<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Pengembangan Diri oleh Muhammad Noer - Membaca Cepat (Speed Reading), Presentasi, Mind Map, Komunikasi, Perencanaan Keuangan, Produktivitas &#187; Accelerated Learning</title>
	<atom:link href="http://www.muhammadnoer.com/tag/accelerated-learning/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.muhammadnoer.com</link>
	<description>Tips Pengembangan Diri: Membaca Cepat, Speed Reading, Produktivitas, Presentasi, Mind Map, Perencanaan Keuangan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 17:00:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Belajar Cara Belajar</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2010/02/belajar-cara-belajar/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2010/02/belajar-cara-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 23:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Human Resources]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Accelerated Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2010/02/belajar-cara-belajar/</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/02/kids_study.jpg"><img title="kids_study" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin: 0px 10px 10px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="220" alt="kids_study" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/02/kids_study_thumb.jpg" width="294" align="left" border="0" /></a> </p>  <p>Dalam dunia pendidikan, guru dan murid harus bekerjasama. Tugas guru membimbing para muridnya agar menyerap pelajaran dengan baik sesuai kapasitas, potensi dan minat anak didik. Adapun tugas murid adalah belajar dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab sehingga apa-apa yang diajarkan dapat dipahami dengan baik dan diamalkan dalam kehidupannya.</p>  <p>Untuk itu, masing-masing pihak, guru dan murid perlu memiliki keterampilan. Itulah keterampilan belajar dan mengajar.</p>  <p>Buat guru, keterampilan tersebut meliputi bagaimana menyusun bahan ajar yang baik sehingga para murid dapat belajar dengan penuh minat, semangat, sekaligus menyenangkan. Adapun murid perlu belajar bagaimana agar dapat menguasai pelajaran dengan baik sehingga nantinya bisa diaplikasikan. Keterampilan tersebut diantaranya adalah bagaimana membaca dengan cepat dan efektif, bagaimana cara memahami dengan baik sehingga akan diingat dalam jangka panjang serta cara mencatat yang mudah diingat dan menjadi referensi berguna di masa mendatang.</p> <!--more-->  <p></p>  <p>Sayangnya, keterampilan seperti ini terkadang tidak dimiliki baik oleh guru dan siswa. Akibatnya, kedua belah pihak frustasi satu sama lain. Guru pontang panting menjelaskan sesuatu tapi tidak diperhatikan oleh murid-muridnya. Sementara sang murid frustasi dengan bahan pelajaran yang bertumpuk dan tidak tau bagaimana bisa menyelesaikannya.</p>  <div class="float-quote alignright">Belajar bukan lagi untuk memahami dan menghayati melainkan berubah menjadi proses mengejar nilai dan kelulusan.</div>  <p>Karena kurangnya keterampilan belajar dan mengajar ini pada akhirnya akan berdampak pada kualitas para pelajar kita. Mereka mungkin saja tamat dari sekolah dan menyelesaikan perguruan tinggi, namun sedikit sekali ilmu yang menempel dan akhirnya bisa dipakai dalam keseharian. Para pelajar lebih senang dengan jalan pintas dan menghafal apa yang diprediksi akan keluar dalam ujian. Belajar bukan lagi untuk memahami dan menghayati melainkan berubah menjadi proses mengejar nilai dan kelulusan.</p>  <p>Adapun di negara-negara yang lebih maju, saya memperhatikan para murid tidak hanya dibebani dengan bahan pelajaran, melainkan mereka juga dibekali dengan bagaimana caranya belajar dengan baik. Karenanya tak jarang ada kelas khusus yang mengajarkan bagaimana cara membaca yang lebih efektif dan efisien. Bagaimana meningkatkan konsentrasi sehingga dapat memahami pelajaran dengan baik. Dan cara mencatat yang terstruktur, kreatif dan menyenangkan sehingga apa-apa yang ditulis akan menjadi informasi berharga sepanjang masa. Tidak hanya itu, mereka juga diberi kesempatan untuk melatih dan mengembangkan minat sejak dini sambil terus mengasah keterampilan khusus yang dimiliki masing-masing individu.</p>  <p>Hal yang sama berlaku buat para guru. Mereka juga belajar bagaimana cara menyampaikan materi di depan kelas, bagaimana menciptakan ruang kelas yang hidup dan menyenangkan. Bagaimana proses belajar menjadi diskusi interaktif yang memberi nilai tambah bagi para murid dan guru itu sendiri.</p>  <p>Jadi, jika Anda seorang guru atau murid, sudahkah belajar cara belajar?</p>  <p>&#160;</p>  <p><strong>Photo Credit: </strong><a href="http://www.flickr.com/photos/chanbliss/4331127537/" target="_blank">blisschan</a><strong>&#160;</strong>under Creative Commons License</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/02/kids_study.jpg"><img style="display: inline; margin: 0px 10px 10px 0px; border: 0px;" title="kids_study" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2010/02/kids_study_thumb.jpg" border="0" alt="kids_study" width="294" height="220" align="left" /></a></p>
