<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Pengembangan Diri oleh Muhammad Noer - Membaca Cepat (Speed Reading), Presentasi, Mind Map, Komunikasi, Perencanaan Keuangan, Produktivitas &#187; Presentasi Efektif</title>
	<atom:link href="http://www.muhammadnoer.com/tag/presentasi-efektif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.muhammadnoer.com</link>
	<description>Tips Pengembangan Diri: Membaca Cepat, Speed Reading, Produktivitas, Presentasi, Mind Map, Perencanaan Keuangan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 17:00:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Presentasi Efektif</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2011/05/presentasi-efektif/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2011/05/presentasi-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 May 2011 23:35:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Presentasi Efektif]]></category>
		<category><![CDATA[teknik presentasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2011/05/presentasi-efektif/</guid>
		<description><![CDATA[Presenter yang baik akan memanfaatkan 10 menit pertama untuk mendapat kepercayaan dari audiens.
Ikuti tujuh tips berikut untuk membuat presentasi Anda efektif sekaligus meyakinkan:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong></p>
<p><strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/05/AlGore2008.TEDPresentation.jpg"><img title="AlGore-2008.TED-Presentation" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="240" alt="AlGore-2008.TED-Presentation" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2011/05/AlGore2008.TEDPresentation_thumb.jpg" width="432" border="0" /></a> </strong></p>
<blockquote><p><strong>Memberikan presentasi efektif tidak mudah. </strong></p>
</blockquote>
<p>Jika Anda mencoba menilai presentasi yang pernah kita ikuti secara jujur, maka kebanyakan presentasi tidak menarik, membosankan, dan sulit dimengerti. Ini terjadi karena presenter – orang yang memberikan presentasi – tidak memahami apa yang dibutuhkan audiensnya. Mereka tidak tahu bagaimana cara berkomunikasi yang efektif dengan audiens. Akibatnya tujuan presentasi tidak tercapai. Presenter mengalami frustrasi sama seperti yang dirasakan audiensnya.</p>
<p>Coba Anda ingat pengalaman ketika mendengarkan presentasi lalu jawab pertanyaan berikut dengan jujur:</p>
<ul></ul>
<ul>
<li>Seberapa sering Anda merasa bosan ketika mendengar sebuah presentasi dan berharap segera selesai? </li>
<li>Berapa banyak isi presentasi yang bisa Anda ingat dengan baik? </li>
</ul>
<p>Sebuah studi menunjukkan seseorang mulai bosan mendengarkan presentasi ketika masuk menit ke sepuluh. Inilah saatnya ketika sebagian audiens mulai melirik jam tangan, sebagian yang lain menguap menunjukkan tanda-tanda mengantuk, dan sisanya mulai berkhayal kapan presentasi akan selesai.</p>
<p>Presenter yang baik akan memanfaatkan 10 menit pertama untuk mendapat kepercayaan dari audiens. Adapun presenter rata-rata akan berbicara terus tanpa sadar sebagian besar audiens telah kehilangan perhatian.</p>
<p>Besar kemungkinan Anda juga kesulitan mengingat isi presentasi yang pernah Anda dengarkan. Hal ini dapat dimaklumi karena banyak presentasi menggunakan slide-slide yang sedemikian rumit dengan kata-kata panjang sehingga <strong>audiens yang cerdas sekalipun susah mengerti.</strong> Presenter yang membawakan presentasi seperti ini lupa bahwa slide yang sederhana dan mudah diingat akan jauh lebih <em>powerful</em> untuk meyakinkan audiensnya. Alih-alih menggunakan slide sebagai alat bantu visual, presenter malah menjadikan slide sebagai dokumen yang dibaca sepanjang presentasi.</p>
<p>Lantas adakah tips-tips untuk membuat presentasi efektif?</p>
<p>Ikuti tujuh tips berikut untuk membuat presentasi Anda efektif sekaligus meyakinkan:</p>
<p><span id="more-1415"></span>
</p>
<h2><strong>1. </strong><strong>Mulailah Dengan Cerita</strong></h2>
<p>Jika Anda sering memperhatikan pembicara besar, mereka akan <strong><a href="http://www.presentasi.net/presentasi-memukau-tanpa-slide/" target="_blank">memulai dengan cerita.</a></strong> Mengapa cerita? Cerita mudah diingat dan kita semua senang mendengarkannya. Masih ingat cerita masa kecil yang dikisahkan oleh kakek, nenek, ayah atau ibu Anda dulu? Saya yakin Anda masih ingat sampai sekarang.</p>
<p>Cerita sebagai pembuka presentasi sangat efektif untuk <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/02/memilih-kalimat-pembuka-presentasi/">mempersiapkan audiens agar memperhatikan presentasi Anda.</a></strong> Cerita yang menarik akan memberi <em>rapport</em> – terciptanya harmoni, pengertian dan kepercayaan – dengan audiens. Tidak hanya itu, audiens yang mengantuk dan tidak bersemangat sekalipun akan mulai fokus ketika mendengarkan cerita.</p>
<p>Untuk itu, Anda bisa <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/01/membuka-presentasi-dengan-baik/">membuka presentasi dengan cerita yang relevan.</a></strong> Tidak perlu panjang-panjang, cukup 1-3 menit saja. Perhatikan topik presentasi Anda dan pikirkan cerita yang berhubungan. Misalkan Anda hendak menyampaikan presentasi tentang Pertumbuhan Social Media dan Implikasinya, maka Anda bisa memulai dengan:</p>
<blockquote><p>“Tahukah Anda bagaimana Mark Zuckerberg menciptakan Facebook? Bermodalkan sebuah komputer dan memanfaatkan jaringan komputer kampusnya, dia berhasil menciptakan situs kedua paling populer hanya dalam beberapa tahun saja. Strateginya sederhana, biarkan pengunjung menciptakan konten untuk situs Anda dan buat mereka betah berlama-lama membaca apa yang diceritakan temannya.”</p>
</blockquote>
<p>&#160;</p>
<h2><strong>2. </strong><strong>Keep It Simple and Straight</strong></h2>
<p>Ketika membuat slide, gunakan rumus <strong>KISS, keep it simple and straight.<em> </em></strong>Beberapa orang memplesetkannya dengan <em>keep it simple, stupid.</em> Jika Anda ingin jadi presenter berkualitas, slide sederhana yang mudah dipahami jauh lebih bermanfaat dibandingkan slide yang rumit, penuh teks dan melelahkan ketika dibaca.</p>
<p><strong><a href="http://www.presentasi.net/contoh-slide-presentasi-powerpoint/" target="_blank">Slide adalah alat bantu visual.</a></strong> Ingat, hanya alat bantu. <strong>Anda presenter sebenarnya.</strong> Karena itu buat slide semudah mungkin yang bisa mewakili ide Anda dengan jelas. Slide yang baik akan mudah dimengerti apa maksudnya dalam beberapa detik pertama. Dengan demikian, Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu hanya untuk menjelaskan maksud sebuah slide. Tugas Anda memadukannya dengan kalimat verbal yang mendukung tampilan visual.</p>
<p><strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2010/01/8-kesalahan-fatal-dalam-membuat-slide-presentasi/">Gunakan sedikit teks dalam slide Anda.</a></strong> Simpan teks panjang dalam dokumen dan bagikan di akhir presentasi jika perlu. Tampilkan kata kunci yang menjadi inti persoalan sebagai alat bantu visual. Dengan cara ini, audiens akan mudah paham karena Anda menyampaikan presentasi dengan efektif. Anda pun bisa berkreasi menjelaskannya. Tidak perlu sebentar-sebentar melihat dan membaca slide dengan menghadap ke belakang.</p>
<p>&#160;</p>
<h2><strong>3. </strong><strong>Tampilkan Apa Yang Benar-Benar Perlu</strong></h2>
<p>Sayangi audiens Anda. Mereka <strong>tidak bisa mengingat terlalu banyak informasi</strong> dalam sebuah kesempatan. <a href="http://www.presentasi.net/membuat-grafik-powerpoint-yang-efektif-dan-menarik/" target="_blank">Tentukan apa yang penting dan apa yang tidak.</a> Ketika Anda membuat slide, tanyakan pada diri Anda:</p>
<p>Apakah slide ini diperlukan?</p>
<p>Dapatkah saya menghapusnya?</p>
<p>Jangan terjebak menjadi presenter yang mau menjelaskan segalanya. Ingat <strong>waktu Anda terbatas.</strong> Demikian juga perhatian dan kemampuan audiens untuk mengingat apa yang Anda sampaikan sangat terbatas.</p>
<p>Pilih mana yang akan Anda jelaskan dan simpan yang lainnya. Jika Anda ragu suatu slide mungkin diperlukan, jadikan sebagai cadangan. Jelaskan slide tersebut jika ada pertanyaan yang relevan.</p>
<p>Sama halnya dengan memilih slide, <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/02/6-prinsip-penggunaan-slide-dalam-presentasi/">pilih kata-kata Anda secara cermat.</a></strong> Jika Anda akan membuat contoh, pilih yang paling mewakili dengan topik pembahasan. Jika Anda akan melakukan demo, pilih yang paling menciptakan interaksi. Termasuk ketika Anda berbicara, pilih kata-kata yang paling kuat, membawa kesan mendalam, sekaligus mudah diingat audiens Anda. Gunakan komunikasi efektif dalam setiap presentasi Anda.</p>
<p>Audiens akan sangat menghargai Anda jika hanya menampilkan apa yang benar-benar perlu. Ini akan memudahkan mereka memahami apa yang Anda jelaskan, sekaligus mengikuti apa yang Anda inginkan di akhir presentasi.</p>
