Author name: Muhammad Noer

Singapura, Orchard Road, dan Banjir Besar

Mungkin tidak banyak yang tahu, tak lama setelah launching kursus membaca cepat Senin, 21 Juni 2010 yang lalu, tepat dua hari setelahnya 23 Juni 2010 saya resmi pindah ke kantor baru di Unilever Asia Private Limited di Singapura. Perpindahan ini cukup mendadak karena saya diperlukan untuk melakukan studi organisasi di beberapa negara. Ini akan menjadi tugas yang berat sekaligus menantang buat saya. Semoga saya diberi kekuatan dan kemudahan untuk menjalankannya dengan baik.

Singapura, Orchard Road, dan Banjir Besar Read More »

Pendaftaran Pelatihan Membaca Cepat Online Telah Dibuka

Sesuai yang saya janjikan tepat tanggal 21 Juni 2010, pelatihan Membaca Cepat Online “Speed Reading for Smart People” resmi dibuka. Buat Anda yang ingin bergabung, silakan klik link berikut dan baca program yang saya tawarkan. Perhatian, halaman yang akan Anda klik cukup panjang. Saya membuatnya agar Anda bisa mendapat informasi selengkap mungkin sebelum bergabung. http://www.membacacepat.com/daftar/?ref=mn

Pendaftaran Pelatihan Membaca Cepat Online Telah Dibuka Read More »

Kursus Membaca Cepat Online Pertama di Indonesia

Melihat kondisi tersebut, saya mencoba merancang sebuah pelatihan membaca cepat online pertama di Indonesia dengan menerapkan best practice dari trainer-trainer online tingkat dunia. Secara khusus saya belajar bagaimana merancang sebuah pelatihan yang terstruktur menggunakan multimedia dalam pengajaran. Berbekal pengalaman saya 10 tahun terakhir di bidang training dan pendidikan, saya mencoba menerapkan konsep blended learning yakni perpaduan antara belajar online dan tatap muka. Setiap peserta dapat belajar mandiri dengan mendownload materi yang diberikan sekaligus mendapat kesempatan bertanya langsung kepada instruktur yang akan saya jawab secara live lewat video.

Kursus Membaca Cepat Online Pertama di Indonesia Read More »

Bagaimana Membaca Cepat Membantu Saya Belajar Banyak Hal

Setelah sekian lama belajar dan merenungkan kembali apa yang sudah saya dapatkan, maka saya mendapati hal-hal berikut saya dapatkan dari penguasaan membaca cepat:

Membaca cepat membantu saya memiliki rasa percaya diri dalam belajar banyak hal
Membaca cepat membantu saya belajar dalam tekanan waktu
Membaca cepat membantu saya mengusai berbagai keterampilan baru yang saya perlukan

Bagaimana Membaca Cepat Membantu Saya Belajar Banyak Hal Read More »

Kursus Membaca Cepat Seperti Apa Yang Anda Inginkan?

speed-reading-for-smart-people

Pembaca yang budiman, beberapa waktu lalu saya melakukan survei kepada subscriber blog ini tentang pelatihan membaca cepat yang Anda harapkan. Saya mendapat puluhan feedback berisi komentar yang luar biasa dari Anda semua. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya atas kesediaan Anda memberi masukan.

Lantas bagaimanakah pelatihan membaca cepat yang Anda harapkan? Inilah jawaban dari hasil survei yang saya dapatkan:

  • Bagaimana memahami, menghafal dan mengingat detil dari apa yang kita baca
  • Bagaimana belajar membaca cepat langkah demi langkah
  • Bagaimana menjatuhkan pilihan pada buku yang bermanfaat
  • Bagaimana menghindari rasa malas dalam membaca
  • Kursus membaca cepat harus memiliki proses evaluasi

  • Bagaimana membaca dalam tekanan ketika waktu yang tersedia sangat terbatas
  • Bagaimana menghindari rasa jenuh dan bosan dalam membaca
  • Bagaimana menjaga kesehatan mata
  • Bagaimana bisa menuliskan kembali apa-apa yang sudah dibaca
  • Ingin mendapatkan gambaran kongkret dalam membaca cepat
  • Perlu teman berlatih
  • Bagaimana menguasai data-data untuk membuat keputusan penting
  • Bagaimana cara membaca dengan cepat di toko buku sehingga tidak perlu beli
  • Kursus membaca cepat harus memberikan penjelasan visual
  • Bagaimana cara mengingat kembali apa-apa yang pernah dibaca
  • Adanya latihan-latihan yang efektif untuk menguasai proses membaca cepat
  • Adanya direct coaching dari instruktur yang mengajarkan

Berdasarkan seluruh masukan, selama empat bulan terakhir saya bekerja keras untuk merancang dan membuat materi yang sesuai dengan kebutuhan para pembaca. Saya mencoba melihat pelatihan ini dari sudut pandang seorang peserta didik. Apa yang mereka butuhkan dan harapkan untuk menjadi pembaca cepat sekaligus pembelajar dalam kehidupan. Saya menyusun materi, membuat animasi, mengumpulkan bahan latihan, termasuk melakukan rekaman video untuk setiap modulnya.

Saya melihat pelatihan ini nantinya tidak sekedar bagaimana membaca cepat, melainkan pula bagaimana proses membaca yang efektif dan efisien. Termasuk di dalamnya strategi dalam membaca dan teknik mengingat apa-apa yang dibaca.

Untuk itu, saya telah mempersiapkan kursus “Membaca Cepat” yang akan launch ke publik dalam waktu dekat. Keseluruhan kursus akan terdiri dari 6 modul utama terkait membaca cepat dan 1 modul bonus bagaimana mengikat ilmu dengan menuliskan apa-apa yang Anda baca. Ingin tahu seperti apa modulnya? Nantikan dalam posting berikutnya di blog ini.

Sebagai apresiasi kepada seluruh pembaca yang telah berpartisipasi dalam survei tersebut, inilah tiga orang pemenang yang terpilih karena kualitas masukan yang mereka berikan dan bagaimana masukan tersebut membantu saya sebagai seorang perancang program training merumuskan materi yang dibutuhkan. Mereka yang beruntung adalah:

  1. Bapak Leo B Boedihardjo
  2. Ibu Ursula Wismarina
  3. Bapak Komarudin

Selamat kepada ketiga pemenang. Mereka akan mendapatkan akses penuh dan gratis pada program “Membaca Cepat – Speed Reading for Smart People” di http://www.membacacepat.com. Ini akan menjadi pelatihan membaca cepat online pertama dan mungkin satu-satunya di Indonesia. Jika Anda serius ingin memiliki kemampuan baca jauh di atas rata-rata orang banyak, jangan sampai ketinggalan mengikuti program ini pada saatnya pendaftaran saya buka. Silakan daftarkan diri Anda di VIP Notification untuk mendapatkan informasi lebih awal sekaligus penawaran khusus terbatas dari program ini.

 

Salam membaca cepat,

Muhammad Noer

Kursus Membaca Cepat Seperti Apa Yang Anda Inginkan? Read More »

Kiat Produktivitas 2 – Fokus

fokus

Pada kiat produktivitas yang pertama, saya telah menjelaskan bagaimana memiliki perencanaan akan membantu kita mengetahui apa-apa yang perlu dikerjakan dan menyusunnya dalam sebuah rencana kerja yang matang.

Berikut adalah kiat produktivitas kedua yakni “Fokus”. Kiat ini masih memiliki hubungan yang erat dengan kiat pertama.

Dalam mengerjakan sesuatu, tak jarang perhatian kita teralihkan oleh berbagai hal-hal lain. Ketika Anda menulis laporan, terkadang Anda tertarik untuk memeriksa email yang masuk karena ada sebuah notifikasi. Ketika sedang menulis di depan komputer, perhatian Anda teralihkan karena browing dan seterusnya. Hal ini membuat apa-apa yang Anda kerjakan menjadi terganggu. Pekerjaan jadi lebih lama selesai dan kualitasnya juga berkurang.

Fokus dan Sinar Laser

Sinar laser memfokuskan energinya di satu titik. Karena itu sinar ini mampu menembus benda apa saja termasuk yang sangat keras sekalipun. Semuanya dapat terjadi karena energi dipusatkan di satu tempat.

