<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Pengembangan Diri oleh Muhammad Noer - Membaca Cepat (Speed Reading), Presentasi, Mind Map, Komunikasi, Perencanaan Keuangan, Produktivitas &#187; Personal</title>
	<atom:link href="http://www.muhammadnoer.com/tag/personal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.muhammadnoer.com</link>
	<description>Tips Pengembangan Diri: Membaca Cepat, Speed Reading, Produktivitas, Presentasi, Mind Map, Perencanaan Keuangan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Jan 2012 09:39:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Selamat Ulang Tahun Noer</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/11/selamat-ulang-tahun-noer/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/11/selamat-ulang-tahun-noer/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 17:01:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Ulang Tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2009/11/selamat-ulang-tahun-noer/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, 9 November 2009, tepat saya memasuki usia 30. Sebuah usia kematangan. Artinya, semakin sedikit waktu yang tersedia. Masa remaja saya usai sudah memasuki proses pendewasaan.

Alhamdulillah, selama 30 tahun terakhir sangat banyak suka duka yang telah saya jalani. Semuanya memberi pelajaran bagaimana Allah selalu hadir dalam setiap kesempatan. Di dalamnya juga banyak terjadi kesalahan dan kekeliruan yang tidak seharusnya saya lakukan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/11/Noer_Model_2.jpg"><img title="Noer_Model_2" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-left: 0px; margin-right: 0px; border-bottom: 0px" height="399" alt="Noer_Model_2" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/11/Noer_Model_2_thumb.jpg" width="336" align="left" border="0" /></a> Hari ini, 9 November 2009, tepat saya memasuki usia 30. Sebuah usia kematangan. Artinya, semakin sedikit waktu yang tersedia. Masa remaja saya usai sudah memasuki proses pendewasaan.</p>
<p>Alhamdulillah, selama 30 tahun terakhir sangat banyak suka duka yang telah saya jalani. Semuanya memberi pelajaran bagaimana Allah selalu hadir dalam setiap kesempatan. Di dalamnya juga banyak terjadi kesalahan dan kekeliruan yang tidak seharusnya saya lakukan.</p>
<p>Di usia 30 tahun ini, saya sudah menikah hampir 9 tahun bersama seorang istri dan telah dikarunia 3 orang putra dan seorang putri. Ya, saya menikah relatif muda pada usia 21 tahun ketika masih kuliah tingkat 3 di FEUI. Banyak sekali pelajaran berharga yang saya dapatkan semenjak pernikahan mulai dari saling memperbaiki diri dengan pasangan sampai urusan mendidik anak. Ya, hidup memang tidak mudah dan diperlukan kesungguhan belajar untuk menghadapi dan menjalaninya dengan baik.</p>
<p>Selama hampir 9 tahun terakhir ini, saya juga sudah menjalani berbagai profesi mulai dari pengajar privat untuk siswa SD sampai SMU, penjual hardware komputer, instruktur pelatihan Simulasi Bisnis, dan terakhir sebagai profesional di bidang Human Resources. Banyak pelajaran hidup yang saya dapatkan di sana mulai dari keyakinan bagaimana Allah mengatur rezeki, sampai proses belajar mengenali diri sendiri dan apa yang hendak saya tuju.</p>
<p> <span id="more-811"></span>
<p>Selama beberapa tahun terakhir ini, saya juga merasakan banyak kesempatan yang datang. Saya diberi kekuatan untuk mengatur waktu sehingga bisa terus menulis untuk blog ini. Di tengah jadwal yang padat, Alhamdulillah saya berhasil menerbitkan buku yang tadinya terasa berat untuk selesai. Saya juga mendapat kesempatan untuk sharing pengetahuan dengan rekan-rekan dari berbagai perusahaan lainnya. Sekaligus berinteraksi dan belajar dengan sahabat-sahabat baru dalam perjalanan.</p>
<p>Kesuksesan bukanlah ditentukan dari banyaknya anak dan harta, melainkan sejauh mana keyakinan dan pengabdian kepada Allah Ta’ala. Untuk hal ini, saya masih harus belajar banyak dan bersungguh-sungguh agar tidak menjadi orang yang lalai. Setiap diri lahir dengan tugas masing-masing yang harus ditunaikan. Itulah proses pengabdian yang harus dijalani dan ditempuh dengan sungguh-sungguh.</p>
<p>Selamat ulang tahun Noer. Semoga dirimu senantiasa ingat untuk selalu memperbaiki diri. Memohon ampun atas segala dosa dan kemaksiatan yang telah diperbuat dan bersungguh-sungguh memperbaikinya. Mensyukuri apa yang ada hari ini dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Dan berbaik sangka atas kegaiban hari esok yang akan datang menjumpai.</p>
<p>Semoga Allah memberi keberkahan dalam usia yang telah dijalani dan memberi kebaikan buat sisa umur yang masih diamanahkan. Amin ya Rabbal A’alamin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/11/selamat-ulang-tahun-noer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Titik Nol Suara Surabaya – Merenungi Sisi-Sisi Kehidupan</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/06/titik-nol-suara-surabaya-merenungi-sisi-sisi-kehidupan/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/06/titik-nol-suara-surabaya-merenungi-sisi-sisi-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Titik Nol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2009/06/titik-nol-suara-surabaya-merenungi-sisi-sisi-kehidupan/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah beberapa kali gagal hadir ke studio, akhirnya saya berkesempatan untuk datang memenuhi panggilan radio Suara Surabaya untuk rekaman pada acara Titik Nol. Jika Anda pendengar setia FM 100 Suara Surabaya, tentu tidak asing lagi dengan program ini. Ya, titik nol adalah sebuah segmen singkat berdurasi kurang lebih 5 menit yang berusaha menggali dan mengambil sisi kebijaksanaan dari sudut pandang seseorang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah beberapa kali gagal hadir ke studio, akhirnya saya berkesempatan untuk datang memenuhi panggilan radio <strong>Suara Surabaya </strong>untuk rekaman pada acara <strong><a href="http://www.suarasurabaya.net/v06/titiknol">Titik Nol</a> </strong>pada tanggal 18 Mei 2009 lalu. Jika Anda pendengar setia <strong>FM 100 </strong>Suara Surabaya, tentu tidak asing lagi dengan program ini. Ya, titik nol adalah sebuah segmen singkat berdurasi kurang lebih 5 menit yang berusaha menggali dan mengambil sisi kebijaksanaan dari sudut pandang seseorang.</p>
<p>Terus terang awalnya saya sempat kaget ketika ditawari untuk mengisi program tersebut. Apa tidak salah pilih? Sementara pengisi program tersebut diantaranya orang-orang yang cukup mumpuni di bidangnya seperti <strong>Hermawan Kertajaya, </strong>pakar marketing Indonesia, <strong>Alim Markus </strong>selaku pimpinan Grup Maspion, atau <strong>Tung Desem Waringin </strong>yang terkenal dengan salam dahsyat motivasinya dan berbagai pembicara lain.</p>
<p>Setelah diyakinkan akhirnya saya pun bersedia dan mempersiapkan diri. Awalnya saya bingung akan berbicara apa. Terus terang ini adalah pengalaman pertama merekam suara sendiri di studio. Dan memang berada di studio rekaman tidak sama dengan ketika saya harus berbicara atau memberikan presentasi di depan umum. Setelah tes suara beberapa kali, tibalah saat perekaman.<span id="more-611"></span></p>
<p>Ada 4 sesi yang direkam dan semuanya merupakan bagian dari proses perenungan yang saya tuangkan dalam blog ini.</p>
<p><strong>Sesi pertama </strong>berjudul <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/05/cintai-apa-yang-engkau-kerjakan-dan-kerjakan-apa-yang-engkau-cintai/">“Cintai Apa yang Engkau Kerjakan dan Kerjakan Apa yang Engkau Cintai”</a></strong> berusaha mengajak para pendengar untuk berusaha menemukan cinta dalam pekerjaan sambil terus mengasah bidang apa yang sebenarnya dicintai. Dengan demikian nantinya setiap tindakan dan pekerjaan akan menjadi sebuah persembahan kepada Sang Pencipta.</p>
<p><strong>Sesi kedua </strong>mengambil tema <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/05/talenta-saja-tidak-cukup/">“Talenta Saja Tidak Cukup.”</a></strong> Setiap orang tentunya dilahirkan dengan segala kelebihan dan kekurangan. Seseorang yang diberi kelebihan berupa talenta di sebuah bidang harus melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan agar talenta tersebut terus terasah dan berkembang. Tanpa sikap dan tindakan nyata, sebuah talenta yang seharusnya bersinar dan menjadi kekuatan bisa redup dan tidak kelihatan.</p>
<p><strong>Sesi ketiga </strong>berjudul <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/05/bereskan-hubunganmu-dengan-allah-dan-biarkan-dia-membereskan-urusan-duniamu/">“Bereskan Hubunganmu dengan Allah, dan Biarkan Dia Membereskan Urusan Duniamu.”</a></strong> Ini merupakan suatu renungan untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah karena Dia Maha Pengatur segala urusan kita. Jika ada urusan kita yang tidak beres, jangan-jangan rusaknya hubungan dengan Allah adalah penyebabnya. Semoga dengan memperbaiki hubungan dengan Allah membantu kita untuk menjalani segala urusan dunia kita dengan lebih baik dan terbimbing.<strong></strong></p>
<p>Pada <strong>sesi keempat </strong>saya mempersiapkan judul <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/04/mencintai-membenci-sekedarnya-saja/">“Mencintai dan Membenci Sekedarnya Saja.”</a></strong> Namun karena memiliki kemiripan dengan sesi pertama, produser menyarankan untuk judul lain. Akhirnya, saya menyampaikan secara <em>impromptu </em>tanpa transkrip mengambil judul <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/05/setiap-kelebihan-harus-dialirkan/">“Setiap Kelebihan Harus Dialirkan.”</a></strong> Pada bagian ini saya ingin mengajak pendengar untuk mengidentifikasi setiap kelebihan yang diberikan Allah agar bisa dibagi kepada orang yang membutuhkan. Pada prinsipnya air yang mengalir akan senantiasa jernih sedangkan air yang tersumbat akan keruh karena menjadi tempat berkumpulnya penyakit. Mengalirkan kelebihan yang dimiliki baik berupa waktu, tenaga, fikiran maupun ilmu akan membuat apa-apa yang dimiliki menjadi berkah sekaligus menunaikan kewajiban memberikan kelebihannya kepada orang yang membutuhkan.</p>
<p>Jadi, jika Anda pendengar radio yang setia dan berada di Surabaya atau sekitarnya, jangan lupa <em>stay tune</em> di <strong>FM 100</strong> radio <strong>Suara Surabaya.</strong> Siapa tau bisa mendengarkan program Titik Nol bersama saya. Atau bisa juga mendengarkan dari layanan <em><a href="http://www.suarasurabaya.net/v06/rod/">radio on demand</a></em> di <strong><a href="http://www.suarasurabaya.net">suarasurabaya.net</a>.</strong> Semoga memberi inspirasi bagi kita semua.</p>
<p>Dan inilah penutup dari setiap segmen yang saya rekam:</p>
<p>Saya Muhammad Noer, Human Resources Manager, PT. Unilever Indonesia, Tbk untuk Titik Nol, Suara Surabaya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/06/titik-nol-suara-surabaya-merenungi-sisi-sisi-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bereskan Hubunganmu dengan Allah, dan Biarkan Dia Membereskan Urusan Duniamu</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/05/bereskan-hubunganmu-dengan-allah-dan-biarkan-dia-membereskan-urusan-duniamu/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/05/bereskan-hubunganmu-dengan-allah-dan-biarkan-dia-membereskan-urusan-duniamu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 10:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=563</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali kunci dari segala persoalan yang menimpa diri kita adalah rusaknya hubungan dengan Allah. Kita terputus dengan-Nya sehingga merasa apa yang kita hadapi tidak terhubung. Padahal segala sesuatu dalam pengetahuan-Nya dan Allah dengan mudah akan membalikkan segala urusan kita dalam sekejap mata.
Karenanya jika ditimpa persoalan yang membuat sulit seakan dunia mau runtuh, periksalah hubungan kita dengan Allah. Apakah ada hak-hak-Nya yang kita langgar? Perintahnya yang kita langgar? Atau larangan-Nya yang terus menerus kita lakukan? Perbaikilah persoalan kita dengan Allah dan niscaya Dia dengan mudah akan membereskan segala urusan dunia kita.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita sering menghadapi keruwetan persoalan dalam kehidupan. Kita pusing memikirkan besok mau makan apa. Kita bingung bagaimana nasib anak-anak kita nanti. Kita juga ingin agar suatu persoalan yang sedang mengganjal bisa cepat selesai agar kita tidak lagi disulitkan olehnya.</p>
<p>Banyak orang menjadi frustasi dalam persoalan yang dia hadapi karena semakin kuat dia berusaha untuk menyelesaikan, semakin kuat pula persoalan itu melilitnya. Seolah-oleh seluruh energi dan waktu yang dihabiskan tetap tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Hal ini tidak jarang membuat seseorang putus asa dan merasa Tuhan tidak adil kepada dirinya.</p>
<div class="float-quote alignright">
<p>Barangsiapa membereskan hubungan antara dirinya dengan Allah, niscaya Allah akan membereskan hubungan antara dia dan manusia semuanya.</p></div>
<p>Lantas bagaimanakah seharusnya menghadapi urusan-urusan dunia yang menyulitkan tersebut? Apakah kita bisa menghindarinya? Atau apakah semua itu memang harus dijalani?</p>
<p>Dalam pandangan Allah, segala urusan yang kita khawatirkan dan takutkan adalah mudah bagi-Nya. Seringkali kita berusaha menjalani itu semua dengan kekuatan diri sendiri, merasa sebagai <em>superman </em>yang mampu menghadapi segala-galanya. Dan Allah ingin menunjukkan bahwa sebenarnya kita tidak bisa apa-apa.</p>
<p><span id="more-563"></span></p>
<p>Dalam kitab <strong><em>Nahjul Balaghah, </em></strong>Ali bin Abi Thalib mengajarkan kepada kita:</p>
<p>“Barangsiapa membereskan hubungan antara dirinya dengan Allah, niscaya Allah akan membereskan hubungan antara dia dan manusia semuanya. Barangsiapa membereskan urusan akhiratnya, niscaya Allah akan membereskan baginya urusan dunianya. Barangsiapa selalu menjadi penasihat yang baik bagi dirinya, niscaya Allah akan menjaganya dari segala bencana.”</p>
<p>Mengutip kata-kata di atas, kunci dari segala persoalan yang menimpa diri kita adalah rusaknya hubungan dengan Allah. Kita terputus dengan-Nya sehingga merasa apa yang kita hadapi tidak terhubung. Padahal segala sesuatu dalam pengetahuan-Nya dan Allah dengan mudah akan membalikkan segala urusan kita dalam sekejap mata.</p>
<p>Karenanya jika ditimpa persoalan yang membuat sulit seakan dunia mau runtuh, periksalah hubungan kita dengan Allah. Apakah ada hak-hak-Nya yang kita langgar? Perintahnya yang kita langgar? Atau larangan-Nya yang terus menerus kita lakukan? Perbaikilah persoalan kita dengan Allah dan niscaya Dia dengan mudah akan membereskan segala urusan dunia kita. Apa yang tidak mungkin dilakukan oleh Raja dari segala Raja?</p>