<p>&#160;</p>
<h2><strong>4. </strong><strong>Ciptakan Interaksi Dengan Audiens</strong></h2>
<p>Presenter yang baik melakukan <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/01/mempersiapkan-sebuah-presentasi-yang-meyakinkan/">interaksi dengan audiens.</a></strong> Caranya bermacam-macam. Anda bisa mengajukan pertanyaan dan memberi kesempatan audiens menjawabnya. Anda juga bisa memakai pernyataan retorika yang tidak perlu dijawab namun akan mengajak audiens untuk berpikir.</p>
<p>Ketika melakukan demo, ajaklah salah seorang audiens tampil ke depan. Ketika Anda menuliskan sesuatu di <em>flipchart</em>, minta audiens menebak atau memikirkan apa yang seharusnya ditulis. Minta audiens Anda menyampaikan pendapat dan tuliskan.</p>
<p>Tentu Anda harus mengatur sebaik mungkin agar interaksi yang dibangun tetap wajar dan tidak menghabiskan waktu presentasi. <strong>Pilih satu atau dua interaksi</strong> yang membantu audiens bersemangat mengikuti presentasi Anda dari awal sampai akhir.</p>
<p>Interaksi membantu audiens <strong>merasakan langsung apa yang Anda jelaskan.</strong> Ini membuat mereka termotivasi dan terus memperhatikan dengan baik presentasi Anda. Tentu Anda pun akan senang karena telah mampu memberikan presentasi yang efektif.</p>
<p>&#160;</p>
<h2><strong>5. </strong><strong>The Power of Three</strong></h2>
<p>Melanjutkan konsep kesederhanaan, gunakan <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/11/tips-agar-presentasi-selalu-diingat-audiens/">konsep 3 bagian dalam presentasi</a></strong> Anda. Mengapa angka 3? Karena kita sangat terbiasa dan secara alami mudah mengerti. Presentasi akan selalu dimulai dengan pembukaan, isi, dan penutup.</p>
<p>Jika Anda menjelaskan latar belakang, pilih 3 hal paling penting yang mendasari persoalan tersebut. Ketika Anda menjelaskan alternatif solusi, tampilkan paling banyak 3 pilihan. Ketika Anda menjelaskan keunggulan sebuah produk, tampilkan 3 fitur paling utama. Ketika Anda menjelaskan mengapa kita harus memilih, berikan 3 alasan paling kuat.</p>
<p>Lantas bagaimana jika hal yang penting lebih dari tiga? Tentu Anda tetap bisa menambahkannya jika sangat perlu. Namun jika ingin <strong><a href="http://www.presentasi.net/teknik-presentasi-kelas-dunia/" target="_blank">merasakan “power” dalam presentasi</a></strong> Anda, pilih 3 hal yang paling besar dalam setiap pembahasan. Ini akan membuat presentasi Anda mudah diingat. Anda juga belajar menetapkan prioritas apa yang perlu disampaikan dan apa yang tidak.</p>
<p>&#160;</p>
<h2><strong>6. </strong><strong>Paduan Harmonis Slide Visual dengan Ucapan Verbal</strong></h2>
<p>Memberikan presentasi merupakan <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/12/contoh-slide-presentasi-yang-baik-dan-alasan-penggunaannya/">perpaduan antara informasi visual</a></strong> lewat slide dan <strong>informasi audio</strong> lewat suara Anda. Audiens akan lebih mudah memahami informasi jika apa yang ditampilkan sebagai stimulus visual berpadu harmonis dengan penjelasan verbal. Itu mengapa slide sebaiknya hanya berisi gambar atau kata kunci ringkas yang dapat mewakili sebuah ide.</p>
<p>Lewat penjelasan yang Anda berikan, audiens akan belajar <strong>memahami ide secara lengkap dan menyeluruh.</strong></p>
<p>Berbeda jika Anda memberikan slide yang penuh tulisan kemudian kata-kata tersebut Anda bacakan. Ada ketidakharmonisan di sana. Audiens harus memilih antara membaca slide yang penuh kata-kata atau mendengarkan Anda. Itu mengapa jika slide Anda terlalu rumit dan penuh teks, <strong>audiens cenderung tidak mendengarkan Anda</strong> karena mereka sibuk membaca apa yang tampil di layar.</p>
<p><strong>Berhati-hati dengan gambar.</strong> Meskipun sebuah gambar bisa mewakili seribu kata, gambar yang tidak pas dengan ide yang dijelaskan akan membuat audiens bingung. Ketika mendengarkan Anda, mereka akan sibuk mencari hubungan antara gambar yang tampil dengan penjelasan yang diberikan. Jika Anda tidak menemukan gambar yang pas untuk sebuah ide yang ingin dijelaskan, lebih baik tidak menggunakan gambar sama sekali.</p>
<p>Dengan memahami konsep keharmonisan antara informasi visual dan audio, Anda akan mampu memberi presentasi secara efektif.</p>
<p>&#160;</p>
<h2><strong>7. </strong><strong>Presentasi Adalah Pertunjukan</strong></h2>
