Membangun Bisnis Online Ala Rich Schefren

Internet Business Manifesto

Di atas pesawat dalam perjalanan pulang dari Jakarta menuju Surabaya, saya membuka-buka koleksi buku yang ada di iPad. Perhatian tertuju pada sebuah buku dari Rich Schefren dengan judul “Internet Business Manifesto”. Buat Anda yang pernah berkenalan dengan dunia internet marketing mungkin tidak asing dengan buku tersebut. Buku ini dianggap sebagai salah satu buku terbaik di dunia internet marketing dan menjadi pelopor di bidang tersebut.

Terus terang buku ini sudah saya download sejak lama namun belum pernah saya baca tuntas. Alasannya sederhana, waktu itu saya baru belajar internet marketing dan buku ini “terlalu tinggi” materinya. Ya Rich Schefren adalah seorang ahli strategi yang mengajarkan bagaimana seseorang mengembangkan bisnis mereka secara strategis, baik online maupun offline. Setelah dua tahun menjalani blogging dan membuat kursus online, barulah buku ini terasa sangat relevan buat saya.

Rich membuka buku ini dengan mengangkat kisah mengapa kebanyakan orang yang bergelut di internet marketing berjuang susah payah untuk mencapai keberhasilan. Menurutnya, alasan utama mereka gagal karena kurang menguasai pengetahuan fundamental bisnis sehingga mereka menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak membuat bisnis menjadi lebih besar. Dia menyebut tipe orang seperti ini sebagai businessmen Opportunistic dan bukan seorang yang Strategic.

Ada beberapa ajaran Rich yang saya petik:

[Read more…]

Menjadi Manusia Efektif dan Produktif (Bagian 2)

Pada tulisan sebelumnya, saya telah membahas 3 kebiasaan pertama dalam 7 Habits of Highly Effective People. Steven Covey menyebut 3 kebiasaan pertama tersebut dengan “Private Victory”. Anda menjadi pribadi yang efektif jika berhasil memiliki tiga kebiasaan yaitu:

1. Be Proactive – Menjadi Manusia Proaktif

2. Begin With The End In Mind – Memulai Segala Sesuatu Dari Tujuan Akhirnya

3. Put First Things First – Dahulukan Yang Utama

Jika Anda belum sempat membacanya, silakan simak bagian pertama kebiasaan efektif tersebut.

Selanjutnya saya akan membahas 3 kebiasaan berikutnya yang disebut “Public Victory”. Anda akan menjadi pribadi yang efektif ketika berinteraksi dengan orang lain ketika Anda menang secara publik. Karena kita selalu memiliki ketergantungan dengan orang lain dan sebaliknya, maka tiga kebiasaan berikut merupakan interaksi antara kita dengan orang lain.

[Read more…]

Bagaimana Menjadi Manusia Efektif dan Produktif (Bagian 1)

Sepanjang ingatan saya, buku The Seven Habits of Highly Effective People adalah buku self-help – pengembangan diri yang pertama saya baca. Saya menemukan buku ini pertama kali di perpustakaan daerah Sumatera Utara, tepatnya di Medan, kota kelahiran saya. Waktu itu saya masih duduk di bangku SMU kelas 1 atau kelas 2, dan buku ini membawa perubahan yang banyak buat saya.

Buku ini sudah saya ulang sedikitnya 7 kali baik versi bahasa Indonesia maupun Inggris. Dan apa-apa yang diajarkan dalam buku tersebut menurut saya masih terus relevan sampai sekarang.

Adapun kebiasaan yang saya lakukan setiap kali selesai membaca buku adalah mempraktekkannya. Melakukan apa-apa yang kita baca akan membuat kita memahami esensi dari bacaan tersebut sekaligus mendapatkan pemahaman tertinggi ketimbang hanya menyimpannya dalam kepala. Berikut adalah tiga kebiasaan pertama dari tujuh kebiasaan manusia efektif itu:

1. Be Proactive – Menjadi Manusia Proaktif

Menarik apa yang disampaikan Covey pada bagian ini. Setiap kita diberi 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Ada berbagai aktivitas yang kita lakukan sehari-hari mulai dari bekerja, belajar, bermain bersama anak, dan aktivitas lainnya. Salah satu ciri orang yang tidak produktif adalah ketika mengerjakan sesuatu, pikirannya ada di tempat lain. Ketika dia sedang bekerja di kantor, sebenarnya dia ingin santai dan bermain bersama anak-anak. Dan di saat dia rekreasi bersama keluarga, pikirannya malah disibukkan oleh pekerjaan kantor.

Orang yang seperti ini akan kesulitan menikmati apa yang sedang dia kerjakan. Setiap aktivitas “terpaksa” dilakukan dan menjadi kewajiban yang tidak bisa dia hindari. Adapun kebiasaan proaktif yang diajarkan Covey adalah bagaimana kita bisa secara aktif dan secara sadar melakukan apa yang ingin dan perlu kita lakukan. Ketika kita mengerjakan sesuatu, kita memang telah memilih untuk mengerjakannya dan fokus pada hal itu. Ketika kita berpindah ke hal yang lain, kita pun melakukannya dengan sepenuh hati. Dengan cara ini, kita melakukan tindakan produktif pertama, yakni secara proaktif menjalani kehidupan dengan sepenuh hati.

[Read more…]

Talenta Saja Tidak Cukup

talent-is-never-enough Beberapa waktu yang lalu saya mendapat penugasan dari kantor untuk membuat resensi buku tentang talent. Ya, talent atau talenta adalah topik yang hangat belakangan ini. Mulai dari bagaimana menemukan talenta terbaik, mengembangkannya, mempertahankannya sampai akhirnya memberi hasil yang maksimal sesuai bidangnya. Secara sederhana, talenta adalah kualitas diri yang unik yang melekat pada pribadi seseorang sehingga membuatnya memiliki keunggulan tertentu dibandingkan orang lain.

Setelah browsing beberapa buku, akhirnya pilihan saya jatuh pada karangan John C Maxwell berjudul Talent is Never Enough. Pengarang buku ini dikenal sebagai ahli di bidang kepemimpinan dan menjadi pengarang serta pembicara dengan pengalaman 30 tahun lebih di bidangnya.

Mengapa Talenta Saja Tidak Cukup

Banyak anggapan bahwa jika seseorang memiliki talenta di bidang tertentu, maka dia bisa menjadi yang terbaik di bidangnya. Atau minimal menunjukkan prestasi yang mengagumkan di bidang tersebut. Tapi mengapa ada orang yang sebenarnya memiliki talenta tidak bisa menghasilkan prestasi yang baik? Apa perbedaan antara seseorang yang memiliki talenta dan berprestasi di bidangnya dengan orang lain yang juga memiliki talenta tapi menunjukkan prestasi biasa-biasa saja? Pertanyaan inilah yang coba dijawab oleh buku tersebut.

Seseorang yang memiliki talenta tapi tidak mengambil tindakan yang diperlukan maka dia tidak pernah mendapatkan hasil yang diharapkan.

Seseorang yang memiliki talenta tapi tidak mengambil tindakan yang diperlukan maka dia tidak pernah mendapatkan hasil yang diharapkan. Seseorang yang memiliki talenta tapi tidak fokus pada bidangnya maka dia tidak akan dapat meningkatkan prestasinya. Seseorang yang memiliki talenta tapi tidak berlatih maka dia tidak akan mencapai kesempurnaan dalam karya-nya.

Dengan demikian, seseorang yang memiliki talenta perlu melakukan tindakan-tindakan yang tepat untuk mengasah dan memanfaatkan talenta tersebut agar menjadi kekuatan diri dalam berkarya.

[Read more…]