Lukisan Pensil Alfath Sang Seniman

Oleh: Muhammad Noer

alfath-dan-mainan Hari ini, 25 Januari 2009, anak pertama saya Muhammad Fajar Alfath genap berusia 7 tahun. Sekarang dia telah duduk di kelas 1 SD dan sedang menikmati masa-masa sekolahnya. Tulisan ini saya buat untuk mengingat ultah Mas Alfath dan karya-karya yang telah dihasilkannya.

Sedikit cerita mengenai anak pertama saya ini, Alfath adalah seorang anak yang aktif, energik dan suka bercerita. Dia lahir ketika saya dan istri masih kuliah semester 7 di FEUI. Sebagai informasi, saya telah menikah ketika masih semester 5 di perkuliahan. Jika Anda ingin mengetahui mengapa saya memilih menikah muda, silakan baca di sini.

Alfath dibesarkan ketika kami masih dalam kondisi terbatas dalam membina rumah tangga. Maklum, saya belum memiliki pekerjaan tetap dan hanya mengandalkan penghasilan dari mengajar. Sebagai penggemar IT, sesekali saya juga menjual komputer untuk keperluan teman-teman di kampus dan bisa menghasilkan pendapatan untuk kebutuhan rumah tangga kami.

Alfath sering ikut ke kampus dan mengikuti perkuliahan di dalam kelas oleh ayah dan bundanya. Bayangkan anak ini sejak masih dalam kandungan saja sudah ikut berbagai matakuliah: Manajemen, Akuntansi Keuangan, dan Makroekonomi. Di masa kecilnya dia kerap duduk di ruang kelas perkuliahan menunggu ayah dan bundanya selesai belajar.

Seiring dengan perkembangan sensorik dan motoriknya, Alfath sejak awal menyukai aktivitas menata sesuatu. Ada saja yang dia susun dan kadang-kadang menghasilkan bentuk yang unik dan cukup nyeni untuk anak seusia itu. Dia suka main sambil berkhayal membayangkan dua pasukan yang sedang bertempur, penyelam yang mencari harta karun di tengah laut, atau kesibukan lalu lintas di tengah kota. Apa-apa yang dia khayalkan biasanya diwujudkan dalam susunan benda. Kebiasaan dan bakat ini terus berkembang sampai dia bisa memegang pensil dan mulai corat coret di atas kertas.

Nah inilah beberapa karya-nya yang unik dan menarik. Berikut saya sertakan juga latar belakang pembuatan masing-masing lukisan. Silakan diklik jika ingin melihat gambar yang lebih besar.

Pesawat Mau Mendarat
Pesawat Mau Mendarat

Lukisan ini mengisahkan sebuah pesawat yang hendak mendarat. Sepertinya di awal melukis Alfath ingin menggambar juga landasan pacu pendaratan. Namun entah mengapa idenya berubah dengan adanya tambahan kereta api yang juga kebetulan sedang melintas. Jika dilihat lebih detail lagi, di bawah sana banyak kegiatan yang sedang dilakukan oleh orang-orang: ada yang lagi makan dan paling banyak sedang main skateboard.

Kisah Pilot Penerbang
Kisah Pilot Tempur

Lukisan berikut terinspirasi dari kisah di Metro TV tentang pilot tempur TNI-AU. Dalam tayangan tersebut dikisahkan bagaimana kehidupan sehari-hari sang pilot, tanggung jawab sebagai penerbang pesawat tempur dan suka duka yang dihadapi. Alfath kemudian melukis pesawat tempur Indonesia, saya tidak tahu ini pesawat F-berapa tapi yang pasti dengan teknik arsiran cukup terlihat seperti peswat tempur sungguhan. Dan seperti biasa jika ada space kosong dia akan menambahkan aksesoris seperti adanya roket yang ditembakkan dari peluncur roket di bawahnya.

Laut Yang Indah
Laut Yang Indah

Lukisan berikut terinspirasi dari Sponge Bob yang mengisahkan dunia bawah laut. Oleh pemiliknya diberi judul Laut Yang Indah. Di sana ada berbagai jenis ikan yang diberi nama mulai dari ikan paus, ikan hiu macan, ikan belang-belang, cumi-cumi, kepiting, ubur-ubur juga ikan Nemo yang ada di film Finding Nemo. Tidak lupa lukisan ini ditambahkan dengan penyelam lengkap dengan tabung oksigen dan tongkat pemburunya.

