<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Pengembangan Diri oleh Muhammad Noer - Membaca Cepat (Speed Reading), Presentasi, Mind Map, Komunikasi, Perencanaan Keuangan, Produktivitas &#187; Presentasi</title>
	<atom:link href="http://www.muhammadnoer.com/category/presentasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.muhammadnoer.com</link>
	<description>Tips Pengembangan Diri: Membaca Cepat, Speed Reading, Produktivitas, Presentasi, Mind Map, Perencanaan Keuangan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 17:00:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Inilah Alasan Saya Menulis Buku Presentasi Memukau</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2012/01/buku-presentasi-memukau/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2012/01/buku-presentasi-memukau/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 09:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Presentasi Memukau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=1615</guid>
		<description><![CDATA[Apa sebenarnya presentasi itu? Mengapa kita harus memberikan presentasi? Bagaimana menyampaikan presentasi dengan menarik, komunikatif dan memukau audiens? Inilah yang dibahas dalam buku Presentasi Memukau karya Muhammad Noer.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.presentasi.net" target="_blank"><img style="display: inline; border: 0px;" title="presentasi-net" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2012/01/presentasinet.jpg" alt="presentasi-net" width="570" height="313" border="0" /></a></p>
<p>Saya masih ingat presentasi pertama kali yang saya lakukan dulu ketika masih kuliah. Saat itu saya harus tampil menjelaskan materi kuliah menggunakan slide transparan yang diproyeksikan lewat <em>Overhead Projector </em><em>(OHP). </em></p>
<p>Ketika menyampaikan kalimat pertama, keringat dingin muncul dan suara bergetar karena gugup. Menyampaikan presentasi terasa sedemikian sulit dan menakutkan. Walaupun demikian, pengalaman tersebut menjadi guru yang berharga.</p>
<p><span id="more-1615"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Memberikan Presentasi Di Tempat Kerja</strong></h3>
<p>Setelah bekerja, saya semakin sering memberikan presentasi. Pada awal karir saya sebagai seorang <em>management trainee</em> di perusahaan multinasional, saya diuji tiga kali setiap 3 bulan sebelum bisa dinyatakan lulus sebagai karyawan tetap. Dan ujian itu berbentuk presentasi.</p>
<p>Seorang <em>trainee</em> harus bisa memaparkan hasil kerja dan proyek yang dia dilakukan secara meyakinkan di hadapan para manager senior dan direktur perusahaan. Pada masa itu hari-hari menjelang jadwal presentasi tiba merupakan saat yang menegangkan karena tidak jarang seseorang langsung gagal pada kesempatan pertama. Saat itulah saya mulai mempelajari lebih dalam tentang presentasi.</p>
<p><em>Apa sebenarnya presentasi itu?</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Mengapa kita harus memberikan presentasi?</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Bagaimana menyampaikan presentasi dengan menarik, komunikatif dan memukau audiens?</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Bagaimana Memahami dan Mendalami Presentasi</strong></h3>
<p>Proses pembelajaran selama beberapa tahun membantu saya memahami presentasi secara lebih mendalam. Saya belajar bagaimana menata ide, merancang slide, dan melatih kemampuan berbicara di depan umum. Saya belajar dari orang-orang yang mampu memberikan presentasi secara mengagumkan.</p>
<p><em>Apa sebenarnya rahasia mereka dalam menyampaikan presentasi?</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Dapatkah kita belajar dari mereka?</em></p>
<p>Sampai akhirnya saya menyadari presentasi sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-sehari. Seorang dosen memberikan presentasi ketika mengajar. Seorang manajer menyampaikan presentasi kepada klien-nya. Seorang menteri pun harus memberikan presentasi ketika ingin menjelaskan sebuah kebijakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Kebanyakan Presentasi Tidak Menarik</strong></h3>
<p>Sayangnya, kebanyakan presentasi cenderung tidak menarik, membosankan dan gagal memberi inspirasi kepada audiensnya. Jika Anda sering berada di dalam ruangan mendengarkan presentasi dengan jenuh dan berharap kapan segera selesai, itulah tanda presenter kesulitan mendapatkan perhatian dan keterlibatan dari audiensnya.</p>
<p>Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa saya menulis buku ini. Untuk membantu Anda <a href="http://www.presentasi.net/contoh-slide-presentasi-powerpoint/">memperbaiki kualitas presentasi</a>.</p>
<p><em>From good to great</em><em>. </em></p>
<p>Dari presentasi yang baik menuju presentasi yang memukau.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Menjadi Presenter Yang Memukau</strong></h3>
<p>Apapun bidang pekerjaan Anda, akan tiba masanya ketika Anda harus tampil menjelaskan sesuatu. Anda harus memberikan presentasi. Ketika itulah Anda harus tahu bagaimana cara memberikan presentasi yang mudah diingat, meyakinkan sekaligus <a href="http://www.presentasi.net/presentasi-inspiratif-anies-baswedan-indonesia-mengajar/">inspiratif</a>.</p>
<p>Buku yang akan Anda baca ini merupakan kumpulan observasi, pengalaman dan praktek langsung yang saya lakukan selama beberapa tahun terakhir. Saya mencoba merekam ulang setiap presentasi yang pernah saya lakukan dan menuliskannya dalam buku ini.</p>
<p>Apakah itu presentasi dihadapan karyawan, presentasi kepada pimpinan tertinggi perusahaan level nasional dan global, maupun ketika harus tampil memberikan presentasi di depan publik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Studi Kasus Menampilkan Presentasi di Forum Besar</strong></h3>
<p>Ketika sedang mempersiapkan buku ini, saya mendapat pengalaman berharga tampil sebagai salah seorang presenter di forum <a href="http://tedxtalks.ted.com/video/TEDxJakarta-Muhammad-Noer-How-t">TEDx Jakarta 2011 – The Journey to Return</a>. Dengan demikian, saya punya kesempatan untuk menjelaskan studi kasus bagaimana merancang presentasi tersebut dari awal sampai akhir.</p>
<p>Mulai dari mengumpulkan ide, mempertajam pesan, merancang komunikasi visual hingga menyampaikannya di hadapan audiens sec<a name="_GoBack"></a>ara meyakinkan. Dengan demikian, buku ini sekaligus menguji semua prinsip presentasi yang akan saya jelaskan untuk Anda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Teknik Presentasi Obama dan Steve Jobs</strong></h3>
<p>Selain pengalaman pribadi, saya juga menggabungkan teknik-teknik yang sering dipakai oleh presenter handal sekaligus literatur yang memiliki pengaruh besar di bidang presentasi.</p>
<p>Anda mungkin pernah mendengar atau bahkan menyaksikan kehebatan komunikasi visual <a href="http://www.presentasi.net/steve-jobs-stanford/">Steve Jobs</a>, keterampilan berbicara tingkat tinggi Barrack Obama, dan teknik berpidato para pembicara publik. Anda bisa menemukan teknik dan rahasia mereka dalam buku “Presentasi Memukau”.</p>
<p>Buku ini akan menunjukkan kepada Anda prinsip-prinsip penting dalam menyampaikan presentasi. Dengan demikian, Anda bisa memperbaiki keterampilan presentasi dari waktu ke waktu. Sampai akhirnya Anda akan menjadi salah seorang presenter yang handal dalam setiap kesempatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Ciptakan Perubahan Lewat Presentasi Anda</strong></h3>
<p>Menguasai keterampilan presentasi, akan membawa perubahan yang besar buat diri Anda pribadi dan masyarakat di sekitar kita.</p>
<p>Bayangkan berapa banyak mahasiswa yang terbantu dengan presentasi yang baik seorang dosen.</p>
<p>Berapa banyak karyawan yang bersemangat dengan presentasi hebat seorang pimpinan perusahaan.</p>
<p>Berapa banyak masyarakat yang tercerahkan dengan presentasi Anda yang memukau dan memberi inspirasi di hadapan publik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Dapatkan Buku “Presentasi Memukau”</strong></h3>
<p>Semua cerita di atas akan Anda temukan dalam buku saya yang baru berjudul <strong>“Presentasi Memukau – Bagaimana Menciptakan Presentasi Luar Biasa”.</strong> Setahun lebih saya mempersiapkan buku ini.</p>
<p>Berita baiknya, buku ini sudah dalam tahap penyelesaian akhir. Saya dan editor handal Herry Mardian sedang melakukan perbaikan akhir sebelum terbit. Dan buku yang akan menjadi referensi penting memberikan presentasi berbahasa Indonesia ini akan tersedia secara gratis buat siapa saja yang ingin menampilkan presentasi luar biasa.</p>
<p>Silakan tunggu di <a href="http://www.presentasi.net">Presentasi.net</a> tanggal terbitnya dan jangan lupa <a href="http://www.presentasi.net/buku">daftarkan diri Anda</a> untuk mendapatkan buku tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2012/01/buku-presentasi-memukau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TEDx Singapore Woman 2011 &#8211; Perspective Without Border</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2011/12/tedx-singapore-woman-2011-perspective-without-border/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2011/12/tedx-singapore-woman-2011-perspective-without-border/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 23:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perspective Without Borders]]></category>
		<category><![CDATA[TEDx]]></category>
		<category><![CDATA[TEDx Singapore]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=1586</guid>
		<description><![CDATA[Setelah dua kali mengikuti sesi TEDx Jakarta, akhirnya saya berkesempatan hadir di TEDx Singapore pada tanggal 3 Desember 2011. Acara yang bertajuk Perspective Without Borders menampilkan para pembicara wanita yang menjadi pahlawan pada bidang mereka masing-masing.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/12/TEDxSingaporePerspectiveWithoutBorder.jpg"><img style="display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border: 0px;" title="TEDxSingapore-PerspectiveWithoutBorder" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/12/TEDxSingaporePerspectiveWithoutBorder_thumb.jpg" alt="TEDxSingapore-PerspectiveWithoutBorder" width="520" height="353" border="0" /></a></p>
<p>Setelah dua kali mengikuti sesi TEDx Jakarta, akhirnya saya berkesempatan hadir di <strong><a href="http://www.tedxsingapore.sg/">TEDx Singapore</a></strong> pada tanggal 3 Desember 2011. TED adalah organisasi nirlaba yang menampilkan para tokoh berbagai bidang. Adapun TEDx merupakan sesi presentasi mirip TED yang dikelola oleh para sukarelawan dari berbagai negara.</p>
<p>Acara yang bertajuk <strong>Perspective Without Borders</strong> menampilkan para pembicara wanita yang menjadi pahlawan pada bidang mereka masing-masing. Tema ini diangkat untuk menggugah masyarakat bahwa begitu banyak pahlawan-pahlawan yang merupakan orang di sekitar kita. Bisa jadi mereka adalah ibu, istri, guru, penjaga sekolah, pedagang di pinggir jalan, atau bahkan asisten rumah tangga Anda.</p>
<p><span id="more-1586"></span></p>
<p>Ada beberapa pembicara yang tampil pada acara tersebut. Setelah mendengarkan beberapa perkenalan dari para kurator, dimulailah sesi masing-masing pembicara.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/12/TEDxSingaporeWomanCurator.jpg"><img style="display: inline; border: 0px;" title="TEDxSingapore-Woman-Curator" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/12/TEDxSingaporeWomanCurator_thumb.jpg" alt="TEDxSingapore-Woman-Curator" width="520" height="353" border="0" /></a></p>
<p><strong>Grace Sai</strong>, pendiri “Books for Hope” dan The Hub, Singapore tampil sebagai pembuka. Grace mengajak setiap orang untuk melihat potensi mereka, memberikan yang terbaik buat masyarakat lewat tindakan yang tulus. Grace juga pernah mendirikan sebuah perpustakaan di pedalaman Sumatera.</p>
<p>Berikutnya tampil <strong>Nikki Shaw</strong>, seorang desainer sanitasi. Dia memanfaatkan keahliannya untuk membantu tersedianya sarana sanitasi yang baik terutama toilet bagi negara-negara miskin dan berkembang. Dengan sanitasi yang baik, maka banyak penyakit bisa dihindarkan. Nikki menunjukkan betapa dalam berbagai program pembangunan masyarakat-masyarakat yang tertinggal, aspek ini sering terlupakan.</p>
<p><strong>So-Young Kang</strong> menjadi pembicara berikutnya. Dia mengisahkan perjalanan hidup seorang yang memiliki karir cemerlang namun merasa banyak orang tersakiti dalam proses tersebut. Dia berusaha untuk membuka kembali ruang-ruang yang tertutup dalam ingatan, pengalaman dan sejarah seseorang untuk secara jujur menghadapinya sebagai pembelajaran. So Young mendirikan The Young Professional Group di tahun 2000 yang merupakan lembaga nirlaba didedikasikan untuk membantu pelajar mencapai mimpi profesional mereka.</p>
<p>Setelah itu tampil <strong>Lila Everard</strong> yang awalnya menjalani karir profesional di perusahaan, kemudian beralih mewujudkan cita-cita masa kecilnya sebagai ahli seni bela diri. Untuk menjalani keahlian tersebut, dia dan suaminya rela bepergian dari satu negara ke negara yang lain untuk bertemu dengan guru bela diri dari berbagai keahlian. Perjalanan tersebut menjadikannya pribadi yang lebih kuat, disiplin dan bijak. Dia sadar bahwa hidup itu pendek dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Meskipun Lila seorang wanita yang bertubuh kecil, tapi jangan ditanya keahlian bela dirinya. Dia mengatakan dibalik sifat feminin wanita terdapat kekuatan. Lila sempat memperagakan ilmu bela dirinya baik dengan tangan kosong maupun memakai senjata.</p>
<p>Selain itu tampil pula <strong>Sarah Cheng-De Winne</strong>, artis lokal Singapore yang menemukan jati dirinya lewat menyanyi dan menghibur orang lain.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/12/TEDxSingaporeWomanSpeaker.jpg"><img style="display: inline; border: 0px;" title="TEDxSingapore-Woman-Speaker" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/12/TEDxSingaporeWomanSpeaker_thumb.jpg" alt="TEDxSingapore-Woman-Speaker" width="520" height="353" border="0" /></a></p>
<blockquote><p>Satu kesimpulan yang dapat saya petik dari seluruh pembicara yang tampil di forum tersebut adalah, setiap orang punya tugas unik yang harus dia temukan. Dengan menemukan tugas tersebut, menjalaninya dengan sungguh-sungguh, maka orang tersebut akan dapat memberi yang terbaik buat masyarakatnya. Dia menjalani tugas yang dimudahkan untuk apa dia diciptakan.</p></blockquote>
