Leaving Unilever to Change the World

Leaving Unilever to Change the World

Hari ini, tepat 1 September 2015, saya memulai halaman baru dalam kehidupan profesional sebagai mantan karyawan Unilever. Ya, setelah melalui perenungan panjang, saya akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari salah satu perusahaan terbaik di Indonesia dan dunia.

UPDATE VIDEO:

Simak Video Berikut untuk Ringkasan Mengapa saya Berpindah Karir

Dengan posisi sebagai salah satu Senior HR Manager di Unilever dan karir yang menjanjikan, saya akhirnya memilih untuk menjalani passion di bidang pendidikan, pelatihan dan teknologi.

Keputusan yang tidak mudah namun harus saya ambil untuk bisa berkonsentrasi dan fokus meniti karir baru sebagai trainer profesional di bidang business presentation and communication.

Inspirasi Kisah John Wood Meninggalkan Microsoft

Beberapa tahun yang lalu dalam sebuah perjalanan dinas ke luar negeri, seperti biasa saya singgah di toko buku Kinokuniya, Singapura. Perhatian saya tertuju pada sebuah buku dengan judul yang menarik: Leaving Microsoft to Change The World karya John Wood.

Leaving Microsoft to Change the World

Pendiri Microsoft, Bill Gates, adalah salah satu idola saya di bidang teknologi. Saya bahkan pernah bercita-cita jadi programmer di masa sekolah dulu karena terinspirasi kisah Bill Gates membangun sebuah perusahaan software dari garasi rumah.

Oleh karena itu, saya ingin tahu mengapa ada orang seperti Wood yang rela melepas pekerjaan hebatnya sebagai Direktur untuk Asia Pasifik di Microsoft untuk mendirikan sebuah organisasi non profit bernama Room to Read.

Kisah Wood dimulai dari sebuah perjalanan liburannya ke Himalaya, Wood tersentuh dengan anak-anak Nepal di sebuah sekolah terpencil yang begitu mendambakan hadirnya buku-buku di sekolah tersebut. Salah seorang guru di sana berkata kepadanya: “Mungkin suatu saat kamu akan kembali ke sini dan membawa buku buat kami.”

Pengalaman itu tidak bisa hilang meskipun Wood telah selesai liburan dan kembali ke rutinitasnya mengembangkan Microsoft di Asia. Saya bisa membayangkan betapa sibuknya Wood dengan pekerjaannya karena saya juga pernah menjalani penugasan di organisasi global lintas negara.

Wood memutuskan untuk menjalani panggilan hatinya untuk kemudian mendirikan lembaga Room to Read untuk membantu anak-anak di berbagai negara yang kesulitan untuk mendapatkan donasi buku-buku bermanfaat untuk membantu perkembangan mereka. Tidak hanya buku, dia juga mendirikan sekolah-sekolah dan membantu anak-anak perempuan agar bisa terus melanjutkan pendidikan.

 

Kisah Saya di Unilever

Membaca kisah Wood dalam buku tersebut, saya membayangkan diri saya. Waktu itu, saya juga bekerja menangani HR untuk divisi Penjualan (Sales) Global di Unilever.

Berbasis di Singapura, saya harus berinteraksi dengan kolega dari seluruh benua. Merancang inisiatif seputar talent dan organisasi untuk diaplikasikan ke berbagai negara.

Sebuah pekerjaan yang menarik, menantang namun harus saya akui cukup melelahkan. Tidak jarang saya harus melakukan conference call dengan sesama kolega HR lintas benua di malam hari karena perbedaan zona waktu yang terlalu lebar.

Hampir selalu meeting tersebut harus dilakukan di malam hari waktu Singapura untuk mengakomodir waktu pagi di Amerika, sore di Eropa, dan sore sampai malam di Asia. Jika dibalik untuk dilaksanakan pagi hari waktu Singapura, maka rekan-rekan di Eropa akan kebagian waktu tengah malam yang tidak mungkin dilakukan.