<p>Dalam dunia pendidikan, guru dan murid harus bekerjasama. Tugas guru membimbing para muridnya agar menyerap pelajaran dengan baik sesuai kapasitas, potensi dan minat anak didik. Adapun tugas murid adalah belajar dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab sehingga apa-apa yang diajarkan dapat dipahami dengan baik dan diamalkan dalam kehidupannya.</p>
<p>Untuk itu, masing-masing pihak, guru dan murid perlu memiliki keterampilan. Itulah keterampilan belajar dan mengajar.</p>
<p>Buat guru, keterampilan tersebut meliputi bagaimana menyusun bahan ajar yang baik sehingga para murid dapat belajar dengan penuh minat, semangat, sekaligus menyenangkan. Adapun murid perlu belajar bagaimana agar dapat menguasai pelajaran dengan baik sehingga nantinya bisa diaplikasikan. Keterampilan tersebut diantaranya adalah bagaimana membaca dengan cepat dan efektif, bagaimana cara memahami dengan baik sehingga akan diingat dalam jangka panjang serta cara mencatat yang mudah diingat dan menjadi referensi berguna di masa mendatang.</p>
<p><span id="more-945"></span></p>
<p>Sayangnya, keterampilan seperti ini terkadang tidak dimiliki baik oleh guru dan siswa. Akibatnya, kedua belah pihak frustasi satu sama lain. Guru pontang panting menjelaskan sesuatu tapi tidak diperhatikan oleh murid-muridnya. Sementara sang murid frustasi dengan bahan pelajaran yang bertumpuk dan tidak tau bagaimana bisa menyelesaikannya.</p>
<div class="float-quote alignright">Belajar bukan lagi untuk memahami dan menghayati melainkan berubah menjadi proses mengejar nilai dan kelulusan.</div>
<p>Karena kurangnya keterampilan belajar dan mengajar ini pada akhirnya akan berdampak pada kualitas para pelajar kita. Mereka mungkin saja tamat dari sekolah dan menyelesaikan perguruan tinggi, namun sedikit sekali ilmu yang menempel dan akhirnya bisa dipakai dalam keseharian. Para pelajar lebih senang dengan jalan pintas dan menghafal apa yang diprediksi akan keluar dalam ujian. Belajar bukan lagi untuk memahami dan menghayati melainkan berubah menjadi proses mengejar nilai dan kelulusan.</p>
<p>Adapun di negara-negara yang lebih maju, saya memperhatikan para murid tidak hanya dibebani dengan bahan pelajaran, melainkan mereka juga dibekali dengan bagaimana caranya belajar dengan baik. Karenanya tak jarang ada kelas khusus yang mengajarkan bagaimana cara membaca yang lebih efektif dan efisien. Bagaimana meningkatkan konsentrasi sehingga dapat memahami pelajaran dengan baik. Dan cara mencatat yang terstruktur, kreatif dan menyenangkan sehingga apa-apa yang ditulis akan menjadi informasi berharga sepanjang masa. Tidak hanya itu, mereka juga diberi kesempatan untuk melatih dan mengembangkan minat sejak dini sambil terus mengasah keterampilan khusus yang dimiliki masing-masing individu.</p>
<p>Hal yang sama berlaku buat para guru. Mereka juga belajar bagaimana cara menyampaikan materi di depan kelas, bagaimana menciptakan ruang kelas yang hidup dan menyenangkan. Bagaimana proses belajar menjadi diskusi interaktif yang memberi nilai tambah bagi para murid dan guru itu sendiri.</p>
<p>Jadi, jika Anda seorang guru atau murid, sudahkah belajar cara belajar?</p>
<p><strong>Photo Credit: </strong><a href="http://www.flickr.com/photos/chanbliss/4331127537/" target="_blank">blisschan</a><strong> </strong>under Creative Commons License</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2010/02/belajar-cara-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teknik Dasar Membaca Cepat: Mengenali Kata dan Gerakan Mata</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/02/teknik-dasar-membaca-cepat-mengenali-kata-dan-gerakan-mata/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/02/teknik-dasar-membaca-cepat-mengenali-kata-dan-gerakan-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 05:00:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Speed Reading]]></category>