<p>Hadir di TEDx Singapore memberi pengalaman tersendiri buat saya. Saya dapat berkenalan dengan rekan-rekan baru dari berbagai negara. Para peserta ternyata datang tidak hanya dari Asia seperti Singapore, Indonesia, Malaysia, Jepang, atau Korea melainkan hadir pula rekan-rekan dari Eropa mulai dari Jerman, Inggris, Perancis dan bahkan Ukraina. Di sela-sela jeda antar sesi kami memanfaatkan waktu untuk berkenalan dan mengobrol satu sama lain. Ada beberapa permainan yang disediakan panitia untuk menciptakan kebersamaan diantara para peserta yang hadir.</p>
<p>Tidak disangka saya juga bertemu dengan <strong>Arif Aziz</strong> &#8211; koordinator TEDx Jakarta &#8211; yang menjadi panelis ketika saya ikut seleksi menjadi <a href="http://www.muhammadnoer.com/2011/09/presentasi-tedx-jakarta-membaca-cepat/">pembicara di TEDx Jakarta</a> beberapa waktu lalu.</p>
<p>Acara yang berlangsung di ruang <strong>School of Thought, Singapore</strong> sejak pukul 2 siang ini pun berakhir sekitar pukul 6 sore. Dalam perjalanan pulang menggunakan MRT, saya bertemu dengan peserta lain yang dibesarkan di Prancis dan sekarang bermukim di Singapura. Kami sempat bertukar pikiran dan saling bercerita kisah masing-masing.</p>
<p>Itulah pengalaman pertama saya mengikuti TEDx Singapore. Banyak pelajaran berharga yang didapatkan dari pahlawan-pahlawan wanita di sekitar kita. Mereka berbagi ide-ide yang layak disebarluaskan untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik dan positif.</p>
<p>Bagaimana dengan Anda sendiri?<br />
Apakah Anda punya ide yang layak untuk disebarluaskan?</p>
<p>Silakan sampaikan pandangan dan komentar Anda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Photo Credit: <strong><a href="http://www.flickr.com/photos/tedxsingapore/" target="_blank">TEDx Singapore</a></strong> under Creative Commons</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2011/12/tedx-singapore-woman-2011-perspective-without-border/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Studi Kasus Mempersiapkan Presentasi di TED</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2011/09/presentasi-tedx-jakarta-membaca-cepat/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2011/09/presentasi-tedx-jakarta-membaca-cepat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Sep 2011 01:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Speed Reading]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca Cepat]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Noer]]></category>
		<category><![CDATA[TEDxJakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=1516</guid>
		<description><![CDATA[Studi kasus bagaimana mempersiapkan presentasi untuk TEDx Jakarta menggunakan prinsip-prinsip presentasi efektif.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menampilkan presentasi dalam forum TED merupakan kesempatan luar biasa untuk berbagi ide. Seorang pembicara di TED hanya memiliki kesempatan 18 menit untuk sesi panjang atau 5 menit untuk sesi pendek. Dengan demikian, keterampilan memberikan presentasi secara efektif sekaligus menarik menjadi tantangan tersendiri. TED adalah organisasi nirlaba yang mengumpulkan para tokoh berbagai bidang untuk berbagi. Selain TED Global, juga ada TEDx bersifat lokal dan independen di bawah lisensi dari TED.com.</p>
<p>Dalam tulisan ini, saya akan membedah studi kasus bagaimana mempersiapkan presentasi untuk <a href="http://www.tedxjkt.org" target="_blank">TEDx Jakarta</a> menggunakan prinsip-prinsip <a href="http://www.muhammadnoer.com/2011/05/presentasi-efektif/">presentasi efektif</a>. Sebelum Anda belajar lebih lanjut, silakan mempelajari rekaman video berikut terlebih dahulu.</p>
<div id="scid:5737277B-5D6D-4f48-ABFC-DD9C333F4C5D:8cc37a24-cfe7-4c85-b3f5-a5ddcf05d50b" class="wlWriterEditableSmartContent" style="margin: 0px; display: inline; float: none; padding: 0px;">
<div><object width="571" height="321" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/EyUo_nE5rDs?hl=en&amp;hd=1" /><embed width="571" height="321" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/EyUo_nE5rDs?hl=en&amp;hd=1" /></object></div>
<div style="width: 571px; clear: both; font-size: .8em;">Video Presentasi Membaca Cepat di TEDx Jakarta oleh Muhammad Noer</div>
</div>
<h3>Eksplorasi Ide</h3>
<p>Dalam presentasi TEDx Jakarta, saya mendapat kesempatan 5 menit untuk berbicara di depan publik. Adapun tema yang saya bawakan adalah tentang “membaca cepat” yang menjadi salah satu keahlian saya. Untuk melakukan eksplorasi ide, saya mencoba melihat sisi apa saja dari membaca cepat yang layak untuk diangkat sekaligus mampu menjelaskan topik membaca cepat secara menarik, padat, dan menggugah perhatian pendengarnya.</p>
<p>Akhirnya saya merangkum presentasi dalam struktur berikut:</p>
<p><span id="more-1516"></span></p>
<h3><strong>Pemilihan Judul</strong></h3>
<p>Dari berbagai judul yang ada, akhirnya pilihan jatuh pada <strong>“Membaca Cepat Untuk Mengubah Dunia Anda.”</strong> Judul ini dipilih untuk merangkum ide bahwa kemampuan membaca cepat mampu mengubah cara kita belajar sehingga dapat menguasai informasi lebih baik sekaligus menjadi manusia yang lebih produktif dan berkualitas. Selain itu, judul ini relevan dengan tema besar acara TEDx hari itu yakni “The Journey To Return”. Sebuah perjalanan untuk kembali pada nilai-nilai universal yang terlupakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Pendekatan Presentasi</h3>
<p>Setelah mempertimbangkan beberapa pendekatan, akhirnya saya memutuskan untuk mengajukan pertanyaan ketika membuka presentasi dan menjawab pertanyaan tersebut sebelum menutup presentasi. Teknik ini memiliki kekuatan karena menghubungkan pembukaan dan penutupan dalam satu kesatuan.</p>
<p>Saya menggunakan teknik yang mirip dengan presentasi Mark Bezos di TED.com ketika dia bercerita pengalaman pertamanya sebagai tenaga pemadam kebakaran sukarelawan. Mark membuka kisah tersebut dan menutupnya dengan kisah yang sama lewat kalimat sederhana: “save the shoes.” sebagai penekanan bahwa Anda tidak harus melakukan hal yang besar setiap saat. Anda pun bisa menjadi seorang pahlawan meskipun hanya menyelamatkan sepatu orang yang sedang mengalami musibah kebakaran.</p>
<p>Adapun pertanyaan yang saya ajukan kepada audiens adalah berapa banyak buku yang mereka baca dalam setahun. Pertanyaan ini berguna untuk menciptakan perhatian audiens sekaligus membuat mereka fokus untuk menemukan jawabannya. Nantinya presentasi akan ditutup dengan pertanyaan yang sama.</p>
<p>Mengingat banyak audiens baru pertama kali mendengar tentang membaca cepat, maka saya melakukan demonstrasi singkat untuk membuktikan bahwa siapa saja termasuk audiens bisa membaca jauh lebih cepat asalkan memahami prinsip dasarnya. Demonstrasi ini berupa teks bacaan yang bergerak dengan kecepatan tinggi namun masih bisa dibaca dengan baik oleh mayoritas orang.</p>
<p>Selain itu, saya juga menggunakan anaphora, yakni teknik yang dipakai para pembicara publik dengan mengulang sebuah frasa atau kalimat beberapa kali secara berurutan. Saya melakukan hal ini untuk menciptakan dramatisasi menjelang penutupan presentasi sekaligus memperkuat pesan yang ingin disampaikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Merancang Draft Setiap Slide</h3>
<p>TED memiliki audiens yang kritis. Untuk itu saya merancang slide sederhana yang bisa menjelaskan konsep membaca cepat dengan mudah sekaligus membantu saya untuk menjelaskannya secara verbal. Setelah merangkum ide besar dari topik yang dibicarakan, saya menata urutan slide sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Judul</li>
<li>Pembuka: Berapa banyak buku yang Anda baca dalam setahun?</li>
<li>Fakta: Jumlah buku yang dibaca orang dewasa di Amerika Serikat</li>
<li>Permasalahan: Mengapa orang malas membaca?</li>
<li>Perbandingan: Kecepatan baca rata-rata sama dengan anak SD</li>
<li>Simulasi: Bagaimana orang membaca</li>
<li>Fakta: Manusia mampu membaca lebih cepat</li>
<li>Tips 1: Jangan bersuara</li>
<li>Tips 2: Simulasi bagaimana proses membaca cepat dilakukan</li>
<li>Perumpamaan: Membaca cepat ibarat memiliki dua prosesor</li>
<li>Manfaat membaca cepat untuk berbagai profesi</li>
<li>Penutup: merangkum kisah dengan membaca cepat, Anda bisa menyelesaikan lebih banyak buku dibandingkan orang lain.</li>
</ol>
<p>Perhatikan bahwa cukup banyak slide yang akan ditampilkan dalam waktu hanya 5 menit. Oleh karena itu, saya harus memastikan slide hanya menggunakan teks singkat dan didominasi gambar sebagai alat bantu visual.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Menggabungkan Komunikasi Visual dan Verbal</h3>
<p>Presentasi yang baik menggabungkan antara komunikasi visual dengan komunikasi verbal. Komunikasi visual didapat dari slide yang menggugah apakah berupa gambar, demonstrasi, atau teks yang menciptakan perhatian. Komunikasi verbal didapat dari pilihan kata dan kalimat yang kuat dan memberi penjelasan terhadap komunikasi visual yang dilihat audiens.</p>
<p>Untuk itu saya membuat kata kunci dan kalimat kunci untuk setiap slide berisi apa yang akan dikatakan. Meskipun kata dan kalimat ini tidak selalu persis seperti apa yang akan saya tampilkan pada presentasi sebenarnya, namun dengan cara ini saya sudah memilih sudut tertentu (angle) untuk memberi penekanan pada setiap slide yang ditampilkan dan ide yang dibawakan.</p>
<p>Berikut adalah urutan slide tersebut beserta kalimat verbal yang menyertainya. Perhatikan bahwa slide yang dipakai sangat singkat. Hal ini membantu saya untuk mengembangkannya dalam narasi yang saya bawakan.</p>
<table width="573" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><strong>Slide</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left"><strong>Kalimat Verbal</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left"><strong>Penjelasan</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0026.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image002[6]" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0026_thumb.jpg" alt="clip_image002[6]" width="148" height="112" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Assalamualaikum Wr. Wb.</p>
<p align="left">Apa kabar TEDxJakarta?</p>
<p align="left">Sore ini kita akan sama-sama menyaksikan bagaimana keterampilan membaca dapat mengubah hidup Anda</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Judul menggunakan gambar penuh seluruh slide untuk memperkuat topik yang dibahas. Pemilihan warna disesuaikan dengan template yang dipakai.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0046.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image004[6]" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0046_thumb.jpg" alt="clip_image004[6]" width="148" height="112" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Saya ingin bertanya kepada Anda, berapa banyak buku yang Anda habiskan dalam satu tahun terakhir?</p>
<p align="left">Jawaban Anda mungkin beragam. Satu buku, dua buku ? Atau jangan-jangan tidak ada sama sekali.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Slide Pembuka. Berisi pertanyaan untuk mengajak audiens berpikir.</p>
<p align="left">Slide menggunakan gambar buku bertumpuk untuk memperkuat pesan.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0066.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image006[6]" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0066_thumb.jpg" alt="clip_image006[6]" width="148" height="112" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Penelitian di AS menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa tidak pernah membaca satu buku pun dalam setahun terakhir.</p>
<p align="left">Saya ulangi: tidak membaca satu buku pun dalam setahun terakhir.</p>
<p align="left">Lantas bagaimana dengan Indonesia?</p>
<p align="left">Anda bisa tebak sendiri.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Pemaparan Fakta: Data ini tidak banyak diketahui orang dan cocok untuk mengajak betapa pentingnya meningkatkan jumlah buku yang kita baca.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0086.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image008[6]" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0086_thumb.jpg" alt="clip_image008[6]" width="148" height="112" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Muncul sebuah pertanyaan, mengapa orang malas membaca?</p>
<p align="left">Apa yang membuat kita menjadi mengantuk setelah membaca beberapa halaman?</p>
<p align="left">Apakah karena tidak termotivasi?</p>
<p align="left">Tidak punya waktu?</p>
<p align="left">Atau ada alasan lainnya?</p>
<p align="left">Salah satu alasan utama yang sering tidak disadari adalah karena kita membaca lambat.</p>
<p align="left">Ya membaca lambat membuat kita sulit menyelesaikan sebuah buku.</p>
<p align="left">Coba periksa buku yang pernah Anda beli, berapa banyak buku yang Anda selesaikan dan berapa banyak yang hanya dibaca beberapa halaman saja.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Gambar penuh pada slide untuk memperkuat pesan betapa mayoritas orang malas membaca karena membaca lambat.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0106.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image010[6]" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0106_thumb.jpg" alt="clip_image010[6]" width="148" height="112" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Tahukah Anda berapa kecepatan baca rata-rata orang?</p>
<p align="left">Pernahkah Anda menghitung seberapa cepat Anda membaca?</p>
<p align="left">Mayoritas orang dewasa membaca dengan kecepatan 200 kata per menit.</p>
<p align="left">Ini berarti Anda membaca 1 halaman dalam 2 menit. Dan jika Anda membaca buku 100 halaman Anda butuh waktu sekitar 3,5 jam. Dengan catatan Anda membaca terus menerus tanpa jeda.</p>
<p align="left">Angka ini tidak berbeda dengan kecepatan baca anak Sekolah Dasar.</p>
<p align="left">Bayangkan, Anda menghadapi abad informasi dan menggunakan kecepatan baca anak SD.</p>