<p><strong>Setiap presentasi layaknya sebuah pertunjukan.</strong> Manfaatkan setiap kesempatan memberikan presentasi untuk terus berlatih dan berlatih.</p>
<p>Mungkin pada suatu kesempatan Anda berlatih bagaimana membuka presentasi dengan menarik. Pada kesempatan lainnya Anda belajar bagaimana menyusun slide yang sederhana namun efektif. Perbaiki keterampilan Anda satu demi satu.</p>
<p>Di lain waktu, Anda dapat mempraktekkan bagaimana <strong><a href="http://www.presentasi.net/sikap-tubuh-presentasi-memukau/" target="_blank">menggunakan gerak tubuh (gesture)</a><em></em></strong> untuk memberi penekanan pada presentasi. Atau melatih kualitas vokal suara Anda sehingga terdengar jelas, mantap dan alami di telinga audiens.</p>
<p>Presentasi adalah pertunjukan. Anda bisa terus <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/11/melatih-kemampuan-berbicara-di-depan-publik/">berlatih dari waktu ke waktu</a></strong> untuk memperbaiki kualitas pertunjukan yang Anda tampilkan. Artis yang tampil maksimal dalam sebuah pertunjukan telah menghabiskan waktu latihan panjang sebelumnya. Anda pun bisa melakukan hal yang sama asalkan terus berlatih dan memperbaiki keterampilan Anda.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Demikianlah tujuh tips untuk menjadi <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/04/rahasia-sukses-presentasi/">presenter yang efektif</a></strong> pada setiap kesempatan.</p>
<p>Ingat tujuh langkah di atas dan terapkan. Anda akan mampu memberi presentasi luar biasa yang berbeda dari biasanya.</p>
<p>Selamat berlatih dan memberikan presentasi.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Untuk belajar tips-tips menarik seputar presentasi, kunjungi <a href="http://www.presentasi.net">http://www.presentasi.net</a>. Anda juga dapat mendownload ebook <strong><a href="http://www.presentasi.net/buku/" target="_blank">“Presentasi Memukau”</a></strong> secara gratis.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Photo Credit: Al-Gore Presentation at <a href="http://www.ted.com">TED.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2011/05/presentasi-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Agar Presentasi Selalu Diingat Audiens</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/11/tips-agar-presentasi-selalu-diingat-audiens/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/11/tips-agar-presentasi-selalu-diingat-audiens/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 10:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Presentasi Efektif]]></category>
		<category><![CDATA[Presentasi Mudah Diingat]]></category>
		<category><![CDATA[Presentasi; Pengulangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/2009/11/tips-agar-presentasi-selalu-diingat-audiens/</guid>
		<description><![CDATA[Manusia gampang lupa. Setiap hari kita menjalani berbagai aktivitas yang membuat lupa apa yang pernah kita dengar. Hal yang sama berlaku ketika Anda memberikan presentasi. Audiens akan segera lupa atas materi yang Anda sampaikan. Lantas bagaimana caranya agar presentasi Anda selalu diingat oleh audiens?

Dalam tulisan sebelumnya kita telah belajar bagaimana merancang alur presentasi dan mempersiapkan kalimat pembuka. Berikut saya akan menjelaskan tips sederhana agar presentasi Anda mudah diingat dan selalu dikenang oleh audiens.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia gampang lupa. Setiap hari kita menjalani berbagai aktivitas yang membuat lupa apa yang pernah kita dengar. Hal yang sama berlaku ketika Anda memberikan presentasi. Audiens akan segera lupa atas materi yang Anda sampaikan. Lantas bagaimana caranya agar presentasi Anda selalu diingat oleh audiens?</p>
<p>Dalam tulisan sebelumnya kita telah belajar bagaimana <strong>merancang alur presentasi</strong> dan <strong><a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/02/memilih-kalimat-pembuka-presentasi/">mempersiapkan kalimat pembuka.</a></strong> Berikut saya akan menjelaskan tips sederhana agar presentasi Anda mudah diingat dan selalu dikenang oleh audiens.</p>
<p><strong></strong></p>
<h3>Perhatian Manusia Terbatas</h3>