Prinsip yang sama dapat dipakai ketika kita bekerja. Jika energi bisa disatukan pada satu tempat, maka kita dapat bekerja secara maksimal. Sebaliknya, jika fokus terpecah-pecah dan masing-masing berebut perhatian, Anda akan menyelesaikan sesuatu dengan lebih lambat dan hasilnya pun biasanya tidak sempurna.

Fokus vs Multi-Tasking

Beberapa orang berpendapat kita tidak mungkin hanya mengerjakan satu hal dalam satu waktu. Setiap hari kita memiliki banyak kewajiban yang harus diselesaikan dan semuanya menuntut perhatian tersendiri.

Saya sependapat bahwa tidak mungkin kita hanya mengerjakan satu hal saja dalam sehari. Pasti banyak hal-hal lain yang juga perlu kita lakukan dan menyita perhatian. Walaupun demikian, berapapun banyaknya pekerjaan, Anda masih bisa mengerjakannya dengan baik. Caranya adalah fokus pada satu pekerjaan dalam satu waktu.

Berikut adalah contoh daftar pekerjaan yang perlu saya lakukan di akhir minggu. Saya perlu membuat beberapa tulisan, mengirim email, mengupload modul kursus membaca cepat, dan membuat modul baru untuk materi selanjutnya.

task-list

Apa yang saya lakukan adalah membuat daftar tersebut dan melakukan estimasi waktu pengerjaannya. Kemudian saya mulai mengerjakan satu demi satu tugas-tugas tersebut dan menyelesaikannya sampai tuntas. Saya beralih ke pekerjaan berikutnya jika pekerjaan sebelumnya sudah selesai.

Hasil yang berbeda akan saya dapatkan jika saya mencoba mengerjakannya bersamaan. Ketika menulis email, separuh jalan saya membuat tulisan, separuh jalan saya menyelesaikan tugas lainnya. Hasilnya adalah total waktu yang saya butuhkan akan jauh lebih lama. Dan saya juga tidak memiliki “sense of accomplishment” karena tidak ada satupun yang selesai dengan tuntas.

Jadi fokus bukan berarti Anda tidak boleh memiliki banyak tugas, melainkan aturlah tugas tersebut dan kerjakan satu per satu. Ada perasaan lega ketika satu per satu tugas selesai dengan sempurna dan Anda akan memiliki energi tambahan untuk mengerjakan pekerjaan berikutnya.

Fokus dan Konsentrasi

Bekerja fokus memudahkan kita berkonsentrasi. Karena itu, jika memungkinkan, kelompokkan pekerjaan sejenis dalam satu waktu. Cara ini akan memudahkan karena Anda dalam “modus” yang sama. Berpindah-pindah pekerjaan akan mengalihkan konsentrasi dari pekerjaan sebelumnya. Anda butuh waktu sebelum memiliki konsentrasi cukup pada pekerjaan berikutnya.

Melatih konsentrasi dapat dilakukan dengan cara mental. Ketika Anda hendak mengerjakan suatu tugas dengan fokus, maka bayangkan Anda membuka laci. Masukkan segala urusan lain ke laci-laci tersebut dan tutup rapat. Yakinkan diri Anda bahwa urusan tadi akan Anda selesaikan setelah urusan yang satu ini selesai. Dengan demikian, meskipun Anda punya “banyak urusan”, Anda bisa tetap konsentrasi pada tugas yang Anda hadapi sekarang.

Fokus dan Kinerja

Cara kerja yang fokus akan memberi kualitas pada kinerja Anda. Dengan fokus Anda memiliki energi lebih dalam bekerja. Kita juga lebih mudah mengerjakan tugas yang menuntut konsentrasi tinggi. Hasilnya, kualitas kerja akan lebih baik dan terjaga. Anda pun akan jadi manusia produktif dalam bekerja.

Selamat bekerja dan usahakan untuk selalu fokus pada apa yang sedang Anda kerjakan.

Kiat Produktivitas 2 – Fokus Read More »

Tips Produktivitas 1 – Miliki Rencana

Plan Your Steps Terinspirasi dari blog AkhmadGuntar.com, saya tertarik untuk membuat artikel berseri tentang tips produktivitas. Sesuai dengan nama blog ini Explore Your Self, saya telah melakukan eksplorasi pribadi apa yang membuat saya produktif dan sebaliknya apa saja yang menghambat produktivitas. Untuk itu, saya ingin berbagi tips produktivitas yang membuat hidup lebih baik, lebih teratur dan tentunya bermanfaat buat diri sendiri maupun orang banyak.

Selamat menikmati sajian tips produktivitas dari blog kesayangan Anda ini.

Tips Produktivitas 1: Buat Rencana

Merencanakan adalah sebuah proses awal sebelum mengerjakan. Pekerjaan-pekerjaan besar tidak akan terlaksana tanpa adanya sebuah rencana yang matang, terukur, dan dipersiapkan dengan baik. Untuk itu tips pertama dalam seri produktivitas ini adalah miliki rencana.

Apakah sesuatu bisa dilakukan tanpa direncanakan terlebih dahulu? Jawabnya tentu bisa saja namun hampir dapat dipastikan hasilnya tidak akan sebaik pekerjaan yang memang direncanakan. Rencana ibarat kompas yang menuntun arah tujuan dan mengajak kita fokus pada tujuan tersebut.

Bagaimanakah cara menyusun rencana Anda?

Ada banyak cara untuk melakukan itu.

  • Buat daftar aktivitas

    Cara termudah adalah dengan membuat daftar atau poin-poin yang ingin Anda lakukan hari ini, besok, minggu depan dan seterusnya. Misalnya hari ini Anda ingin membuat sebuah tulisan, pergi ke bengkel untuk service mobil, menemani istri belanja bulanan dan seterusnya. Gunakan catatan kecil atau fungsi notes di handphone Anda.
  • Pecah rencana besar menjadi rencana kecil

    Cara lain adalah dengan membuat perencanaan besar kemudian dipecah ke dalam rencana lebih kecil sampai ke tindakan yang dapat diselesaikan dalam tempo 1-2 jam. Misalkan Anda merencanakan pesta pernikahan dalam 3 bulan ke depan. Maka tetapkan hal-hal utama yang menjadi rencana Anda misalnya: menetapkan lokasi acara, menentukan vendor penyedia makanan, membentuk panitia kecil dan seterusnya. Dari rencana-rencana tersebut, pecah ke dalam aktivitas yang lebih kecil seperti: menelpon katering, membayar uang tanda jadi sewa gedung, membuat daftar undangan dan seterusnya.

Dengan cara ini Anda akan mengetahui detail dari sebuah aktivitas besar dan mengalokasikan waktu yang cukup untuk setiap item-nya.

Merencanakan apa yang akan Anda lakukan dalam setiap aktivitas

Misalkan Anda dan istri akan pergi berbelanja bulanan hari ini. Apakah Anda akan langsung berangkat atau membuat catatan kecil terlebih dahulu apa saja yang harus dibeli?

Banyak orang memilih cara pertama yakni langsung berbelanja tanpa merencanakan terlebih dahulu. Cara ini sah-sah saja jika Anda memiliki daya ingat yang baik dan sudah tau betul apa yang perlu Anda beli. Jika tidak, maka akan beresiko Anda membeli apa yang tidak dibutuhkan karena terlihat menarik dan melupakan apa yang sebenarnya perlu.

Sebaiknya sediakan waktu 10 menit untuk melihat ke dapur Anda apa saja yang kurang dan perlu dibeli. Catat barang-barang kebutuhan Anda sehingga tidak ada yang terlewatkan. Jika perlu kelompokkan berdasarkan jenisnya seperti: Daging/ikan, susu/kopi/teh, mie, beras dan seterusnya sesuai kebiasaan Anda.

Cara ini akan membantu Anda untuk berbelanja dengan cepat dan efisien. Anda juga akan terhindar dari impulse buying – membeli secara tidak sadar dan tiba-tiba karena sesuatu menarik perhatian Anda.

Sama halnya ketika Anda menghidupkan komputer untuk mengerjakan banyak hal, tetapkan terlebih dahulu rencana yang akan dilakukan. Apakah Anda akan memeriksa email, melihat facebook untuk beberapa waktu, mengerjakan laporan dan seterusnya. Dengan cara ini perhatian Anda tidak teralihkan dengan kegiatan lain yang malah menghambat produktivitas dan melalaikan tugas yang sebenarnya perlu dilakukan.

Beberapa tipe orang tidak suka dengan perencanaan seperti ini. Menurut saya hal itu wajar karena tidak semua orang sama. Jika Anda termasuk tipe yang senang sesuatu tanpa perencanaan, minimal miliki rencana besarnya saja dan Anda akan lebih produktif.

Rencana adalah kreasi pertama

Dalam buku The Seven Habits of Highly Effective People, Stephen Covey menjelaskan bahwa setiap tindakan membutuhkan dua tahap. Tahap pertama adalah menciptakannya dalam ide mental Anda dan tahap kedua mewujudkan ke dalam bentuk nyata. Mirip seperti seorang insinyur yang mengkhayalkan gambar rumah di benaknya dan mewujudkannya ke atas kertas. Kemudian dari gambar teknik yang matang diwujudkan ke dalam bangunan sesungguhnya.

Dengan membuat rencana, Anda bisa berpikir jernih apa yang sebenarnya mau Anda lakukan, sejauh mana Anda akan melakukannya dan berapa banyak waktu yang akan Anda habiskan untuk itu. Bayangkan jika seorang insinyur membangun rumah tanpa rencana, maka yang terjadi adalah rumah tersebut harus dibongkar pasang di sana sini karena salah pengaturan.

Rencana tanpa komitmen melaksanakan akan sia-sia

Pernahkah Anda mengalami rencana tinggal rencana dan tidak berhasil diwujudkan? Hal ini bisa karena beberapa faktor:

  • Rencana yang dibuat terlalu ambisius dan tidak realistis dengan kemampuan. Misalkan Anda merencanakan melakukan banyak hal dalam tempo yang sangat singkat, maka akan berakhir dengan kekecewaan karena tidak berhasil melakukannya.
  • Rencana yang dibuat tidak diniatkan untuk dilakukan. Buatlah rencana sesuai dengan apa yang memang Anda ingin dan perlu lakukan. Jangan buat rencana tanpa komitmen dan niat melaksanakannya.

Agar rencana Anda bisa berhasil, gunakan panduan membuat rencana yang SMART yakni:

  • Specific, jelas apa yang akan dilakukan,
  • Measurable, dapat diukur hasilnya
  • Actionable, dapat dilaksanakan oleh Anda sendiri maupun orang lain yang akan terlibat
  • Reasonable, masuk di akal, mungkin dilakukan dengan sumber daya yang Anda miliki
  • Time Frame, memiliki rentang waktu yang jelas kapan dilakukan dan kapan selesai

Rencana tak selalu sesuai dengan harapan

Manusia berencana, Allah akan menentukan. Tidak setiap rencana akan berjalan sesuai apa yang diinginkan. Tak jarang yang terjadi adalah sebaliknya. Tidak perlu risau dengan hal tersebut. Karena memang tugas kita adalah mempersiapkan sesuatu dan mengerjakannya sebaik mungkin. Dengan cara itu kita melakukan kewajiban. Allah memberi kita akal, pikiran dan hati semuanya untuk dimanfaatkan dengan baik.

Jika Anda gagal melakukan sesuatu yang telah Anda rencanakan dengan baik, mungkin ada pesan khusus di sana yang bisa dipelajari. Lewat pesan itu Anda bisa membuat rencana yang lebih tepat yang sesuai dengan jalan hidup Anda.

Apapun hasilnya, serahkan pada Yang Maha Kuasa dan Maha Memiliki Rencana. Sampai pada akhirnya Allah berkenan memberikan inspirasi rencana-rencana kita yang sejalan dengan kehendak-Nya. Di sanalah pekerjaan yang berat sekalipun akan terasa sedemikian ringan.

Selamat membuat rencana dan bekerja penuh produktivitas.

Tips Produktivitas 1 – Miliki Rencana Read More »