<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Pengembangan Diri oleh Muhammad Noer - Membaca Cepat (Speed Reading), Presentasi, Mind Map, Komunikasi, Perencanaan Keuangan, Produktivitas</title>
	<atom:link href="http://www.muhammadnoer.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.muhammadnoer.com</link>
	<description>Tips Pengembangan Diri: Membaca Cepat, Speed Reading, Produktivitas, Presentasi, Mind Map, Perencanaan Keuangan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 09:39:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Inilah Alasan Saya Menulis Buku Presentasi Memukau</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2012/01/buku-presentasi-memukau/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2012/01/buku-presentasi-memukau/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 09:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Presentasi Memukau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=1615</guid>
		<description><![CDATA[Apa sebenarnya presentasi itu? Mengapa kita harus memberikan presentasi? Bagaimana menyampaikan presentasi dengan menarik, komunikatif dan memukau audiens? Inilah yang dibahas dalam buku Presentasi Memukau karya Muhammad Noer.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.presentasi.net" target="_blank"><img title="presentasi-net" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="313" alt="presentasi-net" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2012/01/presentasinet.jpg" width="570" border="0" /></a> </p>
<p>Saya masih ingat presentasi pertama kali yang saya lakukan dulu ketika masih kuliah. Saat itu saya harus tampil menjelaskan materi kuliah menggunakan slide transparan yang diproyeksikan lewat <i>Overhead Projector </i><i>(OHP). </i></p>
<p>Ketika menyampaikan kalimat pertama, keringat dingin muncul dan suara bergetar karena gugup. Menyampaikan presentasi terasa sedemikian sulit dan menakutkan. Walaupun demikian, pengalaman tersebut menjadi guru yang berharga.</p>
<p><span id="more-1615"></span>
<p><b></b></p>
<h3><b>Memberikan Presentasi Di Tempat Kerja</b></h3>
<p>Setelah bekerja, saya semakin sering memberikan presentasi. Pada awal karir saya sebagai seorang <i>management trainee</i> di perusahaan multinasional, saya diuji tiga kali setiap 3 bulan sebelum bisa dinyatakan lulus sebagai karyawan tetap. Dan ujian itu berbentuk presentasi. </p>
<p>Seorang <i>trainee</i> harus bisa memaparkan hasil kerja dan proyek yang dia dilakukan secara meyakinkan di hadapan para manager senior dan direktur perusahaan. Pada masa itu hari-hari menjelang jadwal presentasi tiba merupakan saat yang menegangkan karena tidak jarang seseorang langsung gagal pada kesempatan pertama. Saat itulah saya mulai mempelajari lebih dalam tentang presentasi.</p>
<p><i>Apa sebenarnya presentasi itu?</i></p>
<p><i></i></p>
<p><i>Mengapa kita harus memberikan presentasi?</i></p>
<p><i></i></p>
<p><i>Bagaimana menyampaikan presentasi dengan menarik, komunikatif dan memukau audiens?</i></p>
<p><em></em></p>
<h3><b>Bagaimana Memahami dan Mendalami Presentasi</b></h3>
<p>Proses pembelajaran selama beberapa tahun membantu saya memahami presentasi secara lebih mendalam. Saya belajar bagaimana menata ide, merancang slide, dan melatih kemampuan berbicara di depan umum. Saya belajar dari orang-orang yang mampu memberikan presentasi secara mengagumkan.</p>
<p><i>Apa sebenarnya rahasia mereka dalam menyampaikan presentasi?</i></p>
<p><i></i></p>
<p><i>Dapatkah kita belajar dari mereka?</i></p>
<p>Sampai akhirnya saya menyadari presentasi sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-sehari. Seorang dosen memberikan presentasi ketika mengajar. Seorang manajer menyampaikan presentasi kepada klien-nya. Seorang menteri pun harus memberikan presentasi ketika ingin menjelaskan sebuah kebijakan.</p>
<p>&#160;</p>
<h3><b>Kebanyakan Presentasi Tidak Menarik</b></h3>
<p>Sayangnya, kebanyakan presentasi cenderung tidak menarik, membosankan dan gagal memberi inspirasi kepada audiensnya. Jika Anda sering berada di dalam ruangan mendengarkan presentasi dengan jenuh dan berharap kapan segera selesai, itulah tanda presenter kesulitan mendapatkan perhatian dan keterlibatan dari audiensnya.</p>
<p>Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa saya menulis buku ini. Untuk membantu Anda <a href="http://www.presentasi.net/contoh-slide-presentasi-powerpoint/">memperbaiki kualitas presentasi</a>.</p>
<p><i>From good to great</i><i>. </i></p>
<p>Dari presentasi yang baik menuju presentasi yang memukau.</p>
<p>&#160;</p>
<h3><b>Menjadi Presenter Yang Memukau</b></h3>
<p>Apapun bidang pekerjaan Anda, akan tiba masanya ketika Anda harus tampil menjelaskan sesuatu. Anda harus memberikan presentasi. Ketika itulah Anda harus tahu bagaimana cara memberikan presentasi yang mudah diingat, meyakinkan sekaligus <a href="http://www.presentasi.net/presentasi-inspiratif-anies-baswedan-indonesia-mengajar/">inspiratif</a>.</p>
<p>Buku yang akan Anda baca ini merupakan kumpulan observasi, pengalaman dan praktek langsung yang saya lakukan selama beberapa tahun terakhir. Saya mencoba merekam ulang setiap presentasi yang pernah saya lakukan dan menuliskannya dalam buku ini.</p>
<p>Apakah itu presentasi dihadapan karyawan, presentasi kepada pimpinan tertinggi perusahaan level nasional dan global, maupun ketika harus tampil memberikan presentasi di depan publik.</p>
<p>&#160;</p>
<h3><b>Studi Kasus Menampilkan Presentasi di Forum Besar</b></h3>
<p>Ketika sedang mempersiapkan buku ini, saya mendapat pengalaman berharga tampil sebagai salah seorang presenter di forum <a href="http://tedxtalks.ted.com/video/TEDxJakarta-Muhammad-Noer-How-t">TEDx Jakarta 2011 – The Journey to Return</a>. Dengan demikian, saya punya kesempatan untuk menjelaskan studi kasus bagaimana merancang presentasi tersebut dari awal sampai akhir. </p>
<p>Mulai dari mengumpulkan ide, mempertajam pesan, merancang komunikasi visual hingga menyampaikannya di hadapan audiens sec<a name="_GoBack"></a>ara meyakinkan. Dengan demikian, buku ini sekaligus menguji semua prinsip presentasi yang akan saya jelaskan untuk Anda.</p>
<p>&#160;</p>
<h3><b>Teknik Presentasi Obama dan Steve Jobs</b></h3>
<p>Selain pengalaman pribadi, saya juga menggabungkan teknik-teknik yang sering dipakai oleh presenter handal sekaligus literatur yang memiliki pengaruh besar di bidang presentasi.</p>
<p>Anda mungkin pernah mendengar atau bahkan menyaksikan kehebatan komunikasi visual <a href="http://www.presentasi.net/steve-jobs-stanford/">Steve Jobs</a>, keterampilan berbicara tingkat tinggi Barrack Obama, dan teknik berpidato para pembicara publik. Anda bisa menemukan teknik dan rahasia mereka dalam buku “Presentasi Memukau”.</p>
<p>Buku ini akan menunjukkan kepada Anda prinsip-prinsip penting dalam menyampaikan presentasi. Dengan demikian, Anda bisa memperbaiki keterampilan presentasi dari waktu ke waktu. Sampai akhirnya Anda akan menjadi salah seorang presenter yang handal dalam setiap kesempatan.</p>
<p>&#160;</p>
<h3><b>Ciptakan Perubahan Lewat Presentasi Anda</b></h3>
<p>Menguasai keterampilan presentasi, akan membawa perubahan yang besar buat diri Anda pribadi dan masyarakat di sekitar kita. </p>
<p>Bayangkan berapa banyak mahasiswa yang terbantu dengan presentasi yang baik seorang dosen.</p>
<p>Berapa banyak karyawan yang bersemangat dengan presentasi hebat seorang pimpinan perusahaan.</p>
<p>Berapa banyak masyarakat yang tercerahkan dengan presentasi Anda yang memukau dan memberi inspirasi di hadapan publik.</p>
<p>&#160;</p>
<h3><b>Dapatkan Buku “Presentasi Memukau”</b></h3>
<p>Semua cerita di atas akan Anda temukan dalam buku saya yang baru berjudul <strong>“Presentasi Memukau – Bagaimana Menciptakan Presentasi Luar Biasa”.</strong> Setahun lebih saya mempersiapkan buku ini.</p>
<p>Berita baiknya, buku ini sudah dalam tahap penyelesaian akhir. Saya dan editor handal Herry Mardian sedang melakukan perbaikan akhir sebelum terbit. Dan buku yang akan menjadi referensi penting memberikan presentasi berbahasa Indonesia ini akan tersedia secara gratis buat siapa saja yang ingin menampilkan presentasi luar biasa.</p>
<p>Silakan tunggu di <a href="http://www.presentasi.net">Presentasi.net</a> tanggal terbitnya dan jangan lupa <a href="http://www.presentasi.net/buku">daftarkan diri Anda</a> untuk mendapatkan buku tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2012/01/buku-presentasi-memukau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Resolusi Tahun 2012 Anda?</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2012/01/apa-resolusi-tahun-2012-anda/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2012/01/apa-resolusi-tahun-2012-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 22:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[2012]]></category>
		<category><![CDATA[Rencana]]></category>
		<category><![CDATA[Resolusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=1598</guid>
		<description><![CDATA[Tahun baru identik dengan sesuatu yang baru. Salah satu yang sering dilakukan orang adalah membuat resolusi, target, atau harapan di tahun tersebut. Proses ini sebenarnya sesuatu yang baik jika dilakukan dengan perenungan atas apa yang sudah dilakukan dan dicapai sebelumnya kemudian mempersiapkan sesuatu yang bermanfaat di tahun berikutnya.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2012/01/timeresolution2012.jpg"><img style="display: inline; margin: 0px 10px 0px 0px; border: 0px;" title="time-resolution-2012" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2012/01/timeresolution2012_thumb.jpg" alt="time-resolution-2012" width="298" height="367" align="left" border="0" /></a></p>
<p>Tahun baru identik dengan sesuatu yang baru. Salah satu yang sering dilakukan orang adalah membuat resolusi, target, atau harapan di tahun tersebut. Proses ini sebenarnya sesuatu yang baik jika dilakukan dengan perenungan atas apa yang sudah dilakukan dan dicapai sebelumnya kemudian mempersiapkan sesuatu yang bermanfaat di tahun berikutnya.</p>
<p>Saya pribadi bukan orang yang sering membuat resolusi seperti ini. Bagi saya hidup sederhana saja: mengalir dengan apa yang dimudahkan hari ini. Namun bukan berarti saya tidak punya <a href="http://www.muhammadnoer.com/2010/04/tips-produktivitas-1-miliki-rencana/">perencanaan</a>. Saya bahkan punya perencanaan yang sangat matang untuk hal-hal yang memang penting untuk dilakukan. Walaupun demikian, saya berusaha fleksibel jika ada harapan-harapan tersebut yang belum terwujud karena alasan apapun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk itu saya ingin berbagi kepada Anda apa saja resolusi saya di 2012 ini. Beberapa merupakan warisan dari tahun sebelumnya yang belum selesai. Dan inilah resolusi tersebut:</p>