<p>Rentang perhatian seseorang <em>(span of attention)</em> ketika mendengarkan sangat terbatas. Kita tidak bisa mengingat seluruh informasi yang kita dengarkan. Apalagi mendengarkan tidak bisa diulang kembali. Hal ini berbeda dengan informasi tertulis. Jika ada yang terlewat, dengan mudah kita dapat mengulang kembali halaman sebelumnya. Tapi ketika mendengarkan presentasi, apa yang sudah disampaikan telah berlalu. Kalaupun ada yang kurang jelas baru bisa ditanyakan pada sesi tanya jawab. Apa yang lewat tidak bisa diulang kembali. Walaupun demikian ada satu pengecualian yakni jika sang presenter mengulangnya untuk audiens.</p>
<p>Jika kita amati, perhatian manusia cenderung terfokus pada bagian awal dan bagian akhir dari suatu pembicaraan. Ini berlaku hampir di segala hal mulai dari mendengarkan ceramah, mendengarkan presentasi, belajar di kelas, menonton film atau kegiatan apa saja.</p>
<p>Itu sebabnya Anda akan mudah menceritakan bagian awal dan akhir suatu film tapi kesulitan menjelaskan bagian tengahnya. Anda masih bisa mengingat detail momen yang terjadi di awal dan di akhir, tapi Anda akan kesulitan untuk menceritakan detail yang sama yang terjadi di tengah jalan cerita. Hal yang sama berlaku ketika Anda mendengarkan sebuah presentasi. Bagian awal dan akhir biasanya masih bisa diingat dengan baik sedangkan bagian tengahnya banyak terlupa.</p>
<p>Jika Anda mengalami hal seperti itu, maka audiens Anda pun merasakan hal yang serupa. Oleh karena itu, melakukan pengulangan adalah cara agar audiens mudah mengingat apa yang Anda sampaikan. Hal ini akan membuat presentasi Anda berdampak kuat (impactfull) karena diingat dengan baik, dari awal sampai akhir.</p>
<p><span id="more-808"></span>
</p>
<h3><strong>Prinsip Pengulangan</strong></h3>
<p>Dalam dunia komunikasi, dikenal prinsip pengulangan yang sangat sederhana terdiri dari 3 langkah:</p>
<ol>
<li>Tell them what you are going to tell </li>
<li>Tell them </li>
<li>Tell them what you have told them. </li>
</ol>
<h3><strong>Langkah Pertama: Tell them what you are going to tell</strong></h3>
<p><strong>Ceritakan apa yang <em>akan </em>Anda jelaskan pada slide berikutnya</strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p>Ketika Anda memberikan presentasi, jangan lupa memberikan pendahuluan atau garis besar apa yang akan Anda sampaikan pada slide berikutnya. Dengan demikian, sebenarnya Anda mempersiapkan audiens agar menyimak dengan baik. Tidak hanya itu, audiens juga sudah siap dengan penjelasan yang akan mereka dengarkan sehingga bisa fokus pada detail tertentu dari informasi yang akan disampaikan.<strong> </strong></p>
<p>Misalkan dalam contoh presentasi berikut tentang <strong>Social Networking Site</strong>. Ketika hendak masuk ke slide berikutnya yang menjelaskan pertumbuhan situs sosial, Anda bisa menyampaikan hal berikut:</p>
<p><em>“Pada slide berikutnya, kita akan melihat bagaimana pesatnya pertumbuhan situs social network dalam 3 tahun terakhir. Anda akan melihat bagaimana pemain-pemain baru di industri ini datang silih berganti dan mengambil alih kepemimpinan pasar.”</em></p>
<p>Perhatikan kalimat di atas. Kedua kalimat tersebut mengantarkan audiens agar secara mental siap dengan apa yang akan segera dijelaskan. Jika tadinya perhatian mereka tertuju ke tempat lain, maka sekarang mereka sudah siap dengan slide yang akan ditampilkan.</p>
<h3><strong>Langkah Kedua: Tell them</strong></h3>
<p><strong>Jelaskan inti dari slide tersebut</strong></p>
<p>Setelah memberi pengantar sebelum slide ditampilkan, sekarang Anda menampilkan slide yang dimaksud. Selanjutnya Anda dapat melanjutkan presentasi dengan penjelasan berikut:</p>
<p><em>“Jika kita perhatikan slide ini, terlihat ada 5 situs social network besar yang saling berebut pengaruh. Di tahun 2005 Friendster menguasai pasar sedangkan My Space berada di posisi 2. Pada tahun 2006 My Space mengambil alih dan menguasai pasar sedangkan Facebook baru mulai muncul. Sekarang di tahun 2009 Facebook adalah situs sosial terbesar di dunia dengan user lebih dari ratusan juta orang.</em></p>
<p><em></em></p>
<p><em>Perhatikan bagaimana cepatnya perubahan kepemimpinan terjadi dalam industri ini. Kita juga bisa melihat bagaimana inovasi yang diciptakan pemain baru bisa menggeser pemain lama yang sudah mapan sekalipun.”</em></p>
<p><em></em></p>
<h3><strong>Langkah ketiga: Tell Them What You’ve told them</strong></h3>
<p><strong>Beri ringkasan dari poin-poin yang baru saja Anda sampaikan</strong></p>
<p>Setelah menjelaskan poin-poin dari slide tersebut, tibalah saatnya untuk memberikan ringkasan. Anda dapat menutup slide tersebut dengan menyampaikan hal berikut:</p>
