Blended Learning Mengubah Cara Kita Belajar Di Masa Depan

imageKetika baru bergabung sebagai management trainee di Unilever, salah satu presentasi saya adalah “Adopting blended learning for Unilever Indonesia.” Ide ini saya lontarkan di tahun 2004 ketika konsep knowledge management, e-learning, long distance learning mulai populer dan mendapat tempatnya.

Apakah Blended Learning itu?

Sesuai namanya, blended learning adalah metode pembelajaran yang memadukan pertemuan tatap muka dengan materi online secara harmonis. Perpaduan antara training konvensional di mana trainer dan trainee bertemu langsung dengan training online yang bisa diakses kapan saja, di mana saja 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

Adapun bentuk lain dari blended learning adalah pertemuan virtual antara trainer dengan trainee. Mereka mungkin saja berada di dua dunia berbeda, namun bisa saling memberi feedback, bertanya, atau menjawab. Semuanya dilakukan secara real time. Sebagian menyebutnya dengan long distance instructed learning, yang lain menyebutnya virtual instructor led training – training yang dipandu oleh instruktur betulan secara virtual karena antara peserta dan instruktur berada di tempat yang berbeda. Apapun namanya, model pembelajaran ini memanfaatkan teknologi IT lewat media video conference, phone conference, atau chatting online.

Mengapa Blended Learning, Apakah e-Learning Saja Tidak Cukup?

Sebuah pertanyaan menarik dan mengusik pemikiran kita. Untuk menjawabnya, saya mencoba menelusuri puluhan artikel dan jurnal ilmiah berkaitan topik ini. Dari studi yang ada, kendala terbesar e-learning adalah interaktivitas langsung antara pembelajar dengan instrukturnya. Bagaimanapun belajar merupakan proses dua arah. Peserta memerlukan feedback dari pengajar dan sebaliknya sang pengajar juga memerlukan feedback dari pesertanya. Dengan cara ini akan didapat hasil belajar yang lebih efektif, tepat sasaran.

[Read more…]