Author name: Muhammad Noer

Bagaimana Daya Ingat Bekerja?

Coba ambil sebuah buku yang pernah Anda baca. Tanyakan kepada diri Anda, apa yang masih Anda ingat dari buku tersebut? Berapa persen materi buku yang masih menempel di kepala Anda?

Jangan kaget jika Anda benar-benar hampir tidak ingat lagi apa saja isi buku tersebut. Kalaupun masih ada yang tertinggal, bisa jadi cuma 20%, 10% atau bahkan lebih kecil lagi. Mengapa hal itu bisa terjadi padahal Anda merasa sangat menguasai buku tersebut ketika membacanya dulu?

Cara Kerja Daya Ingat

Ketika membaca atau belajar sesuatu, maka kita sedang memasukkan informasi baru ke dalam kepala. Informasi ini masuk ke daya ingat jangka pendek. Sifat dari daya ingat seperti ini adalah cepat diingat tapi juga cepat lupa. Anda perlu melakukan sesuatu untuk menyimpannya dalam jangka panjang.

Bagaimanakah agar apa yang Anda pelajari bisa diingat bahkan sampai bertahun-tahun?

Jawaban sederhananya adalah LAKUKAN PENGULANGAN.

Lho, koq jawabannya gampang banget? Benar. Pengulangan yang dilakukan dengan tepat akan membantu Anda mengingat apa saja untuk jangka waktu yang lama. Manusia gampang lupa dan itu segera terjadi satu jam setelah Anda belajar sesuatu. Perhatikan gambar berikut:

Kurva Daya Ingat

Diagram Kurva Daya Ingat

Ini adalah diagram sederhana bagaimana daya ingat menguap seiring berjalannya waktu. Segera ketika Anda mempelajari sesuatu, biasanya daya ingat masih dalam tahap maksimalnya. Itu terjadi karena informasi masih fresh di kepala Anda.

Dalam tempo satu jam, daya ingat mulai menurun dalam jumlah yang sedikit. Selang sehari, apa yang kemarin Anda ingat 80% bisa jadi sudah berkurang menjadi 50%. Dan dalam seminggu apa yang telah Anda pelajari mungkin sudah hilang dan bersisa 20% saja.

Bagaimana Pengulangan Bekerja?

Pengulangan membantu mengurangi dampak dari hilangnya ingatan kita akan informasi baru. Anda perlu membuat beberapa pengulangan sehingga sebuah informasi akan menempel selamanya:

  • Pengulangan pertama segera setelah selesai mempelajari sesuatu akan memperkuat persentase informasi yang Anda kuasai. Ini adalah tahapan pengulangan paling penting. Jangan sia-siakan waktu yang Anda habiskan untuk belajar sesuatu dengan tidak mengulangnya segera setelah selesai. Cukup 5 menit pengulangan akan membantu informasi dapat diingat penuh sampai 24 jam berikutnya.
  • Pengulangan kedua dilakukan sehari setelah yang pertama. Pengulangan ini juga sangat penting karena informasi telah diendapkan lewat tidur malam. Ini akan membantu menguasai informasi hingga seminggu ke depan.
  • Pengulangan ketiga dilakukan seminggu setelah Anda belajar sesuatu. Ini akan memperkuat efek daya ingat sampai sebulan ke depan.
  • Pengulangan berikutnya perlu dilakukan dalam tempo sebulan dan tiga bulan. Setelah itu dilakukan, maka apa yang tadinya Anda ingat dalam jangka pendek sekarang akan masuk ke ingatan jangka panjang. Informasi yang disimpan dengan cara ini akan sulit sekali terlupakan.

Apakah pekerjaan mengulang tersebut berat? Tentu saja tidak. Bayangkan, Anda cukup menghabiskan waktu 5-10 menit saja dalam satu kali pengulangan. Dengan menginvestasikan waktu yang singkat tersebut dalam beberapa kali pengulangan, Anda akan menghemat waktu yang banyak dibandingkan Anda harus membaca ulang karena sudah lupa semuanya.

Jangan sia-siakan waktu yang Anda habiskan untuk belajar dengan tidak mengulangnya. Kebiasaan mengulang yang teratur lama kelamaan akan menjadi kebiasaan. Jika hal itu sudah dilakukan, maka apapun yang Anda pelajari Insya Allah dapat diingat bertahun-tahun seolah-olah Anda baru mempelajarinya kemarin sore.