<p><span id="more-1598"></span></p>
<h3>1. Menyelesaikan buku “Panduan Memberikan Presentasi Yang Efektif dan Memukau”</h3>
<p>Ini merupakan janji saya dari hasil <a href="http://www.muhammadnoer.com/2010/10/buku-anda-inginkan/">poling di bulan Oktober 2010</a> yang lalu. Saat itu saya melakukan survei sederhana kepada para pembaca blog ini tentang buku apa yang mereka inginkan. Hasil dari survei tersebut, saya akan menulis buku panduan memberikan presentasi. Sebenarnya saya pribadi buku ini bisa selesai dalam waktu 6 bulan. Namun ternyata saya perlu waktu setahun lebih untuk menyelesaikannya.</p>
<p>Walaupun demikian, saya cukup puas karena saya belajar banyak hal dalam proses penulisan buku ini. Saya membaca begitu banyak buku tentang presentasi dari berbagai tokoh mulai dari aspek desain, publik speaking dan bagaimana merangkum ide secara jernih. Saya juga belajar dari para presenter yang tampil di TED. Bukan suatu kebetulan akhirnya saya juga terpilih untuk <a href="http://tedxtalks.ted.com/video/TEDxJakarta-Muhammad-Noer-How-t">tampil di TEDx Jakarta</a> menjelang akhir 2011 lalu. Pengalaman tersebut ikut saya sertakan dalam buku ini sebagai sebuah studi kasus.</p>
<p>Saat ini, buku sedang dalam proses editing tahap akhir, layout dan desain cover. Mudah-mudahan awal bulan depan sudah bisa saya bagi kepada seluruh subscriber blog. Nantinya Anda bisa mendownloadnya dari web baru saya di <a href="http://www.presentasi.net">Presentasi.net</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>2. Menerbitkan Edisi Cetak Buku “Speed Reading for Beginners”</h3>
<p>Banyak diantara pembaca blog ini yang menanyakan apakah buku <a href="http://www.muhammadnoer.com/speed-reading-for-beginners/">“Speed Reading for Beginners”</a> tersedia edisi cetaknya? Saya selalu menjawab belum dan meminta mereka untuk mencetak buku tersebut sendiri.</p>
<p>Sejak tahun 2011 lalu, saya telah melakukan penjajagan dengan salah satu penerbit. Proses tersebut ternyata tidak mudah dan cukup panjang. Walaupun demikian, saat ini proses tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda positif. Insya Allah buku “Speed Reading for Beginners” akan tersedia dalam versi cetak.</p>
<p>Apakah buku ini gratis? Tentu tidak karena tidak mungkin saya membiayai seluruh biaya percetakannya J. Edisi cetak ini buat Anda semua yang merasakan manfaat dari buku tersebut dan membutuhkannya sebagai referensi tercetak.</p>
<p>Lantas bagaimana dengan edisi digital atau PDF buku tersebut? Insya Allah edisi digital akan <a href="http://www.muhammadnoer.com/daftar/">tetap tersedia secara gratis</a>. Dengan demikian, siapapun yang membutuhkannya dapat mendownloadnya dengan gratis. Sebab salah satu misi saya adalah untuk berbagi pengetahuan yang mudah-mudahan membawa manfaat buat orang lain. Walaupun demikian, tentunya saya juga menyarankan Anda semua untuk membeli edisi cetaknya jika memang memiliki kelapangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>3. Meningkatkan Jumlah Peserta Kursus Online</h3>
<p>Buat Anda yang mengikuti blog ini sejak beberapa lama tentu mengetahui bahwa saya memiliki program kursus membaca cepat online <a href="http://www.membacacepat.com/daftar/">“Speed Reading for Smart People”.</a> Kursus tersebut telah berjalan dalam empat gelombang. Kurang lebih 100 orang mendaftar sebagai peserta kursus ini pada setiap periodenya. Dengan demikian, kurang lebih ada 400 orang yang belajar lewat video, buku kerja, presentasi, dan materi-materi lainnya di member area kursus. Harapan saya jumlah ini akan terus meningkat lagi pada periode berikutnya dengan lebih signifikan.</p>
<p>Adapun untuk selanjutnya, saya ingin melakukan penyegaran terhadap kursus ini. Saya berharap bisa memberikan lebih banyak materi bonus yang berharga kepada para peserta kursus. Salah satu yang saya rencanakan adalah mengubah catatan-catatan pribadi untuk setiap buku yang saya baca ke dalam bentuk video.</p>
<p>Jika tidak rintangan, kelas berikutnya akan dibuka kembali sekitar bulan <a href="http://www.membacacepat.com/daftar/">Februari 2012</a> yang akan datang. Buat Anda yang menunggu kursus ini, jangan sampai ketinggalan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>4. Menjadikan Presentasi.net Sebagai Panduan Utama Memberikan Presentasi di Indonesia.</h3>
<p>Tahun baru web baru. Setelah muhammadnoer.com, membacacepat.com, kini saya akan memiliki tambahan web lagi yakni <a href="http://www.presentasi.net">presentasi.net</a>. Sesuai namanya web tersebut akan fokus membahas bagaimana memberikan presentasi yang efektif dan memukau audiens.</p>
<p>Presentasi adalah salah satu bidang yang menarik minat saja sejak lama. Bagi saya, menguasai keterampilan presentasi sama dengan menguasai keterampilan komunikasi di depan publik. Apapun profesi Anda, akan tiba saatnya Anda harus menjelaskan sesuatu di hadapan orang banyak. Untuk itu, Anda perlu keterampilan presentasi ini.</p>
<p>Beberapa bagian dari Presentasi.net telah selesai dan sudah dapat Anda kunjungi. Anda bisa belajar dari artikel, <a href="http://www.presentasi.net/category/slide/">slide</a> maupun <a href="http://www.presentasi.net/category/video/">video</a> yang tersedia di sana. Ada berbagai materi tambahan lainnya yang akan menyusul. Termasuk pada saat launching buku panduan presentasi, Anda dapat mendownloadnya di sana.</p>
<p>Itulah empat resolusi saya di tahun 2012 ini. Semoga Allah memudahkan apa-apa yang baik yang bisa saya lakukan. Dan kalaupun ada diantara resolusi di atas yang belum terwujud, semoga saya juga tidak terlalu kecewa. Sebab hidup adalah menikmat hari ini yang diberikan sebagai hadiah buat kita semua, dengan segala kesenangan dan kesulitan di dalamnya.</p>
<p>Lantas bagaimana dengan Anda?</p>
<p><a name="_GoBack"></a></p>
<p>Apakah Anda memiliki resolusi juga?</p>
<p>Jangan lupa menyampaikan resolusi Anda di kolom komentar. Kita dapat saling berbagi dengan pembaca lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Photo credit: <a href="http://www.flickr.com/photos/vpickering/4266893491/in/photostream/" target="_blank">vpickering</a> on Flickr</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2012/01/apa-resolusi-tahun-2012-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel Pilihan 2011</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2012/01/artikel-pilihan-2011/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2012/01/artikel-pilihan-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 00:10:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[2011]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2012/01/artikel-pilihan-2011/</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2011 baru saja meninggalkan kita. Tentunya ada berbagai peristiwa telah kita jalani di sana. Dan sekarang tahun baru 2012 telah tiba. Menanti karya dan kiprah kita buat keluarga, kantor maupun masyarakat. Selamat tahun baru buat Anda semua para pembaca setia blog ini. Semoga selama tahun 2011 ini Anda mendapat banyak informasi berharga. Berikut saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[</p>
<p>Tahun 2011 baru saja meninggalkan kita.</p>
<p>Tentunya ada berbagai peristiwa telah kita jalani di sana.</p>
<p>Dan sekarang tahun baru 2012 telah tiba. Menanti karya dan kiprah kita buat keluarga, kantor maupun masyarakat.</p>
<p>Selamat tahun baru buat Anda semua para pembaca setia blog ini. Semoga selama tahun 2011 ini Anda mendapat banyak informasi berharga. </p>
<p>Berikut saya kumpulkan beberapa tulisan dari tahun sebelumnya untuk menjadi panduan Anda di tahun baru ini.</p>
<p>Selamat berkarya.</p>
<p><span id="more-1594"></span><br />
<h3><a href="http://www.muhammadnoer.com/2011/01/presentasi-memberi-inspirasi-pendengar/"><b>Enam Cara Membuat Presentasi Anda Mampu Menginspirasi Pendengarnya</b></a><b></b></h3>
<p>Tahukah Anda apa rahasia presenter kelas dunia seperti Steve Jobs yang mampu mengundang decak kagum dalam setiap presentasi? Atau bagaimana Presiden Obama menyampaikan pidato hebat dalam setiap kesempatan yang mengundang semua orang berdiri dan bertepuk tangan?</p>
<p>Mengapa mereka mampu memberikan presentasi atau pembicaraan di depan publik sedemikian menarik sehingga mampu menginspirasi pendengarnya? Inilah rahasianya.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/2011/01/presentasi-memberi-inspirasi-pendengar/"></a></p>
<h3><a href="http://www.muhammadnoer.com/2011/02/antara-hutang-produktif-dan-tidak-produktif-mana-yang-anda-pilih/">Antara Hutang Produktif dan Tidak Produktif. Mana Yang Anda Pilih?</a></h3>
<p>Di zaman modern ini, hampir semua orang pasti pernah berhutang. Ya, hutang sudah menjadi kebutuhan untuk berbagai keperluan. Namun, tahukah Anda bahwa diantara hutang tersebut ada yang produktif dan ada yang tidak? Hutang jenis manakah yang sering Anda gunakan?</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/2011/02/antara-hutang-produktif-dan-tidak-produktif-mana-yang-anda-pilih/"></a></p>
<h3><a href="http://www.muhammadnoer.com/2011/04/menciptakan-waktu/">Menciptakan Waktu</a></h3>
<p>Setiap orang tentu punya cita-cita besar. Ada yang ingin menulis buku, ada yang mau membuat blog. Ada yang ingin memperbaiki karir, adapula yang berencana membangun bisnis baru.</p>
<p>Namun apa yang terjadi? Semuanya dibiarkan begitu saja.</p>
<p>Rencana tinggal rencana.</p>
<p>Kita bercita-cita, tapi tidak berusaha mewujudkannya. Kita berharap apa yang diinginkan terjadi, tapi tak pernah menyediakan waktu mengerjakannya.</p>
<p>&#160;</p>
<h3><a href="http://www.muhammadnoer.com/2011/05/presentasi-efektif/">Presentasi Efektif</a></h3>
<p>Memberikan presentasi efektif tidak mudah. </p>
<p>Jika Anda mencoba menilai presentasi yang pernah kita ikuti secara jujur, maka kebanyakan presentasi tidak menarik, membosankan, dan sulit dimengerti. Ini terjadi karena presenter – orang yang memberikan presentasi – tidak memahami apa yang dibutuhkan audiensnya. Mereka tidak tahu bagaimana cara berkomunikasi yang efektif dengan audiens. Akibatnya tujuan presentasi tidak tercapai. Presenter mengalami frustrasi sama seperti yang dirasakan audiensnya.</p>
<p>&#160;</p>
<h3><a href="http://www.muhammadnoer.com/2011/06/perencanaan-keuangan-keluarga/">7 Prinsip Perencanaan Keuangan Keluarga</a></h3>
<p>Merencanakan keuangan sejak dini wajib dilakukan setiap keluarga. Ini berlaku baik buat pasangan muda maupun pasangan yang sudah menikah lebih dari 20 tahun. Membuat rencana yang baik akan membantu untuk menggunakan dana secara bijak sesuai tingkat keperluannya.</p>
