6 Kiat Sukses Berkarir Di Human Resources

Klik di Sini Untuk Menghubungi Kami

Jika Anda memperhatikan iklan koran, kebanyakan pekerjaan di bidang Human Resources mempersyaratkan pendidikan di bidang Psikologi atau Hukum. Saya sendiri lulusan Fakultas Ekonomi. Walaupun demikian, saya merasa mantap dalam menjalani karir di HR.

Dalam beberapa tahun pengalaman saya, tidak mudah untuk berkarir di HR meskipun tidak bisa dibilang sulit. Tips ini bukan dengan cara mempelajari psikologi secara mendalam atau menguasai aspek hukum yang rumit. Berikut adalah beberapa kiat buat Anda yang tertarik dan ingin sukses di bidang HR berdasarkan pengalaman saya pribadi:

1. Suka berhubungan dengan orang lain

Sebagai seorang yang bekerja di bidang HR, Anda harus suka berhubungan dengan orang lain. Suka di sini bukan berarti harus terus menerus memaksakan diri untuk berbicara kepada semua orang, berlaku ramah kepada orang lain atau sejenisnya. Apa yang saya maksudkan adalah Anda harus secara tulus senang membina hubungan dengan orang lain, memiliki orientasi hubungan jangka panjang, bersedia mendengarkan orang lain termasuk siap dimintai pendapat. Anda juga harus bisa bersikap yang layak dan adil kepada semua orang apakah dia pegawai rendahan atau pimpinan perusahaan.

2. Menguasai bisnis

Sekarang bukan zamannya lagi HR hanya mengurus karyawan baru masuk, promosi jabatan ataupun karyawan keluar karena mengundurkan diri atau dipecat. Seorang praktisi HR yang baik harus menguasai bisnis yang dia layani. Jika Anda menjadi HR untuk perusahaan manufaktur, kuasailah bisnis dan proses produksi yang ada di dalamnya. Jika Anda menjadi HR di perusahaan berbasis jasa, kuasailah aspek jasa yang menjadi bisnis utama perusahaan Anda. Hal ini bukan berarti Anda harus menjadi ahli di bisnis tersebut, melainkan Anda harus nyambung dengan isu-isu yang ada. Dengan cara ini Anda akan dapat berkontribusi lebih baik dan lebih optimal.

3. Berani mengambil keputusan

Salah satu suka duka di HR adalah Anda harus berdiri di depan semua orang ketika menyampaikan berita gembira, termasuk siap menyampaikan berita duka. Dalam situasi sulit tak jarang keputusan harus diambil. Anda harus berani mengambil keputusan meskipun sulit dan berdampak kepada nasib seseorang. Pisahkan antara keinginan pribadi dengan kepentingan perusahaan. Gunakan hati nurani sekaligus rasio Anda. Seorang HR yang baik dapat menempatkan diri sebagai wakil perusahaan sekaligus pembela karyawan.

4. Siap menjadi jembatan

Seorang HR adalah wakil dari perusahaan untuk memastikan segala peraturan yang ada ditegakkan. Di sisi lain dia juga seorang pembela karyawan di mana harus mengerti betul apa yang mereka rasakan dan bisa membawa isu-isu tersebut kepada pimpinan perusahaan jika diangap penting. Begawan HR, Dave Ulrich menyebutnya dengan peran Employee Champion. Peran ini membuat seorang praktisi HR sebagai jembatan. Harus siap dilewati oleh orang dari sisi yang satu termasuk sisi yang lainnya. Biarlah orang lupa bahwa dia telah memanfaatkan jasa jembatan asalkan orang tersebut selamat sampai ke seberang. Ketika terjadi konflik antar dua pihak yang berseberangan, dia akan menjadi jembatan yang mempersatukan keduanya.

5. Berlaku adil dalam menegakkan peraturan dan membela kepentingan karyawan

Karena perannya sebagai wakil perusahaan, seorang HR harus mampu menegakkan peraturan yang ada dengan tegas namun tetap luwes. Dengan demikian, peraturan tetap menjadi sebuah tatanan yang harus dihormati semua pihak. Di sisi lain, dia juga akan gigih membela kepentingan karyawan jika ternyata perusahaan hendak mengambilnya. Disinilah dibutuhkan keberanian dan keadilan bersikap. Di satu sisi dia menjadi penasehat perusahaan, di sisi lain dia juga pendengar aspirasi karyawan. Dia akan tegas kepada karyawan yang melanggar tatanan namun di sisi lain akan mengingatkan perusahaan jika ada hak-hak karyawan yang dilanggar.

6. Memiliki telinga yang selalu siap mendengarkan

Banyak orang pintar bicara tapi tidak pintar mendengar. Seorang HR harus pintar bicara sekaligus mampu mendengarkan orang lain dengan baik. Mendengarkan dalam arti sebenarnya bukan hearing but not listening. Seorang praktisi HR akan selalu mendengar masukan dari manager lainnya, aspirasi karyawan, termasuk keluh kesah orang lain. Dia harus siap dan menyediakan diri untuk mendengarkan orang lain sebelum menawarkan jalan keluar dan membantu orang tersebut.

Demikian 6 tips yang akan membuat Anda sukses berkarir di bidang Human Resources. Selamat berkarya dan berbakti dalam pekerjaan Anda.

Panduan membaca cepat dan efektif. GRATIS.

 

Bagaimana membaca 2 kali lebih cepat.

 

Telah didownload lebih dari 30.000 orang.

 

Download Sekarang.

 

Comments

  1. mantaph…terima kasih untuk notenya pa…

  2. Makasih bos atas tips yang sangat bermanfaat ini!

  3. Nampaknya point no 1 tersebut memang perlu. Jika tidak suka berhubungan dengan orang lain, bagaimana bisa terjun di dunia human resources?

Speak Your Mind

*

Klik di Sini Untuk Menghubungi Kami
close-link