencanaan keuangan</a> saya masih sangat sederhana. Saya menggunakan Excel untuk memperkirakan berapa kebutuhan saya ke depan dan estimasi penghasilan yang akan diterima. Saya masih ingat betul ketika itu saya dan istri membuat perkiraan berapa uang yang harus dihabiskan untuk membeli beras, lauk pauk dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Waktu itu jatah belanja rumah tangga saya adalah 7.000 rupiah per hari. Artinya, jika ada hari di mana belanja lebih dari nilai tersebut, maka di hari lainnya harus dikurangi. Sedangkan jika kami sekeluarga bisa menahan diri untuk belanja lebih hemat di awal bulan, maka menjelang akhir bulan kelebihan uang belanja bisa ditambahkan untuk membeli makanan yang lebih baik.</p>
<!--more-->

<p></p>

<p>Oh ya, selain menjadi pengajar privat, karena hobi mengotak-atik komputer, saya pun memiliki profesi sebagai penjual komputer. Pelanggan saya adalah rekan-rekan mahasiswa yang membutuhkan komputer namun tidak paham jenis seperti apa yang mereka butuhkan. Usaha ini merupakan kegiatan kecil-kecilan yang menopang perekonomian rumah tangga saya saat itu.</p>

<p>Satu hal yang saya pelajari saat itu adalah ketidakpastian penghasilan karena murid bisa bertambah dan bisa berkurang. Termasuk penjualan kadang lancar kadang tidak. Maka saya belajar merencanakan bagaimana menata sedikit kelebihan penghasilan untuk menutupi kekurangan di periode berikutnya. Hal sebaliknya adalah mengatur penghasilan bulan berjalan yang terbatas agar cukup sampai datangnya penghasilan baru. Salah satu yang harus saya tata saat itu adalah bagaimana agar pada waktunya saya bisa membayar biaya kontrak rumah petak sebesar 120.000 per bulannya.</p>

<p>Menjelang lulus, saya mendapat pekerjaan sebagai instruktur simulasi bisnis yang mengajarkan mahasiswa dan siswa SMU memahami laporan keuangan perusahaan untuk pengambilan keputusan. Tentu saja pendapatan sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya. Walaupun demikian, saya dan istri berkomitmen agar peningkatan gaya hidup tidak boleh lebih cepat dari pendapatan. Jika memang masih bisa bertahan dengan gaya hidup sebelumnya, maka itulah yang akan dilakukan. Selisihnya bisa untuk <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/03/cara-mudah-menabung-secara-rutin/">menabung</a> dan membantu anggota keluarga lain yang membutuhkan.</p>

<p>Alhamdulillah cara seperti itu terus saya lakukan sampai sekarang. Dan saya pun masih <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/01/kebiasaan-mencatat-fondasi-dasar-perencanaan-keuangan/">mencatat</a> berapa pengeluaran dan penghasilan dalam rangka merencanakan keuangan keluarga. Kami hampir tidak pernah membeli sesuatu sebelum diberi kemampuan untuk memilikinya. Jika ingin membeli sesuatu yang agak mahal seperti TV misalnya, maka saya akan menyisihkan penghasilan tiap bulan sampai saatnya terkumpul penuh untuk membeli barang yang dibutuhkan secara tunai. Termasuk ketika sudah memiliki kemampuan, perencanaan yang baik akan membuat kita berpikir secara jernih kewajaran antara <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/03/antara-keinginan-dan-kebutuhan/">keinginan dan kebutuhan</a> yang hendak dipenuhi.</p>