Hal ini cukup melelahkan karena pekerjaan seperti terus berjalan 24 jam. Atasan saya saat itu pun berbasis di Amerika Serikat sehingga cukup sulit buat kami mengatur waktu untuk berdiskusi.

Disamping segala tantangannya, saya juga harus mengakui pekerjaan tersebut sangat membantu saya untuk berkembang menjadi seorang profesional HR yang mumpuni seperti sekarang.

Ketika membaca buku Woods, terbetik sebuah pemikiran jangan-jangan saya akan mengikuti jejaknya untuk keluar dari perusahaan yang telah membesarkan saya.

 

Aktivitas Saya di Luar Pekerjaan

Seperti yang mungkin banyak diketahui orang, selain bekerja di Unilever, saya juga aktif menulis buku, blog, serta membangun website yang besar untuk topik presentasi dan membaca cepat. Semua itu biasa saya lakukan di malam hari sepulang kerja ditambah waktu libur di hari Sabtu dan Minggu.

Semuanya berawal di tahun 2009 ketika saya mulai menulis blog pribadi. Saat itu saya mulai berpikir bahwa aktivitas rutin tidak boleh hanya pekerjaan saja. Saya punya minat yang kuat dalam penulisan yang dibantu oleh hobby saya membaca berbagai buku. Dari blog tersebut terus berkembang sampai akhirnya saya membuat Training Membaca Cepat Online pertama di Indonesia.

Tidak sampai di situ, blog saya terus dikunjungi oleh banyak pembaca untuk berbagai topik lainnya seperti presentasi, komunikasi dan perencanaan keuangan. Akhirnya, lahir Presentasi.net dengan visi untuk menjadi sumber pembelajaran presentasi bisnis terlengkap dan terbesar di Indonesia.

Alhamdulillah, saat ini saya punya lebih dari 60.000 subscriber dari seluruh penjuru Indonesia dan dunia. Saya tidak pernah menyangka blog yang saya mulai untuk melatih kembali kebiasaan menulis sekarang mulai berubah layaknya sebagai sebuah bisnis.

Saya juga berkesempatan untuk menulis buku tentang speed reading dan buku presentasi yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat dan dicetak pula oleh salah satu jaringan penerbit besar Indonesia, Gramedia.

Buku Speed Reading for Beginners - Muhammad Noer     Buku Presentasi Memukau - Muhammad Noer

Dalam sebuah perenungan, saya menyadari tidak mungkin saya melakukan ini semua tanpa pertolongan Allah Taala. Apalagi hal tersebut dilakukan di sisa waktu saya sepulang kerja.

Saya merasa ada kemudahan yang luar biasa saya dapatkan sehingga bisa menulis buku, membuat video, dan akhirnya membuat pelatihan buat masyarakat.

Tentunya saya tidak melupakan jasa dari tim saya antara lain:

  • Amar Widiyanto yang menjadi manajer untuk semua bisnis online yang saya kelola
  • Herry Mardian yang menjadi teman saya menulis buku dan merancang produk digital Slide Inspiratif
  • Rona Binham yang membantu saya mempersiapkan training Presentasi Memukau
  • Pak Adi Kusrianto yang menjadi trainer, penulis dan editor buku saya yang diterbitkan Elex Media
  • Erick Mulyana dan Albertina Andriyani yang menjadi desainer slide handal
  • Ibu Dewi Suryodipuro dan Sri Narulita yang menjadi penerjemah untuk website BestPresentation.net versi Inggris dari Presentasi.net
  • Mas Anwar Holid yang menjadi editor buku Speed Reading for Beginners edisi cetak
  • para tim penulis di MembacaCepat.com
  • Pak Djohan Yoga, seorang sahabat baik yang menjadi trainer bersama saya di Training Mind Map Indonesia

Terhitung saya telah melaksanakan lebih dari 30 batch pelatihan untuk topik Membaca Cepat, Presentasi Memukau dan terbaru Mind Mapping bersama international trainer dari Buzan.

