Author name: Muhammad Noer

Merencanakan Keuangan Rumah Tangga

Jika Anda mengamati blog ini, maka Anda akan menemukan salah satu tema yang banyak saya tuliskan adalah tentang perencanaan keuangan. Mengapa saya tertarik tentang hal tersebut? Dan bagaimana kisahnya sehingga saya bisa berbagi tentang keuangan keluarga kepada Anda? Berikut adalah kisahnya.

Saya lahir dari sebuah keluarga sederhana. Ketika memasuki kuliah, seperti kebanyakan mahasiswa lain, saya pun masih menerima kiriman dari orangtua. Uang tersebut harus dimanfaatkan dengan baik agar segala keperluan mulai dari uang kuliah, makan, kost dan lain-lain bisa terpenuhi. Ketika masih mahasiswa, saya juga memutuskan untuk menikah, dan sejak itu resmi saya harus mulai mengelola keuangan sendiri, lepas dari campur tangan orangtua.

Sebagai mahasiswa yang belum lulus, praktis saya hanya bisa bekerja paruh waktu. Karena senang dengan bidang pendidikan dan pengajaran, saya pun menjadi guru les privat. Murid pertama saya kelas IV SD kemudian ditambah dengan murid lainnya di SMP. Penghasilan dari mengajar les ini memang tidak banyak. Sejak itulah saya mulai belajar mengelola keuangan keluarga dengan sebaik-baiknya. Hal ini saya lakukan agar seberapapun penghasilan yang Allah berikan, bisa saya manfaatkan dengan baik, tanpa harus menggantungkan diri kepada orang lain.

Dulu perencanaan keuangan saya masih sangat sederhana. Saya menggunakan Excel untuk memperkirakan berapa kebutuhan saya ke depan dan estimasi penghasilan yang akan diterima. Saya masih ingat betul ketika itu saya dan istri membuat perkiraan berapa uang yang harus dihabiskan untuk membeli beras, lauk pauk dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Waktu itu jatah belanja rumah tangga saya adalah 7.000 rupiah per hari. Artinya, jika ada hari di mana belanja lebih dari nilai tersebut, maka di hari lainnya harus dikurangi. Sedangkan jika kami sekeluarga bisa menahan diri untuk belanja lebih hemat di awal bulan, maka menjelang akhir bulan kelebihan uang belanja bisa ditambahkan untuk membeli makanan yang lebih baik.

Oh ya, selain menjadi pengajar privat, karena hobi mengotak-atik komputer, saya pun memiliki profesi sebagai penjual komputer. Pelanggan saya adalah rekan-rekan mahasiswa yang membutuhkan komputer namun tidak paham jenis seperti apa yang mereka butuhkan. Usaha ini merupakan kegiatan kecil-kecilan yang menopang perekonomian rumah tangga saya saat itu.

Satu hal yang saya pelajari saat itu adalah ketidakpastian penghasilan karena murid bisa bertambah dan bisa berkurang. Termasuk penjualan kadang lancar kadang tidak. Maka saya belajar merencanakan bagaimana menata sedikit kelebihan penghasilan untuk menutupi kekurangan di periode berikutnya. Hal sebaliknya adalah mengatur penghasilan bulan berjalan yang terbatas agar cukup sampai datangnya penghasilan baru. Salah satu yang harus saya tata saat itu adalah bagaimana agar pada waktunya saya bisa membayar biaya kontrak rumah petak sebesar 120.000 per bulannya.

Menjelang lulus, saya mendapat pekerjaan sebagai instruktur simulasi bisnis yang mengajarkan mahasiswa dan siswa SMU memahami laporan keuangan perusahaan untuk pengambilan keputusan. Tentu saja pendapatan sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya. Walaupun demikian, saya dan istri berkomitmen agar peningkatan gaya hidup tidak boleh lebih cepat dari pendapatan. Jika memang masih bisa bertahan dengan gaya hidup sebelumnya, maka itulah yang akan dilakukan. Selisihnya bisa untuk menabung dan membantu anggota keluarga lain yang membutuhkan.

Alhamdulillah cara seperti itu terus saya lakukan sampai sekarang. Dan saya pun masih mencatat berapa pengeluaran dan penghasilan dalam rangka merencanakan keuangan keluarga. Kami hampir tidak pernah membeli sesuatu sebelum diberi kemampuan untuk memilikinya. Jika ingin membeli sesuatu yang agak mahal seperti TV misalnya, maka saya akan menyisihkan penghasilan tiap bulan sampai saatnya terkumpul penuh untuk membeli barang yang dibutuhkan secara tunai. Termasuk ketika sudah memiliki kemampuan, perencanaan yang baik akan membuat kita berpikir secara jernih kewajaran antara keinginan dan kebutuhan yang hendak dipenuhi.

Apa yang saya lakukan sangat terasa manfaatnya. Pertama kita akan lebih mudah bersyukur karena rezeki yang Allah berikan bisa dikelola dengan baik dan selalu cukup guna memenuhi berbagai keperluan. Kedua kita jarang mengeluh karena perencanaan yang baik membuat hidup lebih tertata. Ketiga kita bisa membantu orang lain karena telah berhasil memenuhi kebutuhan keluarga secara wajar dan berbagi dengan orang lain kelebihannya. Keempat kita bisa menghindari hutang yang tidak perlu atau ketergantungan kepada orang lain. Kelima pikiran akan lebih jernih karena tidak disibukkan guna memikirkan hutang yang harus dibayar, atau keinginan berlebih yang ingin dipuaskan sebelum tiba kemampuan memilikinya.

Karena itu saya ingin berbagi kepada Anda semua pembaca blog ini. Jika Anda belum terbiasa membuat perencanaan, lakukanlah mulai dari sekarang. Mumpung usia masih muda, mumpung anak masih kecil, mumpung keperluan hidup masih bisa dikelola. Adalah aneh jika Allah sudah memberikan rezeki yang pantas namun kita masih selalu merasa kekurangan dan tidak cukup karena tidak pernah mengelolanya dengan baik. Kalaupun kita termasuk orang yang mendapat rezeki dunia terbatas, insya Allah kita akan terbantu untuk senantiasa bersyukur dan mencukupkan diri dengan apa yang ada di tangan. Ini akan menjaga kehormatan diri dari bergantung kepada makhluk.

Itulah sekelumit kisah pribadi yang ingin saya bagi kepada Anda semua. Semoga bermanfaat dan menjadikan kita hamba yang senantiasa ingat bersyukur. Hanya Allah Yang Maha Pemberi Rezeki. Tugas kita untuk mensyukuri serta memanfaatkannya secara baik dan benar.

Merencanakan Keuangan Rumah Tangga Read More »

Bijaksana Memakai Kartu Kredit

Apakah Anda memiliki kartu kredit?

Berapa kartu yang Anda miliki?

Dengan semakin mudahnya mendapatkan kartu kredit, tak jarang orang memiliki kartu plastik ini dalam jumlah fantastis. Bisa 4, 5, 6 atau bahkan 10. Kartu kredit ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi dia membantu transaksi tanpa perlu mengeluarkan uang tunai, di sisi lain dia mendorong orang untuk konsumtif dan membeli sesuatu di luar kemampuan.

Lantas bagaimana menggunakan kartu kredit secara bijak? Ikuti tips berikut:

Bayar tagihan tepat waktu

Kartu kredit adalah kartu hutang. Karenanya harus dibayar tepat waktu atau hutang itu akan menggunung seiring dengan berjalannya masa. Catat kapan jatuh tempo kartu Anda dan bayar beberapa hari sebelum deadline. Ingat, selisih satu hari akan membuat Anda kena denda keterlambatan, bunga atas belanja, dan berbagai biaya administrasi lainnya.

Bayar tagihan secara full

Kartu kredit bukan uang tambahan. Sejatinya dia adalah alat pembayaran. Ketika Anda menggunakan kartu kredit, seharusnya Anda memiliki uang minimal sama dengan limit kartu kredit tersebut. Artinya, Anda tidak membelanjakan uang yang sebenarnya tidak dimiliki. Apa yang Anda lakukan hanya mengganti alat pembayaran dengan kartu sementara ini dan segera melunasinya secara full.