<p>Apa yang saya lakukan sangat terasa manfaatnya. <b>Pertama </b>kita akan lebih mudah bersyukur karena rezeki yang Allah berikan bisa dikelola dengan baik dan selalu cukup guna memenuhi berbagai keperluan. <b>Kedua</b> kita jarang mengeluh karena perencanaan yang baik membuat hidup lebih tertata. <b>Ketiga </b>kita bisa membantu orang lain karena telah berhasil memenuhi kebutuhan keluarga secara wajar dan berbagi dengan orang lain kelebihannya. <b>Keempat </b>kita bisa menghindari hutang yang tidak perlu atau ketergantungan kepada orang lain. <b>Kelima </b>pikiran akan lebih jernih karena tidak disibukkan guna memikirkan hutang yang harus dibayar, atau keinginan berlebih yang ingin dipuaskan sebelum tiba kemampuan memilikinya.</p>

<p>Karena itu saya ingin berbagi kepada Anda semua pembaca blog ini. Jika Anda belum terbiasa membuat <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/12/menyusun-perencanaan-keuangan-tahunan/">perencanaan</a>, lakukanlah mulai dari sekarang. Mumpung usia masih muda, mumpung anak masih kecil, mumpung keperluan hidup masih bisa dikelola. Adalah aneh jika Allah sudah memberikan rezeki yang pantas namun kita masih selalu merasa kekurangan dan tidak cukup karena tidak pernah mengelolanya dengan baik. Kalaupun kita termasuk orang yang mendapat rezeki dunia terbatas, insya Allah kita akan terbantu untuk senantiasa bersyukur dan mencukupkan diri dengan apa yang ada di tangan. Ini akan menjaga kehormatan diri dari bergantung kepada makhluk.</p>