<p>Merencanakan keuangan keluarga tidak harus rumit. Anda boleh saja memiliki perencanaan yang detail dan rapi, namun adakalanya perencanaan yang sederhana juga berhasil.</p>
<p>Berikut 7 prinsip dasar yang perlu Anda pegang dalam membuat perencaaan keluarga</p>
<p>&#160;</p>
<h3><a href="http://www.muhammadnoer.com/2011/09/presentasi-tedx-jakarta-membaca-cepat/">Studi Kasus Mempersiapkan Presentasi di TED</a></h3>
<p>Dalam tulisan ini, saya akan membedah studi kasus bagaimana mempersiapkan presentasi untuk TEDx Jakarta menggunakan prinsip-prinsip presentasi efektif. Sebelum Anda belajar lebih lanjut, silakan mempelajari rekaman video berikut terlebih dahulu.</p>
<p>&#160;</p>
<h3><a href="http://www.muhammadnoer.com/2011/10/video-bagaimana-membuat-mind-map/">Video Bagaimana Membuat Mind Map Langkah Demi Langkah</a></h3>
<p>Dua tahun lalu, saya menulis bagaimana meringkas sebuah buku dalam selembar catatan mind map. Lewat tulisan tersebut saya menjelaskan langkah demi langkah bagaimana memadukan keterampilan membaca cepat dan menuangkannya ke dalam catatan ringkas, sederhana, namun mudah diingat untuk jangka panjang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2012/01/artikel-pilihan-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TEDx Singapore Woman 2011 &#8211; Perspective Without Border</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2011/12/tedx-singapore-woman-2011-perspective-without-border/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2011/12/tedx-singapore-woman-2011-perspective-without-border/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Dec 2011 23:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perspective Without Borders]]></category>
		<category><![CDATA[TEDx]]></category>
		<category><![CDATA[TEDx Singapore]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=1586</guid>
		<description><![CDATA[Setelah dua kali mengikuti sesi TEDx Jakarta, akhirnya saya berkesempatan hadir di TEDx Singapore pada tanggal 3 Desember 2011. Acara yang bertajuk Perspective Without Borders menampilkan para pembicara wanita yang menjadi pahlawan pada bidang mereka masing-masing.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/12/TEDxSingaporePerspectiveWithoutBorder.jpg"><img style="display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border: 0px;" title="TEDxSingapore-PerspectiveWithoutBorder" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/12/TEDxSingaporePerspectiveWithoutBorder_thumb.jpg" alt="TEDxSingapore-PerspectiveWithoutBorder" width="520" height="353" border="0" /></a></p>
<p>Setelah dua kali mengikuti sesi TEDx Jakarta, akhirnya saya berkesempatan hadir di <strong><a href="http://www.tedxsingapore.sg/">TEDx Singapore</a></strong> pada tanggal 3 Desember 2011. TED adalah organisasi nirlaba yang menampilkan para tokoh berbagai bidang. Adapun TEDx merupakan sesi presentasi mirip TED yang dikelola oleh para sukarelawan dari berbagai negara.</p>
<p>Acara yang bertajuk <strong>Perspective Without Borders</strong> menampilkan para pembicara wanita yang menjadi pahlawan pada bidang mereka masing-masing. Tema ini diangkat untuk menggugah masyarakat bahwa begitu banyak pahlawan-pahlawan yang merupakan orang di sekitar kita. Bisa jadi mereka adalah ibu, istri, guru, penjaga sekolah, pedagang di pinggir jalan, atau bahkan asisten rumah tangga Anda.</p>
<p><span id="more-1586"></span></p>
<p>Ada beberapa pembicara yang tampil pada acara tersebut. Setelah mendengarkan beberapa perkenalan dari para kurator, dimulailah sesi masing-masing pembicara.</p>
<p><a href="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/12/TEDxSingaporeWomanCurator.jpg"><img style="display: inline; border: 0px;" title="TEDxSingapore-Woman-Curator" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/12/TEDxSingaporeWomanCurator_thumb.jpg" alt="TEDxSingapore-Woman-Curator" width="520" height="353" border="0" /></a></p>
<p><strong>Grace Sai</strong>, pendiri “Books for Hope” dan The Hub, Singapore tampil sebagai pembuka. Grace mengajak setiap orang untuk melihat potensi mereka, memberikan yang terbaik buat masyarakat lewat tindakan yang tulus. Grace juga pernah mendirikan sebuah perpustakaan di pedalaman Sumatera.</p>
<p>Berikutnya tampil <strong>Nikki Shaw</strong>, seorang desainer sanitasi. Dia memanfaatkan keahliannya untuk membantu tersedianya sarana sanitasi yang baik terutama toilet bagi negara-negara miskin dan berkembang. Dengan sanitasi yang baik, maka banyak penyakit bisa dihindarkan. Nikki menunjukkan betapa dalam berbagai program pembangunan masyarakat-masyarakat yang tertinggal, aspek ini sering terlupakan.</p>
<p><strong>So-Young Kang</strong> menjadi pembicara berikutnya. Dia mengisahkan perjalanan hidup seorang yang memiliki karir cemerlang namun merasa banyak orang tersakiti dalam proses tersebut. Dia berusaha untuk membuka kembali ruang-ruang yang tertutup dalam ingatan, pengalaman dan sejarah seseorang untuk secara jujur menghadapinya sebagai pembelajaran. So Young mendirikan The Young Professional Group di tahun 2000 yang merupakan lembaga nirlaba didedikasikan untuk membantu pelajar mencapai mimpi profesional mereka.</p>
<p>Setelah itu tampil <strong>Lila Everard</strong> yang awalnya menjalani karir profesional di perusahaan, kemudian beralih mewujudkan cita-cita masa kecilnya sebagai ahli seni bela diri. Untuk menjalani keahlian tersebut, dia dan suaminya rela bepergian dari satu negara ke negara yang lain untuk bertemu dengan guru bela diri dari berbagai keahlian. Perjalanan tersebut menjadikannya pribadi yang lebih kuat, disiplin dan bijak. Dia sadar bahwa hidup itu pendek dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Meskipun Lila seorang wanita yang bertubuh kecil, tapi jangan ditanya keahlian bela dirinya. Dia mengatakan dibalik sifat feminin wanita terdapat kekuatan. Lila sempat memperagakan ilmu bela dirinya baik dengan tangan kosong maupun memakai senjata.</p>
<p>Selain itu tampil pula <strong>Sarah Cheng-De Winne</strong>, artis lokal Singapore yang menemukan jati dirinya lewat menyanyi dan menghibur orang lain.</p>
<p><a href="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/12/TEDxSingaporeWomanSpeaker.jpg"><img style="display: inline; border: 0px;" title="TEDxSingapore-Woman-Speaker" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/12/TEDxSingaporeWomanSpeaker_thumb.jpg" alt="TEDxSingapore-Woman-Speaker" width="520" height="353" border="0" /></a></p>
<blockquote><p>Satu kesimpulan yang dapat saya petik dari seluruh pembicara yang tampil di forum tersebut adalah, setiap orang punya tugas unik yang harus dia temukan. Dengan menemukan tugas tersebut, menjalaninya dengan sungguh-sungguh, maka orang tersebut akan dapat memberi yang terbaik buat masyarakatnya. Dia menjalani tugas yang dimudahkan untuk apa dia diciptakan.</p></blockquote>
<p>Hadir di TEDx Singapore memberi pengalaman tersendiri buat saya. Saya dapat berkenalan dengan rekan-rekan baru dari berbagai negara. Para peserta ternyata datang tidak hanya dari Asia seperti Singapore, Indonesia, Malaysia, Jepang, atau Korea melainkan hadir pula rekan-rekan dari Eropa mulai dari Jerman, Inggris, Perancis dan bahkan Ukraina. Di sela-sela jeda antar sesi kami memanfaatkan waktu untuk berkenalan dan mengobrol satu sama lain. Ada beberapa permainan yang disediakan panitia untuk menciptakan kebersamaan diantara para peserta yang hadir.</p>
<p>Tidak disangka saya juga bertemu dengan <strong>Arif Aziz</strong> &#8211; koordinator TEDx Jakarta &#8211; yang menjadi panelis ketika saya ikut seleksi menjadi <a href="http://www.muhammadnoer.com/2011/09/presentasi-tedx-jakarta-membaca-cepat/">pembicara di TEDx Jakarta</a> beberapa waktu lalu.</p>
<p>Acara yang berlangsung di ruang <strong>School of Thought, Singapore</strong> sejak pukul 2 siang ini pun berakhir sekitar pukul 6 sore. Dalam perjalanan pulang menggunakan MRT, saya bertemu dengan peserta lain yang dibesarkan di Prancis dan sekarang bermukim di Singapura. Kami sempat bertukar pikiran dan saling bercerita kisah masing-masing.</p>
<p>Itulah pengalaman pertama saya mengikuti TEDx Singapore. Banyak pelajaran berharga yang didapatkan dari pahlawan-pahlawan wanita di sekitar kita. Mereka berbagi ide-ide yang layak disebarluaskan untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik dan positif.</p>
<p>Bagaimana dengan Anda sendiri?<br />
Apakah Anda punya ide yang layak untuk disebarluaskan?</p>
<p>Silakan sampaikan pandangan dan komentar Anda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Photo Credit: <strong><a href="http://www.flickr.com/photos/tedxsingapore/" target="_blank">TEDx Singapore</a></strong> under Creative Commons</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2011/12/tedx-singapore-woman-2011-perspective-without-border/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Sederhana Untuk Menjadi Pribadi Produktif</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2011/11/kiat-menjadi-pribadi-produktif/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2011/11/kiat-menjadi-pribadi-produktif/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 23:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Produktif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=1577</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi pribadi produktif tidaklah sulit. Berikut lima tips sederhana menjadi pribadi yang lebih produktif dan unggul.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/11/my-to-do-list.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="my to do list" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/11/my-to-do-list_thumb.jpg" alt="my to do list" width="229" height="319" border="0" /></a></p>
<p>Sejak April 2010 lalu, saya mulai merintis tulisan berseri tentang produktivitas. Ada banyak hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk menjadi pribadi yang produktif. Berikut rangkuman dari artikel terdahulu yang pernah muncul di blog ini:</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>1. </strong><strong>Miliki Rencana</strong></h3>
<p>Rencana merupakan gambaran apa yang ingin kita lakukan. Membuat rencana membantu kita untuk mengelola waktu dan menetapkan apa saja yang ingin kita lakukan. Tidak hanya itu, rencana merupakan kreasi awal. Anda menentukan apa yang ingin dikerjakan sebelum melakukannya. Banyak karya besar lahir dari perencanaan matang yang dilakukan dengan kesungguhan.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/2010/04/tips-produktivitas-1-miliki-rencana/">Simak artikel lengkapnya di sini.</a></p>