Sulit untuk percaya? Mengapa Anda tidak mencobanya?

Give it a try and see the difference!

Selamat belajar dan mengingat.

Bagaimana Daya Ingat Bekerja? Read More »

Berapa Banyak Buku Yang Anda Baca Dalam Setahun?

my kids and books Ketika sedang mempersiapkan materi untuk Modul 1 Program Coaching Speed Reading, iseng-iseng saya melakukan riset kecil-kecilan. Secara tidak sengaja saya menemukan polling di tahun 2007 yang dilakukan Associated Press, sebuah kantor berita ternama tentang berapa banyak buku yang dibaca orang dewasa dalam setahun. Faktanya, satu dari empat orang dewasa bahkan tidak menyelesaikan satu buku pun selama setahun terakhir. Polling tersebut dilakukan di negara maju dengan tingkat budaya baca lebih tinggi. Kira-kira bagaimana hasilnya jika polling yang sama dilakukan di Indonesia?

Buku adalah jendela ilmu, demikian kata pepatah. Membaca adalah proses membuka jendela tersebut agar cahaya pengetahuan masuk ke rumah kita. Semakin banyak belajar dan membaca, tentunya akan semakin banyak ilmu baru yang didapatkan. Tentu akan ada banyak perbedaan antara orang yang membaca 10 buku dalam setahun dibandingkan dengan yang tidak membaca sama sekali.

Saya sendiri mulai membaca “agak serius” ketika SMU. Terus terang satu hal yang memacu semangat saya ketika melihat salah seorang sahabat dekat saya dan keluarganya yang sangat hobi membaca. Saya melihat buku-buku yang berderet rapi, artikel majalah yang dikliping sesuai temanya, sampai berita koran yang disusun sesuai topik. Saya berpikir, betapa sungguh-sungguhnya orang yang melakukan hal itu. Dan betapa luas wawasannya dengan kebiasaan membaca yang sedemikan tinggi. Ya, sahabat saya tersebut Edison Situmorang dan keluarganya menjadi awal yang memupuk semangat saya untuk rajin membaca.

Duduk di kelas II SMU, saya mulai mempersiapkan diri mengikuti UMPTN. Sekolah saya terkenal dengan murid-muridnya yang lebih hobi mengerjakan soal UMPTN daripada mengikuti kelas. Saat itulah saya ketemu sebuah buku saku berjudul “Rahasia Sukses Belajar”. Buku inilah yang pertama kali mengenalkan kepada saya tentang membaca cepat atau speed reading. Sayang sekali buku tersebut hilang entah ke mana dan saya pun tidak ingat pengarangnya.

Salah satu kebiasaan yang saya lakukan sehabis membaca adalah mempraktekkan apa-apa yang dipelajari. Jadi, saya pun memulai teknik membaca cepat dengan cara yang sangat sederhana. Lama kelamaan saya mulai terbiasa dan kecepatan baca meningkat. Namun kecepatan tersebut masih dalam kisaran yang biasa-biasa saja. Hal ini karena informasi tentang speed reading yang saya pelajari sangat sedikit dan topik itu masih kurang dikenal orang 12 tahun yang lalu.

Dampak dari kemampuan membaca cepat betul-betul saya rasakan ketika kelas III SMU dan ketika saya tidak lulus UMPTN pertama kali. Waktu itu saya bercita-cita ingin jadi seorang programmer seperti Bill Gates yang membangun bisnis komputer. Dan untuk itu saya memilih Teknik Informatika di ITB. Gagal UMPTN tidak membuat saya patah semangat melainkan sebuah titik balik yang berharga dalam hidup saya. Di situlah saya menghabiskan waktu selama kurang lebih setahun berkunjung ke perpustakaan hampir setiap hari.

Saya mendatangi perpustakan daerah di kota kelahiran Medan dan membaca buku di sana. Setiap kali pulang saya selalu membawa dua buku yang saya targetkan selesai dalam seminggu. Saya ingat betul masa-masa itu adalah masa paling produktif membaca. Setiap minggu setidaknya saya menghabiskan 2 buku yang jika dihitung dalam setahun bisa berjumlah lebih dari 100 buku. Di sana saya belajar berbagai bidang mulai dari agama, psikologi, komunikasi, manajemen, pemasaran termasuk komputer dan pemrograman.

