Menemukan Partner Kerja yang Pas

menemukan partner kerja yang pas

 

Memulai suatu usaha sendiri memang tidak mudah. Apalagi ketika kita sudah merasa bahwa kita tidak mungkin bekerja sendiri. Kita membutuhkan rekan atau partner kerja yang pas, yang bisa bekerja sama dengan kita.

Mencari partner kerja yang pas memang tidak mudah. Partner kerja berbeda dari teman atau sahabat. Seorang sahabat yang baik belum tentu bisa menjadi seorang partner kerja yang tepat. Demikian juga sebaliknya.

Setelah menjalani usaha pelatihan ini sendiri selama 2 tahun, saya merasa bahwa usaha ini harus berkembang. Untuk bisa berkembang, tidak mungkin saya mengandalkan diri sendiri untuk menjadi trainer.

Walaupun dimulai dengan pelatihan presentasi, tapi saya merasa bahwa masih banyak hal yang bisa dipelajari, yang berhubungan dengan dunia presentasi.

Menyampaikan presentasi yang memukau adalah keterampilan yang membutuhkan banyak hal. Mulai dari cara berbicara, gaya berkomunikasi, sampai kemampuan seni yang cukup.

Cara berbicara yang tepat tentu dibutuhkan karena menyampaikan presentasi harus bisa berbicara dengan baik. Gaya berkomunikasi adalah ketika seorang presenter dapat bersikap dengan tepat saat menyampaikan presentasi. Sedangkan kemampuan seni berkaitan dengan memilih gambar, video atau mungkin musik scoring yang dibutuhkan.

Hal-hal itulah yang akan membuat sebuah presentasi menjadi menarik atau tidak.

Terbuka Dengan Keahlian Orang Lain

terbuka dengan keahlian orang lain

 

Berdasarkan poin-poin itulah, akhirnya saya memutuskan untuk mencari partner kerja, yang akan membuat program pelatihan saya menjadi lebih lengkap.

Karena selama ini program pelatihan yang saya tawarkan adalah pelatihan menyampaikan presentasi yang memukau, maka saya menjadi partner untuk bisa memberikan pelatihan yang mendukung.

Suatu kali, saya terhubung dengan seseorang bernama David Prananta. Dia adalah pembaca blog saya ini dan website saya, www.presentasi.net. Kebetulan, saya juga pembaca website David, davidprananta.com.

Kami lalu berkenalan dan suatu saat, David menawarkan kepada saya untuk membantu menulis artikel-artikel untuk website saya. Saya menerima tawarannya. Walau sudah menulis beberapa artikel untuk website saya, saya belum pernah bertemu dengannya.

Barulah ketika saya memberikan training publik di Surabaya, tepatnya di Hotel Oval, saya bertemu dengan David. Ketika itu, David datang ke training saya itu sebagai seorang pengamat.

Setelah proses perkenalan tersebut, saya merasa cocok untuk terus bekerja sama dengannya.

Sesudah pertemuan pertama itu, saya kemudian mengajak David untuk berdiskusi. Beberapa hari setelahnya, giliran saya yang datang ke pelatihan yang diadakan oleh David di Jakarta.

Setelah mengadakan beberapa kali pembicaraan, akhirnya saya dan David sepakat untuk bekerja sama membuat training Impactful Communication in the Workplace. Detail untuk pelatihan tersebut kami adakan di kantor saya, Presenta, di Jakarta. Kami juga melakukan komunikasi untuk mematangkan konsep training tersebut melalui surel.

Kini, training Impactful Communication in the Workplace sudah beberapa kali kami lakukan. Pertemuan-pertemuan kami selanjutnya kembali mendatangkan ide, untuk membuat pelatihan Public Speaking dan Train the Trainer. Kedua pelatihan tersebut sekarang masih dalam tahap persiapan.

Terus Bekerja Sama

mencari partner kerja yang pas

Saya sangat menghargai keahlian David Prananta. Kemampuannya itu sangat melengkapi training-training yang diadakan oleh presenta. Kerja sama antara saya dan David juga mengembangkan jumlah klien yang menjadi peserta training di kantor saya.

Selama bekerja sama dengan David, tidak ada masalah khusus yang dihadapi. Kami lebih saling mengisi. Kemampuan David yang sangat kuat dalam hal story telling dan memasukkan humor dalam materi presentasi, sangat membantu saya untuk mengajarkan mengenai kedua hal tersebut dalam pelatihan presentasi memukau yang saya adakan.

Sedangkan pengalaman saya di bidang bisnis dan teknik memfasilitasi untuk berdiskusi dan menggali persoalan yang dihadapi oleh peserta juga saya bagikan untuk David. Dengan kerja sama tersebut, kami sudah memberikan pelatihan bersama di dua perusahaan (in house training) dan memberikan training public sebanyak dua kali.

Perkenalan dan pertemuan saya dengan David Prananta saya rasakan memberikan dampak positif dalam perjalanan karier saya sebagai seorang pengusaha dan seorang trainer. Banyak ilmu baru yang saya peroleh, yang bisa saya bagikan kepada para peserta pelatihan yang saya adakan.

Yang pasti, saya mendapatkan partner kerja yang pas. Dengan menemukan partner kerja yang tepat, maka kita bisa mengembangkan usaha dan karier.

Speak Your Mind

*