<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Pengembangan Diri oleh Muhammad Noer - Membaca Cepat (Speed Reading), Presentasi, Mind Map, Komunikasi, Perencanaan Keuangan, Produktivitas &#187; Perencanaan Keuangan</title>
	<atom:link href="http://www.muhammadnoer.com/tag/perencanaan-keuangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.muhammadnoer.com</link>
	<description>Tips Pengembangan Diri: Membaca Cepat, Speed Reading, Produktivitas, Presentasi, Mind Map, Perencanaan Keuangan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 17:00:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>7 Prinsip Perencanaan Keuangan Keluarga</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2011/06/perencanaan-keuangan-keluarga/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2011/06/perencanaan-keuangan-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 00:33:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencanaan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Prinsip Perencanaan Keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2011/06/perencanaan-keuangan-keluarga/</guid>
		<description><![CDATA[Prinsip utama Perencanaan Keuangan Keluarga yang akan membuat hidup Anda lebih bahagia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/06/menghitungrupiah.jpg"><img style="display: inline; border: 0px;" title="menghitung-rupiah" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/06/menghitungrupiah_thumb.jpg" border="0" alt="menghitung-rupiah" width="500" height="334" /></a></p>
<p>Merencanakan keuangan sejak dini wajib dilakukan setiap keluarga. Ini berlaku baik buat pasangan muda maupun pasangan yang sudah menikah lebih dari 20 tahun. Membuat rencana yang baik akan membantu untuk menggunakan dana secara bijak sesuai tingkat keperluannya.</p>
<p>Merencanakan keuangan keluarga tidak harus rumit. Anda boleh saja memiliki perencanaan yang detail dan rapi, namun adakalanya perencanaan yang sederhana juga berhasil.</p>
<p>Berikut <strong>7 prinsip dasar </strong>yang perlu Anda pegang dalam membuat perencaaan keluarga:</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>1. Belanja lebih kecil daripada pendapatan</h3>
<p>Ini hukum pertama yang wajib dipatuhi. Sangat sederhana namun sering dilanggar. Jangan pernah membelanjakan lebih besar dari pendapatan Anda. Masalah besar dalam keuangan keluarga dimulai dari melanggar hal ini. Ini terjadi ketika Anda membelanjakan sesuatu yang sebenarnya tidak Anda miliki.</p>
<p>Ketika Anda mulai belanja lebih besar dari pendapatan, membeli barang melebihi kemampuan, maka malapetaka keuangan dimulai. Anda akan mulai membuat lubang yang terus menerus semakin dalam. Dan jauh lebih sulit untuk berusaha keluar dari lubang tersebut daripada mencoba menghindarinya pada kesempatan pertama.</p>
<p>Jadi, belanja dengan bijak, jangan melebihi pendapatan. Anda akan hidup lebih bahagia, di rumah dan di tempat kerja.</p>
<p><span id="more-1447"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>2. Hindari hutang</h3>
<p>Terus terang hutang begitu menggoda. Apa yang tidak bisa Anda beli sekarang dapat dimiliki saat ini juga dengan hutang. Namun perlu diingat, hutang akan membuat Anda sengsara apalagi jika ternyata <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/03/hitung-sebelum-berhutang/" target="_blank">tidak punya kemampuan mengembalikannya.</a></p>
<p>Lantas, mungkinkah hidup tanpa berhutang? Tentu saja sangat mungkin. Jika Anda menjalankan prinsip pertama belanja lebih kecil dari pendapatan, maka Anda tidak perlu berhutang. Tahan semua keinginan membeli sesuatu kecuali Anda sudah memiliki kemampuan.</p>
<p>Dengan cara ini Anda akan belajar tertib hanya memiliki sesuatu jika memang sudah memiliki kemampuan. Atau jika Anda sangat mengidamkan sesuatu, tabunglah secara teratur sampai Anda mampu membeli apa yang Anda inginkan tersebut tanpa perlu berhutang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>3. Hidup sederhana</h3>
<p>Apakah hidup sederhana itu? Apakah hidup dengan tidak memiliki rumah atau kendaraan? Dalam pandangan saya pribadi, hidup sederhana berarti <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/03/antara-keinginan-dan-kebutuhan/" target="_blank">hidup sesuai kebutuhan.</a> Tidak mesti semua yang Anda inginkan harus dibeli. Hidup sesuai kebutuhan Anda dan bagi kelebihannya kepada orang lain yang membutuhkan. Inilah hidup untuk memberi makna.</p>
<p>Hidup sederhana bisa jadi berbeda-beda untuk tiap keluarga. Jika Anda sangat kaya, maka cukupkan diri dengan satu atau dua kendaraan saja. Tidak harus mengkoleksi seluruh kendaraan yang Anda untuk menunjukkan kemampuan Anda.</p>
<p>Jika Anda hidup dengan keterbatasan keuangan, syukuri apa yang ada dan hiduplah seadanya. Jika Anda tidak punya uang, hiduplah tanpanya. Toh, dunia tidak akan jadi kiamat gara-gara hal itu. Anda tidak harus punya laptop, handphone terbaru, iPad, nonton bioskop atau makan di restoran. Ada banyak cara menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan. Temukan cara untuk menikmati kesenangan bersama keluarga Anda tanpa mengeluarkan biaya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>4. Atur budget dengan sederhana</h3>
<p>Ada banyak <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/02/menyusun-budget-keuangan-keluarga/" target="_blank">cara mengatur keuangan.</a> Jika mampu, Anda bisa meminta bantuan konsultan keuangan profesional yang akan mengajarkan cara menata keuangan. Jika rajin mencatat, Anda bisa mengunakan software keuangan keluarga untuk mencatata pengeluaran, pemasukan sekaligus mengatur budget Anda.</p>
<p>Dan jika Anda pusing dengan semua cara di atas, maka ada pengaturan paling sederhana. Pisahkan uang yang Anda miliki ke dalam amplop untuk setiap kebutuhan. Pastikan pengeluaran tidak melebihi jatah setiap amplop. Di akhir bulan, hitung kelebihannya dan tabung. Anda akan terbantu ketika masa sulit tiba.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>5. Jadikan tabungan sebagai pengeluaran pertama</h3>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/03/cara-mudah-menabung-secara-rutin/" target="_blank">Menabung tidak harus besar</a>. Yang paling penting adalah teratur. Dari pendapatan Anda yang selama ini ada, tetapkan nilai tabungan yang wajar. Segera setelah Anda menerima pendapatan, tabung jumlah tadi dalam rekening terpisah. Itulah cara menjadikan tabungan sebagai pengeluaran pertama.</p>
<p>Anda tidak akan lupa menabung dan yang paling penting tidak ada lagi alasan tidak bisa menabung karena kehabisan uang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>6. Bayar tagihan sesegera mungkin</h3>
<p>Setiap rumah tangga punya tagihan. Mulai dari listrik, air, telepon, internet dan berbagai tagihan lainnya. Termasuk jika Anda mengontrak rumah, Anda pun harus membayar sewa di muka. Bayarkan secepat mungkin setelah Anda menerima tagihan. Ini akan membuat satu urusan beres dan Anda tidak perlu pusing lagi membayarnya di kemudian hari. Baik karena kehabisan uang atau kelupaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>7. Sepakat antara suami dan istri</h3>
<p>Berbicara <a href="http://www.muhammadnoer.com/2008/09/perencanaan-keuangan-itu-mudah/" target="_blank">perencanaan keuangan keluarga</a> tidak dapat lepas dari peran suami dan istri yang menjalankan rumah tangga. Untuk itu Anda perlu sepakat dengan pasangan bagaimana mengelola keuangan dengan baik.</p>
<p>Dalam setiap pasangan sangat wajar terjadi perbedaan pandangan dan cara melihat sesuatu yang dianggap penting atau tidak. Untuk itu, duduk bersama, bicarakan secara terbuka, dan buat kesepakatan dengan pasangan Anda.</p>
<p>Istri harus mengerti kemampuan keuangan suami dan suami pun harus mengerti kebutuhan rumah tangga yang diatur istrinya.</p>
<p>Jika kedua pasangan bekerja, ada baiknya suami istri saling mengetahui pendapatan masing-masing agar tiada dusta diantara kita. Jika penghasilan suami memadai, maka bisa dibuat kesepakatan suami yang membiayai keluarga sedangkan penghasilan istri baru dipakai jika ada emergency. Namun jika istri mau turut serta membantu pengeluaran keluarga itu pun akan lebih baik. Yang penting terjadi komunikasi dan saling memahami. Suami pun tak perlu merasa rendah diri jika ternyata gaji istri jauh lebih besar.</p>
<p>Tanpa kesepakatan suami istri, akan sulit membuat perencanaan keuangan keluarga yang baik. Jika Anda tidak terbiasa mendiskusikan hal seperti ini dengan pasangan, cobalah sedikit demi sedikit dari sekarang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jadi merencanakan keuangan keluarga tidaklah sesulit yang dipikirkan banyak orang. Anda bisa melakukan dengan cepat dan mudah. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk tidak memulainya sejak sekarang.</p>
<p>Lakukan dan hiduplah dengan damai bersama keluarga tercinta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Photo credit: <a href="http://www.flickr.com/photos/black_claw/5226919881/sizes/m/in/photostream/" target="_blank">Black_Claw</a> under Creative Commons License</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2011/06/perencanaan-keuangan-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyusun Perencanaan Keuangan Tahunan</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/12/menyusun-perencanaan-keuangan-tahunan/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/12/menyusun-perencanaan-keuangan-tahunan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 00:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencanaan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Akhir Tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=869</guid>
		<description><![CDATA[Akhir tahun adalah saat yang tepat untuk melakukan evaluasi atas rencana keuangan keluarga Anda. Evaluasi membantu melihat rencana yang sudah berjalan dengan baik dan mana yang belum berjalan dan apa penyebabnya. 