		<category><![CDATA[Accelerated Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Baca Cepat]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca Cepat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Teknik dasar dalam membaca cepat yakni: kemampuan mengenali kata dan kecepatan gerakan mata.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>UPDATE:</strong></p>
<p>Ada dua video seri Membaca Cepat yang terkait dengan tulisan ini yakni:</p>
<p><a title="Video 7 – Teknik Membaca Cepat: Membaca Beberapa Kata Sekaligus" href="http://www.membacacepat.com/video-7-teknik-membaca-cepat-membaca-beberapa-kata-sekaligus" target="_blank">Video 7 – Teknik Membaca Cepat: Membaca Beberapa Kata Sekaligus</a></p>
<p><a title="Video 8 – Teknik Membaca Cepat: Bagaimana Mempercepat Gerakan Mata" href="http://www.membacacepat.com/video-8-teknik-membaca-cepat-bagaimana-mempercepat-gerakan-mata" target="_blank">Video 8 – Teknik Membaca Cepat: Bagaimana Mempercepat Gerakan Mata</a></p>
<hr style="width: 1px;" />
<p>Membaca cepat adalah keterampilan yang bermanfaat untuk dimiliki semua orang. Dalam posting sebelumnya, saya telah membahas <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/01/hambatan-dalam-membaca-cepat-dan-cara-mengatasinya/">hambatan dalam membaca cepat dan cara mengatasinya</a>. Anda dapat membacanya <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/01/hambatan-dalam-membaca-cepat-dan-cara-mengatasinya/">di sini</a>.</p>
<p>Jika Anda baru membaca tulisan ini, ada baiknya Anda membaca terlebih dulu tulisan sebelumnya untuk memberikan gambaran umum tentang membaca cepat pada posting <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/01/speed-reading-how-fast-can-you-read/">Speed Reading &#8211; How Fast Can You Read?</a></p>
<p>Selanjutnya saya akan membahas dua teknik dasar dalam membaca cepat yakni:</p>
<ul>
<li>Menangkap dan mengenali kata</li>
<li>Mempercepat gerakan mata</li>
</ul>
<p>Mari kita bahas satu per satu. <span id="more-208"></span></p>
<h2>1. Menangkap dan mengenali kata</h2>
<p>Dalam proses membaca, mata bertindak sebagai indra yang menangkap kata-kata dalam bahan bacaan. Kata-kata tersebut kemudian dikirim ke otak untuk dikenali sebagai sebuah kosa kata, kelompok kata, maupun pemahaman sebuah kalimat.</p>
<p>Ternyata otak manusia mampu memproses kata-kata dengan baik bahkan ketika urutannya dibolak-balik. Coba Anda simak teks berikut:</p>
<blockquote><p>Kmaemuapn mbecmaa cpeat trkeiat eart dngean kmaemuapn mngelnaei ktaa. Mnuasia mngenelai breabgai ktaa lweat bkuu dan tlisaun ynag dbiacaayn. Ktaa-ktaa tbuesret dsimiapn dlaam mmorei oatk dan aakn dinalkei lbeih cpeat ktikea dtemuikan kmblaei pdaa baahn baacan ynag brau.</p>
<p>Libeh habet lgai tnyatera uturan ktaa tdiak tlaleru ptineng aslaakn psoisi hruuf preatma dan trekahir tdiak bruebah. Adna hnaya ckuup mngelnaei hruuf preatma dan trekahir tdai kmeduian dnegan kmemapaun laur baisa aakn mngeanilnya sbegaai sbeauh ktaa spereti ynag Adna bcaa skeranag. Ini mneuurt rsiet ynag prenah dlikaukan Uinvertisas Cmabrigde, Ingrigs.</p></blockquote>
<p>Sekarang bandingkan dengan teks aslinya</p>
<blockquote><p>Kemampuan membaca cepat terkait erat dengan kemampuan mengenali kata. Manusia mengenali berbagai kata lewat buku dan tulisan yang dibacanya. Kata-kata tersebut disimpan dalam memori otak dan akan dikenali lebih cepat ketika ditemukan kembali pada bahan bacaan yang baru.</p>
<p>Lebih hebat lagi ternyata urutan kata tidak terlalu penting asalkan posisi huruf pertama dan terakhir tidak berubah. Anda hanya cukup mengenali huruf pertama dan terakhir tadi kemudian dengan kemampuan luar biasa akan mengenalinya sebagai sebuah kata seperti yang Anda baca sekarang. Ini menurut riset yang pernah dilakukan Universitas Cambridge, Inggris.</p></blockquote>
<p>Apa yang Anda rasakan ketika membaca kedua teks tadi? Kebanyakan orang tidak akan mengalami kesulitan berarti untuk membaca teks pertama. Mungkin kecepatannya akan lebih lambat karena teks tersebut dibolak-balik. Walaupun demikian teks tersebut masih cukup mudah dibaca dan dikenali sebagai kosa kata yang telah kita kenali sebelumnya.</p>
<p>Tulisan yang dibolak-balik tadi sekaligus menjadi bukti bahwa Anda mampu membacanya. Inilah prinsip yang akan kita gunakan dalam membaca cepat yakni mengenali kata demi kata dengan kecepatan tinggi sehingga Anda bisa terus berpindah ke kata berikutnya sambil membangun pemahaman dan konteks bahan bacaan.</p>