Pada periode tersebut saya merasakan betul manfaat kemampuan membaca cepat di mana saya bisa menyelesaikan sebuah buku dalam tempo yang jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya. Kegiatan membaca menjadi proses yang ringan sekaligus menyenangkan. Karenanya, saya sangat bisa memahami orang-orang yang tidak pernah menyelesaikan sebuah buku salah satunya karena kecepatan baca yang lambat. Membaca lambat membuat buku terlihat menakutkan karena tidak tau kapan bisa dibaca sampai selesai.

Kemampuan membaca cepat terus saya pakai ketika kuliah di Fakultas Ekonomi UI dan terus berkembang sampai saya bekerja sekarang. Saya pun punya akses yang lebih luas ke buku-buku Speed Reading mulai dari yang klasik seperti metode Evelyn Wood sampai yang lebih modern dengan pendekatan Neuro Linguistic Programming (NLP) maupun simulasi flash card lewat komputer. Buku Speed Reading for Beginners yang saya tulis merupakan akumulasi proses pembelajaran tentang membaca cepat berdasarkan metoda yang saya uji secara pribadi.

Di tahun 2010 ini, saya ingin merancang sebuah pelatihan membaca cepat yang lengkap lewat tutorial video ditambah materi latihan secara terstruktur. Saya sudah mempersiapkan 10 video pendahuluan di http://www.membacacepat.com. Video ini merupakan pemanasan sebelum saya membuat materi berikutnya yang lebih mendalam. Jika Anda tertarik untuk mengikuti pelatihan ini, silakan mendaftar di early notification list agar saya dapat mengirim informasi kapan pelatihan akan dimulai.

Kembali ke pertanyaan awal pada tulisan ini, berapa banyak buku yang sudah Anda baca dalam setahun terakhir?

Sudahkah Anda membiasakan diri membaca untuk meng-upgrade pengetahuan?

Berapa Banyak Buku Yang Anda Baca Dalam Setahun? Read More »

Menyikapi Kegagalan

fail_road

Satu hal yang paling membedakan antara orang sukses dengan tidak adalah bagaimana cara mereka menyikapi kegagalan. Seorang yang berjiwa besar akan menganggap kegagalan sebagai bumbu kehidupan dan proses menuju keberhasilan. Sementara seorang pecundang menganggap kegagalan sebagai momok yang menakutkan sehingga mereka putus asa dan menyerah.

Coba tanyakan kepada orang yang sukses apakah mereka pernah mengalami kegagalan? Jawabannya pasti pernah. Tahukah berapa banyak kegagalan yang pernah mereka alami? Jawabannya mungkin bisa beragam, tapi tak jarang kita akan mendengar bahwa mereka telah gagal puluhan bahkan ratusan kali sebelum akhirnya berhasil. Perbedaannya adalah mereka bangkit kembali dan berjalan lagi sampai akhirnya bertemu dengan keberhasilan. Dan seandainya keberhasilan itu pun tak kunjung datang, bukankah kegagalan itu sendiri sebuah proses pembelajaran yang mencerahkan?

Suatu hari Thomas Alfa Edison ditanya oleh asistennya ketika melakukan percobaan untuk membuat lampu pijar, “Anda telah melakukan percobaan ribuan kali untuk menemukan bahan filamen yang tepat. Apakah Anda tidak lelah? Bukankah kita telah melakukan ini ribuan kali dan tidak pernah berhasil?

Edison menjawab, “Dalam setiap percobaan, saya selalu belajar untuk menemukan bahan yang paling tepat untuk lampu pijar. Apa yang kamu anggap kegagalan buat saya adalah keberhasilan yang tertunda. Saya yakin dalam waktu dekat saya akan menemukannya.”

Edison benar dan dia menjadi penemu lampu pijar yang kita nikmati sampai sekarang. Dia mengajarkan kegigihan dan semangat pantang menyerah dalam menjalankan tugasnya. Sepanjang hidupnya, Edison telah menghasilkan ribuan paten atas penemuan-penemuannya.

Jangan pernah menyerah atas kegagalan. Itu adalah sebuah proses keberhasilan yang tertunda. Bangkitlah kembali dan jadilah orang yang berjiwa besar yang tidak peduli berapa kali mereka akan terjatuh, dia akan berdiri dan berjalan lagi.

Photo Credit: fireflythegreat under Creative Common License

Menyikapi Kegagalan Read More »

Semuanya Berawal Dari Sebuah Langkah Sederhana

step

Apakah yang dilakukan ketika kita akan membangun sebuah rumah? Meletakkan batu pertama. Ya, setiap kali seorang membangun sebuah rumah maka akan selalu ada batu pertama yang disusun dan disemen. Siapa sangka batu tersebut akhirnya menjadi bangunan yang kokoh dan indah.

Memulai sesuatu adalah tugas yang berat buat banyak orang. Bayangan tentang kesulitan yang akan dihadapi, tantangan yang menghadang maupun banyaknya tugas yang harus dikerjakan sering membuat orang menunda-nunda apa yang seharusnya dia kerjakan. Akibatnya, waktu terus berjalan dan tidak ada yang selesai dikerjakan.

Berkaca dari orang-orang besar, apa yang mereka lakukan adalah memiki visi yang besar dan menyusunnya menjadi rencana-rencana kecil yang dapat dilaksanakan. Dengan cara ini, suatu pekerjaan yang terlihat besar dan berat menjadi lebih ringan karena telah dipecah-pecah dan disusun dalam skala yang lebih kecil. Apa yang mereka lakukan tidak pernah terjadi dalam sekejap mata. Semuanya membutuhkan kerja keras, tanggung jawab, dan langkah demi langkah yang secara konsisten dijalani.

Jika Anda memiliki visi, cita-cita atau apapun yang baik untuk Anda lakukan, maka tugas yang perlu dilakukan adalah rampungkan visi tersebut, dan bagi dalam langkah-langkah yang lebih kecil. Tidak ada gunanya Anda memiliki visi besar dan luar biasa tapi tidak pernah melangkah untuk menuju ke sana.

Karena itu saya ingin mengutip apa yang sering disampaikan oleh Kyai Abdullah Gymnastiar yakni: mulailah sesuatu yang baik dari yang kecil, mulailah dari diri sendiri, dan mulailah saat ini juga. Sebuah perjalanan ribuan mil selalu dimulai dengan satu langkah kecil, dimulai dari diri sendiri – meskipun semua orang mencemooh, dan dimulai segera saat ini – tidak ditunda-tunda.

Sudahkah Anda mengambil langkah sederhana untuk mewujudkan visi, rencana atau cita-cita yang akan membuat perubahan buat diri Anda dan orang lain di sekitar Anda?

Mulailah melangkah dengan penuh keyakinan. Atas izin Allah, bantuan akan datang pada saat yang tepat ketika Anda membutuhkan pertolongan. Tanpa memulai, jangan pernah berharap akan terjadi perubahan.

Photo Credit: vvvracer under Creative Common License

Semuanya Berawal Dari Sebuah Langkah Sederhana Read More »

Belajar Cara Belajar

kids_study

Dalam dunia pendidikan, guru dan murid harus bekerjasama. Tugas guru membimbing para muridnya agar menyerap pelajaran dengan baik sesuai kapasitas, potensi dan minat anak didik. Adapun tugas murid adalah belajar dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab sehingga apa-apa yang diajarkan dapat dipahami dengan baik dan diamalkan dalam kehidupannya.

Untuk itu, masing-masing pihak, guru dan murid perlu memiliki keterampilan. Itulah keterampilan belajar dan mengajar.

Buat guru, keterampilan tersebut meliputi bagaimana menyusun bahan ajar yang baik sehingga para murid dapat belajar dengan penuh minat, semangat, sekaligus menyenangkan. Adapun murid perlu belajar bagaimana agar dapat menguasai pelajaran dengan baik sehingga nantinya bisa diaplikasikan. Keterampilan tersebut diantaranya adalah bagaimana membaca dengan cepat dan efektif, bagaimana cara memahami dengan baik sehingga akan diingat dalam jangka panjang serta cara mencatat yang mudah diingat dan menjadi referensi berguna di masa mendatang.

Sayangnya, keterampilan seperti ini terkadang tidak dimiliki baik oleh guru dan siswa. Akibatnya, kedua belah pihak frustasi satu sama lain. Guru pontang panting menjelaskan sesuatu tapi tidak diperhatikan oleh murid-muridnya. Sementara sang murid frustasi dengan bahan pelajaran yang bertumpuk dan tidak tau bagaimana bisa menyelesaikannya.

Belajar bukan lagi untuk memahami dan menghayati melainkan berubah menjadi proses mengejar nilai dan kelulusan.

Karena kurangnya keterampilan belajar dan mengajar ini pada akhirnya akan berdampak pada kualitas para pelajar kita. Mereka mungkin saja tamat dari sekolah dan menyelesaikan perguruan tinggi, namun sedikit sekali ilmu yang menempel dan akhirnya bisa dipakai dalam keseharian. Para pelajar lebih senang dengan jalan pintas dan menghafal apa yang diprediksi akan keluar dalam ujian. Belajar bukan lagi untuk memahami dan menghayati melainkan berubah menjadi proses mengejar nilai dan kelulusan.

Adapun di negara-negara yang lebih maju, saya memperhatikan para murid tidak hanya dibebani dengan bahan pelajaran, melainkan mereka juga dibekali dengan bagaimana caranya belajar dengan baik. Karenanya tak jarang ada kelas khusus yang mengajarkan bagaimana cara membaca yang lebih efektif dan efisien. Bagaimana meningkatkan konsentrasi sehingga dapat memahami pelajaran dengan baik. Dan cara mencatat yang terstruktur, kreatif dan menyenangkan sehingga apa-apa yang ditulis akan menjadi informasi berharga sepanjang masa. Tidak hanya itu, mereka juga diberi kesempatan untuk melatih dan mengembangkan minat sejak dini sambil terus mengasah keterampilan khusus yang dimiliki masing-masing individu.

Hal yang sama berlaku buat para guru. Mereka juga belajar bagaimana cara menyampaikan materi di depan kelas, bagaimana menciptakan ruang kelas yang hidup dan menyenangkan. Bagaimana proses belajar menjadi diskusi interaktif yang memberi nilai tambah bagi para murid dan guru itu sendiri.

Jadi, jika Anda seorang guru atau murid, sudahkah belajar cara belajar?

 

Photo Credit: blisschan under Creative Commons License

Belajar Cara Belajar Read More »

Membaca Cepat dan Latihan Mata

[caption id="" align="alignleft" width="275" caption="Photo credit: wsmith"]book list[/caption]

Salah seorang pembaca blog ini bertanya kepada saya, “Mas, saya mencoba berlatih membaca cepat, tapi mengapa mata saya menjadi pusing dan saya menjadi lelah?”

Dia berusaha mempraktekkan apa-apa yang saya sampaikan dalam buku Speed Reading for Beginners. Jika Anda baru memulai belajar membaca cepat, maka saran saya adalah tingkatkan kecepatan baca secara bertahap. Artinya jika Anda mengukur kecepatan baca saat ini pada angka 200 kata per menit misalnya, jangan buru-buru ingin membaca dengan kecepatan 600 kata per menit pada latihan pertama. Anda akan mengalami kesulitan dan mungkin otot mata yang kelelahan.

Seperti yang saya jelaskan dalam buku tersebut, proses membaca terjadi ketika mata melihat kumpulan huruf yang membentuk kata. Karena sejak lahir kita sudah menguasai berbagai kosa kata, maka kata-kata yang kita kenal akan mudah dan cepat dikenali. Adapun kata-kata yang masih asing atau jarang didengar akan membutuhkan waktu lebih lama untuk dikenali. Proses pengenalan inilah yang kemudian diteruskan mata ke otak. Selanjutnya otak akan memproses kata demi kata, kalimat demi kalimat menjadi sebuah pengertian. Proses menciptakan pengertian ini juga mengandalkan informasi yang kita kuasai sebelumnya. Jadi jika Anda punya profesi sebagai ekonom misalnya, buku-buku dan artikel tentang ekonomi akan dengan mudah dipahami. Akan tetapi Anda mungkin mengalami kesulitan ketika membaca sastra.