Jangan terkecoh dengan pembayaran 10% dari pemakaian karena ini berarti Anda akan dikenakan bunga untuk sisa yang belum dibayar. Orang yang membayar 10% seperti ini biasanya tidak pernah bisa menyelesaikan hutang kartu kreditnya sebelum mereka melepas aset yang berharga.

Belanja sesuai kebutuhan, bukan keinginan

Godaan terbesar orang yang memiliki kartu kredit adalah menggesek di sembarang tempat. Ya, ketika jalan ke mall dan cuti mata, Anda membeli sepatu dan baju baru. Masuk ke restoran cukup membayar dengan sebuah gesekan. Saat itu mungkin Anda kelihatan keren dan meyakinkan. Tapi sadarilah kemampuan keuangan Anda. Beli hanya yang Anda butuhkan, bukan apa yang Anda inginkan. Tak ada gunanya menuruti gengsi jika Anda sengsara kemudian.

Jangan pernah mengambil uang tunai

Salah satu alasan orang memiliki kartu kredit adalah untuk “berjaga-jaga” jika ada kebutuhan mendesak. Karena itu ketika merasa perlu uang tunai tinggal gesek atau masuk ke ATM dan dana pun diterima. Sepintas alasan ini benar dan masuk di akal. Padahal, jika Anda ingin mempersiapkan dana darurat, maka menabunglah. Jika Anda menganggap limit kartu kredit sebagai dana berjaga-jaga, maka menabunglah sejumlah uang yang sama dan itulah dana berjaga-jaga sesungguhnya.

Mengambil uang tunai lewat kartu kredit akan berbiaya besar di mana perhitungan bunga telah dimulai sejak uang Anda terima. Tidak hanya itu, setiap transaksi juga dikenakan biaya yang lumayan besar. Tidak percaya? Coba cek ke penerbit kartu kredit Anda.

Gunakan untuk membayar tagihan rutin

Salah satu manfaat kartu kredit adalah dapat digunakan untuk membayar tagihan rutin di satu tempat. Ya, Anda bisa membayar tagihan listrik, telepon, internet dan lain-lain dibebankan ke satu sumber. Dan ketika tiba saatnya melunasi, Anda cukup membayar di satu tempat dan selesai. Ini sangat praktis dan membantu terutama buat Anda yang suka lupa kapan jatuh tempo pembayaran untuk setiap tagihan rekening rutin.

Gunakan kartu kredit dari Bank yang sama dengan tabungan Anda

Jika Anda memiliki kartu kredit, pastikan dikeluarkan bank yang sama dengan tempat Anda menabung. Beberapa bank mengeluarkan kartu kredit yang bebas iuran tahunan selamanya buat nasabah mereka. Tidak hanya itu, dengan bank yang sama Anda akan bisa membayar tagihan secara otomatis dari rekening tabungan, tanpa dikenakan biaya transfer tambahan.

Hati-hati dengan transaksi online

Kehebatan kartu kredit adalah bisa digunakan untuk transaksi online hampir di semua merchant. Ini tidak bisa dilakukan oleh kartu debit. Bahkan beberapa retailer hanya mau menerima kartu kredit dan tidak menerima pembayaran alternatif seperti Paypal sekalipun.

Walaupun demikian, harap berhati-hati ketika bertransaksi. Pastikan merchant tersebut terpercaya sebelum Anda membayar dengan kartu kredit. Biasanya di setiap website pembayaran ada logo verifikasi yang bisa dicek terlebih dahulu keabsahannya.

Ketika bertransaksi online sedapat mungkin gunakan layanan yang membuat Anda tidak perlu memasukkan langsung data kartu kredit ke sebuah website. Anda bisa bertransaksi dengan Paypal, Google Checkout atau sejenisnya. Gunakan alat pembayaran tersebut lebih dahulu karena relatif lebih aman dan ada proteksi. Jika tidak ada jalan lain, baru gunakan kartu kredit Anda.

Hati-hati, jangan pernah memasukkan nomor kartu di komputer umum yang dipakai bersama. Setiap komputer akan menyimpan data tersebut secara temporer tanpa Anda sadari sehingga bisa dimanfaatkan oleh orang yang tidak berkepentingan dan berniat jahat.

Miliki kartu dalam jumlah dan limit secukupnya

Karena kartu kredit adalah kartu hutang, maka miliki secukupnya. Malu kalau terlalu banyak. Saya sendiri punya tiga. Dua milik pribadi mewakili vendor berbeda, sedangkan satu milik perusahaan yang diberikan kepada saya. Saya memerlukan dua karena kebutuhan transaksi online di mana kadang vendor yang satu tidak berhasil di verifikasi sedangkan vendor lainnya bisa.

Pastikan pula limit kartu kredit Anda secukupnya. Gunakan prinsip besarnya total limit kartu yang Anda miliki minimal setara dengan uang tunai yang Anda miliki. Itu artinya seandainya seluruh limit kartu telah terpakai, Anda sebenarnya memiliki kemampuan melunasinya dengan uang tunai tadi.

Jangan memiliki kartu dengan limit berlebihan dan di luar kemampuan keuangan Anda. Sering terjadi orang terlilit hutang kartu kredit yang parah karena terlena dengan limit tersebut dan tidak punya kemampuan membayar.

Alhasil setiap bulan kerjanya hanya membayar cicilan hutang yang mungkin kenikmatannya telah hilang bertahun-tahun lalu sementara sengsaranya terus dirasakan hari ini dan seterusnya.

Jika terlilit hutang, negosiasikan dengan bank

Banyak kasus orang terlilit hutang kartu kredit dan menjadi stress karena terus dikejar-kejar debt collector. Ingat, bank dan penerbit sangat mudah memberikan kartu kepada Anda. Namun ketika Anda mangkir dari pembayaran, mereka juga sangat aktif menagihnya. Jika sudah terlanjur hutang melilit bagai benang kusut, segera negosiasikan dengan bank. Minta untuk membekukan saldo hutang Anda dan buat komitmen pelunasannya. Kalau perlu jual aset yang Anda miliki. Bunga kartu kredit termasuk beban pinjaman termahal sedunia. Dengan bunga 3% sebulan maka Anda membayar beban sekitar 36% setahun. Karena itu jika terlanjur terkena hutang ini, mau tidak mau korbankan aset yang Anda miliki karena jauh lebih menguntungkan ketimbang mempertahankannya. Kecuali jika aset Anda bisa menghasilkan return yang lebih besar dari 36% setahun.

Seandainya Anda terlilit hutang beberapa kartu kredit sekaligus, maka lunasi satu persatu. Beberapa perencana keuangan menyarankan lunasi dari yang kecil sehingga pelan-pelan saldo hutang Anda terkonsentrasi di satu tempat dan Anda bisa fokus menyelesaikannya.

Jika tidak mampu, lupakan keinginan memiliki kartu kredit

Tidak semua orang perlu kartu kredit. Jika Anda tidak mampu, buang jauh-jauh keinginan memiliki kartu kredit. Akan lebih banyak mudaratnya jika Anda memiliki sesuatu di luar kemampuan. Sekali lagi Anda harus paham bahwa fungsi dasar kartu kredit adalah sebagai alat tukar pembayaran. Bukan uang tambahan atau dana darurat.

Jika memang penghasilan Anda belum memadai, maka memanfaatkan apa yang ada di tangan akan jauh lebih terhormat ketimbang berhutang kartu plastik yang membuat jatuh harga diri Anda.

Semoga tips di atas membantu Anda menjadi pengguna kartu kredit yang cerdas. Manfaatkan kemudahan dari kartu kredit, jangan mau dikenakan bunga dan dendanya.

Selamat bertransaksi dengan bijak.

Bijaksana Memakai Kartu Kredit Read More »

Menjadi Manusia Hari Ini

Yesterday is history, tomorrow is mystery, but today is a gift. That’s why it is called the present.