Jika Anda telah melakukan pemeriksaan keuangan akhir tahun, maka sekarang saatnya mempersiapkan rencana keuangan Anda untuk tahun depan. Apa saja yang harus dipersiapkan? Berikut daftar periksa yang bisa digunakan:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/12/rupiah.jpg"><img style="display: block; float: none; margin-left: auto; margin-right: auto; border-width: 0px;" title="rupiah" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/12/rupiah_thumb.jpg" border="0" alt="rupiah" width="500" height="333" /></a></p>
<p>Akhir tahun adalah saat yang tepat untuk melakukan <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/12/evaluasi-keuangan-keluarga-akhir-tahun/" target="_blank">evaluasi</a> atas rencana keuangan keluarga Anda. Evaluasi membantu melihat rencana yang sudah berjalan dengan baik dan mana yang belum berjalan dan apa penyebabnya.</p>
<p>Jika Anda telah melakukan pemeriksaan keuangan akhir tahun, maka sekarang saatnya mempersiapkan rencana keuangan Anda untuk tahun depan. Apa saja yang harus dipersiapkan? Berikut daftar periksa yang bisa digunakan:</p>
<h3>Apa saja prioritas pengeluaran di tahun depan?</h3>
<p>Mungkin Anda punya rencana dan prioritas khusus untuk tahun depan seperti: mempersiapkan uang muka pembelian rumah, persiapan biaya kuliah S2, dan seterusnya.</p>
<h3>Adakah biaya-biaya khusus yang akan dikeluarkan tahun depan?</h3>
<p>Rencanakan biaya khusus yang akan dikeluarkan seperti: uang pangkal masuk sekolah anak pertama pada bulan Juni, membantu biaya pernikahan adik bulan September, dan lain-lain.</p>
<p><span id="more-869"></span></p>
<h3>Apa saja pembayaran yang akan jatuh tempo tahun depan?</h3>
<div class="float-quote alignright">
<p>Seringkali orang lupa membuat budget untuk pengeluaran yang sifatnya tahunan</p>
</div>
<p>Seringkali orang lupa membuat <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/02/menyusun-budget-keuangan-keluarga/" target="_blank">budget untuk pengeluaran yang sifatnya tahunan</a></strong> seperti: pembayaran pajak kendaraan di bulan Agustus, pembayaran kontrak rumah di bulan Mei, atau membayar biaya kuliah di bulan Januari. Dengan mengidentifikasi pengeluaran tahunan akan membantu kita membuat buget bulanan. Pada saat pengeluaran tersebut jatuh tempo tidak akan mengganggu belanja rutin bulanan.</p>
<h3>Berapa estimasi pemasukan dan pengeluaran rutin bulanan?</h3>
<p>Melakukan estimasi ini berguna untuk melihat berapa banyak selisih antara pemasukan dan pengeluaran. Selisih tersebut sebagian untuk ditabung, dan sebagian direncanakan untuk pembayaran tahunan atau pengeluaran khusus.</p>
<h3>Berapa estimasi pemasukan tambahan yang mungkin didapatkan dalam periode setahun ke depan?</h3>
<p>Jika Anda bekerja sebagai karyawan, mungkin ada bonus tahunan dan tunjangan khusus. Atau jika Anda berwirausaha maka disini dapat diperkirakan berapa pendapatan khusus di lainnya di luar yang rutin. Dengan demikian, Anda bisa merencanakan penggunaannya jauh-jauh hari. Ingatlah ketika tidak direncanakan biasanya akan segera habis pada saat pemasukan tambahan tersebut didapat.</p>
<h3>Berapa rencana tabungan yang dipersiapkan?</h3>
<p>Dari perhitungan pemasukan dan pengeluaran rutin, tentukan <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/03/cara-mudah-menabung-secara-rutin/" target="_blank">tabungan rutin</a> untuk dana cadangan maupun persiapan hari depan.</p>
<h3>Adakah uang yang harus dipersiapkan untuk tujuan keuangan jangka panjang yang memerlukan dana besar?</h3>
<p>Terakhir adalah melihat tujuan keuangan jangka panjang misalnya Anda ingin menunaikan ibadah haji bersama keluarga, membangun usaha dalam 10 tahun ke depan, dan seterusnya.</p>
<p>Jika Anda telah selesai dengan daftar periksa di atas, tugas selanjutnya adalah menyusun rencana tersebut dalam <strong><em><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/02/menyusun-budget-keuangan-keluarga/">budget bulanan</a></em></strong>. Silakan simak tulisan berjudul <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/02/menyusun-budget-keuangan-keluarga/">“Menyusun Budget Keuangan Keluarga”</a>.</p>
<p>Ternyata, membuat <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2008/09/perencanaan-keuangan-itu-mudah/">perencanaan keuangan itu mudah</a></strong> khan? Semuanya dimulai dari <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/01/kebiasaan-mencatat-fondasi-dasar-perencanaan-keuangan/" target="_blank">kebiasaan Anda mencatat.</a></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Photo Credit: </strong><a href="http://www.flickr.com/photos/qronoz/3300892638/" target="_blank">qronoz</a> under Creative Common License</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/12/menyusun-perencanaan-keuangan-tahunan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengelola Dana THR (Tunjangan Hari Raya)</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/08/mengelola-dana-thr-tunjangan-hari-raya/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/08/mengelola-dana-thr-tunjangan-hari-raya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencanaan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Mengelola THR]]></category>
		<category><![CDATA[THR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2009/08/mengelola-dana-thr-tunjangan-hari-raya/</guid>
		<description><![CDATA[Memasuki bulan puasa, para karyawan pun bersiap-siap menerima THR dari tempat bekerja. Ada yang mendapatkan 1 bulan gaji, ada pula yang lebih atau kurang. Berapapun jumlahnya, yang pasti wajib disyukuri karena masih banyak orang yang tidak mendapatkannya.

Berhubung sudah lama saya tidak menulis tentang perencanaan keuangan, maka tulisan berikut akan membahas tema tersebut dengan fokus pada pengelolaan dana THR. Banyak orang yang gembira mendapatkan THR namun kemudian bingung mengapa uang tersebut cepat sekali habis.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Photo Credit by Tiltti under Creative Commons License" href="http://farm4.static.flickr.com/3082/3130144555_2edaa0eaaf_o.jpg" target="_blank"><img style="display: inline; margin: 0px 10px 10px 0px;" title="Photo Credit by Tiltti under Creative Commons License" src="http://farm4.static.flickr.com/3082/3130144555_2edaa0eaaf_o.jpg" alt="Photo Credit by Tiltti under Creative Commons License" width="238" height="358" align="left" /></a></p>
<p>Memasuki bulan puasa, para karyawan pun bersiap-siap menerima THR dari tempat bekerja. Ada yang mendapatkan satu bulan gaji, ada pula yang lebih atau kurang. Berapapun jumlahnya, yang pasti wajib disyukuri karena masih banyak orang yang tidak mendapatkannya.</p>
<p>Berhubung sudah lama saya tidak menulis tentang perencanaan keuangan, maka tulisan berikut akan membahas tema tersebut dengan fokus pada pengelolaan dana THR. Banyak orang yang gembira mendapatkan THR namun kemudian bingung mengapa uang tersebut cepat sekali habis.</p>
<p>Berikut beberapa tips untuk mengelola THR Anda dengan baik:</p>
<ul>
<li><strong>Hitung dan keluarkan zakat<br />
</strong>Jangan lupa THR merupakan tambahan penghasilan tahunan Anda. Jika sudah sampai nisabnya, hitung dan keluarkanlah zakatnya. Jika Anda terbiasa mengeluarkan zakat per bulan, maka zakat bulan ini harusnya lebih besar karena ada tambahan THR. Jika Anda mengeluarkan zakat secara tahunan, jangan lupa menghitung dana THR ini dan segala tambahan penghasilan lainnya untuk perhitungan zakat.</li>
<li><strong>Lunasi hutang<br />
</strong>Ini merupakan bagian penting. Kewajiban seorang yang berhutang adalah segera melunasinya ketika ia mampu. Dengan adanya tambahan penghasilan dari THR, maka keuangan Anda akan sedikit lebih longgar. Manfaatkan untuk melunasi hutang-hutang jika Anda memilikinya. Ingat, jika ketika mendapat tambahan penghasilan Anda tidak bisa membayar hutang, maka akan lebih sulit untuk membayarnya hanya mengandalkan penghasilan reguler.</li>
</ul>
<p><span id="more-756"></span></p>
<ul>
<li><strong>Tabung sebagian<br />
</strong>Karena THR merupakan tambahan penghasilan di luar pendapatan reguler Anda, maka seharusnya bisa ditabung sebagian. Jika tidak tentu Anda perlu bertanya, kemana perginya THR tersebut?</li>
<li><strong>Buat rencana pengeluaran<br />
</strong>Menjelang hari Raya biasanya pengeluaran akan meningkat. Mungkin Anda perlu untuk biaya mudik, membantu sanak keluarga, membeli oleh-oleh, dan segala pengeluaran lainnya. Hitung dan rencanakan pengeluaran tersebut. Pastikan jumlahnya tidak lebih dari THR yang Anda dapatkan. Sebab jika tidak, maka Anda harus mengorbankan pos rutin yang Anda miliki. Hal ini tentu akan memberatkan kecuali jika Anda telah menabung sebelumnya untuk membiayai tambahan pengeluaran ini.<br />
Membuat perencanaan pengeluaran ini sangat penting agar Anda tidak terlena dan merasa THR Anda cukup. Seringkali orang tidak sadar bahwa pengeluaran pada periode tersebut melonjak sangat besar sehingga THR saja tidak cukup dan masih harus mengganggu pos-pos reguler lainnya.</li>
<li><strong>Bedakan antara keinginan, kebutuhan, dan kemampuan<br />
</strong>Menjelang hari Raya, maka berbagai pos pengeluaran akan menanti. Bedakan mana diantara pos-pos tersebut yang merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi, keinginan sesaat yang bisa dikelola, dan seberapa besar kemampuan Anda untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan tadi. Jangan besar pasak dari tiang. Sadari kemampuan Anda dan aturlah pengeluaran sesuai kemampuan dan kebutuhan. Segala keinginan bisa diakomodir jika kebutuhan sudah terpenuhi.</li>
</ul>
<p>Pada dasarnya dana THR, bonus ataupun tunjangan lain yang sifatnya tahunan dapat dikategorikan sebagai penghasilan tambahan. Dengan demikian, jika Anda telah teratur melakukan perencanaan keuangan mengandalkan penghasilan rutin, maka dana tambahan ini sangat mungkin untuk menambah tabungan.</p>
<p>Artinya, kebutuhan akan pengeluaran menjelang hari Raya bisa direncanakan jauh-jauh hari menggunakan penghasilan reguler Anda. Dengan demikian, ketika tiba hari mendapatkan THR, Anda bisa memanfaatkan secara utuh untuk hal-hal yang produktif tanpa harus diganggu oleh pos-pos pengeluaran hari Raya karena sudah dipersiapkan sebelumnya.</p>
<p>Bagaimana melakukannya akan saya ulas dalam tulisan selanjutnya.</p>
<p>Photo Credit by <a href="http://www.flickr.com/photos/tiltti/3130144555/" target="_blank">Tiltti</a> under <a href="http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/" target="_blank">Creative Commons License</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/08/mengelola-dana-thr-tunjangan-hari-raya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mudah Menabung Secara Rutin</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/03/cara-mudah-menabung-secara-rutin/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/03/cara-mudah-menabung-secara-rutin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 00:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencanaan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Mudah Menabung]]></category>
		<category><![CDATA[Menabung]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Menabung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=427</guid>
		<description><![CDATA[Menabung secara rutin menjadi tantangan bagi setiap orang. Banyak orang yang memiliki pendapatan cukup besar tapi kesulitan untuk menyisihkan uang guna ditabung. Sementara ada orang yang berpenghasilan relatif lebih kecil namun mampu menyisihkan sebagian uang untuk ditabung.

Berikut adalah cara mudah agar Anda dapat membiasakan diri menabung:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><span style="font-size: small;">Pernahkah Anda berniat untuk menabung tapi selalu merasa kesulitan menjalankannya?</span></em></p>
<p><em><span style="font-size: small;">Apakah Anda merasa memiliki pendapatan yang cukup tapi tidak pernah bisa menabung secara rutin?</span></em></p>
<p><em><span style="font-size: small;">Apakah Anda telah berusaha menyisihkan sejumlah dana untuk ditabung tapi akhirnya dana tersebut terpakai lagi dan niat menabung pun menjadi gagal?</span></em></p>
<p>Jika Anda menjawab ya pada salah satu pertanyaan di atas, maka Anda perlu menyimak tulisan berikut.</p>
<p>Menabung secara rutin menjadi tantangan bagi setiap orang. Banyak orang yang memiliki pendapatan cukup besar tapi kesulitan untuk menyisihkan uang guna ditabung. Sementara ada orang yang berpenghasilan relatif lebih kecil namun mampu menyisihkan sebagian uang untuk ditabung.</p>
<p>Berikut adalah cara mudah agar Anda dapat membiasakan diri menabung:</p>
<h3>1. Segera menabung setelah Anda menerima penghasilan</h3>
<p>Ya, begitu Anda gajian, menerima komisi, menerima honor atau apapun bentuk penghasilan Anda, segera sisihkan sebagian untuk ditabung. Cara ini menghindarkan Anda dari menunda menabung dan memastikannya sebagai sebuah prioritas.</p>
<h3>2. Pisahkan rekening belanja dengan rekening tabungan</h3>
<p>Agar menabung dapat berjalan efektif dan Anda dapat memonitor perkembangannya, pisahkan rekening belanja dengan rekening tabungan. Rekening tabungan dapat Anda buat pada bank yang sama sehingga tidak perlu membayar biaya transfer untuk menabung. Saya juga menyarankan untuk tidak membuat kartu ATM untuk rekening tabungan Anda. Dengan demikian, uang yang sudah masuk sebagai tabungan tidak akan dengan mudah diambil sehingga menghindari Anda tergoda dan menghabiskan kembali uang yang sudah susah payah ditabung. Jangan menggabungkan rekening tabungan dengan rekening belanja karena akan berakibat Anda kebingungan berapa jumlah yang sudah ditabung dan berapa jumlah yang boleh dibelanjakan.<span id="more-427"></span></p>
<h3>3. Tentukan sejumlah uang yang ingin Anda tabung</h3>
<p>Berdasarkan penghasilan Anda saat ini, tentukan nilai tabungan yang wajar yang dapat Anda lakukan. Sebagai panduan angka 10% adalah minimum yang berarti Anda menyisihkan sejumlah tersebut untuk tabungan. Jika Anda masih bujangan dan tidak memiliki pengeluaran lain yang cukup besar. Angka persentase ini dapat ditingkatkan sampai 30% atau bahkan 40% dari gaji. Dengan sisa 60% lainnya Anda masih akan dapat membiayai kebutuhan reguler dan sedikit bersenang-senang dengan penghasilan Anda. Dalam perencanaan keuangan pribadi, buat budget untuk tabungan reguler ini dan lakukan secara tertib.</p>
<h3>4. Anggap tabungan sebagai pengeluaran dan lupakan</h3>
<p>Setelah Anda menentukan sejumlah uang yang ingin Anda tabung setiap bulan, maka anggap jumlah tersebut sebagai pengeluaran wajib setiap bulan dan setelah segera lupakan setelah Anda melakukannya. Secara mental ketika mengganggap tabungan sebagai pengeluaran maka Anda akan dapat melakukannya dengan tertib dan rutin sebagai sebuah kewajiban. Dengan melupakan bahwa Anda telah menabung akan menghindari Anda berpikir bahwa ada kelebihan dana di tabungan yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan.</p>
<h3>5. Atur budget Anda dan tabung setiap kelebihan di akhir bulan</h3>
<p>Jika Anda sudah menerapkan penyusunan budget bulanan, maka pada akhir bulan periksa budget Anda. Jika ada kelebihan dana, maka simpan kelebihan tersebut sebagai tambahan tabungan bulan berjalan.</p>
<h3>6. Secara bertahap naikkan persentase uang yang akan Anda tabung</h3>
<p>Setelah Anda terbiasa dengan pola menabung secara rutin, maka Anda bisa menaikkan nilai persentase penghasilan yang ditabung misalnya dari 10% ke 20%, 30% dan seterusnya. Cara ini akan semakin memperbesar jumlah yang ditabung dan menjadikan Anda orang yang lebih hemat.</p>
<h3>7. Jangan pernah menabung mengandalkan “jika masih ada sisa”</h3>
<p>Jika Anda mengandalkan sisa uang dari penghasilan setelah dipakai berbagai keperluan untuk ditabung, maka kemungkinan besar tidak akan ada sisa. Kalaupun ada, biasanya jumlahnya sangat kecil dan tidak sebanding dengan penghasilan Anda.</p>
<p>Demikian beberapa cara mudah menabung yang dapat saya share kepada Anda. Kesalahan banyak orang dalam menabung adalah mengandalkan sisa dana yang tersisa untuk kemudian ditabung jika masih tersisa. Percayalah, jika Anda melakukannya dengan cara tersebut, tidak akan pernah ada sisa sisa uang yang dapat ditabung dan Anda pun tak akan pernah mulai menabung.</p>
<p>Godaan untuk menggunakan dan menghabiskan uang sangat besar sehingga perlu suatu tekad yang kuat dengan cara menabung di depan, segera setelah Anda mendapatkan penghasilan.</p>
<p>Selamat menabung demi kebutuhan hari depan.</p>
<p>Anda punya tips lainnya dalam menabung? Silakan sampaikan pendapat Anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/03/cara-mudah-menabung-secara-rutin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Keinginan dan Kebutuhan</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/03/antara-keinginan-dan-kebutuhan/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/03/antara-keinginan-dan-kebutuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 01:23:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencanaan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Keinginan]]></category>
		<category><![CDATA[Mengelola Keinginan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=403</guid>