<p><span id="more-1577"></span></p>
<h3><strong>2. </strong><strong>Fokus</strong></h3>
<p>Setelah memiliki rencana matang, tiba saatnya mengerjakan apa yang sudah Anda tentukan sebelumnya. Agar dapat bekerja dengan produktif, kita perlu belajar untuk fokus. Ibarat sinar laser yang terkonsentrasi ke satu titik, maka fokus akan membuat apa-apa yang kita kerjakan dapat selesai dalam waktu yang sesingkat mungkin dengan kualitas sebaik mungkin. Tidak mudah untuk fokus karena banyak gangguan yang mengalihkan perhatian. Namun jika Anda berhasil melatih kemampuan untuk selalu fokus ketika mengerjakan tugas-tugas penting, Anda akan menjadi pribadi yang lebih produktif.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/2010/05/kiat-produktivitas-2-fokus/">Simak artikel lengkapnya di sini.</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>3. </strong><strong>Ganti Suasana</strong></h3>
<p>Rutinitas pekerjaan yang sama dari waktu ke waktu kadang membuat jenuh dan bosan. Ketika ini terjadi, maka produktivitas akan menurun karena kita kehilangan semangat dan gairah untuk melakukan sesuatu. Untuk itu Anda perlu mengganti suasana. Mencari tempat baru, cara baru, atau pendekatan yang baru sehingga pikiran lebih segar dan ide-ide bermunculan. Jika Anda sering merasa mandeg, cobalah ganti dengan suasana baru.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/2010/07/tips-produktivitas-ganti-suasana/">Simak artikel lengkapnya di sini.</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>4. </strong><strong>Jangan Menunda</strong></h3>
<p>Sikap suka menunda menjadi penghalang besar bagi kesuksesan Anda. Kita menunda apa yang sebenarnya bisa dikerjakan hari ini. Akibatnya, pekerjaan bertumpuk dan terasa berat. Tidak hanya itu, sikap menunda tak jarang membuat kita kehilangan kesempatan. Setiap hari punya tugasnya masing-masing. Karena itu kerjakanlah dan jangan suka menunda.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/2011/01/tips-produktivitas-4-jangan-menunda/">Simak artikel lengkapnya di sini.</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>5. </strong><strong>Terampil Dalam Membaca</strong></h3>
<p>Apapun profesi Anda, pasti berurusan dengan membaca. Jika Anda seorang pelajar, Anda harus membaca buku dan materi pelajaran. Jika Anda seorang manajer perusahaan, Anda harus membaca laporan, tren terbaru seputar bisnis, dan menganalisanya untuk mengambil keputusan. Dan jika Anda orang yang gemar melatih keterampilan baru, Anda pun harus banyak membaca dan belajar. Salah satu rahasia menjadi pribadi produktif adalah dengan membaca lebih cepat. Bayangkan jika Anda bisa membaca dua kali lebih cepat dari rata-rata orang, maka Anda bisa menyelesaikan berbagai tugas yang berhubungan dengan membaca hanya dalam waktu setengahnya saja. Anda akan menjadi pribadi yang jauh lebih produktif.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/2011/02/tips-produktivitas-5-meningkatkan-produktivitas-dua-kali-lipat-dengan-keterampilan-membaca/">Simak artikel lengkapnya di sini.</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Itulah lima hal sederhana yang bisa menjadikan Anda pribadi produktif dari waktu ke waktu. Terapkan dalam kehidupan sehari-hari dan jadilah pribadi yang lebih unggul.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Photo Credit: <a href="http://www.flickr.com/photos/puuikibeach/3242828279/sizes/m/in/photostream/" target="_blank">puuikibeach</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2011/11/kiat-menjadi-pribadi-produktif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gemar Membaca, Terampil Menulis</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2011/11/gemar-membaca-terampil-menulis/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2011/11/gemar-membaca-terampil-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 22:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2011/11/gemar-membaca-terampil-menulis/</guid>
		<description><![CDATA[Masyarakat yang kuat dalam tradisi membaca akan memiliki kekuatan pula dalam tradisi menulis. Itu mengapa jumlah karya ilmiah, penelitian atau buku yang dihasilkan suatu bangsa berbanding lurus dengan kemajuan budaya baca pada bangsa tersebut. Membaca dan menulis adalah sepasang kekasih yang sulit dipisahkan.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/11/book-and-pen.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border-width: 0px;" title="book and pen" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/11/book-and-pen_thumb.jpg" alt="book and pen" width="400" height="320" border="0" /></a></p>
<p>Buku adalah jendela dunia, membaca adalah kuncinya. Anda hanya bisa membuka jendela dunia dengan membukanya, yakni lewat aktivitas membaca. Membaca akan menambah pengetahuan, wawasan, dan pengalaman melebihi usia Anda.</p>
<p>Membaca sebuah buku selama beberapa jam yang berisi pengalaman seseorang selama 15 tahun akan membuat Anda mendapatkan pengalaman yang sama dalam waktu yang jauh lebih singkat. Anda tidak perlu menghabiskan 15 tahun lamanya seperti yang telah dijalani sang penulis. Anda seolah-olah bisa berkelana ke sejarah masa lalu dan melihat apa yang terjadi dalam waktu singkat.</p>
<p>Masyarakat Indonesia harus diakui masih sangat kuat dalam tradisi berbicara. Kita lebih senang mengobrol ke sana ke mari daripada membaca dan menulis. Dengan demikian, waktu terus berjalan, tapi tidak banyak pengetahuan baru yang bisa diserap.</p>
<p>Masyarakat yang kuat dalam tradisi membaca akan memiliki kekuatan pula dalam tradisi menulis. Itu mengapa jumlah karya ilmiah, penelitian atau buku yang dihasilkan suatu bangsa berbanding lurus dengan kemajuan budaya baca pada bangsa tersebut. Membaca dan menulis adalah sepasang kekasih yang sulit dipisahkan.</p>
<p><span id="more-1572"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Hubungan Membaca dan Menulis</strong></h3>
<p>Jika membaca adalah proses membuka jendela dunia, melihat wawasan yang ada dan menjadikannya sebagai khazanah pribadi, maka menulis adalah proses menyajikan kembali khazanah tersebut kepada masyarakat luas. Anda bisa menggabungkan sebuah khazanah dengan khazanah yang sudah dimiliki sebelumnya.</p>
<p>Sangat sulit bagi seseorang untuk menulis sesuatu yang di luar dirinya. Di luar apa yang pernah dia miliki sebelumnya. Seseorang harus memiliki sesuatu terlebih dahulu sebelum bisa memberikan kepada orang lain. Seseorang harus memiliki wawasan terlebih dahulu sebelum terampil dalam membaginya kepada orang lain.</p>
<p>Dengan demikian membaca mau tidak mau adalah proses yang harus dijalani oleh orang yang berkeinginan untuk bisa menulis. Jika selama ini Anda kesulitan menulis dan selalu berhenti pada kalimat atau paragraf pertama, bisa jadi penyebabnya karena terlalu sedikit stok informasi yang Anda miliki sebelumnya. Anda harus menambah stok tersebut agar proses menulis menjadi lancar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Manfaat Membaca Bagi Keterampilan Menulis</strong></h3>
<p>Begitu besar manfaat membaca untuk mengasah keterampilan menulis seseorang. Berikut saya mencoba menyajikannya buat Anda:</p>
<ul>
<li>Membaca memperluas wawasan</li>
<li>Membaca membantu melihat sudut pandang yang berbeda</li>
<li>Membaca membantu Anda belajar teknik menulis yang dipakai oleh orang yang lebih berpengalaman</li>
<li>Membaca membuat ide Anda melimpah</li>
<li>Membaca menjadikan otak dan pikiran Anda aktif</li>
<li>Membaca merangsang terbentuknya informasi baru di sistem daya ingat yang siap dipanggil kapan saja</li>
<li>Membaca membuat jalan pikiran Anda menjadi lebih lentur</li>
<li>Membaca memperkaya kosa kata, pilihan kalimat, dan cara penyajian yang bisa Anda pakai dalam menulis</li>
<li>Membaca membuat Anda mampu menganalisa, menghubungkan informasi yang terserak, dan melihat benang merah dari sebuah persoalan</li>
<li>Membaca membuat Anda punya bahan yang banyak untuk menuliskannya kembali</li>
</ul>
<p>Dan masih banyak manfaat lain jika kita berusaha meneruskan daftar tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Rajin Membaca, Aktif Menulis</strong></h3>
<p>Begitu banyak contoh di sekitar kita yang menunjukkan bagaimana orang yang gemar membaca cenderung memiliki keterampilan menulis yang baik.</p>
<p>Buya Hamka adalah orang yang rajin membaca. Beliau juga dikenal sebagai <a href="http://www.membacacepat.com/ebook" target="_blank">pembaca cepat</a>. Maka tidak heran pula jika beliau bisa menghasilkan banyak karya.</p>
<p>Rhenald Kasali &#8211; tokoh pemasaran Indonesia &#8211; adalah orang yang aktif membaca. Dengan demikian sangat mudah buat beliau untuk terus menulis tren terbaru dan prediksi tentang peta pemasaran di masa yang akan datang.</p>
<p><a href="http://www.strategimanajemen.net" target="_blank">Yodhia Antariksa</a>, seorang blogger produktif yang banyak menulis artikel bernas seputar strategi manajemen, mampu berbuat demikian karena punya kebiasaan membaca buku setiap petang.</p>
<p>Dan jika Anda bertanya mengapa saya bisa menulis banyak artikel di blog pengembangan diri ini, jawabannya karena saya suka membaca dan menuliskan kembali apa-apa yang pernah saya baca. Dengan cara ini saya memperluas wawasan sekaligus berbagi pengetahuan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Membangun Tradisi Membaca dan Menulis</strong></h3>
<p>Untuk itu, sudah saatnya membangun kembali tradisi membaca dan menulis. Inilah kontribusi yang bisa Anda berikan untuk menjadikan bangsa ini lebih maju.</p>
<p>Coba hitung waktu yang Anda habiskan untuk menonton televisi, aktif bertukar status dan komentar di Facebook, atau berkicau di Twitter. Ambil separuh dari waktu yang Anda habiskan itu untuk membaca buku-buku berkualitas. Maka dalam tempo 1 bulan saja, Anda sudah menjadi pribadi yang berbeda dari sebelumnya.</p>
<p>Lewat kebiasaan membaca, Anda bisa melatih keterampilan <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/07/menulis-mudah/" target="_blank">menulis</a>. Anda punya kacamata yang mampu melihat berbagai sudut pandang. Anda punya amunisi kata dan kalimat yang siap dituliskan. Anda pun akan punya pikiran yang lebih jernih dan sehat.</p>
<p>Jika banyak pembaca yang bertanya, bagaimana caranya agar saya bisa menulis dengan baik? Maka jawaban sederhana saya adalah rajin-rajinlah membaca. Dengan kebiasaan tersebut, keterampilan menulis Anda akan meningkat dengan sendirinya.</p>
<p>Jadi tunggu apa lagi?</p>
<p>Kunjungi perpustakaan dan toko buku lalu mulailah membaca.</p>
<p>Mari budayakan membaca agar kita terampil dalam menulis dan berkarya buat masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Photo Credit: <a href="http://www.flickr.com/photos/jcarlosn/3709839478/" target="_blank">Jcarlosn</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2011/11/gemar-membaca-terampil-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Josef Bataona – Blog Tokoh HR Indonesia</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2011/11/josef-bataona/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2011/11/josef-bataona/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Nov 2011 13:00:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Human Resources]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Danamon]]></category>
		<category><![CDATA[Josef Bataona]]></category>
		<category><![CDATA[Unilever]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=1562</guid>
		<description><![CDATA[Josef Bataona, tokoh HR Indonesia yang pernah terpilih sebagai HR Executive of The Year, mantan direktur Sumber Daya Manusia PT. Unilever Indonesia, Tbk dan kini menjabat direktur Sumber Daya Manusia Bank Danamon meluncurkan blognya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika sedang menunggu bis untuk pulang dari kantor di kawasan Mapple Business City &#8211; Singapura, saya mendapat pesan SMS di ponsel:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Dear Noer,</em></p>
<p><em>Selamat Ulang Tahun, semoga sehat dan sukses selalu.</em><em> </em></p>
<p><em>Jos</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pesan tersebut sangat berkesan karena dikirim langsung secara pribadi oleh mantan atasan, guru, dan salah seorang tokoh yang saya kagumi. Dia adalah bapak Josef Bataona, yang lahir dan dibesarkan di sebuah desa kecil di Flores, NTT. Lewat kegigihannya, beliau merantau seorang diri ke Jakarta untuk bekerja dan kuliah sampai akhirnya menjadi direktur Human Resources (HR) PT. Unilever Indonesia, Tbk dan kini menjabat direktur HR di Bank Danamon. Salah satu kelebihan yang beliau miliki adalah memberi perhatian sampai hal-hal yang personal kepada tim di bawahnya, termasuk untuk urusan ulang tahun.</p>
<p>Setelah membalas pesan tersebut, saya dan Pak Jos, panggilan akrab beliau beberapa kali bertukar SMS. Dari pesan singkat beliau saya akhirnya mendapat kabar bahwa Pak Jos akan meluncurkan blog barunya beralamat di <a href="http://www.josefbataona.com">http://www.josefbataona.com</a> tepat pada tanggal 11, bulan 11, tahun 2011.<span id="more-1562"></span></p>
<p>Pak Jos termasuk salah seorang yang sangat ingin menulis dan meluncurkan blog pribadi. Sebagai salah seorang tokoh HR di Indonesia yang pernah mendapat penghargaan HR Executive of The Year pada tahun 2008 oleh para praktisi HR dan Best Contribution to HR Community Award 2009 oleh Asia HRD Congress, beliau tahu betul bahwa blog merupakan media maya yang luar biasa untuk merangkum pemikiran dan pengalaman ke dalam tulisan yang dapat menjadi inspirasi buat banyak orang.</p>
<p>Sebagai seorang yang sarat pengalaman, tentu demikian banyak ilmu, inspirasi, dan kisah berharga yang beliau miliki. Beberapa kali saya memberi semangat kepada beliau untuk segera memulai menulis di blog. Dan ternyata Pak Jos benar-benar berniat melakukannya dan meluncurkan blog pribadi tersebut bekerjasama dengan <a href="http://www.portalhr.com" target="_blank">PortalHR</a>.</p>
<p>Blog pribadi dengan tagline <strong><em>“be yourself, but better everyday” </em></strong>berisi kisah, pengalaman, dan inspirasi beliau baik personal maupun profesional. Kalimat “be yourself, but better everyday” adalah filosofi yang dipegang teguh oleh Pak Jos dan benar-benar diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupannya. Lewat filosofi ini, beliau ingin mengajak setiap orang menjadi dirinya sendiri <em>(be yourself)</em>, namun selalu terbuka dengan pengalaman dan hal positif yang dimiliki orang lain sehingga membantu kita menjadi orang yang lebih baik setiap harinya <em>(better everyday).</em></p>
<p>Dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan selamat kepada bapak Josef Bataona, atas peluncuran blog barunya. Semoga blog ini akan terus tumbuh dan memberi inspirasi kepada lebih banyak masyarakat Indonesia.</p>
<p>Buat para pembaca blog ini, saya sarankan untuk berkunjung ke blog salah seorang tokoh HR di Indonesia. Anda akan banyak mendapatkan inspirasi baru lewat kisah-kisah sederhana yang dituangkan di sana.</p>
<p>Be yourself, but better everyday – Josef Bataona</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.josefbataona.com"><img class="size-large wp-image-1563 aligncenter" title="josef-bataona" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/11/josef-bataona-500x141.png" alt="" width="500" height="141" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2011/11/josef-bataona/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjalani Tantangan Baru di Singapura</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2011/11/menjalani-tantangan-baru-di-singapura/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2011/11/menjalani-tantangan-baru-di-singapura/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2011 23:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[pindah]]></category>
		<category><![CDATA[Singapore]]></category>
		<category><![CDATA[Singapura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2011/11/menjalani-tantangan-baru-di-singapura/</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah kisah perpindahan keluarga kami ke Singapura.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak 1 November 2011 lalu, saya dan keluarga resmi pindah ke Singapura. Ini adalah penugasan saya yang kedua di negeri Singa. Tahun lalu, tepatnya Juli 2010 saya sempat bertugas sementara untuk <em>proyek </em>selama 3 bulan. Kali ini, saya pindah untuk jangka waktu lebih lama, setidaknya sampai 2-3 tahun ke depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ada yang berbeda dari penugasan kali ini.</p>
<p><strong>Pertama</strong>, saya mendapat tugas baru sebagai <em>Human Resource Business Partner </em>untuk <em>Customer Development</em> dan <em>Marketing Operation Global/Regional.</em> Selama 7,5 tahun karir saya di Unilever, hampir 6,5 tahun lebih dihabiskan bersama divisi <em>Supply Chain.</em> Perpindahan ke divisi baru akan memberi saya perspektif yang berbeda dari sebelumnya. Jika Supply Chain sangat dekat dengan proses <em>manufacturing</em> dan <em>engineering</em>, maka Customer Development dan Marketing Operation akan membantu saya berinteraksi lebih dekat mengenal konsumen dan pasar. Sebenarnya Marketing bukan dunia yang asing dengan saya, sebab saya sendiri lulusan Marketing. Jadi peran baru ini akan melatih saya mengkombinasi pengetahuan Human Resource dengan Marketing.</p>
<p><span id="more-1559"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kedua</strong>, jika sebelumnya saya bekerja dalam lingkup lokal/nasional dalam menangani isu <em>human resource</em> dan <em>industrial relations</em> di pabrik, maka sekarang saya akan belajar menangani isu human resource untuk organisasi lintas negara. Tantangan yang dihadapi terkait budaya yang berbeda, termasuk di dalamnya proses perpindahan atau relokasi karyawan dari satu negara ke negara lainnya. Di sini, pengetahuan tentang ketenagakerjaan lintas negara menjadi penting. Tidak hanya itu, peran baru ini mengharuskan saya belajar menerapkan keterampilan mempengaruhi orang lain dari negara berbeda-beda, bahasa keren-nya <em>strategic influencing.</em></p>
<p><strong>Ketiga</strong>, jika sebelumnya saya hanya pindah sementara seorang diri, maka kali ini saya harus memindahkan seluruh anggota keluarga ke tempat baru. Setelah mempertimbangkan waktu yang tepat, akhirnya saya dan istri sepakat untuk berpindah bersama-sama dengan membawa keempat anak kami sekaligus pada hari pertama saya bertugas. Hal ini dengan beberapa pertimbangan, yakni masa tahun ajaran baru yang akan segera dimulai dan kondisi istri yang saat ini sedang hamil besar. Jika menunda keberangkatan, maka istri dan anak-anak harus menunggu sampai beberapa bulan ke depan sampai proses melahirkan dan persiapan dokumen keimigrasian buat anggota keluarga yang baru.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>Persiapan Kepindahan</strong></h3>
<p>Tinggal di negeri berbeda untuk jangka waktu yang lebih lama akan menjadi pengalaman baru buat saya dan keluarga. Kami perlu melakukan penyesuaian untuk tempat tinggal, sekolah anak, termasuk interaksi dengan lingkungan yang baru.</p>
<p>Alhamdulillah proses pindah berjalan lancar meskipun relatif saya dan keluarga hanya memiliki waktu yang sangat singkat untuk menyelesaikan berbagai urusan. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan:</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4><strong>Sekolah buat anak-anak</strong></h4>
<p>Pindah ke negara berbeda meskipun dekat tidaklah mudah buat keluarga besar seperti saya. Di usia 30 lebih sedikit, saya telah memiliki 3 orang putra dan 1 orang putri. Ada 3 orang anak yang perlu disiapkan perpindahan ke sekolah yang baru. Adapun putri yang paling kecil masih berusia 2 tahun. Untuk sekolah, pilihan buat anak pertama saya yang berusia 10 tahun jatuh pada Madrasah Al Irsyad, sekolah lokal setempat yang mengkombinasi pengajaran agama. Namun ada tes yang cukup ketat agar bisa diterima. Pilihan kedua adalah sekolah internasional di daerah Orchard. Adapun buat anak kedua dan ketiga yang berusia 6 dan 4 tahun, pilihan jatuh pada sekolah berbasis Montessori.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tempat tinggal baru</strong></p>
<p>Setelah mengunjungi 8 tempat bersama agen yang ditunjuk, pilihan jatuh pada sebuah apartemen di daerah Serangoon. Jika Anda pernah berkunjung ke Singapura, daerah ini dekat dengan kawasan Little India dan juga perkampungan Melayu. Saya dan istri memilih tempat ini karena dekat dengan lokasi sekolah anak-anak. Pertimbangan ini yang paling utama agar mereka bisa dengan cepat dan nyaman menikmati hari-harinya di negeri yang baru. Tempat ini juga hanya beberapa ratus meter dari stasiun MRT terdekat (Lorong Chuan) yang berada pada jalur yang sama dengan lokasi kantor saya. Jadi nantinya saya bisa memanfaatkan moda transportasi kereta api dengan waktu tempuh sekitar 30-40 menit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Perpindahan barang</strong></p>