Karena itu, orang yang rajin membaca secara otomatis akan memiliki kecepatan baca yang relatif lebih tinggi dari orang kebanyakan karena kebiasaan baik tersebut dan banyaknya informasi yang sudah dimiliki sebelumnya. Dalam kasus saya misalnya, ketika saya menganalisa buku-buku Speed Reading dari luar negeri, maka saya bisa menyelesaikan buku setebal 250 halaman dalam setengah jam. Ini bukan berarti saya tukang sulap, melainkan karena topik Speed Reading sangat familiar buat saya dan saya telah belajar hal ini sedikitnya sejak 12 tahun lalu. Dengan demikian, saya mudah mengusai informasi untuk topik tersebut.

Kembali ke pertanyaan semula, katakanlah kita sudah memiliki pengetahuan sebelumnya tentang topik yang dibaca dan sekarang kita berlatih membaca teks tersebut dengan cepat, mengapa muncul rasa pusing tadi?

Penyebabnya ada dua hal:

Pertama, mata Anda belum terbiasa bergerak dengan kecepatan tinggi.

Kedua, informasi yang diteruskan oleh mata Anda ke otak belum sinkron. Ini mirip komputer yang diminta memproses informasi terlalu banyak sekaligus sehingga hang.

Gerak mata dikendalikan oleh otot mata. Sama seperti otot tubuh lainnya, jika otot ini dilatih maka dia akan semakin kuat dan bergerak semakin lincah. Karena itu, dalam kelas Membaca Cepat biasanya ada sesi melatih gerak mata yang teratur sampai akhirnya lincah. Setelah otot mata lincah, maka dia bisa bergerak dengan cepat dalam mengenali kata. Bahkan kecepatannya bisa dinaikkan pada saat tertentu dan diturunkan pada saat yang lain. Mirip seperti seorang pembalap yang mengebut habis-habisan di jalur lurus dan mengurangi kecepatan di daerah tikungan.

Setelah gerak mata terlatih, proses selanjutnya adalah bagaimana agar otak memproses informasi yang diteruskan mata tadi dengan cepat. Otak manusia sangat hebat bahkan jika dianalogikan dengan komputer dia akan jauh lebih hebat dari ratusan atau bahkan jutaan super komputer yang dijalankan bersamaan. Lantas, mengapa otak kesulitan memproses informasi yang diteruskan mata? Ini terjadi karena belum terbiasa. Anda selama ini membaca lambat sehingga otak pun terbiasa bekerja lambat dalam memproses informasi. Adapun sisa waktu yang menganggur dipakai otak untuk memikirkan hal-hal lain. Itu mengapa semakin lambat kita membaca maka akan cenderung semakin banyak mengkhayal. Nah, latihlah sinkronisasi ini sehingga otak mulai terbiasa memproses informasi yang diteruskan dari mata dengan cepat.

Insya Allah saya akan menjelaskan proses melatih gerak mata dan sinkronisasi otak ini lebih lengkap dan detil dalam Kelas Membaca Cepat Online yang saat ini sedang dipersiapkan. Jika Anda tertarik untuk bergabung, silakan daftarkan diri Anda untuk mendapatkan pemberitahuan khusus ketika kelas akan dimulai.

Selamat belajar dan berlatih.

Photo Credit: wsmith under Creative Common License

Membaca Cepat dan Latihan Mata Read More »

Apakah Anda Memiliki Kebun Ide?

[caption id="" align="alignleft" width="307" caption="Photo Credit: Randy Son of Robert"]garden[/caption]

Secara tidak sengaja saya menemukan sebuah tulisan yang bagus dari blog Productive Flourishing. Tulisan tersebut berjudul Idea Garden.

Secara sederhana – Charlie – sang penulis menjelaskan bagaimana membuat ide Anda terpelihara dan mendapatkan perawatan yang cukup layaknya tanaman dalam sebuah kebun. Bibit-bibit ide ini dikumpulkan dengan rapi, disusun, dibersihkan, dikembangkan sehingga pada saatnya siap untuk dipanen.

