
Pernahkah Anda merasa jenuh, bosan dan tidak ada ide? Anda yang biasanya mampu bekerja cepat, produktif dan kreatif tiba-tiba mandeg. Saya yakin kita semua kadang merasakan itu. Rutinitas pekerjaan, kesibukan sekolah, aktivitas yang menumpuk kadangkala menghambat sisi kreativitas seseorang. Membuat bekerja menjadi lambat, cepat penat dan tidak produktif. Kita gagal mencapai target yang diharapkan. Adakah cara mudah mengatasinya? Tentu saja ada.
Cara sederhana mengatasi hal itu dengan mudah dan mendapatkan kembali produktivitas Anda adalah ganti suasana. Misalkan Anda sedang belajar sesuatu yang sulit. Berkali-kali mencoba mempelajari materi tersebut namun tidak paham juga. Selama ini Anda selalu belajar di meja kerja dan mulai merasa jenuh. Lantas, mengapa tidak cari udara segar? Anda bisa pergi keluar ke sebuah taman atau bersantai di bawah pohon sambil membaca buku yang ingin Anda kuasai.
Hal yang sama bisa diterapkan ketika Anda yang berhadapan dengan pekerjaan kreatif seperti menulis, menyusun naskah, dan lain-lain. Ketika Anda merasa mandeg dan tidak ada ide, sekali-kali gantilah suasana. Kerjakan hal tersebut di tempat berbeda atau dengan cara berbeda. Maka dengan mudah Anda akan mendapatkan kembali ide-ide yang hilang dan produktivitas kerja mulai meningkat kembali.
read more…
Ketika baru bergabung sebagai management trainee di Unilever, salah satu presentasi saya adalah “Adopting blended learning for Unilever Indonesia.” Ide ini saya lontarkan di tahun 2004 ketika konsep knowledge management, e-learning, long distance learning mulai populer dan mendapat tempatnya.
Apakah Blended Learning itu?
Sesuai namanya, blended learning adalah metode pembelajaran yang memadukan pertemuan tatap muka dengan materi online secara harmonis. Perpaduan antara training konvensional di mana trainer dan trainee bertemu langsung dengan training online yang bisa diakses kapan saja, di mana saja 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
Adapun bentuk lain dari blended learning adalah pertemuan virtual antara trainer dengan trainee. Mereka mungkin saja berada di dua dunia berbeda, namun bisa saling memberi feedback, bertanya, atau menjawab. Semuanya dilakukan secara real time. Sebagian menyebutnya dengan long distance instructed learning, yang lain menyebutnya virtual instructor led training – training yang dipandu oleh instruktur betulan secara virtual karena antara peserta dan instruktur berada di tempat yang berbeda. Apapun namanya, model pembelajaran ini memanfaatkan teknologi IT lewat media video conference, phone conference, atau chatting online.
Mengapa Blended Learning, Apakah e-Learning Saja Tidak Cukup?
Sebuah pertanyaan menarik dan mengusik pemikiran kita. Untuk menjawabnya, saya mencoba menelusuri puluhan artikel dan jurnal ilmiah berkaitan topik ini. Dari studi yang ada, kendala terbesar e-learning adalah interaktivitas langsung antara pembelajar dengan instrukturnya. Bagaimanapun belajar merupakan proses dua arah. Peserta memerlukan feedback dari pengajar dan sebaliknya sang pengajar juga memerlukan feedback dari pesertanya. Dengan cara ini akan didapat hasil belajar yang lebih efektif, tepat sasaran.
read more…
Setelah beberapa kali menulis tentang topik Speed Reading, kali ini saya ingin bercerita topik yang lebih ringan yakni kepindahan saya ke Singapura.
Mungkin tidak banyak yang tahu, tak lama setelah launching kursus membaca cepat Senin, 21 Juni 2010 yang lalu, tepat dua hari setelahnya 23 Juni 2010 saya resmi pindah ke kantor baru di Unilever Asia Private Limited di Singapura. Perpindahan ini cukup mendadak karena saya diperlukan untuk melakukan studi organisasi di beberapa negara. Ini akan menjadi tugas yang berat sekaligus menantang buat saya. Semoga saya diberi kekuatan dan kemudahan untuk menjalankannya dengan baik.
