Semuanya Berawal Dari Sebuah Langkah Sederhana

step

Apakah yang dilakukan ketika kita akan membangun sebuah rumah? Meletakkan batu pertama. Ya, setiap kali seorang membangun sebuah rumah maka akan selalu ada batu pertama yang disusun dan disemen. Siapa sangka batu tersebut akhirnya menjadi bangunan yang kokoh dan indah.

Memulai sesuatu adalah tugas yang berat buat banyak orang. Bayangan tentang kesulitan yang akan dihadapi, tantangan yang menghadang maupun banyaknya tugas yang harus dikerjakan sering membuat orang menunda-nunda apa yang seharusnya dia kerjakan. Akibatnya, waktu terus berjalan dan tidak ada yang selesai dikerjakan.

Berkaca dari orang-orang besar, apa yang mereka lakukan adalah memiki visi yang besar dan menyusunnya menjadi rencana-rencana kecil yang dapat dilaksanakan. Dengan cara ini, suatu pekerjaan yang terlihat besar dan berat menjadi lebih ringan karena telah dipecah-pecah dan disusun dalam skala yang lebih kecil. Apa yang mereka lakukan tidak pernah terjadi dalam sekejap mata. Semuanya membutuhkan kerja keras, tanggung jawab, dan langkah demi langkah yang secara konsisten dijalani.

[Read more…]

Menjadi Diri Sendiri

reach-for-the-stars Sahabat saya Rizziandrie berkomentar di Facebook ketika saya menulis status sedang butuh ide untuk menulis. Kurang lebih seperti ini komentarnya: “Noer, mengapa tidak menulis tentang bagaimana seorang menemukan passion yang ada di dirinya.”

Terus terang topik tersebut sangat berat. Namun karena menurut saya sangat penting dan saya pun sedang dalam proses panjang ke sana, maka saya tertarik menuliskannya. Jika Anda berminat, silakan simak lanjutan tulisan ini.

Manusia dan Cita-Cita

Ketika masih kecil, kita semua memiliki cita-cita. Ada yang ingin jadi insinyur, dokter, guru, tentara dan berbagai cita-cita lainnya. Di masa kanak-kanak tema tentang cita-cita ini sangat sering ditanamkan baik oleh guru, orangtua ataupun sesama teman.

Saya pribadi saat itu bercita-cita menjadi seorang insinyur, atau lebih spesifik menjadi arsitek. Alasannya adalah saya menyukai desain bangunan dan perancangannya. Ketika kelas 3 SD saya pernah membuat 2 buah maket detail. Maket pertama adalah sebuah rumah bertingkat lengkap yang dibuat dari karton tebal dan dicat. Rumah tersebut dilengkapi dengan pagar model geser, pintu ukir jepara, serta kaca nako yang banyak. Kurang lebih saya mengerjakan maket tersebut selama sebulan penuh di waktu liburan panjang dan masih berlanjut ketika liburan telah usai. Maket kedua relatif lebih sederhana dan mencontoh rumah bergaya Eropa jaman dulu. Sayang keduanya sudah hilang entah ke mana. Jika harus mengulang kembali membuat maket yang sama, sepertinya belum tentu saya bisa.

Kembali ke cita-cita, ternyata apa yang saya bayangkan secara perlahan bergeser. Ketika memasuki SMP dan SMU, saya memiliki ketertarikan yang besar dengan dunia komputer. Waktu itu kebanyakan komputer masih pakai DOS dan beberapa ada yang pakai Windows 3.1. Hampir setiap hari saya menghabiskan waktu beberapa jam untuk mengotak atik komputer dan bercita-cita menjadi seorang programmer. Bayangan saat itu ingin menjadi Bill Gates-nya Indonesia.

Ketika akan kuliah terus terang saya bingung mau pilih ke mana. Saya sempat berkonsultasi ke Psikolog yang kemudian menyarankan memilih studi di bidang Ekonomi. Dan inilah saya sekarang seorang lulusan Fakultas Ekonomi dengan bidang Marketing yang sekarang berprofesi di bidang Sumber Daya Manusia.

Bolehkah Seseorang Bercita-cita?

Apakah ada yang salah dengan cita-cita tersebut? Sebenarnya tidak. Namun ada satu hal yang penting bahwa seringkali seseorang bercita-cita menjadi orang lain. Kita takjub karena kesuksesan seseorang dan ingin seperti dia. Ingin hebat bermain bola seperti Ronaldo, jagoan basket seperti Kobe Bryant atau Shaquille O’Neal, ingin jadi pengusaha sukses seperti Bob Sadino atau menjadi pemimpin seperti Bung Karno. Karena obsesi tersebut, kita berusaha mencetak diri kita seperti orang lain, yang sadar atau tidak sebenarnya bisa jadi melenceng dari diri kita yang sebenarnya. [Read more…]