Human Resources

Inilah Keterampilan Utama yang Diperlukan Seorang Manajer Baru

Siapa dan bagaimana manajer yang baik di mata Anda? Beragam jawaban dan kriteria dapat dikemukakan. Menjadi manajer adalah kombinasi dari pengetahuan teknis, seni komunikasi, dan passion untuk ‘menyelami’ dan mengembangkan kemampuan tim dalam usaha mencapai tujuan organisasi.

Dengan pengalamannya di perusahaan multinasional dan ribuan jam training yang diberikan kepada ribuan profesional berbagai lapisan, Muhammad Noer bermurah hati untuk menuliskan dan berbagi ilmunya secara cuma-cuma.

Pada bukunya kali ini, Anda diajak untuk – secara cepat dan sistematis – memperoleh gambaran tentang “hot spots” yang perlu dibangun dan dikembangkan ketika Anda menapaki jenjang sebagai manajer, baik struktural maupun fungsional. Akan menjadi starting point yang sangat baik dalam perjalanan mengembangkan diri menjadi pribadi yang “do the right things right”.

Inilah Keterampilan Utama yang Diperlukan Seorang Manajer Baru Read More »

Membangun Training Pengelolaan Tim bersama Prayoga Wiradisuria

Dunia training atau pelatihan ternyata adalah dunia yang menjanjikan. Saya mengawalinya dengan memberikan training presentasi memukau. Training itu memberikan ilmu mengenai cara presentasi yang baik dan efektif. Sebagian besar materi presentasi adalah berdasarkan pengalaman saya ketika masih bekerja di sebuah perusahaan multinasional. Ketika itu saya memang sering harus memberikan presentasi, baik kepada bos maupun klien.

Membangun Training Pengelolaan Tim bersama Prayoga Wiradisuria Read More »

Leaving Unilever to Change the World

Hari ini, tepat 1 September 2015, saya memulai halaman baru dalam kehidupan profesional sebagai mantan karyawan Unilever. Ya, setelah melalui perenungan panjang, saya akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari salah satu perusahaan terbaik di Indonesia dan dunia. UPDATE VIDEO: Simak Video Berikut untuk Ringkasan Mengapa saya Berpindah Karir Dengan posisi sebagai salah satu Senior HR

Leaving Unilever to Change the World Read More »

Apakah Seorang Praktisi HR Harus dari Psikologi?

Artikel berikut ini terinspirasi dari tulisan dengan judul yang sama ditulis oleh sahabat dan guru saya bapak Josef Bataona. Dalam artikel tersebut, Pak Josef mengangkat sedikit tentang kisah saya yang berkarir di bidang HR termasuk mengelola organisasi lintas negara berbekal pengetahuan di bidang Marketing yang menjadi studi saya di perkuliahan dulu. Ada hal menarik yang

Apakah Seorang Praktisi HR Harus dari Psikologi? Read More »

8 Hal Yang Saya Pelajari Dalam Mengelola Karyawan Lintas Negara

Dalam tulisan kali ini, saya ingin mengulas pelajaran yang saya dapatkan dari pengalaman mengelola talent lintas negara dalam sebuah organisasi global. Talent yang tersebar di seluruh benua mulai dari Shanghai, Singapore, Mumbai, London, Hamburg sampai New York.

Semoga sharing ini juga bermanfaat buat Anda.

8 Hal Yang Saya Pelajari Dalam Mengelola Karyawan Lintas Negara Read More »

Antara Passion, Purpose dan Value

Setiap orang memiliki minat atau hasrat untuk mencapai sesuatu. Setiap orang juga ingin melakukan sesuatu yang memberi makna dan nilai luhur. Dalam salah satu sesi TEDxJakarta, Rene Suhardono menjelaskan dengan sangat lugas dan gamblang tentang passion, purpose dan value. Apa yang Rene sampaikan mengajak kita untuk berpikir kembali makna sebuah pekerjaan sekaligus hidup itu sendiri.

Antara Passion, Purpose dan Value Read More »

Semuanya Berawal Dari Sebuah Langkah Sederhana

step

Apakah yang dilakukan ketika kita akan membangun sebuah rumah? Meletakkan batu pertama. Ya, setiap kali seorang membangun sebuah rumah maka akan selalu ada batu pertama yang disusun dan disemen. Siapa sangka batu tersebut akhirnya menjadi bangunan yang kokoh dan indah.

Memulai sesuatu adalah tugas yang berat buat banyak orang. Bayangan tentang kesulitan yang akan dihadapi, tantangan yang menghadang maupun banyaknya tugas yang harus dikerjakan sering membuat orang menunda-nunda apa yang seharusnya dia kerjakan. Akibatnya, waktu terus berjalan dan tidak ada yang selesai dikerjakan.

Berkaca dari orang-orang besar, apa yang mereka lakukan adalah memiki visi yang besar dan menyusunnya menjadi rencana-rencana kecil yang dapat dilaksanakan. Dengan cara ini, suatu pekerjaan yang terlihat besar dan berat menjadi lebih ringan karena telah dipecah-pecah dan disusun dalam skala yang lebih kecil. Apa yang mereka lakukan tidak pernah terjadi dalam sekejap mata. Semuanya membutuhkan kerja keras, tanggung jawab, dan langkah demi langkah yang secara konsisten dijalani.