Proses Kepindahan
Alhamdulillah proses kepindahan berjalan lancar, meskipun waktu terbatas untuk mempersiapkan diri. Hampir saja saya tidak mendapatkan tiket dan masih status cadangan sampai sehari sebelum keberangkatan. Namun akhirnya saya berhasil berangkat tepat waktu.
Kedatangan saya yang kelima kali di negeri pulau ini sedikit berbeda. Jika sebelumnya saya hanya berkunjung untuk 1-3 hari, maka kali ini saya akan menetap untuk beberapa bulan lamanya sampai proyek selesai.
Tempat Tinggal dan Orchard Road
Saat ini saya masih bertempat tinggal di hotel, persis di jantung keramaian Singapura, Orchard Road yang ramai sejak pagi sampai tengah malam. Dari jendela kamar saya bisa melihat keramaian di daerah ini sepanjang hari. Jalanan ini sempat banjir cukup hebat beberapa waktu lalu namun bisa diatasi dalam tempo 1-2 jam saja.

Seharusnya saya menempati apartemen, namun sayang semuanya full booked. Saya masih menunggu sampai pertengahan Juli nanti. Apa mungkin karena dipakai orang Indonesia yang lagi liburan? Sebab hampir di setiap tempat yang saya kunjungi saat ini cukup banyak orang Indonesia lagi liburan dan sibuk berbelanja.
read more…
Sesuai yang saya janjikan tepat tanggal 21 Juni 2010, pelatihan Membaca Cepat Online “Speed Reading for Smart People” resmi dibuka.
Alhamdulillah semua persiapan berjalan lancar. Persiapan yang memakan waktu sekitar 6 bulan lebih.
Terima kasih buat Anda semua yang mendukung program ini. Inilah kursus membaca cepat online pertama di Indonesia yang telah lama dinantikan.
http://www.membacacepat.com/daftar/?ref=mn
Buat Anda yang ingin bergabung, silakan klik link berikut dan baca program yang saya tawarkan. Perhatian, halaman yang akan Anda baca cukup panjang. Saya membuatnya agar Anda bisa mendapat informasi selengkap mungkin sebelum bergabung.
Form pendaftaran ada di bagian akhir halaman. Jika Anda sudah mantap bergabung, silakan klik link untuk pendaftaran kapan saja dan Anda akan diarahkan langsung ke form pendaftaran.
http://www.membacacepat.com/daftar/?ref=mn
Saya memberikan penawaran khusus buat grup pertama kursus ini. Jadi, silakan bergabung sekarang dan saya tunggu Anda di member area untuk belajar speed reading bersama peserta lainnya.
Muhammad Noer
Kali ini saya ingin bercerita proses di balik perancangan sebuah pelatihan online. Membuat dan merancang sebuah pelatihan merupakan pekerjaan yang menantang. Hal ini menuntut kesungguhan dan perencanaan yang matang.
Hal pertama yang saya lakukan adalah mengadakan survei. Survei berguna untuk mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan calon peserta. Hasil survei saya buat dalam sebuah mind map yang kemudian dipadukan dengan mind map modul-modul yang akan disajikan.
Selanjutnya saya mulai merancang presentasi tiap modul. Saya menentukan apa saja yang perlu dibahas dalam sebuah modul dan membuat animasi Powerpoint yang diperlukan.
Tibalah saatnya melakukan syuting di mana saya berbicara di depan komputer yang merekam gambar saya sekaligus layar kerja. Syuting ini menggunakan Camtasia Recorder dan kamera khusus yang sangat bermanfaat: Logitech Quick Cam Pro 9000. Saya bisa mendapatkan gambar yang berkualitas dari sebuah kamera web cam yang terjangkau harganya dibandingkan peralatan video yang mahal dan sophisticated.
read more…