My Life As a Trainer

25643989 Whats Your Story Concept

Empat bulan telah berlalu sejak saya resmi mengundurkan diri dari Unilever. Ini berarti, sudah sejak saat itu pula saya resmi berkarir secara penuh sebagai seorang Trainer, Entrepreneur.

Keseharian saya sebagai seorang Senior HR Manager di perusahaan multinasional jauh berbeda dengan hidup sebagai seorang Full Time Trainer dan Entrepreneur.

Lantas apa saja yang berbeda dari aktivitas saya sebelumnya?

Inilah yang membedakannya.

[Read more…]

Resolusi 2013

Resolusi 2013

Memasuki tahun baru biasanya orang sibuk membuat resolusi. Sebuah komitmen apa saja yang diharapkan akan berubah di tahun yang baru. Ada yang ingin tambah kaya, tambah pintar, makin langsing dan berbagai resolusi lainnya.

Untuk tahun ini, saya tidak punya resolusi macam-macam. Cuma berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan terus memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Menjalankan dengan baik semua amanah yang dihadirkan buat saya hari ini. Amanah di keluarga, amanah di tempat kerja, dan amanah sebagai anggota masyarakat.

Lantas, apa saja yang akan saya kerjakan di 2013 ini terkait dunia penulisan, pelatihan dan sejenisnya? Berikut beberapa hal yang insya Allah akan muncul mulai tahun ini:

[Read more…]

Rahasia Sukses Dalam Bidang Apapun Yang Anda Kerjakan

success-failure

Tahukah Anda apa rahasia kesuksesan orang-orang yang Anda kagumi?

Mengapa mereka sedemikian sukses pada bidang yang mereka jalani?

Bisa jadi mereka adalah seorang penemu, pengusaha, atau tokoh yang ahli di bidang tertentu.

Orang tersebut bisa jadi seorang penulis favorit Anda, tokoh masyarakat yang Anda kagumi, atau musisi yang Anda sukai.

Apapun profesi mereka, kita tentu ingin mencapai kesuksesan yang sama.

Lantas bagaimana mereka mencapai itu semua?

Dalam artikel ini, Anda akan menemukan jawabannya.

[Read more…]

Menghargai Waktu

dali-clock

Tentu Anda familiar dengan istilah jam karet. Ya, jam yang sangat lentur seperti karet. Ketika ada janji pertemuan jam 9 pagi, orang baru berangkat jam 9 lewat 15 dan tiba di tempat jam 9.30.

Meskipun sudah telat 30 menit ternyata orang lain datang lebih terlambat lagi. Akhirnya pertemuan baru bisa dimulai jam 10.30. Bayangkan, satu jam setengah terbuang sia-sia hanya karena semua orang membuat jam-nya sedemikian lentur.

Suka atau tidak, kita masih sering berhadapan dengan kebiasaan yang buruk ini. Ketika ada janji jam 10, kita khawatir jika datang tepat waktu maka kita akan menunggu orang lain terlalu lama. Akhirnya kita memutuskan baru datang jam 10.30. Ternyata semua orang yang lain pun berpikiran yang sama. Ada yang datang 10.30 ada pula yang baru datang hampir jam 11.

[Read more…]