Salah satu tahap yang sering dilupakan banyak orang adalah mencatat ide mereka sendiri. Akibatnya kita merasa pernah memiliki banyak ide untuk menulis sesuatu, mengerjakan sesuatu, namun seiring berjalannya waktu semua itu hilang entah kemana.

Konsep dari kebun ide ini adalah mengumpulkannya dalam satu tempat. Membiarkan terlebih dahulu ide yang belum matang sampai ide tersebut berkembang, dan memanfaatkannya ketika tiba saatnya ide tersebut akan dilaksanakan.

Saya pribadi menggunakan sebuah file Microsoft Word sederhana untuk mengumpulkan seluruh ide saya. Tiap kali saya terpikir tentang judul sebuah tulisan, kutipan ucapan seorang tokoh, lintasan pikiran yang muncul setelah membaca sesuatu, inspirasi yang tiba-tiba datang, maka saya akan menuliskannya ke dalam kebun ide tersebut. Dengan demikian relatif saya tidak pernah kekurangan ide dalam menulis. Setiap kali saatnya menulis posting baru, saya tinggal melihat ke kebun ide tadi dan menentukan ide mana yang siap untuk dipanen. Ide yang sudah dituangkan ke dalam sebuah tulisan baik draft atau sudah selesai akan diberi warna biru sedangkan ide yang menunggu saat yang tepat untuk ditulis diberi warna hitam.

ide tulisan

Tahukah Anda, ide dalam pikiran kita sedemikian banyaknya dan melompat-lompat ke sana ke mari layaknya seekor monyet yang bergelantungan. Jika Anda ingin menjadi orang yang lebih produktif dan memaksimalkan ide-ide yang Anda punya, maka mulailah menyiapkan kebun untuk ide tersebut, menyemainya dan suatu saat ia akan berbunga.

Sudahkah Anda memiliki kebun ide sendiri?

Silakan berbagi dan sampaikan pandangan Anda.

Photo Credit: Randy Son of Robert under Creative Common License

Apakah Anda Memiliki Kebun Ide? Read More »

Kenali Gaya Belajar Anda

[caption id="" align="alignleft" width="230" caption="Photo Credit: xb3"]study[/caption]

Apakah Anda senang belajar dengan membaca teks secara detil? Atau Anda lebih suka belajar dengan cara mendengarkan penjelasan orang lain? Atau mungkin Anda jauh lebih mudah belajar dengan cara mempraktekkannya secara langsung?

Setiap orang memiliki kecenderungan gaya belajar masing-masing. Ada yang suka belajar dengan membaca secara lengkap sebuah penjelasan. Buat orang seperti ini, buku manual adalah dokumen belajar yang sangat penting. Gambar dan diagram adalah bentuk penjelasan yang sangat menyenangkan buat orang tersebut. Dalam gaya belajar, ini dikenal dengan nama visual.

Sementara ada orang lain yang lebih suka mendengarkan. Telinganya sangat awas jika mendengarkan kata demi kata. Orang seperti ini mampu mendengarkan penjelasan dengan sangat baik sehingga dia bisa menciptakan pengertian dalam benaknya. Namun sifat awas tersebut hilang jika kata-kata tersebut harus dibaca, bukan didengarkan. Tipe orang seperti ini dikenal dengan nama auditori.

Terakhir adalah orang yang suka mempraktekkan secara langsung. Baginya penjelasan lewat teks atau dijelaskan lewat suara bukanlah cara belajar yang praktis. Jauh lebih gampang dan cepat mempraktekkan langsung apa-apa yang harus dia pelajari. Tipe ini adalah kinestetik.

Apapun gaya belajar Anda, penting untuk mengetahui kecenderungan yang kita miliki. Dengan mengetahui kecenderungan gaya belajar, kita menjadi tau cara belajar paling efektif buat kita. Waktu yang dibutuhkan untuk menguasai materi belajar menjadi jauh lebih pendek dengan penguasaan yang jauh lebih baik. Sungguh bermanfaat bukan?

Jadi, sudahkah Anda mengenali tipe belajar seperti apa yang Anda miliki?

Photo Credit: xb3 under Creative Common License

Kenali Gaya Belajar Anda Read More »

8 Kesalahan Fatal Dalam Membuat Slide Presentasi

Welcome to My Presentation

Membuat slide presentasi yang baik akan membantu ide Anda tersampaikan dengan mudah. Slide yang baik bukanlah slide yang rumit atau detail, melainkan slide yang ringkas, sederhana dan tepat sasaran.