		<description><![CDATA[Manusia terlahir dengan banyak keinginan. Ingin memiliki rumah besar, mobil bagus, handphone paling mutakhir, baju baru, jam mewah dan berbagai hal lainnya. Sebagian kecil dari keinginan tersebut adalah kebutuhan, tapi sebagian besarnya biasanya tidak. Dalam posting ini, saya ingin membedakan antara keinginan dan kebutuhan terkait dengan perencanaan keuangan keluarga.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"> <img class="size-full wp-image-402  aligncenter" title="needs-vs-wants" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/03/needs-vs-wants.jpg" alt="needs-vs-wants" width="266" height="193" /></p>
<p>Manusia terlahir dengan banyak keinginan. Ingin memiliki rumah besar, mobil bagus, handphone paling mutakhir, baju baru, jam mewah dan berbagai hal lainnya. Sebagian kecil dari keinginan tersebut adalah kebutuhan, tapi sebagian besarnya biasanya tidak. Dalam posting ini, saya ingin membedakan antara keinginan dan kebutuhan terkait dengan perencanaan keuangan keluarga.</p>
<h3><strong>Mengenali Perbedaan Antara Keinginan dan Kebutuhan</strong></h3>
<p>Apa yang Anda inginkan tidak selalu Anda butuhkan. Perbedaan antara keinginan <em>(wants)</em> dan kebutuhan <em>(needs)</em> penting untuk dikenali agar kita tidak jatuh ke dalam hidup konsumtif dan suka membeli sesuatu tanpa rencana <em>(impulse buying).</em> Dalam kehidupan modern ini, seringkali batas antara keinginan dan kebutuhan menjadi kabur. Berbagai iklan, informasi, rekomendasi dan lain-lain mengubah cara pandang akan sesuatu. Hal yang tadinya dianggap keinginan mewah, perlahan berubah menjadi keinginan yang wajar sampai akhirnya berubah menjadi sebuah kebutuhan.Ketika ini terjadi, tak jarang kebutuhan yang lebih utama dan penting malah mendapat prioritas belakangan.</p>
<p>Kebutuhan adalah fungsi dasar atas sesuatu yang secara esensial diperlukan: makan untuk memenuhi nutrisi, tempat tinggal untuk istirahat, transportasi untuk bekerja, pendidikan untuk masa depan anak dan lain-lain.</p>
<p>Sedangkan keinginan adalah semua fungsi tambahan yang jika tidak ada sebenarnya tidak mengganggu hidup Anda akan tetapi Anda mengharapkan untuk bisa mendapatkan fungsi tambahan tersebut. Makanan yang mahal, rumah yang besar dan mewah, mobil baru dan mengkilat, dan seterusnya. Keinginan seringkali merupakan perwujudan untuk menegaskan status sosial seseorang sekaligus membuktikan kepada orang lain bahwa dia mampu memilikinya.</p>
<p><span id="more-403"></span></p>
<h3><strong>Keinginan yang Mengalahkan Kebutuhan</strong></h3>
<p>Apakah sebuah keinginan tidak boleh dipenuhi? Menurut pendapat saya boleh-boleh saja asalkan semua kebutuhan yang penting telah mendapat perhatian. Jangan sampai sebuah keinginan yang remeh temeh menggeser kebutuhan yang lebih penting dan esensial.</p>
<p>Sebagai contoh, ada keluarga yang rela mengambil kredit untuk membeli sebuah TV LCD baru berharga di atas 10 juta rupiah. Padahal sebelumnya keluarga tersebut masih memiliki TV yang cukup baik dan besar meskipun sudah berumur beberapa tahun. Dengan pembelian TV baru tadi mau tidak mau mengganggu pengeluaran rutin keluarga tersebut sampai-sampai uang sekolah anak harus menunggak karena tagihan kredit yang jatuh tempo.</p>
<p>Contoh lain adalah seorang eksekutif muda yang menyukai teknologi. Sekitar 6 bulan lalu dia telah membeli <em>Smartphone</em> berharga 4 jutaan. Dengan maraknya pengguna <em>Blackberry</em> belakangan ini, sang eksekutif muda pun tergoda dan menghabiskan lebih dari setengah gaji bulanannya untuk memenuhi keinginan tersebut. Dengan mainan baru tersebut, dia bisa <em>chatting </em>kapan saja, melakukan <em>update </em>statusnya di situs Facebook, sampai menerima email secara instan. Dengan pembelian Blackberry tersebut, sang eksekutif muda kesulitan untuk membiayai pengeluarannya pada bulan berjalan termasuk membantu membayarkan uang kuliah adiknya yang selama ini dia lakukan.</p>
<p>Dari kedua contoh di atas kita akan melihat apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan dan apa yang merupakan keinginan belaka.</p>
<p>Pada contoh pertama yakni pembelian TV LCD, keluarga tersebut membutuhkan TV untuk menonton berita sekaligus hiburan keluarga. Kebutuhan tersebut sebenarnya terpenuhi karena TV lama yang dimiliki berukuran cukup besar yakni 29 inch dan seluruh anggota keluarga cukup puas menggunakannya. Akan tetapi muncul keinginan untuk mengganti dengan LCD TV agar ruang keluarga terlihat lebih elegan dan mewah. Meskipun sebenarnya lebar layar yang ditawarkan tidak jauh berbeda dari TV yang lama. Layar LCD memang terlihat lebih menarik, namun sebenarnya secara total tidak memberi perbedaan signifikan bagi keluarga tersebut.</p>
<p>Pada contoh yang pertama ini, keluarga tersebut telah mengorbankan kepentingan dan kebutuhan yang lebih utama yakni pendidikan anak. Dengan pembelian tersebut, mereka harus membayar cicilan yang lumayan setiap bulannya sehingga sedikit mengganggu pengeluaran rutin bulanan termasuk membayar uang sekolah anak yang juga cukup mahal. Keluarga ini telah mengubah keinginan menjadi kebutuhan dan sebaliknya kebutuhan digeser pada urutan yang lebih bawah.</p>
<p>Sekarang kita lihat contoh kedua. Eksekutif muda yang satu ini sebenarnya sudah cukup puas dengan Smartphone-nya. Meskipun tidak secanggih Blackberry, namun device yang lama juga memiliki kemampuan untuk akses internet. Adapun email memang tidak bisa diakses instan namun masih bisa disinkronkan dari komputer sehingga bisa dibaca dalam perjalanan.</p>
<p>Pada contoh kedua, yang menjadi kebutuhan adalah alat komunikasi, terutama suara dan sms. Kebutuhan internet sebenarnya sudah lebih dari cukup terpenuhi dari komputer yang ada. Namun keinginan akan alat yang baru karena banyak orang memakainya membuat gengsi sang eksekutif muda terpancing. Dia pun mengorbankan kebutuhan lain yang lebih penting demi menyalurkan hasrat menginginkan sesuatu.</p>
<h3><strong>Mengelola Keinginan</strong></h3>
<p>Ketika seseorang menginginkan sesuatu, seringkali aspek emosional lebih mendominasi daripada aspek rasional. Bayangkan ketika Anda berjalan-jalan ke mall kemudian melihat tas yang bagus. Anda sangat ingin memilikinya karena tas tersebut akan <em>match </em>dengan gaya Anda sekaligus dapat ditunjukkan kepada rekan-rekan waktu pertemuan bersama minggu depan. Aspek emosional yang muncul adalah hasrat kuat untuk memiliki sehingga seolah-olah menjadi kebutuhan.</p>
<p>Jika kita berhenti sejenak dan berpikir, maka Anda bisa mempertimbangkan keputusan pembelian dengan lebih jernih. Anda akan berpikir bahwa di rumah masih ada 3 tas bagus yang jarang dipakai. Tas yang baru dilihat inipun mungkin hanya akan terpakai beberapa kali. Kalau dibeli, harganya cukup mahal sementara kegunaannya terbatas. Untuk memenuhi gengsi mungkin terlihat diperlukan tapi secara fungsi sebenarnya tidak ada yang berbeda.</p>
<p>Lantas, apakah setiap keinginan selalu tidak baik dan tidak boleh dipenuhi? Jawabannya adalah tergantung kondisi dan kemampuan Anda saat itu. Jika Anda memiliki banyak uang, membeli barang yang mahal dan memiliki prestise tentu sah-sah saja asalkan bukan dengan niat menyombongkan diri. Sebaliknya jika penghasilan Anda masih terbatas tapi memaksakan, maka di sinilah letak permasalahannya. Orang yang memiliki uang banyak sekalipun bukan berarti bisa memenuhi apa yang diinginkannya. Prinsip utama adalah pengendalian diri, pengendalian keinginan, dan menilai secara bijak apa yang perlu dipenuhi dan apa yang tidak. Dengan demikian Anda menjadi pengambil keputusan yang bijaksana.</p>
<h3><strong>Tips Mengelola Keinginan dan Kebutuhan</strong></h3>
<p>Berikut adalah tips sederhana yang dapat Anda pakai untuk mengelola segala keinginan dan kebutuhan dengan lebih baik:</p>
<ul>
<li>Susun segala kebutuhan Anda</li>
<li>Prioritaskan kebutuhan tersebut dan pastikan terpenuhi lebih dahulu</li>
<li>Tentukan beberapa hal yang menjadi keinginan Anda</li>
<li>Tanyakan kepada diri Anda seberapa besar Anda membutuhkan dan mengharapkan keinginan-keinginan tadi dan buat skala prioritas</li>
<li>Jika Anda memiliki kelebihan dana, silakan lihat daftar keinginan yang mungkin dipenuhi setelah memastikan kebutuhan penting telah terpenuhi. Tanyakan pula pada diri Anda apakah kelebihan dana tersebut pantas digunakan untuk memenuhi keinginan atau ada tempat lain yang lebih membutuhkan dan lebih berhak atas kelebihan tersebut.</li>
<li>Jika Anda tidak memiliki kelebihan dana, hindari melihat benda-benda yang bisa menciptakan munculnya keinginan karena akan menjadi obsesi.</li>
<li>Jika Anda terlanjur tertarik dan memiliki keinginan untuk membeli sesuatu, hindari untuk membeli langsung pada saat itu. Netralkan emosi dan perasaan Anda dan biarkan aspek rasional Anda mengimbangi. Nanti setelah pertimbangan Anda sudah lebih wajar dan adil, Anda dapat memutuskan apakah barang yang menarik hati tadi perlu untuk dibeli atau tidak.</li>
</ul>
<p>Mulai sekarang, mari rencanakan pengeluaran Anda dengan lebih baik. Kenali perbedaan antara keinginan dan kebutuhan. Anda adalah tuan dari uang Anda dan seharusnya Anda mengetahui dan menyadari kemana saja seharusnya uang tersebut dipergunakan. Semoga ulasan ini bermanfaat.</p>
<p>Anda punya komentar atau pengalaman terkait keinginan dan kebutuhan? Silakan tulis komentar Anda pada form di bawah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/03/antara-keinginan-dan-kebutuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perlukah Memiliki Kartu Kredit?</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/02/perlukah-memiliki-kartu-kredit/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/02/perlukah-memiliki-kartu-kredit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 00:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencanaan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Credit Card]]></category>
		<category><![CDATA[Financial Planning]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Kredit]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Hal-hal yang perlu Anda tanyakan sebelum memutuskan apakah Anda membutuhkan kartu kredit atau tidak.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-left: 0px; margin-right: 0px; border-bottom: 0px" title="Credit-card" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/02/creditcard.jpg" border="0" alt="Credit-card" width="186" height="181" align="left" /> Saat ini kartu kredit begitu mudah didapatkan. Hal ini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun yang lalu di mana ada proses verifikasi yang cukup ketat sebelum bank mau memberikan kartu kredit untuk nasabah baru.</p>
<p>Jika Anda berjalan-jalan ke mall, coba perhatikan tawaran yang begitu menggiurkan:</p>
<p>“<em>Silakan Pak, cukup fotokopi KTP dalam 1 jam kartu sudah jadi”</em></p>
<p><em>“Kartu ini tanpa iuran tahunan, jadi Bapak tidak perlu keluar biaya.”</em></p>
<p><em>“Apakah sudah punya kartu kredit sebelumnya? Jika ya kami dapat membuatkan kartu tambahan yang baru, kelebihannya banyak lho..”</em></p>
<p>Saya bukan orang yang anti kartu kredit, tapi saya menyayangkan banyak orang yang sebenarnya tidak membutuhkan kartu kredit tergiur oleh tawaran tadi dan akhirnya terbelit hutang yang tak kunjung selesai. Beberapa kali saya menangani kasus karyawan yang terlilit hutang kartu kredit dan kondisinya memprihatinkan.</p>
<p>Banyak orang memiliki 4, 5, 6 kartu kredit atau bahkan lebih banyak lagi. Saya tidak tahu kartu tersebut digunakan untuk apa saja dan apakah memang diperlukan. Tulisan menarik lainnya tentang hutang kartu kredit ditulis oleh <em>Ligwina Hananto, CEO Quantum Magna Financial </em>dapat Anda baca <a href="http://qmfinancial.com/media/Ayo_Lawan_Krisis_Utang_Kartu_Kredit.jpg">di sini</a>.</p>
<p>Berikut adalah beberapa fakta yang perlu Anda ketahui tentang kartu kredit:</p>
<p><span id="more-283"></span></p>
<h2>Kartu Kredit = Kartu Hutang</h2>
<p>Jika Anda punya banyak kartu kredit, jangan bangga dulu sebab semakin banyak kartu biasanya semakin banyak pula hutang yang tertunggak. Malu dong..</p>
<h2>Kartu Kredit Bukan Uang Tambahan</h2>
<p>Banyak orang mengira dengan adanya kartu kredit mereka memiliki tambahan dana yang bisa dimanfaatkan sesukanya. Salah besar. Uang yang Anda pakai tersebut adalah hutang dengan bunga yang cukup tinggi dan harus segera dilunasi sebelum temponya jika tidak ingin sengsara di kemudian hari.</p>
<p><strong></strong></p>
<h2>Kartu Kredit Bukan Untuk Jaga-Jaga</h2>
<p>Ada juga yang memiliki kartu kredit untuk motif berjaga-jaga. Ini juga tidak tepat. Jika ingin berjaga-jaga untuk keperluan darurat, tabunglah sejumlah dana dan ketika Anda membutuhkannya segera, dana tersebut bisa ditarik. Menggunakan kartu kredit sebagai dana darurat seringkali menyebabkan orang terjebak hutang yang tak pernah lunas.</p>
<p><strong></strong></p>
<h2>Kartu Kredit Pengganti Uang Tunai</h2>
<p>Pada dasarnya fungsi kartu kredit adalah sebagai pengganti uang tunai sehingga tidak perlu repot-repot dalam bertransaksi. Dengan demikian, fungsinya sebagai alternatif dalam melakukan transaksi dan seharusnya orang yang menggunakannya memang telah memiliki dana yang cukup dan bertanggung jawab atas seluruh transaksi yang dilakukan.</p>
<p><strong></strong></p>
<h2>Kartu Kredit = Pinjaman Berbunga Tinggi</h2>
<p>Jika Anda pernah terlambat membayar tagihan kartu kredit atau memang terpaksa menunda pembayaran, saya yakin Anda merasakan berapa besar bunga yang harus dibayar. Rata-rata penerbit kartu menetapkan bunga 3% per bulan. Ini sama dengan 36% per tahun. Beberapa penerbit lainnya bahkan menetapkan bunga yang lebih besar lagi.</p>
<p>Lantas apakah perlu memiliki kartu kredit? Silakan jawab beberapa pertanyaan berikut dan Anda dapat memutuskan apakah perlu memilikinya atau tidak:</p>
<ul>
<h3>
<li>Apakah Anda sering bepergian ke luar negeri?</li>
</h3>
<p>Jika Anda sering bepergian ke luar negeri, kartu kredit akan banyak membantu untuk melakukan berbagai pembayaran tanpa harus membawa uang tunai yang banyak atau menukar dengan mata uang yang berbeda-beda.</p>
<h3>
<li> Apakah Anda sering bertransaksi lewat internet?</li>
</h3>
<p>Kartu kredit adalah salah satu cara bayar yang lazim di internet meskipun keamanannya perlu dipertimbangkan. Selain itu masih ada alat bayar lain yang sekarang populer dan relatif lebih aman seperti <em>Paypal</em> atau <em>Google CheckOut</em>.</p>
<h3>
<li> Apakah Anda punya selera belanja yang besar?</li>
</h3>
<p>Kartu kredit akan dapat membuat hasrat belanja Anda tersalurkan dengan berlebihan. Jika Anda senang belanja, berhati-hatilah memiliki kartu kredit. Jangan gesek sembarangan atau Anda harus bersiap-siap pusing pada bulan-bulan berikutnya.</p>
<h3>
<li> Apakah Anda membutuhkan alat pembayaran universal untuk berbagai tagihan?</li>
</h3>
<p>Beberapa kartu kredit bisa mengumpulkan seluruh tagihan Anda dalam satu tempat sehingga tidak perlu repot-repot lagi membayar berbagai jenis tagihan secara terpisah seperti telepon, <em>handphone</em>, internet, listrik dan beberapa tagihan lainnya. Jika memang Anda orang yang cukup sibuk dan proses tersebut membantu, maka Anda dapat memilikinya.</p>
<h3>
<li> Apakah Anda memiliki penghasilan yang cukup?</li>
</h3>
<p>Jika penghasilan Anda mencukupi untuk kebutuhan reguler, Anda dapat mempertimbangkan kartu kredit sebagai alat bantu pembayaran. Ingat, hanya sebagai alat bantu pembayaran, bukan sebagai tambahan penghasilan semu. Untuk orang yang bisa membayar tagihan kartu kredit tepat waktu dan lunas dapat mengambil manfaat dari kartu plastik ini.Jika penghasilan Anda belum memadai, jangan memaksakan memiliki kartu kredit. Salah-salah Anda akan menderita karena salah pemakaian dan tergoda memanfaatkannya sebagai sumber dana tambahan yang sebenarnya adalah hutang.</p>
<h3>
<li> Apakah Anda tertib dalam mengelola keuangan?</li>
</h3>
<p>Jika Anda cukup mampu mengendalikan diri dan mengelola keuangan, silakan memiliki kartu kredit. Tapi jika Anda gampang tergoda dengan kartu plastik tersebut, berhati-hatilah, lebih baik mengandalkan penghasilan yang memang Anda miliki.</ul>
<p>Silakan pelajari jawaban Anda dan putuskan apakah perlu memiliki kartu kredit atau tidak. Selamat memutuskan.</p>
<p>Anda punya pendapat lain tentang kartu kredit? Sampaikan komentar Anda pada kolom di bawah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/02/perlukah-memiliki-kartu-kredit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyusun Budget Keuangan Keluarga</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/02/menyusun-budget-keuangan-keluarga/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/02/menyusun-budget-keuangan-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 00:00:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencanaan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Budget]]></category>
		<category><![CDATA[Financial Planning]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Cara menyusun budget keuangan keluarga atau keuangan pribadi. Penentuan besaran pendapatan dan pengeluaran untuk masing-masing kategori belanja.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left">
<p align="left">
<p align="left"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-left: 0px; margin-right: 0px; border-bottom: 0px" title="Budgeting" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/02/budgeting.jpg" border="0" alt="Budgeting" width="196" height="196" align="left" /> Sebelumnya saya telah membahas bahwa <a href="http://www.muhammadnoer.com/2008/09/perencanaan-keuangan-itu-mudah/" target="_blank">membuat perencanaan keuangan itu sebenarnya mudah</a> jika Anda berusaha mencoba dan menjalankannya. Adapun yang menjadi dasar dari semua perencanaan adalah <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/01/kebiasaan-mencatat-fondasi-dasar-perencanaan-keuangan/" target="_blank">kebiasaan melakukan pencatatan</a>.</p>
<p align="left">Selanjutnya, kita dapat menyusun perencanaan atau <em>budget</em> keuangan keluarga sekaligus memonitor pelaksanaannya.</p>
<p align="left">Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas bagaimana menyusun budget untuk keuangan pribadi ataupun keluarga Anda.</p>
<p align="left">
<h2>Apa itu <em>Budgeting?</em></h2>
<p align="left">Buat Anda yang tidak terbiasa dengan istilah ekonomi atau akuntansi, kata budgeting untuk perencanaan keuangan keluarga terasa terlalu berlebihan. Bukankah budgeting itu diperlukan untuk perencanaan keuangan negara seperti penyusunan APBN? Atau minimal budgeting diperlukan oleh perusahaan untuk memprediksi untung dan rugi di tahun mendatang?</p>
<p><span id="more-277"></span></p>
<p align="left">
<p align="left">Benar, budget yang saya maksudkan kurang lebih seperti itu. Bedanya kali ini kita akan menyusun budget untuk keuangan keluarga. Secara sederhana budgeting adalah proses menyusun anggaran, baik dana yang masuk maupun yang keluar. Lebih spesifik lagi terkait perencanaan keuangan keluarga, budgeting adalah proses menyusun dan merencanakan berapa banyak pendapatan yang Anda hasilkan dalam periode waktu tertentu, dan berapa banyak pengeluaran yang akan dibelanjakan pada periode yang sama. Dengan melakukan budgeting, Anda dapat melihat apakah keuangan saat ini surplus, impas, atau minus. Berita baiknya adalah: dengan budgeting, setidaknya kondisi Anda dapat dipaksakan supaya minimal impas.</p>
<p align="left">
<h2>Persiapan Menyusun Budgeting</h2>
<p align="left">Apakah Anda sudah mulai melakukan pencatatan keuangan seperti yang saya jelaskan pada posting sebelumnya berjudul <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/01/kebiasaan-mencatat-fondasi-dasar-perencanaan-keuangan/" target="_blank">Kebiasaan Mencatat, Fondasi Dasar Perencanaan Keuangan.</a> Jika ya, mari kita buka catatan tersebut. Perhatikan apa saja yang Anda beli selama beberapa bulan terakhir dan amati pola yang muncul. Apakah ada pola tertentu di sana? Jika ya, Anda sudah dengan mudah mengetahui apa saja jenis pengeluaran dan pemasukan yang secara rutin Anda lakukan.</p>
<p align="left">Secara umum budgeting untuk keluarga terdiri dari pengeluaran sebagai berikut:</p>
<h3>Hutang</h3>
<p align="left">Apakah Anda memiliki kredit rumah, kredit mobil, atau lainnya? Tentukan berapa banyak yang harus Anda keluarkan untuk masing-masing hutang tadi.</p>
<p align="left">
<h3>Zakat, Infak dan Sadaqah</h3>
<p align="left">Sebagai seorang yang taat beragama dan menginginkan kebersihan dalam harta. Keluarkanlah zakat, infak maupun sadaqah. Anda bisa menghitung apakah sudah termasuk wajib zakat atau tidak dan budgetkan. Jika tidak, dikhawatirkan bagian dari harta yang harusnya dikeluarkan sebagai zakat tersebut dapat termakan oleh Anda sehingga mengurangi keberkahannya.</p>
<p align="left">Jika Anda juga seorang tulang punggung keluarga yang ikut membantu orangtua maupun keluarga lainnya, budgetkan pengeluaran untuk hal tersebut sehingga secara reguler Anda dapat membantu orang-orang yang Anda kasihi.</p>
<p align="left">Selebihnya tergantung kemampuan dan kerelaan Anda untuk mengeluarkannya sebagai infak ataupun sadaqah.</p>
<p align="left">
<h3>Tabungan</h3>
<p align="left">Pos kedua setelah hutang adalah tabungan. Agar aman, budgetkan tabungan di awal dan anggap sebagai pengeluaran. Dengan demikian, Anda tidak akan merasa berat untuk melakukannya. Jangan menabung dari sisa anggaran yang tersedia karena besar kemungkinan tidak ada sisanya.</p>
<p align="left">Termasuk tabungan di sini adalah sesuatu yang Anda persiapkan untuk masa depan seperti: tabungan pendidikan, dana darurat dan lainnya.</p>
<p align="left">
<h3>Konsumsi Rutin Bulanan</h3>
<p align="left">Bagian terakhir baru tetapkan untuk konsumsi rutin yang Anda keluarkan mulai dari biaya pendidikan, belanja rumah tangga, dan tagihan-tagihan lainnya. Konsumsi rutin ini bisa dibagi dalam beberapa kategori:</p>
<ul>
<li>
<div>Pendidikan</div>
<ul>
<li>
<div>Uang sekolah</div>
</li>
<li>
<div>Uang semester</div>
</li>
</ul>
</li>
<li>
<div>Belanja rumah tangga</div>
<ul>
<li>
<div>Beras xx kg</div>
</li>
<li>
<div>Gula</div>
</li>
<li>
<div>Minyak goreng</div>
</li>
<li>
<div>Lauk Pauk</div>
</li>
</ul>
</li>
<li>
<div>Transportasi</div>
<ul>
<li>
<div>Bensin</div>
</li>
<li>
<div>Service kendaraan</div>
</li>
<li>
<div>Tol dan Parkir</div>
</li>
</ul>
</li>
<li>
<div>Tagihan</div>
<ul>
<li>
<div>Listrik</div>
</li>
<li>
<div>Air</div>
</li>
<li>
<div>Telepon</div>
</li>
<li>
<div>Handphone</div>
</li>
<li>
<div>Internet</div>
</li>
<li>
<div>Iuran RT</div>
</li>
</ul>
</li>
<li>
<div>Gaji Pembantu</div>
</li>
<li>
<div>Hiburan</div>
<ul>
<li>
<div>Rekreasi</div>
</li>
<li>
<div>Makan di luar</div>
</li>
<li>
<div>Nonton</div>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p align="left">
<h3>Konsumsi Rutin Tahunan</h3>
<p align="left">Nah, ini adalah bagian yang sering dilupakan orang. Anda harus menyisihkan dana untuk membayar jenis pengeluaran yang sifatnya enam bulanan, tahunan atau dua tahunan. Kelalaian dalam melakukan hal ini akan berakibat pada saat jatuh tempo Anda tidak memiliki dana yang cukup untuk membayarnya dan terpaksa mencari pinjaman ke sana sini.</p>
<p align="left">Berikut beberapa jenis pengeluaran Rutin Tahunan yang biasa muncul:</p>
<ul>
<li>
<div><strong>Kontrak rumah</strong> Jika Anda mengontrak rumah, pastikan setiap bulan Anda mencicil sejumlah tertentu sehingga ketika tiba pembayaran periode berikutnya dana yang tersedia sudah cukup. Misal Anda membayar kontrakan setiap tahun sebesar 12 juta. Maka sisihkan 1 juta setiap bulannya.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Uang kuliah</strong> Jika Anda masih kuliah atau perlu membiayai anggota keluarga yang kuliah, biasanya pengeluaran jenis ini muncul setiap enam bulan. Jika biaya kuliah sebesar 3 juta, maka Anda harus menyisihkan 500.000 ribu rupiah setiap bulan.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Pajak Kendaraan, perpanjangan STNK, Asuransi Kendaraan</strong> Pengeluaran ini juga penting karena nilainya biasanya lumayan. Sering kali orang lupa dan pada saatnya jatuh tempo maka terpaksa mengorbankan budget lainnya. Padahal jika direncanakan dengan baik hal itu tak akan terjadi.</div>
</li>
</ul>
<p align="left">Setelah melakukan penyusunan, budget Anda mungkin akan terlihat seperti ini:</p>
<p align="left"><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/02/samplebudget.jpg" target="_blank"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" title="Sample-budget" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/02/samplebudget-thumb.jpg" border="0" alt="Sample-budget" width="370" height="399" /></a></p>
<p align="left">Bagaimana menurut Anda, tidak terlalu sulit bukan? Dengan membuat budgeting seperti ini, Anda akan mulai menyadari seberapa besar pengeluaran untuk masing-masing pos. Jika dana Anda tidak bisa memenuhi semuanya, maka saatnya menentukan prioritas sesuai tingkat kebutuhan dan kepentingannya masing-masing.</p>
<p align="left">Anda punya komentar tentang penyusunan budget? Silakan sampaikan pendapat Anda.</p>
<p><strong>File:</strong></p>
<ul>
<li>
<div><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/02/form-budget-perencanaan-keuangan-keluarga.xls">form-budget-perencanaan-keuangan-keluarga.xls</a></div>
</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/02/menyusun-budget-keuangan-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebiasaan Mencatat: Fondasi Dasar Perencanaan Keuangan</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/01/kebiasaan-mencatat-fondasi-dasar-perencanaan-keuangan/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/01/kebiasaan-mencatat-fondasi-dasar-perencanaan-keuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 03:28:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencanaan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Finance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Melatih kebiasaan mencatat dalam perencanaan keuangan pribadi dan keluarga. Memudahkan untuk mengetahui pola-pola pengeluaran untuk setiap kategori.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Oleh: Muhammad Noer</strong></span></p>
<p>Jika ada orang bertanya apa yang harus dilakukan ketika ingin memulai merencanakan keuangan maka jawaban saya adalah: <strong><em><span style="color: #0000ff;">&#8220;Biasakan mencatat&#8221;.</span></em></strong></p>
<p>Ya, mencatat adalah hal yang mudah dan sederhana tapi tidak semua orang mau melakukannya. Jadi, jika Anda ingin sungguh-sungguh dalam merencanakan keuangan, maka dari sekarang milikilah kebiasaan mencatat secara rutin.</p>
<p>Apa saja yang harus dicatat? Jawabannya adalah semua pengeluaran yang Anda anggap penting. Apakah pengeluaran-pengeluaran kecil juga perlu dicatat? Jawabannya adalah ya jika Anda ingin mengetahui seperti apa pola penghasilan dan pengeluaran dalam periode waktu tertentu secara lengkap. Jika pengeluaran tersebut terlalu kecil dan tidak signifikan bagi Anda, silakan diabaikan. Saya pribadi memilih untuk tetap mencatatnya karena tidak butuh energi yang banyak untuk melakukan itu. Dan ternyata hal yang kecil jika dikumpulkan juga bisa menjadi besar.</p>
<p><strong><span style="color: #0000ff;">Berikut adalah manfaat mencatat bagi kesehatan keuangan Anda:</span></strong></p>
<p><strong><span style="color: #0000ff;"><span id="more-79"></span></span></strong></p>
<ol>
<li>Mengetahui ke mana saja dan berapa banyak uang yang masuk maupun keluar</li>
<li>Secara mental melatih kesadaran Anda untuk bertanggung jawab atas setiap pengeluaran</li>
<li>Dapat melakukan pengkategorian atas setiap pengeluaran</li>
<li>Membantu menetapkan budget yang sesuai dengan kemampuan dan kewajaran</li>
<li>Mengetahui pola-pola pengeluaran baik harian, bulanan, tahunan sehingga memudahkan untuk membuat perencanaan jangka panjang.</li>
<li>Menentukan prioritas untuk tiap jenis pengeluaran sehingga dapat menggunakan strategi pengaturan atau penyesuaian jika ada pos-pos yang over-budget.</li>
<li>Bagi pasangan suami istri, membantu untuk selalu rukun dalam urusan keuangan karena tidak ada lagi yang disembunyikan, semuanya transparan.</li>
</ol>
<p>Ketika mulai merencanakan keuangan di awal berumah tangga dan masa kuliah dulu, saya menggunakan secarik kertas yang dimasukkan di dompet. Tiap kali saya merogoh dompet untuk suatu pengeluaran, maka saya mencatatnya, apakah itu untuk membayar uang kuliah tiap semester, membayar kontrakan rumah, membeli bakso, membeli teh botol di pinggir jalan, sampai membayar <em>&#8220;polisi cepek&#8221; </em>ketika akan memutar jalan.</p>
<p>Jika Anda ingin lihat seperti inilah catatan saya:</p>
<p><em><span style="color: #0000ff;">klik gambar untuk memperbesar</span></em></p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/catatan-harian.jpg" target="_blank"><img class="size-thumbnail wp-image-81 alignnone" title="catatan-harian" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/catatan-harian-150x150.jpg" alt="catatan-harian" width="150" height="150" /></a><em></em></p>
<p><em></em></p>
<p>Selanjutnya tiap minggu saya akan melakukan pengecekan atas catatan tersebut dan merangkumnya dalam Excel untuk diberikan kategori. Ada beberapa kategori yang saya miliki seperti: tagihan listrik, tagihan telepon, tagihan air, asuransi pendidikan, tabungan rutin, zakat, infak, hutang, bensin, service kendaraan, rekreasi, dan lain-lain. Dengan memberikan kategori saya dapat melihat berapa uang yang telah dihabiskan untuk masing-masing kebutuhan dalam bulan berjalan dan berapa uang yang tersisa yang dapat digunakan.</p>
<p>Berikut <em>screenshot </em>dari pengkategorian yang saya buat dan jumlah akumulasi tiap kategori setiap bulan.</p>
<p><em><span style="color: #0000ff;">klik gambar untuk memperbesar</span></em></p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/kategori_keuangan.jpg" target="_blank"><img class="size-medium wp-image-84 alignnone" title="kategori_keuangan" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/kategori_keuangan-300x194.jpg" alt="kategori_keuangan" width="270" height="175" /></a></p>
<p>Seiring dengan berkembangnya teknologi, mencatat di kertas dan kemudian memindahkannya kembali menjadi kurang efektif karena dua kali kerja. Akhirnya setelah punya rezeki untuk membeli PDA second, jadilah saya mencatatnya di <em>O2 XDA IIs </em>kesayangan. Dengan cara ini saya langsung mencatat di <em>Pocket Excel </em>dan ketika dipindahkan ke komputer sudah kompatibel dengan <strong><em>Spreadsheet Budgeting Bulanan dan Tahunan </em></strong>yang saya buat di Excel.</p>
<p>Tidak hanya itu, saya juga mengumpulkan seluruh transaksi bank maupun kegiatan mengambil uang tunai untuk pengeluaran sehari-hari. Sekarang hampir semua bank memiliki layanan <em>electronic banking </em>dan saya men<em>download</em>nya dari sana.</p>
<p>Ini adalah rekap transaksi bank yang saya kumpulkan.</p>
<p><em><span style="color: #0000ff;">klik gambar untuk memperbesar</span></em></p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/transaksi_bank.jpg" target="_blank"><img class="size-medium wp-image-83 alignnone" title="transaksi_bank" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/transaksi_bank-300x152.jpg" alt="transaksi_bank" width="300" height="152" /></a></p>
<p><em></em></p>
<p>Dengan demikian praktis saya menghabiskan waktu 30 menit sampai 1 jam setiap minggu untuk mereview pengeluaran dan budget yang tersedia. Lewat review ini saya juga membuat antisipasi jika di bulan berjalan ada kejadian yang menyebabkan pengeluaraan diluar perkiraan sebelumnya.</p>
<p>Cara di atas adalah apa yang saya lakukan, masih banyak cara lain yang bisa Anda pakai sesuai kemudahan dan kenyamanan. Pada prinsipnya, mulailah secara teratur mencatat dan Anda akan mulai mengenali pola-pola keuangan Anda sehingga bisa membuat perencanaan yang lebih matang.</p>
<p>Salah seorang sahabat saya yang ahli <em>Accounting </em>mempunyai cara pencatatan yang sedikit berbeda. Dia membuatkan tabel jurnal dan buku besar bagi istrinya dan dengan tekun istri teman saya mencatatnya di komputer untuk belanja rumah tangga maupun berbagai pengeluaran rutin dan non rutin lainnya. Dengan cara ini mereka berdua bisa mengetahui besar pengeluaran masing-masing kategori dan bermusyawarah jika harus menentukan prioritas.</p>
<p>Cara mudah lainnya yang bisa dipakai adalah menyediakan amplop untuk beberapa kategori dan menyediakan uang sesuai yang di-budgetkan. Cara ini cukup efektif bagi sebagian orang karena langsung ketahuan berapa uang yang masih bisa dipakai dan berapa yang tidak dapat digunakan lagi. Dengan cara ini pengeluaran juga terkontrol tidak dapat melebihi dari yang sudah ditetapkan.</p>
<p>Demikianlah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk kegiatan mencatat transaksi keuangan keluarga. Mungkin cara di atas terlihat terlalu rumit dan memakan banyak energi bagi Anda. Untuk itu saya berpendapat, apa yang Anda lakukan adalah apa yang akan Anda dapatkan. Melatih dan membiasakan mencatat adalah kunci jika Anda benar-benar berniat untuk merencanakan keuangan keluarga dengan lebih baik sehingga uang yang Anda gunakan setiap rupiah-nya benar-benar bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan, dunia dan akhirat, <em>Insya Allah.</em></p>
<p>Dalam posting berikutnya saya akan menjelaskan tentang budgeting sebagai fondasi dasar berikutnya dalam perencanaan keuangan.</p>
<p>Anda punya pendapat lain tentang proses pencatatan ini? Silakan sharing pengalaman dan pendapat Anda agar menjadi pembelajaran bersama.</p>
<p><strong><span style="color: #0000ff;">Artikel terkait:</span></strong></p>
<p><strong></strong><em><strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2008/09/perencanaan-keuangan-itu-mudah/">Perencanaan Keuangan Itu Mudah</a></strong></em></p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Tools:</strong> </span></p>
<p><em><strong><span style="color: #0000ff;"><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/daily-expenses-sheet.pdf">Form Daily Expense Sheet</a></span></strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/01/kebiasaan-mencatat-fondasi-dasar-perencanaan-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perencanaan Keuangan itu Mudah</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2008/09/perencanaan-keuangan-itu-mudah/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2008/09/perencanaan-keuangan-itu-mudah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 04:10:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencanaan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Financial Planning]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Finance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://exploreyourself.wordpress.com/2008/09/06/perencanaan-keuangan-itu-mudah/</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda merasa gaji tiap bulan yang diterima dalam beberapa hari sudah habis untuk membayar tagihan rutin?

