Cara Meminta Bantuan Orang Lain Dengan Halus

Oleh Irwan Dewanto

Ini adalah posting tamu (guest posting) dari sahabat saya – Irwan Dewanto – HR Manager PT. Unilever Indonesia, Cikarang Factory.

Pernahkah kita sadari, bahwa apapun bagian atau function kita di pekerjaan, kita pernah dan tetap akan selalu pernah meminta bantuan dari bagian atau function lain. Walaupun bagian kita sangat spesifik sekalipun seperti misalnya kita bekerja di lab Quality Control, Research & Development, IT, Engineering, dan lain-lain, kita pasti pernah meminta bantuan atau halusnya “melakukan koordinasi” dengan bagian lain untuk mendukung kita. Ini dilakukan untuk mengambil keputusan, meminta slot waktu trial, meminta konfirmasi, menanyakan prosedur, atau bahkan hanya untuk sekedar merespons email kita. Apalagi jika kita bekerja di bagian yang sangat general seperti produksi, Human Resources, Corporate Relations, Finance, Sales dan Marketing, meminta bantuan ke orang lain adalah hal yang tidak mungkin dihindari dalam pekerjaan sehari-hari.

Hal tersebut akan menjadi mudah, kalau kita meminta bantuan dari bawahan kita, walaupun tentu saja tetap ada tata kramanya. Namun bagaimana jika kita harus meminta bantuan atau support dari rekan kita satu level, atau bahkan meminta back up dari atasan kita, tentu ada caranya sendiri. Artikel berikut akan memberikan beberapa tips supaya kita bisa melakukan hal tersebut dengan smooth.

[Read more…]

Peran Ayah Dalam Kecerdasan Emosional Anak

ayah-anak-menggambar Dalam dunia modern ini, peran ayah sebagai kepala keluarga sering terfokus pada usaha untuk memenuhi seluruh kebutuhan keluarga, terutama keuangan. Dengan demikian, tak jarang seorang ayah harus membanting tulang mencari nafkah keluarga dan pulang dalam keadaan lelah tanpa memiliki kesempatan banyak untuk berinteraksi dengan istri dan anak-anak. Fenomena ini akan lebih terasa di kota besar dengan tekanan hidup yang lebih tinggi. Belum lagi ditambah kemacetan yang semakin parah membuat seorang ayah banyak kehilangan waktu berharganya untuk berinteraksi dengan anak.

Berdasarkan sebuah penelitian, peran ayah sangat penting dalam membangun kecerdasan emosional anak. Seorang ayah sebagai kepala keluarga sekaligus pengambil keputusan utama dalam keluarga memiliki posisi penting dalam mendidik anak. Seorang anak yang dibimbing oleh ayah yang peduli, perhatian dan menjaga komunikasi akan cenderung berkembang menjadi anak yang lebih mandiri, kuat, dan memiliki pengendalian emosional yang lebih baik dibandingkan anak yang tidak memiliki ayah seperti itu.

Hal ini bukan berarti mengabaikan peran sama yang dimiliki oleh seorang ibu. Secara natural biasanya seorang ibu akan terlibat aktif dalam membesarkan anaknya, sedangkan seorang ayah belum tentu mengambil peran yang sama. Posisi ayah biasanya tergantung sejauh mana dia melihat peran pentingnya dan kemudian memutuskan untuk terlibat. Karenanya dalam beberapa penelitian menunjukkan peran ayah memegang kunci yang menentukan bagaimana kondisi anaknya ketika besar nanti.

Dalam masyarakat kita, disadari atau tidak ada semacam perbedaan antara peran ayah dan ibu. Sering kali seorang ayah dipersepi cukup baik jika telah bertanggung jawab untuk pemenuhan urusan keuangan keluarga. Adapun urusan pengasuhan dan pendidikan anak lebih banyak dipegang oleh seorang ibu. Ibulah yang memandikan, mengganti popok, menggendong, atau membujuk ketika anak menangis. Secara umum tugas-tugas tadi dianggap sebagai kewajiban alami seorang ibu. Sedangkan ayah cukup melakukannya sesekali dan itu pun kalau dia punya waktu di tengah kesibukan pekerjaannya. Seorang ayah yang tidak melakukannya masih dianggap wajar saja. [Read more…]

Kecerdasan Emosional Membantu Sukses Dalam Pekerjaan

Emotional Intelligence At Work Istilah Kecerdasan Emosional (Emotional Intelligence) mulai populer sejak diperkenalkan secara massal pada tahun 1995 oleh Daniel Goleman lewat bukunya berjudul Emotional Intelligence – Why It Can Matter More Than IQ. Sebenarnya istilah ini sudah muncul sebelumnya dan sebagai terminologi dipakai dalam tesis doktoral Wayne Payne di tahun 1985. Untuk sejarah lebih lengkap dapat Anda baca di sini.

Apa Itu Kecerdasan Emosional?

Ada banyak perbedaan pendapat tentang apa yang dimaksud dengan kecerdasan emosional. Secara relatif bidang ini dianggap masih baru dalam Psikologi dan masih mencari bentuknya yang lebih mantap. Secara sederhana saya mencoba memahaminya sebagai:

  • kemampuan mengenali emosi diri sendiri
  • kemampuan mengendalikan emosi dan mengambil tindakan yang tepat
  • kemampuan mengenali emosi orang lain
  • kemampuan bertindak dan berinteraksi dengan orang lain

Dengan demikian orang yang cerdas secara emosional adalah orang yang memahami kondisi dirinya, emosi-emosi yang terjadi, serta mengambil tindakan yang tepat. Orang tersebut juga secara sosial mampu mengenali dan berempati terhadap apa yang terjadi pada orang lain dan menanggapinya secara proporsional. [Read more…]