 

Keputusan Mundur Dari Perusahaan

Dengan semua aktivitas yang padat tersebut memang terasa saya seperti punya dua pekerjaan. Pagi sampai Maghrib saya bekerja untuk Unilever. Di malam hari dan week end saya akan melaksanakan aktivitas online dan training.

Dengan semakin banyaknya pembaca website dan jadwal training yang padat membuat saya harus pintar membagi waktu dan energi. Tugas baru saya sepulang dari Singapura ke Indonesia juga tidak mudah.

Sebagai Corporate Industrial Relations Manager, saya bertanggung jawab untuk memastikan terciptanya hubungan industrial yang harmonis antara perusahaan dengan serikat pekerja dan seluruh karyawan, serta menjadi aktor utama sebagai wakil perusahaan dalam Perundingan Perjanjian Kerja Bersama.

Di satu sisi, saya mencintai Unilever sebagai organisasi yang telah membesarkan dan membuat saya berkembang seperti sekarang. Saya harus mengakui kadangkala bekerja di perusahaan yang hebat akan membuat kita maju dengan cepat. Tidak kalah dari orang-orang yang memutuskan mengambil pendidikan ke level yang lebih tinggi.

Namun di sisi lain, saya menyadari bahwa saya punya passion yang sangat tinggi di bidang pembelajaran, pendidikan dan teknologi. Saya merasakan panggilan yang kuat untuk bisa berkontribusi yang banyak bagi masyarakat di bidang tersebut.

Saya teringat pesan guru saya bahwa salah satu amal soleh tertinggi adalah berbakti untuk negeri. Mungkin inilah salah satu jalan yang dimudahkan buat saya. Sesuatu yang saya memiliki kemampuan, kemauan dan kesempatan untuk melakukannya.

Setelah melalui perenungan panjang, berdoa kepada Allah, berdiskusi dengan istri dan keluarga, akhirnya dengan mantap keputusan pun dibuat.

Saya sangat berterima kasih atas dukungan istri saya Nurul Halida yang sangat memahami apa yang saya rasakan. Dia pula yang mendorong saya untuk tidak ragu dan benar-benar menjalankan kata hati untuk fokus ke dunia pendidikan dan pelatihan.

Tak lupa keluarga yang mendukung menjadi faktor yang menentukan buat saya melangkah lebih mantap.

Jika John Wood meninggalkan Microsoft di usianya yang menginjak 35 tahun, saya pun akhirnya meninggalkan Unilever pada usia yang sama.

 

Masa Penantian

Di akhir tahun 2014, saya menyampaikan niat untuk mundur dari perusahaan kepada atasan saya. Saya menyampaikan bahwa saya berkomitmen untuk menyelesaikan tugas-tugas yang masih menggantung agar dapat diselesaikan. Tugas utama saat itu adalah menyelesaikan proses perundingan dengan serikat pekerja.

Meski cukup kaget mendengar berita tersebut, namun yang sangat saya kagumi, atasan saya bisa memahami passion saya dan mendukung sepenuhnya.

Akhirnya, dimulailah proses pencarian pengganti untuk posisi yang akan saya tinggalkan. Ternyata tidak mudah mencari pengganti yang tepat. Rencana awal saya bisa mulai fokus di bulan Maret 2015 terus bergeser sampai ke akhir Agustus 2015.

Meskipun saya ingin selesai lebih cepat, namun saya juga berkomitmen untuk membantu transisi yang mulus di organisasi yang saya cintai. Saya ingin membantu perusahaan dengan jadwal yang fleksibel sampai saya bisa menyelesaikan tugas dengan baik di Unilever. Buat saya, masuk baik-baik, keluar juga harus baik-baik pula.

Akhirnya saya dan tim Unilever bisa menyelesaikan Perundingan Perjanjian Kerja Bersama dan perusahaan juga dapat melakukan transisi organisasi dengan baik dan mulus.