<p>Semoga kita senantiasa diberikan karunia untuk selalu memeriksa sejauh mana hubungan kita dengan Sang Maha Pengatur Segala Urusan.</p>
<p>Dan Allah Lebih Mengetahui.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/05/bereskan-hubunganmu-dengan-allah-dan-biarkan-dia-membereskan-urusan-duniamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>9 Alasan Saya Menulis dan Membuat Blog</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/03/9-alasan-saya-menulis-dan-membuat-blog/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/03/9-alasan-saya-menulis-dan-membuat-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2009 17:01:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=478</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang memiliki alasan ketika membuat blog, termasuk saya sendiri. Membuat blog sudah terpikir oleh saya sejak beberapa tahun yang lalu, namun baru benar-benar terwujud dan dijalankan secara teratur sejak awal tahun 2009 ini setelah saya resmi memindahkan seluruh account blog yang pernah saya buat ke www.muhammadnoer.com]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/03/muhammadnoerdotcomborobudur.jpg" target="_blank"><img style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" title="MuhammadNoer-dot-com-Borobudur" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/03/muhammadnoerdotcomborobudur-thumb.jpg" border="0" alt="MuhammadNoer-dot-com-Borobudur" width="240" height="240" align="left" /></a> Setiap orang memiliki alasan ketika membuat blog, termasuk saya sendiri. Membuat blog sudah terpikir oleh saya sejak beberapa tahun yang lalu, namun baru benar-benar terwujud dan dijalankan secara teratur sejak awal tahun 2009 ini setelah saya resmi memindahkan seluruh <em>account</em> blog yang pernah saya buat ke <a href="http://www.muhammadnoer.com/">www.muhammadnoer.com</a></p>
<p>Nah, inilah alasan mengapa saya membuat blog yang Anda baca sekarang.</p>
<h3><strong>1. Terinspirasi oleh blog istri</strong></h3>
<p>Ya, alasan pertama saya nge-blog karena ingin mengikuti jejak istri tercinta Nurul Halida atau dikenal dengan <a href="http://www.nurulnoer.com/">Nurul Noer</a>. Saya terinspirasi karena konsistensinya menulis sejak beberapa tahun terakhir dan menjadikan kegiatan menulis sebagai wadah berekspresi, melepaskan emosi dan berbagi kepada orang lain.</p>
<h3><strong>2. Saya suka memberikan <em>sharing</em></strong></h3>
<p>Adalah kecintaan saya untuk bisa berbagi kepada orang lain tentang segala sesuatu yang bisa memberikan manfaat. Jika Anda tanya apa kegiatan yang paling saya nikmati maka jawabannya adalah ketika saya memegang spidol dan mengajar di depan kelas atau suatu forum. Ada kenikmatan luar biasa yang tidak bisa diceritakan ketika proses tersebut berjalan. Dengan membuat blog, sharing yang saya lakukan menjadi lebih luas dan tidak hanya terjadi di ruang kelas ketika memberikan presentasi, training, atau penyampaian materi kuliah.</p>
<h3><strong></strong></h3>
<p><span id="more-478"></span></p>
<h3><strong>3. Saya mencintai kegiatan menulis</strong></h3>
<p>Sebenarnya saya sudah aktif dengan kegiatan tulis menulis sejak duduk di bangku SMU dengan membuat buletin <strong>Fikroh</strong> di SMU Negeri 1 Medan. Beberapa tulisan tersebut bahkan sempat dijadikan buku, tidak tanggung-tanggung 3 buah. Berlanjut di perkuliahan saya dan rekan-rekan menerbitkan buletin <strong>Filosofia</strong> di Universitas Indonesia dan sempat bertahan selama beberapa tahun. Berikutnya saya dan sahabat-sahabat tercinta di perkumpulan Paramartha juga membuat buletin internal <strong>Ihya Al-Qulub</strong>. Di buletin itu kami menulis tema-tema terkait <em>tazkiyatun nafs</em> – proses membersihkan jiwa untuk mendekatkan diri pada Ilahi.</p>
<p>Ketika mulai bekerja, kegiatan menulis relatif lebih sedikit meskipun saya masih membuat beberapa tulisan terkait keberhasilan maupun kegagalan suatu proyek di perusahaan tempat saya bekerja. Tulisan jenis tersebut diberi nama <strong>“Retrospect”</strong> yang secara sederhana berarti sebuah kilas untuk mengambil pelajaran dari suatu proses kerja atau proyek yang pernah dilakukan. Tulisan ini dibuat dalam bahasa Inggris serta dikirimkan copy-nya kepada petinggi perusahaan termasuk Chairman. Untuk menulis sebuah laporan lengkap Restrospect sekitar 10 halaman biasanya saya membutuhkan waktu tak kurang dari seminggu bahkan lebih mulai dari mendengarkan transkrip, melakukan wawancara dengan anggota tim dalam proyek tersebut, membuat draf tulisan dan memastikan isinya sesuai dengan kejadian termasuk istilah-istilah teknis yang dibahas. Restrospect termasuk salah satu program dalam Knowledge Management di PT. Unilever Indonesia, Tbk. Ada kebanggaan tersendiri ketika kita bisa menuliskan sesuatu yang akan menjadi warisan bagi penerus kita di masa mendatang.</p>
<p>Setelah saya menjadi praktisi HR di pabrik, praktis kegiatan menulis berhenti. Hanya sesekali saya menulis untuk jurnal pribadi dan beberapa diantaranya saya terbitkan di blog ini.</p>
<p>Nah, agar kegiatan tulis menulis yang positif ini tidak berhenti, saya membuat blog untuk memastikan saya akan menulis secara teratur.</p>
<h3><strong>4. Saya menemukan <em>engine </em>blog WordPress</strong></h3>
<p>Sebenarnya saya pernah membuat account blog di Blogger dan Blogsome sejak beberapa tahun yang lalu. Namun kedua account tersebut tidak berkembang dan tulisan saya juga mandek. Salah satu alasannya adalah tampilan yang menurut saya pribadi kurang menarik sehingga sedikit banyaknya membuat saya kurang aktif menulis.</p>
<p>Sampai akhirnya setelah melakukan <em>browsing</em> dan perbandingan sana-sini terhadap berbagai engine blog saya memutuskan untuk memilih WordPress. Ternyata pilihan tersebut tidak salah dan saya mendapatkan energi baru setelah membuat account gratis di <a href="http://www.wordpress.com/">exploreyourself.wordpress.com</a>. Untuk pengembangan lebih lanjut, saya mengalihkan <em>hosting</em> blog tersebut di <a href="http://www.MuhammadNoer.com">www.MuhammadNoer.com</a> seperti yang Anda kunjungi sekarang.</p>
<p>Terima kasih kepada <a href="http://ma.tt/">Matt Mullenweg</a> dan seluruh tim pengembang <a href="http://www.wordpress.org/">WordPress</a> yang telah membuat engine blog terbaik yang pernah ada.</p>
<h3><strong>5. Membuat Blog sebagai <em>Personal Branding</em></strong></h3>
<p>Membuat blog sekaligus sebagai ajang Personal Branding bagi saya. Tentunya dalam arti yang positif yakni menciptakan sebuah wadah tempat saya berkarya dan menciptakan sentuhan pribadi di dalamnya. Lewat blog tersebut sedikit banyaknya orang akan mengenal siapa saya, bagaimana jalan pikiran saya, apa saja yang menjadi perhatian saya, serta apa saja bidang yang saya minati dan kuasai.</p>
<p>Karenanya, saya pribadi menganjurkan bagi Anda yang belum membuat blog untuk memulainya. Apakah Anda seorang tokoh publik atau orang biasa setidaknya Anda bisa menjadikan blog tersebut sebagai diary pribadi tempat mencurahkan segala hal yang menjadi perhatian. Lewat blog tersebut orang akan lebih mengenal Anda dan berkesempatan berinteraksi lebih mendalam meskipun secara fisik tidak pernah bertemu. Ya inilah salah satu bentuk silaturahmi abad internet.</p>
<h3><strong>6. Menulis berarti “Mengikat Ilmu”</strong></h3>