<p><em>“Demikianlah perkembangan situs social network dari waktu ke waktu dan bagaimana mereka saling bersaing serta merebut pasar.”</em></p>
<p>Dengan adanya kesimpulan akan semakin menguatkan pemahaman audiens terhadap apa yang baru saja Anda jelaskan.</p>
<h3><strong>Bagaimana Prinsip Pengulangan Bekerja</strong></h3>
<p>Perhatikan prinsip pengulangan tadi:</p>
<ul>
<li>Bagian awal memberi pengantar dan menciptakan ekspektasi audiens apa yang akan segera mereka dengarkan. </li>
<li>Bagian kedua menjelaskan inti dari hal yang ingin dibicarakan dan </li>
<li>Bagian terakhir menyimpulkan apa yang telah dijelaskan </li>
</ul>
<p>Dengan cara pengulangan seperti ini, audiens akan lebih mudah menguasai informasi yang Anda sajikan. Presentasi Anda menjadi <em>powerful</em> karena dapat diingat dan dipahami dengan baik oleh audiens.</p>
<p>Mungkin Anda bertanya, bagaimana jika cukup banyak slide yang harus ditampilkan, apakah setiap slide harus dijelaskan dengan cara demikian?</p>
<p>Jawabnya adalah jika memungkinkan dan cukup waktu <strong>“ya”.</strong> Pengantar dan penutup tidak membutuhkan waktu lama. Satu kalimat cukup. Kecuali jika Anda akan menampilan slide yang sangat sederhana maka proses memberi pengantar dan penutup bisa ditiadakan.</p>
<p>Jika hal tersebut Anda lakukan untuk setiap slide, maka sebenarnya untuk keseluruhan isi presentasi Anda harus melakukan hal yang sama. Dengan demikian presentasi Anda akan memiliki alur sederhana sebagai berikut:</p>
<ul>
<li><strong>Pengantar:</strong> Apa yang akan Anda bahas dalam presentasi dan apa saja hal-hal utama yang akan Anda jelaskan. </li>
<li><strong>Isi:</strong> Seluruh penjelasan dan penjabaran dari presentasi Anda. </li>
<li><strong>Penutup:</strong> Kesimpulan apa yang telah Anda sampaikan dan rangkuman hal penting yang perlu dikuasai oleh audiens. </li>
</ul>
<p>Demikianlah prinsip pengulangan dalam presentasi agar membuat apa-apa yang Anda sampaikan lebih mudah diingat, dipahami, dan dilaksanakan oleh audiens. Akhirnya, presentasi Anda menjadi <em>impactful</em> karena tepat ke sasaran.</p>
<p>Anda punya pengalaman lainnya? Silakan <em>share</em> tips Anda presentasi mudah diingat oleh audiens.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Untuk belajar tips-tips menarik seputar presentasi, kunjungi <a href="http://www.presentasi.net">http://www.presentasi.net</a>. Anda juga dapat mendownload ebook <strong><a href="http://www.presentasi.net/buku/" target="_blank">“Presentasi Memukau”</a></strong> secara gratis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/11/tips-agar-presentasi-selalu-diingat-audiens/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih Kalimat Pembuka Presentasi</title>
		<link>http://www.muhammadnoer.com/2009/02/memilih-kalimat-pembuka-presentasi/</link>
		<comments>http://www.muhammadnoer.com/2009/02/memilih-kalimat-pembuka-presentasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 00:00:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Noer</dc:creator>
				<category><![CDATA[Presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimat Pembuka Presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pembuka Presentasi]]></category>
		<category><![CDATA[Presentasi Efektif]]></category>
		<category><![CDATA[teknik presentasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.muhammadnoer.com/?p=355</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini menjelaskan cara menyusun dan memilih kalimat pembuka presentasi berdasarkan tujuannya. Ada dua jenis presentasi yakni memberi informasi (to inform) atau membujuk (to persuade). Ada pendekatan berbeda dalam menyusun kalimat pembuka untuk masing-masing tujuan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="presenter" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 10px 10px 0px; border-right-width: 0px" height="244" alt="presenter" src="http://www.muhammadnoer.com/wp-content/uploads/2009/02/mpj040960500001.jpg" width="164" align="left" border="0" /> Pada posting sebelumnya, saya telah menjelaskan bagaimana cara membuka presentasi dengan baik dan menarik sehingga mendapat perhatian audiens. Pembukaan tersebut sangat penting karena menjadi sukses awal dari keseluruhan presentasi.</p>
<p>Secara ringkas, Anda dapat memilih satu dari beberapa pembuka di bawah:</p>
<ul>
<li>
<ul>
<li>
<ul>