<p>Dalam membaca cepat kemampuan mengenali kata adalah dasar. Ketika Anda melihat sekumpulan huruf lewat mata dan mengirimkan ke otak, maka akan ada proses pengenalan terhadap kata-kata tersebut terlebih jika Anda pernah mengenal kosa kata tersebut sebelumnya. Itu mengapa orang yang rajin membaca memiliki kecepatan yang relatif lebih cepat dibandingkan orang yang jarang baca karena kekayaan kosa kata yang telah dimiliki sebelumnya. Dalam teknik membaca cepat, kita akan melatih kecepatan mengenali berbagai kosa kata tersebut.</p>
<p>Berikut latihan yang dapat Anda lakukan. Coba lihat tulisan pada kolom pertama (paling kiri) kemudian temukan kata yang sama pada 4 kolom berikutnya. Lakukan proses ini dengan cepat dan sekali lirik. Semakin cepat dan akurat Anda mengenalinya berarti semakin cepat pula kemampuan asosiasi Anda terhadap kata-kata tersebut.</p>
<h3>1. Latihan mengenali kata</h3>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/latihan_kata.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-220" title="latihan_kata" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/latihan_kata.jpg" alt="latihan_kata" width="475" height="172" /></a></p>
<p>Lakukan latihan tersebut dengan cepat. Rasakan mata Anda berpindah cepat dari kolom acuan ke kolom yang harus ditemukan.</p>
<h3>2. Latihan mengenali kelompok kata</h3>
<p>Latihan kedua adalah mengenali kelompok kata (frasa). Anda telah mengenal kata-kata ini sebelumnya. Sama seperti latihan sebelumnya lakukan dengan cepat untuk menemukan frasa yang sama pada kolom pertama di ketiga kolom lainnya.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/latihan_frasa.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-221" title="latihan_frasa" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/latihan_frasa-500x158.jpg" alt="latihan_frasa" width="500" height="158" /></a></p>
<p>Latihlah kedua hal di atas sampai Anda dapat mengenali dengan cepat sebuah kata dan kelompok kata (frasa). Dengan demikian, ketika proses membaca cepat dilakukan, pengenalan kata tidak tertinggal. Ibarat seorang pembalap, meskipun berkendara dengan kecepatan tinggi, Anda tetap awas atas apa-apa yang ada di depan, kiri dan kanan.</p>
<p>Kedua latihan di atas dapat Anda download dalam versi PDF di <a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/latihan-mengenali-kata-dan-frasa.pdf">latihan-mengenali-kata-dan-frasa</a></p>
<h2>2. Latihan Mempercepat Gerakan Mata</h2>
<p>Setelah Anda melatih kecepatan mengenali kata dengan akurat, sekarang kita akan mulai berlatih mempercepat gerakan mata. Dalam proses membaca seseorang melakukannya dengan menangkap kata per kata atau bahkan suku kata per suku kata.</p>
<p>Perhatikan contoh berikut. Inilah yang biasanya dilakukan banyak orang ketika membaca.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-11.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-211" title="fiksasi-1b" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-11-499x105.jpg" alt="fiksasi-1b" width="499" height="105" /></a></p>
<p>Tidak hanya itu kadangkala proses membaca bisa menjadi jauh lebih lambat jika ada proses mengeja per suku kata. Ini yang biasanya dilakukan ketika seorang anak mulai belajar membaca.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-3.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-213" title="fiksasi-3" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-3-500x146.jpg" alt="fiksasi-3" width="500" height="146" /></a></p>
<p>Dalam membaca cepat kita akan melatih menangkap dua, tiga, empat atau bahkan lima kata sekaligus sehingga mempercepat proses pembacaan.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-21.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-214" title="fiksasi-2b" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-21-500x120.jpg" alt="fiksasi-2b" width="500" height="120" /></a></p>
<p>Ini adalah yang saya lakukan ketika berlatih membaca cepat sekitar tahun 1997 dulu. Caranya adalah dengan membuat garis lurus vertikal di buku atau bahan bacaan. Dengan demikian, keseluruhan teks akan terbagi menjadi beberapa bagian. Cara ini baik dipakai untuk melatih membiasakan mata melihat sekelompok kata sekaligus.</p>
<p>Perhatikan contoh tulisan berikut yang diberi garis putus-putus sehingga membaginya menjadi empat kelompok. Untuk tulisan lengkap dapat Anda <em><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/latihan-4-fiksasi-pasar-metroseksual.pdf">download di sini</a> </em>dalam format PDF.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/tulisan_4_fiksasi.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-216" title="tulisan_4_fiksasi" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/tulisan_4_fiksasi-500x349.jpg" alt="tulisan_4_fiksasi" width="500" height="349" /></a></p>