Itu adalah ucapan Guru Oogway kepada Po yang akhirnya menjadi pendekar Naga dalam film Kungfu Panda.

Setiap orang telah menjalani hari kemarin, akan menghadapi hari esok, dan sedang menghadapi hari ini. Tulisan ini ingin mengulas bagaimana penyikapan terhadap situasi tersebut.

Menjadi Manusia Hari Ini Read More »

Panduan Singkat Menulis Cepat

speed-writing

Apakah Anda pernah mengalami hambatan dalam menulis?

Kebanyakan orang pernah menghadapinya bahkan sering. Dalam posting berikut, saya ingin memberikan tips bagaimana menulis dengan cepat agar Anda bisa segera menuangkan ide ke dalam sebuah tulisan. Tips ini juga akan membantu Anda mengatasi hambatan dalam menulis yang biasa dialami banyak orang.

  1. Menulislah Dengan Gaya Anda Sendiri

Buatlah tulisan sesuai dengan gaya penulisan yang mudah dan alami buat Anda. Jangan memaksakan diri dengan mengikuti gaya tulisan orang lain jika memang tidak sesuai dengan style Anda. Hasil terbaik akan didapatkan ketika Anda menulis dengan gaya sendiri.

  1. Tulis Dulu Edit Kemudian

Jangan mengkritisi apa-apa yang Anda tulis. Biarkan semuanya mengalir dengan lancar sampai selesai. Setelah itu Anda bisa melakukan editing yang diperlukan sekaligus membuat tulisan tersebut lebih baik. Melakukan editing ketika menulis akan membuat sisi editorial diri Anda muncul dan membuat satu paragraf tidak pernah selesai.

  1. Matikan Layar Komputer Anda

Ini tips yang saya pelajari dari Joe Vitale, penulis buku Hypnotic Writing. Mematikan layar komputer membuat Anda tidak bisa melihat apa yang ditulis. Dengan demikian, cara ini membantu menghindari proses editing yang prematur. Jika ketika menulis sisi editor diri saya sedemikian kuat, maka saya menggunakan cara ini.

  1. Lupakan Tata Bahasa dan Salah Ketik

Ide cepat sekali datang sekaligus cepat sekali pergi. Ketika Anda dalam konsentrasi tinggi, hindari perhatian berlebihan terhadap tata bahasa. Jika kalimat yang disusun terasa kurang menarik, biarkan dulu. Jika ada titik koma yang hilang, abaikan. Anda punya waktu memperbaikinya nanti. Yang penting ide harus mengalir dengan baik dan terekam dalam tulisan tanpa diganggu oleh urusan tata bahasa.

  1. Tulis Secepat Mungkin

Menulis secepat-cepatnya membantu untuk fokus pada tulisan Anda dan mengatasi sisi editor diri kita yang ingin memperbaiki dan mengkoreksi. Jika Anda menulis dengan kertas dan ballpoint, tulis secepat-cepatnya dan jangan ada jeda sampai saatnya tiba waktu istirahat. Jika Anda menulis langsung di depan komputer, ketiklah secepat-cepatnya tanpa ada proses berpikir yang lama. Anda akan takjub betapa banyak sebenarnya ide yang bisa dikeluarkan.

  1. Diamkan dan Edit Beberapa Hari Kemudian

Setelah selesai menulis dan melakukan editing awal, simpan tulisan tersebut sebagai draft. Jika Anda tidak harus buru-buru menerbitkannya, diamkan selama beberapa hari kemudian baca kembali. Proses mendiamkan ini akan membantu Anda melihat tulisan tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Jika Anda sangat buru-buru harus menerbitkannya, minta orang lain membaca tulisan tersebut dan memberi komentar. Masukan mereka bisa Anda pertimbangkan untuk melakukan editing.

Demikian enam tips menulis cepat dan singkat. Semoga membantu Anda menuangkan ide-ide segar sebagai sebuah tulisan.

Selamat berkarya.

Jika Anda punya pengalaman dan tips tentang menulis, sampaikan pandangan Anda di kolom komentar.

 

Photo Credit: Caitlinator under Creative Commons License

Panduan Singkat Menulis Cepat Read More »

Cara Meminta Bantuan Orang Lain Dengan Halus

Pernahkah kita sadari, bahwa apapun bagian atau function kita di pekerjaan, kita pernah dan tetap akan selalu pernah meminta bantuan dari bagian atau function lain. Walaupun bagian kita sangat spesifik sekalipun seperti misalnya kita bekerja di lab Quality Control, Research & Development, IT, Engineering, dan lain-lain, kita pasti pernah meminta bantuan atau halusnya “melakukan koordinasi” dengan bagian lain untuk mendukung kita. Ini dilakukan untuk mengambil keputusan, meminta slot waktu trial, meminta konfirmasi, menanyakan prosedur, atau bahkan hanya untuk sekedar merespons email kita. Apalagi jika kita bekerja di bagian yang sangat general seperti produksi, Human Resources, Corporate Relations, Finance, Sales dan Marketing, meminta bantuan ke orang lain adalah hal yang tidak mungkin dihindari dalam pekerjaan sehari-hari.

Cara Meminta Bantuan Orang Lain Dengan Halus Read More »

Mengatasi Rasa Takut Berbicara di Depan Publik

speaking on stage Ketakutan dan demam panggung merupakan hal yang umum ketika seseorang harus tampil dan berbicara di depan publik. Dengan latihan yang baik, demam panggung ini bisa berkurang meskipun mungkin tidak akan hilang sama sekali. Berita baiknya, semua pembicara, bahkan kelas dunia sekalipun tetap mengalami demam panggung ini dalam kadar yang berbeda-beda. Jadi, Anda tidak sendiri, you are in good company.

Menurut Tom Antion, penulis Wake ’em Up Presentations, demam panggung biasanya muncul sebelum tampil. Setelah seseorang naik ke podium maka dengan sendirinya demam panggung tadi akan mulai menghilang.

Demam panggung bisa memiliki beberapa tanda seperti:

  • Mulut kering
  • Kerongkongan seperti ada ganjalan
  • Tangan berkeringat
  • Tangan menjadi dingin
  • Tangan bergetar
  • Dada berdegup lebih cepat
  • Lutut bergetar
  • Dan bentuk-bentuk fisik lainnya

Sisi Positif Demam Panggung

Di samping sisi negatifnya yang bisa menimbulkan kekhawatiran dan rasa tidak pede di depan umum, demam panggung juga memiliki sisi positif. Anda menjadi lebih perhatian terhadap gerakan dan posisi tubuh. Anda juga lebih fokus terhadap materi yang akan disampaikan. Rasa takut itu merupakan teman karena membuat refleks Anda semakin tajam, energi meningkat, dan mata menjadi lebih awas.

Jadi ketika Anda merasa nervous atau gugup ketika hendak tampil di depan umum, berusahalah untuk rileks. Biarkan perasaan gugup itu hinggap sebentar dan secara perlahan alirkan ke luar sehingga Anda bisa mengambil kendali lagi. Manfaatkan sisi positif rasa gugup tadi untuk membuat pidato atau presentasi Anda lebih mantap.

Bagaimana Menghilangkan Rasa Gugup

Rasa gugup ini bisa diatasi dengan melakukan visualisasi hal-hal positif seperti:

  • Bayangkan audiens menikmati pidato Anda, mereka menatap dengan antusias, mendengarkan dengan sungguh-sungguh dan bertepuk tangan.
  • Bayangkan betapa baiknya apa yang akan Anda tampilkan.
  • Bayangkan audiens adalah teman-teman Anda yang biasa diajak ngobrol dan bercanda.
  • Ingat momen-momen bahagia dan indah yang pernah Anda miliki sebelumnya.

Hal di atas merupakan cara yang bisa dilakukan ketika rasa gugup atau demam panggung melanda pada detik-detik menjelang tampil di atas pentas.

Lantas bagaimana agar demam panggung ini bisa berkurang sampai pada kadar yang pas? Jawabnya adalah lakukan persiapan yang matang. Ini bisa dilakukan dengan cara:

  • Persiapkan dengan baik untuk seluruh materi pembicaraan Anda
  • Secara khusus persiapkan kalimat pembuka yang tepat
  • Lakukan rehearsal di hadapan teman-teman Anda
  • Antisipasi pertanyaan sulit dengan memperkirakan jenis pertanyaan tersebut dan jawabannya
  • Praktek, praktek, praktek. Lakukan di depan kaca, ketika Anda mandi, atau di mana saja Anda bisa melakukannya sebelum hari H tiba.

Berdamai Dengan Rasa Takut

Pengalaman saya pribadi, demam panggung ini tidak hilang meskipun Anda sudah persiapkan dengan sangat matang. Saya sering melakukan persiapan untuk presentasi besar atau pidato di depan umum. Saya sudah merasa pede dan rileks dengan apa-apa yang akan saya sampaikan. Saya juga sudah siap dengan catatan kecil berupa mind map atau bullet list berisi poin penting dari keseluruhan materi pembicaraan. Tapi entah mengapa, beberapa detik sebelum tampil, tiba-tiba demam panggung itu datang. Indikator paling sering yang saya rasakan adalah dada berdegup lebih kencang dan tangan mulai berkeringat.

Walaupun demikian, dengan melakukan persiapan yang baik serta penanganan yang tepat, demam panggung tidak akan mengganggu bahkan membuat Anda tampil lebih baik lagi. Jangan takut atau terlalu khawatir ketika rasa gugup melanda karena tidak ada orang yang mati gara-gara hal itu. Meskipun menurut banyak survei, orang rela mati daripada harus tampil dan berbicara di depan umum J

Jadi, persiapkan pidato Anda dengan matang dan tampillah penuh percaya diri. Bersikap positif kepada audiens dan mereka pun akan membalasnya.

Selamat berpidato, berceramah, menyampaikan presentasi, dan tampil di depan umum. Good luck!

Photo Credit: chad davis under creative commons license

Mengatasi Rasa Takut Berbicara di Depan Publik Read More »

Download Video Speed Reading Hanya Untuk Anda

Video Membaca Cepat

Jika Anda pembaca setia blog ini, tentunya Anda mengetahui sejak beberapa waktu lalu saya menerbitkan video berseri Belajar Membaca Cepat. Video tersebut sebenarnya saya persiapkan untuk website terbaru di www.MembacaCepat.com. Namun karena saat itu website belum siap, maka video seri 1-5 saya tampilkan di blog ini. Adapun untuk seri lainnya (6-10) dapat Anda lihat langsung di www.MembacaCepat.com. Keseluruhan video seri ini telah dilihat lebih dari 2600 kali lewat berbagai media.

Atas permintaan beberapa pembaca yang kesulitan mendownload video tersebut dari YouTube, kini saya telah membuat link download yang memudahkan Anda menyimpannya tersebut dalam format .FLV (Flash Video). Buat Anda yang masih asing dengan format tersebut, ini adalah format video yang lazim dipakai untuk streaming di internet. Untuk memutarnya Anda membutuhkan Player yang bisa mengenali file .FLV. Silakan download player gratis Applian FLV Player atau VLC Media Player.

Jika nanti saya sudah memiliki akses ke server video yang lebih cepat, Insya Allah video ini juga akan tersedia dalam berbagai format portable sehingga Anda dapat menyaksikannya dengan mudah lewat Windows Media Player, Blackberry, Iphone/Ipod, ataupun Handphone Anda.

Dan inilah 10 Video Seri Belajar Membaca Cepat untuk Anda. Masing-masing video berdurasi 6-10 menit dengan ukuran file sekitar 7-12 MB. Anda dapat menemukan link download tepat di bawah jendela setiap video.

Selamat menikmati, mengunduhnya, dan semoga bermanfaat untuk Anda.

Video 1 – Apakah Membaca Cepat Itu?

Video 2 – Bagaimana Cara Menghitung Kecepatan Baca?

Video 3 – Berapakah Kecepatan Baca Yang Ideal?

