Berbakti Untuk Negeri

Indonesia

Tanggal 13 Agustus 2011 merupakan hari berduka. Hari itu Allah memanggil Guru tercinta, yang menjadi pembimbing saya dan seluruh murid-murid beliau selama ini. Tulisan ini untuk mengenang salah satu pengajaran beliau yang layak untuk dijalankan oleh siapa saja. Ya Allah, berkatilah dan rahmatilah guru kami. Jadikanlah ajaran beliau senantiasa hidup di dalam diri kami para murid-muridnya.

Manusia tidak pernah tahu dia dilahirkan dari rahim yang mana. Dia juga tidak tahu akan muncul dari bumi yang mana. Siapa yang melahirkan dan di mana seseorang dilahirkan sesungguhnya membawa sejarah panjang. Apa yang telah dilakukan pendahulunya dan apa yang harus dia lakukan setelahnya.

Suatu kali guru kami mengajarkan, salah satu amal tertinggi adalah berbakti untuk negeri. Awalnya saya tidak mengerti dengan kalimat ini. Mengapa negeri menjadi begitu penting sehingga setiap orang harus mencari baktinya?

Ketika kita dilahirkan di sebuah negeri, maka kita memiliki ikatan batin dengan tempat tersebut. Tiap negeri memiliki keunikan dan membutuhkan orang-orang yang paham dengan karakteristiknya. Bagaimanapun keadaan negeri yang kita tinggali – baik atau buruk – sesungguhnya negeri tersebut membutuhkan tangan-tangan terampil untuk membangun dan mengembangkannya.

[Read more…]

Semuanya Berawal Dari Sebuah Langkah Sederhana

step

Apakah yang dilakukan ketika kita akan membangun sebuah rumah? Meletakkan batu pertama. Ya, setiap kali seorang membangun sebuah rumah maka akan selalu ada batu pertama yang disusun dan disemen. Siapa sangka batu tersebut akhirnya menjadi bangunan yang kokoh dan indah.

Memulai sesuatu adalah tugas yang berat buat banyak orang. Bayangan tentang kesulitan yang akan dihadapi, tantangan yang menghadang maupun banyaknya tugas yang harus dikerjakan sering membuat orang menunda-nunda apa yang seharusnya dia kerjakan. Akibatnya, waktu terus berjalan dan tidak ada yang selesai dikerjakan.

Berkaca dari orang-orang besar, apa yang mereka lakukan adalah memiki visi yang besar dan menyusunnya menjadi rencana-rencana kecil yang dapat dilaksanakan. Dengan cara ini, suatu pekerjaan yang terlihat besar dan berat menjadi lebih ringan karena telah dipecah-pecah dan disusun dalam skala yang lebih kecil. Apa yang mereka lakukan tidak pernah terjadi dalam sekejap mata. Semuanya membutuhkan kerja keras, tanggung jawab, dan langkah demi langkah yang secara konsisten dijalani.

[Read more…]

Memanfaatkan Momentum

Masih ingatkah Anda ketika belajar Fisika dulu?

Sebuah benda yang diam, akan cenderung terus diam kecuali ada yang menggerakkannya. Sedangkan sebuah benda yang bergerak akan cenderung terus bergerak kecuali ada yang menghentikannya.

Jika sebuah mobil dihidupkan dan pedal gas ditekan dengan tiba-tiba, maka tubuh penumpang akan terdorong ke belakang karena tadinya dia diam dan ingin terus diam. Sebaliknya ketika mobil sudah berjalan kemudian direm mendadak, maka tubuh penumpangnya akan terdorong ke depan karena punya kecenderungan terus bergerak ke depan.

Jika Anda masih ingat pelajaran Fisika di sekolah menengah dulu, ini disebut hukum kelembaman.

Lantas apa hubungannya hukum tersebut dengan keseharian?

Dalam kehidupan kita sering mengalami jatuh bangun. Ada kalanya kita semangat mengerjakan sesuatu, dan ada kalanya kita merasakan malas yang teramat sangat. Ada suatu masa di maka kita menjadi seorang yang taat dan ada masa yang lain ketika kecenderungan bermaksiat menjadi sedemikian kuat.

[Read more…]

Puasa Lahir Batin

Photo Credit Hamed Saber under Creative Commons License

Alhamdulillah, akhirnya Ramadhan telah tiba. Puji syukur kehadirat Allah yang telah memberi kita kesempatan untuk menjalani Ramadhan tahun ini.

Rasulullah saw bersabda, “Banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan dahaga.”

Hadis di atas mengindikasikan bahwa puasa seharusnya tidak sekedar menahan diri dari lapar dan dahaga. Jika hanya demikian, maka akan merugilah orang yang berpuasa tersebut karena ia hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Puasa harus menjadi alat mentransformasi diri seseorang sehingga menambah kedekatan kepada Allah Ta’ala.

Dalam pemahaman umum, puasa adalah menahan diri dari makan dan minum sejak terbit matahari sampai waktu tenggelamnya. Termasuk di dalamnya menahan diri dari berhubungan seksual dengan pasangan. Ini adalah puasa lahir.

Sementara Syaikh Abdul Qadir al-Jailani dalam Sirr Al-Asrar (Rahasia dari Segala Rahasia) menjelaskan ada puasa jenis yang lain yakni puasa batin. Puasa batin dilakukan dengan cara menjaga semua indra dan pikiran dari segala yang diharamkan. Dengan kata lain, puasa batin adalah meninggalkan ketidakselarasan, baik lahir maupun batin. Sedikit saja niat buruk hinggap di hatimu, puasamu rusak. Jika puasa lahir dibatasi oleh waktu, puasa batin dijalani selama-lamanya, selama hidup di dunia hingga kehidupan di akhirat. Itulah puasa sejati.

[Read more…]