Kurang lebih delapan bulan sejak saya menyampaikan niat mundur berlalu.

Akhirnya hari itu tiba. Saya merasa haru, sedih, sekaligus gembira dan bersemangat. Apalagi satu bulan menjelang tugas saya berakhir di Unilever, saya berkesempatan memberikan 6 batch pelatihan untuk tim di kantor Pusat Jakarta, Pabrik Cikarang, tim Bango di Subang, tim R&D, dan rekan-rekan Serikat Pekerja.

 

Mendirikan Perusahaan Start Up Untuk Membangun Kemajuan Bangsa

Awal tahun 2015, saya mulai membentuk sebuah perusahaan bersama sahabat semasa kuliah dulu Amar Widiyanto. Sebelum ini kami juga sudah menjalankan training online dan offline meskipun belum memiliki badan hukum. Perusahaan itu kami beri nama PT. Presenta Edukreasi Nusantara.

Logo Presenta

Kata Presenta diambil untuk memberi nama unik sekaligus menunjukkan fokus utama di bidang presentasi dan komunikasi bisnis.

Kata Edukreasi diambil untuk menegaskan bahwa usaha ini akan merancang sistem pendidikan dan pembelajaran yang kreatif baik bersifat tatap muka maupun pelatihan online.

Kata Nusantara diambil bahwa organisasi ini muncul untuk memberi manfaat yang banyak buat masyarakat Indonesia di seluruh nusantara.

Ke depan, saya dan tim akan fokus memberikan pelatihan buat perusahaan, BUMN, organisasi pemerintah, swasta, dan organisasi masyarakat lainnya.

Fokus utama adalah training presentasi yang telah dikenal luas dengan nama Presentasi Memukau.

Training Presentasi Memukau

Disamping itu, pelatihan-pelatihan yang menjadi keahlian saya yang lain seperti Speed Reading dan Mind Mapping juga akan terus dikembangkan.

Training Membaca Cepat Tatap Muka

Training Mind Map Indonesia

Ini masih belum termasuk bidang yang menjadi pekerjaan utama saya selama ini, Human Resources.

Dengan saya sekarang bisa fokus, maka akan lebih banyak pelatihan maupun kerjasama sinergis yang dapat dilakukan.

Selain bersifat profesional, saya dan tim juga ingin berbagi secara sosial buat seluruh masyarakat dengan membagi ilmu-ilmu yang bermanfaat dan berkualitas secara gratis. Inilah tempat di mana perpaduan antara kebutuhan finansial dan kesempatan untuk berbagi secara sosial dapat dilakukan beriringan.

Seluruh website yang saya kelola: Presentasi.net, MembacaCepat.com, MuhammadNoer.com, BestPresentation.net, TrainingMindMap.com, TrainingPresentasi.com, dan beberapa lainnya akan berada dalam satu wadah.

 

Terima Kasih Buat Seluruh Sahabat Saya di Unilever

Saya sangat bangga dan gembira pernah menjadi bagian dari perusahaan terbaik di Indonesia dan dunia yang pernah berturut-turut memenangkan Most Admired Knowledge Enterprise (MAKE) Award.

Terima kasih untuk:

  • Pimpinan HR Unilever Indonesia Pak Josef Bataona dan Ibu Enny Sampurno yang banyak memberi kepercayaan dan kesempatan hebat buat saya.
  • Atasan dan mentor saya di Unilever Indonesia: Ibu Laksmi Tobing, Bapak Rudy Afandi, Ibu Asniati Lubis, Bapak Sabar Sihotang, Bapak Yunus Triyonggo, Bapak Willy Saelan dan Bapak Abraham Togatorop.
  • Atasan dan mentor saya di Unilever Global dan Regional: Danielle van den Broek, Joe Plavetic, Chris Herrick, Julia Farrant, Sumeet Salwan, BP Bidappa, Jacqueline Yew, Lennard Boogard dan John Nolan.
  • Bisnis partner yang pernah bekerjasama dengan intens: Alex von Behr – Chief Customer Development Officer, Customer Development Vice President dan Director dari berbagai negara, tim Global CD, Pak Raghu, Pak Biswaranjan Sen, para General Manager Manufacturing, rekan-rekan Manufacturing Managers, Engineers dan seluruh tim di pabrik Cikarang dan Rungkut.
  • Rekan-rekan HR dari berbagai negara yang sering berdiskusi dan bekerjasama: Annie Qi (China), Faizaan Ahmad (Pakistan), Sangeeta Rajalakhsmi (India), Denella Fincham (Afrika Selatan), Irem Ozbalyali (Turki), Hugo Salcedo (Kolombia), Nguyen Phuong Loan (Vietnam), Sanita Pinchback (USA), Yuka Shimada (Jepang) dan banyak lainnya yang tidak bisa saya sebut satu per satu.
  • Rekan-rekan satu tim di HR Global CD, Regional Marketing HR, HRBP SC maupun HR Indonesia: Elizabeth Austin, Sieling Gwee, Kushi Marfatia, Ambika Sivadoss, Judy Choong, Roosmarijn Gerritsen, Aileen Aumentado, Ririn Atmelia, Irwan Dewanto, Edwin Djakaria, Alfari Firdaus, Nanang Chalid, Kariani Yanuarisa, Meta Sutaperwata, Irma Erinda, Ridha Imansyah, Lisa Qonita, Emmi Siswanto dan teman-teman lainnya.
  • Tim saya: Tri Wulandari, Zaifuddin, Sugiarti Zainal, Vania Callista, Putu Norma, Indri Pramaningrum, Irwanti Barianita, Randy Raditya, Ilvan Yahdi, Sarah Felicia, Ernita, Lia, Ratri, Trijo, Erika, Agus Swandono dan seluruh anggota tim lainnya.
  • Rekan-rekan Serikat Pekerja yang sering berdiskusi dan bernegosiasi: bung Norvan, bung Sudarwanto dan seluruh timnya.
  • Tak lupa buat rekan-rekan yang baru bergabung di Unilever di mana saya sempat menjadi host untuk kalian.

Unilever Learning Center Training Presentasi Memukau

Dan seluruh rekan-rekan di Unilever yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Terima kasih atas persahabatan dan kerjasama kita.

Saya senang dan bangga  bekerjasama dengan Anda semua. Mohon dimaafkan atas segala kesalahan dan kekeliruan yang pernah saya buat kepada Anda.

Insya Allah, meskipun saya telah meninggalkan Unilever, namun perusahaan terbaik ini tetaplah di hati. Dan saya pun berharap suatu saat bisa kembali dan berbagi bersama karyawan Unilever dalam kesempatan yang berbeda.

 

Leaving Unilever to Change the World

Ada saat bertemu, ada pula saat berpisah. Tak terasa, 11 tahun sudah saya berkarya di Unilever. Ada banyak kenangan manis dan aktivitas yang menarik:

  • Membangun Online Library
  • Menulis Retrospect sebagai inisiatif Knowledge Management
  • Perpindahan pabrik Shampoo dari Surabaya ke Cikarang
  • Perpindahan pabrik Skin Care dan Deo dari Surabaya ke Cikarang
  • Mencapai Advance Special Award dalam program Total Productive Maintenance
  • Merancang program License to Operate dan Sertifikasi buat tim Supply Chain
  • Merancang program Skill Upgrading for Factories
  • Perundingan Kerja Bersama dengan segala dinamikanya
  • Menciptakan inisiatif Customer Development Exchange Program untuk talenta di divisi Sales
  • Mempersiapkan program Positive Leadership

Dan masih banyak lainnya

Jalaluddin Rumi, seorang sufi yang terkenal dengan puisi bijaknya pernah berpesan:

“Kemarin aku begitu cerdas, maka aku ingin mengubah dunia.