Video 4 – Menciptakan Kondisi Ideal Untuk Membaca Yang Baik

Video 5 – Tips Sederhana Meningkatkan Kecepatan Baca

Video 6 – Menghilangkan Kebiasaan Buruk Dalam Membaca

Video 7 – Teknik Membaca Cepat: Membaca Beberapa Kata Sekaligus

Video 8 – Teknik Membaca Cepat: Bagaimana Mempercepat Gerakan Mata

Video 9 – Bagaimana Meningkatkan Pemahaman Dalam Membaca

Video 10 – Bagaimana Membaca Secara Cerdas dan Terstruktur

Download Video Speed Reading Hanya Untuk Anda Read More »

Anak Anda Susah Bangun Tidur di hari Senin?

Oleh: Irwan Dewanto

Ini adalah posting tamu (guest posting) dari sahabat saya – Irwan Dewanto – HR Manager PT. Unilever Indonesia, Cikarang Factory.

I hate monday

Pernahkah kita terlambat masuk kantor di awal minggu, setelah liburan panjang atau long weekend gara-gara anak kita susah untuk bangun pagi? Atau gara-gara anak kita tiba-tiba sakit perut, maag dan pusing, sehingga meminta ijin untuk tidak masuk sekolah, padahal malam sebelumnya dia baik-baik saja.

Kalau kita pernah mengalami atau bahkan sering mengalami hal itu, maka ada kemungkinan anak kita mengalami yang namanya psikosomatis, yaitu timbulnya gejala terjadinya keluhan fisik seperti pusing, mual, dan sebagainya karena sebab psikis. Atau pada anak berusia 2-5 tahun biasanya gejala tersebut berupa sulit untuk bangun pagi.

Hal ini biasa nya terjadi pada pasangan orangtua/suami-istri yang sama-sama bekerja, dimana waktu luang untuk berinteraksi dengan anak-anak hanya pada saat Sabtu-Minggu atau hari libur lainnya. Sehingga tanpa sadar anak-anak kita yang sangat menikmati quality time tersebut merasa enggan untuk memasuki rutinitas yang memisahkan mereka dengan ayah ibunya sehari-hari. Jadi sebenarnya sindrom I hate Monday bukan hanya bagi kita-kita saja yang sudah grown up.

Jika kita mengalami hal ini, maka tidak usah khawatir, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan, yang pada intinya adalah melakukan conditioning kepada anak-anak kita :

  1. Usahakan rencana berlibur yang sampai malam atau aktivitas yang membuat anak-anak lelah secara fisik hanya di hari Sabtu saja, sedangkan di hari Minggu atau di hari terakhir liburan hanya kita isi dengan aktivitas ringan yang berdurasi hanya sampai setengah hari.
  2. Pada setengah hari di liburan terakhir itu, usahakan sudah mulai mengembalikan aktivitas anak kita ke aktivitas rutin seperti belajar, atau mengerjakan PR, dan yang penting, temani anak kita pada saat belajar atau mengerjakan PR ini, sehingga anak merasa tetap aman dan dekat dengan kita.
  3. Sebelum anak-anak tidur, luangkan waktu sekitar 5 menit untuk menemani mereka tidur dan memberi pengertian bahwa besok mereka harus kembali bersekolah dan ayah ibu juga harus kembali bekerja.
  4. Keesokan harinya, bangunkan anak kita sedikit lebih pagi dari biasanya, dan luangkan waktu sebentar untuk membelai-belai buah hati kita sampai dia benar-benar terbangun.

Semoga tips tersebut cukup membantu, dan jangan khawatir bagi para pasangan yang belum memiliki momongan, atau para pengantin baru, hal ini juga ampuh diterapkan kepada pasangan kita lho..-)

Tentang Penulis:

Irwan Dewanto menyelesaikan pendidikan di Fakultas Psikologi UGM dan Master di bidang Human Resources Management di Psikologi UI. Penulis memiliki pengalaman luas di bidang psikologi dan HR. Saat ini aktif bekerja sebagai HR Manager di PT. Unilever Indonesia, Cikarang Factory

Photo Credit: studiosushi under Creative Commons License

Anak Anda Susah Bangun Tidur di hari Senin? Read More »