8 Hal Yang Saya Pelajari Dalam Mengelola Karyawan Lintas Negara

worldmap

Waktu bergerak dengan cepat. Tanpa kita sadari, hari demi hari berlalu dan sebentar lagi kita pun akan memasuki tahun baru 2013.

Demikian pula dengan tugas yang saya lakukan. Tidak terasa sudah setahun saya menjalankan amanah sebagai Human Resource Manager untuk organisasi lintas negara.

Penugasan yang jauh berbeda dibandingkan peran lain yang pernah saya jalankan diantaranya sebagai Human Resource untuk manufacturing site.

Bekerja di perusahaan multinasional memang memberikan pengalaman yang berbeda. Saya pernah menuliskannya dalam sebuah artikel beberapa waktu lalu.

Dalam tulisan kali ini, saya ingin mengulas pelajaran yang saya dapatkan dari pengalaman mengelola talent lintas negara dalam sebuah organisasi global. Talent yang tersebar di seluruh benua mulai dari Shanghai, Singapore, Mumbai, London, Hamburg sampai New York.

Semoga sharing ini juga bermanfaat buat Anda.

[Read more…]

Mengapa Organisasi/Perusahaan Perlu Menciptakan Budaya Belajar (Bagian 1)

Tulisan berikut merupakan pembahasan dalam bentuk tertulis dari seminar yang saya bawakan pada forum HPSMI (Himpunan Pengelola Sumber Daya Manusia Indonesia) dengan topik “Membangun Budaya Belajar di Perusahaan Menuju Learning Organization”

Karena pembahasan cukup panjang, maka tulisan saya bagi dalam dua bagian. Bagian pertama membahas tentang mengapa organisasi perlu menciptakan budaya belajar sebagai landasan dalam menciptakan Learning Organization.

Bagian kedua akan saya tulis kemudian yang membahas studi kasus pendekatan yang dilakukan oleh PT. Unilever Indonesia, Tbk dalam menciptakan budaya belajar sekaligus penerapan Knowledge Management di perusahaan yang meraih penghargaan Most Admired Knowledge Enterprise (MAKE) sebanyak 3 kali berturut-turut pada 2005-2008.

###

BAGIAN PERTAMA

Mengapa Organisasi Perlu Menciptakan Budaya Belajar

Alvin Toffler dalam salah tulisannya menyebutkan, “The illiterate of the 21st century will not be those who cannot read and write, but those who cannot learn, unlearn, and relearn.”

Ya, buta huruf di zaman modern bukanlah karena tidak bisa baca tulis, melainkan karena tidak dapat belajar (learn), membuang apa yang sudah pernah dipelajari (unlearn) dan mempelajari kembali sesuatu karena mungkin sudah terlupakan atau diabaikan (relearn).

Karena itu semangat belajar dan terlebih lagi budaya belajar, sangat penting dimiliki oleh individu-individu dalam sebuah organisasi sehingga menjadi organisasi pembelajar (Learning Organization). Hal ini hanya bisa terjadi ketika individu dalam organiasi menjadi pribadi yang tangguh dan bertanggung jawab atas proses belajarnya. Mereka menjadi orang-orang yang belajar bukan karena diperintahkan atau diatur oleh organisasi, melainkan belajar karena kebutuhan dan tanggung jawab pribadi untuk mengembangkan diri.

Mengapa Organisasi Perlu Belajar?

Setidaknya ada empat alasan penting mengapa organisasi perlu terus belajar meskipun bisa jadi saat ini telah menjadi organisasi yang relatif lebih baik dibandingkan organisasi sejenis.

[Read more…]