Pengalaman Berharga di TEDx Jakarta 2011

image

Tampil sebagai salah satu pembicara di TED adalah kesempatan luar biasa. Buat Anda yang belum familiar, TED merupakan organisasi nirlaba yang mengajak para tokoh berbagai bidang untuk tampil dalam forum dan menyampaikan ide mereka untuk disebarluaskan ke masyarakat. Selain TED di level global, juga ada TED yang diselenggarakan lokal salah satunya TEDx Jakarta.

Dan alhamdulillah kesempatan tersebut datang pada waktu yang tepat. Ketika saya sedang mempersiapkan buku tentang “The Power of Great Presentation”, saya mendapat kesempatan untuk menguji teori yang saya pakai dalam sebuah presentasi. Buku ini sedang dalam tahap penyelesaian akhir dan saya harapkan bisa segera terbit buat para pembaca setia blog ini.

Kesempatan datang ketika panitia TEDx Jakarta sedang mempersiapkan acara berjudul “The Journey To Return”. Mereka memberi kesempatan kepada komunitas audiens TEDx untuk ikut tampil sekaligus berbagi ide. Lewat serangkaian seleksi yang dilakukan panitia, terpilih 3 pembicara mewakili komunitas audiens dan saya termasuk salah satunya. Pembicara lain adalah Arif Abdillah yang mengumpulkan rahasia dalam proyek pribadinya di blog langkahkaki.com dan Dhira Narayana penggagas dan ketua komunitas Lingkar Ganja Nusantara dengan ide uniknya bahwa ganja adalah tanaman bermanfaat dan tidak seharusnya dilarang.

Ada banyak pembicara yang tampil. Total 3 sesi dilakukan dari pagi sampai menjelang maghrib. Sesi pertama dengan judul The Golden Rule dibuka oleh Musdah Mulia yang menjelaskan bagaimana dia menjalani prinsip-prinsip keberagamaan yang toleran dengan penganut keyakinan berbeda dan bekerjasama satu sama lain. Didik Nini Towok dengan tarian gemulai berkisah perjalanan hidupnya menjadi penari cross-gender. Sesi ini kemudian ditutup Arif Abdillah yang memaparkan project “Secret” di mana setiap orang punya rahasia dan memerlukan tempat untuk mencurahkan rahasia itu.

Sesi kedua bertajuk Progress With Purpose dibuka oleh John Hardy, seorang pengusaha permata yang kemudian mendirikan sekolah hijau pertama di dunia berlokasi di Bali. John juga pernah tampil di TED global beberapa waktu lalu. Dhira Narayana meneruskan lewat pemaparan tentang tanaman luar biasa dan aspek politis yang mendasarinya. Tanaman itu adalah ganja. Dilanjutkan Ewa Wojwoska mantan aktivitis PBB yang mendirikan kopernik.info untuk mewujudkan teknlogi tepat guna yang membantu masyarakat banyak di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Ridwan Djamaluddin peneliti samudra dari BPPT memaparkan bagaimana negeri kita berada di area rawan bencana dan apa yang selayaknya dilakukan oleh penduduk negeri ini dengan situasi tersebut. Ditutup oleh Derek Sivers seorang Music Entrepreneurs yang menyampaikan presentasi dengan gaya unik tentang prinsip-prinsip usaha.

Saya mendapat kesempatan menjadi pembicara pertama dalam sesi 3 yang berjudul Forgotten Wisdom. Pada sesi ini audiens diajak untuk ke masa lalu, ke dunia kanak-kanak mereka dan menemukan kembali kearifan lokal yang terlupakan.

Muhammad Noer di TEDx Jakarta

Ternyata memberi presentasi di TEDx merupakan tantangan tersendiri. Waktu yang diberikan tergolong singkat: hanya 5 menit. Dalam waktu yang terbatas seorang pembicara harus bisa menceritakan idenya dengan tuntas. Tidak hanya itu, audiens TED yang terkenal kritis, loyal, memberi tantangan tersendiri. Bagaimana membuat topik yang dibawakan mampu menggugah mereka. Thought provoking and worth spreading.

Pada kesempatan tersebut saya mengangkat judul “Membuka Dunia Anda Lewat Membaca Cepat”.

Dalam presentasi di TEDx Jakarta saya ingin menggugah audiens bahwa mayoritas orang kehilangan kesempatan untuk belajar lebih banyak dan lebih baik karena mereka membaca lambat. Kita memasuki zaman informasi dengan kecepatan baca yang tidak lebih baik dari seorang lulusan SD. Saya juga melakukan demonstrasi bagaimana proses membaca cepat dilakukan dan mengapa membaca 2 kali lebih cepat dari rata-rata orang sangat mungkin.

Presentasi dibuka dengan sebuah pertanyaan, berapa banyak buku yang Anda baca dalam setahun. Dilanjutkan dengan penelitian yang menunjukkan berapa banyak buku yang dibaca oleh orang dewasa di Amerika Serikat dalam setahun.

Presentasi tersebut dilanjutkan dengan demonstrasi tips membaca cepat dan bagaimana membaca beberapa kata sekaligus dalam sekali lihat. Hal ini bertujuan menggugah audiens menyadari potensial besar yang mereka miliki. Presentasi ditutup dengan membahas manfaat membaca cepat dalam setiap profesi dan sebuah pernyataan kuat sebagai penutupnya.

Acara dilanjukan dengan Muljadi Pinneng Sulungbudi yang mengajak kita melihat keindahan bawah laut Indonesia yang begitu luar biasa. Zaini Alif seorang pakar permainan tradisional dengan dedikasi luar biasa di Komunitas Hong. Zaini menunjukkan bagaimana permainan tradisional pada dasarnya mengandung nilai-nilai pendidikan yang luar biasa. Kemudian tampil Jubing Kristianto lewat petikan gitar yang sangat unik dan berbeda dari gitaris lainnya. Jubing mampu menunjukkan sebuah instrumen bisa menjadi simfoni lengkap yang harmonis. Sesi ketiga ini ditutup pembicara rahasia yakni Pak Raden dalam Serial si Unyil yang sangat terkenal ketika saya SD dulu. Pak Raden di usianya yang sepuh tetap bersemangat dan bercerita dengan cara yang unik: mengambar langsung kisah yang dia bawakan secara LIVE.

Usailah acara sore itu yang mengambil tempat di Jakarta International School.

Inilah pengalaman pertama saya hadir langsung dalam sesi Live TEDx sekaligus berkesempatan memaparkan ide untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Saya ucapkan terima kasih kepada panitia TEDx yang telah memberi kesempatan luar biasa ini.

Insya Allah dalam posting yang akan datang saya akan mengulas proses pembuatan presentasi TED dan bagaimana strategi yang saya pakai untuk menyampaikan ide dalam waktu singkat kepada audiens. Mudah-mudahan rekaman video untuk acara ini sudah selesai sehingga Anda dapat melihat dari sisi seorang presenter bagaimana menampilkan sebuah presentasi yang menarik dan memukau.

Bravo TEDx Jakarta untuk kerja yang tak kenal lelah dalam menampilkan acara yang luar biasa.

Berikut liputan menarik lainnya tentang acara TEDx Jakarta – The Journey to Return:
Blog Zaky Akbar
Blog Anggriawan

Photo credit: Zaky Akbar

2 thoughts on “Pengalaman Berharga di TEDx Jakarta 2011”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *