Cara Meminta Bantuan Orang Lain Dengan Halus

Klik di Sini Untuk Menghubungi Kami

Oleh Irwan Dewanto

Ini adalah posting tamu (guest posting) dari sahabat saya – Irwan Dewanto – HR Manager PT. Unilever Indonesia, Cikarang Factory.

Pernahkah kita sadari, bahwa apapun bagian atau function kita di pekerjaan, kita pernah dan tetap akan selalu pernah meminta bantuan dari bagian atau function lain. Walaupun bagian kita sangat spesifik sekalipun seperti misalnya kita bekerja di lab Quality Control, Research & Development, IT, Engineering, dan lain-lain, kita pasti pernah meminta bantuan atau halusnya “melakukan koordinasi” dengan bagian lain untuk mendukung kita. Ini dilakukan untuk mengambil keputusan, meminta slot waktu trial, meminta konfirmasi, menanyakan prosedur, atau bahkan hanya untuk sekedar merespons email kita. Apalagi jika kita bekerja di bagian yang sangat general seperti produksi, Human Resources, Corporate Relations, Finance, Sales dan Marketing, meminta bantuan ke orang lain adalah hal yang tidak mungkin dihindari dalam pekerjaan sehari-hari.

Hal tersebut akan menjadi mudah, kalau kita meminta bantuan dari bawahan kita, walaupun tentu saja tetap ada tata kramanya. Namun bagaimana jika kita harus meminta bantuan atau support dari rekan kita satu level, atau bahkan meminta back up dari atasan kita, tentu ada caranya sendiri. Artikel berikut akan memberikan beberapa tips supaya kita bisa melakukan hal tersebut dengan smooth.

Cara Meminta Bantuan Orang Lain

Ada beberapa teknik atau cara yang bisa kita gunakan untuk meminta orang lain melakukan sesuatu untuk kita, dua diantaranya yang cukup efektif dalam kehidupan berorganisasi adalah:

  1. Step in the Door

Cara ini bisa dilakukan dengan cara meminta sesuatu yang lebih kecil/lebih mudah/lebih singkat dari sesuatu yang sebenarnya kita tuju, namun setelah permintaan pertama terpenuhi, maka secara perlahan kita bisa meningkatkan intensitas permintaan kita tersebut.

Kelebihan cara ini adalah bisa meminimalisir resistensi dari orang yang kita minta bantuannya / resipien dan bisa terkesan lebih halus.

Sedangkan kekurangan dari cara ini adalah kita harus memiliki planning dan milestone yang jelas menuju tujuan kita sebenarnya.

Cara ini akan baik jika digunakan untuk proyek atau target dengan batasan waktu yang longgar.

  1. Door in the Face

Cara ini dilakukan dengan meminta sesuatu yang lebih besar dari tujuan kita sebenarnya, jika orang yang kita mintakan bantuan merasa terlalu berat, baru kita turunkan intensitas nya sehingga orang yang kita mintakan bantuan merasa tidak enak untuk tidak memenuhi keinginan kita.

Kelebihan cara ini adalah lebih efektif dan efisien secara time wise dan tidak memerlukan planning dan milestone yang terperinci.

Sedangkan kekurangannya adalah bisa membuat resipien kaget dan reaksinya menjadi tidak bisa kita prediksi.

Fondasi Dalam Meminta Bantuan

Selain kedua teknik diatas, ada hal-hal yang menjadi pondasi yang harus kita kuasai terlebih dahulu supaya bisa menggunakan kedua teknik diatas dengan baik.

  1. Communication Skill

Kita harus mampu berkomunikasi dengan baik untuk mampu menggunakan kedua tehnik diatas.

Kita harus mampu mengutarakan kemauan kita dengan logis, sistematis, dan lugas supaya resipien mampu menerima pesan yang kita sampaikan dengan baik, dengan seminimal mungkin distorsi informasi.

  1. Emotional Bank Account/ EBA

Hal ini yang terkadang sering kita lupakan, namun menurut saya adalah hal terpenting yang berpengaruh terhadap keberhasilan kedua teknik di atas.

Seperti yang telah lama diungkapkan oleh Steven Covey dalam bukunya yang melegenda, The 7 Habits of Highly Effective People, EBA adalah tabungan emosional kita yang kita simpan didalam bank (dalam hal ini adalah hati/memori) orang lain.

Kita dianggap menabung/deposits jika kita melakukan kebaikan, murah senyum, mau mendengar, mampu berempati, berbuat tulus dan ikhlas, berkata jujur, memperlakukan orang lain dengan baik, sedangkan kita dianggap menarik tabungan/withdrawals jika kita berbohong, menyakiti hati, menertawakan, memperolok, tidak menepati janji, membentak, mempermalukan orang, dan lain-lain.

Saldo EBA kita ditentukan oleh selisih antara neraca tabungan kita dengan neraca pengeluaran kita, semakin banyak saldo EBA kita, maka akan semakin tinggi pula tingkat keberhasilan dari kedua teknik meminta bantuan seperti di atas.

Hal ini adalah hal yang sangat manusiawi, dan meningkatkan saldo EBA adalah hal yang sangat mungkin dilakukan dalam kehidupan kita sehari-hari, baik di kantor, di rumah dengan istri dan anak-anak kita, bahkan dengan tetangga kita, tinggal hanya tergantung pada kemauan kita saja.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat dalam kehidupan kita sehari-hari baik di kantor maupun di rumah.

Tentang Penulis:

Irwan Dewanto menyelesaikan pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan Master di bidang Human Resources Management di Psikologi UI. Penulis memiliki pengalaman luas di bidang psikologi dan HR. Saat ini aktif bekerja sebagai HR Manager di PT. Unilever Indonesia, Cikarang Factory

Panduan membaca cepat dan efektif. GRATIS.

 

Bagaimana membaca 2 kali lebih cepat.

 

Telah didownload lebih dari 30.000 orang.

 

Download Sekarang.

 

Comments

  1. Maksum Muchtar says

    Suatu tip yang baik. Dalam al-Qur’an memang dinyatakan bahwa memberi kebaikan akan memudahkan hidup kita. Atau kemudahan dan keberkahan. hidup kita berbanding lurus dengan kebaikan yang kita persembahkan. Bahkan lagi dikatakan, kunci kebahagiaan hidupa kita terletak pada proaktif kita terhadap (mempersembahkan) kebaikan kepada orang lain. Syukran

  2. ruchiyat says

    @Maksum Muchtar> Setuju banget, klik http://www.hidupberkah.com

  3. Sory tolong di tambah catatannya klo mnyuruh dengn tulus klo dah gk bisa melakukan sendiri barulah meminta tolong dngn org lain bukan hal sepele dan menanam kebaikan ikhlas karena allah bagi yg beragama islam, tnks .

  4. thanks min infonya.. membantu

Speak Your Mind

*

Klik di Sini Untuk Menghubungi Kami
close-link