Apakah Anda termasuk orang yang sulit menabung meskipun penghasilan relatif lumayan?

Apakah Anda memiliki keinginan untuk membeli suatu barang namun terkendala dengan kondisi keuangan sekarang?

Atau apakah Anda salah seorang yang memiliki 5, 6, atau bahkan 10 kartu kredit dan tidak tahu cara melunasinya?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><span style="color: #0000ff;">Apakah Anda merasa gaji tiap bulan yang diterima dalam beberapa hari sudah habis untuk membayar tagihan rutin?</span></em></p>
<p><em><span style="color: #0000ff;">Apakah Anda termasuk orang yang sulit menabung meskipun penghasilan relatif lumayan?</span></em></p>
<p><em><span style="color: #0000ff;">Apakah Anda memiliki keinginan untuk membeli suatu barang namun terkendala dengan kondisi keuangan sekarang?</span></em></p>
<p><em><span style="color: #0000ff;">Atau apakah Anda salah seorang yang memiliki 5, 6, atau bahkan 10 kartu kredit dan tidak tahu cara melunasinya?</span></em></p>
<div id="attachment_168" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-168" title="euro_money" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2008/09/euro_money.jpg" alt="euro_money" width="300" height="200" /><p class="wp-caption-text">Image taken from http://www.stockxpert.com</p></div>
<p>Jika Anda menjawab ya pada salah satu pertanyaan di atas, maka tulisan berikut mungkin perlu untuk disimak.</p>
<p>Banyak orang bekerja dan memperoleh penghasilan untuk menghidupi keluarga namun selalu merasa kurang dan kurang. Setiap hari pikiran disibukkan dengan tagihan sana sini yang berdatangan dan berharap seandainya gajian tinggal beberapa hari lagi. Bahkan setelah hari gajian tiba maka uang yang ditunggu pun segera habis untuk berbagai pos yang antri dilunasi.</p>
<p>Hal yang menarik adalah, kondisi di atas ternyata tidak hanya dialami oleh orang yang berpenghasilan rendah. Bahkan banyak orang bergaji puluhan juta pun tidak pernah bisa menabung dengan baik atau bahkan selalu kesulitan dalam melunasi tagihan kartu kreditnya sendiri.</p>
<p>Lalu, apa yang salah dalam hal tersebut? Jawabnya adalah kurangnya perencanaan. Tanpa rencana maka pengeluaran menjadi tidak terkendali dan tidak dapat diprediksi. Penghasilan yang besar seolah-olah menjadi kecil sehingga lama kelamaan kita pun kehilangan rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah.</p>
<p><span id="more-9"></span>Sekarang, mari kita mulai belajar bagaimana merencanakan keuangan. Secara sederhana hal ini berarti dengan membuat suatu rencana bagaimana penghasilan Anda dikelola untuk berbagai keperluan baik di masa lalu, masa kini dan masa depan. Masa lalu berarti terkait dengan tindakan Anda melakukan pengeluaran tanpa membayarnya secara penuh atau berhutang. Masa kini adalah menyusun anggaran belanja rutin dan memastikan pengeluaran tidak lebih besar daripada pendapatan. Masa depan adalah membuat rencana untuk pemenuhan suatu pengeluaran yang akan terjadi di masa mendatang, bisa beberapa bulan ke depan atau bahkan beberapa tahun.</p>
<p>Proses ini akan dapat dilakukan dengan baik ketika Anda:</p>
<ul>
<li><em>Mengetahui kondisi keuangan Anda secara umum dan problematikanya</em></li>
<li><em>Menghitung berapa jumlah hutang yang Anda miliki dan mulai melunasinya secara teratur</em></li>
<li><em>Mengidentifikasi pola pengeluaran rutin baik harian, bulanan, dan tahunan sehingga bisa membuat perencanaan belanja (budgeting) yang tepat</em></li>
<li><em>Mulai menabung secara teratur secara periodik</em></li>
<li><em>Menyusun rencana untuk pengeluaran beberapa tahun ke depan dan membuat persiapan memenuhinya</em></li>
</ul>
<p>Lalu bagaimana langkah sederhana untuk memulainya? Berikut saya berikan beberapa tips yang bisa Anda lakukan.</p>
<h3>1. Mulailah mencatat segala pengeluaran, tidak peduli besar atau kecil.</h3>
<p>Kebanyakan orang tidak pernah mencatat apa yang dia beli dan konsumsi. Akibatnya orang sering merasa heran koq uang cepat sekali menguap. Dengan mencatat pengeluaran secara tidak langsung Anda akan melatih kesadaran berapa banyak sebenarnya uang yang telah dikeluarkan. Pencatatan juga membantu untuk mengetahui frekuensi pengeluaran untuk suatu pos tertentu dan membedakan mana yang termasuk kebutuhan dan mana yang sekedar keinginan belaka.</p>
<h3>2. Identifikasi pengeluaran rutin bulanan dan tahunan</h3>
<p>Setiap orang atau keluarga biasanya punya pola pengeluaran yang mirip dari bulan ke bulan termasuk dari tahun ke tahun. Setelah Anda punya catatan pengeluaran, coba lihat apa saja yang menjadi pengeluaran rutin Anda dan bagaimana frekuensinya. Perhatikan apakah setiap bulan Anda harus mengeluarkan dua ratus ribu untuk susu bayi, tiga ratus ribu lagi untuk membeli bensin, dua puluh ribu untuk membeli teh di pinggir jalan dan seterusnya.</p>
<p>Amati pula pola enam bulanan, tahunan, dua tahunan dan seterusnya. Coba teliti berapa yang Anda keluarkan setiap bulan Agustus untuk memperpanjang STNK kendaraan, uang kuliah yang harus dilunasi tiap bulan Januari dan Juli, kontrakan rumah yang harus dibayar pada bulan Maret setiap dua tahun, dan seterusnya.</p>
<h3>3. Menyusun rencana pengeluaran (budgeting)</h3>
<p>Setelah tahu apa saja yang Anda biasa keluarkan, sekarang mulailah buat budget di awal bulan untuk pengeluaran bulan berjalan. Lebih oke lagi jika Anda bisa menyusun langsung sampai setahun ke depan.</p>
<p>Tentukan apa saja yang menjadi kebutuhan namun bukan keinginan dan tetapkan berapa jumlah yang layak dan wajar untuk dikeluarkan. Pastikan seluruhnya lebih kecil dari pendapatan Anda.</p>
<p>Jangan lupa pada bagian ini masukkan pula berapa uang yang Anda sisihkan untuk ditabung. Percayalah, jika Anda tidak melakukannya, tidak akan ada sisa di akhir bulan untuk disisihkan.</p>
<p>Perhatikan pula hutang atau cicilan yang Anda miliki, tetapkan dalam budget tersebut sehingga hutang Anda secara teratur akan terlunasi.</p>
<p>Wah, ternyata banyak ya dan mungkin kalau ditotal jumlahnya melebihi pendapatan Anda. Jika hal ini terjadi, maka saatnya Anda menimbang-nimbang mana yang menjadi prioritas dan mana yang bukan. Anda mungkin perlu mengurangi budget untuk nonton film di bioskop, mengurangi frekuensi makan malam di luar rumah, membeli baju atau sepatu baru dan lain-lain.</p>
<h3>4. Menabung secara periodik</h3>
<p>Pendapatan yang besar ternyata tidak menjamin seseorang bisa menyisihkan uang untuk ditabung atau tidak. Banyak yang punya gaji puluhan juta, tapi hanya bersisa beberapa ratus ribu saja untuk ditabung, bahkan kadang masih minus. Sementara yang lain punya pendapatan terbatas namun masih bisa menyisihkan untuk tabungan meskipun tidak banyak.</p>
<p>Menabung yang baik dilakukan segera setelah Anda mendapatkan penghasilan. Jadi begitu gajian tiba, sesuai rencana yang telah dibuat, segera simpan sejumlah tertentu untuk tabungan. Agar aman, pisahkan rekening bank untuk tabungan dan bila perlu jangan dibuatkan ATM sehingga Anda tidak tergoda untuk mengambilnya kembali.</p>
<h3>5. Perencanaan untuk masa depan</h3>
<p>Mungkin ada punya keperluan atau rencana khusus dua tahun mendatang, maka susunlah. Jika 2 tahun lagi anak Anda akan masuk SD, maka perkirakan jumlah pengeluaran yang dibutuhkan dan sisihkan setiap bulan sehingga mencapai jumlah yang cukup ketika waktunya tiba. Mungkin Anda memerlukan rekreasi bersama keluarga, maka tetapkan seberapa besar dana yang diperlukan dan siapkan sejak sekarang sehingga pada hari-H Anda tidak perlu mencari sumber lain, cukup dari dana yang telah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya.</p>
<p>Bagaimana, mudah bukan? Semoga penjelasan di atas dapat membantu Anda untuk memiliki perencanaan keuangan yang lebih baik sehingga tidak diperbudak oleh uang melainkan Anda-lah yang memegang kendali untuk menggunakan uang secara bijaksana, wajar dan pada tempatnya.</p>
<p>Silakan simak tulisan saya lainnya yang akan membahas lebih detail tentang prinsip-prinsip dan praktek merencanakan keuangan, berdasarkan informasi yang saya peroleh dari berbagai sumber dan tentunya pengalaman pribadi dalam menjalankannya.</p>
<p><em>So, let’s start planning.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2008/09/perencanaan-keuangan-itu-mudah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