<h5>Sumber: Republika, Rabu, 28 April 2004<br />
Penulis: Yuswohady, Chief of Corporate &amp; Strategy Practice MarkPlus&amp;Co</h5>
<p>Cara membacanya adalah paksakan mata Anda mengikuti kelompok yang dibuat oleh garis tadi. Dengan demikian, ketika pada baris pertama, Anda akan membaca kata “fenomena pria” sekaligus pada kolom pertama, kata “metroseksual yang kini” pada kolom kedua, kata “melanda seluruh dunia” pada kolom ketiga, dan kata “termasuk di kota-kota” pada kolom keempat. Lakukan hal yang sama pada baris-baris berikutnya.</p>
<p>Dengan cara ini, Anda akan memaksa mata melihat kelompok kata sesuai lebar garis yang Anda tentukan. Lakukan pergerakan tersebut dengan berirama sampai Anda terbiasa dengan pola 4 kali melihat dalam satu baris. Selanjutnya jika Anda sudah merasa mantap, jangkauan bisa diperlebar dengan melihat 3 kali dalam satu baris. Lakukan terus menerus sampai Anda dapat membaca dengan pola seperti itu tanpa perlu dibantu garis.</p>
<p>Sampai nantinya Anda bisa melakukannya dalam 2 kali lihat per baris atau bahkan beberapa orang bisa membacanya cukup 1 kali lihat perbaris. Cukup menantang bukan?</p>
<p>Contoh berikut ini mirip seperti tadi, bedanya tulisan dibagi dalam tiga kelompok saja. Artinya Anda harus mampu menangkap lebih banyak kata sekaligus dalam setiap kali pergerakan mata. Untuk tulisan lengkap dapat Anda <em><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/latihan-3-fiksasi-mencetak-wayang-dari-kertas-bekas-semen.pdf">download di sini </a> </em>dalam format PDF.</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/tulisan_3_fiksasi.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-217" title="tulisan_3_fiksasi" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/tulisan_3_fiksasi-499x345.jpg" alt="tulisan_3_fiksasi" width="499" height="345" /></a></p>
<h5>Sumber: Republika, Rabu, 23 April 2003<br />
Penulis: Mamang Pratidina</h5>
<p>Semakin Anda konsisten melakukan latihan tersebut, maka secara bertahap Anda juga telah melatih otot-otot mata untuk bergerak dengan cepat dan teratur. Hal ini secara perlahan akan meningkatkan kecepatan baca sampai Anda menemukan kecepatan yang dirasakan pas.</p>
<p>Dalam kesempatan berikutnya, saya akan menjelaskan cara-cara melatih pergerakan mata ini agar bergerak lebih cepat, teratur dan berima. Dengan demikian proses pembacaan cepat akan menjadi lebih alami dengan tingkat pemahaman yang tinggi.</p>
<p>Selamat berlatih menjadi pembaca cepat. Anda punya pengalaman atau pendapat tentang hal ini? Silakan berbagi pengalaman.</p>
<p><strong>File Latihan:</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/latihan-mengenali-kata-dan-frasa.pdf">latihan-mengenali-kata-dan-frasa.pdf</a></li>
<li><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/latihan-4-fiksasi-pasar-metroseksual.pdf">latihan-4-fiksasi-pasar-metroseksual.pdf</a></li>
<li><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/latihan-3-fiksasi-mencetak-wayang-dari-kertas-bekas-semen.pdf">latihan-3-fiksasi-mencetak-wayang-dari-kertas-bekas-semen.pdf</a></li>
</ul>
<p><strong>UPDATE:</strong></p>
<p>Ada dua video seri Membaca Cepat yang terkait dengan tulisan ini yakni:</p>
<p><a title="Video 7 – Teknik Membaca Cepat: Membaca Beberapa Kata Sekaligus" href="http://www.membacacepat.com/video-7-teknik-membaca-cepat-membaca-beberapa-kata-sekaligus" target="_blank">Video 7 – Teknik Membaca Cepat: Membaca Beberapa Kata Sekaligus</a></p>
<p><a title="Video 8 – Teknik Membaca Cepat: Bagaimana Mempercepat Gerakan Mata" href="http://www.membacacepat.com/video-8-teknik-membaca-cepat-bagaimana-mempercepat-gerakan-mata" target="_blank">Video 8 – Teknik Membaca Cepat: Bagaimana Mempercepat Gerakan Mata</a></p>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/02/teknik-dasar-membaca-cepat-mengenali-kata-dan-gerakan-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>77</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Speed Reading, How Fast Can You Read?</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/01/speed-reading-how-fast-can-you-read/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/01/speed-reading-how-fast-can-you-read/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 19:24:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Speed Reading]]></category>
