Membangun Kursus Online Berbasis Pengetahuan

Sejak dulu saya sangat mencintai dunia belajar dan mengajar. Itu mengapa saya sangat senang menulis di blog karena bisa berbagi dengan banyak orang. Berbekal pengalaman saya di bidang pelatihan, saya tertarik merancang dan mengembangkan kursus komprehensif untuk topik yang saya kuasai. Tulisan ini akan bercerita, bagaimana saya membuat kursus online dengan cepat menggunakan teknologi online yang gampang dipakai.

 

Memilih Topik

Hal pertama yang perlu dilakukan ketika Anda ingin membuat pelatihan apapun adalah menetapkan topik. Topik yang baik adalah persinggungan antara minat, keahlian, dan kebutuhan pasar.

Sebagai contoh, saya memiliki minat yang besar di bidang pengajaran, lebih khusus lagi bagaimana membuat proses belajar menjadi mudah sekaligus menyenangkan.

Selanjutnya saya mengidentifikasi beberapa keahlian yang saya punya, diantaranya keahlian membaca cepat, dan kemampuan bagaimana mengajarkannya kepada orang lain dengan cara terbaik.

Terakhir, saya mencoba melihat hubungan antara topik yang akan dipilih dengan kebutuhan orang banyak. Karena setiap orang pasti berurusan dengan aktivitas membaca, terlebih di abad informasi ini, maka topik tersebut memiliki audiens yang sangat luas mulai dari pelajar, sampai profesional.

[Read more…]

MuhammadNoer.com Tampil dengan Wajah Baru

Jika Anda pernah mengunjungi blog ini sebelumnya, tentu merasakan perbedaan tampilan yang ada sekarang. Ya setelah mencari waktu yang tepat untuk mengotak-atik berbagai themes, akhirnya pilihan saya jatuh pada Vigilance yang mudah dikustomisasi dengan panduan desain Cascading Style Sheet (CSS) yang lengkap.

Muhammad-Noer-dot-com-Vigilance-Final_cr Muhammad-Noer-dot-com-ocean-mist-cr

Sebenarnya saya cukup puas dengan desain lama menggunakan theme Ocean Mist yang dibuat oleh desainer web Ed Merrit. Menurut saya theme tersebut sangat artistik, elegan dan menunjukkan jiwa seni perancangnya. Walaupun demikian, ada beberapa hal yang membuat saya terpaksa pindah ke themes lain:

  1. Themes tersebut dirancang untuk resolusi 800×600. Dengan demikian, untuk layar monitor sekarang yang cenderung resolusinya sudah semakin tinggi terlihat terlalu sempit. Beberapa kali saya berusaha memperlebar dengan melakukan editing tapi masih gagal. Yang terjadi adalah merusak struktur theme-nya. Mungkin usahanya kurang keras.
  2. Ukuran font menurut saya terlalu kecil. Sebenarnya masih bisa diperbesar tapi kurang pas dengan desain kolomnya yang memang sempit. Padahal dalam blog ini saya banyak menulis tentang speed reading yang tentunya perlu dikombinasikan dengan ergonomi dalam membaca. Desain web yang paling ergonomis menurut saya adalah website WordPress.org dan desain baru ini sedikit banyak mencontoh ke sana.
  3. Themes tersebut dipakai di WordPress.com dan cukup populer di kalangan pengguna lainnya. Untuk itu saya perlu memberikan identitas baru bagi blog ini.

[Read more…]