<p>Semenjak saya menikah, saya mengalami 6 kali pindah rumah. Perpindahan pertama sebulan setelah menikah dari pondok mertua indah ke rumah petak kecil di daerah Tanah Baru Depok. Selanjutnya hampir setiap dua tahun saya dan keluarga berpindah tempat mulai dari daerah Depok 2, Cikarang Baru, kompleks Rewwin Sidoarjo, dan rumah kami terakhir di Delta Aster Sidoarjo sebelum sekarang pindah ke Singapura. Urusan paling merepotkan adalah memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Untuk perpindahan kali ini, meskipun dibantu perusahaan relokasi, saya dan istri harus memilah mana barang yang perlu dibawa dan mana yang tidak. Sebagian kecil barang dibawa ke Singapura dan sebagian lainnya dikirim ke Jakarta jika suatu saat kembali lagi ke Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tiga minggu terakhir adalah masa yang sibuk dengan segala persiapan: dokumen imigrasi, administrasi relokasi, serah terima tugas dengan pengganti saya di Surabaya, perpindahan fisik, dan persiapan untuk menyelesaikan administrasi izin kerja, sekolah dan tempat tinggal.</p>
<p>Alhamdulillah, kami bersyukur banyak kemudahan dan hal tak terduga yang membantu memperlancar proses kepindahan ini. Dan tidak terasa sudah seminggu saya dan keluarga berada di tempat baru.</p>
<p>Buat saya sendiri, minggu ini adalah periode yang sangat sibuk untuk serah terima tugas baru, melakukan perkenalan dan membuat janji pertemuan dengan masing-masing <em>business partner</em> yang nantinya akan menjadi mitra kerja saya.</p>
<p>Semoga tempat yang baru ini akan membawa berkah dan pelajaran baru buat kami sekeluarga. Nantinya, saya akan menulis kembali secara rutin untuk blog ini yang selama beberapa minggu terakhir agak terbengkalai.</p>
<p>Berhubung tempat tinggal sementara kami sangat dekat dengan Singapore River, maka untuk menghabiskan akhir pekan, saya sekeluarga menyusuri jalan sepanjang Singapore River dari daerah Robertson Walk, Raffles Site, sampai patung Merlion kurang lebih 1,5 km.</p>
<p>Dan bersama warga setempat kami melakukan sholat Idul Adha di Masjid Omar Kampong Melaka.</p>
<p><a href="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/11/Singapore-Fullerton-All-Family.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="Singapore-Fullerton-All-Family" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/11/Singapore-Fullerton-All-Family_thumb.jpg" alt="Singapore-Fullerton-All-Family" width="420" height="320" border="0" /></a></p>
<p><a href="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/11/Singapore-Cavenagh-Bridge.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="Singapore-Cavenagh-Bridge" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/11/Singapore-Cavenagh-Bridge_thumb.jpg" alt="Singapore-Cavenagh-Bridge" width="420" height="320" border="0" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika nantinya ada diantara pembaca blog ini yang sedang bertugas atau jalan-jalan ke Singapura, jangan lupa untuk berkirim berita. Siapa tahu kita bisa bertemu di sini.</p>
<p>Salam dari Singapura.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2011/11/menjalani-tantangan-baru-di-singapura/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Video Bagaimana Membuat Mind Map Langkah Demi Langkah</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2011/10/video-bagaimana-membuat-mind-map/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2011/10/video-bagaimana-membuat-mind-map/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2011 23:31:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mind Mapping]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Mind Map]]></category>
		<category><![CDATA[Peta Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Tony Buzan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=1530</guid>
		<description><![CDATA[Video membuat mind map untuk meringkas buku 230 halaman ke dalam selembar catatan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua tahun lalu, saya menulis bagaimana <a title="Bagaimana Meringkas Sebuah Buku dalam Selembar Mind Map" href="http://www.muhammadnoer.com/2009/10/bagaimana-meringkas-sebuah-buku-dalam-selembar-mind-map/">meringkas sebuah buku dalam selembar catatan mind map</a>. Lewat tulisan tersebut saya menjelaskan langkah demi langkah bagaimana memadukan keterampilan membaca cepat dan menuangkannya ke dalam catatan ringkas, sederhana, namun mudah diingat untuk jangka panjang.</p>
<p>Sebenarnya waktu itu saya ingin melakukan demonstrasi langsung dengan membuat catatan di atas kertas. Namun karena alasan teknis kesulitan merekam langsung, maka niat itu pun urung dilakukan.</p>
<p>Alhamdulillah akhirnya saya menemukan tools Doceri yang bisa menampilkan apa-apa yang saya tuliskan termasuk setiap goresannya.</p>
<p>Untuk itu berikut video yang akan menggambarkan kepada Anda bagaimana merangkum buku setebal 230 halaman ke dalam selembar catatan.<span id="more-1530"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><iframe src="http://www.youtube.com/embed/Zr1iHag1BgE?rel=0" frameborder="0" width="560" height="315"></iframe></p>
<p>Lihat video ini di <a title="Video Bagaimana Membuat Mind Map Langkah Demi Langkah" href="http://www.muhammadnoer.com/2011/10/video-bagaimana-membuat-mind-map/" target="_blank">website/browser</a>.</p>
<p>Download video ini &#8211; <a href="http://membacacepat-resources.s3.amazonaws.com/mind-map/Merangkum%20Catatan%20Mobile.m4v" target="_blank">format M4V</a> (Mac/iPhone/iPod) &#8211; 6,4 MB</p>
<p>Video ini merupakan versi singkat dari apa yang saya jelaskan dalam modul 7 yang merupakan modul bonus di <a href="http://www.membacacepat.com/daftar/" target="_blank">kursus membaca cepat online</a> yang dibuka kembali pendaftaran untuk umum mulai <a href="http://www.membacacepat.com/daftar/" target="_blank">5 Oktober sampai 21 Oktober 2011</a> ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selamat menikmati.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2011/10/video-bagaimana-membuat-mind-map/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
<enclosure url="http://membacacepat-resources.s3.amazonaws.com/mind-map/Merangkum%20Catatan%20Mobile.m4v" length="6704186" type="video/mp4" />
		</item>
		<item>
		<title>Studi Kasus Mempersiapkan Presentasi di TED</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2011/09/presentasi-tedx-jakarta-membaca-cepat/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2011/09/presentasi-tedx-jakarta-membaca-cepat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Sep 2011 01:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Speed Reading]]></category>
		<category><![CDATA[Video]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca Cepat]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad Noer]]></category>
		<category><![CDATA[TEDxJakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=1516</guid>
		<description><![CDATA[Studi kasus bagaimana mempersiapkan presentasi untuk TEDx Jakarta menggunakan prinsip-prinsip presentasi efektif.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menampilkan presentasi dalam forum TED merupakan kesempatan luar biasa untuk berbagi ide. Seorang pembicara di TED hanya memiliki kesempatan 18 menit untuk sesi panjang atau 5 menit untuk sesi pendek. Dengan demikian, keterampilan memberikan presentasi secara efektif sekaligus menarik menjadi tantangan tersendiri. TED adalah organisasi nirlaba yang mengumpulkan para tokoh berbagai bidang untuk berbagi. Selain TED Global, juga ada TEDx bersifat lokal dan independen di bawah lisensi dari TED.com.</p>
<p>Dalam tulisan ini, saya akan membedah studi kasus bagaimana mempersiapkan presentasi untuk <a href="http://www.tedxjkt.org" target="_blank">TEDx Jakarta</a> menggunakan prinsip-prinsip <a href="http://www.muhammadnoer.com/2011/05/presentasi-efektif/">presentasi efektif</a>. Sebelum Anda belajar lebih lanjut, silakan mempelajari rekaman video berikut terlebih dahulu.</p>
<div id="scid:5737277B-5D6D-4f48-ABFC-DD9C333F4C5D:8cc37a24-cfe7-4c85-b3f5-a5ddcf05d50b" class="wlWriterEditableSmartContent" style="margin: 0px; display: inline; float: none; padding: 0px;">
<div><object width="571" height="321" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/EyUo_nE5rDs?hl=en&amp;hd=1" /><embed width="571" height="321" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/EyUo_nE5rDs?hl=en&amp;hd=1" /></object></div>
<div style="width: 571px; clear: both; font-size: .8em;">Video Presentasi Membaca Cepat di TEDx Jakarta oleh Muhammad Noer</div>
</div>
<h3>Eksplorasi Ide</h3>
<p>Dalam presentasi TEDx Jakarta, saya mendapat kesempatan 5 menit untuk berbicara di depan publik. Adapun tema yang saya bawakan adalah tentang “membaca cepat” yang menjadi salah satu keahlian saya. Untuk melakukan eksplorasi ide, saya mencoba melihat sisi apa saja dari membaca cepat yang layak untuk diangkat sekaligus mampu menjelaskan topik membaca cepat secara menarik, padat, dan menggugah perhatian pendengarnya.</p>
<p>Akhirnya saya merangkum presentasi dalam struktur berikut:</p>
<p><span id="more-1516"></span></p>
<h3><strong>Pemilihan Judul</strong></h3>
<p>Dari berbagai judul yang ada, akhirnya pilihan jatuh pada <strong>“Membaca Cepat Untuk Mengubah Dunia Anda.”</strong> Judul ini dipilih untuk merangkum ide bahwa kemampuan membaca cepat mampu mengubah cara kita belajar sehingga dapat menguasai informasi lebih baik sekaligus menjadi manusia yang lebih produktif dan berkualitas. Selain itu, judul ini relevan dengan tema besar acara TEDx hari itu yakni “The Journey To Return”. Sebuah perjalanan untuk kembali pada nilai-nilai universal yang terlupakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Pendekatan Presentasi</h3>
<p>Setelah mempertimbangkan beberapa pendekatan, akhirnya saya memutuskan untuk mengajukan pertanyaan ketika membuka presentasi dan menjawab pertanyaan tersebut sebelum menutup presentasi. Teknik ini memiliki kekuatan karena menghubungkan pembukaan dan penutupan dalam satu kesatuan.</p>
<p>Saya menggunakan teknik yang mirip dengan presentasi Mark Bezos di TED.com ketika dia bercerita pengalaman pertamanya sebagai tenaga pemadam kebakaran sukarelawan. Mark membuka kisah tersebut dan menutupnya dengan kisah yang sama lewat kalimat sederhana: “save the shoes.” sebagai penekanan bahwa Anda tidak harus melakukan hal yang besar setiap saat. Anda pun bisa menjadi seorang pahlawan meskipun hanya menyelamatkan sepatu orang yang sedang mengalami musibah kebakaran.</p>
<p>Adapun pertanyaan yang saya ajukan kepada audiens adalah berapa banyak buku yang mereka baca dalam setahun. Pertanyaan ini berguna untuk menciptakan perhatian audiens sekaligus membuat mereka fokus untuk menemukan jawabannya. Nantinya presentasi akan ditutup dengan pertanyaan yang sama.</p>