<p>Itulah sekelumit kisah pribadi yang ingin saya bagi kepada Anda semua. Semoga bermanfaat dan menjadikan kita hamba yang senantiasa ingat bersyukur. Hanya Allah Yang Maha Pemberi Rezeki. Tugas kita untuk mensyukuri serta memanfaatkannya secara baik dan benar.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda mengamati blog ini, maka Anda akan menemukan salah satu tema yang banyak saya tuliskan adalah tentang perencanaan keuangan. Mengapa saya tertarik tentang hal tersebut? Dan bagaimana kisahnya sehingga saya bisa berbagi tentang keuangan keluarga kepada Anda? Berikut adalah kisahnya.</p>
<p>Saya lahir dari sebuah keluarga sederhana. Ketika memasuki kuliah, seperti kebanyakan mahasiswa lain, saya pun masih menerima kiriman dari orangtua. Uang tersebut harus dimanfaatkan dengan baik agar segala keperluan mulai dari uang kuliah, makan, kost dan lain-lain bisa terpenuhi. Ketika masih mahasiswa, saya juga memutuskan untuk menikah, dan sejak itu resmi saya harus mulai mengelola keuangan sendiri, lepas dari campur tangan orangtua.</p>
<p>Sebagai mahasiswa yang belum lulus, praktis saya hanya bisa bekerja paruh waktu. Karena senang dengan bidang pendidikan dan pengajaran, saya pun menjadi guru les privat. Murid pertama saya kelas IV SD kemudian ditambah dengan murid lainnya di SMP. Penghasilan dari mengajar les ini memang tidak banyak. Sejak itulah saya mulai belajar mengelola keuangan keluarga dengan sebaik-baiknya. Hal ini saya lakukan agar seberapapun penghasilan yang Allah berikan, bisa saya manfaatkan dengan baik, tanpa harus menggantungkan diri kepada orang lain.</p>
<p>Dulu <a href="http://www.muhammadnoer.com/2008/09/perencanaan-keuangan-itu-mudah/">perencanaan keuangan</a> saya masih sangat sederhana. Saya menggunakan Excel untuk memperkirakan berapa kebutuhan saya ke depan dan estimasi penghasilan yang akan diterima. Saya masih ingat betul ketika itu saya dan istri membuat perkiraan berapa uang yang harus dihabiskan untuk membeli beras, lauk pauk dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Waktu itu jatah belanja rumah tangga saya adalah 7.000 rupiah per hari. Artinya, jika ada hari di mana belanja lebih dari nilai tersebut, maka di hari lainnya harus dikurangi. Sedangkan jika kami sekeluarga bisa menahan diri untuk belanja lebih hemat di awal bulan, maka menjelang akhir bulan kelebihan uang belanja bisa ditambahkan untuk membeli makanan yang lebih baik.</p>
<p> <span id="more-1039"></span>
</p>
<p>Oh ya, selain menjadi pengajar privat, karena hobi mengotak-atik komputer, saya pun memiliki profesi sebagai penjual komputer. Pelanggan saya adalah rekan-rekan mahasiswa yang membutuhkan komputer namun tidak paham jenis seperti apa yang mereka butuhkan. Usaha ini merupakan kegiatan kecil-kecilan yang menopang perekonomian rumah tangga saya saat itu.</p>
<p>Satu hal yang saya pelajari saat itu adalah ketidakpastian penghasilan karena murid bisa bertambah dan bisa berkurang. Termasuk penjualan kadang lancar kadang tidak. Maka saya belajar merencanakan bagaimana menata sedikit kelebihan penghasilan untuk menutupi kekurangan di periode berikutnya. Hal sebaliknya adalah mengatur penghasilan bulan berjalan yang terbatas agar cukup sampai datangnya penghasilan baru. Salah satu yang harus saya tata saat itu adalah bagaimana agar pada waktunya saya bisa membayar biaya kontrak rumah petak sebesar 120.000 per bulannya.</p>
<p>Menjelang lulus, saya mendapat pekerjaan sebagai instruktur simulasi bisnis yang mengajarkan mahasiswa dan siswa SMU memahami laporan keuangan perusahaan untuk pengambilan keputusan. Tentu saja pendapatan sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya. Walaupun demikian, saya dan istri berkomitmen agar peningkatan gaya hidup tidak boleh lebih cepat dari pendapatan. Jika memang masih bisa bertahan dengan gaya hidup sebelumnya, maka itulah yang akan dilakukan. Selisihnya bisa untuk <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/03/cara-mudah-menabung-secara-rutin/">menabung</a> dan membantu anggota keluarga lain yang membutuhkan.</p>
<p>Alhamdulillah cara seperti itu terus saya lakukan sampai sekarang. Dan saya pun masih <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/01/kebiasaan-mencatat-fondasi-dasar-perencanaan-keuangan/">mencatat</a> berapa pengeluaran dan penghasilan dalam rangka merencanakan keuangan keluarga. Kami hampir tidak pernah membeli sesuatu sebelum diberi kemampuan untuk memilikinya. Jika ingin membeli sesuatu yang agak mahal seperti TV misalnya, maka saya akan menyisihkan penghasilan tiap bulan sampai saatnya terkumpul penuh untuk membeli barang yang dibutuhkan secara tunai. Termasuk ketika sudah memiliki kemampuan, perencanaan yang baik akan membuat kita berpikir secara jernih kewajaran antara <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/03/antara-keinginan-dan-kebutuhan/">keinginan dan kebutuhan</a> yang hendak dipenuhi.</p>
<p>Apa yang saya lakukan sangat terasa manfaatnya. <b>Pertama </b>kita akan lebih mudah bersyukur karena rezeki yang Allah berikan bisa dikelola dengan baik dan selalu cukup guna memenuhi berbagai keperluan. <b>Kedua</b> kita jarang mengeluh karena perencanaan yang baik membuat hidup lebih tertata. <b>Ketiga </b>kita bisa membantu orang lain karena telah berhasil memenuhi kebutuhan keluarga secara wajar dan berbagi dengan orang lain kelebihannya. <b>Keempat </b>kita bisa menghindari hutang yang tidak perlu atau ketergantungan kepada orang lain. <b>Kelima </b>pikiran akan lebih jernih karena tidak disibukkan guna memikirkan hutang yang harus dibayar, atau keinginan berlebih yang ingin dipuaskan sebelum tiba kemampuan memilikinya.</p>
<p>Karena itu saya ingin berbagi kepada Anda semua pembaca blog ini. Jika Anda belum terbiasa membuat <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/12/menyusun-perencanaan-keuangan-tahunan/">perencanaan</a>, lakukanlah mulai dari sekarang. Mumpung usia masih muda, mumpung anak masih kecil, mumpung keperluan hidup masih bisa dikelola. Adalah aneh jika Allah sudah memberikan rezeki yang pantas namun kita masih selalu merasa kekurangan dan tidak cukup karena tidak pernah mengelolanya dengan baik. Kalaupun kita termasuk orang yang mendapat rezeki dunia terbatas, insya Allah kita akan terbantu untuk senantiasa bersyukur dan mencukupkan diri dengan apa yang ada di tangan. Ini akan menjaga kehormatan diri dari bergantung kepada makhluk.</p>
<p>Itulah sekelumit kisah pribadi yang ingin saya bagi kepada Anda semua. Semoga bermanfaat dan menjadikan kita hamba yang senantiasa ingat bersyukur. Hanya Allah Yang Maha Pemberi Rezeki. Tugas kita untuk mensyukuri serta memanfaatkannya secara baik dan benar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2010/04/merencanakan-keuangan-rumah-tangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berapa Banyak Buku Yang Anda Baca Dalam Setahun?</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2010/02/berapa-buku-anda-baca-setahun/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2010/02/berapa-buku-anda-baca-setahun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 23:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Speed Reading]]></category>
		<category><![CDATA[Speed Reading; Membaca Cepat; Pelatihan Speed Reading]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=967</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/02/DSC08417.jpg"><img style="display: inline; margin: 0px 10px 10px 0px; border: 0px;" title="my kids and books" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/02/DSC08417_thumb.jpg" border="0" alt="my kids and books" width="277" height="331" align="left" /></a> Ketika sedang mempersiapkan materi untuk <strong>Modul 1 <a href="http://www.membacacepat.com" target="_blank">Program Coaching Speed Reading</a></strong>, iseng-iseng saya melakukan riset kecil-kecilan. Secara tidak sengaja saya menemukan <em>polling</em> di tahun 2007 yang dilakukan <strong>Associated Press</strong>, sebuah kantor berita ternama tentang berapa banyak buku yang dibaca orang dewasa dalam setahun. Faktanya, satu dari empat orang dewasa bahkan tidak menyelesaikan satu buku pun selama setahun terakhir. Polling tersebut dilakukan di negara maju dengan tingkat budaya baca lebih tinggi. Kira-kira bagaimana hasilnya jika polling yang sama dilakukan di Indonesia?

<strong>Buku adalah jendela ilmu</strong>, demikian kata pepatah. Membaca adalah proses membuka jendela tersebut agar cahaya pengetahuan masuk ke rumah kita. Semakin banyak belajar dan membaca, tentunya akan semakin banyak ilmu baru yang didapatkan. Tentu akan ada banyak perbedaan antara orang yang membaca 10 buku dalam setahun dibandingkan dengan yang tidak membaca sama sekali.

Saya sendiri mulai membaca “agak serius” ketika SMU. Terus terang satu hal yang memacu semangat saya ketika melihat salah seorang sahabat dekat saya dan keluarganya yang sangat hobi membaca. Saya melihat buku-buku yang berderet rapi, artikel majalah yang dikliping sesuai temanya, sampai berita koran yang disusun sesuai topik. Saya berpikir, betapa sungguh-sungguhnya orang yang melakukan hal itu. Dan betapa luas wawasannya dengan kebiasaan membaca yang sedemikan tinggi. Ya, sahabat saya tersebut <strong>Edison Situmorang</strong> dan keluarganya menjadi awal yang memupuk semangat saya untuk rajin membaca.

<!--more-->

Duduk di kelas II SMU, saya mulai mempersiapkan diri mengikuti UMPTN. Sekolah saya terkenal dengan murid-muridnya yang lebih hobi mengerjakan soal UMPTN daripada mengikuti kelas. Saat itulah saya ketemu sebuah buku saku berjudul <strong>“Rahasia Sukses Belajar”</strong>. Buku inilah yang pertama kali mengenalkan kepada saya tentang <strong>membaca cepat</strong> atau <strong>speed reading</strong>. Sayang sekali buku tersebut hilang entah ke mana dan saya pun tidak ingat pengarangnya.

Salah satu kebiasaan yang saya lakukan sehabis membaca adalah <strong>mempraktekkan apa-apa yang dipelajari</strong>. Jadi, saya pun memulai teknik membaca cepat dengan cara yang sangat sederhana. Lama kelamaan saya mulai terbiasa dan kecepatan baca meningkat. Namun kecepatan tersebut masih dalam kisaran yang biasa-biasa saja. Hal ini karena informasi tentang speed reading yang saya pelajari sangat sedikit dan topik itu masih kurang dikenal orang 12 tahun yang lalu.

Dampak dari kemampuan membaca cepat betul-betul saya rasakan ketika kelas III SMU dan ketika saya tidak lulus UMPTN pertama kali. Waktu itu saya bercita-cita ingin jadi seorang programmer seperti <strong>Bill Gates</strong> yang membangun bisnis komputer. Dan untuk itu saya memilih <strong>Teknik Informatika</strong> di <strong>ITB</strong>. Gagal UMPTN tidak membuat saya patah semangat melainkan sebuah titik balik yang berharga dalam hidup saya. Di situlah saya menghabiskan waktu selama kurang lebih setahun berkunjung ke perpustakaan hampir setiap hari.

Saya mendatangi perpustakan daerah di kota kelahiran <strong>Medan</strong> dan membaca buku di sana. Setiap kali pulang saya selalu membawa <strong>dua buku</strong> yang saya targetkan selesai dalam seminggu. Saya ingat betul masa-masa itu adalah masa paling produktif membaca. Setiap minggu setidaknya saya menghabiskan 2 buku yang jika dihitung dalam setahun bisa berjumlah lebih dari <strong>100 buku</strong>. Di sana saya belajar berbagai bidang mulai dari agama, psikologi, komunikasi, manajemen, pemasaran termasuk komputer dan pemrograman.

Pada periode tersebut saya merasakan betul <strong>manfaat kemampuan membaca cepat</strong> di mana saya bisa menyelesaikan sebuah buku dalam tempo yang jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya. Kegiatan membaca menjadi proses yang ringan sekaligus menyenangkan. Karenanya, saya sangat bisa memahami orang-orang yang tidak pernah menyelesaikan sebuah buku salah satunya karena kecepatan baca yang lambat. Membaca lambat membuat buku terlihat menakutkan karena tidak tau kapan bisa dibaca sampai selesai.

Kemampuan membaca cepat terus saya pakai ketika kuliah di Fakultas Ekonomi UI dan terus berkembang sampai saya bekerja sekarang. Saya pun punya akses yang lebih luas ke buku-buku Speed Reading mulai dari yang klasik seperti metode <strong>Evelyn Wood</strong> sampai yang lebih modern dengan pendekatan <strong>Neuro Linguistic Programming (NLP)</strong> maupun simulasi <strong>flash card</strong> lewat komputer. Buku <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/speed-reading-for-beginners" target="_blank">Speed Reading for Beginners</a></strong> yang saya tulis merupakan akumulasi proses pembelajaran tentang membaca cepat berdasarkan metoda yang saya uji secara pribadi.

Di tahun 2010 ini, saya ingin merancang sebuah pelatihan membaca cepat yang lengkap lewat tutorial video ditambah materi latihan secara terstruktur. Saya sudah mempersiapkan <strong>10 video </strong>pendahuluan di <a href="http://www.membacacepat.com/">http://www.membacacepat.com</a>. Video ini merupakan pemanasan sebelum saya membuat materi berikutnya yang lebih mendalam. Jika Anda tertarik untuk mengikuti pelatihan ini, silakan mendaftar di <strong><a href="http://www.membacacepat.com/daftar">early notification list</a></strong> agar saya dapat mengirim informasi kapan pelatihan akan dimulai.

Kembali ke pertanyaan awal pada tulisan ini, berapa banyak buku yang sudah Anda baca dalam setahun terakhir?

Sudahkah Anda membiasakan diri membaca untuk meng-<strong><em>upgrade</em></strong> pengetahuan?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/02/DSC08417.jpg"><img style="display: inline; margin: 0px 10px 10px 0px; border: 0px;" title="my kids and books" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/02/DSC08417_thumb.jpg" border="0" alt="my kids and books" width="277" height="331" align="left" /></a> Ketika sedang mempersiapkan materi untuk <strong>Modul 1 <a href="http://www.membacacepat.com" target="_blank">Program Coaching Speed Reading</a></strong>, iseng-iseng saya melakukan riset kecil-kecilan. Secara tidak sengaja saya menemukan <em>polling</em> di tahun 2007 yang dilakukan <strong>Associated Press</strong>, sebuah kantor berita ternama tentang berapa banyak buku yang dibaca orang dewasa dalam setahun. Faktanya, satu dari empat orang dewasa bahkan tidak menyelesaikan satu buku pun selama setahun terakhir. Polling tersebut dilakukan di negara maju dengan tingkat budaya baca lebih tinggi. Kira-kira bagaimana hasilnya jika polling yang sama dilakukan di Indonesia?</p>
<p><strong>Buku adalah jendela ilmu</strong>, demikian kata pepatah. Membaca adalah proses membuka jendela tersebut agar cahaya pengetahuan masuk ke rumah kita. Semakin banyak belajar dan membaca, tentunya akan semakin banyak ilmu baru yang didapatkan. Tentu akan ada banyak perbedaan antara orang yang membaca 10 buku dalam setahun dibandingkan dengan yang tidak membaca sama sekali.</p>
<p>Saya sendiri mulai membaca “agak serius” ketika SMU. Terus terang satu hal yang memacu semangat saya ketika melihat salah seorang sahabat dekat saya dan keluarganya yang sangat hobi membaca. Saya melihat buku-buku yang berderet rapi, artikel majalah yang dikliping sesuai temanya, sampai berita koran yang disusun sesuai topik. Saya berpikir, betapa sungguh-sungguhnya orang yang melakukan hal itu. Dan betapa luas wawasannya dengan kebiasaan membaca yang sedemikan tinggi. Ya, sahabat saya tersebut <strong>Edison Situmorang</strong> dan keluarganya menjadi awal yang memupuk semangat saya untuk rajin membaca.</p>
<p><span id="more-967"></span></p>
<p>Duduk di kelas II SMU, saya mulai mempersiapkan diri mengikuti UMPTN. Sekolah saya terkenal dengan murid-muridnya yang lebih hobi mengerjakan soal UMPTN daripada mengikuti kelas. Saat itulah saya ketemu sebuah buku saku berjudul <strong>“Rahasia Sukses Belajar”</strong>. Buku inilah yang pertama kali mengenalkan kepada saya tentang <strong>membaca cepat</strong> atau <strong>speed reading</strong>. Sayang sekali buku tersebut hilang entah ke mana dan saya pun tidak ingat pengarangnya.</p>
<p>Salah satu kebiasaan yang saya lakukan sehabis membaca adalah <strong>mempraktekkan apa-apa yang dipelajari</strong>. Jadi, saya pun memulai teknik membaca cepat dengan cara yang sangat sederhana. Lama kelamaan saya mulai terbiasa dan kecepatan baca meningkat. Namun kecepatan tersebut masih dalam kisaran yang biasa-biasa saja. Hal ini karena informasi tentang speed reading yang saya pelajari sangat sedikit dan topik itu masih kurang dikenal orang 12 tahun yang lalu.</p>
<p>Dampak dari kemampuan membaca cepat betul-betul saya rasakan ketika kelas III SMU dan ketika saya tidak lulus UMPTN pertama kali. Waktu itu saya bercita-cita ingin jadi seorang programmer seperti <strong>Bill Gates</strong> yang membangun bisnis komputer. Dan untuk itu saya memilih <strong>Teknik Informatika</strong> di <strong>ITB</strong>. Gagal UMPTN tidak membuat saya patah semangat melainkan sebuah titik balik yang berharga dalam hidup saya. Di situlah saya menghabiskan waktu selama kurang lebih setahun berkunjung ke perpustakaan hampir setiap hari.</p>
<p>Saya mendatangi perpustakan daerah di kota kelahiran <strong>Medan</strong> dan membaca buku di sana. Setiap kali pulang saya selalu membawa <strong>dua buku</strong> yang saya targetkan selesai dalam seminggu. Saya ingat betul masa-masa itu adalah masa paling produktif membaca. Setiap minggu setidaknya saya menghabiskan 2 buku yang jika dihitung dalam setahun bisa berjumlah lebih dari <strong>100 buku</strong>. Di sana saya belajar berbagai bidang mulai dari agama, psikologi, komunikasi, manajemen, pemasaran termasuk komputer dan pemrograman.</p>
<p>Pada periode tersebut saya merasakan betul <strong>manfaat kemampuan membaca cepat</strong> di mana saya bisa menyelesaikan sebuah buku dalam tempo yang jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya. Kegiatan membaca menjadi proses yang ringan sekaligus menyenangkan. Karenanya, saya sangat bisa memahami orang-orang yang tidak pernah menyelesaikan sebuah buku salah satunya karena kecepatan baca yang lambat. Membaca lambat membuat buku terlihat menakutkan karena tidak tau kapan bisa dibaca sampai selesai.</p>
<p>Kemampuan membaca cepat terus saya pakai ketika kuliah di Fakultas Ekonomi UI dan terus berkembang sampai saya bekerja sekarang. Saya pun punya akses yang lebih luas ke buku-buku Speed Reading mulai dari yang klasik seperti metode <strong>Evelyn Wood</strong> sampai yang lebih modern dengan pendekatan <strong>Neuro Linguistic Programming (NLP)</strong> maupun simulasi <strong>flash card</strong> lewat komputer. Buku <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/speed-reading-for-beginners" target="_blank">Speed Reading for Beginners</a></strong> yang saya tulis merupakan akumulasi proses pembelajaran tentang membaca cepat berdasarkan metoda yang saya uji secara pribadi.</p>
<p>Di tahun 2010 ini, saya ingin merancang sebuah pelatihan membaca cepat yang lengkap lewat tutorial video ditambah materi latihan secara terstruktur. Saya sudah mempersiapkan <strong>10 video </strong>pendahuluan di <a href="http://www.membacacepat.com/">http://www.membacacepat.com</a>. Video ini merupakan pemanasan sebelum saya membuat materi berikutnya yang lebih mendalam. Jika Anda tertarik untuk mengikuti pelatihan ini, silakan mendaftar di <strong><a href="http://www.membacacepat.com/daftar">early notification list</a></strong> agar saya dapat mengirim informasi kapan pelatihan akan dimulai.</p>
<p>Kembali ke pertanyaan awal pada tulisan ini, berapa banyak buku yang sudah Anda baca dalam setahun terakhir?</p>
<p>Sudahkah Anda membiasakan diri membaca untuk meng-<strong><em>upgrade</em></strong> pengetahuan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2010/02/berapa-buku-anda-baca-setahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