<li>Gunakan humor </li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>
<li>Gunakan kutipan atau pernyataan </li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>
<li>Gunakan data atau fakta </li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<ul>
<li>Gunakan pertanyaan </li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p>Jenis pembukaan di atas berguna sebagai <em>ice breaker </em>dan membangun keterhubungan awal antara Anda sebagai presenter dengan audiens. Jika Anda belum membaca posting terdahulu, silakan dilihat <a href="http://www.muhammadnoer.com/2009/01/membuka-presentasi-dengan-baik/" target="_blank">di sini.</a></p>
<h3><strong>Menyusun Kalimat Pembuka Presentasi</strong></h3>
<p>Setelah Anda menyelesaikan pembukaan, selanjutnya adalah memberi penjelasan awal topik pembahasan. Bagian ini masih dalam pembukaan yang berfungsi untuk memberi gambaran kepada audiens apa saja yang akan dibahas dan bagaimana cara Anda membahasnya.</p>
<p>Pada posting berikut, saya akan menjelaskan pendekatan dalam <a href="http://www.presentasi.net/teknik-mempersiapkan-bahan-presentasi/" target="_blank">menyusun alur presentasi</a> dan bagaimana memilih kalimat pembuka presentasi berdasarkan tujuannya.</p>
<p><span id="more-355"></span>
</p>
<h3><strong>Presentasi Yang Memberi Informasi</strong></h3>
<p>Presentasi jenis ini biasanya berusaha menjelaskan sesuatu yang masih belum familiar bagi audiens. Diharapkan dengan memberikan penjelasan, audiens akan mengerti topik yang dibahas.</p>
<p>Jika presentasi Anda bersifat memberi informasi <strong><em>(to inform)</em> </strong>maka hal-hal berikut perlu Anda sampaikan sebagai pembuka:</p>
<ul>
<li>Apa yang hendak dibahas? <em>(What)</em> </li>
<li>Mengapa hal tersebut penting bagi audiens? <em>(Why)</em> </li>
<li>Apa manfaat yang didapat dari informasi itu? <em>(Why)</em> </li>
<li>Bagaimana memanfaatkan informasi tersebut? <em>(How)</em> </li>
</ul>
<p>Misalkan Anda ingin memberikan presentasi tentang pertumbuhan situs-situs <em>Social Network </em>seperti Facebook yang sedang populer dan dampaknya dalam interaksi sosial, maka Anda dapat menjelaskan poin-poin berikut:</p>
<ul>
<li>Apa yang dimaksud situs Social Network? (What &#8211; berikan gambaran bagi audiens yang belum mengerti tentang topik yang dibahas) </li>
<li>Situs apa saja yang masuk dalam kategori tersebut? (What &#8211; memberikan definisi apa saja yang masuk dalam topik pembahasan dan apa yang tidak) </li>
<li>Mengapa mengetahui pertumbuhannya menjadi penting buat audiens? (Why &#8211; pikirkan hubungannya dengan bisnis, kesempatan, perubahan interaksi sosial, dll.) </li>
<li>Bagaimana memanfaatkan informasi tentang pertumbuhan situs Social Network bagi audiens (How &#8211; bagaimana memanfaatkannya baik secara bisnis maupun sosial, bagaimana menghindari dampak negatifnya seperti waktu yang terbuang sia-sia atau penurunan produktivitas, dst.) </li>
</ul>
<p>Contoh kalimat pembuka untuk presentasi di atas bisa berbentuk seperti ini:</p>
<blockquote><p>“Pada presentasi berikut, saya akan menjelaskan fenomena pertumbuhan situs Social Network seperti Facebook, MySpace, Friendster dan lain-lain. Sebelum membahas lebih detail saya akan menjelaskan kriteria yang dipakai untuk menentukan mana situs yang digolongkan sebagai Social Network dan mana yang tidak. Selanjutnya Anda akan mendapatkan gambaran bagaimana pertumbuhan situs semacam itu dan mengapa fenomena pertumbuhannya menjadi isu penting, dalam hal ini menggunakannya sebagai media pemasaran. Pada akhir presentasi, Anda akan mengetahui bagaimana cara memanfaatkan informasi pertumbuhan ini sekaligus menghindari dampak negatifnya.”</p>
</blockquote>
<h3><strong>Presentasi Yang Membujuk</strong></h3>
<p>Presentasi jenis ini lazim dipakai jika Anda hendak menjual produk tertentu atau ingin mengajak audiens untuk melakukan suatu tindakan yang diharapkan seperti membuat keputusan atau memberi dukungan.</p>
<p>Jika presentasi Anda bersifat membujuk audiens untuk melakukan sesuatu <em>(to persuade)</em>, maka ada dua pendekatan yang dapat Anda pilih:</p>
<ul>
<li>Pendekatan <strong>Problem – Solution</strong> </li>
<li>Pendekatan <strong>Cause – Effect</strong> </li>
</ul>
<h4>1. Pendekatan <strong>Problem – Solution</strong></h4>
<p>Pada pendekatan pertama, Anda akan membuka presentasi dengan menjelaskan:</p>
<ul>
<li>Apa problem yang dihadapi? <em>(What)</em> </li>