<p>Saya teringat dengan perkataan dari <strong>Imam</strong> <strong>Ali bin Abi Thalib</strong> <em>karamallahu wajhah </em>yang mengatakan, “<strong><em>Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.”</em></strong></p>
<p>Tentunya ucapan tokoh besar ini tidak bisa dipahami secara lahiriah saja. Sejauh yang saya pahami, kegiatan menulis mampu mengikat ilmu yang kita miliki sebelumnya yang tadinya hanya ada di kepala atau dada kita ke dalam sebuah bentuk tertulis yang permanen dan dapat disebarkan kepada orang lain.</p>
<p>Saya pribadi meyakini proses mengikat ilmu ini tidak hanya sekadar menjadi sebuah tulisan tapi lebih jauh sesuatu yang ada di pikiran akan turun ke perasaan dan hati. Pada akhirnya menjadi sebuah ilmu yang tertulis tidak hanya di atas kertas atau layar komputer tetapi terpatri di dalam diri dan menjadi inheren dalam pribadi kita.</p>
<h3><strong>7. Menulis sama dengan belajar lebih mendalam</strong></h3>
<p>Ketika kita menulis, maka sebenarnya kita juga sedang belajar tentang apa yang dituliskan secara lebih mendalam. Hal yang sama berlaku ketika Anda mengajarkan suatu ilmu kepada orang lain, maka sebenarnya Anda pun sedang belajar hal tersebut dengan lebih mendalam lagi.</p>
<p>Ketika saya menulis untuk blog ini, tidak jarang saya juga harus membuka ulang berbagai buku yang pernah saya baca dan pelajari. Dan proses belajar ulang ini sungguh sesuatu yang saya syukuri karena membantu memperkuat serta memperkokoh apa-apa yang pernah dipelajari dan dikuasai sebelumnya.</p>
<h3><strong>8. Menulis merupakan makanan jiwa</strong></h3>
<p>Secara pribadi, saya merasakan menulis sebagai makanan bagi jiwa saya. Hanya Allah yang Maha Mengetahui apakah ini makanan yang tepat atau tidak. Saya merasakan ada energi yang menjalar dan kehangatan yang datang di dalam diri setiap kali menulis. Saya pribadi juga merasakan ketika diri jauh dari Allah, proses menulis menjadi sangat sulit. Dan sebaliknya ketika hati condong kepada Allah Ta’ala proses menulis menjadi mudah dan bahkan sangat lancar. Semoga kegiatan ini dekat dengan ridho-Nya.</p>
<h3><strong>9. Saya sedang mencari amal sholeh</strong></h3>
<p>Sebagai pribadi, saya sedang tertatih-tatih untuk menemukan amal sholeh yang akan membantu saya di akhirat kelak. Saat ini, Allah telah memberikan setitik ilmu yang ingin saya bagi kepada Anda semua lewat tulisan. Semoga kegiatan ini dapat menjadi sebuah jalan bagi saya pribadi untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan menemukan amal sejati saya.</p>
<p>Itulah 9 alasan mengapa saya menulis dan membuat blog. Semoga bisa menjadi inspirasi buat Anda yang ingin nge-<strong><em>blog</em></strong> tapi masih menghadapi <strong><em>block</em></strong>. Selamat berkarya dan berbagi dengan orang lain.</p>
<p>Mungkin Anda punya alasan lainnya dalam menulis blog? Silakan bagi pengalaman Anda sebagai pembelajaran bagi pembaca yang lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/03/9-alasan-saya-menulis-dan-membuat-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenang Akhlak Sang Nabi</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/03/mengenang-akhlak-sang-nabi-muhammad/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/03/mengenang-akhlak-sang-nabi-muhammad/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 04:30:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Muhammad SAW]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kali membaca kisah Nabi Muhammad SAW, ada kerinduan yang memuncak akan sosok pribadi yang luar biasa. Beliau yang dikenal sebagai Al-Amin – orang yang sangat dipercaya – bahkan oleh musuh-musuhnya sekalipun. Tak pernah sedikitpun berlaku tidak adil atau berkhianat, senantiasa mengedepankan tindakan mulia kepada kawan maupun lawan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/03/muhammadsaw.jpg" target="_blank"><img style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" title="muhammad-saw" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/03/muhammadsaw-thumb.jpg" border="0" alt="muhammad-saw" width="260" height="253" align="left" /></a> Bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, saya ingin mengenang akhlak Sang Nabi semoga menjadi teladan dan panduan bagi kita semua.</p>
<p><strong></strong></p>
<p>Setiap kali membaca kisah Nabi Muhammad SAW, ada kerinduan yang memuncak akan sosok pribadi yang luar biasa. Beliau yang dikenal sebagai Al-Amin – orang yang sangat dipercaya – bahkan oleh musuh-musuhnya sekalipun. Tak pernah sedikitpun berlaku tidak adil atau berkhianat, senantiasa mengedepankan tindakan mulia kepada kawan maupun lawan.</p>
<p>Beliau adalah Al-Qur’an yang berjalan. Setiap tindak tanduknya adalah sebuah akhlak perwujudan dari kalam Ilahi. Sebuah contoh hidup bagaimana kitab Allah dijelaskan dalam sebuah perilaku.</p>
<p>Beliau yang memperlakukan semua orang, tua muda, miskin kaya, sahabat dan musuh dengan sebaik-baik perlakuan dan akhlak. Salah satu akhlak beliau adalah senantiasa menghadapkan seluruh wajahnya kepada orang yang diajak bicara, sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada setiap orang, tanpa memperhatikan latar belakang orang tersebut.</p>
<p>Berikut salah satu fragmen kisah akhlak beliau terhadap seorang pengemis buta yang selalu menghina dan menjelekkannya kiriman salah seorang sahabat saya. Semoga menjadi pengingat untuk senantiasa berusaha mencontoh akhlak beliau sesuai kadar kemampuan kita masing-masing.</p>
<p><span id="more-419"></span></p>
<p>***</p>
<p>Di sudut pasar Madinah Al-Munawwarah pernah ada seorang pengemis Yahudi buta yang hari demi harinya apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata, &#8220;Wahai saudaraku janganlah engkau dekati Muhammad ! Dia itu seorang yang gila, dia itu seorang pembohong, dia tukang sihir ! Apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya !&#8221;.</p>
<p>Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi pengemis buta itu dengan makanan yang dibawanya, walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW tetap melakukan hal ini hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah Rasulullah SAW wafat, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan kepada pengemis Yahudi buta itu setiap paginya.</p>
<p>Pada suatu hari Abu Bakar ra. berkunjung ke rumah putrinya, Aisyah ra., yang kemudian bertanyalah ia kepada anaknya, &#8220;Anakku, adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan ?&#8221;. Aisyah ra. menjawab pertanyaan ayahnya, &#8220;Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah, hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu hal saja&#8221;. &#8220;Apakah itu ?&#8221;, tanya Abu Bakar ra. &#8220;Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana&#8221;, kata Aisyah ra.</p>
<p>Maka keesokan harinya Abu Bakar ra. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar ra. pun mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu dengan cara menyuapinya. Ketika Abubakar ra. mulai menyuapi, tiba-tiba si pengemis itu marah sambil berteriak, &#8220;Siapakah engkau ?&#8221;. Abubakar ra. menjawab, &#8220;Aku orang yang biasa&#8221;. &#8220;Bukan ! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku !&#8221;, jawab si pengemis buta itu. &#8220;Apabila ia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya, setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri&#8221;, pengemis itu melanjutkan perkataannya.</p>
<p>Abu Bakar ra. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, &#8220;Aku memang bukan orang yang biasa mendatangimu, aku hanyalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Yang biasa menyuapimu adalah Muhammad Rasulullah SAW&#8221;. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar ra. ia pun menangis dan kemudian berkata, &#8220;Benarkah demikian ? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, dan ia tidak pernah memarahiku sedikitpun. Ia selalu mendatangiku dengan membawa makanan pada setiap pagi, ia begitu mulia&#8221;. Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abu Bakar Ash-Shiddiiq ra.</p>
<p>***</p>
<p>Membaca kisah di atas mengajak kita untuk merenungi akhlak Sang Nabi. Beliau adalah seorang yang diutus untuk menyempurnakan akhlak. Sebagai contoh teladan dalam setiap perilaku dan perkataan.</p>
<blockquote><p>Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik (uswatun hasanah) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak berzikir kepada Allah.</p></blockquote>
<p><strong>Al-Qur’an Surah Al-Ahzab [33]:21</strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p>Hadits dari Abu Dzar, ia berkata bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:</p>
<blockquote><p>“Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada dan balaslah perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya kebaikan itu akan menutupi kejelekan dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.”</p></blockquote>
<p><strong>(Hadist Riwayat Tirmidzi)</strong></p>
<p>Ketika kerinduan itu semakin dalam, lagu berikut mungkin bisa menjadi penghibur. Semoga kecintaan kita kepada beliau akan dibalas Allah dengan menanamkan sifat-sifat yang baik ke dalam diri kita. Semoga kelak kita akan dibangkitkan sebagai bagian dari umat-nya yang setia, yang selalu beliau perhatikan dan ingat sampai menjelang akhir hayatnya.</p>
<div id="scid:5737277B-5D6D-4f48-ABFC-DD9C333F4C5D:a2368406-b1f3-463f-b012-6115f6c5486c" class="wlWriterEditableSmartContent" style="display: block; float: none; margin-left: auto; width: 445px; margin-right: auto; padding: 0px;">
<div><object width="445" height="364" data="http://www.youtube-nocookie.com/v/H8hk2t5fsY0&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;color1=0x3a3a3a&amp;color2=0x999999&amp;border=1" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube-nocookie.com/v/H8hk2t5fsY0&amp;hl=en&amp;fs=1&amp;color1=0x3a3a3a&amp;color2=0x999999&amp;border=1" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></div>
</div>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="2" width="478">
<tbody>
<tr>
<td width="199" valign="top"><strong>Lirik Arab</strong></td>
<td width="277" valign="top"><strong>Terjemahan bebas Indonesia</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="199" valign="top">Yaa Nabi salaam &#8216;alaika<br />
yaa Rasul salaam &#8216;alaika<br />
yaa Habiib salam &#8216;alaika<br />
sholawattullah &#8216;alaikaAnta syamsun anta badrun<br />
Anta nuurun fauqo nuuri<br />
Anta iksiiru wa ghooli<br />
Anta misbaahus-shuduuriyaa Habiib salam &#8216;alaika<br />
sholawattullah &#8216;alaikaYaa habiibi yaa Muhammad<br />
yaa &#8216;aruusal khoofiqoini<br />
yaa muayyad yaa mumajjad<br />
yaa imaamal qiblataini</p>
<p>yaa Habiib salam &#8216;alaika<br />
sholawattullah &#8216;alaika</p>
<p>yaa Habiibi yaa Muhammad</td>
<td width="277" valign="top">Wahai Nabi salam atasmu<br />
Wahai Rasul salam atasmu<br />
Wahai sang kekasih salam atasmu<br />
Sholawat dari Allah untukmuEngkaulah matahari, engkau pula rembulan<br />
Engkau adalah cahaya di atas cahayaEngkau adalah pelita di dalam dadaWahai sang kekasih salam atasmu<br />
Sholawat dari Allah untukmu</p>
<p>Wahai kekasihku, wahai Muhammad</p>
<p>Wahai pemimpin dari dua kiblat</p>
<p>Wahai sang kekasih salam atasmu<br />
Sholawat dari Allah untukmu</p>
<p>Wahai kekasihku, Wahai Muhammad</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Kaligrafi Nabi Muhammad SAW diambil dari internet.</p>
<p>Video “Ya Nabi Salam ‘Alaika” diambil dari:<br />
<a href="http://www.youtube.com/watch?v=H8hk2t5fsY0">http://www.youtube.com/watch?v=H8hk2t5fsY0</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/03/mengenang-akhlak-sang-nabi-muhammad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kado Ulang Tahun Buat Istriku</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/03/kado-ulang-tahun-buat-istriku/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/03/kado-ulang-tahun-buat-istriku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 02:46:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pernikahan dan Pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Istri]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Ulang Tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=410</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, 9 Maret 2009 tepat hari ulang tahun istriku tercinta, Nurul Halida. Pada usianya yang ke-28, ibu dari tiga orang anak lulusan pesantren Darunnajah – yang dikenal dengan profile NurulNoer di berbagai situs internet – tetap energik dengan segala aktivitasnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.nurulnoer.com" target="_blank"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-left: 0px; margin-right: 0px; border-bottom: 0px" title="nurul-noer" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/03/nurulnoer.jpg" border="0" alt="nurul-noer" width="277" height="331" align="left" /></a> Hari ini, 9 Maret 2009 tepat hari ulang tahun istriku tercinta, Nurul Halida. Pada usianya yang ke-28, ibu dari tiga orang anak lulusan pesantren <a href="http://www.darunnajah.com/" target="_blank">Darunnajah</a> – yang dikenal dengan profile NurulNoer di berbagai situs internet – tetap energik dengan segala aktivitasnya.</p>
<p>Sedikit tentang istriku ini, dia adalah seorang penulis handal. Pertama kali kami berkenalan di kampus ketika sama-sama mengelola buletin mahasiswa Universitas Indonesia, Filosofia. Pada saat itu, Nurul salah satu andalan kalau harus menulis cerpen. Gaya bertuturnya yang khas dan renyah menjadi kekuatan tersendiri. Sedangkan aku cenderung menulis dengan gaya formal, terstruktur dan tutorial, mungkin karena pengaruh kuat dari kebiasaan mengajar di kelas maupun training.</p>
<p>Lewat interaksi tersebut akhirnya kami saling mengenal dan memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. Saat itu istriku baru saja ulang tahun yang ke-20 dan aku sendiri baru berusia 21 tahun. Sekelumit tentang kisah perjalanan pernikahan kami dapat dibaca pada posting berikut atau di <strong><a href="http://www.nurulnoer.com/" target="_blank">NurulNoer.com</a></strong></p>
<p><span id="more-410"></span></p>
<p><strong></strong></p>
<p>Setelah menikah, kebiasaan menulisnya terus diasah dengan rajin menulis diary di komputer. Ternyata, dia telah menulis diary jauh ketika masa kecil dulu dalam berbagai buku pribadi. Aku bisa memakluminya karena seorang seperti istriku sangat senang mengulas dan merenungkan ulang peristiwa yang telah dialaminya. Baik sebagai catatan pribadi maupun sebagai bahan renungan.</p>
<p>Karena dulu kami berbagi komputer, maka tulisannya sengaja atau tidak sengaja ikut terbaca. Dan ternyata diriku termasuk tokoh yang banyak muncul dalam tulisan-tulisan tersebut. Ketika dia jatuh cinta, bahagia, sedih atau marah semuanya akan terangkum dalam fragmen-fragmen tulisan tersebut. Terus terang aku belajar banyak dari tulisannya terutama mengenali apa-apa yang membuatnya senang atau sedih, apa yang dia sukai dan benci serta apa yang akan membuatnya bahagia maupun marah. Informasi tersebut secara informal juga menjadi penghubung dalam interaksi dan komunikasi kami sebagai pasangan suami istri. Ibarat sebuah portal berita yang menampilkan <em>What’s hot today.</em></p>
<p>Pada saat internet sudah sedemikian luas di Indonesia, maka sebagian diary tersebut pun ikut dipublish di <a href="http://catatansinurul.blog.friendster.com/" target="_blank"><strong>blog Friendster.</strong></a> Apakah dia tahu atau tidak, setiap kali muncul notifikasi posting terbaru pasti akan segera kulihat dan menikmati tulisan istriku tercinta dan apa yang menjadi perhatiannya saat itu. Tulisannya bisa memberi kesegaran di kala jenuh, dan menjadi inspirasi di kala mandeg.</p>
<p>Nah asal Anda tahu, blog ini juga aku buat karena terinspirasi oleh istriku. Terus terang meskipun dulu pernah menjabat pemimpin redaksi buletin di SMU dan Kampus, aku sebenarnya kurang pede untuk menerbitkan tulisan di internet. Salah satunya adalah karena dapat dibaca oleh siapa saja dan aku merasa tulisan-tulisanku kurang memiliki sentuhan personal. Namun terinspirasi oleh banyaknya tulisan istriku, akhirnya blog ini pun resmi diterbitkan untuk menyalurkan kembali potensi diri untuk berbagi ilmu dan pengalaman yang bermanfaat.</p>
<p>Sebagai hadiah dan apresiasi buat istriku tercinta, maka domain khusus juga sengaja kubuat di <a href="http://www.nurulnoer.com/" target="_blank"><strong>NurulNoer.com</strong></a> untuk menampung segala tulisannya. Namun sayangnya setelah domain ini muncul, belum banyak tulisan baru yang beredar dan masih mengandalkan hasil import dari tulisan lama. Kenapa ya? Mungkin karena terlalu sering <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1061245464" target="_blank">facebook-an dan komentar sana-sini</a> jadi kurang punya waktu untuk menulis <img src='http://www.muhammadnoer.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-412" title="nurul-and-noer" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/03/nurul-and-noer.jpg" alt="nurul-and-noer" width="277" height="331" /></p>
<p>Hal lain yang paling kusukai dari istriku selain tulisannya adalah kesederhanaan sebagai seorang istri dan wanita. Ya, istriku tidak pernah memakai <em>make-up</em> dan aku pun tak pernah membelikannya. Walaupun demikian, dia terlihat jauh lebih cantik dan alami dibandingkan banyak wanita dengan make-up profesional sekalipun. Kesederhanaan lain juga terlihat dari barang-barang yang dibeli tidak lebih dari yang sekedar dibutuhkan. Tas seadanya, sepatu seadanya, pakaian juga seadanya. Bahkan kacamata yang menjadi kebutuhan pentingnya juga baru diganti kalau sudah rusak karena dimainkan oleh anak-anak. Kesederhanaan inilah yang membuatku terkesan meskipun dia sebenarnya bisa saja menuntut haknya sebagai seorang istri untuk dibelikan ini dan itu. Seorang istri yang bisa diajak hidup susah tapi juga tidak menolak diajak hidup enak <img src='http://www.muhammadnoer.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Atas kecintaan tersebut aku membuat tulisan ini. Semoga menjadi kado yang istimewa dibandingkan kado-kado lainnya. Teriring doaku buat istriku Nurul: Semoga Allah memberikan keberkahan pada usia yang telah diberikan kepadanya, maupun sisa usia yang masih akan dijalaninya. Semoga Allah memudahkannya untuk belajar sabar dan mengambil pelajaran yang banyak dalam mendidik ketiga putra kami, melayani suami yang suka minta dipijit dan dibuatkan teh, serta menjalani suka duka kehidupan. Semoga istriku dapat mengatur waktu lebih baik untuk berbagai aktivitasnya. Selamat Ulang Tahun istriku, semoga Allah menguatkan cinta diantara kita untuk meraih cinta-Nya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/03/kado-ulang-tahun-buat-istriku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lukisan Pensil Alfath Sang Seniman</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/01/lukisan-pensil-alfath-sang-seniman/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/01/lukisan-pensil-alfath-sang-seniman/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 17:01:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Alfath]]></category>
		<category><![CDATA[Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Berikut kumpulan lukisan pensil yang dibuat Alfath, anak saya yang pertama dengan judul: Pesawat Mau Mendarat, Kisah Pilot Tempur, Laut Yang Indah, Pabrik Coklat, dan Komik Naruto.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #0000ff;">Oleh: Muhammad Noer</span></strong></p>
<p><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/alfath-dan-mainan.jpg"><img class="size-medium wp-image-147 alignleft" style="border: 2px solid black;" title="alfath-dan-mainan" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/alfath-dan-mainan-234x300.jpg" alt="alfath-dan-mainan" width="234" height="300" /></a> Hari ini, 25 Januari 2009, anak pertama saya <strong><span style="color: #0000ff;">Muhammad Fajar Alfath</span></strong> genap berusia 7 tahun. Sekarang dia telah duduk di kelas 1 SD dan sedang menikmati masa-masa sekolahnya. Tulisan ini saya buat untuk mengingat ultah Mas Alfath dan karya-karya yang telah dihasilkannya.</p>
<p>Sedikit cerita mengenai anak pertama saya ini, Alfath adalah seorang anak yang aktif, energik dan suka bercerita. Dia lahir ketika saya dan istri masih kuliah semester 7 di FEUI. Sebagai informasi, saya telah menikah ketika masih semester 5 di perkuliahan. Jika Anda ingin mengetahui mengapa saya memilih menikah muda, <em><span style="color: #0000ff;">silakan baca di sini. </span></em></p>
<p>Alfath dibesarkan ketika kami masih dalam kondisi terbatas dalam membina rumah tangga. Maklum, saya belum memiliki pekerjaan tetap dan hanya mengandalkan penghasilan dari mengajar. Sebagai penggemar IT, sesekali saya juga menjual komputer untuk keperluan teman-teman di kampus dan bisa menghasilkan pendapatan untuk kebutuhan rumah tangga kami.</p>
<p>Alfath sering ikut ke kampus dan mengikuti perkuliahan di dalam kelas oleh ayah dan bundanya. Bayangkan anak ini sejak masih dalam kandungan saja sudah ikut berbagai matakuliah: Manajemen, Akuntansi Keuangan, dan Makroekonomi. Di masa kecilnya dia kerap duduk di ruang kelas perkuliahan menunggu ayah dan bundanya selesai belajar.<span id="more-146"></span></p>
<p>Seiring dengan perkembangan sensorik dan motoriknya, Alfath sejak awal menyukai aktivitas menata sesuatu. Ada saja yang dia susun dan kadang-kadang menghasilkan bentuk yang unik dan cukup <em>nyeni </em>untuk anak seusia itu. Dia suka main sambil berkhayal membayangkan dua pasukan yang sedang bertempur, penyelam yang mencari harta karun di tengah laut, atau kesibukan lalu lintas di tengah kota. Apa-apa yang dia khayalkan biasanya diwujudkan dalam susunan benda. Kebiasaan dan bakat ini terus berkembang sampai dia bisa memegang pensil dan mulai corat coret di atas kertas.</p>
<p>Nah inilah beberapa karya-nya yang unik dan menarik. Berikut saya sertakan juga latar belakang pembuatan masing-masing lukisan. Silakan diklik jika ingin melihat gambar yang lebih besar.</p>
<div id="attachment_148" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/pesawat-mau-mendarat.jpg"><img class="size-large wp-image-148" title="pesawat-mau-mendarat" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/pesawat-mau-mendarat-1024x771.jpg" alt="Pesawat Mau Mendarat" width="500" height="376" /></a><p class="wp-caption-text">Pesawat Mau Mendarat</p></div>
<p>Lukisan ini mengisahkan sebuah pesawat yang hendak mendarat. Sepertinya di awal melukis Alfath ingin menggambar juga landasan pacu pendaratan. Namun entah mengapa idenya berubah dengan adanya tambahan kereta api yang juga kebetulan sedang melintas. Jika dilihat lebih detail lagi, di bawah sana banyak kegiatan yang sedang dilakukan oleh orang-orang: ada yang lagi makan dan paling banyak sedang main <em>skateboard.</em></p>
<div id="attachment_150" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/kisah-pilot-penerbang.jpg"><img class="size-large wp-image-150" title="kisah-pilot-penerbang" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/kisah-pilot-penerbang-600x451.jpg" alt="Kisah Pilot Penerbang" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Kisah Pilot Tempur</p></div>
<p><em><span style="font-style: normal;">Lukisan berikut terinspirasi dari kisah di Metro TV tentang pilot tempur TNI-AU. Dalam tayangan tersebut dikisahkan bagaimana kehidupan sehari-hari sang pilot, tanggung jawab sebagai penerbang pesawat tempur dan suka duka yang dihadapi. Alfath kemudian melukis pesawat tempur Indonesia, saya tidak tahu ini pesawat F-berapa tapi yang pasti dengan teknik arsiran cukup terlihat seperti peswat tempur sungguhan. Dan seperti biasa jika ada space kosong dia akan menambahkan aksesoris seperti adanya roket yang ditembakkan dari peluncur roket di bawahnya.</span></em></p>
<div id="attachment_151" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/laut-yang-indah-crop.jpg"><img class="size-large wp-image-151" title="laut-yang-indah" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/laut-yang-indah-crop-600x451.jpg" alt="Laut Yang Indah" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Laut Yang Indah</p></div>
<p>Lukisan berikut terinspirasi dari <em>Sponge Bob</em> yang mengisahkan dunia bawah laut. Oleh pemiliknya diberi judul <strong><em>Laut Yang Indah</em></strong>. Di sana ada berbagai jenis ikan yang diberi nama mulai dari ikan paus, ikan hiu macan, ikan belang-belang, cumi-cumi, kepiting, ubur-ubur juga ikan Nemo yang ada di film <em>Finding Nemo. </em>Tidak lupa lukisan ini ditambahkan dengan penyelam lengkap dengan tabung oksigen dan tongkat pemburunya.</p>
<div id="attachment_152" class="wp-caption aligncenter" style="width: 385px"><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/pabrik-coklat.jpg"><img class="size-large wp-image-152" title="pabrik-coklat" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/pabrik-coklat-451x600.jpg" alt="Pabrik Coklat" width="375" height="500" /></a><p class="wp-caption-text">Pabrik Coklat</p></div>
<p>Berikutnya adalah lukisan yang menggambarkan pabrik coklat. Lukisan ini diilhami dari film <em>Charlie and The Chocolate Factory</em>. Jika Anda perhatikan, maka dalam lukisan ini Alfath menggambarkan suasana pabrik lengkap dengan konveyor, tempat display produk, tempat penitipan tas maupun ruang bermain untuk anak-anak.</p>
<div id="attachment_153" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/komik-naruto-crop.jpg"><img class="size-large wp-image-153" title="komik-naruto" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/komik-naruto-crop-600x451.jpg" alt="Komik Naruto" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Komik Naruto</p></div>
<p>Gambar terakhir ini kali pertama Alfat membuat komik <em>Naruto. </em>Jadi ada teks berbicaranya satu sama lain dengan dialog sebagai berikut:</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">A         :           <em>“Kau tidak bisa melawanku!”</em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">B         :           <em>“Aku pasti bisa, huh!”</em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">A         :           <em>“Ha ha ha, cemburu nih yee…”</em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">B         :           <em>“Dasar bodoh.”</em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">A         :           <em>“Ha ha ha, kasian de lo?”</em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">B         :           <em>“Huh semaunya saja. Dasar cemen, jelek lagi”</em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">A         :           <em>“Ya sudah, kita bermaafan saja. Mau tidak?”</em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">B         :           <em>“Gitu dong, jangan saling mengejek. Ya kan?”</em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">A         :           <em>“Oh iya ya.”</em></span></p>
<p class="MsoNormal">
<div id="attachment_154" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/alfath-dan-ayah.jpg"><img class="size-medium wp-image-154" title="alfath-dan-ayah" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/01/alfath-dan-ayah-300x264.jpg" alt="Alfath dan Ayah" width="300" height="264" /></a><p class="wp-caption-text">Alfath dan Ayah</p></div>
<p>Demikian Om dan Tante beberapa lukisan yang yang dibuat Alfath. Oh ya, Alfath paling suka melukis di atas kertas HVS lepas menggunakan pensil. Dulu ayahnya pernah membelikan buku sketsa tapi sepertinya Alfath kurang suka dan lebih senang dengan kertas HVS yang bisa diambil lembar per lembar sesuai kebutuhan.</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Jika dulu ditanya apa cita-citanya, Alfath akan menjawab ingin jadi insinyur atau ingin jadi arsitek. Sejak dia hobi melukis dan menghabiskan beberapa jam untuk menyelesaikan lukisan, maka Alfath sering menjawab, <em><span style="color: #0000ff;"><strong>“Ingin jadi seniman.”</strong></span></em> Apapun nantinya, asal bisa memberi manfaat bagi diri dan masyarakat tentu itulah yang terbaik.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Mohon doa dari Om dan Tante sekalian untuk Ulang Tahun Alfath yang ke-7. Semoga Alfath menjadi anak yang soleh, sayang pada adik-adik, berbakti pada nusa dan bangsa. Serta bisa membantu kedua orang tuanya lewat amal soleh yang bermanfaat.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/01/lukisan-pensil-alfath-sang-seniman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ExploreYourSelf pindah ke www.muhammadnoer.com</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/01/exploreyourself-pindah-ke-wwwmuhammadnoercom/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/01/exploreyourself-pindah-ke-wwwmuhammadnoercom/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2009 00:10:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[pindah]]></category>
		<category><![CDATA[Pindah Hosting]]></category>
		<category><![CDATA[Self Hosted]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://exploreyourself.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Untuk pengembangan blog ini lebih lanjut, saya telah memindahkannya ke www.muhammadnoer.com setelah sebelumnya berada di exploreyourself.wordpress.com.