Kini aku bijak, maka aku mengubah diri sendiri.”

Saya sungguh berharap, aktivitas ke depan yang akan saya lakukan akan bermanfaat buat diri pribadi dan orang lain. Tidak hanya itu, tentunya mendapat ridho dari Allah dan menjadi amal soleh.

Steve Jobs dalam pesannya kepada mahasiswa Stanford pernah berujar:

The only way to do great work is to love what you do.

There is no reason not to follow your heart.

Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life.

Have the courage to follow your heart and intuition.

They somehow already know what you truly want to become.

Kepada seluruh sahabat dan pembaca setia, mohon doanya agar saya dimudahkan untuk dapat terus berkarya yang positif buat masyarakat, bangsa Indonesia dan dunia.

Muhammad Noer - Unilever

UPDATE VIDEO:

Simak Juga Video Berikut untuk Ringkasan Bagaimana Berkarir Sebagai Seorang Trainer Profesional

39 thoughts on “Leaving Unilever to Change the World”

  1. Salut, buat bro Muhammad Noer. Langkah besar, dimulai dari keputusan benar. Bro mengingatkan saya pada teman yg melakukan hal serupa.
    Good luck.

  2. congratulations to Mr.Mohammad Noer for your Winning Decision to become New World Achiever started from Leaving Unilever to Change the World.
    and Let me give you one of my quote:
    “…Success will happen Twice ( 2 times ) in our life, firstly it Happen in our MIND, secondly it Happen in our LIFE REALITY. So Create first your Dreams from your Mind successfully then you can have it in your Life Reality.
    There can be Miracle when we believe…”
    Hope we can collaborate our Ideas and Programs to Change the World, we will have some Meetings ver soon…okay?
    Bravo for you!

    1. Thank you Pak Stevie. I am so happy having a very supportive friend like you. This will be a new interesting chapter in my life.

      I hope we can collaborate and do something meaningful for the people.

  3. Saya baca artikel mas Nur sampai selesai. Salut dengan keputusan mas Nur meninggalkan perusahaan sebesar unilever dengan posisi sekarang. Saya mengenal mas Nur dari pod casting Yaro Starak.

    2 tahun lalu juga saya mengenal seseorang yang meninggalkan pt. Inco Suroako, untuk mengejar fashion nya di bidang internet marketing, mas Yudi di blogodolar.com. Kang Yudi juga menceritakan kisah dan inspirasi nya meninggal kan Inco.

    1. Salam Mas Subhan,

      Terima kasih atas dukungannya. Semoga keputusan ini menjadi hal yang baik dan lebih mendekatkan diri pada apa-apa yang dimudahkan buat saya.

  4. Terima Kasih Pak Noer … sudah lama saya banyak belajar dari tulisan anda, perjalanan hidup dan karir anda memberikan inspirasi ke saya … Semoga sukses melanjutkan karir di luar UNILEVER … tetap semangat berbagi ilmu,
    dan memberikan sumbangsih terbaik buat INDONESIA … Amin.
    Saat ini saya masih sebagai karyawan perusahaan.
    Salam Sukses.

  5. Kisah ini mengingatkan saya pd seorang teman yg meninggalkan pekerjaannya sbg Direktur Keuangan dan memilih pashion nya sebagai Penulis…tapi syukurlah saat ini teman saya sdh berhasil dan sukses…
    Selamat ya pak Noer…sy selalu mengikuti sepak terjang bapak melalui email2 yg bapak kirim ke saya….

  6. Good Sharing and sangat menginspirasi, Semoga pak Noer diberikan kesehatan agar tetap berkarya dan lebih sukses serta tambah berkah. Aamiin.

  7. Keputusan yang tidak mudah tetapi dapat menginspirasi bahwa keberanian kadangkala diperlukan disaat membuat keputusan yang sulit ditengah ketidakpastian masa depan

  8. Tahun 2009 pertamakali saya mengenal Mas Noer dari kabar sesama blogger. Dan masih setia membaca kabar terbaru dari membacacepat.com hingga akhirnya hari ini tergerak berkunjung kesini.
    Selamat Mas Noer. Semoga Semakin Sukses!