		<category><![CDATA[Accelerated Learning]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca Cepat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://exploreyourself.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Melatih membaca cepat dengan cara membaca cedas sehingga bahan bacaan dikuasai lebih cepat, efisien dan akurat. Mengenali hambatan-hambatan dalam membaca dan mengetahui dasar-dasar membaca cepat: rileks, menetapkan tujuan, memahami materi bacaan, menguasai ide pokok,  menghilangkan kebiasaan buruk, dan mempercepat gerak mata dan jangkauan mata.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#0000ff;"><em>(<strong>Perhatian: </strong>Hidupkan stopwatch Anda dan mulai menghitung ketika Anda mulai membaca)</em></span></p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/speed_reading_poster.jpg" target="_blank"><img class="size-medium wp-image-45 alignleft" title="speed_reading_poster" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/speed_reading_poster-300x225.jpg" alt="speed_reading_poster" width="300" height="225" /></a>Berapa kecepatan baca Anda? Jika Anda adalah pembaca kebanyakan maka kecepatan baca Anda berkisar 200-250 kata per menit atau disingkat <strong><em>wpm (Word Per Minute). </em></strong>Jika Anda cukup terlatih membaca cepat, kecepatan baca Anda bisa mencapai 400-500 wpm. Dan jika Anda sudah membiasakan diri dengan baca cepat maka kecepatan Anda bisa mencapai 750-1000 wpm atau bahkan lebih.</p>
<p>WPM adalah singkatan dari Word Per Minute. Jumlah kata yang dibaca dalam satu menit. WPM adalah satuan hitung untuk kecepatan baca sama seperti Anda mengenal <em>km/jam </em>untuk kecepatan sebuah mobil. Mengapa satuan jumlah kata dan bukan jumlah huruf yang dihitung? Karena secara alami kita akan membaca rangkaian huruf dalam satu kata, bukan huruf per huruf itu sendiri sehingga satuan <em>“jumlah kata per menit” </em>menjadi lebih relevan.</p>
<p>Kebanyakan kita sudah mulai belajar membaca sejak usia 5-6 tahun ketika duduk di Sekolah Dasar. Kemampuan baca tersebut terus berkembang di sekolah lanjutan, perkuliahan sampai dewasa. Tahukah Anda, kebanyakan orang ternyata kecepatan bacanya tidak berubah banyak sejak dia sudah mulai lancar membaca? Hal ini disebabkan karena sudah merasa nyaman dengan cara baca selama ini padahal mungkin banyak kebiasaan buruk yang menghambat kecepatan maupun pemahaman atas bahan bacaan.</p>
<p>Pada tulisan ini saya ingin memperkenalkan <em><strong>Speed Reading, </strong></em>cara membaca dengan cepat dipadukan dengan pemahaman yang baik. Pengalaman pribadi saya dalam berlatih membaca cepat, saya dapat membaca 3-4 kali lebih cepat dari kecepatan baca awal saya. Kemampuan ini sangat membantu dalam menyelesaikan <em>text book </em>perkuliahan dulu. Dulu saya juga punya kebiasaan jalan-jalan ke toko buku sambil menyelesaikan membaca 2-3 buku dalam satu kali kunjungan. Tidak percaya? Silakan Anda coba dan buktikan sendiri.</p>
<p><span id="more-42"></span></p>
<h3><span style="color:#0000ff;">Apa Itu Speed Reading?</span></h3>
<p>Membaca cepat bagi saya adalah membaca dengan cerdas. <em>Speed Reading </em>sama dengan <em>Smart Reading. </em>Membaca cepat melatih Anda menguasai bahan bacaan dengan lebih cepat, efisien dan akurat. Percaya atau tidak, membaca cepat ternyata dalam banyak hal membantu Anda memahami bahan bacaan dengan lebih baik, bukan sebaliknya.</p>
<p>Ibarat Anda sedang berkendara, coba ingat-ingat seberapa sering Anda berkendara dengan kecepatan rendah sambil melamun dibandingkan ketika berkendara dengan kecepatan tinggi.</p>
<p>Pada kecepatan rendah, perhatian Anda terbagi pada banyak hal sehingga Anda masih sempat melamun. Namun pada kecepatan tinggi, seluruh perhatian terpusat pada pekerjaan membaca itu sendiri sehingga konsentrasi Anda menjadi fokus dan tercipta pemahaman yang bahkan lebih baik. Hal ini dapat ditempuh dengan latihan yang rutin sampai tercipta koordinasi harmonis antara mata yang menangkap kata demi kata dengan otak yang menerjemahkan, memahami, melakukan sintesis dan analisis atas bahan bacaan.</p>
<p>Bayangkan di era informasi digital seperti sekarang, jumlah bacaan yang perlu Anda baca tentu semakin membludak. Jika Anda bisa membaca 2 kali lebih cepat saja, maka Anda akan menghemat setengah waktu Anda. Bahkan jika Anda sudah terlatih, sebuah buku ringan yang tidak terlalu tebal sekitar 150 halaman dapat diselesaikan dalam sekali baca cukup 20-30 menit saja. Penasaran? Silakan lanjutkan membaca tulisan ini.</p>