Posting-posting terbaru tidak akan Anda temukan di sini dan update rutin hanya saya lakukan di www.muhammadnoer.com.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pembaca yang budiman, terima kasih atas kunjungan Anda.</p>
<p>Untuk pengembangan blog ini lebih lanjut, saya telah memindahkannya ke <span style="color: #000000;"><a href="http://www.muhammadnoer.com" target="_self"><span style="color: #000000; text-decoration: none;"><strong><span style="color: #0000ff;">www.muhammadnoer.com</span></strong></span></a></span> setelah sebelumnya berada di <span style="color: #0000ff;">exploreyourself.wordpress.com</span>.</p>
<p>Posting-posting terbaru tidak akan Anda temukan di sini dan update rutin hanya saya lakukan <span style="color: #0000ff;"><strong>di </strong></span><a href="http://www.muhammadnoer.com" target="_self"><span style="text-decoration: none;"><span style="color: #0000ff;"><strong>www.muhammadnoer.com</strong></span></span></a>.</p>
<p>Selamat membaca dan menikmati.</p>
<p>Salam,</p>
<p>Muhammad Noer</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/01/exploreyourself-pindah-ke-wwwmuhammadnoercom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Saya Memilih Human Resources</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/01/mengapa-saya-memilih-human-resources/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/01/mengapa-saya-memilih-human-resources/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 00:05:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Human Resources]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[HR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://exploreyourself.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Kisah pribadi mengapa saya memutuskan berkarir di bidang Human Resources dan bukan bidang Marketing yang saya pelajari dan kuasai selama ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa teman yang menanyakan latar belakang pendidikan saya cukup kaget setelah tahu bahwa saya lulusan fakultas Ekonomi dengan konsentrasi Marketing, bukan Psikologi seperti dugaan mereka. Bagi sebagian orang, profesi saya sebagai praktisi di bidang HR tentunya lebih tepat bagi kalangan yang mendalami psikologi atau hukum secara lebih mendalam. Mengapa saya memutuskan untuk berkarir di HR dan bukan Marketing sesuai bidang yang ditekuni? Ikuti ceritanya.</p>
<p><span id="more-15"></span>Saya sendiri memilih kuliah di Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi UI. Bidang ini saya pilih karena setelah lulus SMU, saya sering membaca berbagai buku dan tertarik di bidang manajemen dan bisnis terutama terkait dunia Marketing. Buku-buku yang cukup saya senangi waktu itu adalah beberapa seri <em>Marketing Plus </em>karya <em>Hermawan Kertajaya </em>dan juga karya <em>Rhenald Khasali </em>mengenai membidik pasar Indonesia. Btw, sebelum bekerja di tempat sekarang saya pernah jadi asisten mengajar Pak Rhenald beberapa bulan lamanya. Salut buat Pak Rhenald yang cara mengajarnya luar biasa menarik dan interaktif.</p>
<p>Selain Manajemen dan Marketing, secara pribadi saya juga menyenangi bidang Psikologi, Ilmu Komunikasi dan juga Komputer. Menarik mengapa saya pada akhirnya menyukai ilmu-ilmu sosial karena sejak dari kecil sampai SMA saya suka dengan pelajaran IPA, termasuk di dalamnya Fisika dan Matematika. Ada sebuah kisah ketika di tahun 1997 saya tidak lulus UMPTN yang pertama. Selama setahun penuh saya habiskan secara rutin ke Perpustakaan Daerah di Medan dan membaca berbagai buku. Masa-masa tersebut adalah masa paling produktif dalam membaca di mana saya bisa menyelesaikan 2 buku dalam tiap minggu. Di sanalah saya membaca banyak buku bidang sosial dan mulai tertarik dengan bidang ilmu yang sebelumnya saya anggap sebelah mata. Kisah ini mungkin akan saya ceritakan di kesempatan berikutnya.</p>
<p>Setelah menjalani perkuliahan di Fakultas Ekonomi, saya menyadari minat saya berkembang dan cenderung melebar. Saya tertarik dengan ekonomi makro dan hampir memutuskan untuk memilih fokus ke bidang Ilmu Studi Pembangunan. Materi Akuntansi yang di SMU terasa sangat menjemukan menjadi sangat menarik di perkuliahan karena dibawakan dengan cara yang berbeda. Pada saat itu FEUI membolehkan mahasiswa menentukan jurusan yang diminati pada akhir tahun pertama. Dan akhirnya setelah mempertimbangkan sana sini, pilihan jatuh ke Marketing karena saya tidak ingin membohongi diri sebenarnya ketertarikan sangat kuat ada di sana. Marketing juga alasan mengapa saya memilih Fakulatas Ekonomi.</p>
<p>Beberapa tahun belajar Marketing membuat saya semakin merasa pas dengan bidang yang dipilih. Mata kuliah tentang Strategi Penetapan Harga, Komunikasi Pemasaran, Manajemen Operasional terasa sangat menarik. Cita-cita sebagai seorang marketer handal pun mulai dicanangkan. Saya ingin menjadi salah seorang Indonesia yang ahli di bidang tersebut.</p>
<p>Sampai suatu ketika di semester 4 saya mengikuti mata kuliah Human Resource Management. Entah mengapa mata kuliah tersebut terasa sangat nikmat dan saya menjalaninya dengan sepenuh hati. Kebetulan dosen yang mengajar punya background dari psikologi sehingga banyak hal tentang HR dibahas dari sudut pandang keahliannya. HR dalam pandangan saya saat itu mampu mengimbangi Marketing yang sangat dinamis dan kompetitif. Saya jatuh cinta pada HR karena penekanan pada manusia dan bagaimana mendidik, melatih, dan memberdayakan manusia, dalam konteks ini di bidang pekerjaannya.</p>
<p>Sejak saat itu saya mulai mempertimbangkan jangan-jangan bidang HR adalah tempat yang sesuai buat saya. Sebelumnya di Jurusan Marketing masih terdapat konsentrasi Human Resources. Sayangnya karena tidak banyak peminat maka konsentrasi tersebut dihapus. Pilihan yang tersisa tinggal Marketing dan Keuangan. Akhirnya saya memutuskan untuk konsentrasi ke bidang Marketing dan mengambil seluruh mata kuliah pilihan yang terkait dengan Human Resources dan menjadikannya sub konsentrasi.</p>
<p>Pasca kelulusan saya sempat mengajar selama setahun sebagai asisten dosen disamping menjalani bisnis pribadi di bidang jual beli hardware komputer. Ketika ada kesempatan untuk melamar di salah satu perusahaan consumer goods, akhirnya saya kebingungan menentukan pilihan sebab dalam formulir pendaftaran harus menentukan prioritas. Akhirnya setelah tenggat waktu telah tiba dan saya belum bisa menentukan, akhirnya saya memilih Marketing dan Human Resources keduanya sebagai pilihan pertama. Dalam benak saya saat itu biar nanti perusahaan yang memutuskan saya lebih tepat di mana. Selain itu saya juga mengetahui calon perusahaan tempat saya bekerja memungkinkan seseorang untuk berpindah ke bidang karir yang lebih sesuai.</p>
<p>Ternyata setelah jadi profesional HR saya merasa di sini tempat yang baik bagi saya untuk berkembang. Ada potensi diri yang terus digali di bidang ini mulai dari interaksi dengan karyawan, diskusi dengan serikat pekerja sampai potensi penyelesaian masalah. Memanage orang ternyata sangat menarik dan punya daya tarik seni tersendiri. Saya merasa di sinilah potensi harus dikembangkan. Apa-apa yang telah saya pelajari di masa lalu muncul kembali dan terasa saling berkaitan satu sama lain.</p>
<p>Di HR ini pula saya menyalurkan minat mengajar dengan menjadi fasilitator beberapa training. Saya juga dapat kesempatan berinteraksi dengan karyawan dengan temperamen dan permasalahan yang beragam. Pada posisi ini saya harus bisa berada di posisi tengah, di satu sisi sebagai orang yang melayani dan membantu karyawan tersebut, di sisi lain juga menjadi wakil dari perusahaan. Banyak keputusan yang harus diambil mulai dari yang ringan sampai harus menentukan apakah seseorang harus dipertahankan atau tidak. Saya merasa ada amanah tertentu yang harus dijalani di sini sebelum saya berpindah ke urusan berikutnya.</p>
<p>Ke depannya, terus terang saya masih terus belajar dan terus mencari ke mana sebenarnya arah hidup ini akan dibawa. Yang pasti setiap kejadian, tahapan-tahapan dalam perkembangan, hal-hal yang menyenangkan dan tidak menyenangkan tentunya bagian dari rencana besar Allah yang Maha Kuasa untuk diri kita. Tugas saya dan Anda adalah terus bersyukur atas apa-apa yang telah dihadirkan hari ini dan terus berjuang untuk mengenal diri dalam rangka mengenal tugas yang diberikan-Nya.</p>
<p>Semoga saya dan saudara-saudara semuanya dimudahkan untuk menemukan potensi diri sehingga dapat berkarya yang terbaik sesuai kodrat diri masing-masing.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/01/mengapa-saya-memilih-human-resources/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