<p align="left">Apakah hal ini wajar? Sebenarnya wajar karena kita tidak pernah belajar membaca lagi setelah lulus SD. Kita menggunakan cara membaca yang sama sejak SD dulu sampai sekarang. Itulah satu-satunya cara membaca yang kita ketahui.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Perbandingan. Slide ini berfungsi membuat perbandingan sederhana antara kecepatan baca rata-rata dengan kecepatan siswa SD.</p>
<p align="left">Penggunaan gambar untuk memperkuat asosiasi.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0126.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image012[6]" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0126_thumb.jpg" alt="clip_image012[6]" width="148" height="113" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Sebenarnya Anda mampu membaca lebih cepat.</p>
<p align="left">Anda memiliki otak yang mampu memproses informasi dengan kecepatan tinggi.</p>
<p align="left">Bagaimana caranya?</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Slide transisi untuk mengantarkan ke slide berikutnya.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0146.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image014[6]" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0146_thumb.jpg" alt="clip_image014[6]" width="148" height="113" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Pertama, jangan bersuara.</p>
<p align="left">Membaca dengan bersuara atau menggerakkan bibir membuat kecepatan baca menjadi sangat terbatas. Setara dengan kecepatan orang berbicara dan itu sangat lambat.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Penggunaan sedikit teks, nomor yang besar dan gambar yang kuat untuk membuat tips ini diingat.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0166.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image016[6]" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0166_thumb.jpg" alt="clip_image016[6]" width="148" height="113" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Kedua, jangan membaca kata per kata.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Tips kedua mirip dengan slide berikutnya. Menggunakan gambar yang relevan untuk mengajak audiens menghindari kata per kata. Perhatikan kedua slide menggunakan teks rata kanan (konsep alignment dalam desain).</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0186.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image018[6]" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0186_thumb.jpg" alt="clip_image018[6]" width="148" height="113" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Inilah yang dilakukan banyak orang ketika membaca (simulasi baca kata per kata).</p>
<p align="left">Mata berhenti di setiap kata kemudian berpindah ke kata berikutnya dan demikian seterusnya. Cara ini sangat memperlambat kecepatan baca Anda.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Simulasi untuk menunjukkan bagaimana orang membaca kata per kata. Dalam slide aktual ada animasi yang menggambarkan hal tersebut.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0206.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image020[6]" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0206_thumb.jpg" alt="clip_image020[6]" width="148" height="113" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Saya ingin membuktikan Anda bisa membaca 2 kali lebih cepat.</p>
<p align="left">Anda punya potensi luar biasa yang tidak Anda sadari.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Slide transisi untuk mengantarkan audiens ke simulasi membaca cepat.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0226.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image022[6]" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0226_thumb.jpg" alt="clip_image022[6]" width="148" height="113" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Coba Anda konsentrasi sejenak dan baca teks berikut.</p>
<p align="left">[Simulasi teks berjalan dengan cepat]</p>
<p align="left">Apakah Anda merasakan bedanya?</p>
<p align="left">Apakah Anda bisa memahami isi bacaan tadi?</p>
<p align="left">Anda baru saja berlatih membaca layaknya seorang pembaca cepat.</p>
<p align="left">Anda membaca beberapa kata sekaligus dalam sekali lihat dan dengan kecepatan tinggi.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Simulasi. Ini dilakukan untuk membuktikan bahwa setiap orang bisa membaca lebih cepat. Slide ini berisi teks terdiri dari 2-4 kata yang muncul bergantian secara cepat.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0246.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image024[6]" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0246_thumb.jpg" alt="clip_image024[6]" width="148" height="113" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Inilah teks yang baru saja Anda baca. Cukup banyak bukan?</p>
<p align="left">Dan saya yakin sebagian besar Anda dapat membacanya dengan baik.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Slide ini menunjukkan kepada audiens teks yang baru saja mereka baca. Untuk membuat mereka sadar bahwa mereka telah membaca banyak kata.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0266.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image026[6]" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0266_thumb.jpg" alt="clip_image026[6]" width="148" height="113" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Dan Anda baru saja membaca dua kali lebih cepat dari rata-rata orang.</p>
<p align="left">Bayangkan hanya dengan latihan sederhana Anda mampu mempercepat kecepatan dua kali lipat.</p>
<p align="left">Ibarat Anda sekarang memiliki dua prosesor untuk memproses informasi sementara orang lain hanya punya satu prosesor saja.</p>
<p align="left">Bayangkan betapa besar manfaat dan kesempatan yang terbuka dengan keterampilan ini untuk mengubah dunia Anda.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Slide ini mulai menurunkan tempo sebelum masuk ke kesimpulan. Fungsinya untuk mengingatkan betapa besar manfaat yang didapat dengan keterampilan membaca cepat. Penggunaan teks sederhana dan gambar 2 prosesor untuk memudahkan asosiasi audiens.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0286.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image028[6]" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0286_thumb.jpg" alt="clip_image028[6]" width="148" height="113" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Apapun profesi Anda pasti berhubungan dengan membaca.</p>
<p align="left">Memperbaiki keterampilan baca akan membuat Anda bekerja lebih cepat dan belajar lebih cerdas.</p>
<p align="left"><strong>Jika Anda seorang mahasiswa, </strong>membaca cepat akan membantu Anda membaca dengan cerdas.</p>
<p align="left">Anda menyelesaikan tugas baca jauh lebih cepat dari rekan-rekan Anda.</p>
<p align="left">Tidak hanya itu, Anda pun akan memiliki pemahaman lebih tinggi. Mengapa, karena dengan menangkap banyak kata sekaligus, otak Anda mampu menghubungkannya dan menarik pemahaman lebih tinggi daripada Anda membaca kata per kata.</p>
<p align="left">Anda akan menjadi mahasiswa yang berprestasi.</p>
<p align="left"><strong>Jika Anda seorang profesional, </strong>membaca cepat akan membantu Anda menyelesaikan email, membaca laporan, dan membuat keputusan dengan lebih cepat. Anda punya banyak waktu untuk mengembangkan diri Anda. Dan Anda akan menjadi profesional yang handal.</p>
<p align="left"><strong>Jika Anda seorang pembelajar dalam kehidupan, </strong>membaca cepat membuat Anda cinta kegiatan membaca.</p>
<p align="left">Membaca cepat menjadikan Anda senang belajar keterampilan baru.</p>
<p align="left">Membaca cepat mengubah Anda menjadi pribadi yang lebih unggul.</p>
<p align="left">Anda akan menjadi manusia dapat membawa kemajuan bagi Indonesia</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Slide Kesimpulan: Slide ini memaparkan manfaat membaca cepat menggunakan bentuk mind map. Bentuk ini sengaja dipilih agar audiens mudah mengingat pesan yang disampaikan dan tampil lebih menarik daripada menggunakan bullet point.</p>
<p align="left">Jika Anda perhatikan dengan baik, saya mengulang frasa membaca cepat beberapa kali di akhir slide ini. Teknik itu disebut anaphora dalam public speaking yang berguna untuk memberi penekanan dan dramatisasi atas pesan yang Anda sampaikan.</p>
<p align="left">Teknik anaphora paling terkenal dipakai oleh Marthin Luther King dalam pidatonya I Have a Dream.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0306.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image030[6]" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0306_thumb.jpg" alt="clip_image030[6]" width="148" height="113" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Dan jika suatu hari ada orang bertanya kepada Anda,</p>
<p align="left">“Berapa banyak buku yang Anda baca dalam setahun?”</p>
<p align="left">Anda bisa berkata dengan bangga,</p>
<p align="left">“Saya membaca 52 buku dalam setahun, karena saya seorang pembaca cepat.”</p>
<p align="left">Terima kasih.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Slide Penutup: Berisi rangkuman terhadap cerita yang dibuka di awal yakni berapa banyak buku yang Anda baca dalam setahun.</p>
<p align="left">Dengan penutup ini sekaligus memperkuat kata kunci “membaca cepat” untuk terus diingat audiens setelah presentasi berakhir.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168"></td>
<td valign="top" width="197"></td>
<td valign="top" width="206"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lewat slide yang menarik secara visual kita membantu audiens mendapat ide secara lengkap dan jelas. Lewat kalimat verbal kita memberi penjelasan sehingga maksud dari visual tersebut dimengerti dan mudah diingat.</p>
<p>Dengan slide yang singkat, sederhana dan menggunakan gambar-gambar yang kuat saya ingin membuat audiens mengingat isi presentasi dengan baik sekaligus menggugah perhatian mereka setelah presentasi selesai.</p>
<h3 align="left">Melatih Presentasi</h3>
<p>Karena tampil di TED merupakan kesempatan yang sangat langka, tentu saja saya tidak ingin menyia-nyiakannya. Untuk itu secara khusus saya melatih presentasi tersebut dan mengulangnya berkali-kali sampai hafal di luar kepala seluruh kalimat demi kalimat yang akan saya sampaikan.</p>
<p>Anda mungkin bertanya, bagaimana mungkin menghafal seluruh isi pembicaraan kita dalam presentasi? Hal tersebut mudah dilakukan ketika kita membuat slide yang visual sehingga membantu kita memberi penjelasan verbal. Ketika Anda sudah mempersiapkan kalimat kunci seperti contoh di atas, Anda akan ingat apa yang harus dikatakan berikutnya.</p>
<p>Dalam latihan ini saya juga melatih intonasi suara, menciptakan momentum menjelang penutupan presentasi, dan bagaimana berbicara secara natural namun menyakinkan. Dengan demikian, saya merasa nyaman dengan gaya bicara yang akan ditampilkan.</p>
<p>Secara khusus saya belajar gaya berbicara seperti <strong><a href="http://www.ted.com/talks/sarah_kay_if_i_should_have_a_daughter.html" target="_blank">Sarah Kay</a></strong>, seorang penulis puisi kontemporer dalam presentasinya di TED berjudul “If I Should Have A Daughter”. Saya juga menggunakan pendekatan mirip <strong><a href="http://www.ted.com/talks/mark_bezos_a_life_lesson_from_a_volunteer_firefighter.html" target="_blank">Mark Bezos</a></strong> dalam kisah penyelamatan pemadam kebakaran di TED untuk menyambungkan antara pernyataan di awal presentasi dengan penutupan di akhir presentasi.</p>
<p>Dalam sebuah presentasi latihan atau rehearsal sangat penting terutama jika Anda tampil dalam presentasi penting di mana waktu yang tersedia sangat terbatas dan apapun yang Anda tampilkan akan meninggalkan kesan kepada audiens. Steve Jobs mengulang-ulang presentasi yang akan dia bawakan berkali-kali termasuk bagaimana transisi antar slide, kapan demonstrasi akan dimulai, kapan sebuah kejutan akan ditampilkan, dan seluruh elemen presentasi lainnya. Dengan demikian, sebuah presentasi tampil layaknya pertunjukan dengan persiapan yang matang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Bagaimana Dengan Presentasi Anda?</h3>
<p>Mempersiapkan presentasi dengan baik akan memberi kepuasan tersendiri buat Anda para presenter. Dengan persiapan yang matang, kita telah menjalankan tugas penting agar ide yang akan dibawakan dapat disampaikan dengan mudah dan diingat oleh audiens. Persiapan yang matang juga membantu kita untuk menetapkan sebuah tujuan apa yang ingin dicapai di akhir presentasi. Pada akhirnya presentasi yang baik dapat mengubah dunia Anda.</p>
<p>Anda punya pertanyaan atau pengalaman dalam mempersiapkan sebuah presentasi? Silakan berbagi dengan pembaca lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Materi Referensi:</strong></p>
<p>Download Video TEDx Membaca Cepat | <a href="https://s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/membacacepat-resources/ted/membaca-cepat-tedx-jakarta-ipad.m4v" target="_blank">iPhone/iPad/iTunes &#8211; 30 MB</a> | <a href="https://s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/membacacepat-resources/ted/membaca-cepat-tedx-jakarta-windows.wmv" target="_blank">Windows WMV &#8211; 34 MB</a> |</p>
<p>Download File Presentasi | <a href="https://s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/membacacepat-resources/ted/membaca-cepat-tedx-jakarta-powerpoint.pptx" target="_blank">Powerpoint &#8211; 4 MB</a> |</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2011/09/presentasi-tedx-jakarta-membaca-cepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Berharga di TEDx Jakarta 2011</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2011/09/pengalaman-berharga-di-tedx-jakarta-2011/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2011/09/pengalaman-berharga-di-tedx-jakarta-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 23:33:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Speed Reading]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca Cepat]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Noer]]></category>
		<category><![CDATA[TEDxJakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2011/09/pengalaman-berharga-di-tedx-jakarta-2011/</guid>
		<description><![CDATA[Saya mendapat kesempatan menjadi pembicara pertama dalam sesi 3 yang berjudul Forgotten Wisdom. Pada sesi ini audiens diajak untuk ke masa lalu, ke dunia kanak-kanak mereka dan menemukan kembali kearifan lokal yang terlupakan.

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/image.png"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="image" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/image_thumb.png" alt="image" width="500" height="228" border="0" /></a></p>
<p>Tampil sebagai salah satu pembicara di TED adalah kesempatan luar biasa. Buat Anda yang belum familiar, TED merupakan organisasi nirlaba yang mengajak para tokoh berbagai bidang untuk tampil dalam forum dan menyampaikan ide mereka untuk disebarluaskan ke masyarakat. Selain TED di level global, juga ada TED yang diselenggarakan lokal salah satunya TEDx Jakarta.</p>
<p>Dan alhamdulillah kesempatan tersebut datang pada waktu yang tepat. Ketika saya sedang mempersiapkan buku tentang &#8220;The Power of Great Presentation&#8221;, saya mendapat kesempatan untuk menguji teori yang saya pakai dalam sebuah presentasi. Buku ini sedang dalam tahap penyelesaian akhir dan saya harapkan bisa segera terbit buat para pembaca setia blog ini.</p>
<p><span id="more-1482"></span></p>
<p>Kesempatan datang ketika panitia TEDx Jakarta sedang mempersiapkan acara berjudul <strong>“The Journey To Return”.</strong> Mereka memberi kesempatan kepada komunitas audiens TEDx untuk ikut tampil sekaligus berbagi ide. Lewat serangkaian seleksi yang dilakukan panitia, terpilih 3 pembicara mewakili komunitas audiens dan saya termasuk salah satunya. Pembicara lain adalah Arif Abdillah yang mengumpulkan rahasia dalam proyek pribadinya di blog langkahkaki.com dan Dhira Narayana penggagas dan ketua komunitas Lingkar Ganja Nusantara dengan ide uniknya bahwa ganja adalah tanaman bermanfaat dan tidak seharusnya dilarang.</p>
<p>Ada banyak pembicara yang tampil. Total 3 sesi dilakukan dari pagi sampai menjelang maghrib. Sesi pertama dengan judul <strong>The Golden Rule</strong> dibuka oleh <strong>Musdah Mulia</strong> yang menjelaskan bagaimana dia menjalani prinsip-prinsip keberagamaan yang toleran dengan penganut keyakinan berbeda dan bekerjasama satu sama lain. <strong>Didik Nini Towok</strong> dengan tarian gemulai berkisah perjalanan hidupnya menjadi penari cross-gender. Sesi ini kemudian ditutup <strong>Arif Abdillah</strong> yang memaparkan project “Secret” di mana setiap orang punya rahasia dan memerlukan tempat untuk mencurahkan rahasia itu.</p>
<p>Sesi kedua bertajuk <strong>Progress With Purpose</strong> dibuka oleh <strong>John Hardy</strong>, seorang pengusaha permata yang kemudian mendirikan sekolah hijau pertama di dunia berlokasi di Bali. John juga pernah tampil di TED global beberapa waktu lalu. <strong>Dhira Narayana</strong> meneruskan lewat pemaparan tentang tanaman luar biasa dan aspek politis yang mendasarinya. Tanaman itu adalah ganja. Dilanjutkan <strong>Ewa Wojwoska</strong> mantan aktivitis PBB yang mendirikan kopernik.info untuk mewujudkan teknlogi tepat guna yang membantu masyarakat banyak di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. <strong>Ridwan Djamaluddin</strong> peneliti samudra dari BPPT memaparkan bagaimana negeri kita berada di area rawan bencana dan apa yang selayaknya dilakukan oleh penduduk negeri ini dengan situasi tersebut. Ditutup oleh <strong>Derek Sivers</strong> seorang Music Entrepreneurs yang menyampaikan presentasi dengan gaya unik tentang prinsip-prinsip usaha.</p>
<p>Saya mendapat kesempatan menjadi pembicara pertama dalam sesi 3 yang berjudul <strong>Forgotten Wisdom.</strong> Pada sesi ini audiens diajak untuk ke masa lalu, ke dunia kanak-kanak mereka dan menemukan kembali kearifan lokal yang terlupakan.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/Muhammad-Noer-di-TEDx-Jakarta.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="Muhammad Noer di TEDx Jakarta" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/Muhammad-Noer-di-TEDx-Jakarta_thumb.jpg" alt="Muhammad Noer di TEDx Jakarta" width="550" height="367" border="0" /></a></p>
<p>Ternyata memberi presentasi di TEDx merupakan tantangan tersendiri. Waktu yang diberikan tergolong singkat: hanya 5 menit. Dalam waktu yang terbatas seorang pembicara harus bisa menceritakan idenya dengan tuntas. Tidak hanya itu, audiens TED yang terkenal kritis, loyal, memberi tantangan tersendiri. Bagaimana membuat topik yang dibawakan mampu menggugah mereka. Thought provoking and worth spreading.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut saya mengangkat judul <strong>&#8220;Membuka Dunia Anda Lewat Membaca Cepat&#8221;.</strong></p>
<p>Dalam presentasi di TEDx Jakarta saya ingin menggugah audiens bahwa mayoritas orang kehilangan kesempatan untuk belajar lebih banyak dan lebih baik karena mereka membaca lambat. Kita memasuki zaman informasi dengan kecepatan baca yang tidak lebih baik dari seorang lulusan SD. Saya juga melakukan demonstrasi bagaimana proses membaca cepat dilakukan dan mengapa membaca 2 kali lebih cepat dari rata-rata orang sangat mungkin.</p>
<p>Presentasi dibuka dengan sebuah pertanyaan, berapa banyak buku yang Anda baca dalam setahun. Dilanjutkan dengan penelitian yang menunjukkan berapa banyak buku yang dibaca oleh orang dewasa di Amerika Serikat dalam setahun.</p>
<p>Presentasi tersebut dilanjutkan dengan demonstrasi tips membaca cepat dan bagaimana membaca beberapa kata sekaligus dalam sekali lihat. Hal ini bertujuan menggugah audiens menyadari potensial besar yang mereka miliki. Presentasi ditutup dengan membahas manfaat membaca cepat dalam setiap profesi dan sebuah pernyataan kuat sebagai penutupnya.</p>
<p>Acara dilanjukan dengan <strong>Muljadi Pinneng Sulungbudi</strong> yang mengajak kita melihat keindahan bawah laut Indonesia yang begitu luar biasa. <strong>Zaini Alif</strong> seorang pakar permainan tradisional dengan dedikasi luar biasa di Komunitas Hong. Zaini menunjukkan bagaimana permainan tradisional pada dasarnya mengandung nilai-nilai pendidikan yang luar biasa. Kemudian tampil <strong>Jubing Kristianto</strong> lewat petikan gitar yang sangat unik dan berbeda dari gitaris lainnya. Jubing mampu menunjukkan sebuah instrumen bisa menjadi simfoni lengkap yang harmonis. Sesi ketiga ini ditutup pembicara rahasia yakni <strong>Pak Raden</strong> dalam Serial si Unyil yang sangat terkenal ketika saya SD dulu. Pak Raden di usianya yang sepuh tetap bersemangat dan bercerita dengan cara yang unik: mengambar langsung kisah yang dia bawakan secara LIVE.</p>
<p>Usailah acara sore itu yang mengambil tempat di Jakarta International School.</p>
<p>Inilah pengalaman pertama saya hadir langsung dalam sesi Live TEDx sekaligus berkesempatan memaparkan ide untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Saya ucapkan terima kasih kepada panitia TEDx yang telah memberi kesempatan luar biasa ini.</p>
<p>Insya Allah dalam posting yang akan datang saya akan mengulas proses pembuatan presentasi TED dan bagaimana strategi yang saya pakai untuk menyampaikan ide dalam waktu singkat kepada audiens. Mudah-mudahan rekaman video untuk acara ini sudah selesai sehingga Anda dapat melihat dari sisi seorang presenter bagaimana menampilkan sebuah presentasi yang menarik dan memukau.</p>
<p>Bravo TEDx Jakarta untuk kerja yang tak kenal lelah dalam menampilkan acara yang luar biasa.</p>
<p>Berikut liputan menarik lainnya tentang acara TEDx Jakarta &#8211; The Journey to Return:<br />
Blog <a href="http://zakyakbar.wordpress.com/2011/08/16/tedx-jakarta-awesome/">Zaky Akbar</a><br />
Blog <a href="http://anggriawan.web.id/2011/08/tedxjakarta-2011.html">Anggriawan</a></p>
<p>Photo credit: <a href="http://zakyakbar.wordpress.com/2011/08/16/tedx-jakarta-awesome/">Zaky Akbar</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2011/09/pengalaman-berharga-di-tedx-jakarta-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TEDxJakarta 2011: The Journey To Return</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2011/08/tedxjakarta-2011-the-journey-to-return/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2011/08/tedxjakarta-2011-the-journey-to-return/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2011 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[TED]]></category>
		<category><![CDATA[TEDxJakarta]]></category>
		<category><![CDATA[The Journey To Return]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2011/08/tedxjakarta-2011-the-journey-to-return/</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 13 Agustus 2011, TEDxJakarta akan mengadakan acara spesial bertajuk “The Journey To Return”. Acara ini akan mengajak Anda melihat kembali ke masa lalu, masa kanak-kanak, nilai-nilai universal dan melihat ke dalam diri Anda sendiri.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu, 13 Agustus 2011, TEDxJakarta akan mengadakan acara spesial bertajuk <strong>“The Journey To Return”. </strong>Acara ini akan mengajak Anda melihat kembali ke masa lalu, masa kanak-kanak, nilai-nilai universal dan melihat ke dalam diri Anda sendiri.</p>
<p>Pada kesempatan ini, Anda akan diajak untuk melihat, mendengar, dan menyaksikan karya para tokoh berbagai bidang diantaranya:</p>
<ul>
<li>Siti Musdah Mulia – Interfaith Peace Advocate</li>
<li>Ewa Wojkowska – Innovation Connector</li>
<li>Muljadi Pineng Sulungbudi – Underwater Photographer</li>
<li>Didik Nini Thowok – Cross Gender Dancer</li>
<li>Ridwan Djamaluddin – Ocean Scientist</li>
<li>Jubing Kristianto – Accoustic Folk Guitarist</li>
<li>John Hardy – Green Entrepreneur</li>
<li>Derek Sivers – Music Entrepreneurs</li>
<li>Zaini Alif – Traditional Games Expert</li>
</ul>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/08/TEDxJakarta2011JourneytoReturn.jpg"><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="TEDxJakarta2011-Journey-to-Return" border="0" alt="TEDxJakarta2011-Journey-to-Return" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/08/TEDxJakarta2011JourneytoReturn_thumb.jpg" width="570" height="564" /></a> </p>
<p>Seperti <a href="http://www.muhammadnoer.com/2011/03/tedxjakarta-live-2011-pengalaman-menyaksikan-pembicara-hebat/" target="_blank">acara TED sebelumnya,</a> banyak peminat yang antri untuk dapat menghadiri acara tersebut. Pendaftaran yang dibuka panitia minggu lalu langsung penuh dalam dua jam pertama.</p>
<p><span id="more-1470"></span>
<p>Walaupun demikian, buat Anda yang ingin menyaksikan langsung presentasi para tokoh di atas, jangan sia-siakan kesempatan untuk mendapatkan kursi yang mungkin masih tersedia. Ya, panitia TEDxJakarta memberi kesempatan buat Anda dalam <em>waiting list</em>. Yang harus Anda lakukan adalah mendaftar secara online, dan segera merespon email konfirmasi yang dikirimkan panitia untuk memastikan satu kursi buat kehadiran Anda.</p>
<p>Acara TED kali ini cukup unik karena untuk pertama kalinya memberi kesempatan kepada komunitas audiens TED tampil dan ikut berbagi. Mereka menyebutnya <strong>TEDxJakarta: YOU!</strong></p>
<p>Sebagai salah seorang <a href="http://www.muhammadnoer.com/2011/03/belajar-presentasi-hebat-dari-ted-conference/" target="_blank">audiens TED yang fanatik,</a> saya pun ikut mendaftar dalam seleksi yang diadakan panitia. Berita baiknya adalah, saya terpilih menjadi salah satu pembicara untuk menyampaikan ide yang layak untuk disebarluaskan. Saya akan berbagi kepada audiens TED bagaimana menguasai keterampilan membaca dapat mengubah dunia Anda.</p>
<p>Ini adalah kesempatan yang sangat saya syukuri dan nikmati. Berbicara di komunitas TED merupakan kesempatan langka dan kehormatan besar buat saya. Untuk itu, saya sedang mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan menjadikan forum TED untuk berlatih bagaimana menampilkan sebuah presentasi secara menarik dan profesional di depan publik.</p>
<p>Jadi, jika Anda sudah terdaftar untuk hadir, sampai bertemu di sana. Jangan lupa untuk saling bertegur sapa. Jika Anda belum terdaftar, jangan lewatkan kesempatan ini, dan daftarkan diri Anda. Siapa tahu panitia masih menyediakan tempat buat Anda. Info lengkap dapat dibaca di website resmi <a href="http://www.tedxjkt.org">http://www.tedxjkt.org</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2011/08/tedxjakarta-2011-the-journey-to-return/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Tujuan Presentasi Anda?</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2011/06/tujuan-presentasi/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2011/06/tujuan-presentasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jun 2011 17:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Presentasi Memberi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Presentasi Membujuk]]></category>
		<category><![CDATA[Tujuan Presentasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2011/06/tujuan-presentasi/</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum Anda membuat slide, menentukan kalimat pembuka, mempersiapkan argumentasi, dan menyusun penutup yang memukau, hal pertama yang wajib Anda tanyakan adalah: “Apa sebenarnya tujuan presentasi saya?”]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="display: inline; border: 0px;" title="Presentasi" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/06/Presentasi.jpg" border="0" alt="Presentasi" width="450" height="450" /></p>
<p>Sebelum mempersiapkan sebuah presentasi, coba tanyakan apa yang menjadi tujuan Anda?</p>
<p>Setiap presentasi harus memiliki tujuan. Tanpa tujuan, Anda akan kehilangan arah.</p>
<p><strong>Steven Covey </strong>dalam bukunya yang terkenal <strong><em><a href="http://www.muhammadnoer.com/2010/08/bagaimana-menjadi-manusia-efektif-dan-produktif-bagian-1/" target="_blank">The Seven Habits of Highly Effective People</a></em> </strong>menjelaskan salah satu kebiasaan manusia efektif adalah memulai sesuatu dengan menetapkan tujuan akhir yang ingin dicapai &#8211; <em>begin with the end in mind</em>.</p>
<p>Sebelum Anda membuat sesuatu, miliki gambaran besar apa yang ingin dicapai. Seorang yang ingin membangun sebuah gedung megah tentu perlu mempersiapkan gambar kerja yang jelas sebelum meletakkan batu pertama. Hal yang sama perlu Anda lakukan untuk presentasi Anda.</p>
<p><span id="more-1442"></span></p>
<p>Sebelum Anda membuat slide, menentukan kalimat pembuka, mempersiapkan argumentasi, dan menyusun penutup yang memukau, hal pertama yang wajib Anda tanyakan adalah: <strong><em>“Apa sebenarnya tujuan presentasi saya?”</em></strong></p>
<p>Jika Anda belum bisa menjawabnya, berarti Anda belum tahu apa yang ingin dicapai. Anda akan kesulitan menjadi <a href="http://www.muhammadnoer.com/2011/05/presentasi-efektif/" target="_blank">presenter yang efektif</a>.</p>
<p>Menetapkan tujuan sangat penting karena akan menentukan cara Anda memberikan presentasi.</p>
<p>Sebuah <strong>presentasi yang memberikan informasi</strong> harus dirancang semudah mungkin. Dengan demikian, audiens yang sama sekali belum pernah mendengar topik tersebut menjadi mengerti.</p>
<p><strong>Presentasi yang bertujuan membujuk</strong> harus mampu menggugah emosi audiens. Ini bertujuan untuk mengubah sikap dan mengajak mereka melakukan sesuatu. Apakah hal itu berarti menyetujui ide Anda, membeli produk Anda, atau memberi dukungan atas apa yang telah dan akan Anda lakukan.</p>
<p>Secara umum ada dua tujuan utama ketika seseorang memberikan presentasi:</p>
<ol>
<li>Memberi informasi <em>(to inform)</em></li>
<li>Mempengaruhi <em>(to persuade)</em></li>
</ol>
<p>Presentasi untuk memberi informasi dilakukan ketika audiens belum familiar dengan topik yang dibahas. Presentasi jenis ini biasanya banyak memberikan fakta dan data agar audiens menjadi “melek” akan apa yang terjadi. Pada akhir presentasi, diharapkan audiens akan mengerti akan informasi baru yang sebelumnya tidak mereka ketahui.</p>
<p>Presentasi untuk mempengaruhi orang lain dilakukan ketika Anda ingin audiens melakukan sesuatu. Presentasi seperti ini biasanya memiliki <strong><em>“call to action”</em></strong> yakni apa yang harus dilakukan audiens setelah selesai mendengarkan presentasi Anda. Apakah mereka akan membeli produk, menyetujui proposal, menerima ide, atau melakukan suatu tindakan.</p>
<p>Presentasi jenis pertama banyak dilakukan di ruang kelas ketika seorang dosen menjelaskan materi perkuliahan. Adapun jenis kedua banyak ditemukan dalam berbagai presentasi bisnis dan dunia profesional.</p>
<p>Lebih jauh lagi, tujuan sebuah presentasi atau pembicaraan di depan publik dapat diperluas. <strong>Richard Dowis </strong>dalam <strong><em>The Lost Art of the Great Speech</em> </strong>menyebutkan ada enam tujuan ketika seseorang berbicara di depan publik:</p>
<ul>
<li>Menghibur</li>
<li>Memotivasi</li>
<li>Memberi inspirasi</li>
<li>Memberi informasi</li>
<li>Membujuk atau meyakinkan</li>
<li>Membela</li>
</ul>
<p>Apa yang disampaikan Richard Dowes di atas sangat relevan ketika kita menyebutkan ciri-ciri presentasi yang menarik dan efektif.</p>
<p>Kita suka sebuah presentasi yang mampu memberi inspirasi dan tidak sekedar memberi informasi. Kita juga kagum dengan presentasi yang mampu memotivasi tidak hanya berusaha membujuk atau meyakinkan. Dan semua orang akan senang dengan presentasi yang mampu menghibur audiensnya.</p>
<p>Hal inilah yang perlu dipahami seorang presenter sebelum memulai persiapan presentasinya.</p>
<p>Jadi sebelum memulai apapun, tetapkan dahulu tujuan presentasi Anda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Photo Credit: <a href="http://www.flickr.com/photos/o5com/5220980010/sizes/m/in/photostream/" target="_blank">o5com</a> under Creative Commons License</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2011/06/tujuan-presentasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Presentasi Efektif</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2011/05/presentasi-efektif/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2011/05/presentasi-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 May 2011 23:35:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Presentasi Efektif]]></category>
		<category><![CDATA[teknik presentasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2011/05/presentasi-efektif/</guid>
		<description><![CDATA[Presenter yang baik akan memanfaatkan 10 menit pertama untuk mendapat kepercayaan dari audiens.
Ikuti tujuh tips berikut untuk membuat presentasi Anda efektif sekaligus meyakinkan:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong></p>
<p><strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/05/AlGore2008.TEDPresentation.jpg"><img title="AlGore-2008.TED-Presentation" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="240" alt="AlGore-2008.TED-Presentation" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/05/AlGore2008.TEDPresentation_thumb.jpg" width="432" border="0" /></a> </strong></p>
<blockquote><p><strong>Memberikan presentasi efektif tidak mudah. </strong></p>
</blockquote>
<p>Jika Anda mencoba menilai presentasi yang pernah kita ikuti secara jujur, maka kebanyakan presentasi tidak menarik, membosankan, dan sulit dimengerti. Ini terjadi karena presenter – orang yang memberikan presentasi – tidak memahami apa yang dibutuhkan audiensnya. Mereka tidak tahu bagaimana cara berkomunikasi yang efektif dengan audiens. Akibatnya tujuan presentasi tidak tercapai. Presenter mengalami frustrasi sama seperti yang dirasakan audiensnya.</p>
<p>Coba Anda ingat pengalaman ketika mendengarkan presentasi lalu jawab pertanyaan berikut dengan jujur:</p>
<ul></ul>
<ul>
<li>Seberapa sering Anda merasa bosan ketika mendengar sebuah presentasi dan berharap segera selesai? </li>
<li>Berapa banyak isi presentasi yang bisa Anda ingat dengan baik? </li>
</ul>
<p>Sebuah studi menunjukkan seseorang mulai bosan mendengarkan presentasi ketika masuk menit ke sepuluh. Inilah saatnya ketika sebagian audiens mulai melirik jam tangan, sebagian yang lain menguap menunjukkan tanda-tanda mengantuk, dan sisanya mulai berkhayal kapan presentasi akan selesai.</p>
<p>Presenter yang baik akan memanfaatkan 10 menit pertama untuk mendapat kepercayaan dari audiens. Adapun presenter rata-rata akan berbicara terus tanpa sadar sebagian besar audiens telah kehilangan perhatian.</p>
<p>Besar kemungkinan Anda juga kesulitan mengingat isi presentasi yang pernah Anda dengarkan. Hal ini dapat dimaklumi karena banyak presentasi menggunakan slide-slide yang sedemikian rumit dengan kata-kata panjang sehingga <strong>audiens yang cerdas sekalipun susah mengerti.</strong> Presenter yang membawakan presentasi seperti ini lupa bahwa slide yang sederhana dan mudah diingat akan jauh lebih <em>powerful</em> untuk meyakinkan audiensnya. Alih-alih menggunakan slide sebagai alat bantu visual, presenter malah menjadikan slide sebagai dokumen yang dibaca sepanjang presentasi.</p>
<p>Lantas adakah tips-tips untuk membuat presentasi efektif?</p>
<p>Ikuti tujuh tips berikut untuk membuat presentasi Anda efektif sekaligus meyakinkan:</p>
<p><span id="more-1415"></span>
</p>
<h2><strong>1. </strong><strong>Mulailah Dengan Cerita</strong></h2>
<p>Jika Anda sering memperhatikan pembicara besar, mereka akan <strong><a href="http://www.presentasi.net/presentasi-memukau-tanpa-slide/" target="_blank">memulai dengan cerita.</a></strong> Mengapa cerita? Cerita mudah diingat dan kita semua senang mendengarkannya. Masih ingat cerita masa kecil yang dikisahkan oleh kakek, nenek, ayah atau ibu Anda dulu? Saya yakin Anda masih ingat sampai sekarang.</p>
<p>Cerita sebagai pembuka presentasi sangat efektif untuk <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/02/memilih-kalimat-pembuka-presentasi/">mempersiapkan audiens agar memperhatikan presentasi Anda.</a></strong> Cerita yang menarik akan memberi <em>rapport</em> – terciptanya harmoni, pengertian dan kepercayaan – dengan audiens. Tidak hanya itu, audiens yang mengantuk dan tidak bersemangat sekalipun akan mulai fokus ketika mendengarkan cerita.</p>
<p>Untuk itu, Anda bisa <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/01/membuka-presentasi-dengan-baik/">membuka presentasi dengan cerita yang relevan.</a></strong> Tidak perlu panjang-panjang, cukup 1-3 menit saja. Perhatikan topik presentasi Anda dan pikirkan cerita yang berhubungan. Misalkan Anda hendak menyampaikan presentasi tentang Pertumbuhan Social Media dan Implikasinya, maka Anda bisa memulai dengan:</p>
<blockquote><p>“Tahukah Anda bagaimana Mark Zuckerberg menciptakan Facebook? Bermodalkan sebuah komputer dan memanfaatkan jaringan komputer kampusnya, dia berhasil menciptakan situs kedua paling populer hanya dalam beberapa tahun saja. Strateginya sederhana, biarkan pengunjung menciptakan konten untuk situs Anda dan buat mereka betah berlama-lama membaca apa yang diceritakan temannya.”</p>
</blockquote>
<p>&#160;</p>
<h2><strong>2. </strong><strong>Keep It Simple and Straight</strong></h2>
<p>Ketika membuat slide, gunakan rumus <strong>KISS, keep it simple and straight.<em> </em></strong>Beberapa orang memplesetkannya dengan <em>keep it simple, stupid.</em> Jika Anda ingin jadi presenter berkualitas, slide sederhana yang mudah dipahami jauh lebih bermanfaat dibandingkan slide yang rumit, penuh teks dan melelahkan ketika dibaca.</p>
<p><strong><a href="http://www.presentasi.net/contoh-slide-presentasi-powerpoint/" target="_blank">Slide adalah alat bantu visual.</a></strong> Ingat, hanya alat bantu. <strong>Anda presenter sebenarnya.</strong> Karena itu buat slide semudah mungkin yang bisa mewakili ide Anda dengan jelas. Slide yang baik akan mudah dimengerti apa maksudnya dalam beberapa detik pertama. Dengan demikian, Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu hanya untuk menjelaskan maksud sebuah slide. Tugas Anda memadukannya dengan kalimat verbal yang mendukung tampilan visual.</p>
<p><strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2010/01/8-kesalahan-fatal-dalam-membuat-slide-presentasi/">Gunakan sedikit teks dalam slide Anda.</a></strong> Simpan teks panjang dalam dokumen dan bagikan di akhir presentasi jika perlu. Tampilkan kata kunci yang menjadi inti persoalan sebagai alat bantu visual. Dengan cara ini, audiens akan mudah paham karena Anda menyampaikan presentasi dengan efektif. Anda pun bisa berkreasi menjelaskannya. Tidak perlu sebentar-sebentar melihat dan membaca slide dengan menghadap ke belakang.</p>
<p>&#160;</p>
<h2><strong>3. </strong><strong>Tampilkan Apa Yang Benar-Benar Perlu</strong></h2>
<p>Sayangi audiens Anda. Mereka <strong>tidak bisa mengingat terlalu banyak informasi</strong> dalam sebuah kesempatan. <a href="http://www.presentasi.net/membuat-grafik-powerpoint-yang-efektif-dan-menarik/" target="_blank">Tentukan apa yang penting dan apa yang tidak.</a> Ketika Anda membuat slide, tanyakan pada diri Anda:</p>
<p>Apakah slide ini diperlukan?</p>
<p>Dapatkah saya menghapusnya?</p>
<p>Jangan terjebak menjadi presenter yang mau menjelaskan segalanya. Ingat <strong>waktu Anda terbatas.</strong> Demikian juga perhatian dan kemampuan audiens untuk mengingat apa yang Anda sampaikan sangat terbatas.</p>
<p>Pilih mana yang akan Anda jelaskan dan simpan yang lainnya. Jika Anda ragu suatu slide mungkin diperlukan, jadikan sebagai cadangan. Jelaskan slide tersebut jika ada pertanyaan yang relevan.</p>
<p>Sama halnya dengan memilih slide, <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/02/6-prinsip-penggunaan-slide-dalam-presentasi/">pilih kata-kata Anda secara cermat.</a></strong> Jika Anda akan membuat contoh, pilih yang paling mewakili dengan topik pembahasan. Jika Anda akan melakukan demo, pilih yang paling menciptakan interaksi. Termasuk ketika Anda berbicara, pilih kata-kata yang paling kuat, membawa kesan mendalam, sekaligus mudah diingat audiens Anda. Gunakan komunikasi efektif dalam setiap presentasi Anda.</p>
<p>Audiens akan sangat menghargai Anda jika hanya menampilkan apa yang benar-benar perlu. Ini akan memudahkan mereka memahami apa yang Anda jelaskan, sekaligus mengikuti apa yang Anda inginkan di akhir presentasi.</p>
<p>&#160;</p>
<h2><strong>4. </strong><strong>Ciptakan Interaksi Dengan Audiens</strong></h2>
<p>Presenter yang baik melakukan <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/01/mempersiapkan-sebuah-presentasi-yang-meyakinkan/">interaksi dengan audiens.</a></strong> Caranya bermacam-macam. Anda bisa mengajukan pertanyaan dan memberi kesempatan audiens menjawabnya. Anda juga bisa memakai pernyataan retorika yang tidak perlu dijawab namun akan mengajak audiens untuk berpikir.</p>
<p>Ketika melakukan demo, ajaklah salah seorang audiens tampil ke depan. Ketika Anda menuliskan sesuatu di <em>flipchart</em>, minta audiens menebak atau memikirkan apa yang seharusnya ditulis. Minta audiens Anda menyampaikan pendapat dan tuliskan.</p>
<p>Tentu Anda harus mengatur sebaik mungkin agar interaksi yang dibangun tetap wajar dan tidak menghabiskan waktu presentasi. <strong>Pilih satu atau dua interaksi</strong> yang membantu audiens bersemangat mengikuti presentasi Anda dari awal sampai akhir.</p>
<p>Interaksi membantu audiens <strong>merasakan langsung apa yang Anda jelaskan.</strong> Ini membuat mereka termotivasi dan terus memperhatikan dengan baik presentasi Anda. Tentu Anda pun akan senang karena telah mampu memberikan presentasi yang efektif.</p>
<p>&#160;</p>
<h2><strong>5. </strong><strong>The Power of Three</strong></h2>
<p>Melanjutkan konsep kesederhanaan, gunakan <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/11/tips-agar-presentasi-selalu-diingat-audiens/">konsep 3 bagian dalam presentasi</a></strong> Anda. Mengapa angka 3? Karena kita sangat terbiasa dan secara alami mudah mengerti. Presentasi akan selalu dimulai dengan pembukaan, isi, dan penutup.</p>
<p>Jika Anda menjelaskan latar belakang, pilih 3 hal paling penting yang mendasari persoalan tersebut. Ketika Anda menjelaskan alternatif solusi, tampilkan paling banyak 3 pilihan. Ketika Anda menjelaskan keunggulan sebuah produk, tampilkan 3 fitur paling utama. Ketika Anda menjelaskan mengapa kita harus memilih, berikan 3 alasan paling kuat.</p>
<p>Lantas bagaimana jika hal yang penting lebih dari tiga? Tentu Anda tetap bisa menambahkannya jika sangat perlu. Namun jika ingin <strong><a href="http://www.presentasi.net/teknik-presentasi-kelas-dunia/" target="_blank">merasakan “power” dalam presentasi</a></strong> Anda, pilih 3 hal yang paling besar dalam setiap pembahasan. Ini akan membuat presentasi Anda mudah diingat. Anda juga belajar menetapkan prioritas apa yang perlu disampaikan dan apa yang tidak.</p>
<p>&#160;</p>
<h2><strong>6. </strong><strong>Paduan Harmonis Slide Visual dengan Ucapan Verbal</strong></h2>
<p>Memberikan presentasi merupakan <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/12/contoh-slide-presentasi-yang-baik-dan-alasan-penggunaannya/">perpaduan antara informasi visual</a></strong> lewat slide dan <strong>informasi audio</strong> lewat suara Anda. Audiens akan lebih mudah memahami informasi jika apa yang ditampilkan sebagai stimulus visual berpadu harmonis dengan penjelasan verbal. Itu mengapa slide sebaiknya hanya berisi gambar atau kata kunci ringkas yang dapat mewakili sebuah ide.</p>
<p>Lewat penjelasan yang Anda berikan, audiens akan belajar <strong>memahami ide secara lengkap dan menyeluruh.</strong></p>
<p>Berbeda jika Anda memberikan slide yang penuh tulisan kemudian kata-kata tersebut Anda bacakan. Ada ketidakharmonisan di sana. Audiens harus memilih antara membaca slide yang penuh kata-kata atau mendengarkan Anda. Itu mengapa jika slide Anda terlalu rumit dan penuh teks, <strong>audiens cenderung tidak mendengarkan Anda</strong> karena mereka sibuk membaca apa yang tampil di layar.</p>
<p><strong>Berhati-hati dengan gambar.</strong> Meskipun sebuah gambar bisa mewakili seribu kata, gambar yang tidak pas dengan ide yang dijelaskan akan membuat audiens bingung. Ketika mendengarkan Anda, mereka akan sibuk mencari hubungan antara gambar yang tampil dengan penjelasan yang diberikan. Jika Anda tidak menemukan gambar yang pas untuk sebuah ide yang ingin dijelaskan, lebih baik tidak menggunakan gambar sama sekali.</p>
<p>Dengan memahami konsep keharmonisan antara informasi visual dan audio, Anda akan mampu memberi presentasi secara efektif.</p>
<p>&#160;</p>
<h2><strong>7. </strong><strong>Presentasi Adalah Pertunjukan</strong></h2>
<p><strong>Setiap presentasi layaknya sebuah pertunjukan.</strong> Manfaatkan setiap kesempatan memberikan presentasi untuk terus berlatih dan berlatih.</p>
<p>Mungkin pada suatu kesempatan Anda berlatih bagaimana membuka presentasi dengan menarik. Pada kesempatan lainnya Anda belajar bagaimana menyusun slide yang sederhana namun efektif. Perbaiki keterampilan Anda satu demi satu.</p>
<p>Di lain waktu, Anda dapat mempraktekkan bagaimana <strong><a href="http://www.presentasi.net/sikap-tubuh-presentasi-memukau/" target="_blank">menggunakan gerak tubuh (gesture)</a><em></em></strong> untuk memberi penekanan pada presentasi. Atau melatih kualitas vokal suara Anda sehingga terdengar jelas, mantap dan alami di telinga audiens.</p>
<p>Presentasi adalah pertunjukan. Anda bisa terus <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/11/melatih-kemampuan-berbicara-di-depan-publik/">berlatih dari waktu ke waktu</a></strong> untuk memperbaiki kualitas pertunjukan yang Anda tampilkan. Artis yang tampil maksimal dalam sebuah pertunjukan telah menghabiskan waktu latihan panjang sebelumnya. Anda pun bisa melakukan hal yang sama asalkan terus berlatih dan memperbaiki keterampilan Anda.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Demikianlah tujuh tips untuk menjadi <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/04/rahasia-sukses-presentasi/">presenter yang efektif</a></strong> pada setiap kesempatan.</p>
<p>Ingat tujuh langkah di atas dan terapkan. Anda akan mampu memberi presentasi luar biasa yang berbeda dari biasanya.</p>
<p>Selamat berlatih dan memberikan presentasi.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Untuk belajar tips-tips menarik seputar presentasi, kunjungi <a href="http://www.presentasi.net">http://www.presentasi.net</a>. Anda juga dapat mendownload ebook <strong><a href="http://www.presentasi.net/buku/" target="_blank">“Presentasi Memukau”</a></strong> secara gratis.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Photo Credit: Al-Gore Presentation at <a href="http://www.ted.com">TED.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2011/05/presentasi-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TEDxJakarta Live 2011 &#8211; Pengalaman Langsung Menyaksikan Para Pembicara Hebat Dari Dekat</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2011/03/tedxjakarta-live-2011-pengalaman-menyaksikan-pembicara-hebat/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2011/03/tedxjakarta-live-2011-pengalaman-menyaksikan-pembicara-hebat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Mar 2011 23:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[khanacademy.org]]></category>
		<category><![CDATA[Salman Khan]]></category>
		<category><![CDATA[TED]]></category>
		<category><![CDATA[TEDxJakarta]]></category>
		<category><![CDATA[TEDxJakarta Live]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2011/03/tedxjakarta-live-2011-pengalaman-langsung-menyaksikan-para-pembicara-hebat-dari-dekat/</guid>
		<description><![CDATA[TEDxJakarta Live menampilkan pembicara hebat: Indra Nooyi, Deb Roy, Salman Khan dan lain-lain. Ini merupakan rekaman lengkap hari kedua dari TED Conference 2011 di Long Beach, California.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/03/tedxjakartalive.jpg"><img style="display: inline; border-width: 0px;" title="tedxjakarta-live" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/03/tedxjakartalive_thumb.jpg" border="0" alt="tedxjakarta-live" width="320" height="277" /></a></p>
<p>Minggu lalu akhirnya saya hadir langsung menyaksikan <strong>TEDxJakarta Live</strong>. Meskipun harus datang dari Surabaya dengan pesawat paling pagi, secara khusus saya merencanakan hadir karena ingin mengalami suasana langsung layaknya konferensi TED <em>live</em>. Acara ini merupakan rekaman lengkap hari kedua dari <strong>TED Conference 2011</strong> yang berlangsung di Long Beach, California.</p>
<p>Buat Anda yang belum mengenal <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2011/03/belajar-presentasi-hebat-dari-ted-conference/">TED</a></strong>, ini adalah sebuah organisasi nirlaba yang mengumpulkan para tokoh dari berbagai bidang untuk berbicara dalam sebuah konferensi. Dan <strong>TEDx</strong> merupakan organisasi independen yang menyelenggarakan acara mirip konferensi TED, salah satunya yang dikelola teman-teman <strong><a href="http://www.tedxjkt.org/" target="_blank">TEDxJakarta</a></strong>.</p>
<h3><strong>@America, Auditorium Futuristik</strong></h3>
<p>Acara dilangsungkan di auditorium <strong>@America, Pacific Place, Jakarta</strong>. Tempat ini dibiayai oleh Pemerintah Amerika untuk mengenalkan budaya mereka. Ketika memasuki ruangan, kesan awal yang muncul terasa seperti ruang komputasi futuristik. Di mana-mana ada layar komputer sentuh, simulasi peta 3 dimensi, maupun materi-materi edukasi tentang budaya dan sejarah Amerika. Dan untuk urusan tata suara, tempat ini baik sekali. Semua presentasi yang ditampilkan terdengar dengan jernih dan jelas. Tambahan satu hal, Anda bisa meminjam iPad di tempat ini. Ada 30 unit lebih tersedia buat para pengunjung.</p>
<p>Di sana saya bertemu salah seorang pembaca blog ini, Pak Suprapto yang sehari-hari berkecimpung di bidang kesehatan masyarakat. Saya juga bertemu dengan Tia, seorang teman trainee Unilever satu angkatan tahun 2004.</p>
<h3><strong>Sesi Pertama – Deep Mystery</strong></h3>
<p>Setelah pengantar oleh panitia TEDxJakarta, dimulailah acara bertajuk <strong>The Rediscovery of Wonder</strong>. Konferensi ini terdiri dari empat bagian. Sesi pertama berjudul <strong>“Deep Mystery”</strong> membahas penemuan dan eksperimen terbaru dari para pakar neuroscience, geobiochemist dan computer science. Pembicara paling menarik adalah <strong>Deb Roy</strong>, seorang peneliti MIT yang merekam seluruh aktivitas di rumahnya selama beberapa tahun untuk melihat bagaimana anaknya belajar bahasa. Total 90.000 jam video direkam Deb dan tim. Rekaman ini kemudian dianalisis sedemikian rupa untuk mengenali pola-pola pembelajaran yang terjadi. Saya terkagum-kagum melihat keseriusan sang peneliti dalam menjalankan tugasnya. Terlebih lagi ketika melihat analisa yang dilakukan terhadap seluruh video. Seakan-akan kita dibuat bisa memutar waktu ke belakang untuk melihat secara detail apa yang pernah dan telah terjadi, dari berbagai perspektif.</p>
<p><span id="more-1362"></span></p>
<h3><strong>Sesi Kedua – Worlds Imagined</strong></h3>
<p>Sesi kedua berjudul <strong>“Worlds Imagined”</strong> menampilkan beberapa pembicara diantaranya <strong>Indra Nooyi</strong>, <strong>CEO wanita PepsiCo</strong> dan <strong>Julie Taymor </strong>seorang sutradara. Bagian yang paling saya suka ketika Julie menyampaikan presentasinya dengan cara yang mampu menggugah imajinasi audiens meskipun dia menyampaikan tanpa slide. Julie menceritakan bagaimana dia belajar sebuah proses tarian terhebat ketika berada di sebuah desa kecil di Bali. Bagaimana dia menyaksikan warga setempat melakukan aktivitas seni luar biasa hebat di bawah pohon beringin dan penerangan rembulan. Anda bisa belajar teknik presentasi penting dari Julie terutama dalam menggunakan <em>gesture</em> dan tekanan suara sehingga audiens seolah-olah bisa menyaksikan langsung apa yang Anda ceritakan.</p>
<h3><strong>Sesi Ketiga – Knowledge Revolution</strong></h3>
<p>Sesi ketiga merupakan favorit saya di mana <strong>Bill Gates</strong>, pendiri <strong>Microsoft</strong> yang sekarang aktif dalam filantropi menjadi pembawa acara dan memperkenalkan para pembicara pada sesi berjudul <strong>“Knowledge Revolution”.</strong> Saya pernah bercita-cita menjadi seperti Bill Gates yang mempopulerkan komputer ke setiap rumah. Sedikit bercerita pengalaman masa lalu, setelah saya tidak lulus UMPTN pertama kali, maka sehari kemudian saya membeli buku Bill Gates berjudul <strong>The Road Ahead</strong>. Buku ini membantu saya bangkit dari kesedihan karena gagal UMPTN dalam tempo singkat. Saat itu saya berkelakar, Bill Gates saja memilih mengundurkan diri dari Harvard yang terkenal itu. Bahkan seandainya saya tidak diterima di Universitas manapun, tidak ada yang bisa menghalangi saya untuk terus belajar. Karena belajar tidak ditentukan oleh institusi, melainkan diri sang pembelajar itu sendiri.</p>
<p>Tibalah saatnya ketika <strong>Salman Khan</strong>, seorang mantan Hedge Fund Analyst menyampaikan apa yang dia lakukan di <strong><a href="http://khanacademy.org" target="_blank">khanacademy.org</a> </strong>dengan menyediakan lebih dari <strong>2000 video</strong> pembelajaran matematika, kimia, astronomi, keuangan dan berbagai bidang lainnya. Sal – panggilan akrabnya – awalnya cuma membantu sepupunya untuk belajar matematikan dengan membuat tutorial singkat di <strong>YouTube</strong>. Ternyata tidak hanya sepupunya yang suka belajar dari Sal. Dari kegiatan iseng tersebut akhirnya Sal membuat ribuan video selama 5 tahun terakhir dan sekarang fokus untuk mengembangkan khanacademy.org sebagai wadah belajar buat siapa saja secara gratis.</p>
<p>[flv width="446" height="326" image=http://images.ted.com/images/ted/tedindex/embed-posters/SalmanKhan-2011.embed_thumbnail.jpg]http://video.ted.com/talks/dynamic/SalmanKhan_2011-medium.flv[/flv]</p>
<p>Jika Anda tertarik, Anda bisa bergabung membantu Sal yang sedang  melakukan proyek penerjemahan ke berbagai bahasa. Dengan demikian,  nantinya video yang ada tidak hanya dinikmati dalam bahasa Inggris,  melainkan ke berbagai bahasa lainnya.</p>
<p>Bagian ini sangat menarik buat saya pribadi terutama melihat bagaimana kesungguhan Sal membuat ribuan video sendirian. Saya pernah merasakan bagaimana sulitnya membuat video seperti itu ketika Anda menjadi konseptor, narator, video <em>shooter, </em>editor, <em>director</em>, dan <em>publisher </em>pada saat bersamaan.</p>
<p>Saya tergugah melihat perhatian Sal yang tinggi di bidang pendidikan. Dia menyampaikan dengan video, seorang anak bisa belajar suatu topik sesuai kecepatan belajar masing-masing tanpa harus terintimidasi oleh rekan yang lebih pintar.</p>
<p>Minat di bidang pendidikan seperti Sal saya miliki. Inilah yang membuat saya rela bersusah payah merancang video belajar membaca cepat baik untuk dinikmati publik lewat YouTube, maupun yang merupakan bagian dari materi kursus online. Perpaduan antara belajar mandiri memanfaatkan teknologi dengan umpan balik dari pengajar merupakan cara belajar di masa depan. Istilah kerennya <strong><em><a href="http://www.muhammadnoer.com/2010/07/blended-learning-mengubah-cara-kita-belajar-di-masa-depan/" target="_blank">Blended Learning</a></em></strong>.</p>
<p>Saya sedang terpikir untuk membuat video seperti Sal menggunakan <strong>papan tulis virtual</strong> untuk topik yang saya kuasai. Apa yang Sal lakukan mengingatkan saya ketika mengajarkan Matematika dan Fisika buat adik-adik kelas di SMU dulu. Saya begitu bersemangat ketika mulai memegang spidol dan menulis rumus demi rumus di papan tulis. Saya ingin mengenang masa-masa itu dengan membuat video tutorialnya.</p>
<h3><strong>Sesi Keempat – Radical Collaboration</strong></h3>
<p>Tibalah sesi terakhir berjudul <strong>“Radical Collaboration”</strong> menampilkan <strong>Edith </strong><strong>Widder</strong>, peneliti dunia bawah laut yang menjelaskan penemuan terakhir bagaimana makhluk di laut dalam berkomunikasi lewat cahaya yang mereka tampilkan di tubuh. Rekaman bawah laut yang gelap tersebut terlihat seperti pertunjukan kembang api yang demikian indah.</p>
<p>Beberapa pembicara lain dalam sesi ini adalah <strong>JR</strong>, seorang seniman jalanan dan <strong>Antony</strong>, seorang musisi dan artis visual.</p>
<h3><strong>Terima Kasih TEDxJakarta</strong></h3>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/03/TEDxJakartaLivephotosession.jpg"><img style="display: inline; border-width: 0px;" title="TEDxJakartaLive-photosession" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/03/TEDxJakartaLivephotosession_thumb.jpg" border="0" alt="TEDxJakartaLive-photosession" width="500" height="334" /></a></p>
<p>Lengkaplah sudah saya menyaksikan empat sesi pada acara TEDxJakarta Live dari pukul 10.30 sampai 21.00. Meskipun lelah, saya cukup puas bisa hadir langsung dan menyaksikan acara tersebut secara lengkap. Saya belajar banyak dari para pembicara mulai dari materi yang mereka sajikan, semangat mereka bekerja dan berjuang pada bidang keilmuan masing-masing, serta cara mereka menampilkan sebuah ide luar biasa dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami siapa saja yang mendengarkan.</p>
<p>Buat Anda yang tidak sempat hadir langsung bisa menyaksikan dan mendownload video para pembicara dari situs <strong><a href="http://www.ted.com/" target="_blank">TED.com</a></strong>.</p>
<p>Terima kasih buat rekan-rekan panitia yang telah bekerja keras.</p>
<p>Sukses selalu buat TEDxJakarta.</p>
<p>TED &#8211; Ideas worth spreading.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Photo Credit: tedxjkt.org</p>
<p>Embedded video from: TED.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2011/03/tedxjakarta-live-2011-pengalaman-menyaksikan-pembicara-hebat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
<enclosure url="http://video.ted.com/talks/dynamic/SalmanKhan_2011-medium.flv" length="37703251" type="video/x-flv" />
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Presentasi Hebat Dari TED Conference</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2011/03/belajar-presentasi-hebat-dari-ted-conference/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2011/03/belajar-presentasi-hebat-dari-ted-conference/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Mar 2011 23:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Al Gore]]></category>
		<category><![CDATA[Bill Gates]]></category>
		<category><![CDATA[Indra Nooyi]]></category>
		<category><![CDATA[Nancy Duarte]]></category>
		<category><![CDATA[Salman Khan]]></category>
		<category><![CDATA[Slideology]]></category>
		<category><![CDATA[TED]]></category>
		<category><![CDATA[TED Conference]]></category>
		<category><![CDATA[TEDxJakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=1342</guid>
		<description><![CDATA[TED merupakan singkatan dari Technology, Entertaintment, Design. TED adalah sebuah organisasi non profit yang mengumpulkan para tokoh inspiratif dari berbagai bidang untuk tampil memberikan presentasi dalam sebuah konferensi. Motto mereka adalah “Ideas worth spreading”. Seperti namanya, maka presentasi yang tampil di TED sangat menarik karena disampaikan oleh tokoh yang kompeten di bidangnya. Meskipun awalnya fokus pada tiga bidang yakni Technology, Entertainment dan Design, namun sekarang Anda juga bisa menyaksikan ide-ide brilian dari tokoh pada bidang yang berbeda seperti Politik, Pendidikan dan Kesehatan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="TED" href="http://ted.com/" target="_blank"><img style="display: inline; border-width: 0px;" title="TED" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/03/clip_image002.jpg" border="0" alt="TED" width="597" height="374" /></a></p>
<p>Dalam beberapa minggu terakhir ini, saya asyik belajar presentasi dari situs <a href="http://www.ted.com/">TED.com</a>. Saya mengenal TED pertama kali dari buku Nancy Duarte berjudul <strong><em>Slideology: The Art and Science of Creating Great Presentations.</em></strong> Dalam buku tersebut, beberapa kali Duarte menyebut tentang presentasi TED dan menyarankan untuk menyaksikan video yang ada di sana. Nancy Duarte adalah konsultan komunikasi yang membantu Al Gore merancang slide dalam film dokumenter An Inconvenient Truth yang fenomenal itu.</p>
<h3><strong>Apakah TED itu?</strong></h3>
<p>TED merupakan singkatan dari Technology, Entertainment, Design. TED adalah sebuah organisasi non profit yang mengumpulkan para tokoh inspiratif dari berbagai bidang untuk tampil memberikan presentasi dalam sebuah konferensi. Motto mereka adalah <strong><em>“Ideas worth spreading”.</em></strong> Seperti namanya, maka presentasi yang tampil di TED sangat menarik karena disampaikan oleh tokoh yang kompeten di bidangnya. Meskipun awalnya fokus pada tiga bidang yakni <em>Technology, Entertainment </em>dan<em> Design,</em> namun sekarang Anda juga bisa menyaksikan ide-ide brilian dari tokoh pada bidang yang berbeda seperti Politik, Pendidikan dan Kesehatan.</p>
<p><span id="more-1342"></span></p>
<h3><strong>Mengapa Belajar Presentasi Dari TED?</strong></h3>
<p>Ada beberapa alasan mengapa saya suka belajar dari TED dan menyarankan Anda melakukan hal yang sama:</p>
<h4><strong>1. </strong><strong>Inspiratif</strong></h4>
<p>Semua presentasi TED memberi inspirasi baru. Anda bisa menemukan berbagai subjek yang menarik perhatian. Anda bisa menyaksikan bagaimana Al Gore menyampaikan presentasi tentang Perubahan Iklim, Bill Gates yang membahas hubungan antara nyamuk, malaria dan pendidikan, Sebastian Seung sang pakar neuroscience menjelaskan hubungan menarik antara sel syaraf yang satu dengan lainnya dan memberi istilah <em>connectome</em>, atau Tom Chatfield yang bercerita bagaimana dunia game menjual harta imajiner lewat produk virtual.</p>
<h4><strong>2. </strong><strong>Efektif</strong></h4>
<p>Presentasi TED disusun secara ringkas dan padat. Seorang pembicara akan mengurai sebuah subjek hanya dalam 20 menit atau kurang. Bahkan sebelum Anda merasa bosan, presentasi menarik itu telah selesai. Meskipun Anda sedang menyaksikan subjek yang sama sekali baru diluar bidang yang Anda minati selama ini, Anda akan belajar bagaimana seorang pembicara cerdas mampu menarik perhatian audiensnya sekaligus membuat mereka mengerti apa yang sedang dibahas.</p>
<h4><strong>3. </strong><strong>Slide Yang Kuat</strong></h4>
<p>Saya paling anti dengan slide yang rumit dan membuat pusing kepala. Sebuah slide seharusnya menjadi alat bantu visual yang bisa membantu memberi gambaran atas apa yang disampaikan oleh seorang presenter. Setiap pembicara yang tampil dalam TED Conference akan menampilkan slide-slide sederhana yang kebanyakan berupa gambar diiringi beberapa kata saja. Anda juga bisa belajar dari beberapa presenter bagaimana mereka menampilkan animasi dan video yang begitu informatif sehingga mampu menjelaskan konsep yang rumit menjadi mudah.</p>
<h4><strong>4. </strong><strong>Teknik Presentasi Kelas Dunia</strong></h4>
<p>Presentasi TED disampaikan dalam panggung terbuka. Anda akan belajar dari para presenter bagaimana mereka membuka presentasi, mengajukan pertanyaan, membangun <em>rapport</em> dengan audiens, menyelipkan humor, menggunakan <em>gesture</em> dan visualisasi, menjelaskan lewat alat peraga, dan menutup presentasi secara meyakinkan. Daripada belajar teori presentasi yang rumit, di sini Anda bisa menyaksikan secara langsung bagaimana seorang presenter hebat melakukannya di atas panggung.</p>
<h4><strong>5. </strong><strong>Transkrip</strong></h4>
<p>Setiap presentasi TED dilengkapi transkrip lengkap kata demi kata. Tersedia transkrip dalam berbagai bahasa termasuk Indonesia. Setelah saya pelajari, terjemahan disusun sedemikian rupa layaknya terjemahan profesional. Bukan diterjemahkan oleh mesin. Tidak hanya itu, Anda bahkan bisa menampilkan <em>subtitle</em> sesuai bahasa yang diinginkan ketika menonton video presentasi yang ada.</p>
<h4><strong>6. </strong><strong>Gratis</strong></h4>
<p>Semua presentasi TED gratis dan bisa Anda download dan putar di komputer sepuasnya. Buat Anda pengguna mobile device seperti iPad bahkan bisa mendownloadnya sebagai <strong>podcast lewat iTunes</strong>. Dengan demikian, Anda akan memiliki koleksi video presentasi hebat secara portabel yang bisa disaksikan kapan saja dan di mana saja. Saya suka menyaksikan video presentasi ini sambil memanfaatkan waktu dalam perjalanan. Anda bisa menyaksikan salah satu video TED dengan klik tombol play berikut ini menampilkan Stefano Mancuso yang menjelaskan tentang kecerdasan tanaman.</p>
<p>[flv width="446" height="326" image=http://images.ted.com/images/ted/tedindex/embed-posters/StefanoMancuso-2010G.embed_thumbnail.jpg]http://video.ted.com/talks/dynamic/StefanoMancuso_2010G-medium.flv[/flv]</p>
<h3>Saksikan TED di Jakarta Secara Langsung</h3>
<p>Selain konferensi resmi yang diadakan beberapa kali dalam setahun di Amerika dan Inggris, ada juga TEDx yakni kegiatan mirip TED yang diselenggarakan secara independen oleh para sukarelawan atas lisensi dari TED. Salah satunya adalah <strong><a href="http://www.tedxjkt.org/">TEDxJakarta</a></strong> yang akan menampilkan event dalam waktu dekat <strong>12 Maret 2011 di Pacific Place, Jakarta. </strong>Ada 16 pembicara dari berbagai bidang yang akan tampil mulai pukul 10.00 sampai selesai.<strong> </strong>Beberapa diantaranya adalah Bill Gates pendiri Microsoft, Salman Khan pendidik online lewat situsnya yang terkenal <a href="http://khanacademy.org">khanacademy.org</a> dan Indra Nooyi CEO Wanita PepsiCo. Mohon dicatat bahwa acara ini merupakan <em>video streaming live </em>dari California, jadi bukan pembicara yang langsung hadir secara fisik di depan Anda. Walaupun demikian, Anda akan bisa merasakan pengalaman langsung mendengarkan presentasi TED secara <em>live</em>.</p>
<p><a href="http://www.tedxjkt.org/"><img style="display: inline; border-width: 0px;" title="TEDxJakarta" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/03/clip_image004.jpg" border="0" alt="TEDxJakarta" width="587" height="291" /></a></p>
<p>Insya Allah jika tidak ada halangan, saya berencana hadir pada acara ini untuk belajar langsung dari para tokoh handal tersebut. Saya menyarankan Anda yang memiliki waktu luang dan tinggal di Jakarta untuk tidak melewatkan kesempatan ini. Jika Anda adalah pembaca setia blog ini dan kita bertemu di sana, jangan lupa untuk saling bertegur sapa. Mungkin kita bisa memanfaatkan waktu <em>break</em> untuk <em>ngopi</em> bersama.</p>
<p>Selamat belajar memberikan presentasi yang inspiratif dan menuangkan gagasan dalam komunikasi publik bersama TED. Dan jadilah presenter yang lebih baik dengan ide yang layak disebarluaskan.</p>
<p>Jangan lupa klik <strong>Share on Facebook</strong> atau tombol <strong>Like</strong> untuk berbagi informasi ini bagi sahabat Anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2011/03/belajar-presentasi-hebat-dari-ted-conference/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
<enclosure url="http://video.ted.com/talks/dynamic/StefanoMancuso_2010G-medium.flv" length="26594328" type="video/x-flv" />
		</item>
		<item>
		<title>Enam Cara Membuat Presentasi Anda Mampu Menginspirasi Pendengarnya</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2011/01/presentasi-memberi-inspirasi-pendengar/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2011/01/presentasi-memberi-inspirasi-pendengar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2011 00:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Marthin Luther]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2011/01/presentasi-memberi-inspirasi-pendengar/</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah Anda apa rahasia presenter kelas dunia seperti Steve Jobs yang mampu mengundang decak kagum dalam setiap presentasi? Atau bagaimana Presiden Obama menyampaikan pidato hebat dalam setiap kesempatan yang mengundang semua orang berdiri dan bertepuk tangan?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="display: inline; border: 0px;" title="steve-jobs" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/01/stevejobs.jpg" border="0" alt="steve-jobs" width="288" height="309" /></p>
<p>Tahukah Anda apa rahasia presenter kelas dunia seperti Steve Jobs yang mampu mengundang decak kagum dalam setiap presentasi? Atau bagaimana Presiden Obama menyampaikan pidato hebat dalam setiap kesempatan yang mengundang semua orang berdiri dan bertepuk tangan?</p>
<p>Mengapa mereka mampu memberikan presentasi atau pembicaraan di depan publik sedemikian menarik sehingga mampu menginspirasi pendengarnya? Inilah rahasianya.</p>
<h3><strong>1. </strong><strong>Kenali Audiens Anda</strong></h3>
<p>Presenter yang baik memahami betul siapa yang akan menjadi audiens dari presentasi yang dia bawakan. Mereka mempelajari informasi apa yang ingin diketahui audiens tersebut dan apa yang ingin mereka dengarkan. Mengenali audiens merupakan langkah awal agar Anda mampu menginspirasi mereka.</p>
<p><span id="more-1218"></span></p>
<h3><strong>2. </strong><strong>Lakukan Persiapan Yang Matang</strong></h3>
<p>Tahukah Anda berapa lama Steve Jobs mempersiapkan presentasi hebat selama 30 menit? Dia berlatih berhari-hari bahkan berminggu-minggu sebelumnya. Setiap <em>slide</em> dirancang sedemikian rupa agar menyatu dengan isi pembicaraan. Dan dia melakukan <em>rehearsal</em> berkali-kali sampai merasa mantap dan membuat presentasi yang dibawakan terdengar natural sekaligus meyakinkan.</p>
<h3><strong>3. </strong><strong>Jadikan Slide Sebagai Pendukung Visual</strong></h3>
<p>Presenter hebat menjadikan slide mereka sebagai alat bantu visual untuk menjelaskan sebuah ide rumit menjadi sederhana, sebuah konsep kompleks menjadi mudah dipahami. Gunakan hanya sedikit kata dalam slide Anda. Slide seharusnya mendukung apa yang Anda bicarakan, bukan sebagai dokumen yang harus dibaca oleh audiens. Inilah ciri khas para presenter besar. Berbeda dari kebanyakan orang yang suka menulis kalimat panjang-panjang dalam slide mereka.</p>
<h3><strong>4. </strong><strong>Berbicara Dengan Penuh Keyakinan dan Percaya Diri</strong></h3>
<p>Ada dua tujuan utama presentasi: memberi informasi dan meyakinkan pendengarnya. Dengan demikian, sebelum Anda bisa meyakinkan audiens, Anda sendiri harus yakin betul bahwa apa yang Anda sampaikan merupakan hal penting, sesuatu yang berharga untuk diketahui, dan jika dilaksanakan akan membawa manfaat besar bagi pelakunya. Berbicaralah dengan penuh keyakinan dan percaya diri agar audiens bisa melihatnya dalam diri Anda. Jika itu Anda lakukan, audiens pasti terinspirasi.</p>
<h3><strong>5. </strong><strong>Gunakan Bahasa Sederhana dan Mudah Dimengerti</strong></h3>
<p>Orang pintar adalah orang yang bisa menjelaskan sesuatu yang rumit dengan bahasa sederhana. Lakukan hal tersebut dalam presentasi Anda. Jelaskan sesuatu dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh audiens Anda. Hindari jargon, bahasa teknis kelas tinggi, atau istilah rumit yang membuat kening berkerut dan orang tidak paham. Ketika audiens mulai kesulitan memahami apa yang Anda bicarakan, maka pada saat itu perhatian mereka sudah teralihkan dari Anda. Dengan bahasa sederhana, audiens akan mudah menangkap maksud Anda sekaligus mengingatnya.</p>
<h3><strong>6. </strong><strong>Tutup Presentasi Dengan Sebuah Pesan Yang Kuat dan Jelas</strong></h3>
<p>Audiens Anda memiliki keterbatasan untuk mengingat seluruh informasi yang Anda sampaikan dalam sebuah presentasi. Karena itu, bantulah mereka dengan pernyataan penutup yang kuat dan jelas. Pilih sebuah kalimat yang jika mereka ingat dengan baik, maka tujuan presentasi Anda tercapai. Sampaikan kalimat yang bisa merangkum sekaligus menjadi inti dari keseluruhan pembicaraan Anda.</p>
<p>Inilah yang Steve Jobs sampaikan ketika dia menutup presentasi peluncuran iPhone:</p>
<p>“I think when you have a chance to get your hands on it, you’ll agree, <strong><em>we have reinvented the phone.”</em></strong></p>
<p>Kalimat <strong><em>Apple reinvented the phone</em></strong> merupakan penutup yang kuat dan menjadi <em>headline</em> berbagai media setelah presentasi tersebut selesai.</p>
<p>Sama halnya ketika Marthin Luther King Jr. memberikan pidato bersejarah <em>“I have a dream”</em> dia menyampaikan penutup sebagai berikut:</p>
<p><strong><em>I have a dream</em></strong> that one day on the red hills of Georgia the sons of former slaves and the sons of former slaveowners will be able to sit down together at a table of brotherhood.</p>
<p><strong><em>I have a dream</em></strong> that one day even the state of Mississippi, a desert state, sweltering with the heat of injustice and oppression, will be transformed into an oasis of freedom and justice.</p>
<p><strong><em>I have a dream</em></strong> that my four children will one day live in a nation where they will not be judged by the color of their skin but by the content of their character.</p>
<p><strong><em>I have a dream today.</em></strong></p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>Perhatikan pidato tersebut. Orang tidak akan pernah lupa dengan kalimat penutupnya. Itulah inti pesan dari seluruh pembicaraan yang ingin disampaikan.</p>
<p>Gunakan enam cara di atas dan jadilah presenter inspiratif dalam setiap kesempatan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2011/01/presentasi-memberi-inspirasi-pendengar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