<h3><span style="color:#0000ff;">Hambatan Dalam Membaca</span></h3>
<p>Ada beberapa hal yang menghambat kecepatan baca seseorang. Bentuk hambatan ini ada yang disadari namun seringkali tidak disadari oleh pemiliknya. Hambatan tersebut antara lain:</p>
<h4><strong>1. Sulit berkonsentrasi</strong></h4>
<p>Ketika Anda tidak konsentrasi, maka informasi yang diterima oleh mata kemudian diteruskan ke otak tidak mendapat perhatian cukup sehingga Anda kehilangan pemahaman dari bahan bacaan dan harus mengulangnya berkali-kali. Pengulangan ini disebut regresi dan merupakan salah satu kebiasaan yang perlu dihilangkan jika Anda ingin memperbaiki kecepatan baca.</p>
<h4><strong>2. Rendahnya motivasi</strong></h4>
<p>Banyak orang membaca tapi tidak memiliki motivasi yang kuat atas bahan yang dibaca. Motivasi yang kurang ini secara mental akan membuat Anda membaca dengan lambat dan otak tidak dirangsang untuk bekerja dan memahami apa yang Anda baca.</p>
<h4><strong>3. Khawatir tidak memahami materi yang dibaca</strong></h4>
<p>Pernahkah Anda ingat ketika menjelang ujian dan harus membaca bahan bacaan yang setumpuk? Ada rasa khawatir bahwa materi yang ada terlalu banyak, terlalu berat sehingga akhirnya Anda benar-benar kesulitan dalam memahaminya. Rasa khawatir harus dihilangkan sehingga Anda membaca tanpa beban, tanpa paksaan.</p>
<h4><strong>4. Kebiasaan buruk dalam membaca</strong></h4>
<p>Sama seperti semua kegiatan lain, ada kebiasaan yang buruk dalam membaca sehingga membuat membaca lebih lambat diantaranya vokalisasi (membaca sambil bersuara), sub vokalisasi (membaca dalam hati), gerakan bibir, gerakan kepala, regresi (mengulangi kembali kata-kata yang sudah lewat dibaca).</p>
<p>Untuk memahami dampak dari hambatan-hambatan membaca ini dan bagaimana cara mengatasinya, silakan baca posting saya lainnya dalam kategori Speed Reading.</p>
<h3><span style="color:#0000ff;">Dasar-dasar Membaca Cepat</span></h3>
<p>Berikut adalah dasar yang perlu Anda miliki untuk menjadi seorang Speed Rider, ups maksudnya Speed Reader:</p>
<p><strong>1. Rileks</strong><br />
Ketika membaca, usahakan tubuh dalam kondisi rileks. Cari kursi yang nyaman, duduk dengan baik, dan pastikan penerangan yang cukup serta jauhkan hal-hal yang mengganggu konsentrasi seperti: TV yang menyala, suara musik yang terlalu keras, atau tempat yang bising dan banyak orang lalu-lalang sehingga mengalihkan perhatian.</p>
<p>Membaca sambil tiduran akan cepat membuat leher Anda pegal dan mata menjadi lelah. Hindari cara baca seperti itu maupun cara yang tidak sehat lainnya karena akan merusak tubuh dalam jangka panjang.</p>
<p><strong>2. Tentukan Tujuan Anda Dalam Membaca</strong><br />
Banyak orang langsung membuka halaman pertama dan mulai membaca. Sebelum hal itu Anda lakukan, tetapkan dalam hati apa yang Anda ingin dapatkan dari kegiatan membaca tersebut. Apakah Anda membaca untuk mendapatkan informasi umum dari suatu persoalan, atau Anda ingin mengetahui dan memahami secara mendalam topik yang dibahas. Kedua tujuan yang berbeda tadi memerlukan cara membaca yang juga berbeda.</p>
<p>Misalkan Anda membaca buku biografi seorang tokoh. Tanyakan pada diri apakah Anda ingin mengetahui kisah hidupnya ketika kecil yang membantu tokoh tersebut menjadi orang besar, atau Anda ingin memahami cara pandang tokoh tersebut atas sebuah persoalan, dan tujuan-tujuan lainnya. Menetapkan tujuan ini akan membantu Anda memiliki minat yang kuat dalam membaca.</p>
<p><strong>3. Pahami materi bacaan</strong><br />
Sebelum memulai membaca sebuah buku, Anda perlu mengetahui dan mengenal materi yang akan dibaca: tingkat kesulitan, struktur bab, gaya pembahasan, serta bagaimana buku tersebut terorganisir lewat lewat tulisan maupun gambar.</p>
<p><strong>4. Dapatkan ide pokok</strong><br />
Dalam membaca, kuasai ide pokok yang disampaikan. Jangan biarkan detail yang ada membingungkan Anda. Dengan menguasai ide pokok, maka aspek detail bahan bacaan akan lebih mudah dipahami.</p>
<p><strong>5. Hilangkan kebiasaan buruk</strong><br />
Ada orang membaca sambil menyuarakan apa yang dibaca. Cara ini akan menyebabkan kecepatan baca Anda sama dengan kecepatan bicara. Padahal kecepatan bicara orang yang bawel sekalipun masih jauh lebih rendah dari kemampuan otak Anda menguasai bahan bacaan dan memahaminya.</p>
<p><strong>6. Latih kecepatan gerak mata dan tangkap lebih banyak kata dalam sekali lihat</strong><br />
Bagian terakhir ini adalah inti dari speed reading. Yakni bagaimana Anda membaca beberapa kata sekaligus dan menggerakkan mata Anda untuk menangkap kata-kata tadi dengan cepat. Jangan khawatir bahwa nanti Anda kehilangan pemahaman, percayalah otak Anda diciptakan Allah sangat hebat untuk bisa merangkai kumpulan kata tadi menjadi sebuah pengertian.</p>
<p>Bayangkan analogi sebuah komputer yang memiliki prosesor super cepat, itulah otak Anda. Dan kecepatan mata Anda dalam melihat kata demi kata diibaratkan saluran pengirim data yang akan menentukan apakah kecepatan prosesor tersebut dimanfaatkan secara penuh atau dibiarkan dalam kondisi <em>idle </em>karena tidak ada data yang harus diproses. <em>I hope you got the idea.</em></p>
<p>Untuk bagian yang terakhir ini silakan Anda perhatikan teks berikut:</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-47" title="fiksasi-1" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-1-300x63.jpg" alt="fiksasi-1" width="300" height="63" /></a></p>
<p>Teks di atas terdiri dari 10 kata dan jika Anda membaca kata per kata seperti yang ditunjukkan pada pengelompokan berwarna biru maka Anda butuh 10 kali pergerakan mata untuk menyelesaikannya. Jika satu kali melihat Anda butuh 0,5 detik maka untuk keseluruhan teks Anda butuh 5 detik.</p>
<p>Sekarang perhatikan jika Anda memperlebar jangkauan mata sehingga dapat menangkap beberapa kata sekaligus dalam sekali lihat:</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-49" title="fiksasi-2" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/fiksasi-2-300x72.jpg" alt="fiksasi-2" width="300" height="72" /></a></p>
<p>Dalam contoh kedua, teks terdiri dari 19 kata dan Anda hanya butuh 8 kali pergerakan mata. Asumsikan kecepatan melihat Anda sama 0,5 detik maka untuk keseluruhan teks Anda hanya butuh 4 detik. Kecepatan baca Anda meningkat dari 2 kata per detik (teks pertama) menjadi 4,75 kata per detik (teks kedua). Ini adalah peningkatan hampir 2,5 kali lebih cepat.</p>
<p>Bayangkan jika selain memperlebar jangkauan mata Anda juga mempercepat perpindahan dari satu kelompok kata ke kelompok lainnya menjadi 0,4 detik saja sekali lihat, maka seluruh teks kedua selesai dalam 3,2 detik. Ini berarti kecepatan baca Anda mendekati 6 kata per detik atau dengan kata lain Anda telah membaca hampir 3 kali lebih cepat dari semula. Lumayan sekali bukan?</p>
<p>Jangan puas dulu, kecepatan 6 kata per detik tadi kalau dikonversi menjadi kata per menit baru 360 wpm. Dengan latihan teratur kecepatan ini bisa dapat terus ditingkatkan sampai 1000 wpm atau bahkan lebih jika Anda benar-benar berbakat dalam membaca cepat. Dengan cara ini, membaca apa saja akan menjadi pekerjaan ringan dan menyenangkan.</p>
<p>Selamat berlatih dan menjadi pembaca cepat.</p>
<p>Dalam posting berikutnya, saya akan menjelaskan hambatan dalam membaca dan cara mengatasinya, latihan memperlebar jangkauan (fiksasi) mata, dan tips-tips lainnya. Silakan baca posting lainnya dalam ketegori Speed Reading.</p>
<p><span style="color:#0000ff;"><em>(</em><em><strong>Perhatian: </strong></em><em>Stop, matikan stopwatch Anda)</em></span></p>
<p>Tulisan di atas dikurangi teks judul dan instruksi menghidupkan dan mematikan stop watch terdiri dari 1400 kata.</p>
<p>Hitung waktu yang Anda butuhkan, konversikan ke dalam menit. Bagi jumlah kata dengan jumlah menit yang Anda gunakan dan voila, itulah kecepatan baca Anda saat ini dalam satuan kata per menit (wpm). Bandingkan kecepatan baca Anda dengan tabel berikut:</p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/tabel_kecepatan_baca.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-50" title="tabel_kecepatan_baca" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/tabel_kecepatan_baca-300x145.jpg" alt="tabel_kecepatan_baca" width="300" height="145" /></a></p>
<p><strong>Keterangan Gambar:</strong><br />
Poster <em><span style="color:#0000ff;">Speed Reading Class </span></em>dibuat oleh Dinna Fatmawati.<br />
Ilustrasi <em><span style="color:#0000ff;">Teks 1 </span></em>dan <em><span style="color:#0000ff;">Teks 2 </span></em>diambil dari materi <em><span style="color:#0000ff;">Presentasi Speed Reading Class </span></em>– pertemuan pertama oleh Muhammad Noer<br />
Tabel kecepatan baca ditulis ulang dari buku <em><span style="color:#0000ff;">Teach Yourself Speed Reading </span></em>oleh Tina Konstant</p>
<p><strong></strong></p>
<ul></ul>
<p><span style="color: #0000ff;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/01/speed-reading-how-fast-can-you-read/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