  9. Selamat Mas Noor, Sukses di posisi yg baru, smg makin banyak yg tercerahkan. Hari Esok lebih baik dari hari ini.

  10. Sangat Inspiratif kisahnya Mas Noer dan salam kenal, saya juga memulai untuk belajar memulai usaha 4 tahun lalu, Alhamdulillah juga menjadi penulis di bidang Bakery.

  11. Sungguh pencapaian yang mengagumkan, meminjam istilah Maslow untuk aktualisasi diri. Semoga aktualisasi itu menjadikan diri saudara termasuk bagian dari orang-orang yang diberi nikmat iman sekaligus ilmu. Bravo, Wassalam

  12. Noer yang baik, saya doakan agar cita-citamu yang begitu luhur dapat tercapai meskipun bisa jadi banyak tantangan yang harus dihadapi. Semoga Alloh meridhoi serta Noer akan dipertemukan dengan banyak orang yang mau dan mampu membuat mimpimu menjadi kenyataan.

    1. Salam bu Okty yang baik, terima kasih banyak atas doa dan dukungannya. Mudah-mudahan ini adalah jalan buat saya bisa berkontribusi lebih banyak buat masyarakat luas. Tentunya akan ada tantangan yang harus dihadapi ke depannya. Mohon doanya ya bu. Salam.

  13. Mas Noer, apa kabar? Kita dulu pernah bareng di Unix Student Company saat kuliah dulu. Dari dulu saya sudah salut dengan Mas Noer dan semoga mas Noer makin sukses dengan pilihan karir yang baru. Salam utk mba Nurul dan keluarga.

  14. Selamat atas keputusan untuk memulai episode baru dalam kehidupan Pak Noer. Bekerja sesuai kecintaan (passion) dan bermanfaat bagi orang banyak adalah wujud ibadah yang mulia kepada Tuhan.

  15. Mas Noer, selamat atas keputusan pindah kuadran menjadi mantan karyawan. Semoga tambah sukses. Saya sudah keluar dari pekerjaan saya pada 10 Oktober 2011 untuk menjadi full time blogger.

  16. Kaget…dan Salut.

    itulah pertama kali ketika saya baca artikel ini, memutuskan keluar dari perusahaan top sepertinya bukan masalah berarti buat mas noer, karena segudang pengalaman selama ini memang sudah menuju passionnya.

    sekitar 2009 saya banyak berkunjung ke blog, banyak belajar tentang mindmap, speed reading, dan presentasi, untuk presentasi Tugas Akhir pun saya belajar dari buku presentasi memukau karya mas noer.

    Mas Noer memberi inspirasi nyata bagi kita tentang mengejar passion seperti yang pernah saya baca di buku Rene Suhardono atau Jammil Azzaini.

    Sekedar share, saya juga baru minggu akhir bulan agustus keluar dari tempat kerja, hijrah ke Jakarta, mencoba bekerja sesuai bidang saya, berat untuk pemula seperti saya, namun tetap dijalani sambil terus mencari passion saya.

    Semoga perjuangan mas Noer bisa memberikan manfaat lebih luas bagi negeri ini. Amiiien YRA

  17. Terharu…

    Ternyata tak dpt di sangka allah taala menunjukkan kuasanya..
    Masih banyak orang baik di dunia ini yang peduli atas saudara nya dan negaranya …
    Salut pak noer……
    Semangat terus.,semoga ilmu dan semangat bapak bisa nular ke saya dan teman2 semua

  18. It’s a pity you don’t have a donate button! I’d most certainly donate to this outstanding blog!

    I suppose for now i’ll settle for book-marking and adding your RSS feed to my
    Google account. I look forward to new updates and will talk about this site with my Facebook group.
    Talk soon!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *