Leaving Unilever to Change the World

Leaving Unilever to Change the World

Hari ini, tepat 1 September 2015, saya memulai halaman baru dalam kehidupan profesional sebagai mantan karyawan Unilever. Ya, setelah melalui perenungan panjang, saya akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari salah satu perusahaan terbaik di Indonesia dan dunia.

Dengan posisi sebagai salah satu Senior HR Manager di Unilever dan karir yang menjanjikan, saya akhirnya memilih untuk menjalani passion di bidang pendidikan, pelatihan dan teknologi.

Keputusan yang tidak mudah namun harus saya ambil untuk bisa berkonsentrasi dan fokus meniti karir baru sebagai trainer profesional di bidang business presentation and communication.

[Read more…]

Pentingnya Pendidikan Karakter

Oleh: DJOHAN YOGA

Tulisan ini merupakan posting tamu dari sahabat saya bapak Djohan Yoga. Beliau aktif di bidang pendidikan dan merupakan Instruktur Internasional untuk wilayah Asia dalam bidang Pendidikan Karakter dari Thomas Lickona dan metode Mind Map dari Tony Buzan.

 

Puas, begitulah jawaban spontan dari salah satu pembunuh Deni Januar pada saat ditanya oleh Mendikbud M. Nuh.

Bukan hanya sekali tapi dua kali kata puas diucapkannya meskipun yang kedua dilengkapi dengan kata-kata “agak menyesal”.

Kita semua dapat membayangkan betapa hancur leburnya hati Pak Nuh saat mendengar jawaban itu karena secara logika pasti Pak Nuh mengharapkan jawaban “sangat menyesal atau khilaf” yang kemudian disertai pula dengan tangisan atau sikap lainnya untuk mengungkapkan rasa penyesalan yang mendalam.

Hal yang relatif sama juga terjadi  beberapa waktu yang lalu, saat para siswa yang melakukan perundungan (bullying) terhadap yuniornya juga tidak menunjukkan rasa penyesalan sedikitpun sehingga membuat polisi yang memeriksa mereka marah dan terpaksa melakukan penahanan.

[Read more…]

Belajar Pendidikan Anak di Rumah Inspirasi

rumah-inspirasi

Salah satu blog Indonesia yang mengangkat tema pendidikan adalah Rumah Inspirasi. Blog ini dikelola oleh Sumardiono atau akrab dipanggil Aar, seorang tokoh di bidang home-schooling. Bersama istrinya Lala, Aar mendidik anak mereka belajar secara mandiri dari rumah.

Jangan bayangkan home schooling identik dengan belajar di rumah saja. Lewat kreativitas, kita bisa mengajak anak untuk belajar banyak hal menggunakan media internet, materi pelajaran online, maupun beraktivitas langsung di rumah dan alam sekitar.

[Read more…]

Menemukan Makna Belajar

Filosofia Berikut adalah tulisan saya 11 tahun lalu yang pernah dimuat di buletin Filosofia, Universitas Indonesia pada bulan Maret tahun 1999. Menyambut hari Pendidikan, saya menemukan kembali tulisan ini dan ingin berbagi dengan Anda. Tulisan ini ditulis oleh mahasiswa untuk mahasiswa dan mewakili pemikiran saya di masa itu. Sedikit banyaknya ada yang masih relevan untuk saat ini meskipun ada pula yang sudah berbeda. Tulisan asli dari buletin dapat Anda lihat di bagian akhir.

Saya juga memberikan link yang relevan pada kata kunci dalam tulisan ini ke artikel-artikel yang terkait. Jika Anda tertarik, silakan klik dan baca artikel yang berhubungan tersebut.

Saya ingin tau pandangan Anda tentang tulisan ini.

Untuk itu jangan lupa tinggalkan komentar Anda.

Selamat menikmati. Selamat hari Pendidikan.

Muhammad Noer

######

Menemukan Makna Belajar

Setiap orang belajar. Anak-anak, mahasiswa, bahkan orang tua tak terkecuali. Setiap manusia belajar dengan caranya sendiri. Ada yang belajar dengan cara menghadiri
perkuliahan, ada yang banyak membaca buku apa saja, serta ada yang belajar dari cerita dan pengalaman hidup orang. Belajar merupakan tradisi umat manusia.

Sebagai seorang mahasiswa, apa yang terbayang di benak Anda ketika mendengar kata belajar? Mungkin jawabannya bisa berbeda-beda. Tergantung cara pandang kita terhadap belajar itu sendiri. Sebagian membayangkan duduk dan mendengarkan ucapan dosen sambil mengantuk. Tugas-tugas yang bertumpuk. Ancaman mendapat nilai rendah atau malah di-DO.

Setidaknya ada beberapa hal yang disepakati. Pertama belajar bukanlah pekerjaan yang meyenangkan. Kedua belajar Anda lakukan seringkali karena terpaksa. Apakah terpaksa lulus, atau terpaksa supaya dapat ijazah. Belajar menjadi kehilangan maknanya.

[Read more…]