Pabrik Coklat
Pabrik Coklat

Berikutnya adalah lukisan yang menggambarkan pabrik coklat. Lukisan ini diilhami dari film Charlie and The Chocolate Factory. Jika Anda perhatikan, maka dalam lukisan ini Alfath menggambarkan suasana pabrik lengkap dengan konveyor, tempat display produk, tempat penitipan tas maupun ruang bermain untuk anak-anak.

Komik Naruto
Komik Naruto

Gambar terakhir ini kali pertama Alfat membuat komik Naruto. Jadi ada teks berbicaranya satu sama lain dengan dialog sebagai berikut:

A         :           “Kau tidak bisa melawanku!”

B         :           “Aku pasti bisa, huh!”

A         :           “Ha ha ha, cemburu nih yee…”

B         :           “Dasar bodoh.”

A         :           “Ha ha ha, kasian de lo?”

B         :           “Huh semaunya saja. Dasar cemen, jelek lagi”

A         :           “Ya sudah, kita bermaafan saja. Mau tidak?”

B         :           “Gitu dong, jangan saling mengejek. Ya kan?”

A         :           “Oh iya ya.”

Alfath dan Ayah
Alfath dan Ayah

Demikian Om dan Tante beberapa lukisan yang yang dibuat Alfath. Oh ya, Alfath paling suka melukis di atas kertas HVS lepas menggunakan pensil. Dulu ayahnya pernah membelikan buku sketsa tapi sepertinya Alfath kurang suka dan lebih senang dengan kertas HVS yang bisa diambil lembar per lembar sesuai kebutuhan.

Jika dulu ditanya apa cita-citanya, Alfath akan menjawab ingin jadi insinyur atau ingin jadi arsitek. Sejak dia hobi melukis dan menghabiskan beberapa jam untuk menyelesaikan lukisan, maka Alfath sering menjawab, “Ingin jadi seniman.” Apapun nantinya, asal bisa memberi manfaat bagi diri dan masyarakat tentu itulah yang terbaik.

Mohon doa dari Om dan Tante sekalian untuk Ulang Tahun Alfath yang ke-7. Semoga Alfath menjadi anak yang soleh, sayang pada adik-adik, berbakti pada nusa dan bangsa. Serta bisa membantu kedua orang tuanya lewat amal soleh yang bermanfaat.

11 thoughts on “Lukisan Pensil Alfath Sang Seniman”

  1. Wah. Alfath, gambarnya bagus dan detil
    semoga jadi anak sholeh dan cerdas, dan jadi arsitek/seniman yang membela kepentingan Islam. Amin

  2. subhanallah….cerdas kaya ayah n bunda ya….Barakallah buat al fath semoga menjadi anak yang sholeh,yang dapat memberikan kontribusi untuk umat dan menjadi cahaya buat ayah dan bunda…kapan2 boleh ya..dessy minta saran bagaiman mendidik anak sama nurul dan nur…

  3. Emang anaknya Noer dah ….eh sama Nurul juga. Semoga terus berkembang kreativitasnya ya … dan menjadi anak yang sholeh tentunya. Amiinnn.

  4. jadi inget pas traktiran Alfath di Kantri, Alfath sempet aku tanyain cita2nya. dan dia pun menjawab : pengen jadi seniman, Tante. tapi nggak pake sekolah SMP ato SMA. pokoknya pengen langsung jadi seniman….
    Gubraksss!!!

  5. waahhh… baru liat anak umur 7 tahun gambarnya detail banget…

    di soain supaya Alfath bisa menjadi pelukis atau seseorang yang mempunyai sejuta ide buat mengembangin suatu hal menjadi lebih baik…

    amiiiiiinnnn….

  6. weleh..weleh…mantap banget gan gambarnya……bakatnya bagus tuh gan……..mungkin jika dikembangkan bisa menjadi tambah hebat gan…..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *