Memanfaatkan Momentum

Masih ingatkah Anda ketika belajar Fisika dulu?

Sebuah benda yang diam, akan cenderung terus diam kecuali ada yang menggerakkannya. Sedangkan sebuah benda yang bergerak akan cenderung terus bergerak kecuali ada yang menghentikannya.

Jika sebuah mobil dihidupkan dan pedal gas ditekan dengan tiba-tiba, maka tubuh penumpang akan terdorong ke belakang karena tadinya dia diam dan ingin terus diam. Sebaliknya ketika mobil sudah berjalan kemudian direm mendadak, maka tubuh penumpangnya akan terdorong ke depan karena punya kecenderungan terus bergerak ke depan.

Jika Anda masih ingat pelajaran Fisika di sekolah menengah dulu, ini disebut hukum kelembaman.

Lantas apa hubungannya hukum tersebut dengan keseharian?

Dalam kehidupan kita sering mengalami jatuh bangun. Ada kalanya kita semangat mengerjakan sesuatu, dan ada kalanya kita merasakan malas yang teramat sangat. Ada suatu masa di maka kita menjadi seorang yang taat dan ada masa yang lain ketika kecenderungan bermaksiat menjadi sedemikian kuat.

[Read more…]

Kembali Kepada Fitrah

Photo Credit: Docbudie under Creative Common License

Photo Credit: Docbudie under Creative Common License

Kita telah memasuki hari-hari terakhir bulan Ramadhan. Tidak terasa, sebentar lagi Idul Fitri akan segera tiba. Semua orang bergembira menyambut datangnya Hari Raya dan kebahagiaan bersilaturahmi bersama sanak keluarga.

Ada doa yang sering kita ucapkan menjelang Idul Fitri ini yakni ”Semoga kita kembali kepada fitrah.” Apakah sebenarnya fitrah itu? Apakah kembali fitrah adalah seperti bayi yang dilahirkan kembali dan suci dari dosa?

Dalam Surat Ar-Ruum (30) ayat 30 Allah berfirman:

”Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Jika kita perhatikan ada beberapa kata-kata fitrah di sana. Pertama menyebutkan adanya fitrah Allah di mana manusia diciptakan menurut fitrah itu. Dalam bahasa yang sederhana, secara kodratnya manusia rindu kepada Tuhan, dan rindu untuk menemukan agama yang lurus. Agar bisa menemukan fitrah tadi, maka manusia perlu berjuang yang kemudian atas izin Allah akan dikenalkan kepada fitrah diri manusia tersebut.

[Read more…]

Meminta dan Memberi Maaf

Berdasarkan sebuah penelitian, salah satu hal yang paling sulit dilakukan orang adalah meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain. Walaupun seseorang menyadari kesalahannya, meminta maaf kepada orang yang telah disakiti bukanlah perkara mudah. Ada rasa gengsi ataupun ego yang menghalangi seseorang untuk bisa berkata, “Aku telah bersalah. Aku meminta maaf atas tindakan yang telah kulakukan dan berharap kamu dapat memaafkan aku.”

Sama halnya meskipun seseorang sudah bisa menahan rasa sakit akibat kesalahan yang dibuat orang lain, memaafkan orang tersebut juga bukan perkara mudah. Rasa yang tergores seolah tak bisa lepas dari ingatan dan terus membekas. Dalam sebuah judul lagu disebutkan, “Forgiven not Forgotten”. Aku memaafkan tapi aku tidak bisa melupakan kesalahanmu. Apakah ini yang dinamakan memberi maaf?

Urusan meminta dan memberi maaf yang sulit ini tidak hanya terjadi antara seseorang dengan lingkungan sosialnya. Bahkan tak jarang seseorang sulit meminta dan memberi maaf kepada orang-orang terdekat yang hidup serumah sekalipun. Seorang anak sulit memaafkan orangtuanya, seorang suami enggan meminta maaf kepada istrinya, seorang adik tidak bisa melupakan kesalahan kakaknya.

Jadilah Engkau Pemaaf

Agama mengajarkan kita agar dengan lapang dada memberi maaf kepada orang yang telah berbuat salah. Bagaimanapun juga manusia sering lupa dan khilaf. Memberi maaf kepada orang atas ketidaksengajaannya adalah keutamaan buat orang yang sempat tersakiti. Dan memberi maaf atas tindakan buruk orang lain juga sebuah keutamaan jika itu bisa dilakukan.

[Read more…]

Puasa Lahir Batin

Photo Credit Hamed Saber under Creative Commons License

Alhamdulillah, akhirnya Ramadhan telah tiba. Puji syukur kehadirat Allah yang telah memberi kita kesempatan untuk menjalani Ramadhan tahun ini.

Rasulullah saw bersabda, “Banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan dahaga.”

Hadis di atas mengindikasikan bahwa puasa seharusnya tidak sekedar menahan diri dari lapar dan dahaga. Jika hanya demikian, maka akan merugilah orang yang berpuasa tersebut karena ia hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Puasa harus menjadi alat mentransformasi diri seseorang sehingga menambah kedekatan kepada Allah Ta’ala.

Dalam pemahaman umum, puasa adalah menahan diri dari makan dan minum sejak terbit matahari sampai waktu tenggelamnya. Termasuk di dalamnya menahan diri dari berhubungan seksual dengan pasangan. Ini adalah puasa lahir.

Sementara Syaikh Abdul Qadir al-Jailani dalam Sirr Al-Asrar (Rahasia dari Segala Rahasia) menjelaskan ada puasa jenis yang lain yakni puasa batin. Puasa batin dilakukan dengan cara menjaga semua indra dan pikiran dari segala yang diharamkan. Dengan kata lain, puasa batin adalah meninggalkan ketidakselarasan, baik lahir maupun batin. Sedikit saja niat buruk hinggap di hatimu, puasamu rusak. Jika puasa lahir dibatasi oleh waktu, puasa batin dijalani selama-lamanya, selama hidup di dunia hingga kehidupan di akhirat. Itulah puasa sejati.

[Read more…]

Klik di Sini Untuk Menghubungi Kami
close-link