Banyak orang melakukan kesalahan ketika membuat slide. Mereka menjadikannya bukan sebagai alat bantu presentasi melainkan sebagai teks lengkap yang harus dibaca.

Inilah daftar kesalahan fatal tersebut:

 

1. Font Terlalu Kecil

Menggunakan font yang terlalu kecil membuat slide Anda tidak bisa dibaca dengan baik terlebih oleh audiens apalagi yang duduk paling belakang. Karena itu, pastikan slide Anda bisa terbaca dari jarak audiens terjauh yang akan menghadiri presentasi Anda. Aturan umum yang bisa dipakai adalah maksimal 7 baris teks dalam satu slide dengan ukuran font sekitar 32 points.

2. Menggunakan KAPITAL

Huruf kapital biasa digunakan untuk judul slide atau header. Namun jika huruf kapital digunakan pada seluruh teks akan membuat presentasi Anda terlihat tidak profesional. INGAT, PENGGUNAAN HURUF KAPITAL SEPERTI INI MENGGANGGU KARENA SULIT DIBACA DAN ANDA TERLIHAT SEDANG “MARAH” KEPADA AUDIENS.

3. Jenis Font Terlalu Banyak dan Fancy

Menggunakan font terlalu banyak apalagi jenis font yang fancy dan aneh akan mengalihkan perhatian audiens (distracting). Gunakanlah maksimal 3 font dalam presentasi Anda dan konsisten dalam setiap slide. Ini akan memudahkan audiens untuk mengenali cara Anda menyajikan informasi.

 

4. Animasi Star Wars

Powerpoint menyajikan fungsi animasi yang kelihatannya menarik, namun jika dipakai tidak pada tempatnya animasi tadi akan mengganggu. Animasi ini mulai dari transisi antar slide maupun animasi yang muncul pada teks atau gambar. Gunakan animasi sederhana seperti Appear atau Fade agar presentasi Anda tetap terlihat profesional

5. Efek Suara Theater 4D

Pernahkan Anda mendengarkan presentasi di mana setiap satu baris teks muncul maka terdengar bunyi tepuk tangan atau rentetan peluru? Betapa hebohnya presentasi seperti itu. Hindari menggunakan efek suara yang tidak perlu. Gunakan suara hanya jika Anda memerlukannya untuk menjelaskan sesuatu misalnya ada video yang khusus ditambahkan. Ingat, Anda sedang memberikan presentasi, bukan konser musik.

6. Warna Pelangi

Warna-warni adalah keindahan. Namun ketika tidak dipakai pada tempatnya akan membuat mata lelah. Jangan menggunakan warna yang terlalu banyak dalam satu slide. Pilih 3-4 warna utama dan gunakan secara konsisten dalam slide Anda.

7. Teks Terlalu Banyak

Slide presentasi bukan makalah. Jangan cantumkan seluruh teks ke dalam presentasi Anda. Ini sama artinya Anda menyuruh audiens membaca teks tersebut dan tidak perlu mendengarkan Anda lagi karena semuanya sudah tertulis. Pilih hanya kata kunci yang bisa menjadi alat bantu dan membuat presentasi menjadi powerful.

8. Background Terlalu Terang Atau Terlalu Gelap

Jangan gunakan background yang terlalu terang atau terlalu gelap. Gunakan kontras yang cukup sehingga tulisan mudah dibaca sekaligus Anda bisa memberikan penekanan pada teks tertentu. Beberapa ahli menyarankan background biru gelap dengan teks putih atau kuning. Namun Anda dapat pula menggunakan background putih atau warna terang lainnya. Jangan lupa tes presentasi Anda menggunakan proyektor yang akan dipakai nanti dan pastikan warnanya sesuai dengan kontras yang cukup.

 

Itulah 8 kesalahan fatal yang sering dilakukan ketika membuat slide presentasi.

Apakah Anda punya pengalaman lain tentang kesalahan dalam membuat slide presentasi? Silakan sampaikan pengalaman dan pandangan Anda.

8 Kesalahan Fatal Dalam Membuat Slide Presentasi Read More »