Dengan Menyertakan Asma Allah Yang Maha Pemurah Maha Penyayang

Setiap kali kita hendak mengerjakan sesuatu, dianjurkan untuk membaca Bismillahirrahmanirrahim yang lazim diterjemahkan sebagai: “Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.” Jika diperhatikan dari kata-kata penyusunnya, kalimat Bismillahi Ar-Rahmani Ar-Rahiim kurang lebih bermakna “Dengan menyertakan Asma Allah, (yakni asma) Ar-Rahman Ar-Rahiim”. Pembacaan ini tentu saja tidak boleh hanya berhenti di lisan, melainkan harus masuk ke lubuk hati yang paling dalam bahwa kita menyertakan asma Allah dalam pekerjaan tersebut.

Ada sebuah pelajaran besar dari doa sederhana ini yakni sebuah pengharapan agar apa-apa yang dikerjakan senantiasa menyertakan asma Allah di dalamnya sehingga pekerjaan tersebut dekat dengan keridhaan-Nya. Dengan Bismillah, kita mengharapkan pertolongan Allah agar membimbing kita agar mengerjakan sesuatu dengan tulus, dengan baik dan sesuai dengan perintah-Nya. Tanpa membaca Bismillah, sebuah pekerjaan terlepas dari Dzat Yang Maha Agung dan karena hal itu bisa saja dilakukan tanpa kesadaran untuk bersandar kepada-Nya meskipun secara kasat mata bisa jadi terlihat sebagai perbuatan yang baik.

[Read more…]

Hati Seluas Samudera

Father son ocean Coba Anda masukkan sebuah kerikil ke dalam gelas yang berisi air. Apa yang akan terjadi? Mungkin Anda melihat ada gejolak air di sana. Atau sebagian dari air dalam gelas tadi akan tumpah.

Sekarang coba lemparkan batu yang sama ke dalam danau. Besar kemungkinan tidak ada riak lagi yang kelihatan. Batu akan dengan cepat menghilang ke dasar danau. Bahkan jika batu yang lebih besar dijatuhkan, mungkin ada riak sebentar dan setelah itu tenang kembali.

Air di dalam gelas atau di sebuah danau ibarat hati manusia. Sedangkan batu yang dijatuhkan ibarat semua persoalan yang dihadapinya. Jika wadahnya kecil maka persoalan kecil sekalipun menjadi berat, banyak guncangan di dalamnya. Sedangkan jika wadahnya semakin luas dan dalam, maka persoalan yang berat sekalipun bisa dijalani dengan ringan.

[Read more…]

Setiap Kelebihan Harus Dialirkan

Dalam agama kita mengenal zakat yakni proses membersihkan kelebihan harta karena masih bercampur dengan hak orang lain. Lewat zakat seseorang membersihkan apa-apa yang dia miliki agar menjadi murni. Mengapa hal ini harus dilakukan? Karena dalam proses mengumpulkan harta, sangat mungkin berkumpul antara yang haram dan yang halal, antara yang benar dan yang salah, antara apa yang memang seharusnya menjadi hak kita atas usaha yang dilakukan dan apa yang sebenarnya menjadi milik orang lain.

Dengan melaksanakan zakat, seseorang melakukan kewajiban agar apa yang dia peroleh benar-benar merupakan hak-nya. Orang yang tidak berzakat seolah-olah melakukan “korupsi” karena mengambil milik orang lain. Selanjutnya jika orang yang berzakat tersebut ingin lebih baik lagi, sangat dianjurkan untuk menambah dengan infak dan sedekah. Ada hikmah dan pelajaran yang besar di balik syariat zakat itu sendiri.

Secara bahasa istilah zakat berasal dari kata zaka yang kurang lebih memiliki makna bersih atau suci. Istilah yang sama juga sering dipakai untuk proses pembersihan diri/jiwa dalam rangka menuju Allah yang dikenal dengan Tazkiyatun-Nafs.
[Read more…]

Bereskan Hubunganmu dengan Allah, dan Biarkan Dia Membereskan Urusan Duniamu

Kita sering menghadapi keruwetan persoalan dalam kehidupan. Kita pusing memikirkan besok mau makan apa. Kita bingung bagaimana nasib anak-anak kita nanti. Kita juga ingin agar suatu persoalan yang sedang mengganjal bisa cepat selesai agar kita tidak lagi disulitkan olehnya.

Banyak orang menjadi frustasi dalam persoalan yang dia hadapi karena semakin kuat dia berusaha untuk menyelesaikan, semakin kuat pula persoalan itu melilitnya. Seolah-oleh seluruh energi dan waktu yang dihabiskan tetap tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Hal ini tidak jarang membuat seseorang putus asa dan merasa Tuhan tidak adil kepada dirinya.

Barangsiapa membereskan hubungan antara dirinya dengan Allah, niscaya Allah akan membereskan hubungan antara dia dan manusia semuanya.

Lantas bagaimanakah seharusnya menghadapi urusan-urusan dunia yang menyulitkan tersebut? Apakah kita bisa menghindarinya? Atau apakah semua itu memang harus dijalani?

Dalam pandangan Allah, segala urusan yang kita khawatirkan dan takutkan adalah mudah bagi-Nya. Seringkali kita berusaha menjalani itu semua dengan kekuatan diri sendiri, merasa sebagai superman yang mampu menghadapi segala-galanya. Dan Allah ingin menunjukkan bahwa sebenarnya kita tidak bisa apa-apa.

[Read more…]