<li>Kerugian apa yang ditimbulkan dari problem tersebut? <em>(Risk)</em> </li>
<li>Apa saja pilihan yang tersedia? <em>(Alternative)</em> </li>
<li>Apa solusi terbaik yang dapat diberikan untuk menyelesaikannya? <em>(Solution)</em> </li>
<li>Mengapa solusi tersebut yang dipilih dan bukan alternatif lain? <em>(Reason for Solution)</em> </li>
<li>Ajakan kepada audiens untuk menyetujui solusi yang ditawarkan. <em>(Persuasion)</em> </li>
</ul>
<p>Pada pendekatan ini Anda mengungkapkan sebuah problem atau permasalahan dan memberikan solusi terbaik yang dapat dipilih oleh audiens dan mengajak mereka menyetujui usulan Anda.</p>
<p>Misalkan Anda memberikan presentasi tentang sebuah produk software portal untuk dijual kepada perusahaan, maka pembukaan berikut dapat disampaikan:</p>
<blockquote><p>“Pada saat ini, perusahaan-perusahaan mulai beralih dari penggunaan website intranet biasa ke portal.” <em>(What)</em></p>
<p>Peralihan ini terjadi karena portal membantu mengintegrasikan berbagai aplikasi yang berbeda-beda di perusahaan dan mengumpulkannya dalam satu tempat. Tanpa penggunaan portal, perusahaan harus mengelola berbagai website terpisah sehingga menyulitkan karyawan yang mengakses-nya.” <em>(Risk)</em></p>
<p>Ada banyak pilihan untuk membuat portal perusahaan dan salah satunya adalah apa yang akan saya tawarkan. Kebanyakan solusi yang ada saat ini tidak lain hanya mengumpulkan seluruh informasi di satu tempat tanpa memikirkan bagaimana pengguna sebenarnya berinteraksi dengan informasi tersebut.” <em>(Alternative)</em></p>
<p>“Untuk itu solusi terbaik adalah sebuah portal yang mampu menentukan informasi apa yang penting dan perlu untuk ditampilkan bagi tiap pengguna yang berbeda-beda kepentingannya.” <em>(Solution)</em></p>
<p>“Berdasarkan peringkat yang dilakukan oleh lembaga survey C-Net, portal yang saya tawarkan memiliki rating tertinggi dalam kepuasan penggunannya.” <em>(Reason for Solution)</em></p>
<p>“Untuk itu jika perusahaan ini ingin mengembangkan sistem portal, saya dapat meyakinkan bahwa solusi yang saya tawarkan adalah yang terbaik dalam paling tepat untuk membawa perusahaan ini ke era baru zaman informasi.” <em>(Persuasion)</em></p>
</blockquote>
<h4>2. Pendekatan <strong>Cause – Effect</strong></h4>
<p>Pada pendekatan kedua, bentuk kalimat pembuka dapat disusun dengan merangkai hal-hal berikut:</p>
<ul>
<li>Apa masalah yang sedang terjadi? </li>
<li>Apa penyebab timbulnya permasalahan tersebut? </li>
<li>Apa akibatnya jika dibiarkan? </li>
<li>Apa efek lain dari masalah tersebut? </li>
<li>Mengapa perlu dicegah? </li>
<li>Apa manfaatnya jika dicegah? </li>
</ul>
<p>Pada pendekatan ini, Anda diharapkan menjelaskan sebuah permasalahan dan efek yang ditimbulkannya. Presentasi akan memberi kesan yang kuat pada audiens jika Anda mampu memberi penekanan pada dampak negatif jika efek tersebut dibiarkan dan dampak positif jika efek tersebut dicegah.</p>
<p>Dengan cara ini, sebenarnya Anda berusaha mengajak audiens untuk berpikir dan pada akhirnya menyetujui cara pandang yang ditawarkan bahwa efek yang timbul merupakan hal penting dan patut dipertimbangkan. Anda melakukan persuasi sehingga akhirnya audiens terpanggil untuk melakukan suatu tindakan.</p>
<p>Sebagai latihan, silakan Anda rangkai kalimat pembuka presentasi dengan pendekatan Cause – Effect dengan memperhatikan item-item di atas.</p>
<p>Demikian beberapa pendekatan dan contoh yang dapat saya berikan untuk memberi gambaran kepada Anda bagaimana menyusun kalimat pembuka presentasi yang ringkas, padat sekaligus informatif sehingga menarik audiens untuk memperhatikan presentasi Anda dengan sungguh-sungguh. Semoga bermanfaat.</p>
<p>Anda punya tips atau pengalaman lainnya tentang hal ini?</p>
<p>&#160;</p>
<p>Untuk belajar tips-tips menarik seputar presentasi, kunjungi <a href="http://www.presentasi.net">http://www.presentasi.net</a>. Anda juga dapat mendownload ebook <strong><a href="http://www.presentasi.net/buku/" target="_blank">“Presentasi Memukau”</a></strong> secara gratis.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Photo Credit: <a href="http://office.microsoft.com/en-us/clipart/default.aspx" target="_blank">Microsoft Office Online free picture and clipart</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.muhammadnoer.com/2009/02/memilih-kalimat-pembuka-presentasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