Jika Anda memiliki visi, cita-cita atau apapun yang baik untuk Anda lakukan, maka tugas yang perlu dilakukan adalah rampungkan visi tersebut, dan bagi dalam langkah-langkah yang lebih kecil. Tidak ada gunanya Anda memiliki visi besar dan luar biasa tapi tidak pernah melangkah untuk menuju ke sana.

Karena itu saya ingin mengutip apa yang sering disampaikan oleh Kyai Abdullah Gymnastiar yakni: mulailah sesuatu yang baik dari yang kecil, mulailah dari diri sendiri, dan mulailah saat ini juga. Sebuah perjalanan ribuan mil selalu dimulai dengan satu langkah kecil, dimulai dari diri sendiri – meskipun semua orang mencemooh, dan dimulai segera saat ini – tidak ditunda-tunda.

Sudahkah Anda mengambil langkah sederhana untuk mewujudkan visi, rencana atau cita-cita yang akan membuat perubahan buat diri Anda dan orang lain di sekitar Anda?

Mulailah melangkah dengan penuh keyakinan. Atas izin Allah, bantuan akan datang pada saat yang tepat ketika Anda membutuhkan pertolongan. Tanpa memulai, jangan pernah berharap akan terjadi perubahan.

Photo Credit: vvvracer under Creative Common License

Semuanya Berawal Dari Sebuah Langkah Sederhana Read More »

Belajar Cara Belajar

kids_study

Dalam dunia pendidikan, guru dan murid harus bekerjasama. Tugas guru membimbing para muridnya agar menyerap pelajaran dengan baik sesuai kapasitas, potensi dan minat anak didik. Adapun tugas murid adalah belajar dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab sehingga apa-apa yang diajarkan dapat dipahami dengan baik dan diamalkan dalam kehidupannya.

Untuk itu, masing-masing pihak, guru dan murid perlu memiliki keterampilan. Itulah keterampilan belajar dan mengajar.

Buat guru, keterampilan tersebut meliputi bagaimana menyusun bahan ajar yang baik sehingga para murid dapat belajar dengan penuh minat, semangat, sekaligus menyenangkan. Adapun murid perlu belajar bagaimana agar dapat menguasai pelajaran dengan baik sehingga nantinya bisa diaplikasikan. Keterampilan tersebut diantaranya adalah bagaimana membaca dengan cepat dan efektif, bagaimana cara memahami dengan baik sehingga akan diingat dalam jangka panjang serta cara mencatat yang mudah diingat dan menjadi referensi berguna di masa mendatang.

Sayangnya, keterampilan seperti ini terkadang tidak dimiliki baik oleh guru dan siswa. Akibatnya, kedua belah pihak frustasi satu sama lain. Guru pontang panting menjelaskan sesuatu tapi tidak diperhatikan oleh murid-muridnya. Sementara sang murid frustasi dengan bahan pelajaran yang bertumpuk dan tidak tau bagaimana bisa menyelesaikannya.

Belajar bukan lagi untuk memahami dan menghayati melainkan berubah menjadi proses mengejar nilai dan kelulusan.

Karena kurangnya keterampilan belajar dan mengajar ini pada akhirnya akan berdampak pada kualitas para pelajar kita. Mereka mungkin saja tamat dari sekolah dan menyelesaikan perguruan tinggi, namun sedikit sekali ilmu yang menempel dan akhirnya bisa dipakai dalam keseharian. Para pelajar lebih senang dengan jalan pintas dan menghafal apa yang diprediksi akan keluar dalam ujian. Belajar bukan lagi untuk memahami dan menghayati melainkan berubah menjadi proses mengejar nilai dan kelulusan.

Adapun di negara-negara yang lebih maju, saya memperhatikan para murid tidak hanya dibebani dengan bahan pelajaran, melainkan mereka juga dibekali dengan bagaimana caranya belajar dengan baik. Karenanya tak jarang ada kelas khusus yang mengajarkan bagaimana cara membaca yang lebih efektif dan efisien. Bagaimana meningkatkan konsentrasi sehingga dapat memahami pelajaran dengan baik. Dan cara mencatat yang terstruktur, kreatif dan menyenangkan sehingga apa-apa yang ditulis akan menjadi informasi berharga sepanjang masa. Tidak hanya itu, mereka juga diberi kesempatan untuk melatih dan mengembangkan minat sejak dini sambil terus mengasah keterampilan khusus yang dimiliki masing-masing individu.

Hal yang sama berlaku buat para guru. Mereka juga belajar bagaimana cara menyampaikan materi di depan kelas, bagaimana menciptakan ruang kelas yang hidup dan menyenangkan. Bagaimana proses belajar menjadi diskusi interaktif yang memberi nilai tambah bagi para murid dan guru itu sendiri.

Jadi, jika Anda seorang guru atau murid, sudahkah belajar cara belajar?

 

Photo Credit: blisschan under Creative Commons License

Belajar Cara Belajar Read More »