<p>Mengingat banyak audiens baru pertama kali mendengar tentang membaca cepat, maka saya melakukan demonstrasi singkat untuk membuktikan bahwa siapa saja termasuk audiens bisa membaca jauh lebih cepat asalkan memahami prinsip dasarnya. Demonstrasi ini berupa teks bacaan yang bergerak dengan kecepatan tinggi namun masih bisa dibaca dengan baik oleh mayoritas orang.</p>
<p>Selain itu, saya juga menggunakan anaphora, yakni teknik yang dipakai para pembicara publik dengan mengulang sebuah frasa atau kalimat beberapa kali secara berurutan. Saya melakukan hal ini untuk menciptakan dramatisasi menjelang penutupan presentasi sekaligus memperkuat pesan yang ingin disampaikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Merancang Draft Setiap Slide</h3>
<p>TED memiliki audiens yang kritis. Untuk itu saya merancang slide sederhana yang bisa menjelaskan konsep membaca cepat dengan mudah sekaligus membantu saya untuk menjelaskannya secara verbal. Setelah merangkum ide besar dari topik yang dibicarakan, saya menata urutan slide sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Judul</li>
<li>Pembuka: Berapa banyak buku yang Anda baca dalam setahun?</li>
<li>Fakta: Jumlah buku yang dibaca orang dewasa di Amerika Serikat</li>
<li>Permasalahan: Mengapa orang malas membaca?</li>
<li>Perbandingan: Kecepatan baca rata-rata sama dengan anak SD</li>
<li>Simulasi: Bagaimana orang membaca</li>
<li>Fakta: Manusia mampu membaca lebih cepat</li>
<li>Tips 1: Jangan bersuara</li>
<li>Tips 2: Simulasi bagaimana proses membaca cepat dilakukan</li>
<li>Perumpamaan: Membaca cepat ibarat memiliki dua prosesor</li>
<li>Manfaat membaca cepat untuk berbagai profesi</li>
<li>Penutup: merangkum kisah dengan membaca cepat, Anda bisa menyelesaikan lebih banyak buku dibandingkan orang lain.</li>
</ol>
<p>Perhatikan bahwa cukup banyak slide yang akan ditampilkan dalam waktu hanya 5 menit. Oleh karena itu, saya harus memastikan slide hanya menggunakan teks singkat dan didominasi gambar sebagai alat bantu visual.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Menggabungkan Komunikasi Visual dan Verbal</h3>
<p>Presentasi yang baik menggabungkan antara komunikasi visual dengan komunikasi verbal. Komunikasi visual didapat dari slide yang menggugah apakah berupa gambar, demonstrasi, atau teks yang menciptakan perhatian. Komunikasi verbal didapat dari pilihan kata dan kalimat yang kuat dan memberi penjelasan terhadap komunikasi visual yang dilihat audiens.</p>
<p>Untuk itu saya membuat kata kunci dan kalimat kunci untuk setiap slide berisi apa yang akan dikatakan. Meskipun kata dan kalimat ini tidak selalu persis seperti apa yang akan saya tampilkan pada presentasi sebenarnya, namun dengan cara ini saya sudah memilih sudut tertentu (angle) untuk memberi penekanan pada setiap slide yang ditampilkan dan ide yang dibawakan.</p>
<p>Berikut adalah urutan slide tersebut beserta kalimat verbal yang menyertainya. Perhatikan bahwa slide yang dipakai sangat singkat. Hal ini membantu saya untuk mengembangkannya dalam narasi yang saya bawakan.</p>
<table width="573" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><strong>Slide</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left"><strong>Kalimat Verbal</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left"><strong>Penjelasan</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0026.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image002[6]" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0026_thumb.jpg" alt="clip_image002[6]" width="148" height="112" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Assalamualaikum Wr. Wb.</p>
<p align="left">Apa kabar TEDxJakarta?</p>
<p align="left">Sore ini kita akan sama-sama menyaksikan bagaimana keterampilan membaca dapat mengubah hidup Anda</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Judul menggunakan gambar penuh seluruh slide untuk memperkuat topik yang dibahas. Pemilihan warna disesuaikan dengan template yang dipakai.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0046.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image004[6]" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0046_thumb.jpg" alt="clip_image004[6]" width="148" height="112" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Saya ingin bertanya kepada Anda, berapa banyak buku yang Anda habiskan dalam satu tahun terakhir?</p>
<p align="left">Jawaban Anda mungkin beragam. Satu buku, dua buku ? Atau jangan-jangan tidak ada sama sekali.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Slide Pembuka. Berisi pertanyaan untuk mengajak audiens berpikir.</p>
<p align="left">Slide menggunakan gambar buku bertumpuk untuk memperkuat pesan.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0066.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image006[6]" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0066_thumb.jpg" alt="clip_image006[6]" width="148" height="112" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Penelitian di AS menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa tidak pernah membaca satu buku pun dalam setahun terakhir.</p>
<p align="left">Saya ulangi: tidak membaca satu buku pun dalam setahun terakhir.</p>
<p align="left">Lantas bagaimana dengan Indonesia?</p>
<p align="left">Anda bisa tebak sendiri.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Pemaparan Fakta: Data ini tidak banyak diketahui orang dan cocok untuk mengajak betapa pentingnya meningkatkan jumlah buku yang kita baca.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0086.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image008[6]" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0086_thumb.jpg" alt="clip_image008[6]" width="148" height="112" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Muncul sebuah pertanyaan, mengapa orang malas membaca?</p>
<p align="left">Apa yang membuat kita menjadi mengantuk setelah membaca beberapa halaman?</p>
<p align="left">Apakah karena tidak termotivasi?</p>
<p align="left">Tidak punya waktu?</p>
<p align="left">Atau ada alasan lainnya?</p>
<p align="left">Salah satu alasan utama yang sering tidak disadari adalah karena kita membaca lambat.</p>
<p align="left">Ya membaca lambat membuat kita sulit menyelesaikan sebuah buku.</p>
<p align="left">Coba periksa buku yang pernah Anda beli, berapa banyak buku yang Anda selesaikan dan berapa banyak yang hanya dibaca beberapa halaman saja.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Gambar penuh pada slide untuk memperkuat pesan betapa mayoritas orang malas membaca karena membaca lambat.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0106.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image010[6]" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0106_thumb.jpg" alt="clip_image010[6]" width="148" height="112" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Tahukah Anda berapa kecepatan baca rata-rata orang?</p>
<p align="left">Pernahkah Anda menghitung seberapa cepat Anda membaca?</p>
<p align="left">Mayoritas orang dewasa membaca dengan kecepatan 200 kata per menit.</p>
<p align="left">Ini berarti Anda membaca 1 halaman dalam 2 menit. Dan jika Anda membaca buku 100 halaman Anda butuh waktu sekitar 3,5 jam. Dengan catatan Anda membaca terus menerus tanpa jeda.</p>
<p align="left">Angka ini tidak berbeda dengan kecepatan baca anak Sekolah Dasar.</p>
<p align="left">Bayangkan, Anda menghadapi abad informasi dan menggunakan kecepatan baca anak SD.</p>
<p align="left">Apakah hal ini wajar? Sebenarnya wajar karena kita tidak pernah belajar membaca lagi setelah lulus SD. Kita menggunakan cara membaca yang sama sejak SD dulu sampai sekarang. Itulah satu-satunya cara membaca yang kita ketahui.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Perbandingan. Slide ini berfungsi membuat perbandingan sederhana antara kecepatan baca rata-rata dengan kecepatan siswa SD.</p>
<p align="left">Penggunaan gambar untuk memperkuat asosiasi.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0126.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image012[6]" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0126_thumb.jpg" alt="clip_image012[6]" width="148" height="113" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Sebenarnya Anda mampu membaca lebih cepat.</p>
<p align="left">Anda memiliki otak yang mampu memproses informasi dengan kecepatan tinggi.</p>
<p align="left">Bagaimana caranya?</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Slide transisi untuk mengantarkan ke slide berikutnya.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0146.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image014[6]" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0146_thumb.jpg" alt="clip_image014[6]" width="148" height="113" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Pertama, jangan bersuara.</p>
<p align="left">Membaca dengan bersuara atau menggerakkan bibir membuat kecepatan baca menjadi sangat terbatas. Setara dengan kecepatan orang berbicara dan itu sangat lambat.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Penggunaan sedikit teks, nomor yang besar dan gambar yang kuat untuk membuat tips ini diingat.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0166.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image016[6]" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0166_thumb.jpg" alt="clip_image016[6]" width="148" height="113" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Kedua, jangan membaca kata per kata.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Tips kedua mirip dengan slide berikutnya. Menggunakan gambar yang relevan untuk mengajak audiens menghindari kata per kata. Perhatikan kedua slide menggunakan teks rata kanan (konsep alignment dalam desain).</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0186.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image018[6]" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0186_thumb.jpg" alt="clip_image018[6]" width="148" height="113" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Inilah yang dilakukan banyak orang ketika membaca (simulasi baca kata per kata).</p>
<p align="left">Mata berhenti di setiap kata kemudian berpindah ke kata berikutnya dan demikian seterusnya. Cara ini sangat memperlambat kecepatan baca Anda.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Simulasi untuk menunjukkan bagaimana orang membaca kata per kata. Dalam slide aktual ada animasi yang menggambarkan hal tersebut.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0206.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image020[6]" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0206_thumb.jpg" alt="clip_image020[6]" width="148" height="113" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Saya ingin membuktikan Anda bisa membaca 2 kali lebih cepat.</p>
<p align="left">Anda punya potensi luar biasa yang tidak Anda sadari.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Slide transisi untuk mengantarkan audiens ke simulasi membaca cepat.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0226.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image022[6]" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0226_thumb.jpg" alt="clip_image022[6]" width="148" height="113" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Coba Anda konsentrasi sejenak dan baca teks berikut.</p>
<p align="left">[Simulasi teks berjalan dengan cepat]</p>
<p align="left">Apakah Anda merasakan bedanya?</p>
<p align="left">Apakah Anda bisa memahami isi bacaan tadi?</p>
<p align="left">Anda baru saja berlatih membaca layaknya seorang pembaca cepat.</p>
<p align="left">Anda membaca beberapa kata sekaligus dalam sekali lihat dan dengan kecepatan tinggi.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Simulasi. Ini dilakukan untuk membuktikan bahwa setiap orang bisa membaca lebih cepat. Slide ini berisi teks terdiri dari 2-4 kata yang muncul bergantian secara cepat.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0246.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image024[6]" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0246_thumb.jpg" alt="clip_image024[6]" width="148" height="113" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Inilah teks yang baru saja Anda baca. Cukup banyak bukan?</p>
<p align="left">Dan saya yakin sebagian besar Anda dapat membacanya dengan baik.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Slide ini menunjukkan kepada audiens teks yang baru saja mereka baca. Untuk membuat mereka sadar bahwa mereka telah membaca banyak kata.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0266.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image026[6]" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0266_thumb.jpg" alt="clip_image026[6]" width="148" height="113" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Dan Anda baru saja membaca dua kali lebih cepat dari rata-rata orang.</p>
<p align="left">Bayangkan hanya dengan latihan sederhana Anda mampu mempercepat kecepatan dua kali lipat.</p>
<p align="left">Ibarat Anda sekarang memiliki dua prosesor untuk memproses informasi sementara orang lain hanya punya satu prosesor saja.</p>
<p align="left">Bayangkan betapa besar manfaat dan kesempatan yang terbuka dengan keterampilan ini untuk mengubah dunia Anda.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Slide ini mulai menurunkan tempo sebelum masuk ke kesimpulan. Fungsinya untuk mengingatkan betapa besar manfaat yang didapat dengan keterampilan membaca cepat. Penggunaan teks sederhana dan gambar 2 prosesor untuk memudahkan asosiasi audiens.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0286.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image028[6]" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0286_thumb.jpg" alt="clip_image028[6]" width="148" height="113" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Apapun profesi Anda pasti berhubungan dengan membaca.</p>
<p align="left">Memperbaiki keterampilan baca akan membuat Anda bekerja lebih cepat dan belajar lebih cerdas.</p>
<p align="left"><strong>Jika Anda seorang mahasiswa, </strong>membaca cepat akan membantu Anda membaca dengan cerdas.</p>
<p align="left">Anda menyelesaikan tugas baca jauh lebih cepat dari rekan-rekan Anda.</p>
<p align="left">Tidak hanya itu, Anda pun akan memiliki pemahaman lebih tinggi. Mengapa, karena dengan menangkap banyak kata sekaligus, otak Anda mampu menghubungkannya dan menarik pemahaman lebih tinggi daripada Anda membaca kata per kata.</p>
<p align="left">Anda akan menjadi mahasiswa yang berprestasi.</p>
<p align="left"><strong>Jika Anda seorang profesional, </strong>membaca cepat akan membantu Anda menyelesaikan email, membaca laporan, dan membuat keputusan dengan lebih cepat. Anda punya banyak waktu untuk mengembangkan diri Anda. Dan Anda akan menjadi profesional yang handal.</p>
<p align="left"><strong>Jika Anda seorang pembelajar dalam kehidupan, </strong>membaca cepat membuat Anda cinta kegiatan membaca.</p>
<p align="left">Membaca cepat menjadikan Anda senang belajar keterampilan baru.</p>
<p align="left">Membaca cepat mengubah Anda menjadi pribadi yang lebih unggul.</p>
<p align="left">Anda akan menjadi manusia dapat membawa kemajuan bagi Indonesia</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Slide Kesimpulan: Slide ini memaparkan manfaat membaca cepat menggunakan bentuk mind map. Bentuk ini sengaja dipilih agar audiens mudah mengingat pesan yang disampaikan dan tampil lebih menarik daripada menggunakan bullet point.</p>
<p align="left">Jika Anda perhatikan dengan baik, saya mengulang frasa membaca cepat beberapa kali di akhir slide ini. Teknik itu disebut anaphora dalam public speaking yang berguna untuk memberi penekanan dan dramatisasi atas pesan yang Anda sampaikan.</p>
<p align="left">Teknik anaphora paling terkenal dipakai oleh Marthin Luther King dalam pidatonya I Have a Dream.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168">
<p align="left"><a href="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0306.jpg"><img style="background-image: none; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px; border: 0px;" title="clip_image030[6]" src="http://cdn.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/09/clip_image0306_thumb.jpg" alt="clip_image030[6]" width="148" height="113" border="0" /></a></p>
</td>
<td valign="top" width="197">
<p align="left">Dan jika suatu hari ada orang bertanya kepada Anda,</p>
<p align="left">“Berapa banyak buku yang Anda baca dalam setahun?”</p>
<p align="left">Anda bisa berkata dengan bangga,</p>
<p align="left">“Saya membaca 52 buku dalam setahun, karena saya seorang pembaca cepat.”</p>
<p align="left">Terima kasih.</p>
</td>
<td valign="top" width="206">
<p align="left">Slide Penutup: Berisi rangkuman terhadap cerita yang dibuka di awal yakni berapa banyak buku yang Anda baca dalam setahun.</p>
<p align="left">Dengan penutup ini sekaligus memperkuat kata kunci “membaca cepat” untuk terus diingat audiens setelah presentasi berakhir.</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="168"></td>
<td valign="top" width="197"></td>
<td valign="top" width="206"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lewat slide yang menarik secara visual kita membantu audiens mendapat ide secara lengkap dan jelas. Lewat kalimat verbal kita memberi penjelasan sehingga maksud dari visual tersebut dimengerti dan mudah diingat.</p>
<p>Dengan slide yang singkat, sederhana dan menggunakan gambar-gambar yang kuat saya ingin membuat audiens mengingat isi presentasi dengan baik sekaligus menggugah perhatian mereka setelah presentasi selesai.</p>
<h3 align="left">Melatih Presentasi</h3>
<p>Karena tampil di TED merupakan kesempatan yang sangat langka, tentu saja saya tidak ingin menyia-nyiakannya. Untuk itu secara khusus saya melatih presentasi tersebut dan mengulangnya berkali-kali sampai hafal di luar kepala seluruh kalimat demi kalimat yang akan saya sampaikan.</p>
<p>Anda mungkin bertanya, bagaimana mungkin menghafal seluruh isi pembicaraan kita dalam presentasi? Hal tersebut mudah dilakukan ketika kita membuat slide yang visual sehingga membantu kita memberi penjelasan verbal. Ketika Anda sudah mempersiapkan kalimat kunci seperti contoh di atas, Anda akan ingat apa yang harus dikatakan berikutnya.</p>
<p>Dalam latihan ini saya juga melatih intonasi suara, menciptakan momentum menjelang penutupan presentasi, dan bagaimana berbicara secara natural namun menyakinkan. Dengan demikian, saya merasa nyaman dengan gaya bicara yang akan ditampilkan.</p>
<p>Secara khusus saya belajar gaya berbicara seperti <strong><a href="http://www.ted.com/talks/sarah_kay_if_i_should_have_a_daughter.html" target="_blank">Sarah Kay</a></strong>, seorang penulis puisi kontemporer dalam presentasinya di TED berjudul “If I Should Have A Daughter”. Saya juga menggunakan pendekatan mirip <strong><a href="http://www.ted.com/talks/mark_bezos_a_life_lesson_from_a_volunteer_firefighter.html" target="_blank">Mark Bezos</a></strong> dalam kisah penyelamatan pemadam kebakaran di TED untuk menyambungkan antara pernyataan di awal presentasi dengan penutupan di akhir presentasi.</p>
<p>Dalam sebuah presentasi latihan atau rehearsal sangat penting terutama jika Anda tampil dalam presentasi penting di mana waktu yang tersedia sangat terbatas dan apapun yang Anda tampilkan akan meninggalkan kesan kepada audiens. Steve Jobs mengulang-ulang presentasi yang akan dia bawakan berkali-kali termasuk bagaimana transisi antar slide, kapan demonstrasi akan dimulai, kapan sebuah kejutan akan ditampilkan, dan seluruh elemen presentasi lainnya. Dengan demikian, sebuah presentasi tampil layaknya pertunjukan dengan persiapan yang matang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Bagaimana Dengan Presentasi Anda?</h3>
<p>Mempersiapkan presentasi dengan baik akan memberi kepuasan tersendiri buat Anda para presenter. Dengan persiapan yang matang, kita telah menjalankan tugas penting agar ide yang akan dibawakan dapat disampaikan dengan mudah dan diingat oleh audiens. Persiapan yang matang juga membantu kita untuk menetapkan sebuah tujuan apa yang ingin dicapai di akhir presentasi. Pada akhirnya presentasi yang baik dapat mengubah dunia Anda.</p>
<p>Anda punya pertanyaan atau pengalaman dalam mempersiapkan sebuah presentasi? Silakan berbagi dengan pembaca lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Materi Referensi:</strong></p>
<p>Download Video TEDx Membaca Cepat | <a href="https://s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/membacacepat-resources/ted/membaca-cepat-tedx-jakarta-ipad.m4v" target="_blank">iPhone/iPad/iTunes &#8211; 30 MB</a> | <a href="https://s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/membacacepat-resources/ted/membaca-cepat-tedx-jakarta-windows.wmv" target="_blank">Windows WMV &#8211; 34 MB</a> |</p>
<p>Download File Presentasi | <a href="https://s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/membacacepat-resources/ted/membaca-cepat-tedx-jakarta-powerpoint.pptx" target="_blank">Powerpoint &#8211; 4 MB</a> |</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2011/09/presentasi-tedx-jakarta-membaca-cepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.463 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-02-04 21:53:00 -->

